Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 191657 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Silvi Khairunnisa
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan mengenai peranan apoteker dalam bidang pelayanan kefarmasian khususnya dalam bidang produksi dan distribusi alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga PKRT Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma Standar Prosedur dan Kriteria NSPK serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan serta perbekalan kesehatan rumah tangga Dalam menjaga keamanan mutu dan manfaat alat kesehatan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan melakukan evaluasi pre market terhadap sarana produksi alat kesehatan Tahap pertama evaluasi pre market adalah pemberian sertifikat produksi untuk sarana produksi alat kesehatan yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Untuk mendapatkan gambaran mengenai pelayanan perizinan sertifikasi produksi diperlukan pengkajian lebih lanjut terhadap alur perizinan sertifikasi dimulai dari pengajuan berkas oleh perusahaan sampai dengan sertifikat produksi diberikan kepada perusahaan tersebut Kata kunci Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sertifikat produksi Tugas Umum vii 68 halaman 16 lampiranTugas Khusus iv 43 halaman 1 tabel 15 lampiranDaftar Acuan Tugas Umum 5 2005 ndash 2010 Daftar Acuan Tugas Khusus 7 2009 ndash 2010.

Apothecary Internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to gain insight and knowledge about the role of pharmacists in the field of pharmacy services especially in the field of production and distribution of medical devices and household products PKRT DirektoratBinaProduksidanDistribusiAlatKesehatan has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms Standards Procedures and Criteria NSPK and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of medical equipment and medical supplies household In keeping with safety quality and health benefits of these tools the DirektoratBinaProduksidanDistribusiAlatKesehatan market evaluation of the means of production pre medical devices The first phase is the evaluation of pre market certification for the production of medical equipment production facilities that meet the stipulated requirements To get an idea of licensing services production certification further studies are necessary to permit the flow of certification starting from the submission by the company to file a certificate awarded to the company 39 s production Keywords Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia production certificate General assignment vii 68 pages 16appendicesSpecial assignment iv 43 pages 1 table 15 appendicesBibliography of general assignment 5 2005 2010 Bibliography of general assignment 7 2009 2010."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Reni Yandwi Sari
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mengetahui struktur organisasi, tugas, dan fungsi serta peran apoteker dalam kebijakan, pengawasan dan pengendalian alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga. Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi alat kesehatan serta perbekalan kesehatan rumah tangga. Tugas khusus yang diberikan berjudul pemeriksaan dan penilaian berkas permohonan izin edar produk diagnostik "Hormolisa Testosterone". Penilaian dilakukan untuk mendapatkan izin edar, dimana produk tersebut memiliki identifikasi spesifik. Identifikasi tersebut diperlukan untuk penentuan klasifikasi alat kesehatan, persyaratan dan pendaftaran kode Code of Federal Regulation (CFR) dan Harmonized Commodity Description and Coding System (HS code).

Apothecary Internship at Directorate of Production and Distribution of Medical Devices Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices of the Republic of Indonesia's Ministry of Health aimed to determine the organizational structure, duties, functions and role of the pharmacist in the policy, supervision and control of medical equipment and medical supplies household. Directorate of Production and Distribution of Medical Devices has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), and providing technical guidance and evaluation in the field of production and distribution of medical equipment and medical supplies household. Given a special assignment called inspection and assessment of the marketing authorization application for beam diagnostic products "Hormolisa Testosterone". Assessment is carried out to obtain marketing authorization, where the product has a specific identification. Identification is required for the determination of the classification of medical devices, the requirements and the registration code of the Code of Federal Regulations (CFR) and the Harmonized Commodity Description and Coding System (HS code)."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agustina Endang Puspasari
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mengetahui tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan, meliputi kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik terdiri dari empat subdirektorat yaitu subdirektorat analisis dan standarisasi harga obat, penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan, pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan, serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Dalam tugas khusus, dijelaskan mengenai perbandingan rasio antara harga jual obat generik bermerek yang beredar di masyarakat dengan HET obat generik yang ditetapkan oleh pemerintah untuk kelas terapi malaria Harga Eceran Obat Tertinggi. HET adalah harga jual tertinggi obat generik di apotek, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang berlaku untuk seluruh Indonesia.

Apothecary Internship at Directorate of Public Medicines and Medical Supplies General Directorate of Pharmaceutical and Medical Devices Indonesia’s Health Ministry aims to gain knowledge and an overview of the duties and functions of Directorate of Public Medicines and Medical Supplies, includes policies, preparation of norms, standards, procedures, criterias, and providing technical guidance and evaluation of public medicines and medical supplies. This directorate has four sub-directorates: sub-directorate of analysis and standarization of prices, provisioning of public medicines and medical supplies, management of public medicines and medical supplies, and monitoring and evaluation of program of public medicines and medical supplies. In a special assignment, described the ratio between the selling price of branded generic drugs in circulation in the community with the HET generic set by the government for malaria therapy class Drug Retail Price Highest. HET is the highest selling price of generic drugs at pharmacies, hospitals and other health care facilities that apply for the whole of Indonesia.
;Apothecary Internship at Directorate of Public Medicines and Medical Supplies General Directorate of Pharmaceutical and Medical Devices Indonesia’s Health Ministry aims to gain knowledge and an overview of the duties and functions of Directorate of Public Medicines and Medical Supplies, includes policies, preparation of norms, standards, procedures, criterias, and providing technical guidance and evaluation of public medicines and medical supplies. This directorate has four sub-directorates: sub-directorate of analysis and standarization of prices, provisioning of public medicines and medical supplies, management of public medicines and medical supplies, and monitoring and evaluation of program of public medicines and medical supplies. In a special assignment, described the ratio between the selling price of branded generic drugs in circulation in the community with the HET generic set by the government for malaria therapy class Drug Retail Price Highest. HET is the highest selling price of generic drugs at pharmacies, hospitals and other health care facilities that apply for the whole of Indonesia.
;Apothecary Internship at Directorate of Public Medicines and Medical Supplies General Directorate of Pharmaceutical and Medical Devices Indonesia’s Health Ministry aims to gain knowledge and an overview of the duties and functions of Directorate of Public Medicines and Medical Supplies, includes policies, preparation of norms, standards, procedures, criterias, and providing technical guidance and evaluation of public medicines and medical supplies. This directorate has four sub-directorates: sub-directorate of analysis and standarization of prices, provisioning of public medicines and medical supplies, management of public medicines and medical supplies, and monitoring and evaluation of program of public medicines and medical supplies. In a special assignment, described the ratio between the selling price of branded generic drugs in circulation in the community with the HET generic set by the government for malaria therapy class Drug Retail Price Highest. HET is the highest selling price of generic drugs at pharmacies, hospitals and other health care facilities that apply for the whole of Indonesia.
;Apothecary Internship at Directorate of Public Medicines and Medical Supplies General Directorate of Pharmaceutical and Medical Devices Indonesia’s Health Ministry aims to gain knowledge and an overview of the duties and functions of Directorate of Public Medicines and Medical Supplies, includes policies, preparation of norms, standards, procedures, criterias, and providing technical guidance and evaluation of public medicines and medical supplies. This directorate has four sub-directorates: sub-directorate of analysis and standarization of prices, provisioning of public medicines and medical supplies, management of public medicines and medical supplies, and monitoring and evaluation of program of public medicines and medical supplies. In a special assignment, described the ratio between the selling price of branded generic drugs in circulation in the community with the HET generic set by the government for malaria therapy class Drug Retail Price Highest. HET is the highest selling price of generic drugs at pharmacies, hospitals and other health care facilities that apply for the whole of Indonesia.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Melly Dwi Purwani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan mengenai tugas Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, khususnya di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian serta memperoleh pengetahuan dan wawasan mengenai fungsi apoteker dalam melakukan pekerjaan kefarmasian di Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, khususnya di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Kefarmasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian. Tugas khusus yang diberikan berjudul Kode Obat Kelas Terapi Sitostatika Dalam E-Report PBF. Tugas khusus ini bertujuan untuk memudahkan pelaporan obat-obat yang termasuk dalam kelas terapi sitostatika dalam e-report PBF. Dengan adanya sistem e-report PBF tersebut maka diharapkan adanya laporan pasar farmasi secara nasional berdasarkan dinamika obat PBF yang komprehensif, mempunyai validitas yang tinggi, real time, informatif dan mudah diakses.

Apothecary Internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia is aimed to obtain knowledge and insights into the role of Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, particularly in Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian and ocquire knowledge and insights about pharmacist functions in pharmacy in Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, particularly in Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Direktorat Bina Produksi Dan Distribusi Kefarmasian has the duty to prepare the formulation and do the policy, arrangement the norm, standar, procedure and criteria and also present the technic guidance and evaluation in production and pharmacy distribution. Special assignment given titled is Drugs Code of Sitostatika Therapy Class in PBF E-Report. The aim of this special assigment to make easy which is part of sitostatika therapy class in the PBF e-report. There is a PBF e-report system and was hoped there is the national pharmacy market report depens on comprehensive PBF dynamic drugs, has a high validity, real time, informative, and easy to acces.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Diana Dial
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memahami struktur organisasi, tugas, fungsi dan peran apoteker di Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian. Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian mempunyai tugas dalam melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kefarmasian. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, maka tugas khusus didapatkan dari studi literatur mengenai aspek etika yang harus diperhatikan pada saat pemberian pelayanan informasi obat. Pelayanan informasi obat merupakan bentuk perubahan fokus pelayanan kefarmasian dari pelayanan berorientasi produk menjadi pelayanan berorientasi pasien. Aspek-aspek etika yang diperlukan dalam pelaksanaan pelayanan informasi obat diantaranya adalah menghormati otonomi (respect for autonomy), tidak merugikan (non-malefinence), harus berbuat baik (benefinence), dan keadilan (justice).

Pharmacist Profession Practice of Pharmaceutical Services at Directorate of the Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices of the Republic of Indonesia's Ministry of Health aims to understand the organizational structure, duties, function and role of the pharmacist in the Directorate of Pharmaceutical Services. Directorate of Pharmaceutical Services has a duty to carry out the preparation of the formulation and implementation of policies and preparation of Norms, Standards, Procedures and Criteria (NSPK), and providing technical guidance and evaluation in the field of pharmacy services. To get an overview of the activities undertaken, the specific tasks obtained from the study of literature on the ethical aspects that must be considered at the time of the drug information service delivery. Drug information service is a form of changes in the focus of the service-oriented pharmacy services products into patient-oriented services. Ethical aspects required in the implementation of services such as drug information respecting the autonomy (respect for autonomy), no harm (non-malefinence), should do good (benefinence), and justice (justice).
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Hilma
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memahami tugas Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, khususnya di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian dan memahami peran serta fungsi profesi apoteker dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian di Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, khususnya di Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian mencakup industri farmasi, industri dan usaha obat tradisional, pedagang besar farmasi, narkotik, psikotropik, prekursor, sediaan farmasi khusus, bahan baku obat, kosmetik dan makanan. Tugas khusus yang diberikan berjudul Kajian Perbandingan Kebijakan Impor Sediaan Farmasi Khusus di Malaysia dan Singapura dengan Indonesia. Tugas khusus ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebijakan impor sediaan farmasi lewat jalur khusus atau Special Access Scheme (SAS) di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Apothecary Internship at Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aimed to learn the duty of Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, specially Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian and to know the role and functions of Apothecary profession in Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, specially Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian include pharmacy industry, industry and small business of traditional drugs, Retail Pharmacy Industry, narcotics, psikotropics, precursors, special pharmaceutical stuff, raw material of drug, cosmetic and food. Special assignment given titled is Analysis the Difference of Import special pharmaceutical stuff Policy among Malaysia, Singapore and Indonesia. The aim of this special assigment is to know the difference of import pharmacy products policy via Special Access Scheme (SAS) among Indonesia, Malaysia and Singapore.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ayuti Haqqi Aliyan
"ABSTRAK
Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan agar calon apoteker memahami tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempunyai tugas dalam merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan di bidang kesehatan, mengelola barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan, mengawasi pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kesehatan, melaksanakan bimbingan teknis dan supervise atas pelaksanaan urusan Kementerian Kesehatan di daerah, dan melaksanakan kegiatan teknis yang berskala nasional. Untuk mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dilakukan, salah satunya adalah dengan memantau dan mengevaluasi penggunaan obat generik di Puskesmas seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan sarana dan prasarana yang memadai dalam menunjang pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan yang baik, sehingga dapat terpenuhinya mutu obat yang terjamin dan obat dapat diperoleh pada saat yang diperlukan.

ABSTRACT
Praktek Kerja Profesi Apoteker di Apotek Kimia Farma bertujuan untuk memahami fungsi dan peranan apoteker di apotek; mengetahui bentuk pelayanan apotek yang baik; mempelajari cara pengelolaan apotek yang baik melalui pengamatan langsung kegiatan administrasi, pelayanan dan manajemen di apotek; mempelajari konsep swalayan farmasi sebagai bentuk modifikasi pengembangan apotek; melatih keterampilan berkomunikasi dengan pasien dalam memberikan informasi, edukasi, dan konseling mengenai penyakit dan terapinya. Salah satu tugas apoteker adalah mampu memberikan informasi, edukasi, dan konseling mengenai penyakit dan terapi, salah satunya adalah mengenai penyakit diabetes melitus, membantu pengobatan yang tepat, dan dapat mengevaluasi kesesuaian terapi obat yang digunakan pasien diabetes melitus. Untuk menentukan apakah pasien memerlukan obat tambahan, atau akan mendapat manfaat dari terapi yang sedang dijalaninya dengan melihat nilai HbA1C pasien tidak lebih dari atau sama dengan 6,5%. Pemberian informasi kepada pasien harus dengan bahasa yang mudah dipahami, disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kondisi penderita."
2012
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anita Karlina
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran mengenai tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan, meliputi kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik terdiri dari empat subdirektorat yaitu subdirektorat analisis dan standarisasi harga obat, penyediaan obat publik dan perbekalan kesehatan, pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan, serta pemantauan dan evaluasi program obat publik dan perbekalan kesehatan. Dalam tugas khusus, dijelaskan mengenai standar sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan di instalasi farmasi kabupaten/kota. Penyimpanan merupakan bagian dari pengelolaan yang sangat penting untuk menjaga kualitas obat. Standar sarana penyimpanan obat publik dan perbekalan kesehatan yang telah disusun oleh Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan kemudian dibandingkan dengan standar penyimpanan obat yang dikeluarkan oleh WHO yaitu Good Storage Practice for Pharmaceuticals.

Apothecary Internship at Directorate of Public Medicines and Medical Supplies General Directorate of Pharmaceutical and Medical Devices Indonesia’s Health Ministry aims to gain knowledge and an overview of the duties and functions of Directorate of Public Medicines and Medical Supplies, includes policies, preparation of norms, standards, procedures, criterias, and providing technical guidance and evaluation of public medicines and medical supplies. This directorate has four sub-directorates: sub-directorate of analysis and standarization of prices, provisioning of public medicines and medical supplies, management of public medicines and medical supplies, and monitoring and evaluation of program of public medicines and medical supplies. In specific task, explained the standard storage medium of public medicines and medical supplies at pharmacy in the district/city. Storage is a part of drug management that is critical to maintain the drug quality. The standard storage medium that has been compiled by Directorate of Public Medicines and Medical Supplies is then compared with the standard storage medium that has been compiled by WHO, that is Good Storage Practice for Pharmaceuticals.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2012
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Suki Handayani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati bertujuan untuk mengetahui gambaran umum RSUP Fatmawati, mengetahui struktur dan pembagian kerja di Instalasi Farmasi RSUP Fatmawati, dan mengetahui peran dan tanggung jawab apoteker dalam Peran Lintas Farmasi. Tujuan khusus berjudul Pemantauan Terapi Obat Pasien Ulkus DM dengan Gagal Ginjal Kronis di Lantai V Utara Teratai RSUP Fatmawati agar mahasiswa calon Apoteker dapat mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat pada pasien ulkus DM dengan gagal ginjal kronik Lantai V Utara Teratai dan memberikan rekomendasi intervensi untuk masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat yang dapat terjadi.

Apothecary Internship at Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati aimed to determine a general overview RSUP Fatmawati, determine the structure and division of labor in the Instalasi Farmasi RSUP Fatmawati, and determine the roles and responsibilities of Apothecary in the role of Cross Pharmacy. Specific assignment titled Therapeutic Drug Monitoring DM Ulcer Patients with Chronic Renal Failure in the Lantai V Utara Teratai RSUP Fatmawati that prospective Apothecary can identify the problems associated with drug use in DM ulcers patients with chronic renal failure Lantai V Utara Teratai RSUP Fatmawati and recommends interventions for problem related to drug use can occur.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yessie Pungky Widyastuti
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta Selatan bertujuan agar mahasiswa memahami peran dan fungsi profesi apoteker dalam melaksanakan pekerjaan kefarmasian di Rumah Sakit. Tugas khusus yang diberikan berjudul Pemantauan Terapi Obat Anestesi dan Analgesik Paska Bedah Seksio Sesarea dan Laparotomi serta Evaluasi Keberhasilan Pengobatan Analgesik yang bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi penggunaan obat anastesi dan analgesik pada pasien paska bedah Seksio Sesarea dan Laparotomi.

Apothecary Profession Internship Programme in Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta Selatan intended that students know the general overview of the activities of pharmacy services in hospital Given a special task called the Monitoring Anesthesy and Analgesic Drug Therapy post Seksio Sesarea dan Laparotomi Surgery and Analgesic Efficacy Evaluation on post Seksio Sesarea dan Laparotomi Surgery has a purpose to monitoring and evaluating Anesthesy and Analgesic Drug Therapy post Seksio Sesarea dan Laparotomi Surgery.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2014
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>