Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 122339 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Eko Ricky Susanto
"Penentuan rute pengiriman dan penjadwalan yang efektif dan efisien serta sistem transportasi yang tepat mempunyai peranan penting dalam optimasi biaya distribusi suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan menentukan sistem distribusi pelumas yang tepat dari depot ke pelanggan dengan menggunakan algoritma tabu search pada permasalahan vehicle routing problem (VRP) yang dikenal sebagai konsep umum untuk menentukan dan mendapatkan rute terbaik bagi kendaraan.
Hasil penelitian ini adalah mendapatkan suatu model sistem distribusi yang dapat diterapkan dalam aplikasi pengiriman pelumas kepada pelanggan berupa rute distribusi yang efektif dan efisien, sistem penjadwalan yang tepat, jarak tempuh pengiriman yang singkat dan menentukan jumlah minimal kendaraan yang dibutuhkan untuk pengiriman produk ke pelanggan.

Determination of routes and scheduling delivery of effective and efficient and appropriate transport system plays an important role in optimizing distribution costs of a company. This study aims to determine the proper lubricant distribution system from the depot to the customer by using taboo search algorithm on the problem of vehicle routing problem (VRP), known as a general concept to define and get the best route for the vehicle.
The results of this study is to obtain a distribution system model that can be applied in the application of lubricants to customers in the form of delivery routes are effective and efficient distribution systems, proper scheduling, short delivery mileage and determine the minimum number of vehicles required for delivering products to customers.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2011
T29703
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Irene Desella Setiawan
"Rute pengiriman dan penjadwalan yang efektif dan efisien mempunyai peranan penting dalam optimasi biaya logistik suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan menentukan rute distribusi pelumas dari depot ke distributor dengan menggunakan algoritma tabu search. Hasil penelitian ini adalah mendapatkan suatu sistem distribusi yang dapat mengirimkan produk pelumas kepada pelanggan dengan jarak tempuh minimum dan jumlah minimum kendaraan. Jarak tempuh minimum untuk kemasan box sebesar 487,70 km, kemasan drum sebesar 536,75 km dan kemasan pail 426,30 km. Jumlah minimum kendaraan sebanyak 11 truk. Pada penelitian ini terdapat penurunan biaya logistik sebesar 38,70.

Determination of routes and scheduling delivery of effective and efficient plays an important role in optimizing logistic costs of a company. This study aims to determine the proper lubricant distribution system from the depot to distributor by using tabu search algorithm. The result of this study is to obtain a distribution system that can be applied to deliver lubricants product with minimum total distances and minimum number of vehicles. Total distance for box package is 539,90 km, drum package is 543,60 km and pail package is 453,30 km. Minimum number of vehicles needed is 10 trucks. The result shown reduction 38,70 of logistic cost."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S66597
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kartiko Bimantoro
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S50836
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indar Robbi Mardiyan
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
TA1379
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anwir Murad
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
S50821
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tegar Prakoso
"Fenomena crackle merupakan fenomena yang masih jarang diteliti. Tujuan dari pengujian ini adalah mengetahui fenomena cackle. Dasar teori yang menjadi acuan pengujian ini adalah Leidenfrost Effect. Leidenfrost Effect adalah suatu fenomena yang muncul ketika cairan dijatuhkan ke atas plat di mana temperatur dari plat tersebut berada di atas titik didih cairan. Pengujian ini dilakukan dengan cara meneteskan satu tetesan tunggal ke suatu plat yang memiliki temperatur tinggi. Faktor yang mempengaruhi fenomena ini antara lain temperatur plat dan tegangan permukaan dari cairan tersebut. Bahan yang digunakan sebagai bahan pengujian adalah minyak pelumas yang telah dikontaminasi air sedangkan temperatur maksimum yang digunakan pada pengujian sebesar maksimum 400°C. Pelumas yang dikontaminasi air ini dapat kita asumsikan pelumas bekas yang telah lama dipakai. Fenomena - Crackle - muncul ketika minyak pelumas menyentuh permukaan dan - melompat - dengan massa lebih ringan daripada saat tumbukan pertama. Hasil pengujian menunjukkan akibat adanya kontaminasi ini, jika pelumas diteteskan pada suatu permukaan yang panas dengan temperatur di atas titik didih cairannya, akan timbul fenomena crackle.

Crackle phenomena testing is an infrequently research to do .The purpose of this testing is to understand the crackle phenomena. The basic theory that this testing use is the Leidenfrost Effect. Leidenfrost Effect is a phenomenon that occur when a liquid being dropped on a plate when the temperature of the plate is above the boiling temperature of the liquid. The testing is done by dropped a single droplet on a very high temperature plate. Factors that influence this phenomenon are the temperature of the plate and the surface tense of the liquid. The substance that being used as a material testing is water contaminated oil lubricant meanwhile the maximum temperature for the plate is 400°C. We can this water contaminated oil lubricant as a used oil lubricant which has a long usage time. The phenomenon of "Crackle" occurs when the fuel strike a surface and then 'bounce' with the weight of mass smaller than the initial collision. The result of this testing shown that because of this contaminating, the lubricants that we drop on a very hot plate above its boiling temperature, would be emerge the crackle phenomena."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S50879
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yanuar Purnama
"Perkembangan mesin industri dan kendaraan bermotor mendorong peningkatan penggunaan pelumas dan akumulasi pelumas bekas. Pelumas bekas dijadikan bahan bakar alternatif atau didaur ulang dengan teknologi konvensional menggunakan bahan B3, padahal dapat mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan, sehingga memicu masalah sosial. Metode daur ulang sebaiknya berbasis teknologi hijau, ekonomis, ramah lingkungan, dan diterima oleh masyarakat. Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam. Salah satunya adalah cadas lempung. Activated bleaching earth adalah cadas lempung alami yang berasal dari formasi khusus di pegunungan Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah B3 pelumas bekas. Pelumas bekas dapat didaur ulang dengan metode ekstraksi menggunakan penyerap kontaminan. Penelitian ini menganalisis sifat kimia-fisika dan performa bahan alam non B3 activated bleaching earth sebelum dan setelah digunakan dalam proses daur ulang pelumas bekas menjadi base oil. Mengkaji dan mengembangkan pemanfaatan residu agar dapat meminimalisasi polutan, dan diterima masyarakat. Pendekatan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian eksperimen (pengujian di laboratorium) dan survei.
Hasil penelitian menunjukan cara ini lebih ekonomis, mengurangi polutan, dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Residu proses berkalori sekitar 5.000 kkal, dapat digunakankan sebagai bahan bakar alternatif atau penguat aspal. Abu dapat dijadikan mortar dan beton. Kesimpulannya, pelumas bekas bisa didaur ulang menjadi base oil, menggunakan cadas lempung yang berasal dari gunung Indonesia. Hasil base oil berkisar 70-79%.

The development of industrial machinery and motor vehicles encourage increasing use of lubricants and accumulation of used lubricants. The used lubricants applied as alternative fuels or recycled using conventional technology which uses hazardous materials, whereas It will pollute the environment, affecting the health, and lead to social problems. The recycling method should be based on green technology, economical, environmentally friendly, and social acceptable. Indonesia has the rich of various natural resources. One of them is the clay rock. Activated bleaching earth was natural clay rock that's specific formation in Indonesia mountains. This research purpose is handle the hazardous waste of used lubricant. It could be recycled by extraction method using a contaminants adsorbent.
The objective of the study was analyze the chemical-physics and performance of non hazardous activated bleaching earth, a natural material before and after used in the process of recycling used lubricant to be base oil. Assess and develop the utilization of residual to minimize pollutants, and acceptable. The method used quantitative approach, with experimental research (laboratory test) and survey.
The research result shows, It was more economical, reduce pollutants, and do not cause health problems. Residue had calorific value around 5,000 kcal. It could be applied as alternative fuel or asphalt reinforcement. Ash could be mortar and concrete products. The conclusion stated, the used lubricant could be recycleabled to be base oil, using clay rock in Indonesia's mountain. The base oil result was around 70-79%.
"
Depok: Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2019
D2592
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Primananda Tavianti Yuliana
"Used Bleaching Earth Cake (UBEC) tergolong kedalam limbah B3 sehingga membutuhkan penanganan yang komperhensif. Berdasarkan karakteristik UBEC, ada beberapa alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk mengelola dan memaksimalkan penggunaan dari UBEC. Oleh karena itu dalam penelitian ini diuji karakteristik fisik dan kimia dari UBEC untuk mengetahui potensi nya sebagai Refuse Derived Fuel (RDF). Setelah itu dilakukan perbandingan 2 skenario pengolahan. Skenario pertama adalah pembakaran UBEC sebagai RDF pada rotary kiln kemudian abu yang dihasilkan akan digunakan sebagai subtitusi agregat halus pada pembuatan beton K350. Skenario kedua adalah pembakaran UBEC sebagi RDF pada Compressed Air Furnace dimana abu yang dihasilkan digunakan subtitusi semen pada pembuatan mortar pasangan tipe N. Sehinga didapatkan skenario mana yang terbaik dalam integrasi pengolahan limbah UBEC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UBEC terdiri dari material bleaching earth (Monmorillonite 53.3% and Klinoptilolith 40%), residu oli, dan pengotor (logam berat, residu karbonc, dan lain lain.). UBEC juga memenuhi standar kriteria sebagai RDF. Pada skenario 1 kuat tekan terbaik produk beton dicapai pada penggantian komposisi pasir dengan 10% ash rotary dimana kuat tekannya mencapai 38,45 Mpa dan daya serapnya 5,8%. Pada skenario 2 kuat tekan mortar pasangan tidak dapat terdeteksi dengan adanya penggantian semen dengan ash CAF. Kuat tekan diteliti melalui produk beton dan yang terbaik dicapai pada penggantian komposisi semen dengan 10% ash CAF dimana kuat tekannya mencapai 31,40 Mpa dan daya serapnya 9,3 %. Kedua komposisi terbaik tersebut telah diuji TCLP nya dan kedua nya memenuhi standar baku mutu PP 101 tahun 2014. Berdasarkan perbandingan aspek, kualitas produk olahan abu pembakaran, penaatan pada peraturan lingkungan dan keamanan produk terhadap lingkungan, serta nilai ekonomis dari tiap skenario dapat ditentukan skenario pengolahan terintegrasi yang paling baik dalam mengolah UBEC adalah skenario 1

Used Bleaching Earth Cake (UBEC), is categorized as hazardous waste that requires comprehensive handling. Refering to UBECs characteristic, there are view alternative treatments that can be use to handle and maximizing the utilities of UBEC.  Therefore, in this study tested the physcical and chemical characteristic of UBEC to determine its potential as Refuse Derived Fuel (RDF). After that a comparison of 2 processing scenarios was carried out. The first scenario is the combustion of UBEC as RDF on the rotary kiln, then the resulting ash will be used as subtle aggregate substitution in the manufacture of K350 concrete. The second scenario is the combustion of UBEC as RDF in Compressed Air Furnace (CAF) where the resulting ash is used as cement substitution in the manufacture of N-type mortar masonry. So we may conclude the best integrated treatment scenario to carry out for treating UBEC. The result showed that UBEC consisted of earth bleaching materials (Montmorillonite 53.3% and Klinoptilolith 40%), oil residues, and impurities (heavy metals, carbon dioxide residues, etc.). UBEC also meets the criteria standards for RDF. In scenario 1 the best compressive strength of the concrete product is achieved by replacing the composition of the sand with 10% rotary ash where the compressive strength reaches 38.45 Mpa and its water absorption is 5.8%. In scenario 2 the mortar masonry compressive strength cannot be detected by the replacement of cement with CAF ash. Compressive strength was examined through concrete products and the best was achieved by replacing cement composition with 10% ash CAF where the compressive strength reached 31.40 Mpa and its water absorptionis 9.3%. The two best compositions have been tested for TCLP and both of them meet the quality standard of PP 101 year 2014. Based on the comparison of view aspects: the quality of refined ash products, compliancewith environmental regulations and product safety for the environment, and also the economic value of each scenario,we can be determined the best integrated processing scenario in by processing UBEC in scenario 1."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
T52536
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Chandra
"[ABSTRAK
Ekuitas merek merupakan serangkaian aset dan kewajiban merek yang terkait
dengan sebuah merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi
nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan
perusahaan tersebut. Penelitian ini membahas tentang pengaruh elemen-elemen
utama ekuitas merek, yaitu persepsi kualitas, kesadaran merek, asosiasi merek,
dan loyalitas merek, dalam membangun ekuitas merek Shell Helix HX3. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa hanya loyalitas merek yang memiliki pengaruh
positif yang signifikan terhadap ekuitas merek Shell Helix HX3. Dengan
demikian, sebaiknya Shell Indonesia terus meningkatkan aktivitas komunikasi
pemasaran terpadu secara terencana dan berkelanjutan untuk meningkatkan
loyalitas merek dan selanjutnya ekuitas merek Shell Helix HX3.

ABSTRACT
Brand equity is a set of assets (and liabilities) linked to a brand's name and
symbol that adds to (or subtracts from) the value provided by a product or service
to a firm and/or that firm's customers. This study discusses the influence of the
main elements of brand equity, including perceived quality, brand awareness,
brand association, and brand loyalty, in building brand equity of Shell Helix HX3.
The results showed that the only element that has a significant positive effect on
brand equity of Shell Helix HX3 was brand loyalty. Thus, Shell Indonesia should
continue to improve the integrated marketing communications activities in a
planned and sustainable manner to increase brand loyalty and subsequently
brand equity of Shell Helix HX3, Brand equity is a set of assets (and liabilities) linked to a brand's name and
symbol that adds to (or subtracts from) the value provided by a product or service
to a firm and/or that firm's customers. This study discusses the influence of the
main elements of brand equity, including perceived quality, brand awareness,
brand association, and brand loyalty, in building brand equity of Shell Helix HX3.
The results showed that the only element that has a significant positive effect on
brand equity of Shell Helix HX3 was brand loyalty. Thus, Shell Indonesia should
continue to improve the integrated marketing communications activities in a
planned and sustainable manner to increase brand loyalty and subsequently
brand equity of Shell Helix HX3]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2008
TA1362
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>