Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 71186 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Budi Santoso
"Tumbuhan jarak yang cocok hidup di daerah tropis. seperd Indonesia. dan daerah subtropis menghasilkan minyak jarak yang turunan-turunannya amat bermanfaat bagi manusia. Salah satu turunan yang potensial diproduksi di Indonesia adalah poliuretan. Poliuretan berbasis minyak jarak memiliki kelebihan utama berupa ketahanan hidrolisis yang yang baik.
Minyak jarak dapat digunakan secara Iangsung scbagai salah satu komponen penyusun poliuretan, yaitu monomer poliol. Namun modifikasi minyak jarak akan menghasilkan poliol yang lebih reaktif dengan tetap mempertahankan kelebihannya. Modifikasi dengan reaksi esteritikasi dan transesterifikasi dengan anhidrid suksinat dan neopentil glikol menghasilkan resin yang terutama sesuai untuk aplikasi coming, adhesive dan binder.
Pabrik resin poliuretan memiliki peralatan yang dapat digunakan untuk memproduksi berbagai jenis resin. Dalam perancangan diperrimbangkan jumlah dan beban maksimal peralatan yang diperlukan. Jumlah maksimal adalah saat memproduksi resin dua komponen. sedangkan beban pengaduk maksimal adalah saat pembuatan poliurethane dispersion.
Reaksi pembentukan poliol dilakukan dalam reaktor dengan hear exchanger internal dan pengaduk. Poliol yang terbentuk kemudian dipolimerisasi dengan poliisosianat dan untuk pembuatan resin dua komponen sebagian poliol digunakan untuk pembentukan komponen curing agent. Reaksi polimerisasi juga dilakukan dalam reaktor dengan hear exchanger internal dan pengaduk.
ChemCad digunakan sebagai alat bantu pembuatan diagram alir, neraca massa dan neraca energi. Dari hasil simulasi didapat efisiensi energi adalah sebesar 94,6% dan efisiensi karbon adalah 83.57%.
Hasil analisa ekonomi menuniukkan bahwa untuk pembangunan pabiik dengan kapasilas 8.300 ton/tahun diperlukan total biaya pabrik US$ 2.439.661 dan total biaya manufaktur sebesar US$ 16.491.411/tahun. Payback period adalah selama 2,03 tahun, net present value sebesar US$ 22,459,006 dan internal rate of retum sebesar 44,3%. Ketiga parameter keuntungan ini menunjukkan pabrik layak dibangun secara ekonomis. Perkiraan ini paling sensitif terhadap harga jual produk yang tidak boleh kurang dari US$ 2,034/ton.
Setelah melakukan analisis teknis dan ekonomi dapat disimpulkan bahwa pembangunan pabrik ini di Indonesia adalah layak."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S49397
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anondho Wijanarko
"Minyak jarak adalah komoditi yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia; demikian juga polyurethane, dimana pasar produk polyurethane berkembang pesat tanpa diiringi perkembangan industri dalam negeri. Polyurethane berbasis minyak jarak mempunyai banyak kelebihan dibandingkan yang ada umumnya. Dari analisis pasar, diketahui bahwa kapasitas pabrik yang sesuai untuk dibangun di Indonesia adalah 8.300 ton/tahun. Modifikasi minyak jarak dengan anhidrida suksinat dan neopentil glikol menghasilkan poliol poliester dengan reaktivitas tinggi, yang terutama sesuai digunakan sebagai komponen resin poliurethane untuk aplikasi coating, adhesive dan binder. Peralatan utama yang dibutuhkan di pabrik adalah: dua reaktor, sebuah mixer, empat pompa, sebuah kondenser, dan sebuah tangki. Hasil simulasi dengan bantuan CHEMCAD 5.2 menunjukkan efisiensi karbon sebesar 83,57% dan efisiensi energi sebesar 93,83%. Besarnya investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik ini adalah Rp 21 miliar. Untuk setiap ton produk membutuhkan biaya manufaktur sebesar US$ 1,928 dimana harga jualproduk diasumsiknn sebesar USS 3,000. Analisis kelayakan ekonomi mendapatkan nilai: Net Present Value (NPV) sebesar USS 22.5 juta, Internal Rate of Return (IRR) 40,3%, dan Payout Period 2,03 tahun. Faktor yang paling sensitifyang dapat mempengaruhi kelayakan proyek ini adalah harga jual produk dan volume produksi. Berdasarkan analisayang dilakukan, pabrik layak untuk dibangun.

Castor oil is a potential commodity to be developed in Indonesia; polyurethane is also a potential one since its market grows rapidly without being accompanied by local industry's capability to fulfill. Polyurethane based on castor oil is superior in many properties to currently available polyurethane. According to market analysis, the suitable capacity to be applied is 8,300 tons/year. Modification of castor oil with succinic anhydride and neopentyl yields high reactivity polyester polyol suitable to be used as component of polyurethane resin for coating, adhesive and binder applications. Main equipments needed in the plant are: two reactors, one mixer, four pumps, one condenser, and one tank. Simulation with the aid of CHEMCAD 5.2 resulted in carbon efficiency of 83.57% and energy efficiency of 93.83%. Total investment required to construct this plant is about Rp 21 billion. Assuming product price of USS 3,000/ton, manufacturing cost will be US$ 1,928/ton-product. Economic feasibility analysis yielded values: Net Present Value (NPV) of USS 22.5 million, Internal Rate of Return (IRR) of 40.3%, and Payout Period of 2.03 operating-years. The most significant factors influencing the feasibility are product price and production volume. Based on the analysis that has been done, the plant is feasible to build."
Jurnal Teknologi, 2004
JUTE-XVIII-2-Jun2004-109
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Alfa Abadi
"Minyak jarak adalah komoditi yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia, demikian juga polyurethane dimana pasarnya berkembang pesat di Indonesia tanpa diiringi perkembangan industri polyurethane dalam negri. Bahkan dengan menggunakan minyak sebagai bahan baku memberikan nilai lebih terutama dalam hal sumber materi terbarukan dan memberi nilai tambah pada sifatnya. Melihat peluang yang baik tersebut, maka perlu dikaji suatu perancangan pabrik polyurethane berbasis minyak jarak. di Indonesia.
Dari analisis pasar diketahui bahwa kapasitas yang paling optimal untuk dibangun di Indonesia adalah 8,300 ton/tahun. Dan lokasi yang tepat untuk pabrik ini adalah kawasan MM2100 Industrial Town di Cikarang Barat, Propinsi Jawa Barat. Proses yang dipilih adalah dengan memodifikasi minyak jarak menggunakan metode transesterifikasi sebagai polyol. Proses selebihnya menghasiikan polyurethane diadaptasi dari proses yang telah banyak di pakai scpcrti pada PT Aristek HighpoJymer. Besarnya investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik ini adalah Rp21 Miliar. Untuk setiap ton produk membutuhkan biaya manuraktur (biaya operasi) sebcsar US$1,928 dimana harga jual produk diasumsikan sebcsnr US$3,000.
Dari analisis kelayakan, proyek pembangunan pabrik polyurethane berbasis minyak jarak ini dapat dikatakan layak dengan Net Present Value (NPV) sebesar US$22.5 juta, Internal Rate of Return (IRR) 40.3%, dan waktu pengembalian investasi (Payout Period) 2.03 tahun. Faktor yng paling sensitive yang dapat mempengaruhi kelayakan proyek ini adalah harga jual produk dan volume produksi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S49398
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Made Satria Wiguna
"Tanaman tebu merupakan bahan baku industri gula yang produksinya cenderung meningkat setiap tahunnya. Peningkatan industri gulajuga akan mcningkatkan sisa dari proses industri tersebut. Sisa terbesar dari industri gula berupa ampas tebu yang kandungannya mencapai 90% dari kandungan pohon tcbu total. Pemanfaatan ampas tcbu menjadi furfural akan meningkatkan nilai dari sisa industri pnanian tcrsebul.
Furfural itu sendiri merupakan senyawa kimia inlermediet yang dihasilkan dari reaksi hidrolisis dan dehidrasi pentosa. Pentosa dari senyawa hcmiselulosa, banyak terkandung didalam biomasssa tumbuh-tumbuhan, salah satunya ampas tebu. Furfural yang dihasilkan dari sisa induslri pcrtanian tersebut dapat dipergunakan sebfxgai pelarut kimia dalam proses pengolahan minyak bumi dan sebagai bahan baku utama sintesis iiurfuril alkohol.
Kebutuhnn furh1i'aI di Indonesia selarna ini dipenuhi oleh impor dari Cina. Dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku dalam jumlah yang cukup besar, dan untuk menekan angka impor, maka perlu dipertimbangkan untuk mendirikan pabrik iizrfural yang menggunkan bahan baku ampas tebu di Indonesia.
Berdasarkan analisa pasar dalam negeri, maka didapatkan kapasitas pabrik lhrfural yang akan dibangun sebesar 510 ton/tahun. Pabrik ini direncanakan akan dibangun di Kawasan Industri Gresik (KIG), dengan total Iahan yang dibuiuhkan seluas lOl x 72 m2.
Berdasarkan perhitungan ekonomi, pabrik furfural yang akan dibangun ini membutuhkan investasi kurang Iebih scbesar US$ 4,7 juta dengan biaya manufaktur sebesar USS l.2juta.
Ne! Presenr Value (NPV) unfuk proyek ini kurang lebih sebcsar US$ 3.260.42I,47, dengan tingkat pengembalian Infernal Rate of Remrn (IRR) 2 l2.26%, Payback Period (PBP) 1 3.85 tahun, Ne! Return Rare (NRR) : 5.65%, Ne! Payout Dme (NPT) 3 4.53 tahun dan Return of Inveslmenf (ROI) sebesar 0.18 "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S49446
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johannes Anton Witono
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S49445
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sisilia Prenaly
"Gas alam merupakan salah satu sumber claya alam yang melimpah di Indonesia Meskipun demikian, dikarenakan terbatasnya ketersediaan intiastruktur pcngolahan gas alam itu sendiri serta jaringan pipa untuk distribusinya, ditambah lagi dengan penerapan teknologi yang belum optimal, pemanfaatan gas alam untuk pasar domestik masih jauh di bawah pemanihaian Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga peranan gas alam sebagai altematif sumber energi belum mampu bersaing dan menggeser peranan Bahan Bakar Minyak sebagai sumber energi.
Dengan meningkatnya harga minyak mentah menjadi 50 USS/bbl, pemclintah harus menanggnmg beban subsidi bahan bakar minyalc sebesar 63 triliun meningkat 334 % dari 14.5 triliun pada APBN 2004. Pemakaian bahan bakar gas dapat mengurangi besamya subsidi tersebut yang kemudian dapat dipakai untuk investasi infrastruktur ataupun penyediaan kebutuhan pokok bagi rakyat.
Berdasarkan analisa pasar dalam negri, maka didapalkan kapasitas pabrik pengolahan gas alam yang akan dibangun scbesar l53,25'7_238 MMSCF/tahun. Pabrik ini direncanakan akan dibangun dj Kecamatan Batui Sulawesi Tengah. Pahrik ini menggunakan mode opersi kontinyu untuk semua proses yang digunakan karcna umpan dan produlcnya yang berfasa gas. Pembangunan pabrik ini memiliki dampak lingkungan yang kecil karena jenis alat proses dan limbah yang dihasilkan tidak rnembutuhkan penanganan yang sulit.
Untuk dasar perhitungan dad analisa teknis yang dilakukan ini digunakan alat bB1ll`Ll sofiware HYSYS 3.1. Gas kota dan elpiji dihasillcan melalui proses awal dan proses utama di dalam pabrik, proses awal bertujuan untuk membersihlcan gas alam umpan yang kemudian akan di pisahkan menjadi produk pada proses utama.
Pada proses utama digunakan dua buah kolom fraksionasi untuk mendapatkan produk yang diinginkan yaitu kolom De-Ethanizer dengan diameter sebesar 4.5 m untuk mendapatkan gas kota dan kolom De-Butanizcr dengan diameter sebesar 1.5 m untuk mendapatkan elpiji mix. Kineija proses pabnk pengolahan gas alam ini ditunjukan melalui efisiensi energi sebesar 90-6% dan efisiensi karbon sebesar 95.8% dimana dengan nilai efisiensi yang tinggi ini maka pabrik dapat dikatakan memiliki kinenja proses yang baik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S49520
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutahaean, David P.
"Investasi pada konstruksi pabrik elpiji dan pemurnian gas dilakukan mengingat potensi sumber daya gas alam Indonesia yang sangat besar yaitu 65 TCF (trillion cubic feel) tetapi pemanfatannya terbatas, pasar yang menjanjikan dan melonjaknya beban subsidi bahan bakar minyak. Pabrik ini akan dibangun di Kecamatan Batui, lebih dekat dengan blok Matindok, Sulawesi Tengah, dengan mode operas! kontinu mengingat umpan dan produknya berfasa gas. Lapangan gas Senonoro dan Matindok akan menjadi pemasok bahan baku pada industri pengolahan gas elpiji dan pemumian gas. Gas alam yang berasal dan lapangan gas Matindok dikategorikan sebagai gas alam asam (sour natural gas) karena mengandung hidrogen snifida (H2S) dengan kadar 5000 ppm dan cadangan gas alam sebesar 0,45 BCFG (billion cubic feet gas), sedangkan gas alam dari Senoro kandungan H2S rendah dan cadangannya sebesar 3 BCFG. Perlakuan pertama untnk gas lumpan ialah pemisahan partikel padatan dan debu yang terbawa oleh gas. Setelah itu gas akan dialirkan menuju proses Sweetening, bertujuan untuk menghilangkan kandungan CO2 dan H2S yang terkandung dalam gas alani, melalui proses absorbs! oleh pelamt kimia MEA (monoethanolamine). Kandmigan FLO diliilangkan melalui proses Dehidrasi dengan menggunakan pelarut TEG (Triethylene Glycol). Setelah itu gas akan dialirkan menuju kolom fraksionasi. kandungan metana dan etana terdapat pula propana dan butana yang signifikan pada gas alamnya, maka periu dilakukan proses pengambilan gas-gas ini mengingat nilai ekonomisnya. Produk yang akan dihasilkan ialah gas kota, LPG dan kondensat. Sehingga membutul-ikan dua kolom fraksionasi yaitu kolom deelhanizer dan kolom debuthanizer. Untuk dasar perhitungan dari analisa teknis, menggunakan alat bantu software HYSYS 3.1. Neraca energi imtuk proses pemumian dan proses utama dihitung secara terpisah dikarenakan perbedaan perhitungan termodinamika yang digunakan (fluid package), dimana untuk proses pemumian yaitu pembersihan gas, digunakan amine package dan Soave-Redlich-Kwong (SRK) package, sedangkan untuk proses utama digimakan Peng Robinson package."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S49566
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Indonesia merupakan salah satu negara penghasil fatty alkohol terbesar di
dunia. Produksi fatty alkohol di Indonesia mencapai 90.000 ton per tahunnya.
Namun fatty alkohol ini kebanyakan langsung di jual ke pasaran, padahal fatty
alkohol merupakan senyawa intermediet yang jarang sekali digunakan langsung.
Untuk itu perlu diusahakan untuk mengolah fatty alkohol tersebut menjadi senyawa
lain yang lebih bernilai ekonomis.
Salah satu senyawa turunan fatty alkohol adalah fatty alkohol etoksilat
(FAE) yang merupakan senyawa turunan yang paling ekonomis. FAE adalah
senyawa hasil etoksilasi antara etilen oksida dengan fatty alkohol. FAE banyak
digunakan sebagai surfaktan dalam produk-produk pembersih atau perawatan
kecantikan. Pada skripsi ini akan dirancang pabrik FAE dengan kapasitas 30.000 ton
per tahun.
Proses yang digunakan adalah etoksilasi dengan kolom gelembung yang
berjalan secara batch. Proses ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap penanganan
awal, tahap reaksi dan tahap pananganan akhir. Efisiensi karbon dari proses ini
adalah 94 % dengan efisiensi energi sebesar 76 %.
Reaktor yang digunakan dalam proses adalah reaktor kolom gelembung
dengan sparger berbentuk piringan berpori dengan diameter 0,00254 in. yang akan
mengeluarkan gelembung dengan diameter 1,665 in. Reaktor ini memiliki bejana
dengan ketebalan 9/16 in. dan dilengkapi dengan lorispherical head berketebalan 3/4
in. Reaktor akan ditopang oleh skirt berketinggian 10 ft. dengan tebal 1/4 in. dibantu
dengan 24 buah baut berukurab 2 1/2 in. yang akan dipasang dengan bantuan
dudukan luar dan bearing plate setebal 1 1/2 in.
Berdasarkan perhitungan ekonomi, pabrik yang dirancang berkapasitas
30.000 ton/tahun dengan modal investasi sebesar US$ 12.332.038,75 dan biaya
produksi per tahun sebesar 40.287.302,07. Pabrik ini juga memiliki nilai NPV
sebesar US$ 18.878.354,24, tingkat pengembalian sebesar 34,79 % dan waktu
kembali modal sekitar tahun 3,20 tahun."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S49300
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Gas alam merupakan salah satu sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Namun, pemanfaatan gas alam yang seharusnya dapat berperan sebagai sumber energi alternatif untuk pasar dalam negeri masih jauh di bawah pemanfaatan bahan baker minyak yang menjadi sumber energi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembangunan pabrik pengolahan gas alam untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas alam sebagai sumber energi alternatif. Pabrik pengolahan gas alam yang akan dibangun ini mempunyai kapasitas efektif sebesar 224,000 MMSCF/tahun (700 MMSCF/hari) dengan mpan gas alam yang berasal dari ladang gas Donggi dan Senoro yang memiliki cadangan gas alam 6.1 TCFG untuk ladang gas Donggi dan 4 TCFG untuk Senoro. Proses yang ada dalam pabrik ini akan menggunakan mode operasi kontinyu dengan dibantu menggunakan software Chemcad 5.2. Gas alam direncanakan akan diolah menggunakan beberapa proses yaitu, proses sweetening, dehidrasi glycol, dan fraksionasi. Proses sweetening dan dehidrasi glycol merupakan proses absorpsi yang menggunakan pelarut kimia. Pada sweetening pelarut yang digunakan adalah Monoethanolamine (MEA) yang berfungsi untuk memisahkan H2S dan CO2 dari gas alam, sedangkan dehidrasi glycol menggunakan pelarut tryethylene glycol (TEG) yang berfungsi untuk memisahkan air dari gas alam. Efisiensi massa pada proses pabrik pengolahan gas alam ini sebesar 100 %, sedangkan efisiensi energi pada setiap unit proses sekitar 93 - 100 %, yang menunjukkan bahwa pabrik menggunakan energi dan bahan baku dengan sangat efisien. Untuk menghasilkan produk utama Gas Kota digunakan kolom De-ethanizer unit proses utama dengan kolom menggunakan sieve tray dan jumlan tray sebanyak 17 buah dengan umpan pada tray ke-7. Sementara tekanan operasi kolom dioperasikan pada tekanan sebesar 470 psia (32.4 bar)."
[Fakultas Teknik Universitas Indonesia, ], 2008
S49811
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>