Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 36126 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erni Asneli Asbi
"ABSTRAK
Fenomena empiris menunjukkan terjadinya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan. Kondisi ini mempengaruhi
perkembangan media sebagai salah satu agen sosialisasi utama. Media dalam hal
ini majalah merupakan salah satu alat promosi kesehatan untuk
menyosialisasikannya kepada masyarakat dan dapat memberikan pengaruh yang
besar dalam penyampaian berita kepada setiap individu pembacanya. Oleh sebab
itu perlu kajian sosiologi untuk melihat bagaimana majalah Healthy Life
mengkonstruksi perilaku sehat bagi pembacanya.
Penulis meminjam pemikiran Berger dan Luckmann untuk menganalisis
hasil penelitian melalui dialektika externalisasi, obyektivasi dan internalisasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis wacana.
Dengan menggunakan framing model Gamson dan Modligiani, penulis
mengungkap bagaimana konstruksi yang diciptakan tentang sehat melalui majalah
Healthy Life pada rubrik Healthy Trend. Selanjutnya penulis melakukan
wawancara mendalam dengan beberapa informan di bagian produksi teks serta
konsumen pembaca.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sehat yang dibangun
majalah Healthy Life dalam rubrik Healthy Trend mengutamakan perilaku sehat
dalam konsep medis modern. Namun rubrik ini sudah mulai mempromosikan
konsep sehat non fisik seperti sehat emosi dan sosial. Konstruksi perilaku sehat
tersebut ditujukan kepada segmen perempuan urban menengah ke atas. Lebih
lanjut konstruksi yang dibentuk oleh majalah Healthy Life adalah sebagai suatu
keadaan dari tidak adanya suatu penyakit pada fisik. Pada proses konstruksi,
media membangun kolaborasi dengan aktor-aktor baik individu (dokter, pakar
hukum, pakar kesehatan) maupun institusi (SIKIB, Tje Fuk, On Clinic) yang
berada di belakangnya.

Abstract
We have observed recently from the empirical phenomenon that there is a vast
development of science and technology especially in health care. This development has an
impact to mass media as one of the main socialization agents of health care. Mass media, in
this case magazine, as one of the promoting agent of health care, can give a big impact to
individual reader. Therefore, a social discourse is needed to evaluate how Healthy Life
magazine constructs a healthy behavior in the society within a certain frame.
The author utilizes Berger and Luckmann?s theory in carrying out the analysis through
externalization, objectivation, and internalization dialectics. The method being used for the
research is qualitative with discourse analysis as its main analytical method. With Gamson
and Modligiani?s framing analytical model, the author reveals how health is being
constructed by Healthy Life in its Healthy Trend column. Moreover, the author also carried
out deep interviews to the editor and readers.
The research found out that the construction of health by Healthy Life in its Healthy
Trend column considers that the healthy behavior by the modern medical concept as the most
important. However, the column has also promoted the non-physical healthy concept such as
emotional and social healthy. This healthy behavior is aimed primarily to the segment of
urban female in the middle or higher class. Furthermore, the construction of health being
framed by Healthy Life is referring to a condition in the absence of physical illness. In
constructing process, this mass media develops a back stage relationships with actors
individually such as doctors, law practitioners, health experts, as well as institutionally such
as SIKIB, Tje Fuk, and On Clinic."
2012
T29969
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ibnu Hamad
"Selama kampanye Pemilu 1999 umumnya media massa Indonesia mengkonstruksikan partai politik ibarat grup musik; dan menjadikan para tokohnya sebagai selebritis. Pada masa itu, koran-koran nasional menggambarkan partai politik sebagai alat pengumpul massa. Sementara fungsi parpol sebagai perantara (broker) dalam suatu bursa ide-ide (clearing house of ideas) dalam kehidupan berdemokrasi tidak terlihat dalam pengkonstruksian tersebut. Menariknya, hal itu terjadi dalam kondisi dimana setiap media memiliki motivasi yang berbeda-beda, entah itu ideologis, idealis, politis, ataupun ekonomis, dalam membuat berita politik.

During the 1999-campaign period generally the mass media in Indonesia constructed political parties like a music group; and present the politicians acts as celebrities. At that time, national newspapers describe political parties as the instrument to harvested masses. Meanwhile the political party functions, as broker within the clearinghouse of ideas in the democratic lives didn?t appear within the political party?s discourse. In spite of the media have different interests one each other in news making the political parties, such as ideological, idealism, political, and economic or market factors.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Keisha Meutiarani Mongula
"ABSTRAK
Makalah ini membahas tentang bagaimana framing NYTimes.com terhadap berita mengenai Islam dan bagaimana Islam sebagai agama dikonstruksikan dalam pemberitaan tersebut. Cara media tersebut menampilkan, memilih dan memilah fakta yang ditonjolkan dalam pemberitaan penting untuk diteliti karena setiap media massa mempunyai kecenderungan yang berbeda-beda. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan daya yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis framing dan perspektif analisa kritis wacana media.
ABSTRACT
This paper discusses how NYTimes.com 39 s framing of news about Islam and how Islam as a religion is constructed in its preaching. The way the media show, select and sort the facts highlighted in the news is important to be studied because each mass media has a different tendency. The data was the collected through literature study and the collected data were analyzed by framing analysis method and perspective of critical analysis of media discourse."
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Montgomery, Martin
London: Routledge, 2007
306.44 MON d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Raihan Syarief
"ABSTRAK
Saga Penistaan Agama rdquo; oleh Basuk Cahaya Purnama menyita berbagai varian opini publik dan terdispersi kedalam sentimen-sentimen tertentu. Demikian dampaknya tidak terhenti pada wacana mengenai ldquo;radikalisme Islam rdquo;, akan tetapi secara riil terkontestasikan pada aksi yang lebih konkrit di dalam dunia nyata. Wacana ini membuka serangkaian debat publik di media sosial yang dikontestasikan melalui media framing. Secara umum, penelitian dengan topik serupa melihat framing sebagai pencipta wacana melalui pembelokan makna kebahasaan dan memuat berbagai kepentingan tertentu terhadap subyeknya. Sedangkan, penelitian ini berupaya menyingkap pembingkaian wacana ldquo;radikalisme rdquo; pada ldquo;Aksi Bela Islam rdquo; beserta konskuensinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa analisis framing diserta beberapa wawancara mendalam untuk melihat relevansi mengenai wacana terkait

ABSTRACT
Ahok Blasphemy rsquo s Saga seized variants of public opinion and dispersed into certain sentiments. Thus, the impact doesn rsquo t cease in the discourse on 39 radicalism 39 . But in real terms, it also contested in many concrete actions in the real world. This discourse contributes towards a series of public debates on social media which contested by media framing. Commonly, some research with similar topics sees framing as a discourse creator through the deflection of linguistic meaning and contains certain interests to the subject. Meanwhile, this research seeks to uncover the framing of the radicalism discourse on the Aksi Bela Islam and the impact of the framing. This study used a qualitative approach in framing analysis and several in depth interviews to see the relevances of the related discourse."
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ummy Hanifah
"Tidak ada media massa yang netral dalam memberikan suatu pengetahuan kepada pembacanya. Sebagai sebuah organisasi industri media, mereka selalu memiliki misi dan kepentingan tertentu di balik berita yang mereka sampaikan. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam memposisikan suatu berita, seperti sidang pembaca, iklan, ideologi kepentingan suatu media. Penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana media mengkonstruksikan suatu realitas peran gender wanita yang berperan di dalam ranah publik.
Majalah UMMI merupakan majalah Islam yang dikhususkan bagi kaum perempuan dan memposisikan dirinya sebagai media dakwah. UMMI sarat sekali dengan nilai-nilai keislaman dan membawa visi serta misi yang sesuai dengan ajaran Islam. Adapun misi dari majalah ini ialah untuk mencerdaskan dan mendidik kaum perempuan agar menjadi perempuan yang sholihat.
Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan yaitu bagaimanakah UMMI mengkonstruksikan peran gender kepada para pembacanya dan bagaimanakah peran tersebut ditampilkan. Tujuan utama penelitian ini ialah berupaya melihat media dalam mengkonstruksikan peran gender dihubungkan dengan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi suatu produksi pemberitaan. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini ialah paradigma konstruktivisme dimana dalam paradigma ini memahami suatu realitas sebagai hasil konstruksi mental para pembuatnya dan bersifat relatif.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori isi media yang berasal dari Shoemaker dan Reese. Dalam teori isi media, terdapat beberapa macam faktor yang mempengaruhi isi suatu media yaitu Faktor Individu, Faktor Rutinitas Media, Faktor Organisasi Media, Faktor Extra Media dan Faktor Ideologi.
Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis (critical discourse analysis) yang berasal dari Norman Fairclough. Untuk obyek penelitiannya ialah artikel-artikel yang berupa feature yang menggambarkan peran perempuan di sektor publik pada majalah UMMI selama tahun 1990 sampai dengan tahun 2004.
Pemilihan periodisasi ini disebabkan telah dilaksanakannya tahun 1990 sebagai Dekade Perempuan. Pemilihan rentang waktu ini dijuga disebabkan adanya kesulitan dalam memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian. Analisis wacana yang berasal dari Fairclough menekankan akan adanya perubahan. Dalam analisis wacana kritis ini dilakukan dengan melalui tiga tahapan yaitu dengan melihat pada teks, praktek wacana dan praktek sosial budaya. Dalam analisis teks, digunakan teknik analisis framing yang berasal dari Gamson dan Modigliani secara kualitatif. Sedangkan untuk level praktek wacana (discourse analysis) digunakan wawancara mendalam dengan pihak redaksi UMMI dan level praktek sosial budaya (sociocultural practice) melihat adanya pengaruh dari luar, baik itu ekonomi, politik, dan lain-lain yang mempengaruhi suatu teks melalui praktek wacana.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa UMMI mengkonstruksikan peran ganda kepada pembacanya. Ini dapat dilihat dari analisis teks yang peneliti lakukan. Dari analisis teks tersebut, diperoleh lima frame atau bingkai yang diusung oleh UMMI yaitu peran ganda, dikotomi peran dalam keluarga, mandiri, kesetaraan wanita dengan pria. Sedangkan dari level praktek wacana (discourse analysis) ditemukan bahwa UMMI merupakan suatu media wanita yang memposisikan dirinya sebagai suatu media yang memiliki ideologi Islam. Sehingga tidaklah mengherankan bila dalam setiap pemberitaannya, UMMI selalu mengedepankan nilai-nilai Islam kepada pembacanya. Selain itu, bila dilihat dari individu pekerja media UMMI sendiri, mereka juga menjalankan peran ganda dalam aktivitas keseharian mereka. Dan dari level praktek sosial budaya terlihat pengaruh pelaksanaan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang memperbolehkan kaum perempuan untuk berkiprah dalam sektor publik tetapi diharuskan untuk tetap konsisten terhadap peran mereka di sektor domestik. Timbulnya tuntutan kesetaraan antara pria dan wanita dan adanya ajaran yang terdapat dalam Islam sendiri yang memandang kesetaraan antara pria dan wanita turut mempengaruhi timbulnya suatu teks."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T14259
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Haris
"Jenis media massa yang berbeda-beda memiliki dampak yang berbeda pada setiap orang. Dampak media yang menjadi objek penelitian ini ialah berupa information holding yang dimiliki responden berkaitan dengan kasus korupsi dan/atau KKN di KPU Pusat. Information holding yang ingin diketahui adalah information holding level 1, 2, dan 3. Information holding Ievel 1 berkaitan dengan pengetahuan secara umum yang dimiliki responden tentang kasus korupsi di KPU Pusat, information holding level 2 berkaitan dengan informasi rinci yang dimiliki responden tentang korupsi di KPU Pusat, dan information holding level 3 berkaitan dengan analisis dan pendapat responden tentang penyebab kasus korupsi di KPU Pusat tersebut.
Responden penelitian adalah mahasiswa S1 angkatan 2002 program regular dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Pemilihan kedua fakultas ini dilakukan secara acak sederhana dari sepuluh fakultas penyelenggara program Strata Satu (Sl) regular di kampus UI Depok. Selanjutnya, responden diambil dalam jumlah yang mewakili mahasiswa dari kedua fakultas tersebut. Jumlah responden diambil secara proporsional baik untuk ukuran laki-laki maupun perempuan. Jumlah responden yang datanya dapat dianalisa adalah 214 orang atau 82% dari total rcsponden (260) yang diharapkan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan survei untuk mengukur information holding responden. Namun, untuk mengetahui isi media dilakukan dengan analisis isi berita atau siaran berita, talkshow dan ulasan. Media yang dianalisis isinya adalah Surat kabar Kompas, Tempo dan Media lndonesia serta isi Siaran Metro TV, SCTV dan RCTI tentang kasus yang berkaitan dengan kasus korupsi di KPU Pusat.
Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa information holding level 1, 2, dan 3 dapat terjadi kalau responden terterpa isu yang dianalisis. Selanjutnya, information holding level 1, 2, dan 3 dipengaruhi oleh jenis media, frekuensi penggunaan media, serta jenis program untuk media televisi dan radio. Surat kabar berhubungan dengan information holding level 1, 2, dan 3. Kemudian membaca kasus korupsi yang terjadi di KPU Pusat melalui majalah berhubungan dengan information holding level 2 dan 3.
Kegiatan mendengarkan berita korupsi di KPU Pusat melalui radio berhubungan dengan information holding level 3. Frekuensi mendengarkan berita korupsi di KPU Pusat melalui radio berhubungan dengan information holding level 2. Jenis stasiun televisi berhubungan dengan information holding level 2. Selanjutnya, menonton berita korupsi di KPU Pusat berhubungan dengan information holding level 2, dan frekuensi menonton berita korupsi berhubungan dengan information holding level 2. Menonton talkshow korupsi di KPU Pusat berhubungan dengan information holding level I, 2, dan 3. Diskusi antarpribadi tentang kasus korupsi dan KKN di KPU Pusat juga berhubungan dengan information holding level 1, 2, dan 3.
Implikasi dari penelitian ini, agar informasi dalam pemberitaan suatu kasus dapat diingat secara umum dan rinci oleh khalayak dan agar khalayak dapat memberikan pendapat dan analisis tentang penyebab suatu kasus, maka informasi kasus itu dapat disampaikan dengan media yang berbeda untuk memperoleh hasil yang berbeda. Agar suatu informasi dapat diingat secara umum oleh khalayak, maka media yang dapat digunakan adalah Surat kabar dan televisi, dan program yang dapat digunakan untuk televisi adalah berita dan talkshow. Kemudian, agar suatu informasi dapat diingat secara rinci maka media yang dapat digunakan adalah majalah, surat kabar dan televisi. Kalau mau menggunakan radio maka perlu meningkatkan Frekuensi penyiarannya.
Untuk televisi, agar siaran informasi dapat diingat secara rinci dapat rnenggunakan berita alau talkshow dan perlu memperhatikan stasiun televisi tertentu. Selanjutnya, agar khalayak mampu memberikan pendapat dan analisis mengenai penyebab suatu kasus maka kasus itu perlu disampaikan melalui surat kabar, radio, dan televisi. Radio dapat menggunakan program berita, sedangkan televisi dapat menggunakan berita, ulasan dan/ atau Iafkshow. Frekuensi pemberitaan dan diskusi di radio tidak mempengaruhi kemampuan khalayak memberikan pendapat dan analisis tentang penyebab suatu kasus korupsi. Tetapi sebaliknya, Frekuensi penyiaran berita lewat televisi dan penyiaran ulasan dan/atau talkshow walaupun frekuensi penyiaran tidak berpengaruh pada kemampuan khalayak memberikan pendapat dan analisis tentang penyebab suatu kasus korupsi.
Penelitian ini relatif memiliki keterbatasan dalam rnengeksplorasi motivasi dan kepentingan para responden, yang merupakan faktor penentu dalam konteks information holding pada populasi lain atau dalam kasus-kasus lain di luar kasus yang dibahas pada penelitian ini."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T22571
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amanda Nurianti
"Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran dua organisasi Muslim di Indonesia yaitu Front Pembela Islam dan Forum Umat Islam dalam dua teks berita berjudul “Film Protest Turns Violent” dan “Chaos at FUI protest over anti-Islam movie” di situs The Jakarta Post.
Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah analisis wacana kritis model Teun A.Van Dijk (kognisi sosial) dengan pendekatan kualitatif. Dalam model analisis Van Dijk, terdapat tiga tahap untuk menganalisis teks berita yaitu analisis teks, analisis kognisi sosial, dan analisis sosial.
Pertama, dalam analisis teks ditemukan bahwa teks berita pertama cenderung memproduksi gambaran negatif tentang kedua organisasi Muslim dengan menggunakan beberapa strategi teks (tematik,skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris). Sementara itu, meskipun artikel kedua memiliki konsep yang serupa, beberapa strategi teks yang digunakan menghasilkan makna yang berbeda (teks kedua menghasilkan gambaran yang cenderung lebih positif tentang organisasi Muslim).
Kedua, penemuan dalam analisis kognisi sosial adalah wartawan artikel pertama memandang organisasi Muslim ini sebagai kelompok yang negatif dan hal ini dapat terlihat di artikel yang diproduksi.
Ketiga, dalam analisis sosial, ditemukan bahwa wacana tentang organisasi-organisasi Muslim di Indonesia dan citra organisasi Muslim lainnya yang diproduksi oleh media asing mempengaruhi gambaran kedua organisasi Muslim dalam dua teks berita The Jakarta Post.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa artikel pertama mengandung ideologi pengabaian kedua organisasi Muslim dengan menegaskan gambaran yang negatif, sedangkan artikel kedua tidak terlalu mengangkat ideologi tersebut.

This study aims to find the representation of two Indonesian Islamist organizations, The Islamic Defenders Front (Front Pembela Islam) and Islamic Society Forum (Forum Umat Islam) in two news texts of The Jakarta Post website titled “Film Protest Turns Violent” and “Chaos at FUI protest over anti-Islam movie”.
Method that is used in this study is critical discourse analysis by Teun A. Van Dijk (sociocognitive model) in qualitative approach. In Van Dijk’s model of analysis, there are three stages to analyze news texts; textual analysis, social cognition,and social analysis.
First, in textual analysis, it is found that the first article produced negative representation of the organizations through a number of text strategies (thematic, schematic, semantic, syntax, stylistic, and rhetorical). Meanwhile, although the second article shared similar concepts, some text strategies that were used resulted in different meaning (it produced rather positive image of the Islamist groups).
Second, in social cognition analysis, the finding is that the journalist of the first article perceives the organizations as negative groups,and it is revealed in the article.
Third, in social analysis, it is found that the discourse about Islamist organizations in Indonesia and the image of other Islamist organizations in foreign media influenced the representations.
This study concludes that the first article contains the ideology of excluding the groups by asserting negative representation, while the second article did not really elevate the ideology.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Sihotang, Dini Aprilia Yosefa
"Berita tentang pengunduran diri Paus Benediktus XVI merupakan salah satu berita yang menyita perhatian publik. Penelitian ini menjelaskan penggunaan diksi dalam artikel koran Süddeutsche Zeitung dan BILD Zeitung yang bertemakan pengunduran diri Paus Benediktus XVI (Papst Benedikt XVI ? Rücktritt). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa citra Paus Benediktus XVI yang ditampilkan oleh BILD adalah cenderung positif, tetapi dalam Süddeutsche Zeitung cenderung netral.

The resignation of Pope Benedict XVI is one of the news, which fairly drew public attention. This paper describes the use of diction in the articles from Süddeutsche Zeitung and BILD Zeitung newspapers concerning the resignation of Pope Benedict XVI (Papst Benedikt XVI - Rücktritt). As a literary study, this paper uses descriptive qualitative approach for its method. Based on the analysis of the articles, BILD Zeitung tends to represent Pope Benedict XVI positively, while the representation in the Süddeutsche Zeitung is neutral."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Risya Rahmalia
"[ABSTRAK
Seorang anak keturunan Jepang yang berhasil menjadi kepala negara di negara lain dan berhasil membangkitkan perekonomian negara tersebut dari keterpurukan dan juga berhasil memerangi terorisme yang sejak lama telah menjadi momok bagi masyarakat Peru?, itulah hal yang selalu dielu-elukan oleh Jepang terhadap sosok Alberto Fujimori, mantan Presiden Peru 1990-2000, walaupun segudang kasus kriminal telah ia lakukan selama masa pemerintahannya hingga akhirnya ia pun kabur ke Jepang. Fokus penelitian ini adalah mengenai pemberitaan media massa Jepang akan sosok Alberto Fujimori setelah beliau ?kabur‟ ke Jepang, yaitu akhir tahun 2000. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana citra Alberto Fujimori digambarkan melalui pemberitaan media massa Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data primer artikel-artikel surat kabar Jepang dan data sekunder berupa buku bacaan yang berkaitan dengan tema penelitian. Analisis dalam penelitian ini berupa kutipan artikel surat kabar Jepang yang kemudian dikaji melalui teori analisis wacana kritis. Pada akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa citra Alberto Fujimori yang digambarkan melalui pemberitaan media massa Jepang adalah citra baik. Meskipun terdapat pemberitaan kontra, namun hal tersebut tidak mengubah citra baik Fujimori di media Jepang.;

ABSTRACT
A son of Japanese immigrant who became a President in another country outside Asia and successfully save the country from economic failure and fight against terrorism which is already appear from many years before and threatening Peru‟s society?, that was the things which is always become a pride for Japanese people about it‟s descent, Alberto Fujimori a former President of Peru for 1990-2000, although so many criminal cases he has done during his regime until he finally fled to Japan. The focus of this research is how the Japanese mass media news describe about this figure after he ?escaped‟ to Japan at the end of 2000. The purpose of this research is to examine image of Alberto Fujimori illustrated through the Japanese mass media. The method of this research is qualitative with newspaper articles as the primary data and several books which is related with the theme as the secondary data. The analysis of this research is quotation from newspaper articles and analyzed it with critical discourse analysis theory. Finally this research concluding that the image of Alberto Fujimori which is described by Japanese mass media is good image. Although there are negative news about Fujimori does exist too but it doesn‟t change the good image of Fujimori in the Japanese media.;?A son of Japanese immigrant who became a President in another country outside Asia and successfully save the country from economic failure and fight against terrorism which is already appear from many years before and threatening Peru‟s society?, that was the things which is always become a pride for Japanese people about it‟s descent, Alberto Fujimori a former President of Peru for 1990-2000, although so many criminal cases he has done during his regime until he finally fled to Japan. The focus of this research is how the Japanese mass media news describe about this figure after he ?escaped‟ to Japan at the end of 2000. The purpose of this research is to examine image of Alberto Fujimori illustrated through the Japanese mass media. The method of this research is qualitative with newspaper articles as the primary data and several books which is related with the theme as the secondary data. The analysis of this research is quotation from newspaper articles and analyzed it with critical discourse analysis theory. Finally this research concluding that the image of Alberto Fujimori which is described by Japanese mass media is good image. Although there are negative news about Fujimori does exist too but it doesn‟t change the good image of Fujimori in the Japanese media.;?A son of Japanese immigrant who became a President in another country outside Asia and successfully save the country from economic failure and fight against terrorism which is already appear from many years before and threatening Peru‟s society?, that was the things which is always become a pride for Japanese people about it‟s descent, Alberto Fujimori a former President of Peru for 1990-2000, although so many criminal cases he has done during his regime until he finally fled to Japan. The focus of this research is how the Japanese mass media news describe about this figure after he ?escaped‟ to Japan at the end of 2000. The purpose of this research is to examine image of Alberto Fujimori illustrated through the Japanese mass media. The method of this research is qualitative with newspaper articles as the primary data and several books which is related with the theme as the secondary data. The analysis of this research is quotation from newspaper articles and analyzed it with critical discourse analysis theory. Finally this research concluding that the image of Alberto Fujimori which is described by Japanese mass media is good image. Although there are negative news about Fujimori does exist too but it doesn‟t change the good image of Fujimori in the Japanese media.;?A son of Japanese immigrant who became a President in another country outside Asia and successfully save the country from economic failure and fight against terrorism which is already appear from many years before and threatening Peru‟s society?, that was the things which is always become a pride for Japanese people about it‟s descent, Alberto Fujimori a former President of Peru for 1990-2000, although so many criminal cases he has done during his regime until he finally fled to Japan. The focus of this research is how the Japanese mass media news describe about this figure after he ?escaped‟ to Japan at the end of 2000. The purpose of this research is to examine image of Alberto Fujimori illustrated through the Japanese mass media. The method of this research is qualitative with newspaper articles as the primary data and several books which is related with the theme as the secondary data. The analysis of this research is quotation from newspaper articles and analyzed it with critical discourse analysis theory. Finally this research concluding that the image of Alberto Fujimori which is described by Japanese mass media is good image. Although there are negative news about Fujimori does exist too but it doesn‟t change the good image of Fujimori in the Japanese media.;?A son of Japanese immigrant who became a President in another country outside Asia and successfully save the country from economic failure and fight against terrorism which is already appear from many years before and threatening Peru‟s society?, that was the things which is always become a pride for Japanese people about it‟s descent, Alberto Fujimori a former President of Peru for 1990-2000, although so many criminal cases he has done during his regime until he finally fled to Japan. The focus of this research is how the Japanese mass media news describe about this figure after he ?escaped‟ to Japan at the end of 2000. The purpose of this research is to examine image of Alberto Fujimori illustrated through the Japanese mass media. The method of this research is qualitative with newspaper articles as the primary data and several books which is related with the theme as the secondary data. The analysis of this research is quotation from newspaper articles and analyzed it with critical discourse analysis theory. Finally this research concluding that the image of Alberto Fujimori which is described by Japanese mass media is good image. Although there are negative news about Fujimori does exist too but it doesn‟t change the good image of Fujimori in the Japanese media., “A son of Japanese immigrant who became a President in another country outside Asia and successfully save the country from economic failure and fight against terrorism which is already appear from many years before and threatening Peru‟s society”, that was the things which is always become a pride for Japanese people about it‟s descent, Alberto Fujimori a former President of Peru for 1990-2000, although so many criminal cases he has done during his regime until he finally fled to Japan. The focus of this research is how the Japanese mass media news describe about this figure after he „escaped‟ to Japan at the end of 2000. The purpose of this research is to examine image of Alberto Fujimori illustrated through the Japanese mass media. The method of this research is qualitative with newspaper articles as the primary data and several books which is related with the theme as the secondary data. The analysis of this research is quotation from newspaper articles and analyzed it with critical discourse analysis theory. Finally this research concluding that the image of Alberto Fujimori which is described by Japanese mass media is good image. Although there are negative news about Fujimori does exist too but it doesn‟t change the good image of Fujimori in the Japanese media.]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>