Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 47753 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Rafif Eka Putra
"Saat ini, perusahaan semakin mencari cara untuk dapat berinteraksi dengan konsumen secara dekat dan personal untuk menciptakan brand experience yang baik di benak konsumen. Salah satu teknik yang semakin sering digunakan perusahaan adalah personalisasi oleh konsumen, dimana konsumen diberikan kesempatan untuk menciptakan produk dari berbagai pilihan yang disediakan agar sesuai dengan selera mereka. Dalam prosesnya, penelitian ini mengungkapkan pemahaman mengenai intensi konsumen untuk menggunakan platform personalisasi serta intensi mereka untuk membeli produk yang mereka personalisasi dalam platform tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa brand experience mendorong intensi konsumen untuk menggunakan platform personalisasi dan memediasi motivasi intrinsik dan ekstrinsik dengan intensi penggunaan

As technological advance, brands have an increasing arsenal to draw on in creating brand experience. One increasingly common tactic is product customization, whereby consumers are provided the ability to create their own products from a set of options. Respondents are those with an experience of using any vehicle customization toolkit provided by car manufacturer in Indonesia. In doing so, the study developed an understanding of consumers’ intention to use a customization toolkit and their subsequent intention to purchase customized products. The study found brand experience drives the intention to use a customization toolkit, mediating the relationship between individual factors and usage intentions. A customer’s prior experience and their intention to use a customization toolkit are also direct drivers of customized product purchase intention.. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rini Budiastuti
"Penelitian ini mengkaji penelusuran informasi melalui OPAC (Online Public Access Catalog) yang dilakukan oleh mahasiswa di Perpustakaan Universitas Indonesia. Penelusuran informasi yang dikaji adalah menyangkut bagaimana pemakai perpustakaan melakukan penelusuran informasinya dengan menggunakan OPAC beserta hambatan apa saja yang dialami oleh pemakai saat penelusuran dan tingkat keberhasilan penelusuran dalam temu kembali dokumen. Penelitian ini merupakan sebuah kajian pemakai (user study) dengan metode kualitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang semuanya adalah mahasiswa UI yang menggunakan OPAC sebagai alat bantu penelusuran informasinya. Sampel diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Selanjutnya kedelapan responden tersebut diwawancarai untuk memperoleh data yang diperlukan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Strategi penelusuran informasi yang digunakan oleh para responden dipengaruhi oleh kebutuhan informasi responden. Strateginya adalah dengan menentukan aspek carian yang sesuai dengan sumber informasi atau basis data yang telah dipilih, dan merumuskan kata-kata yang sekiranya tepat yang akan diketik dalam kolom carian; 2) Sebagian besar responden tidak secara maksimal menggunakan fasilitas operator Boolean yang tersedia karena masih kurangnya pengetahuan mereka tentang fungsi dan cara penggunaan operator Boolean tersebut; 3) Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses penelusuran informasi para responden, yaitu: perolehan dan ketepatan informasi yang dihasilkan, perumusan penelusuran yang digunakan, sistem OPAC yang mendukung, dan bantuan para staf perpustakaan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S15558
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dede Lilis
Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia , 2014
302.23 DED m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Santi Mariana
"Peningkatan kunjungan di situs web Online Public Access Catalog (OPAC) Perpustakaan Universitas Indonesia perlu disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan, salah satunya melalui penyusunan sistem rekomendasi buku dalam situs web OPAC. Untuk menyusun sistem tersebut, penggalian pola asosiasi antar buku dilakukan dengan menggunakan salah satu metode data mining yaitu association rules. Dua algoritma digunakan yakni algoritma Apriori dan Apriori Inverse. Untuk menguji dan menyeleksi pola yang dihasilkan, objective interestingness measure dilakukan dan menghasilkan sembilan belas pola asosiasi sebagai luaran (output) akhir penelitian.

An increasing use of Online Public Access Catalog (OPAC) Universitas Indonesia Library's website should be followed by a service quality improvement, such as organizing a book recommendation system. To build mentioned system, user behaviors in terms of loaned books were discovered by using one of data mining techniques namely association rules. In this research, two algorithms were used which are Apriori and Apriori Inverse. After all association rules were gathered, objective interestingness measure were conducted to evaluate the quality of association rules and resulted nineteen association rules as final output."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S63316
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Atri Karyanti
"Sarana OPAC yang merupakan salah satu fasilitas sang disediakan oleh perpustakaan harus senantiasa dievaluasi supaya dapat menghasilkan kinerja yang optimal dalam memenuhi kebutuhan para pemakainya. Penelitian yang mengambil sampel di Perpustakaan PD11-LIPI Jakarta bertujuan untuk memberikan gambaran deskriptif mengenai sarana OPAC di Perpustakaan PDII-LIPI berdasarkan sudut pandang dari para pemakainya dengan beberapa parameter evaluasi. Menggunakan tipe penelitian deskriptif dan metodologi survei penulis menganalisis 98 lembar kuesioner yang dibagikan kepada para pemakai selaku responden. Hasil yang diperoleh secara umum bahwa pemakai OPAC di Perpustakaan PDII LIPI sebagian besar (61,2%) mcngalami hambatan atau kesulitan, seperti jumlah komputer yang tidak memadai, dokumen yang diinginkan tidak ditemukan, mengalami kesulitan untuk menemui istilah/tajuk subjek yang tepat, petunjuk penggunaan yang kurang jelas, waktu yang terpakai untuk mencari informasi melalui OPAC cukup lama, informasi yang tersedia dalam tiap entri kurang lengkap seperti informasi mengenai abstrak dan status dokumen, petunjuk yang terdapat di layar sulit dimengerti, staf perpustakaan kurang membantu dalam pencarian informasi melalui OPAC dan hambatan-hambatan lain seperti kurang nyaman karena harus berdiri dalam waktu yang lama, kadangkala komputer `error' atau `hang', bahasa pengantar menggunakan bahasa Inggris, dan jumlah dokumen yang diperoleh tidak sesuai dengan data yang diberikan OPAC. Hambatan atau kesulitan tersebut dapat diperoleh dengan mengadakan evaluasi berdasarkan sudut pandang pemakai OPAC, sehingga diharapkan agar pihak Perpustakaan PDII-LIPI dapat mclakukan hal ini secara berkala sekaligus untuk mengetahui harapan pemakai dalam rangka meningkatkan kinerja OPAC sebagai sarana penelusuran informasi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2002
S15188
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Predko, Myke
New York : McGraw-Hill, 2002
629.89 PRE p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nainggolan, Olwin
"Indonesia memiliki angka cakupan kelengkapan imunisasi dasar yang masih cukup rendah yaitu sekitar 53,8% (Riskesdas 2010). Akses terhadap fasilitas kesehatan dengan situasi dan kondisi geografis merupakan tantangan yang cukup besar di dalam pemberian pelayanan immunisasi secara merata di seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran serta hubungan akses fasilitas kesehatan dengan status imunisasi dasar lengkap pada baduta berusia 12-23 bulan di Indonesia pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dan analisis statistik dilakukan dengan menggunakan regresi logistik berganda.
Berdasarkan hasil analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (P value) antara waktu tempuh ke fasilitas kesehatan UKBM (OR=1,23); serta waktu tempuh (P value=0,000) ke fasilitas kesehatan non UKBM dengan (OR=1,80) setelah dikontrol oleh variabel pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status sosial ekonomi keluarga, kunjungan K4 serta pemeriksaan nifas. Diperlukan upaya dan peran serta pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas penduduk terhadap fasilitas kesehatan terutama revitalisasi Posyandu dan jaringannya untuk meningkatkan cakupan kelengkapan imunisasi dasar di seluruh Indonesia.

Indonesia has a low number of complete basic immunization coverage, approximately 53.8% (Riskesdas 2010). Access to health facilities with geographic circumstances are considerable challenges in the provision of immunization services throughout Indonesia. The purpose of this study is to describe the relationship as well as access to health facilities with complete basic immunization status at children age 12-23 months in Indonesia in 2013. This study using cross-sectional design and statistical analysis performed using multiple logistic regression.
The results of multivariate analysis showed a significant correlation (P value) between the travel time to health facilities Community Based Health Efforts (UKBM) with Odds Ratio = 1.23; and time (P value = 0.000) to health facilities with non UKBM (Odds Ratio = 1.80) after controlled by variable maternal education, maternal occupation, family socioeconomic status, K4 visit and postpartum examination. Required effort and the role of the government and the community to improve the accessibility of the population to health facilities, especially the revitalization of posyandu and its network to improve the completeness of basic immunization coverage in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Emil Ditri Bintari
"ABSTRAK
Penulisan ini menganalisis perbandingan pengaturan antara fasilitas pelayanan kesehatan online di Indonesia dan di Inggris, perbandingan pengaturan mengenai rahasia kedokteran di Indonesia dan di Inggris, dan perbandingan tanggung jawab hukum dokter dan penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan terkait rahasia kedokteran pelayanan kesehatan online di Indonesia dan di Inggris. Metode penelitian yang dilakukan berbentuk yuridis normatif, dan menggunakan tipe deskriptif. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa di Indonesia belum terdapat pengaturan hukum mengenai penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan online, berbeda dengan Inggris yang telah mengatur mengenai hal tersebut, selanjutnya di Indonesia, pengaturan mengenai rahasia kedokteran tidak dikaitkan pada pengaturan mengenai perlindungan data pribadi, sebagaimana dilakukan di Inggris. Kemudian, tergambarkan pula bahwa tanggung jawab hukum dokter dan penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan terkait rahasia kedokteran dalam proses tindakan medis di fasilitas pelayanan kesehatan online di Indonesia terbagi atas 3 tiga aspek, yakni pidana, perdata, dan administratif. Seluruh aspek pertanggungjawaban hukum tersebut saat ini hanya diatur dalam sektor kesehatan, berbeda dengan di Inggris yang mana pengaturan mengenai hal tersebut justru diatur dan dirujuk pada peraturan mengenai perlindungan data pribadi. Berdasarkan pemaparan di atas, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia perlu melakukan perancangan regulasi dalam rangka memberi kepastian hukum perlindungan terkait rahasia kedokteran dalam proses tindakan medis di fasilitas pelayanan kesehatan online di Indonesia.

ABSTRACT
This thesis analyzes the legal standing of an online health care facility in Indonesia and its comparison with England, the regulation concerning medical confidentiality in Indonesia and its comparison with England, and the legal liabilities of doctors and healthcare providers regarding the concept of medical confidentiality in online healthcare facilities in Indonesia, and its comparison with England. The method of research conducted is in the form of juridical normative, and using the descriptive type. The results of this writing illustrate that Indonesia has no legal statutory regarding specifically the provision of online healthcare facilities, unlike England that has regulated this matter. Secondly, in Indonesia, the regulation of medical secrets is not related to the arrangement of personal data protection, as conducted in England. Furthermore, it has also been illustrated that the legal liabilities of doctors and healthcare providers regarding the concept of medical confidentiality in medical treatments which are processed by online healthcare facilities in Indonesia are divided into 3 three aspects, namely criminal, civil and administrative. All aspects of legal liability are currently only regulated in the health sector, whereas in England, the regulation on such matters is specifically regulated and refereed to the rules on personal data protection. Based on the explanation written above, Indonesia rsquo s Ministry of Health needs to conduct regulatory drafting in order to provide certainty of medical confidentiality safeguard law in every medical treatment processed by online healthcare facility in Indonesia."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>