Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 129786 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Kanker serviks adalah kanker genital kedua yang paling sering terjadi pada perempuan dan bertanggung jawab untuk 6% dari semua kanker pada perempuan di Amerika Serikat. Deteksi dini dengan Pap smear merupakan salah satu cara pencegahan kanker serviks. Ini merupakan cara menunmkan angka kematian akibat kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks dengan motivasi melakukan Pap smear di wilayah Kelurahan Tugu, Depok.
Metode penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain potong lintang melibatkan 108 responden yang diambil dengan teknik random sampling dengan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan T independent. Penelitian ini memperoleh basil bahwa ada perbedaan motivasi melakukan pemeriksaan Pap smear antara status ekonomi rendah, sedang dan tinggi (p: 0,00; α: 0,05), ada perbedaan motivasi melakukan pemeriksaan Pap smear antara tingkat pendidikan rendah dan tinggi (p: 0,019; α: 0,05), ada perbedaan motivasi melakukan pemeriksaan Pap smear antara responden yang mempunyai pengetahuan kurang dan baik (p: 0,002; α: 0,05). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara usia dan jenis pekerjaan responden dengan motivasi melakukan pemeriksaan Pap smear.
Penelitian ini merekomendasikan untuk peneliti selanjutnya agar mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempenganthi motivasi melakukan pemeriksaan Pap smear dengan menggunakan desain dan instrumen yang lebih baik serta menggunakan jumlah sampel yang lebih besar. Bagi institusi pendidikan hendaknya mahasiswa perlu diberikan materi yang cukup tentang kanker serviks dan pentingnya Pap smear untuk bekal melakukan penyuluhan ke masyarakat. Pelayanan kesehatan perlu juga mengadakan pemeriksaan Pap smear secara gratis atau bins dengan mengadakan pelayanan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asarn Asetat) secara gratis serta memberikan pendidikan kesehatan bagi masyarakat mengenai kanker serviks."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
TA5907
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fitra Anggitasari
"Angka penderita kanker serviks semakin meningkat, akan tetapi hal tersebut dapat dicegah jika setiap wanita melakukan deteksi dini pap smear. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif yang bertujuan unmk mengetahui hubungan antara persepsi wanita usia subur mengemi kanker serviks dan perilaku untuk melakukan pap smear dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 56 responden yaitu wanita usia subur yang terdapat di RT. 002/03, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Analisis yang digunakan adalah analisis chi-square dengan alpha 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara persepsi wanita usia subur mengenai kanker serviks dan perilaku untuk melakukan pap smear (p=0,055). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih Ianjut terkait faktor lain yang mempengaruhi perilaku seseorang tentang pap smear.

The number patient of serviks cancer so much increase, but this situation could against if each women do pap smear detection earlier. The design of research which used is descriptive correlative which has purpose to know the relation between productive age women's perception about serviks cancer and behavior to do pap smear with purposive sampling technique. Participants were 56 productive age women which lived in Kebagusan district, Pasar Minggu, South Jakarta. The study used the chi-square analysis with ahrha 0.05.
The result showed that there's no significant relation between productive age women's perception about servilrs cancer and behavior to do pap smear (p=0, 055). This research is to recommended to make a further research include the other factors that influence behaviour about pap smear.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5832
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Melati
"Lingkungan pekerjaan memberikan pengalaman dan informasi yang dapat mempengaruhi pengetahuan wanita tentang pemeriksaan pap smear. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan wanita menikah yang bekerja dan tidak bekerja tentang pemeriksaan pap smear. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional dengan quota sampling dengan jumlah sampel 96 wanita menikah bekerja dan 96 wanita menikah tidak bekerja di Kelurahan Grogol, Depok.
Hasil analisis univariat menunjukkan persentase wanita menikah bekerja yang berpengetahuan baik tentang definisi (27,1%), tujuan dan manfaat (33,3%), kriteria (9,4%), prosedur (15,6%), dan jadwal pemeriksaan (9,4%). Persentase pengetahuan wanita menikah tidak bekerja yang berpengetahuan baik tentang definisi (18,8%), tujuan dan manfaat (29,2%), kriteria (11,5%), prosedur (15,6%), dan jadwal pemeriksaan (2,1%). Berdasarkan hasil tersebut, penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan pap smear perlu ditingkatkan dan dievaluasi agar pencegahan kanker serviks dapat lebih efektif.

Work environment give experience and information that can affect women's knowledge about Pap smears. This quantitative research with descriptive design aims to describe the working and not working married women's kwowledge about Pap smear. This research used proportional and quota sampling technique which the sample were 96 working married women and 96 not working married women in Kelurahan Grogol, Depok.
The results of univariate analysis showed the percentage of working married women who have good knowledge about the definition (27,1%), the purpose and benefits (33,3%), criteria (9,4%), procedures (15,6%), and the schedule (9,4%). The percentage of not working married women who have good knowledge about the definition (18,8%), the purpose and benefits (29,2%), criteria (11,5%), procedures (15,6%), and the schedule (2,1%). Based on these results, health education about Pap smear needs to be improved and evaluated for the prevention of cervical cancer can be more effective.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43362
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Prima Agustia Nova
"Salah satu metode pemeriksaan sitologi yang dapat mendeteksi adanya perubahan pada serviks adalah pemeriksaan pap smear. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan tentang pap smear dan sebagai pemberi pelayanan kesehatan terkadang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan pap smear. Penelitian ini benujuan untuk mengemhui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat terhadap pap smear dengan perilaku untuk melaksanakan pap smear pada mahasiswi ekstensi dan pasca saljana FLK UI- Desain penelitian yang digunakan adalah dekskriptif korelasi dengan pendekatan cross seczional. Teknik pengambilan sampei adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Instmmen yang digunakan adalah Iembar kuesioner. Pada penelitian ini Ho gagal ditolak (p value=l, a=0,05) yaitu tidak ada hubungan antara tingkat pengelahuan pemwat terhadap penlingnya pap smear dengan perilaku untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Penelitian ini direkomendasikan terutama kepada pemwat perempuan untuk lebih menjaga dan memperhatikan kesehatan diri."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5696
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Risha Melissa
"Inisiasi Menyusu Dini merupakan gerbang utama menyukseskan pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan ibu tentang menyusui menjadi faktor penting untuk membentuk perilaku menyusui ibu. Ibu hamil mulai mendapatkan informasi mengenai inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif dalam pelayanan Antenatal Care, sehingga terbentuk motivasi ibu untuk dapat memberikan ASI pada satu jam pertama. Penelitian deskriptif korelatif cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dengan motivasi ibu untuk melakukan inisiasi menyusu dini di RS Tugu Ibu, Depok. Teknik purposive sampling digunakan pada 48 responden dengan kriteria ibu hamil berusia 18 sampai 40 tahun dan usia kehamilan pada trimester II dan III. Hasil penelitian berdasarkan uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dengan motivasi ibu untuk melakukan inisiasi menyusu dini (r: 0,136, p value: 0,356, α: 0,05). Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada tenaga kesehatan agar mampu memberikan konseling antenatal termasuk edukasi tentang inisiasi menyusu dini pada ibu hamil.

Early breastfeeding initiation is a success gateway for mother to provide an exclusive breastfeeding. Maternal knowledge about breastfeeds was an important factor to maternal breastfeeding behavior. Pregnant woman begins to get the information about early breastfeeding initiation in Antenatal Care (ANC), it will form a motivation to provide breastfeeding started within the first hour. The purpose of this descriptive correlation cross sectional research was to identify the correlation between pregnant women’s knowledge about early breastfeeding initiation and her motivation to initiate breastfeeding early in Tugu Ibu Hospital, Depok. Purposive sampling technique was being used that including a total of 48 participants, which characteristics are pregnant women around 18 until 40 years, and pregnancy stage II and III. The result of this study using Spearman correlation test showed there was no significant correlation between pregnant women's knowledge about early breastfeeding initiation and her motivation to initiate breastfeeding early (r: 0,136, p value: 0,356, α: 0,05). This study provided recommendations to the health care provider to give antenatal counseling that including an education about early breastfeeding initiation for pregnant woman.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S56312
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Ketut Manik Sarini
"ABSTRAK
Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada
wanita dan masih menduduki peringkat pertama di Indonesia diantara tumor ganas
ginekologik. Menurut WHO dalam Kompas (2010), saat ini kanker serviks
menempati peringkat teratas diantara berbagai jenis kanker yang menyebabkan
kematian pada wanita di dunia. Indonesia merupakan Negara dengan jumlah
penderita kanker serviks tertinggi di dunia. Di Indonesia setiap tahun terdeteksi
lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8.000 kasus diantaranya berakhir
dengan kematian. Di Kabupaten Buleleng ditemukan kematian karena kanker
serviks sebanyak 13 orang pada tahun 2009. Di Wilayah kerja Puskesmas
Tejakula II pada tahun 2008 ditemukan kematian karena kanker serviks satu
orang, meningkat menjadi tiga orang pada tahun 2009. Hal ini disebabkan karena
kanker serviks terlambat dideteksi sehingga keberhasilan pengobatan sangat
minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan perilaku Pap Smear pada wanita usia subur di Desa Pacung, wilayah kerja
Puskesmas Tejakula II tahun 2011. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita
usia subur yang bertempat tinggal di Desa Pacung, dengan jumlah sampel 210
orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna
antara faktor predisposisi [pekerjaan (OR=3,33; CI 95%, 1,54-7,22), pengetahuan
tentang kanker leher rahim (OR=6,43; CI 95%, 2,27-18,2), pengetahuan tentang
Pap Smear (OR=9,15; CI 95%, 4,57-18,3), sikap terhadap Pap Smear (OR=6,25;
CI 95%, 3,19-12,2), persepsi terhadap Pap Smear (OR=23,57; CI 95%, 9,97-55,7)
dan persepsi terhadap peranan petugas kesehatan (OR=19,54; CI 95%, 4,58-83,
35)], faktor pemungkin [ jarak fasilitas kesehatan (OR=3,77; CI 95%, 1,97-7,17),
biaya (OR=2,07; CI 95%, 1,15-3,73) dan akses informasi (OR=51,43; CI 95% ,
12,11-218,35)], faktor penguat [dukungan sosial (OR=86,02; CI 95%, 25,3-
292,32)], ancaman terhadap kanker leher rahim (OR=28,47; CI 95%, 11,97-67,73)
dan manfaat Pap smear yang dirasakan (OR=4,4; CI 95%, 1,75-11,05) dengan
perilaku Pap Smear pada wanita usia subur di Desa Pacung wilayah kerja
Puskesmas Tejakula II. Dari hasil penelitian ini disarankan agar puskesmas
meningkatkan upaya promosi kesehatan tentang kanker leher rahim dan Pap
Smear sehingga ibu mau melakukan pemeriksaan Pap Smear secara teratur.

ABSTRACT
Cervical cancer is the most pregnant cancer of women and it still becomes
the first rank of gynecology’s cancer in Indonesia. World Health Organization
(WHO) reported that cervical cancer is on top position among other kinds of
cancer that cause women’s mortality in the world. Indonesia has the largest
number of women suffered from cervix cancer in the world. More than 15.000
cases of cervical cancer founded every year in Indonesia and approximately 8.000
women among them were died due to the desease. In Buleleng Regency were
found 13 mortalities caused by cervical cancer in 2009. The Mortality which
caused by cervical cancer in the area of Tejakula II public health center increase
from one death cases in 2008 become three mortalities in 2009. All those
mortality caused by the delay in cervical cancer detection. The study was
intended to determine factors related with Pap Smear behavior on reproductive
age women in Pacung village, Tejakula II public health center area in 2011. This
study is a quantitative study use cross sectional study design. The population of
this study was the whole reproductive age women live in Pacung village, (210
samples). The result of the present study shows that there is relationship among
predisposition factors [ occupation of women (OR=3.33; 95% CI,1.54-7.22),
cervical cancer knowledge (OR=6.43;95% CI, 2.27-18.2), Pap Smear knowledge
(OR=9.15; 95% CI, 4.57-18.3), attitude to Pap Smear (OR=6.25; 95% CI, 3.19-
12.2), perception on Pap Smear (OR=23.57; 95% CI, 9.97-55.7) and the
perception existences of medical officers (OR=19.54; 95% CI, 4.58-83. 35)],
enabling factors [the distance to medical facilities (OR=3.77; 95% CI, 1.97-7.17),
cost (OR=2.07; 95% CI, 1.15-3.73) and information access (OR= 51.43; 95% CI,
12.11-218.35)], reinforcing factor [social support (OR=86.02; 95% CI, 25.3-
292.32)], threat of cervical cancer (OR=28.47; 95% CI, 11.97-67.73) and
perception on benefit of Pap smear (OR=4.4; 95% CI, 1.75-11.05) with Pap
Smear behavior on reproductive age women in Pacung village, Tejakula II public
health center area. The study suggested that public health center increase the
health promotion regarding cervical cancer and Pap Smear so the women will do
Pap Smear examination regularly."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Evy Misrawaty
"ABSTRAK
Skripsi ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan
pemeriksaan pap smear pada PUS di Puskesmas Belawan Kota Medan Tahun
2011. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan sampel 150
responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Menggunakan analisis
univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian,
dalam tiga tahun terakhir 67.3% responden tidak melakukan pemeriksaan pap
smear dan 32.7% responden melakukan pemeriksaan pap smear. Variabel
pekerjaan, pengetahuan tentang KLR dan pap smear, informasi ketersediaan
sarana dan prasarana, kemampuan membayar biaya pap smear, dukungan suami
dan keluarga memiliki hubungan yang bermakna dengan pemeriksaan pap smear
pada PUS. Sosialisasi dan promosi kesehatan tentang pap smear perlu
ditingkatkan untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat KLR

ABSTRACT
This study aims to observe factors related to Pap Smear Investigation to PUS in
Puskesmas Belawan City of Medan, 2011. Study design using cross sectional with
number of samples are 150 respondents through questionnaire interview. Using
univariate and bivariate analysis by statistical test of chi-square. Study result in
last three years showed that 67.3% respondents did not had a pap smear
investigation and 32.7% respondent did. Occupation variable, knowledge about
pap smear and ca.cervix, information of availability facility and infrastructure,
able to pay pap smear cost, family and husband support has significant
relationship to pap smear investigation to PUS. Socialization and health
promotion about pap smear need to be enhanced to decrease morbidity and
mortality as a result of ca.cervix"
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Kurniawati
"Di Indonesia kanker merupakan penyebab kematian keenam terbesar (KRT12002). Di negara-negara yang sedang berkembang, kanker serviks merupakan penyebab kematian utama karena kanker pada perempuan. Sekirar 90 % kanker serviks ditemukan pada stadium invasif lanjut bahkan terminal, padahal jika ditemukan pada stadium dini angka harapan hidup kanker serviks 70.2 %. Kanker serviks dapat dideteksi secara dini dengan pemeriksaan pap smear. Diperkirakan hanya 10,6 % wanita yang melakukan pap smear. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat pengetahuan perempuan mengenai kanker serviks dengan perilaku perempuan untuk melakukan pemeriksaan pap smear."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5550
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rosa Widiyastuti
"ABSTRAK
Di seluruh dunia, kemalian bayi bam lahir (neonatus) merupakan 36%
kematian anak di bawah usia lima tahun. Berdasarkan laporan WHO tahun 2005,
angka kematian neonatus Indonesia adalah 18 kemalian per 1000 kelahiran hidup,
tertinggi se-Asia Tenggara Dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini,
morbiditas maupun mortalitas pada bayi baru lahir yang disertai penyulit dapai
ditekan. Unit perinatologi mempakan fasilitas yang terbilang baru di Iingkungan RS
Tugu Ibu dimana tingkat pemanfaatanya masih tergolong rendah. Berdasarkan data
rekarn medis tahun 2007, BOR unit perinatologi adalah 37,l6%. Agar dapat
memaksimalkan pemanfaatan fasilitas perinatologi ini, terlebih dahulu perlu
diketahui karakteristik pasien- pasiennya. Penelitian ini berlujuan untuk mengelahui
hubungan karakteristik pasien dengan pemanfaatan fasilitas perinatologi di RS Tugu
Ibu Depok tahun 2007.
Rancangan penelitian ini adalah studi potong Iintang dengan pendekatan
kuantitalif. Lokasi penelitian adalah unit perinatologi RS Tugu lbu, dan dilaksanakan
pada bulan Maret sampai Mei 2008. Data yang di gunakan adalah data sekunder yang
diperoieh dari buku register pasien perinalologi selama tahun 2007 dengan jumlah
sampel sebanyak 96. Daftar cocok (check list) digunakan sebagai instrumen
pengumpul data. Variabel independen dalam penelilian ini lerdiri dari faklor
predisposisi (umur, jenis kelamin, berat badan dan riwayal asal bayi serta tempat
tinggal orang lua), Faktor enabling (jenis pembiayaan) dan faktor (lama hari
rawat dan lindak Ianjut). Sebagai variabel dependen adalah pemanfaatan fasilitas
perinalologi (inkubator, alat fototerapi, ifgfizs pump. nasal canule dan nnsogaslric
lube). Dala kemudian dianalisa secara mivariat, bivariat (menggunakan uji Kai
Kuadral) dan multivarial (uji regresi logislik).
Dari hasil penelitian didapalkan 25% pasien meunanfaalkan fasilitas
perinatologi selama menjalani perawatan.Didapatkan hubungan yang bermakna
anlara variabel umur, berai badan, riwayat asal, lama hari rawat dan tindak lanjut
dengan pemanfaatan fasilitas perinalologi. Sedangkan variabel tindak lanjut
mempakan faktor dominan dalam pemanfaatan fasilitas perinalologi di RS Tugu Ibu
tahun 2007.
Saran yang dapat diberikan berkaitan penelitian ini adalah menetapkan suatu
kriteria tertenlu bagi pasien yang akan dirawai di unit perinalologi dan
mengembangkan unit perinatologi menjadi NICU (Neonami lntensive Care Unit).

ABSTRACT
Newborn mortality is 36% of under 5 children mortality over the world.
Based on WI-IO?s report in 2005, the newborn mortality in Indonesia was I8
mortalities of l000 live birth, which were the highest in South East Asia The
advance medical technology now days could reduce morbidity and mortality of` the
newborn that?s had trouble around their conditions. Perinatology unit in Tugu Ibu
Hospital was still underutilization. Based on medical report, Bed Occupancy Rate
perinatology unit was 37,16% in 2007. In order to maximize it, the identification of
patients characteristic was urgently needed. This study is to identify the relationship
between patienfs characteristic and utilization ot? perinatology facilities in Tugu Ibu
Hospital in 2007.
The study is quantitative study with a cross sectional design. The location of
this study is at pcrinatology unit in Tugu Ibu Hospital on March- May 2008. The
subject is perinatology patient?s register book in 2007 as a secondary data and the
sample is 96 data. Check list is used as an instrument of this study. Variables studied
are consisting of predisposing factors (age, sex and weight of the newborn; parents
address and referral history), enabling factors (type of financing) and need (length of
Slay and outcome). As a dependent variables is utilization of perinatology facilities
(incubator, phototheraphy device, infusion pump, nasal canule and nasogastric tube).
Data are analyzed by univariate, bivariate (Chi?s square test) and multivariate
(logistic regression test) analysis.
lt was fotmd that 25% patients use perinatology facility during their
treatment. The independent variables, which have significantly related to the
utilization of perinatology facilities are: age, weight, referral history, length of stay
and outcome. The multivariate analysis found that the dominant factor is outcome of
the utilization of perinatology facilities in Tugu Ibu Hospital in 2007.
Based on the study result, it is suggested that hospital must create a specific
criterias for newborn whose need perinatoiogy treatment and up grade this unit
become Neonatal Intensive Care Unit (NICU)."
2008
T31593
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Uswatul Khasanah
"Kelompok anak usia sekolah beresiko dalam siklus pertumbuhan dan perkembangan, memerlukan unsur gizi dengan jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain. salah satu masalah kesehatan pada anak usia sekolah adalah masalah gizi. Adanya pengaruh pola asuh dan karakteristik keluarga meliputi pendidikan orang tua, status pekerjaan orang tua, pendapatan keluarga, tipe keluarga, dan pengasuh anak dapat meningkatkan risiko status gizi.
Tujuan penelitian ini mengidentifikasikasi hubungan pola asuh dan karakteristik keluarga terhadap status gizi anak usia sekolah di SD Negeri Kelurahan Tugu Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dan jumlah sampel 157 responden sesuai kriteria inklusi.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara: Pendidikan ibu; status pekerjaan ibu; pendapatan keluarga; tipe keluarga; pengasuh anak, dan pola asuh terhadap status gizi anak usia sekolah (p<0.05). Faktor dominan yang mempengaruhi status gizi adalah pola asuh, tingkat pendapatan keluarga, pendidikan ibu, tipe keluarga, status pekerjaan ibu, dan pengasuh anak. Pola asuh merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan status gizi anak usia sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola asuh dan beberapa dari karakteristik keluarga mempengaruhi status gizi pada anak usia sekolah. Hal ini diperlukan intervensi pemerintah melalui Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan untuk pemberdayaan masyarakat terutama orang tua anak usia sekolah untuk meningkatkan status gizi yang baik bagi anggota keluarganya.

Groups of school-age children at risk in a cycle of growth and development, require nutrients in greater numbers than other age groups.. The influence of parenting and family characteristics including parental education, parental employment status, family income, family type, and child caregivers can increase the risk of nutritional status.
The purpose of this study identificated parenting relationship and family characteristics on the nutritional status of school-age children in the Elementary School. This research is cross sectional, at the 157 respondents.
The results showed significant relationship between: mother education; mother employment status; family income; family type; caregivers of children, and parenting on the nutritional status of school age (p <0.05). Dominant factor affecting the nutritional status of parenting, family income, maternal education, family type, employment status of family.
Parenting is the most dominant variables associated with nutritional status of school-age children. This required the intervention of government through the Ministry of Health, Ministry of Education to empower people, especially parents of school-age children to improve nutritional status is good for family members.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
T30626
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>