Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 95331 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Astrid Damayanti
Depok: Universitas Indonesia, 1992
S33441
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1998
S33736
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1992
S25719
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutabarat, Christoverius M.T.U.
"Pene.l it ian mengenai. bentuk-ben.tuk koloni karang batu (Scleractinia) dan asosiasinya dengan ikan karang suku Chaetodontidae. di daerah tubir Pulau Semakdaun, Teluk Jakarta, telah dilakukan pada bulan Januari 1991. Data yang diambil pada penelitian Ini meliputi frekuensi kehadiran bentuk koloni karang batu, persentase tutupan karang batu, dan frekuensi kehadiran ikan karang Chaetodontidae. Data bentuk koloni karang batu diperoleh dengan menggunakan Metoda Transek Garis; sedangkan Metoda Coral Reef Fish Visual Census digunakan untuk pengambilan data jenis-jenis ikan karang Chaetodontidae. Basil penelitian menunjukkan, bahwa bentuk koloni branching memiliki persentase tutupan tertinggi, diikuti massive, dan foliose. Chaetodon octofasciatus berasosiasi kuat dengan bentuk koloni branching, dan tidak berasosiasi dengan bentuk koloni massive, dan foliose. Chaetodon trifasciatus, C. 1ineolatus, dan Heniochus acuminatus tidak berasosiasi dengan bentuk koloni branching, massive, ataupun foliose. Asosiasi kuat antara C. octofasciatus dengan bentuk koloni branching mengindikasikan, bahwa bentuk koloni branching berpengaruh terhadap keberadaan ikan tersebut."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1994
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alfisalam Ghifari Mustafa
"Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di wilayah DKI Jakarta, dimana salah satu penyebabnya adalah meluapnya Sungai Pesanggrahan. Dalam menanggulangi hal tersebut, pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2013 melakukan normalisasi pada sungai tersebut. Namun, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa normalisasi mengakibatkan ketidakstabilan saluran dalam angkutan sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dari normalisasi sungai pada daerah hulu terhadap angkutan sedimen di daerah hilir ruas yang ditinjau. Identifikasi perubahan alur sungai sebelum dan sesudah normalisasi dilakukan berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane. Sampel sedimen diambil pada 3 titik pada ruas sungai yang ditinjau untuk mengetahui gradasi dari butiran sedimen tersebut. Aplikasi HEC-RAS digunakan untuk melakukan simulasi angkutan sedimen pada ruas sungai tersebut untuk sebelum dan sesudah normalisasi. Hasil simulasi digunakan untuk mengetahui perubahan penampang yang terjadi akibat adanya angkutan sedimen dan untuk mengetahui tinggi muka air pada sungai tersebut. Dari tinggi muka air dapat diketahui jari – jari hidrolik penampang untuk kemudian dilakukan perhitungan angkutan sedimen menggunakan persamaan Ackers-White karena persamaan tersebut menggunakan rentang distribusi butiran dari 0,02 – 4,94 mm. Dari hasil perhitungan didapat bahwa angkutan sedimen pada titik hulu yang ditinjau meningkat 155,11 ton/tahun, pada titik tengah meningkat 89,64 ton/tahun dan titik hilir menurun 0,28 ton/tahun.

Flooding is one of the common problem in DKI Jakarta, which one of the causes is the overflow of the Pesanggrahan River. To overcoming it, the Jakarta Provincial Government in 2013 normalized the river. However, there are several studies show that normalization results in channel instability on sediment transport. The purpose of this research is to analyze the effect of river normalization in upstream areas on sediment transport in the downstream areas of the section that being reviewed. The identification of changes in river flow before and after normalization was carried out based on data from Central Office of River Region Ciliwung-Cisadane, Ministry of Public Works. HEC-RAS is used to simulate sediment transport in the river segment before and after normalization. The results are used to determine cross section changes due to sediment transport and to determine the water level of the river. From the water level, hydraulic radius can be calculated and then carried out sediment transport calculation using Ackers-White equation since the equation using grain distribution from range 0,02 – 4,94 mm. From the calculation, can be seen that sediment transport at the upstream point increases 155,11 tons/year, at the midpoint increases 89,64 tons/year, and the downstream point decreases 0,28 tons/year"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rosaeny Handayani
"Skripsi ini membahas mengenai beragam bentuk yang ada pada nisan-nisan di Museum Taman Prasasti. Nisan-nisan tersebut diklasifikasikakan berdasarkan bentuk-bentuknya sehingga akan didapati bentuk-bentuk apa saja yang ada pada nisan. Selain membahas mengenai bentuk-bentuk nisan, nisan-nisan tersebut juga dilihat berdasarkan ragam hias dan letak inskripsi pada nisan. Berikutnya, ragam hias dan penempatan inskripsi dikaitkan dengan penempatan pada nisan-nisan tersebut.

The focus of this undergraduate thesis is about the various of the shape of the gravestones in Museum Taman Prasasti, Jakarta. These gravestones are classified based on their shape. Therefore, it will be found the shape of the gravestones. Besides shape, the ornamentals and the position of the inscription in the gravestone are concerned. And then, the ornamentals and the position of the inscription are are connected with the gravestones."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S11896
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Soedjono Dirdjosisworo
[Place of publication not identified]: [Publisher not identified], [Date of publication not identified]
346.065 DIR h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Soedjono Dirdjosisworo
Bandung: Mandar Maju, 1997
346.065 SOE h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rochman Budiasih Effendi
"ABSTRAK
Kebudayaan Hindu beserta agama dan kitab-kitab kesusas_teraannya menyebar ke kepulauan Indonesia pada abad-abad permulaan Masehi. Para pendatang dari India pendukung kebuda_yaan Hindu tersebut diperkirakan berasal dari berbagai kasta, terutama dari ketiga kasta utama : brahmana, ksatriya, dan waiya. Penyebaran kebudayaan Hindu mungkin terjadi karena adanya pernikahan campuran antara pangeran-pangeran India dari golongan ksatria yang membentuk koloni di kepulauan Nusantara ini dengan puteri-puteri para kepala suku pribumi. Dapat pula terjadi pedagang atau saudagar India yang berasal dari kasta waiya membuat permukiman baru di kepuluan Nusan_tara. Karena pergaulan sehari-hari dengan masyarakat setem_pat, maka unsur-unsur kebudayaan Hindu pun diperkenalkan pada masyarakat tersebut. J.C. Van Leur memperkirakan bahwa para brahmana India datang ke Indonesia atas undangan para penguasa atau raja-raja di Indonesia.Siapa pun pembawa kebudayaan Hindu, baik dari golongan brahmana, ksatriya maupun waiya mereka telah memperkenalkan buku-buku suci serta buku-buku kesusasteraan dari kebudayaan tersebut. Buku-buku suci serta buku-buku kesusasteraan Hindu yang berisi ide-ide dan cars berpikir yang berbeda dengan"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
D1628
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erin Mutiara Naland
"ABSTRAK
Penelitian-penelitian terdahulu menyatakan bahwa anak laki-laki lebih agresif daripada anak perempuan (Harris dalam Baron, 2000; Buss dalam Bjorkqvis, 1994). Penelitian-penelitian terbaru mengatakan bahwa anak perempuan dapat sama agresivitasnya dengan anak laki-laki, hanya saja dalam bentuk yang berbeda (Donelson, 1999). Hal ini menggelitik rasa ingin tahu peneliti tentang bentuk-bentuk agresivitas yang dipakai remaja putri untuk menyakiti remaja putri lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bentuk-bentuk perilaku agresivitas yang digunakan remaja putri untuk menyakiti remaja putri lain, gambaran detil kejadian agresivitas yang dialami oleh remaja putri, respon emosional, sosial dan perilaku korban dan pemicu agresivitas. Menurut berbagai literatur anak perempuan cenderung memakai agresivitas tidak langsung (indirect) dan biasanya lebih sulit diamati (covert) (Baron, 2000; Olweus, 2003; Krahe, 2001; Sullivan, 2000; Simmons, 2000). Peran sosial anak perempuan yaitu tidak agresif menyebabkan anak perempuan menyembunyikan agresivitas mereka ke dalam bentuk yang lebih sulit diamati dan tidak langsung (Simmons, 2002). Sifat persahabatan anak perempuan yang kecil, eksklusif dan intim juga meningkatkan kesempatan untuk agresivitas tidak langsung. Penelitian dilakukan di sebuah sekolah khusus putri dengan menggunakan siswi-siswi kelas satu sebagai subjek. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan “sisi dalam” realitas dari sudut pandang korban. Metode utama yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah Focus Group Discussion (FGD). FGD adalah kelompok diskusi yang mengeksplorasi sekelompok isu-isu spesifik dan merupakan metode yang ideal untuk menggali opini, pengalaman dan pendapat subjek (Barbour & Kitzinger. 1999) Melalui penelitian ini didapatkan hasil-hasil sebagai berikut; remaja putri di sekolah Z menggunakan berbagai bentuk agresivitas untuk menyakiti remaja putri lain. Secara garis besar agresivitas tidak langsung digunakan di dalam satu angkatan, secara khusus di dalam persahabatan atau hubungan dengan teman satu clique. Agresivitas langsung berupa serangan verbal cenderung dipakai oleh kakak kelas untuk menyakiti adik kelas. Agresivitas kakak kelas kepada adik kelas merupakan isu kuat di sekolah Z. Senioritas dan “gencet-gencetan” telah menjadi tradisi dari tahun ke tahun dan oleh karena itu agresivitas kakak kelas kepada adik kelas seperti mendapat pembenaran. Kakak kelas biasanya mengontrol adik kelas dengan memberikan “norma-norma” dan menekan siapa saja yang tidak mematuhinya atau adik kelas yang menonjol dan memiliki kecenderungan populer. Kakak kelas menggencet adik kelas dengan serangan verbal seperti menyindir atau memarahi adik kelas secara berkelompok. Adik kelas merasa takut, tertekan, kesal dan stres menghadapi agresivitas kakak kelas akan tetapi tidak berdaya melawan akan tetapi tidak ingin “gencetgencetan” ini dihapuskan. Saran untuk penelitian berikutnya adalah meneliti agresivitas kakak kelas kepada adik kelas dari sisi agresor atau membuat penelitian kuantitatif mengenai sikap adik kelas terhadap agresivitas kakak kelas. Saran praktis untuk sekolah Z dan sekolah-sekolah dengan kondisi kurang lebih sama dengan sekolah Z adalah dengan mengadakan pembinaan untuk mengubah paradigma mengenai gencet-gencetan dan agresivitas remaja putri, mengurangi otoritas atau kewenangan kakak kelas dan meningkatkan fokus akademis agar “gencet-gencetan” dapat menurun."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>