Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 109645 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Buana Jaya
"ABSTRAK
Seiring dengan berkembangnya sistem komputer yang terhubung melalui jaringan internet dan semakin meningkatnya individu maupun organisasi yang memiliki ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan melakukan komunikasi melalui internet, menjadikan isu sekuriti sebagai hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu pemanfaatan internet adalah e-commerce yang secara luas digunakan untuk menggantikan model perdagangan tradisional saat ini.
Dalam e-commerce dibutuhkan jaminan akan kerahasiaan informasi yang dikirimkan (confidentiality), keutuhan dan keaslian informasi (integrity), keabsahan pengiriman informasi (authentication) dan pengakuan terhadap informasi yang dikirim sehingga tidak dapat disangkal (non repudiation) merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Teknologi saat ini yang dapat memenuhi aspek sekuriti diatas adalah Infrastruktur Kunci Publik yang menggunakan sepasang kunci yaitu kunci pribadi (private key) dan kunci publik (public key) dalam melakukan proses enkripsi dan dekripsi suatu pesan (message). Kunci publik yang dimiliki dapat diketahui oleh setiap orang yang membutuhkan dalam jaringan komunikasi. Sedangkan kunci pribadi hanya diketahui dan disimpan oleh pemilik kunci itu sendiri.
PT. Telkom sebagai salah satu penyedia layanan jasa telekomunikasi di Indonesia berupaya menjadi pihak ketiga (third party) yang menjamin kebutuhan pengguna internet terhadap pertukaran informasi. Dengan membuat layanan yang disebut I-Trust untuk Infrastruktur Kunci Publik menjadikan PT. Telkom sebagai CA (Certification Authority) yang menandatangani secara elektronik sertifikat digital. Untuk proses identifikasi dan otentifikasi terhadap subcriber (user) dari sertifikat digital yang diberikan wewenang oleh CA, PT. Telkom bekerja sarna dengan perusahaan atau organisasi menjadi Registration Authority (RA).
Pada penulisan tesis ini bertujuan untuk menerapkan infrastruktur kunci publik pada suatu perusahaan e-commerce (PT. X) sebagai Registration Authority (RA) untuk meningkatkan competitive advantage dan menciptakan entry barrier terhadap kompetitor dan dilakukan analisa kunci keberhasilan penerapan infrastruktur kunci publik.
Untuk analisa sistem sekuriti jaringan menggunakan tahapan yang ada pada Security Policy Development Life Cycle (SPDLC) dan untuk analisa kondisi eksternal perusahaan dilakukan menggunakan Competitive Force Model (Porter).

ABSTRACT
The explosive growth in computer systems and their interconnections via internet has increased the dependence of both organizations and individuals of the information stored and communicated using this system. This in turn has led to a heightened awareness of the security issue. E-commerce is one of the most popular business model using the internet infrastructure.
In e-commerce, the widespread use of this systems, need more assurance to ensure only intended recipient are able to read the information (confidentiality), to guarantee the information was not altered during transmission (integrity), to validate the information by sender (authenticity), and to prevent the sender from denying involvement in that information (non- repudiation).
One of the technology that can fulfill all of security requirements mentioned above is Public Key Infrastructure that using a pair of key, public key and private key. These keys are used in encryption and decryption process of a massage. Anything encoded with one key can only be decoded by it's counterpart. Each user keeps one key secret and publishes the other.
PT Telkom as one of the telecommunication provider in Indonesia, is trying to become the third party to ensure this information exchange by deploying the I-TRUST service for Public Key Infrastructure. This has made PT Telkom as CA (Certification Authority) whose signed digital certificate electronically. PT Telkom as CA, has to coordinate with other party as its Registration Authority (RA) to do the identification and authentication of the subscriber's digital certificate.
The objective of this thesis is to show the implementation of public key infrastructure on an e-commerce company as Registration Authority (RA) to improve it's competitive advantage and create entry barrier to it's competitor, and analyze the key success of implementation of public key infrastructure.
Security Policy Development Life Cycle method is used to analyze network security system and Competitive Force Model (Porter) is used to analyze external condition of the company."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2002
T40357
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ribka Febriana
"ABSTRAK
Dunia e-commerce lahir seiring dengan perkembangan dalam bidang bisnis yang dipadupadankan dengan kemajuan teknologi. Meningkatnya aktivitas sosial dengan menggunakan teknologi turut berperan dalam merekahnya bidang bisnis sehingga menghasilkan istilah social commerce. Suatu fenomena social commerce yang sedang terjadi diantaranya adalah situs Group Buying, yang menggunakan konsep pembelian kolektif dan keterbatasan waktu untuk mendapatkan potongan harga. Penggunaan konsep ini dinilai mampu mendorong pengguna situs untuk melakukan pembelian secara impulsif. Pembelian impulsif terjadi ketika terdapat suatu dorongan secara tiba-tiba untuk melakukan aksi pembelian yang dapat dipicu dari tindakan browsing konsumen. Inilah yang kemudian membentuk aksi impulsif. Dipandang dari kacamata kognisi dan emosi, aksi impulsif terjadi didahului dengan adanya pembentukan pola pikir yang rasional (kognisi) dan dimediasi oleh perasaan (emosi).
Dalam kaitannya dengan situs online, suatu proses kognisi dibentuk dari atribut yang terdapat dalam situs tersebut yaitu merchandise attractiveness, ease of use, enjoyment, dan merchandise communicarion style. Kognisi yang terbentuk kemudian mempengaruhi emosi yang dirasakan pengguna situs baik emosi berbentuk afek positif maupun negatif, dan kemudian mempengaruhi aksi impulsif. Situs Groupon Disdus dipilih sebagai objek penelitian dalam hal merupakan pelopor situs Group Buying di Indonesia. Menggunakan aplikasi Lisrel sebagai pengolah data, atribut enjoyment memiliki pengaruh paling tinggi terhadap emosi positif pengguna situs Groupon Disdus. Emosi positif ini kemudian mempengaruh browsing yang merupakan tahap awal dalam aksi impulsif. Dengan menyajikan tampilan situs yang lebih atraktif guna menambah enjoyment pengguna situs Disdus, dapat meningkatkan emosi positif pengguna yang kemudian berdampak pada aksi impulsif. Dalam hal perbaikan penelitian, sampel penelitian kiranya dapat diperluas sehingga mengurangi bias gender dan profesi guna menghasilkan hasil yang lebih valid dan reliabel.

ABSTRACT
commerce world was born along with the development in business field and advances in technology. The significant booming on social activity using technology tools also take part for increasement in business field which then resulting the term of social commerce. The phenomenon on social commerce that happenly growing is Group Buying sites which uses the concept of collective purchases and limited time to get the discounted price. The use of this concept can influence the users to buy with impulsive act. Impulse buying occurss when there is a sudden urge to buy something that could be triggered by browsing actions. These then formed an impulse action. Viewed through the lens of the cognition and emotion theory, impulse action preceded by the formation of rational thinking (cognition) and mediated by feelings (emotions). In conjunction with the online site, a process of cognition is formed by the attributes contained in the site.There are merchandise attractiveness, ease of use, enjoyment, and merchandise communicarion style. The cognition that formed influences the emotions of site users, whether positive or negative affect, and then effect impulse action. Groupon site Disdus selected as the research object for it is the pioneer in terms of Group Buying websites in Indonesia. Using Lisrel applications as data processor, attributes enjoyment has the highest influence on positive emotions of Disdus Groupon site's users. The positive emotions then influence the browsing which is the initial stage in impulse action. By presenting more attractive appearance of the site in order to increase user?s enjoyment, Disdus site can increase positive emotions which in turn impulse action. In terms of improving the research, the sample would be expanded to reduce gender bias and the profession in order to produce results that are more valid and reliable."
2013
S46980
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Retnaningtyas
"Perkembangan dunia usaha dengan menggunakan sarana e-commerce telah menjadi alat transaksi yang jamak diikuti terutama oleh perusahaan multinasional juga membutuhkan sarana transfer pricing untuk mengukur kinerjanya. Untuk itu, tesis ini membahas metode dan peraturan transfer pricing, yang dikaitkan dengan e-commerce ketika peraturan transfer pricing dalam e-commerce diterapkan. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan desain deskriptif.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa belum terdapat peraturan transfer pricing dalam e-commerce, dan apabila peraturan itu diterapkan, transaksi e-commerce akan menjadi terkendali, bukan menjadi 'tempat bersembunyi' bagi transaksi-transaksi yang digunakan untuk menghindari pajak.

The development of the business world with the use of e-commerce has become a usual transactional trade to followed, especially by multinational companies. While multinational corporations are also needed to measure the transfer pricing performance. Therefore, this thesis discussess the transfer pricing methods and regulations, which is assocated woth the e-commerce and the effect on the development of e-commerce transactions when the transfer pricing rules in e-commerce implemented. This research is qualitative descriptive interpretive.
Results of research indicate that there is not transfer pricing transactions will be restrained, not to be a "hiding place" for the transanctions that are used to avoid tax.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T27068
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sihombing, Asry Prisda Putri
"E-commerce di Indonesia tidak hanya berkembang pesat namun juga inovatif. Live-streaming kini menjadi alat pemasaran bisnis dan kekuatan yang kemudian mendorong pertumbuhan dan perkembangan penjualan e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fak­­tor-faktor yang memengaruhi pembelian impulsif dalam live streaming commerce (LSC) di Indonesia menggunakan pendekatan model ELM (Elaboration Likelihood Model) dan teknik analisis Smart PLS 4 dengan model reflektif normatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas streamer, penularan resonansi, dan emotional support secara positif memengaruhi keterlibatan pelanggan (customer engagement), yang pada gilirannya memengaruhi kecenderungan pembelian impulsif. Kualitas informasi produk dan kualitas interaksi streamer tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pembelian impulsif.
Customer engagement terbukti memediasi hubungan antara kredibilitas streamer, penularan resonansi, dan emotional support dengan kecenderungan pembelian impulsif. Kecenderungan mencari penawaran memoderasi hubungan antara customer engagement dan kecenderungan pembelian impulsif, di mana hubungan ini menjadi lebih kuat ketika pelanggan semakin responsif terhadap penawaran.

The e-commerce landscape in Indonesia is not only rapidly expanding but also highly innovative. Live streaming has emerged as a powerful marketing tool for businesses, driving the growth and development of e-commerce sales. This study delves into the factors influencing impulsive buying in live streaming commerce (LSC) in Indonesia, employing the Elaboration Likelihood Model (ELM) approach and Smart PLS 4 analysis technique with a normative reflective model.
Key findings reveal that streamer credibility, resonance contagion, and emotional support positively influence customer engagement, which in turn impacts impulsive buying tendency. Interestingly, product information quality and streamer interaction quality do not exhibit a significant direct effect on impulsive buying. These findings suggest that in the context of LSC, impulsive purchasing decisions are driven more by emotional and social factors rather than product-related information or streamer interaction dynamics.
Customer engagement emerges as a crucial mediator between streamer credibility, emotional support, and impulsive buying tendency, highlighting its pivotal role in bridging these factors and influencing impulsive purchasing behavior. Additionally, deal-seeking tendency moderates the relationship between customer engagement and impulsive buying tendency, indicating that the strength of this relationship is amplified when customers are more susceptible to deals and promotions.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Shafa Annisa Puteri
"Penelitian ini menganalisis tanggung jawab penyedia platform e-commerce dan penyelesaian sengketa konsumen berdasarkan kasus Putusan PN Jakarta Barat Nomor 588/Pdt.G/2020/PN Jkt.Brt. Dalam penelitian ini, aspek penting yang harus diperhatikan oleh penyedia platform e-commerce adalah tanggung jawab terhadap konten ilegal, keamanan sistem, perlindungan data pribadi, dan mekanisme pengaduan konsumen. Penyedia platform e-commerce juga perlu menyediakan mekanisme pengaduan yang efektif bagi konsumen yang mengalami kerugian. Analisis kasus Lazada Indonesia dan Tokopedia menunjukkan adanya kesalahan dan tindakan tidak bertanggung jawab yang merugikan konsumen. Penyedia platform e-commerce seharusnya bertanggung jawab atas keamanan sistem dengan melakukan verifikasi terhadap pelaku usaha yang menggunakan platform tersebut. Dalam kasus ini, terdapat kelalaian dalam memberikan label "Gold Merchant" yang menandakan kepercayaan kepada pelaku usaha tertentu, yang juga berkontribusi terhadap kerugian yang dialami konsumen. Tindakan ini melanggar ketentuan hukum mengenai evaluasi dan pemantauan pelaku usaha di platform e-commerce. Penyedia platform e-commerce seperti Lazada Indonesia dan Tokopedia menolak bertanggung jawab dan tidak memberikan penyelesaian sengketa yang memadai kepada konsumen. Konsumen menghadapi kesulitan dalam melacak atau mendapatkan pengembalian dana yang hilang atau disalahgunakan. Kurangnya informasi mengenai penyelesaian sengketa dan kelemahan dalam advokasi konsumen dan pencegahan resiko juga menjadi masalah dalam penyelesaian sengketa di platform e-commerce. Untuk mengatasi masalah ini, penyedia platform e-commerce perlu memberikan ketentuan yang lebih jelas dan memastikan konsumen mendapatkan penyelesaian yang adil. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) juga perlu meningkatkan sosialisasi untuk memperbaiki pemahaman masyarakat mengenai prosedur penyelesaian sengketa. Konsumen juga perlu berhati-hati dan memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku di setiap platform e-commerce. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai tanggung jawab penyedia platform e-commerce dalam kasus pelanggaran hak konsumen. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perlindungan konsumen dalam transaksi e-commerce dan memperbaiki penyelesaian sengketa di platform e-commerce di Indonesia.

This research analyzes the responsibilities of e-commerce platform providers and consumer dispute resolution based on the case of West Jakarta District Court Decision Number 588/Pdt.G/2020/PN Jkt.Brt. In this study, the important aspects that must be considered by e-commerce platform providers are responsibility for illegal content, system security, personal data protection, and consumer complaint mechanisms. E-commerce platform providers also need to provide an effective complaint mechanism for consumers who experience losses. The analysis of the Lazada Indonesia and Tokopedia cases shows that there were mistakes and irresponsible actions that harmed consumers. E-commerce platform providers should be responsible for system security by verifying the business actors using the platform. In this case, there was negligence in providing a "Gold Merchant" label that signaled trust in certain businesses, which also contributed to the harm suffered by consumers. This action violates the legal provisions regarding the evaluation and monitoring of businesses on e-commerce platforms. E-commerce platform providers such as Lazada Indonesia and Tokopedia denied responsibility and did not provide adequate dispute resolution to consumers. Consumers face difficulties in tracking or recovering lost or misappropriated funds. Lack of information on dispute resolution and weaknesses in consumer advocacy and risk prevention are also problems in dispute resolution on e-commerce platforms. To address these issues, e-commerce platform providers need to provide clearer provisions and ensure consumers get a fair settlement. The Consumer Dispute Resolution Agency (BPSK) also needs to increase socialization to improve public understanding of dispute resolution procedures. Consumers also need to be careful and pay attention to the terms and conditions that apply on each e-commerce platform. This research provides a better understanding of the responsibilities of e-commerce platform providers in cases of consumer rights violations. The results of this analysis are expected to help increase consumer protection in e-commerce transactions and improve dispute resolution on e-commerce platforms in Indonesia."
Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Chaharuddin
"Tesis ini membahas mengenai dampak lokalisasi data pada sektor e-commerce dilihat dari sudut pandang ASEAN Agreement on E-Commerce dan Pasal XIV dari General Agreements Trade in Services dengan pokok permasalahan pertama adalah mengenai dampak lokalisasi data dan cross border data transfer pada pertumbuhan perdagangan di ASEAN, permasalahan kedua adalah bagaimana kedisiplinan penerapan lokalisasi data di negara-negara ASEAN dilihat dari peraturan ASEAN Agreement on E-commerce dan permasalahan ketiga adalah apakah penerapan pengecualian di dalam ASEAN Agreement on E-Commerce dan Pasal XIV dari General Agreements Trade in Services sebagai penyeimbang antara perlindungan data dan liberalisasi perdagangan. Metode penelitian dan teori hukum yang dipergunakan untuk membahas permasalahan dalam tesis ini adalah metode penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa lokalisasi data menjadi hambatan dari perdagangan secara global, penerapan lokalisasi data menjadikan suatu negara tidak menarik di mata investor karena penempatan server di negara tempat berbisnis dan biaya yang tinggi. Belum semua negara memiliki hukum perlindungan data pribadi, beberapa negara seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar tidak memiliki peraturan yang komprehensif mengatur perlindungan data. Vietnam masih mempertahankan lokalisasi data dengan mangharuskan perusahaan asing menempatkan server di negaranya. Dibutuhkan perjanjian regional seperti ASEAN Agreement on E-commerce untuk harmonisasi perlindungan data di ASEAN terutama di sektor e-commerce. Dibutuhkan balancing untuk menyeimbangkan perdagangan dan perlindungan data, salah satu alat yang dapat digunakan adalah GATS Pasal XIV dimana terdapat pengecualian terutama untuk Privasi dan Ketertiban Umum. Pengaturan di GATS Pasal XIV dan Weighing dan Balancing dapat menjadi equilibrium dalam keseimbangan perdagangan dan perlindungan data.

This thesis discusses the impact of data localization on the e-commerce sector from the perspective of the ASEAN Agreement on E-Commerce and GATS Article XIV . The first problem is the impact of data localization on trade conditions between ASEAN countries, The second problem is how discipline the implementation of data localization is in ASEAN countries, seen from the regulations of the ASEAN Agreement on E-commerce, and The third issue is whether the application of exceptions in the ASEAN Agreement on E-Commerce and Article XIV of the General Agreements on Trade in Services can bring balance between data protection and trade liberalization.. The research method and legal theory used to discuss the problems in this thesis are normative juridical research methods. The research results show that data localization is an obstacle to global trade, the implementation of data localization makes a country unattractive in the eyes of investors because of the placement of servers in the country where they do business and high costs. Not all countries have personal data protection laws, some countries such as Cambodia, Laos and Myanmar do not have comprehensive regulations governing data protection. Vietnam still maintains data localization by requiring foreign companies to locate servers in the country. Regional agreements such as the ASEAN Agreement on E-commerce are needed to harmonize data protection in ASEAN, especially in the e-commerce sector. Balancing is needed to balance trade and data protection, one tool that can be used is GATS Article XIV where there are exceptions, especially for Privacy and Public Order. The arrangements in GATS Article XIV and Weighing and Balancing can be an equilibrium in the balance of trade and data protection."
Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muchamad Arifin
"Tidak bisa di copy"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T24518
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hafied Nur Siddiqi
"Adopsi e-commerce oleh usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan bisnis. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui manfaat adopsi e-commerce serta faktor penghambat dan pendorong adopsi e-commerce untuk UKM. Laporan ini merupakan hasil penelitian mengenai adopsi e-commerce bagi UKM.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan data berupa survei yaitu menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data kuantitatif dan wawancara langsung untuk mendapatkan data kualitatif mengenai adopsi e-commerce oleh UKM.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UKM sudah mulai melakukan adopsi e-commerce untuk menunjang proses bisnisnya. Meskipun tingkat pemanfaatannya berbeda-beda namun secara umum adopsi e-commerce mampu memberi manfaat positif bagi peningkatan kinerja UKM. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor biaya masih menjadi kendala utama dalam adopsi e-commerce. Sedangkan pelayanan pelanggan merupakan faktor pendorong utama bagi UKM untuk melakukan adopsi e-commerce. Dengan mengambil studi kasus UKM sektor perbankan di kota Depok, penelitian ini mampu memberi gambaran tentang adopsi e-commerce oleh UKM khususnya di sektor perbankan.

E-Commerce adoption by Small and Medium Enterprises (SMEs) is one of the key factors of business. Therefore, it is essential for us to know the impacts of e-commerce adoption, as well as the deferring and driving factors of e-commerce adoption for the SMEs. This report is a result of research about e-commerce adoption for the SMEs.
This is a descriptive research that used survey through questioner as its method to collect quantitative data and direct interview as its method to collect qualitative data about e-commerce adoption by the SMEs.
The result of the research shows that SMEs have already starting to apply e-commerce adoption to maintain their business process. Although the degree of adoption is different from one SME to another, it is still generally accepted that ecommerce adoption will bring positive impacts towards SMEs development. The result of this research also shows that financing is still a major deferring factor in adopting e-commerce, whilst, customer service is one of the driving factor in ecommerce adoption. By using banking sectors in Depok as its research subject, this research is able to give actual illustration on e-commerce adoption by and for the SMEs."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kezia Lidya Tabitha
"Dalam tesis non-seminar ini, dilakukan analisis mendalam untuk menilai faktor-faktor eksternal dan internal yang memengaruhi keputusan Ultra Violette mengenai ekspansi ke pasar Tiongkok atau Amerika. Faktor-faktor eksternal diidentifikasi melalui analisis PESTLE yang komprehensif terhadap pasar perawatan matahari di Tiongkok dan Amerika Serikat, sementara faktor-faktor internal ditentukan dengan menerapkan kerangka kerja VRIO untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan, bersama dengan melakukan penelitian sekunder yang mendalam terhadap citra merek dan strategi pemasaran perusahaan. Penelitian ini menyarankan bahwa di antara faktor-faktor tersebut, haruslah dipertimbangkan keyakinan bahwa Ultra Violette seharusnya melakukan ekspansi ke Tiongkok. Secara khusus, penelitian ini menemukan bahwa Ultra Violette seharusnya memberikan prioritas pada praktik pengiriman yang berkelanjutan dan menyempurnakan strategi pemasaran mereka dengan fokus yang kuat pada e-commerce ketika mempertimbangkan ekspansi ke pasar Tiongkok. Inisiatif-inisiatif terperinci yang ditujukan untuk mengurangi jejak karbon Ultra Violette dan mitra online yang paling sesuai di Tiongkok untuk perusahaan tersebut disediakan untuk membuat rekomendasi lebih layak.

In this non-seminar thesis, an in-depth analysis was conducted to assess the external and internal factors influencing Ultra Violette's decision regarding expansion into either the Chinese or American markets. External factors were identified through a comprehensive PESTLE analysis of the Suncare markets in both China and the USA, whereas internal factors were determined by applying the VRIO framework to assess the company's strengths and weaknesses, alongside conducting extensive secondary research into its brand image and marketing strategy. This research suggests that included among those factors should be the belief that Ultra Violette should expand to China. Notably, this research found that Ultra Violette should prioritize sustainable shipping practices and refine their marketing strategy to have a strong e-commerce focus when considering expansion into the Chinese market. Detailed initiatives aimed at reducing Ultra Violette's carbon footprint and the most suitable online retailer in China for the company to partner with are provided to make the recommendations more feasible."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Prima Ariestonandri
"Industri e-commerce di Indonesia itu sangat prospektif di masa yang akan datang dengan melihat pertumbuhan dan besarnya kelas menengah di Indonesia. Selain itu peningkatan kepemilikan perangkat teknologi informasi (gadget), serta akses terhadap internet dan juga perilaku belanja online. Sejumlah perusahaan e-commerce rintisan (startup) yang didirikan anak muda Indonesia telah berhasil diterima pasar, bahkan beberapa perusahaan dalam waktu singkat nilai valuasi bisnisnya meningkat berpuluh kali lipat.
Tesis ini mengambil studi kasus keberhasilan empat rintisan e-commerce fashion lokal, Berrybenka.Com, HijUp.Com, BelowCepek.Com, dan Saqina.Com, serta e-commerce ritel Bilna.Com. Perusahaan-perusahaan e-commerce tersebut telah menjadi banyak liputan media dan merupakan contoh rintisan bisnis e-commerce pemula yang dapat menjadi benchmark keberhasilan e-commerce lokal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat faktor-faktor potensial penentu keberhasilan dari perusahaan rintisan e-commerce yang baru berkembang di Indonesia. Kemudian teridentifikasi sumber potensial, serta model dan peta prediktif strategi penciptaan nilai (value creation strategies) dari perusahaan rintisan e-commerce yang berhasil di Indonesia. Penelitian menggunakan metode SODA (Strategic Options Development & Analysis).

E-commerce industry in Indonesia is very prospective for the future this is evident from growth and the size of the middle class in Indonesia, ownership of gadgets or information technology devices, and access to the internet and online shopping behavior. A number of pioneering e-commerce company founded Indonesian youth have been successfully received by the market, even some companies in a short time his business valuations increased tenfold.
This thesis took four case studies of successful e-commerce local fashion, i.e. Berrybenka.Com, HijUp.Com, BelowCepek.Com, and Saqina.Com, as well as e-commerce and online media retail Bilna.Com. The companies e-commerce has become a lot of media coverage and is a pioneering example of the business starters to be the benchmark of success of e-commerce locally.
The results showed that there are factors in the success of the company's pioneering e-commerce emerging in Indonesia. Namely sources, models, and maps value creation strategy (value creation strategies) of the company's pioneering e-commerce in Indonesia. Research using SODA (Strategic Options Development and Analysis) Method.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>