Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 148368 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Triasmoro
"Kondisi perbankan di Indonesia saat ini sangat buruk kesehatannya akibat krisis ekonomi sejak bulan Juli 1997. Untuk dapat keluar dari kondisi ini BRI harus merubah pola bisnisnya dengan memperkuat bisnis perbankan ritel. Agar dapat bersaing dalam bisnis perbankan ritel, BRI perlu melakukan re-engineering dengan menggunakan aplikasi bisnis perbankan ritel yang didukung teknologi informasi.
Salah satu aplikasi bisnis perbankan ritel yang didukung teknologi informasi adalah aplikasi Sistem Perbankan Ritel yang Menggunakan Internet. Untuk dapat mengimplementasikan aplikasi tersebut perlu dilakukan perencanaan pengembangan aplikasi . dengan kajian pada komponen perancangan konfigurasi, integrasi dengan aplikasi perbankan utama dan aplikasi ATM dan Manajemen Kartu, kebutuhan sistem, keabsahan transaksi, manajemen resiko pengembangan sistem, dan manajemen waktu pengembangan sistem. Kajian ini membahas proses perencanaan setiap komponen, agar pelaksanaan pengembangan aplikasi sistem menjadi lebih mudah ."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2000
T40418
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Setyo Wahyudi
"Pada masa sekarang ini, industri perbankan nasional mulai melakukan recovery setelah beberapa dekade sebelumnya mengalami krisis sejak pertengahan tahun 1997, diawali dengan terjadinya krisis moneter, akibat dari jatuhnya nilai rupiah terhadap valuta asing sehingga neraca pembayaran menjadi negatif, lalu diikuti krisis perbankan, krisis ekonomi, krisis sosial, krisis kepercayaan dan akhirnya krisis politik.
Selanjutnya di bidang perbankan Pemerintah melakukan suatu kebijakan untuk mengatasi krisis perbankan tersebut, antara lain : melikuidasi 16 bank, membentuk BPPN untuk menyehatkan bank-bank, tindakan membekukan bank-bank bermasalah, take over bagi bank yang masih bisa diselamatkan, merger dsb. Diantara kebijakan pemerintah tersebut yang dianggap menarik bagi penulis adalah Pengumuman Pemerintah pada tanggal 21 Agustus 1998 mengenai mergernya empat bank pemerintah menjadi Bank Mandiri, Kredit bermasalah empat bank tersebut diserahkan ke AMU-BPPN, sementara Bank BRI khusus menangani KUK dan bisnis ritel banking untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan koperasi. Seperti kita ketahui bersama bahwa pangsa pasar ritel banking saat ini merupakan pasar bagi semua perbankan, mengingat ketangguhannya pada saat krisis moneter, sehingga menjadi pasar yang menarik minat bagi seluruh perbankan nasional, bahkan bank yang berstatus "corporate banking" pun masuk juga ke pasar ritel.
Berdasarkan kondisi tersebut diatas PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dituntut untuk bersaing, mengembangkan bisnisnya dan tetap eksis dalam percaturan bisnis ritel banking terutama dalam meningkatkan kredit ritelnya. Untuk melakukan strategi pemasaran kredit ritel tersebut, maka di sini Bank BRI perlu melakukan suatu analisis. Analisis SWOT akan memberi informasi mengenai : kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, setelah dilakukan tabulasi dengan menggunakan bobot dan skala, maka akan didapatkan posisi dalam matrik SWOT untuk menentukan grand strategy apa yang harus dilakukaa Dengan melakukan analisis kinerja industri perbankan nasional, seperti : CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR dan rasio-rasio lainnya, maka akan didapatkan posisi Bank BRI dalam peta persaingan perbankan nasional. Selanjutnya dengan melakukan analisis STP (Segmentation, Targeting, Positioning), akan didapatkan suatu gambaran mengenai segmen, target serta posisi apa dan bagaimana produk kredit ritel Bank BRI di benak calon nasabah maupun nasabahnya, sehingga pemasaran kredit ritel tersebut - sebagai implementasi strategi fungsional, dapat mencapai tepat pada sasarannya

In this time, national banking industry starts to recover after hit by crisis since the middle of the year 1997 a few decades before, in which started by monetary crises caused by the fall of rupiah value to the foreign currency until the balance of payment become negative. The crises then followed by banking crisis, economy crisis, social crisis, believe crisis, and then politic crisis.
Then in the banking field, the government make a regulation to overcome the banking crises, which are: liquidate 16 banks, create BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional - Indonesian Banking Restructuring Agency) to recover the banks, liquidate banks with problems, take over for the banks that can still be saved, merger, and so on. Between those regulations, one that interesting to the writer is that the government announcement on 21 August 1998 about the merger of four public banks to become Bank Mandiri. Credit problem of those four banks was given to AMU (Asset Management Unit) BPPN, while Bank BRI handle KUK (Kredir Usaha Kecil - small business credit) and banking retail business to carry the developing of small business and cooperation. As we know together that nowadays, the segment of retail banking market is a market for all banking, considering that its strength during monetary crisis, hence become an interesting market for all national banking, in fact banks with status as "corporate banking" also get in to this retail market.
Based on above condition PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk is demanded to compete, developing its business and still exist in the field of banking retail business, especially in increasing its retail credit To implement the strategy of the retail credit marketing, Bank BRI need to make an analysis. SWOT analysis will give information about strength, weakness, opportunity, and threat. After doing tabulation using weight and scale, will be drawn a position in SWOT matrix to decide what grand strategy to be done. By doing national work industry banking analysis, such as: CAR, NPL, ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR, and others ratio, so would be got Bank BRI position in national banking competitiveness map. Then, by doing STP (Segmentation, Targeting, Positioning) analysis, will be resulted a picture about segment, target, and what position, and how Bank BRI retail credit product seen by applicant customer or its customer, until the retail credit marketing, as functional strategy implementation, can reach its real target.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T14169
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suhenda
"Dalam proses suatu produksi terdapat beberapa faktor produksi yang dapat mempengaruhi tingkat output suatu produksi. Salah satu faktor produksi yang dibahas dalam tulisan ini adalah faktor sumber daya manusia (tenaga kerja) yang terdapat pada PT. Bank Muamalat Indonesia.
Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai bank bersyariat Islam masih memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusianya agar kinerja perusahaan terus membaik dan berkembang menuju perusahaan perbankan syariat yang handal serta agar predikat tingkat kesehatan bank BMI yang saat ini memperoleh predikat "cukup sehat" berubah meningkat ke level predikat ''sehat".
Faktor sumber daya manusia merupakan satu-satunya faktor produksi yang memiliki perasaan, akal, moral, dorongan, daya dan karya : Betapapun majunya teknologi, berkembangnya informasi, tersedianya modal, hebatnya robot, canggihnya metode kerja baru, sumber daya manusia masih diperlukan keikutsertaannya untuk mengendalikan sumber daya yang ada dalam suatu proses produksi. Berbeda dengan sumber daya lainnya, sumber daya manusia memiliki keinginan-keinginan, kebutuhan fisik dan kebutuhan non fisik seperti harga diri, kebutuhan aktualisasi diri, dan rasa berprestasi. Kebutuhan manusia yang terpenuhi secara wajar akan banyak memberikan kontribusinya bagi keberhasilan perusahaan.
Investasi dalam bidang sumber daya manusia (human investment) melalui program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan dalam suatu perusahaan akan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun bagi pengembangan karir pegawainya. Bank Muamalat Indonesia menyadari pentingnya investasi sumber daya manusia untuk kemajuan perusahaan maupun kemajuan bagi pegawainya tersebut, dan Bank Muamlat Indonesia telah melaksanakan kegiatan investasi tersebut antara lain melalui penyediaan anggaran khusus bagi pengembangan sumber daya manusianya serta memanfaatkan anggaran tersebut dengan merealisaikan program-program pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Bank Muamamalat Indonesia.
Suatu perusahaan biasanya menggunakan beberapa program yang masih dikenal dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia, seperti orientasi dan penempatan, pendidikan dan pelatihan, penilaian kerja dan kemampuan, pengembangan karier, mutasi dan promosi, motivasi dan disiplin kerja, penilaian prestasi kerja, dan pemberian tugas.
Alat analisa yang digunakan dalam upaya berpartisipasi memantapkan perencanaan pengembangan SDM pada Bank Muamlat pada tulisan ini dipergunakan metode Proses Hirarki Analitik (The Analitical Hierarchy Process) yang memakai input kualitatif (persepsi manusia yang dianggap 'ekspert' ) sebagai input utamanya.
Hirarki yang dibuat sebanyak 4 (empat) level yakni level tujuan, level sasaran, level faktor dan level aktor 1 pelaku. Level sasaran terdiri dart 3 (tiga) elemen yakni penyelenggaraan diktat, peningkatan motivasi dan disiplin, serta pelaksanaan mutasi dan promosi. Level faktor terdiri dart 4 (empat) elemen yakni ketersediaan sumber daya manusia, penguasaan teknologi perbankan, ketersediaan dana, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Sedangkan faktor aktor 1 pelaku terdapat 4 (empat) elemen yakni Urusan Organisasi dan Sumber Daya Insani (OSDI), Bank Indonesia, Bank Pembangunan Islam (BPI), dan Lembaga Diktat Dalam Negeri.
Persepsi tenaga ahli sebagai input pada AHP tersebut diperoleh dart 6 orang ekspert yang terdiri dart 2 orang ahli perencanaan, 2 orang ahli manajemen somber daya manusia, dan 2 orang ahli praktisi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Bank Muamalat Indonesia.
Melalui bantuan komputer dengan program 'The Expert Choice" diperoleh informasi yang berkaitan dengan memantapkan perencanaan pengembangan sumber daya manusia pada Bank Muamalat Indonesia adalah sebagai berikut :
a) Sasaran kegiatan yang paling tepat untuk mencapai tujuan "memantapkan perencanaan pengembangan sumber daya manusia pada Bank Muarnlat Indonesia" adalah melalui sasaran kegiatan penyelenggaraan diktat yang didasari atas hasil analisa kebutuhan diktat yang mana pelaksanaan diktat tersebut diselenggarakan secara DDTK (diktat di tempat kerja).
b) Faktor yang paling penting untuk dipertimbangkan dalam menyelenggarakan diktat tersebut adalah ketersediaan sumber daya manusia perbankan.
c) Pelaku/aktor yang paling berwenang dan bertanggung jawab atas keberhasilan terlaksananya penyelenggaraan diktat dengan faktor tersebut di atas adalah urusan Organisasi dan Sumber Daya Insani (OSDI) Bank Muamalat Indonesia."
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2001
T7243
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sihombing, Jestar S. H.
"Call Center adalah salah satu aplikasi teknologi informasi suatu perusahaan untuk memelihara hubungan dengan pelanggannya. Bagi industri perbankan, Call Center adalah penghubung antara perbankan dengan nasabahnya. Oleh karena itu, Call Center berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
Dalam pembangunan Call Center, perusahaan perbankan harus senantiasa memperhatikan kondisi dan kebutuhan perusahaan dan juga kebutuhan perusahaan lain yang sejenis. Salah satu cara mengidentifikasi hal ini adalah dengan melihat best practice yang ada di negara luar. Namun sebelum menerapkan best practice yang ada, perlu diidentifikasi kecocokannya dengan kondisi industri perbankan di Indonesia.
Salah satu bagian Call Center yang cukup penting bagi peningkatan kualitas hubungan antara perbankan dengan nasabahnya adalah bagian end user interface. Kondisi end user interface sangat mempengaruhi kontak antara operator/agent Call Center dengan nasabahnya. Sementara interaksi antara operator dengan nasabah memberi kontribusi yang sangat besar kepada kepuasan nasabah.
Agar end user interface dapat digunakan dengan baik maka perlu perancangan end user interface yang baik pula. Tesis ini akan meneliti apakah best practice perancangan end user interface cocok digunakan di perbankan di Indonesia. Kecocokan ini ditinjau dari sisi kepuasan operator Call Center. Perbankan yang menjadi objek penelitian adalah Bank Rakyat Indonesia(BRI) karena BRI cukup mewakili kondisi perbankan yang ada di Indonesia. Selanjutnya tesis ini juga akan meneliti bagaimana perancangan end user interface yang baik dilihat dari sisi kepuasan operator di ligkungan perbankan. Metoda penelitian yang digunakan untuk meneliti kepuasan operator Call Center tersebut adalah studi kasus dan survei."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2002
T40434
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan mendapatkan aplikasi atau layanan video on demand (VoD) berbasis web pada sistem internet
protocol television (IPTV) yang berjalan di jaringan intranet kampus dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan
perkuliahan, seperti penyediaan informasi berbentuk tayangan video atau televisi, pengajaran yang menggunakan materi
berbentuk video tutorial, simulasi jaringan, dan lain-lain. Sistem VoD IPTV ini disusun dari Darwin Streaming Server
atau DSS (untuk mengelola koleksi video secara streaming), LAMP web server (untuk menampilkan halaman dan menu
berbasis web), hub switch (yang mampu mendukung unicasting dari server ke banyak client) dan user yang memiliki
akses ke jaringan. User bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk menjelajah, memilih, dan menayangkan secara streaming
konten video yang dibutuhkannya pada komputer atau pesawat TV yang dilengkapi IPTV set-top-box (STB). Hasil
pengujian memperlihatkan bahwa aplikasi ini sudah mampu menyediakan konten video on demand yang bisa diakses
secara streaming melalui internet browser atau melalui media player yang mendukung protokol RTSP. Hasil
pengukuran transfer paket video pada jaringan intranet memperlihatkan bahwa protokol reliable UTP memiliki jumlah
paket yang diterima dan kecepatan aliran bit yang relatif lebih tinggi dibandingkan TCP dan UDP."
621 ELIT 2:1 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Andriani
"Industri perbankan merupakan industri yang turbulence, terutama sejak pakto 1988. Juralah bank dan kantor bank berkembang dengan pesat, sehingga tingkat persaingan diantara lembaga keuangan kian meningkat. Bank berlomba-lomba untuk menaikkan tingkat bunga simpanan, mengenalkan berbagai produk baru dan menawarkan berbagai kemudahan kepada nasabah guna menarik dana masyarakat. Sehingga perkembangan industri perbankan pada saat itu sangat spektakuler.
Adanya kebijakan uang ketat (tight money policy) menyebabkan tingkat persaingan menjadi semakin ketat, terutama dalam hal perolehan dana. Penarikan dana Badan Usaha Hilik Negara yang ada pada bank pemerintah sebagai aplikasi dari kebijakan uang ketat telah merubah kondisi likuiditas bank, apalagi disertai pula dengan penarikan kredit likuiditas Bank Indonesia.
Bank Rakyat Indonesia sebagai bank pemerintah tentunya merasakan dampak dari kebijakan di atas. Oleh karenanya BRI perlu meninjau kembali strategi pengelolaan asset dan liabilitinya agar diperoleh pricing yang tepat, terutama setelah adanya paket Februari 1991 yang pada paket tersebut disebutkan mengenai prinsip prudent banking, di mana bank dituntut lebih professional lagi di dalam pengelolaan asset dan liabilitinya.
Ada beberapa faktor yang dapat memepengaruhi dalam penentuan harga, seperti cost of loanable fund, overhead cost dan resiko yang disebut sebagai faktor internal. Namun penentuan harga tersebut lebih ditentukan oleh faktor-faktor eksternal seperti, kebijakan peraerintah dan keadaan perekonomian seperti, tingkat persaingan bank, tingkat inflasi, kondisi neraca pembayaran dan sebagainya. Sehingga sulit bagi BRI untuk menerapkan metode pricing yang tepat di dalam rangka peningkatan pendapatannya.
Oleh karenanya sebagai bank pemerintah yang telah berubah sebagai pesero BRI dituntut untuk bertindak lebih professional dalam hal pengelolaan asset dan liabilitinya terutama dalam hal pricing, agar dapat bersaing dan melakukan ekspansi secara meluas sesuai dengan agen pembangunan yang diembannya. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1992
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggi Priyo Utomo
"Laporan Proyek Mahasiswa ini adalah hasil dari analisa, perancangan, pemodelan, serta implementasi sistem penilaian kinerja perusahaan ritel menggunakan rerangka Balanced Scorecard. BSC sistem pada perusahaan ritel adalah suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu pihak manajemen pusat dalam mengevaluasi kinerja manajemen di setiap cabang. Sistem ini dirancang untuk mendapatkan suatu metode alternatif penilaian kinerja yang melibatkan perspektif yang lebih luas, tidak hanya perspektif keuangan seperti pada manajemen tradisional tetapi juga meliputi perspektif customer, internal process business, serta learning & innovation.
Pengembangan BSC merupakan hasil studi mengenai konsep manajemen strategis dan penilaian kinerja. Di tengah gencarnya pertumbuhan usaha ritel di Indonesia,manajemen pusat suatu perusahaan ritel dituntut lebih mampu melakukan manajemen strategis agar dapat mempertahankan kelangsungan usahanya dalam jangka waktu yang lama (sustainable). Penilaian kinerja sebagai salah satu aspek manajemen strategis perlu mendapat perhatian khusus dari pihak manajemen guna mendapatkan umpan balik yang diharapkan.
BSC menyediakan fasilitas-fasilitas untuk menciptakan kartu skor bagi tiap toko.Mulai dari fasilitas untuk memasukkan nilai bobot untuk keempat perspektif, penyimpanan berbagai parameter-parameter pengukur, perhitungan nilai, serta penyajian laporan dalam bentuk tabel atau grafik. Untuk mendukung proses penilaian kinerja dari sudut pandang customer dan employee, BSC sistem juga menyediakan fasilitas pendukung berupa pengisian kuesioner melalui web site. Khusus bagi administrator, disediakan fasilitas untuk melacak login history dan log activity.
Berbagai fasilitas yang disediakan oleh BSC sistem dikembangkan untuk memberikan gambaran suatu sistem informasi yang menggunakan rerangka balanced score card sebagai alternatif pengukuran kinerja yang dapat diandalkan oleh manajemen pusat dalam upaya untuk meraih keberhasilan jangka panjang."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2003
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S8596
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tina Priatina
"ABSTRAK
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dana pembangunan sementara penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi sudah tidak dapat banyak diandalkan lagi, maka usaha-usaha pengerahan dana dalam negeri perlu ditingkatkan. Dalam keadaan seperti ini tabungan masyarakat akan menjadi sumber utama bagi pembiayaan pembangunan dan karenanya peranan bidang moneter perlu ditingkatkan. Sebagai salah satu kebijaksanaan mendasar dalam bidang moneter, Deregulasi Perbankan 1 Juni 1983 ini telah mempengaruhi perbankan dalam setiap aspek kegiatannya. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Moch Hadi Santoso
"Keadaan industri perbankan nasional mengalami kehancuran, yang diakibatkan oleh sebagian besar kredit yang diberikan kepada nasabah besar mengalami macet. Sehingga pendapatan bank yang mengandalkan dari hasil bunga tidak dapat diperoleh, dilain pihak biaya dana mengalami peningkatan cukup tinggi akibat dari kenaikan suku bunga deposito dan simpanan. Kenaikan suku bunga deposito dan simpanan adalah merupakan kebijakan pemerintah guna menghindari pelarian dana keluar negeri dan atau menghindari penggunaan rupiah untuk pembelian dolar Amerika Serikat, karena nilai rupiah sangat rendah terhadap dolar Amerika.
PT. Bank Rakyat Indonesia yang sejak berdiri melayani masyarakat golongan menengah dan kecil, mulai berlaku kebijakan Pakto 1988 masuk pasar nasabah besar, karena sebagai bank umum diberi kebebasan untuk mencari dana dan sekaligus menjual kembali berupa kredit kepada masyarakat dengan tingkat bunga sesuai dengan perhitungan sendiri. Dengan langkah yang dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia masuk pasar melayani kredit besar, setiap tahun kredit besar mengalami pertumbuhan yang lebih besar dibanding pertumbuhan kredit kecil dan menengah, sehingga komposisi kredit besar semakin dominan dibanding total kredit. Nasabah-nasabah besar yang relatif baru dibiayai oleh PT. Bank Rakyat Indonesia mengalami kesulitan membayar bunga pinjaman, hal ini disebabkan krisis moneter yang terjadi mulai awal tahun 1997.
Berdasarkan latar belakang yang terjadi pada Bank Rakyat Indonesia, penulis membuat judul karya akhir Strategi Memperbaiki Portofolio Ideal Ritel dan Korporasi Dalam .Pelaksanaan Misi Bank Rakyat Indonesia. Dengan judul ini penulis bermaksud melakukan analisa bagaimana memperbaiki portofolio PT Bank Rakyat Indonesia agar tidak terlalu jauh dari misi yang diem ban.
Untuk memperbaiki keadaan portofolio, perlu dilakukan analisa kekuatan dan kelemahan faktor eksternal yang mempengaruhi keberhasilan PT. Bank Rakyat Indonesia dalam membawa misi tersebut. Dalam analisa External Factor livaluation pada bab IV hal am an 102 menunjukan bahwa dari faktor peluang dan ancaman skor yang diperoleh adalah 2. 75, berarti diatas rata-rata. L,V.
Selain melakukan analisa faktor eksternal, penulis melakukan analisa the competitive profile matrix (CPM). Tujuan analisa ini adalah untuk melakukan analisa bagaimana PT. Bank Rakyat Indonesia dapat memenangkan persaingan dengan bank lain. Pada lima tahun terakhir banyak bank nasional yang masuk pasar rite!, karena bisnis ritel lebih menguntungkan dibanding dengan korporasi. Dari pertimbangan tersebut penulis menganalisa CPM membandingkan antara PT. Bank Rakyat Indonesia dengan Bank BNI dan BCA, dengan pertimbangan dua bank ini yang dapat diperbandingkan dari beberapa bidang antara lain:
1. Pangsa pasar.
2. Posisi keuangan.
3. Luas jaringan
4. Teknologi
5. Kualitas produk
6. Loyalitas nasabah.
7. Sumber daya manusia.
Dari analisa diatas PT. Bank Rakyat Indonesia mendapatkan nilai akhir yang seimbang dengan PT. Bank BNI. Beberapa poin keunggulan PT Bank Rakyat Indonesia dengan PT. Bank BNI adalah luas jaringan, dimana setiap ibukota kecamatan di seluruh pelosok tanah air ada unit kerja PT Bank Rakyat Indonesia, sedang PT Bank BNI hanya sampai ibukota daerah tingkat II. Sementara kelemahannya PT. Bank Rakyat Indonesia adalah teknologi dan loyalitas nasabah. Dengan adanya kelemahan tersebut harus menjadi fokus perbaikan agar dapat memenangkan persaingan terutama dalam bidang teknologi, karena jika dapat mampu memperbaiki teknologi setara dengan PT. BCA dan PT. Bank BNlloyalitas nasabah akan mengikuti menjadi baik. Dengan demikian PT. Bank Rakyat Indonesia mampu memenangkan persaingan ini.
Dari penjelasan dan analisa terdahulu, maka PT. Bank Rakyat Indonesia mampu memenangkan persaingan dengan bank-bank yang masuk dalam pasar ritel. Karena pengalaman dan jaringan yang luas dan peningkatan kemampuan teknologi yang lebih baik."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>