Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1004 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Winter, C.F. (Carel Frederik)
"Buku ini mengisahkan tentang cerita roman pranacitra dan Rara Mendut yang berhadapan dengan Tumenggung Wiraguna. Kelanjutan dari buku ini adalah Serat Jaka Pengasih"
Semarang: G.C.T Van Dorp, [date of publication not identified]
BKL.1132-CW 44
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
"Serat Pranacitra menceritakan kisah percintaan tokoh Pranacitra dengan Rara Mendut, kisah cinta kedua tokoh mendapat tentangan dari tokoh Wiraguna (Tumenggung Wiraguna). Secara sembunyi-sembunyi Pranacitra dan Rara Mendut tetap melanjutkan hubungan percintaan mereka. Akan tetapi akhirnya hubungan tersebut diketahui. Pranacitra ditangkap, namun kemudian bersama-sama Rara Mendut melarikan diri dari Wiraguna. Keduanya menjadi buronan Wiraguna. Pada akhirnya mereka ditangkap. Pranacitra tewas dibunuh oleh Wiraguna, sementara itu Rara Mendut melihat kekasihnya tewas ditikam oleh Tumenggung Wiraguna, secara tiba-tiba menubrukkan tubuhnya kearah keris Tumenggung Wiraguna yang masih terhunus hingga tewas."
Weltevreden: Indonesische Drukkerij, 1920
BKL.0447-CW 20
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
"Teks ini gubahan dari jaman Paku Buwana V. Menceritakan kisah percintaan Rara Mendut, gadis yang dicintai Tumenggung Wiroguna dan Pranacitra, ketika Rara Mendut melarikan diri ketahuan oleh prajurit Wirogunan. Pranacitra berhasil ditangkap dan dibunuh oleh Wiroguno sementara Rara Mendut bunuh diri mengikuti kekasihnya. Asal koleksi R. M. Sajid."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
CH.3-KS 50
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Amyrna Leandra Saleh
"Novel Roro Mendut karya Y.B Mangunwijaya adalah sebuah novel yang ditulis berdasarkan sebuah cerita klasik Jawa berjudul Serat Pranacitra melalui telaah secara struktural, dapat diungkapkan bahwa teks Roro Mendut pada dasamya memusatkan perhatian pada kisah tokoh Roro Mendul.
Selanjutnya melalui telaah antar teks, tampak bahwa novel Roro Mendul bukanlah sekedar suatu penulisan ulang alas teks Serat Pranacitra dalam bentuk novel secara Pasif.
Kerangka cerita novel Roro Mendut memang berlolak dari teks Sera/ Pranacitra, namun banyak pengembangan dan modifikasi yang telah dilakukan oleh - Y.13. Mangunwijaya sebagai pengarang novel Roro Mendut."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T11805
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini berisi catatan tentang teks serat Pranacitra (gubahan jaman PB V) dalam naskah PNRI/KBG 289. Teks terdiri atas cuplikan awal dan akhir teks, daftar pupuh, catatan umum, serta ringkasan alur cerita per pupuh. Dibuat oleh R.Ng. Poerbatjaraka (atau stafnya) di Batavia. Naskah diterima oleh Pigeaud bulan Maret 1931. Teks menceritakan percintaan Pranacitra dengan Rara Mendut. Percintaan ini sempat diketahui oleh Tumenggung Wiraguna, yang juga mencintai Rara Mendut, namun tidak dilayani. Maka atas usul Pranacitra, Rara Mendut berusaha melarikan diri dari Wiraguna. Setelah prajurit Wiraguna mengetahui hal itu, Tumenggung Wiraguna memerintahkan untuk segera menangkap Pranacitra. Ketika sampai di Desa Sitirebah, Pranacitra ditangkap, dihadapkan ke Wiraguna dan dibunuh. Rara Mendut mengikuti jejaknya, dan membunuh diri dengan keris."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
CH.33-L 5.05
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Rochimah Ispartini
"Setelah meneliti alur dan penokohan dalam buku Pranacitra hasil transliterasi Balai Pustaka dan Roro Mendut versi Y.B. Mangunwijaya penulis dapat menyimpulkan bahwa:
Kedua karya ini mempunyai persamaan-persamaan dan per_bedaan-perbedaan, baik alur maupun dalam tokoh-tokohnya. Perbedaan dan persamaan-persamaan tersebut disimpulkan diba-wah ini.
Perbedaan judul terlihat pada kedua karya ini. Yang be_rupa transliterasi menggunakan judul Pranacitra (Rara Men_dut), sedangkan versi Mangunwijaya menggunakan judul Roro Mendut. Perbedaan ini disebabkan pengarang dalam Pranacitra ingin lebih menonjolkan tokoh Pranacitra. Hal itu juga ter_lihat dalam pembagian bab-babnya, banyak judul bab yang menggunakan nama tokoh Pranacitra. Pranacitra ditampilkan sebagai pahlawan yang berjuang membebaskan Rara Mendut demi pengorbanan dan kesetiaan terhadap gadis yang dicintainya.
Di dalam versi Y.B. Mangunwijaya, pengarang ingin me_nonjolkan tokoh Roro Mendut. Karena perjuangannya melawan kekuasaan dan pembelaannya terhadap rakyat kecil, ia diang-gap sebagai pahlawan oleh pengarang. Buku Pranacitra yang diterbitkan oleh Balai Pustaka ini tidak mencantumkan nama penulis atau pengarangnya. Pada waktu."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1984
S11164
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Buku ini menguraikan tentang pengetahuan yang menyangkut masalah kebatinan. Bagaimana cara-caranya mempelajari ilmu kesempurnaan hidup, karena kalau bisa mencapainya maka seseorang akan damai, tentram, bahagia dalam hidupnya. Diantaranya adalah seseorang jangan melupakan diri (asal-usulnya), bagaimana olah batin yang sempurna dalam mengagungkan Allah."
Kediri: Tan Khoen Swie, 1923
BKL.0033-PW 33
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
"Naskah ini merupakan tembusan karbon dari naskah salinan yang dibuat oleh staf Dr. Kraemer di Panti Boedaja, Surakarta, tahun 1932. Naskah berisi teks Serat Cabolek (juga disebut Serat Bratatama), yang satu versi dengan redaksi yang oleh Soebardi dinamakan redaksi ke-3 (1975: 5). Teks versi tersebut disusun pada tahun 1866 di Yogyakarta atas perintah Sultan Hamengkubuwana VI. Salinan lain dari naskah ini, berupa tembusan karbon, adalah MSB/L.80a, LOr 8367, dan PNRJ/G 190. Naskah babon yang disalin dalam naskah ini tidak diidentifikasikan secara tepat, hanya dinyatakan berasal dari Yogyakarta."
[Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
CS.12-A 28.02
Naskah  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Boedidarma
"Buku ini merupakan piwulang yang ditujukan bagi kaum muda yang mengikhtiarkan keselamatan. Piwulang antara lain, sregep, kesed, resikan, andhugal, goroh, gemi, andhap asor dan sebagainya."
Weltevreden: Bale Pustaka, 1919
BKL.0043-PW 43
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
cover
"Buku ini merupakan fotocopy dari buku serat pawukon yang disalin dari Keraton Surakarta. Buku ini berisi perhitungan dan sifat manusia sesuai dengan wuku yang berjumlah 30 buah. Wuku adalah waktu yang lamanya 7 hari dipergunakan untuk pertanian."
Semarang: N.V.E.C.T. van drop, 1931
BKL.0064-PR 10
Buku Klasik  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>