Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 130245 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Desy Mery Dorsanti
"Tuberkulosis masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama saat ini dan menjadi tantangan global. Ada beberapa faktor risiko yang mempermudah terjadinya tuberculosis pada anak, yaitu anak yang terpajan dengan orang dewasa dengan TB paru BTA positif terutama tinggal serumah, tinggal di daerah endemis, lingkungan yang sanitasinya tidak baik, faktor ekonomi, kondisi rumah tinggal (ukuran, kepadatan dan ventilasi rumah). Tujuan penelitian ini untuk melihat besarnya risiko kejadian sakit tuberculosis pada anak yang kontak serumah dengan penderita tuberculosis paru BTA positif. Penelitian ini menggunakan disain studi cross sectional, dilakukan pada November 2015-Maret 2016. Sampel adalah anak yang memeriksakan diri dan melakukan test tuberculin di Puskesmas kecamatan Cilandak.Untuk melihat hubungan dilakukan. Pada penelitian ini didapatkan 85 anak melakukan test tuberculin, dan dari 69 anak yang kontak serumah dengan penderita TB paru BTA positif didapatkan 8 anak (11,6%) yang positif. Sedangkan dari 16 anak yang tidak kontak serumah dengan penderita TB paru BTA positif didapatkan 1 anak (6,2%) yang hasil test tuberkulinnya positif.Ada hubungan bermakna antara kepadatan hunian dan anggota keluarga yang merokok dengan risiko kejadian tuberculosis pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah risiko kejadian tuberculosis dapat dipengaruhi karena kontak serumah dengan penderita TB paru BTA positif.

Tuberculosis remains one of the major health problems at the moment and become a global challenge. There are several risk factors that facilitate the occurrence of tuberculosis in children, the children exposed to adults with pulmonary TB smear positive mainly stayed at home, living in endemic areas, environmental sanitation is not good, economic factors, the condition of residence (size, density and ventilation home). The purpose of this study to see the magnitude of the risk of the occurrence of illness tuberculosis in children with household contact with smear positive pulmonary tuberculosis patients. This study used cross sectional design of the study, conducted in November 2015 and March 2016. The sample is child check-ups and perform tuberculin test in Cilandak sub-district health centers. In this study, 85 children perform tuberculin test, and of the 69 children whose household contact with smear positive pulmonary tuberculosis patients found 8 children (11.6%) were positive. While the 16 children who are not household contact with smear positive pulmonary tuberculosis patients got one child (6.2%) were the result of test tuberculin is positif.There is significant relationship between population density and family members who smoke the risk of incidence of tuberculosis in children. The conclusion of this study is the risk of tuberculosis incidence may be affected due to household contact with smear positive pulmonary tuberculosis patients.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2016
S64587
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chairunnisa Putri
"ABSTRAK
Latar Belakang: Indonesia menempati urutan ketiga dengan insiden terbanyak TB (8%) di dunia. Program dunia mewajibkan investigasi kontak dan terapi preventif dilakukan kepada seluruh kontak serumah pasien TB terutama kontak anak, karena termasuk kelompok risiko tinggi. Di Indonesia, program ini belum belum dilaksanakan secara optimal tercermin dari pencatatan data kontak dan pemberian profilaksis yang masih kurang. Tujuan: Mengetahui angka kejadian TB pada kontak serumah anak (0-18 tahun) pasien TB dan faktor-faktor yang memengaruhi. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada kontak serumah anak pasien TB yang masih dalam pengobatan di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur pada bulan Agustus hingga September tahun 2019. Pemeriksaan kontak dilakukan melalui anamnesis terkait gejala, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak dan foto toraks untuk anak yang bergejala, atau pemeriksaan IGRA untuk skoring TB anak apabila dahak tidak didapat. Etik penelitian didapatkan dari Komite Etik FKUI dan izin penelitian didapatkan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Hasil: Sebanyak 36 kontak serumah anak dari 19 kasus indeks TB diinvestigasi. Kontak mayoritas laki-laki (58,3%), rerata usia 9,72 (s.b. 5,398), status gizi mayoritas normal (83,3%) dan mayoritas memiliki parut BCG (69,4%). Tipe resistansi kasus indeks 78,9% SO dan 21,1% RO. Sebanyak 8 subjek (22%) didiagnosis TB klinis. Terdapat hubungan antara tipe resistansi kasus indeks dengan kejadian TB pada kontak serumah anak. Tidak terdapat hubungan antara bacterial load dan bentuk lesi kasus indeks, jenis kelamin, usia, status gizi dan parut BCG kontak dengan kejadian TB pada kontak serumah anak. Kesimpulan: Angka kejadian TB pada kontak serumah anak sebanyak 22%."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Al Asyary
"[ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) paru anak merupakan masalah kesehatan global yang
terabaikan (neglected), terlebih dengan proporsi 7,32% dari seluruh kasus TB di
Indonesia (Balitbangkes, 2013). TB paru anak selalu diakibatkan oleh infeksi TB
dari populasi di lingkungan sekitar, khususnya adanya orang dewasa yg sakit TB
serumah. Namun, tidak selalu TB paru dewasa mampu menularkan kesakitan pada
anak serumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang diduga
menurunkan risiko anak tidak sakit TB paru ketika tinggal serumah dengan
penderita dewasa. Metode dengan desain kasus kontrol berdasarkan data rekam
medis di sembilan rumah sakit rujukan TB anak dan puskesmas di Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kondisi hunian khususnya kamar tidur yang
baik dan intensitas paparan TB paru dewasa yang jarang serta di pengaruhi
kondisi variabel lain merupakan faktor yang dapat melindungi anak agar tetap
sehat meskipun kontak dengan penderita TB paru dewasa serumah;

ABSTRACT
TB disease in children is a global health problem that still neglected, moreover
with 7,32% proportion of TB cases at Indonesia (Balitbangkes, 2013). Children
with TB disease is most always impacted from TB infection at environment
population especially from adult TB household contacts. However, children not
always get the disease as bad as TB adult then. The objective of this study was to
find protective factors that can keep healthy children who had adult TB household
contacts. A case-control study conducted at nine referred hospital of TB children
and several health centers based on medical records at Special Region of
Yogyakarta Province. The study found that healthy houses, especially with
healthy bedroom and fewer exposures with adult TB in order influenced by
confounders variables. Those variables were reduced the risk of childhood TB
disease eventhough they exposed with adult TB in their environment;TB disease in children is a global health problem that still neglected, moreover
with 7,32% proportion of TB cases at Indonesia (Balitbangkes, 2013). Children
with TB disease is most always impacted from TB infection at environment
population especially from adult TB household contacts. However, children not
always get the disease as bad as TB adult then. The objective of this study was to
find protective factors that can keep healthy children who had adult TB household
contacts. A case-control study conducted at nine referred hospital of TB children
and several health centers based on medical records at Special Region of
Yogyakarta Province. The study found that healthy houses, especially with
healthy bedroom and fewer exposures with adult TB in order influenced by
confounders variables. Those variables were reduced the risk of childhood TB
disease eventhough they exposed with adult TB in their environment, TB disease in children is a global health problem that still neglected, moreover
with 7,32% proportion of TB cases at Indonesia (Balitbangkes, 2013). Children
with TB disease is most always impacted from TB infection at environment
population especially from adult TB household contacts. However, children not
always get the disease as bad as TB adult then. The objective of this study was to
find protective factors that can keep healthy children who had adult TB household
contacts. A case-control study conducted at nine referred hospital of TB children
and several health centers based on medical records at Special Region of
Yogyakarta Province. The study found that healthy houses, especially with
healthy bedroom and fewer exposures with adult TB in order influenced by
confounders variables. Those variables were reduced the risk of childhood TB
disease eventhough they exposed with adult TB in their environment]"
2015
D2058
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rezadi Satya Wardhana
"Latar belakang: Pengendalian infeksi dan penelusuran kontak erat di tempat risiko tinggi seperti asrama merupakan hal penting untuk mengontrol penularan Tuberkulosis TB . Penelitian ini menggunakan metode potong lintang untuk penelusuran household contact dengan pasien TB di satu asrama. Metode: Lima puluh tujuh mahasiswi perempuan berusia 20-22 tahun yang tinggal di satu asrama dengan pasien TB paru BTA positif selama lebih dari 3 bulan. Subjek dianamnesis mengenai gejala dan riwayat TB, riwayat BCG lalu diperiksakan foto toraks, sputum Xpert M.TB Rif dan uji Interferon gamma release assay IGRA . Penelitian ini juga mengukur Air change per hour ACH untuk menentukan baik atau tidaknya ventilasi udara. Hasil penelitian: Terdapat 57 subjek dengan riwayat imunisasi BCG terdapat pada 84 subjek. Satu subjek 2 terbukti TB ekstra paru efusi pleura dari foto toraks. Empat subjek 7 tanpa gejala dan riwayat TB mendapatkan hasil uji IGRA positif. Xpert M.TB Rif semua subjek adalah negatif. Nilai ACH adalah 8x/jam jauh dibawah nilai standar World health organization WHO yaitu 12x/jam. Kesimpulan: Penelusuran kontak erat di asrama mampu mendeteksi TB laten sebanyak 7 dan TB TB ekstra paru sebanyak 2 .

Background Infection control and contact tracing in the high risk place such as dormitory is important for controlling Tuberculosis TB transmission. This is a cross sectional study of contact investigation of a pulmonary TB patient in a college dormitory. Methods Fifty seven female students ages 20 22 years old who live in the same dormitory with the TB patient acid fast bacilli positive for more than three months. Subjects were interviewed regarding past and present TB history, Bacillus Calmette Guerin BCG vaccination followed by chest x ray, Xpert M.TB RIF sputum and Interferon gamma release assay IGRA test. This study also measured an Air change per hour ACH to determine a good ventilation. Results There were 57 subjects in this study with BCG was vaccinated in 84 subjects. Two 1 57 proven for extra pulmonary TB pleuritis TB from chest x ray. Four subjects 7 without past and present TB history exhibited positive IGRA result. All subjects showed negative Xpert M.TB RIF. The ACH level is 8x hour below the World health organization WHO standard 12x hour. Conclusion Contact investigation of the dormitory have able to indicate 7 subjects for LTBI and 2 for TB pleuritis TB ."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T57630
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arifa Rahma Izzati
"Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain melalui droplet yang ditransmisikan melalui udara. Tingginya angka kasus penyakit TB dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor kepadatan penduduk, cakupan rumah sehat, serta iklim (suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan) terhadap angka proporsi kasus TB paru BTA Positif di Kota Surabaya pada tahun 2015-2019. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistika dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dengan metode studi ekologi time trend dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara variabel kepadatan penduduk (p = 0,000; r = 0,308), cakupan rumah sehat (p = 0,000; r = -0,363), serta kelembaban udara pada lag time 1 tahun (p = 0,014; r = 0,949) dengan proporsi TB paru BTA positif. Sementara untuk faktor suhu udara serta curah hujan menunjukkan hubungan yang tidak signfikan dengan proporsi TB paru BTA Positif. Berdasarkan peta analisis spasial, didapatkan pola yang jelas bahwa angka proporsi yang tinggi terdapat pada wilayah kecamatan yang memiliki cakupan rumah sehat yang rendah, namun pada faktor kepadatan penduduk tidak terlihat pola yang jelas. Oleh karena itu, disarankan untuk dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit TB paru terutama pada wilayah kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan juga melalui upaya pengembangan rumah sehat yang optimal.

Pulmonary tuberculosis or pulmonary TB is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. This disease is transmitted from one person to another through droplets that are transmitted through the air. The high number of TB cases can be caused by various factors, one of which is environmental factors. This study aims to determine the relationship between population density, healthy housing coverage, and climate factors (air temperature, relative humidity, and rainfall) to the proportion smear-positive pulmonary TB cases in Surabaya city in 2015-2019. This study uses secondary data from the Central Bureau of Statistics and the Surabaya City Health Office with time trend ecological study methods and spatial analysis. The results showed that there was a significant relationship between population density (p = 0.000; r = 0.308), healthy house coverage (p = 0.000; r = -0.363), and humidity at a 1 year lag time (p = 0.014; r = 0.949) with the proportion of smear-positive pulmonary TB. Meanwhile, the air temperature and rainfall factors showed a non-significant relationship with the proportion of smear-positive pulmonary TB. Based on the spatial analysis map, a clear pattern is found that the high proportion is found in sub-districts that have low coverage of healthy homes, but on the population density factor there is no clear pattern. Therefore, it is recommended to prevent and control pulmonary TB disease, especially in sub-districts that have a high population density and also through efforts to develop optimal healthy homes."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endah Setyaningtyas
"Tuberkulosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis masih terjadi peningkatan kasus terutama pada anak. Tesis ini membahas hubungan kontak serumah dan faktor lingkungan dengan Tuberkulosis pada anak di wilayah kerja Puskesmas Sirnajaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain case control yang dilakukan pada April-Juni 2024. Hasil penelitian bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kontak serumah dan faktor lingkungan meliputi kepadatan hunian, kelembaban, pencahayaan, jenis lantai dan luas ventilasi dengan kejadian Tuberkulosis pada anak.

Tuberculosis is caused by bacteria of Mycobacterium Tuberculosis increasing in children case. This research discuses the household contact and environment factors to tuberculosis in children at Puskesmas Sirnajaya. This research is a quantitative study with case controll design conducted on April to June 2024. The research results show that there was no significant relationship between household contact and environmental factors including residential density, humidity, lighting, floor type and ventilation area with the incidence of tuberculosis in children."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jeaneria Rushadi
"Penyakit Tuberkulosis paru (TB Paru) masih menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia, termasuk Indonesia. Angka penemuan kasus TB paru di Kota Sukabumi berada di urutan ke-3 tertinggi yang ada di Provinsi Jawa Barat, yaitu mencapai 75,83%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian TB paru di Kota Sukabumi.
Desain penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol. Kriteria kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita baru TB Paru yang berusia minimal 15 tahun dan dinyatakan positif berdasarkan konfirmasi laboratorium Puskesmas, sudah diobati dengan OAT selama sekitar 4 minggu serta bertempat tinggal di Kota Sukabumi, sedangkan kriteria kontrolnya adalah tetangga terdekat dari rumah kasus yang tidak menderita TB paru, tidak memiliki gejala klinis mirip TB paru berdasarkan konfirmasi dari petugas puskesmas, berusia minimal 15 tahun dan bertempat tinggal di Kota Sukabumi. Jumlah sampel kasus adalah 58 responden, dan kontrol 58 responden.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru di Kota Sukabumi adalah jenis kelamin (OR 7,28; 95% CI 3,161-16,782), kepadatan hunian (OR 3,24; 95% CI 1,401-7,477), pencahayaan (OR 4,06; 95% CI 1,850-8,916), keberadaan sinar matahari di dalam ruangan (OR 3,05; 95% CI 1,206-7,687), dan kebiasaan merokok (OR 7,53; 95% CI 3,227-17,564). Hasil analisis multivariat dengan menggunakaan pemodelan regresi logistik menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki, dan pencahayaan rumah kurang dari 60 lux berhubungan dengan terjadinya TB paru. Faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi kejadian TB paru di Kota Sukabumi berdasarkan analisis multivariat adalah jenis kelamin laki-laki (OR 5,85; 95% CI 2,384-13,821).

Pulmonary Tuberculosis remains a major cause of morbidity and mortality in the world, including Indonesia. Case Detection Rate (CDR) of pulmonary tuberculosis in Sukabumi is the 3rd highest among the cities in West Java Province, as the value reaches 75.83%. The aim of this study is to analyze the risk factor that affected pulmonary tuberculosis incident in Sukabumi in 2014.
This study used a case control design, as the criteria of the case used were new pulmonary TB patients with at least 15 years old age, are sputum smear positive confirmed by the health care laboratory, has been treated with Anti-Tuberculosis Medications for about 4 weeks, and live in Sukabumi City, whereas the control criteria were nearest neighbors of the cases that neither did suffer from pulmonary tuberculosis nor have clinical symptoms similar to pulmonary tuberculosis based on the confirmation of the clinic staff, with at least 15 years old age, and live in Sukabumi City. The number of case samples and control samples were 58 respondents, respectively.
The results of this study showed that the risk factors affecting the incidence of pulmonary tuberculosis in Sukabumi were gender (OR 7.28; 95% CI 3.161-16.782), housing density (OR 3.24; 95% CI 1.401-7.477), lighting (OR 4.06; 95% CI 1.850-8.916), sunlight existence inside the house (OR 3.05; 95% CI 1.206-7.687), and smoking habit (OR 7.53; 95% CI 3.227-17.564). Multivariate analysis using multiple logistic regression model indicated that the male gender and the house lighting less than 60 lux were associated with the occurrence of pulmonary tuberculosis. The most dominant risk factor affecting the incidence of pulmonary tuberculosis in Sukabumi was male gender (OR 5.85; 95% CI 2.384-13.821).
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S55983
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yeni Kusuma Dewi
"Kontak serumah merupakan faktor paling dominan penyebab TB pada anak, untuk mencegahnya perlu diberikan obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam pemberian TPT pada anak dengan kontak serumah pasien TB di Wilayah Puskesmas Kabupaten Banyumas tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain studi kasus pada 14 orang informan utama, yakni 9 ibu yang memberikan TPT dan 5 orang ibu yang tidak memberikan TPT. Informan kunci terdiri dari 9 keluarga ibu yang memberi TPT dan 5 keluarga ibu yang tidak memberi TPT, 6 kader TB, 6 petugas Puskesmas dan Kasi P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, forum group discussion dan observasi. Dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang menjalani TPT telah melakukan perilaku pemberian TPT sesuai standar tata laksana pemberian TPT, kecuali untuk waktu pemberian obat, stok obat TPT selalu tersedia di Puskesmas, namun terbatas sehingga cakupan TPT rendah. Ibu mendapat dukungan keluarga dan tenaga kesehatan yang baik, namun belum mendapatkan dukungan kader TB. Ibu memberikan imbalan kepada anak agar mau minum obat TPT. Ibu yang tidak memberikan TPT pada anaknya kurang memiliki pengetahuan, dukungan keluarga, kader dan tenaga kesehatan. Perilaku ibu dalam pemberian TPT dipengaruhi persepsi kerentanan, keparahan terkait penyakit TB serta manfaat, hambatan dan kepercayaan diri dalam pemberian TPT. Dorongan yang didapatkan ibu untuk memberikan TPT berasal dari keluarga, teman sebaya yang memiliki pengalaman dengan penyakit TB, kader, petugas kesehatan, media sosial dan pengalaman dari ibu yang tidak ingin anaknya terkena TB. Untuk itu, diperlukan pelatihan kepada tenaga kesehatan untuk dapat melakukan strategi promosi kesehatan dan pengelolaan logistik dalam pemberian TPT. 

Household contact is the most dominant factor causing TB in children. However, to prevent the cause it is necessary to be given the drugs of Tuberculosis Preventive Therapy (TPT). This study aims to determine the behavior of mothers in giving TPT to children with household contacts of TB patients in Public Health Center of Banyumas District in 2023. This study uses a qualitative approach and case study design on 14 main informants, they are 9 mothers who provided TPT and 5 mothers which did not provide TPT. The key informants consisted of 9 mothers’ family who provided TPT and 5 mothers’ family who did not, 6 TB cadres, 6 Puskesmas officers and Head of P2PM Section of the Banyumas District Health Office. Data collection was conducted through in-depth interviews, forum group discussion and observation in May-June 2023 and analyzed thematically. The results showed that most of the mothers who experience TPT had carried out the behavior of giving TPT in accordance with the TPT administration standard, except for the time of drug administration. TPT drug stock was always available at the Puskesmas, but it was limited so TPT coverage became low. Mothers have received positive family and health worker support, but they have not received the support of TB cadres. Mothers reward children for taking TPT drugs. Mothers who do not give the drug to their children have less knowledge and insufficient support from families, cadres and health workers. Mother's behavior in giving TPT is influenced by perceptions of vulnerability, severity related to TB disease, benefits, barriers and confidence to give TPT. The encouragement that mothers get to provide TPT came from family, peers who have experience with TB disease, cadres, health workers, social media and experiences from mothers who do not want their children to get TB. For this reason, training is needed for health workers to be able to carry out health promotion strategies and manage logistics in administering TPT."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Nurhayati
"Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan masalah kesehatan dominan terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Angka kejadian tertinggi pada anak terdapat di kelompok usia balita, kelompok usia dengan tingkat kemandirian rendah. Memiliki balita yang mengalami TB Paru akan berdampak pada seluruh anggota keluarga karena membutuhkan kontinuitas pengobatan dan komitmen pemberi asuhan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran pengalaman ibu dalam merawat balita yang mengalami TB Paru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode wawancara mendalam. Partisipan adalah ibu yang memiliki balita yang telah menjalani terapi sedikitnya satu bulan. Data dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan dianalisis dengan pendekatan Colaizzi.
Penelitian ini mengidentifikasi empat tema yaitu menanggung beban psikologis akibat stigma terhadap anak TB, ibu sebagai fokus utama dalam upaya penyembuhan anak, berkembangnya efikasi diri selama merawat anak TB, dan melewati berbagai kesulitan dalam pengobatan anak. Identifikasi adanya tantangan selama merawat anak menjadi pendekatan bagi perawat untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan pelayanan pengobatan TB.

Tuberculosis remains a dominant health problem especially in developing countries such as Indonesia. Children under five years of age are at higher risk of contracting pulmonary tuberculosis (TB). Caring for children who have pulmonary TB and have a low level of independence affect family as the care requires continuity of treatment and carers? commitment.
This research aimed to describe mothers? experiences in caring for children with pulmonary TB. A descriptive phenomenology design and an indepth interview methods were applied to this study. Participants were mothers of children who have undergone at least in one month therapy. The data was analyzed with Colaizzi?s approach.
Themes identified were: psychological burden due to stigma against TB child, a mother as the main focus on running efforts to cure the child, self-efficacy development in care for children, and passes every difficulties towards the child's treatment. Challenges identified during caring for child with pulmonary TB would become approaches for nurses to provide appropriate health service on pulmonary TB?s treatment."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
T45270
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kinanta Imanda
"Latar Belakang: Uji tuberkulin merupakan pemeriksaan penunjang utama yang membantu diagnosis tuberkulosis anak di Indonesia. Jenis TB yang diderita pasien ternyata dapat mempengaruhi hasil negatif palsu dari uji tuberkulin.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara hasil uji tuberkulin dan jenis tuberkulosis pasien TB paru dan ekstraparu pada pasien tuberkulosis anak.
Metode: Penelitian potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada Januari-Oktober 2018 dengan melihat data usia, jenis kelamin, penyakit komorbid, hasil uji tuberkulin, dan jenis tuberkulosis dari formulir TB-01 dan rekam medis dari 230 pasien anak yang terdiagnosis tuberkulosis selama periode 2014-2018.
Hasil: Tidak terdapat hubungan bermakna antara hasil uji tuberkulin dengan jenis tuberkulosis (nilai p = 0,607; RR = 0,937; IK95% = 0,729 sampai 1,203).
Kesimpulan: Hasil uji tuberkulin tidak berhubungan dengan jenis tuberkulosis yang dimiliki pasien anak. Pada kasus yang diduga mengalami anergi, diagnosis tuberkulosis dapat ditegakkan dengan gambaran klinis pasien, pemeriksaan radiologis, dan hasil uji bakteriologis.

Background: Tuberculin skin test is one of the primary diagnostic tools for diagnosing tuberculosis in children. Objective: This research analyse the association between the result of tuberculin skin test and the type of tuberculosis in children with pulmonary and extrapulmonary tuberculosis.
Methods: This research is a cross-sectional study conducted in Cipto Mangunkusomo Hospital, Jakarta in January to October 2018 by reviewing 230 data of age, gender, comorbidities, result of tuberculin skin test, and type of tuberculosis from TB-01 form and medical records of children diagnosed with tuberculosis from 2014 until 2018.
Result: There is no significant correlation between the result of tuberculin skin test and type of tuberculosis in children with pulmonary and extrapulmonary tuberculosis (p value = 0.607; RR = 0.937; CI 95% = 0.729 to 1.203).
Discussion: The result of tuberculin skin test does not have significant correlation with the type of tuberculosis in children with pulmonary and extrapulmonary tuberculosis. In cases with suspected anergy, the diagnosis can be formed by patients clinical features, radiology examination and the result of biological testing.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>