Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 229026 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fadillah Neysa
"Penelitian ini menguji hubungan antara empowering leadership dan kreativitas melalui beberapa variabel lain yang menghubungkannya. Analisis ini menggunakan data survei dari pekerja Industri film di Jabodetabek dan diolah menggunakan metode Structural Equation Modelling dengan software Lisrel. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa dalam industri ini, empowering leadership tidak memiliki hubungan positif dengan psychological empowerment, sementara psychological empowerment memiliki hubungan positif dengan keterlibatan dalam proses kreatif dan motivasi intrinsik karyawan. Motivasi intrinsik karyawan tidak memiliki hubungan positif dengan keterlibatan dalam proses kreatif, sementara motivasi intrinsik tersebut dan keterlibatan dalam proses kreatif memiliki hubungan positif dengan kreativitas karyawan.

This study examined the relationship between empowering leadership and creativity through some other related variables. This analysis uses survey data from the film industry workers in Jabodetabek and processed using Structural Equation Modeling with Lisrel software. This study found that in this industry, empowering leadership does not have a positive relationship with psychological empowerment, while psychological empowerment positively associated with creative process engagement and employee's intrinsic motivation. Intrinsic motivation of employees do not have a positive relationship with creative process engagement, while the intrinsic motivation and engagement in the creative process has a positive relationship with employee creativity."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S54515
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vira Febi Febrian
"Innovative work behavior penting untuk dimiliki oleh para pekerja, di mana hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya melalui penerapa gaya kepemimpinan empowering leadership yang memberikan tanggung jawab kepada pekerja melalui serangkaian tindakan manajemen untuk meningkatkan hasil kerja positif, ataupun dengan employe curiosity yang dimiliki oleh pekerja untuk mencari lebih dalam informasi baru, pengalaman yang relevan dan menjelajah peluang baru untuk dirinya. Perusahaan perlu untuk memperhatikan bagaimana Innovative work behavior yang dimiliki oleh pekerja agar tujuan perusahaan ataupun individu tetap tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh empowering leadership dan employe curiosity terhadap Innovative work behavior. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner untuk diolah lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dimana kuesioner disebar kepada 369 pekerja industri kreatif sektor kuliner di DKI Jakarta. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statistics 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa empowering leadership dan employe curiosity memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Innovative work behavior.

This research explores the pivotal role of innovative work behavior (IWB) in the realm of employee performance, emphasizing the influence of empowering leadership and employee curiosity. Empowering leadership, characterized by the delegation of responsibilities to employees through strategic management actions, and employee curiosity, driven by a proactive quest for new information and opportunities, are examined as critical determinants of IWB. Utilizing a quantitative approach, 369 employees from the creative industry, specifically the culinary sector in DKI Jakarta, participated in the study through purposive sampling. Data analysis, conducted via multiple linear regression using IBM SPSS Statistics 22, reveals compelling and statistically significant positive effects of both empowering leadership and employee curiosity on IWB. These findings underscore the importance of fostering empowering leadership styles and cultivating employee curiosity to enhance innovative work behavior, thereby contributing to organizational success and individual growth."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sarah Nur Ilma
"Penelitian terkait faktor dan mekanisme psikologis yang menyebabkan individu memiliki grit yang tinggi masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi pemberdayaan psikologis pada hubungan antara kepemimpinan yang memberdayakan dan grit karyawan menggunakan teori self- determination. Penelitian ini bersifat korelasional menggunakan metode pengambilan data survei daring pada sampel karyawan di perusahaan digital yang minimal sudah bekerja selama satu tahun (N = 179). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Grit-O Scale, Leadership Empowerment Behavior (LEB), dan Psychological Empowerment Questionnaire (PEQ).
Hasil analisis mediasi sederhana menggunakan makro PROCESS Hayes versi 4.2 pada SPSS versi 21 menunjukkan bahwa efek tidak langsung dari kepemimpinan pemberdayaan terhadap grit melalui pemberdayaan psikologis signifikan. Namun, efek mediasi pemberdayaan psikologis tergolong parsial, karena empowering leadership masih dapat memprediksi grit setelah mengontrol mediator. Implikasi teori dari penelitian ini adalah pentingnya teori self-determination sebagai kerangka teori untuk menjelaskan faktor dan mekanisme psikologis penyebab grit. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah organisasi perlu melatih dan mendorong manajer untuk menampilkan gaya kepemimpinan pemberdayaan untuk meningkatkan grit karyawan.

Research related to psychological factors and mechanisms that cause individuals to have high grit is still not much done. This study aims to determine the mediating role of psychological empowerment in the relationship between debilitating leadership and employee grit using self-determination theory. This research is correlational using the daring survey data collection method on a sample of employees in digital companies who have worked for at least one year (N = 179). The instruments used in this study were the Grit-O Scale, Leadership Empowerment Behavior (LEB), and the Psychological Empowerment Questionnaire (PEQ).
The results of a simple mediation analysis using the PROCESS Hayes version 4.2 macro on SPSS version 21 show that the indirect effect of empowering leadership on grit through psychological empowerment is significant. However, the mediating effect of psychological empowerment is partial, because empowerment leaders are still able to process grit after controlling the mediators. The theoretical implication of this research is the importance of self-determination theory as a theoretical framework to explain the psychological factors and mechanisms that cause grit. The practical implication of this research is that organizations need to train and encourage managers to display an empowering leadership style to increase employee grit.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mokhammad Bagas Al Ghifari
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empowering leadership dan harmonious passion pada karyawan di industri kreatif. Selain itu, peneliti juga menambahkan variabel makna kerja sebagai mediator dari hubungan empowering leadership dan harmonious passion. Dalam ranah industri kreatif, passion memegang peranan penting sebagai sesuatu yang dapat memengaruhi kreativitas seseorang.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa terdapat hubungan antara empowering leadership dan harmonious passion, tetapi belum ada penelitian yang dilakukan di ranah industri kreatif. Penelitian ini bersifat korelasional dengan menggunakan sampel pada pekerja di industri kreatif yang sudah memiliki masa kerja selama minimal satu tahun di tempat saat ini bekerja (N = 145). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; Passion Scale, alat ukur empowering leadership dan alat ukur work meaningfulness.
Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa terdapat efek tidak langsung antara empowering leadership terhadap harmonious passion melalui makna kerja (ab = 0,19, p < 0,05), dan terdapat efek langsung antara empowering leadership terhadap harmonious passion (c = 0,15, p < 0,05) yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa makna kerja memediasi secara parsial hubungan antara empowering leadership dan harmonious passion.

This research aim to explain the relationship between empowering leadership and harmonious passion on employees in creative industry. Furthermore, in this study, we also add work meaningfulness as the mediator in the relationship between empowering leadership and harmonious passion. In creative industry, passion takes an important role as the antecedent of creativity.
In the past study, researcher has found that there is a correlation between empowering leadership and harmonious passion but there is no research that already studied this relationship in the creative industry context. This is a correlational study with workers in creative industry that already been working in the current company for at least one year (N = 145). Instruments used in this study among others are Passion Scale, Empowering Leadership Scale, and Work Meaningfulness Scale.
The result of the mediation analysis has shown a significant indirect effect between empowering leadership and harmonious passion through work meaningfulness (ab = 0,19, p < 0,05), and also there is a significant direct effect between empowering leadership to harmonious passion (c = 0,15, p < 0,05). It can be concluded that work meaningfulness partially mediates the relationship between empowering leadership and harmonious passion on employees in creative industry.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mayra Istiqomah
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik dalam memengaruhi kinerja tugas dengan menguji peran mediasi kreativitas pekerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS 24 untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif antara kepemimpinan transformasional dan kinerja tugas, motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif terhadap kinerja tugas, kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik memiliki pengaruh positif terhadap kreativitas pekerja. Adapun dalam analisis peran mediasi, ditemukan bahwa kreativitas pekerja memediasi secara parsial hubungan antara motivasi intrinsik terhadap kinerja tugas. Namun, kreativitas pekerja tidak memediasi hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja tugas. Responden dalam penelitian ini adalah 225 karyawan yang bekerja di Perusahaan ICT A di wilayah Jakarta. Pada bagian akhir penelitian ini diberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan manajerial terkait perilaku pemimpin guna meningkatkan kinerja tugas.

This study aims to examine the effect of transformational leadership and intrinsic motivation on job performance mediated by employee creativity. The data used in this study is primary data collected through questionnaires, then the data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS software to examine the relationship between variables. The research results prove that transformational leadership has no effect on job performance, intrinsic motivation has a positive effect on job performance, transformational leadership and intrinsic motivation has a positive effect on employee creativity. As for the analysis of the mediating role, it was found that employee creativity partially mediated the relationship between intrinsic motivation and job performance. However, employee creativity cannot mediate the relationship between transformational leadership and job performance. Respondents in this study were 225 workers at ICT A Company Jakarta. At the end of this study, recommendations given as a basis for managerial consideration related to leader behavior in order to improve job performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Cania Putri Rira
"Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran mediasi creative self-efficacy dan moderasi openness to experience pada hubungan antara empowering leadership dan kreativitas karyawan. Mengacu pada saran-saran penelitian sebelumnya, hubungan antara empowering leadership dengan kreativitas karyawan perlu diteliti kembali pada negara-negara dengan budaya kolektivis. Data diambil menggunakan survei daring dari tiga BUMN di Jakarta (N = 161) menggunakan teknik convenience sampling. Data dianalisis menggunakan model 7 (moderated mediation) pada Macro PROCESS dari Hayes pada software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan tidak langsung antara empowering leadership dengan kreativitas karyawan melalui creative self-efficacy. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa openness to experience secara signifikan memoderasi hubungan antara empowering leadership dan creative self-efficacy. Akhirnya, openness to experience secara signifikan memoderasi hubungan tidak langsung antara empowering leadership dan kreativitas karyawan melalui creative self-efficacy. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah para manajer di organisasi menampilkan gaya empowering leadership untuk meningkatkan kreativitas karyawan, jika karyawan tidak memiliki tingkat openness to experiene yang tinggi.

This study aims to investigate the mediating role of creative self-efficacy and moderating role of openness to experience in the relationship between empowering leadership and employee creativity. Referring to prior research suggestions, the relationship between empowering leadership and employee creativity needs to be re-investigated in collectivist culture countries. Data were collected using online survey from 3 state-owned enterprises (BUMN organizations) in Jakarta (N = 161), by employing convenience sampling technique. Data were analyzed using moderated mediation (model 7) on Hayes’ PROCESS macro on SPSS software. Results showed that there was an indirect relationship between empowering leadership and employee creativity via creative self-efficacy. Results also showerd that openness to experience significantly moderated the relationship between empowering leadership and creative self-efficacy. Finally, openness to experience significantly moderated the indirect relationship between empowering leadership and employee creativity via creative self-efficacy. As a practical implication, this study suggests organizations to consider applying empowering leadership style to increase employee creativity by increasing creative self-efficacy on employees with lower openness to experience"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rayhan Fasya
"Pandemi Covid-19 menyebabkan diterapkannya kebijakan bekerja dari rumah yang berdampak pada kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran peran keterlibatan karyawan sebagai mediator hubungan antara gaya kepemimpinan yang memberdayakan dan kesejahteraan psikologis karyawan yang bekerja dari rumah pada masa pandemi Covid-19. Variabel diukur menggunakan skala Ryff’s Psychological Well Being, Empowering Leadership Scale, dan skala ISA. Analisis regresi dilakukan menggunakan PROCESS dengan model mediasi sederhana oleh Hayes. Data diperoleh dari 305 karyawan yang memiliki pengalaman bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan karyawan memiliki peran sebagai mediator terhadap hubungan kepemimpinan yang memberdayakan dan kesejahteraan psikologis. Hal tersebut menjelaskan bahwa karyawan yang memiliki atasan dengan gaya kepemimpinan yang memberdayakan akan lebih terlibat dalam pekerjaan dan perusahaannya serta secara bersamaan memiliki kesejahteraan psikologis yang baik. Pemimpin suatu perusahaan atau organisasi dapat memotivasi bawahan atau rekan kerja untuk berkembang dan bekerja secara berdampingan selama bekerja di rumah untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pekerjaannya, dan juga meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.

The Covid-19 pandemic has led to the implementation of the Work from Home (WFH) policy which has an impact on the psychological well-being of employees. This study was conducted to examine the role of employee engagement as a mediator of the relationship between empowering leadership and the psychological well-being of Work from Home employees during the Covid-19 pandemic. Research variables were measured using the Ryff's Psychological Well Being scale, Empowering Leadership Scale, and the ISA scale. Regression analysis was performed using PROCESS with a simple mediation model by Hayes. Data were obtained from 305 employees who work from home in Indonesia. The results showed that employee engagement has a role as a mediator on the relationship between empowering leadership and psychological well-being. This explains that employees who have leaders with an empowering leadership style will be more engaged in their work and their company and simultaneously have good psychological well-being. Organization leaders can motivate subordinates or co-workers to develop themselves and cooperate while working at home to increase their engagement in their work and improve their psychological well-being."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cintya Pradnya Pratita
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi motivasi intrinsik pada hubungan antara kepemimpinan partisipatif dengan kreativitas karyawan, peran moderasi openness to experience pada hubungan antara motivasi intrinsik dengan kreativitas karyawan, dan peran moderasi openness to experience pada hubungan tidak langsung antara kepemimpinan partisipatif dan kreativitas karyawan melalui motivasi intrinsik. Penelitian dilakukan secara cross-sectional melalui survei daring pada karyawan perusahaan BUMN (N = 169). Analisis data dilakukan dengan menggunakan moderated-mediation model (Model 14) dari Hayes’ PROCESS Macro pada program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi intrinsik memediasi hubungan antara kepemimpinan partisipatif dan kreativitas karyawan. Namun demikian openness to experience ditemukan tidak signifikan memoderasi hubungan antara motivasi intrinsik dengan kreativitas karyawan, dan openness to experience juga tidak signifikan memoderasi hubungan tidak langsung antara kepemimpinan partisipatif dan kreativitas karyawan melalui motivasi intrinsik.

This current study aims to investigate the mediating role of intrinsic motivation in the relationship between participative leadership and employee creativity, the moderating role of openness to experience in the intrinsic motivation and employee creativity, and the moderating role of openness to experience in the indirect relationship between participative leadership and employee creativity through intrinsic motivation. This study was conducted using a cross-sectional design through an online survey directed at BUMN employees (N = 169). Data analysis was performed using moderated-mediation model (Model 14) of Hayes PROCESS Macro on SPSS software. Results showed that intrinsic motivation mediated the relationship between openness to experiences and employee creativity. However, results showed that openness to experience failed to moderate the relationship between intrinsic motivation and employee creativity, resulting in the nonsignificant findings in the moderating effect of openness to experience in indirect relationship between participative leadership and employee relationship through intrinsic motivation."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rafael Eleazar Duma
"Startup merupakan industri yang sedang marak di Indonesia. Startup memiliki dinamika juga cenderung lebih banyak perubahan bila dibandingkan dengan perusahan swasta yang sudah settled atau perusahaan publik. Hal itu terjadi karena startup harus berubah/beradaptasi terhadap segala kondisi (developing time). Peneliti berusaha meneliti mengenai affective commitment to change dan mengetahui variabel apa yang mendorong munculnya affective commitment to change. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari change leadership terhadap affective commitment to change dengan psychological empowerment, dan employee engagement sebagai variabel mediasi pada perusahan Startup di DKI Jakarta). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan teknik purposive sampling yang disebarkan ke 240 karyawan tetap perusahaan startup di DKI Jakarta. Data pada penelitian ini diolah menggunakan software IBM SPSS 26 dan SmartPLS, dimana Analisis data pada penelitian ini dilakukan menggunakan SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Square). Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh positif dari change leadership terhadap affective commitment to change pegawai tetap perusahaan startup di DKI Jakarta dan terdapat pengaruh positif dari change leadership terhadap affective commitment to change dengan psychological empowerment/employee engagement sebagai variabel mediasi pada pegawai tetap perusahaan startup di DKI Jakarta.

tartups are a thriving industry in Indonesia, characterized by dynamic changes compared to settled private or public companies. This is due to the constant need for startups to adapt to various conditions within a developing timeframe. The researcher aims to explore affective commitment to change and identify the variables driving the emergence of affective commitment to change. This research aims to analyze the influence of change leadership on affective commitment to change, with psychological empowerment, and employee engagement as mediating variables (a study on startup companies in DKI Jakarta). The research adopts an explanatory approach with a quantitative method. Questionnaires were distributed using purposive sampling to 240 permanent employees of startup companies in DKI Jakarta. Data were processed using IBM SPSS 26 and SmartPLS, employing Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) for data analysis. The results indicate a positive influence of change leadership on affective commitment to change among permanent employees of startup companies in DKI Jakarta. Furthermore, there is a positive impact of change leadership on affective commitment to change, with psychological empowerment/employee engagement serving as mediating variables among permanent employees of startup companies in DKI Jakarta."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kenny William
"Skripsi ini menelaah peran mediasi kepercayaan kepada pemimpin pada hubungan antara kepemimpinan yang memberdayakan dan kreativitas karyawan generasi Z. Teori pertukaran sosial menjadi kerangka pikir dasar untuk menjelaskan hubungan teoretis ketiga variabel tersebut. Partisipan diperoleh dengan teknik convenience sampling menggunakan Google Form. Data kuantiatif dianalisis dengan teknik mediasi sederhana Hayes dengan program PROCESS Procedure for SPSS versi 4.2 beta. Hasil menemukan bahwa tidak terdapat indirect effect yang signifikan antara kepemimpinan yang memberdayakan dengan kreativitas karyawan melalui kepercayaan kepada pemimpin. Implikasi teoretis studi ini adalah diperlukannya studi pada masa mendatang untuk mengeksplorasi variabel lain yang berpotensi memediasi hubungan kepemimpinan yang memberdayakan dan kreativitas karyawan generasi Z. Selain itu, implikasi praktis studi ini adalah berkembangnya pemahaman praktisi mengenai kreativitas karyawan generasi Z dan pengaruh seorang atasan.

This paper examines the mediating role of trust in leader in the relationship between empowering leadership and the creativity of generation Z employees. Social exchange theory was utilized to explain the theoretical relationship between these three variables. Participants were obtained by convenience sampling technique using Google Form. Quantitative data were analyzed using Hayes' simple mediation technique using the PROCESS Procedure for SPSS version 4.2 beta program. The results found no significant indirect effect between leadership and employee creativity through trust in leader. The theoretical implication of this study is that future studies are needed to explore other variables that potentially mediate the relationship between empowering leadership and the creativity of Generation Z employees. In addition, the practical implication of this study is the development of practitioners' understanding of the creativity of Generation Z employees and the influence of their leaders."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>