Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 179444 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lela Dwi Sary
"Pendahuluan: Polimorfisme gen N-asetiltransferase 2 NAT2 dapat mempengaruhi hasil pengobatan infeksi tuberkulosis TB dan risiko terjadinya efek samping kerusakan hati imbas obat anti tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi polimorfisme gen NAT2 pada pasien TB naif yang mengalami kegagalan konversi sputum pada pengobatan dengan rejimen OAT standar dan untuk mengetahui apakah polimorfisme gen NAT2 berpengaruh terhadap toleransi dan keberhasilan terapi TB paru dengan INH.
Metode: Analisis polimorfisme gen NAT2 dilakukan pada 54 pasien TB naif Puskesmas Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, menggunakan teknik polymerase chain reactions PCR dan dilanjutkan dengan sekuensing. Lima puluh empat pasien TB dikelompokkan menjadi dua kelompok observasi; 26 kelompok gagal konversi dan 28 pasien berhasil konversi.
Hasil: Diantara 54 pasien TB, 11,2 adalah gen prediktor asetilator lambat membawa dua alel mutan; NAT2 5, NAT2 6, NAT2 dan 88,8 adalah gen prediktor asetilator cepat membawa satu atau dua alel NAT2 4, NAT2 12, NAT2 13 . Frekuensi asetilator cepat lebih banyak ditemukan pada penelitian ini. Sebanyak 92 pasien yang gagal konversi dan 83 pasien yang gagal pengobatan akhir mempunyai gen asetilator cepat. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara gen NAT2 dengan kegagalan konversi p=0,423 dan kegagalan pengobatan p=0,415. Tidak ditemukan satupun kejadian kerusakan hati imbas obat antituberkulosis AT-DILI pada 6 pasien asetilator lambat.
Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan antara jenis asetilator dengan kegagalan konversi sputum, kegagalan pengobatan dan terjadinya AT-DILI.

Introduction: Polymorphisms of N acetyltransferase 2 NAT2 gene might affect the outcome of TB infection treatment and the risks of developing hepatic adverse event, known as antituberculosis drug induced liver injury AT DILI. The purpose of this study was to find the distribution of NAT2 gene polymorphisms in the naive TB patients, who experienced sputum conversion failure after conventional standard regimen and to clarify whether the NAT2 gene polymorphisms could affect the tolerability and the efficacy of multidrug therapy with INH for pulmonary tuberculosis.
Methods: Polymorphisms of NAT2 gene were studied in 54 TB naive patients in Pademangan District Primary Health Care, North Jakarta. Twenty six patients were assigned to the sputum conversion failure group and 28 to the conversion group. Analysis was done using polymerase chain reactions PCR followed by direct sequencing.
Results: Fifty four TB patients slow acetylators, 11,2 rapid acetylators, 88,8 were enrolled in this study. Two mutant alleles NAT2 5, NAT2 6, NAT2 7 were found in slow acetylator genes and NAT2 4, NAT2 12, NAT2 13 in fast acetylator genes. Among 92 patients who experienced sputum conversion failure and 83 patients who undergone treatment failure have fast acetylator genotypes. There were no significance association between NAT2 genotypes analysis associated to sputum conversion failure p 0,423 and treatment failure p 0,415. None of the six slow acetylators experienced AT DILI.
Conclusion: Among patients with sputum conversion failure and treatment failure evaluated in this study, fast acetylator genotypes were more common and no relationship was found between the acetylator genotypes with antituberculosis treatment failure and the occurrence of antituberculosis drug induced liver injury.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Citra Febriony
"Tuberkulosis merupakan suatu penyakit infeksi menular yang mendapat perhatian khusus di dunia.Pengawas Minum Obat merupakan bagian dari Directly Observed Treatment Shourtcourse.Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan TB Indonesia.Desain penelitian menggunakan potong lintang 205 subyek,dari data rekam medis dan TB-01 tahun 2012-2014 dan eksperimental 23 subyek kelompok kontrol,23 subyek kelompok terintervensi. Penelitian menunjukkan indikasi pemberian KDT 96,6 tepat dan 3,4 tidak tepat, lama pemberian 74,2 tepat dan 25,8 tidak tepat,pemberian dosis 85,9 tepat dan 14,1 tidak tepat. Hubungan efek samping KDT dengan keberhasilan pengobatan TB tidak bermakna secara statistik p=0,173;0,757,IK95 :0,077-1,612. Kelompok terintervensi terjadi peningkatan PMO pengetahuan cukup 8,6 ,kelompok kontrol meningkat 13. Pengetahuan kurang kelompok terintervensi menurun 8,6, kelompok kontrol menurun 13. Tidak ada hubungan bermakna secara statistik antara hubungan pengetahuan PMO setelah 2 bulan p=0,575;IK95 : 0,978-1,151 dan 6 bulan pengobatan konversi dahak setelah 6 bulan 100. Kepatuhan berobat pasien selama 6 bulan 100. Efek samping minor tidak memengaruhi keberhasilan pengobatan TB, sehingga pengobatan tetap dilanjutkan meskipun muncul efek samping.Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan PMO dengan kepatuhan berobat,tingkat pengetahuan PMO dengan konversi dahak, serta kepatuhan berobat dengan konversi dahak.

Tuberculosis is an infectious disease which is under special attention by the world. Direct Observed Treatment DOT is part of the Directly Observed Treatment Shourtcourse. This research is conducted to improve TB treatment success rate in Indonesia.Design of research used cross sectional study 205 subjects which data was obtained from medical record and TB 01 card between 2012 2014 and experimental study 23 subjects as controlled group, 23 subjects as experimental group. FDC treatment indication was 96.6 correct and 3,4 incorrect, FDC treatment duration was 74.2 correct and 25.8 incorrect, FDC dosage treatment was 85.9 correct and 14.1 incorrect. There was 8.6 increase in DOT's level of understanding in the experimental group while there was 13 increase in the control group. There was no statistical significant relationship between DOT's level of understanding with 2nd month p 0.575 95 CI 0,978 1,151 and 6th month treatment sputum conversion after 6 months was 100. Medical treatment adherence within 6 month period was 100. Side effect does not impact TB treatment success rate, therefore patients were still continued the treatment. There is no correlation between DOT's level of understanding with medical treatment adherence, DOT's level of understanding with sputum conversion as well as between medical treatment adherence with sputum conversion.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwina Kardita
"Pendahuluan: Tuberkulosis Multi Drug Resistan TB MDR merupakan tantangan besar dalam pencegahan dan pemberantasan tuberkulosis TB . N-Asetiltransferase 2 NAT2 adalah enzim pemetabolisme yang diketahui dapat mempengaruhi variabilitas farmakokinetik isoniazid INH. Penelitian sebelumnya menemukan kadar INH pada pasien TB lebih rendah pada kelompok asetilator cepat dibandingkan kelompok asetilator lambat. Keadaan subterapi merupakan faktor risiko terjadinya resistensi obat yang didapat. Teori yang berkembang sebelumnya meyakini bahwa polimorfisme gen NAT2 tidak mempengaruhi keluaran pengobatan pasien termasuk resistensi, namun data terbaru menunjukkan arah yang sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan polimorfisme gen NAT2 dengan kejadian TB MDR pada pasien dengan riwayat pengobatan obat antituberkulosis.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional pendahuluan. Dari 30 pasien TB MDR dan 30 pasien TB kelompok pembanding diambil sampel darah untuk pemeriksaan genotip NAT2. Isolasi DNA dilakukan dari sampel darah kemudian amplifikasi dilakukan dengan teknik polymerase chain reaction PCR. Produk PCR kemudian disekuensing.
Hasil: Dari 60 subjek didapatkan 57 data genotip NAT2. Delapan alel NAT2 yang ditemukan dari keseluruhan sampel yaitu NAT2 4, NAT2 5A, NAT2 6A, NAT2 6C, NAT2 6F, NAT2 7B, NAT2 12, dan NAT2 13. Alel yang paling banyak ditemukan pada kedua kelompok adalah NAT2 4. Alel pembawa sifat asetilator cepat ditemukan 74.1 pada kelompok TB-MDR dibandingkan 71.4 pada kelompok pembanding. Proporsi asetilator cepat pada kelompok TB MDR memperlihatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan kelompok pembanding 89.65 vs 85.71 dan asetilator lambat yang lebih sedikit pada kelompok TB MDR dibandingkan kelompok pembanding 10.35 vs 14.29. Namun demikian perbedaan yang ditemukan tidak terlalu besar dan tidak bermakna secara statistik p=0.706.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini memperlihatkan tidak ada hubungan antara polimorfisme gen NAT2 dengan kejadian TB MDR pada pasien TB dengan riwayat pengobatan sebelumnya. Diperlukan penelitian dengan jumlah subjek yang lebih besar untuk mengkonfirmasi hasil penelitian ini.

Background: Multi Drug Resistance Tuberculosis MDR TB is a major challenge in the prevention and eradication of tuberculosis TB . N Acetyltransferase 2 NAT2 is an enzyme known to affect the pharmacokinetic variability of isoniazid INH. Previous research in TB patients found INH levels were lower in rapid acetylators compared to slow acetylators. Subtherapeutic state of INH is a risk factor for acquired drug resistance. It has been argued that NAT2 genetic polymorphism did not influence the treatment outcomes of TB patients, including resistance, but recent findings suggest the opposite direction. This study aimeds to assess the NAT2 genetic polymorphism assosiation with the occurrence of MDR TB in patients with history of previous anti tuberculosis drug treatment.
Methods: This study is a preliminary observational study. Blood samples were taken from 30 MDR TB patients with history of previous anti tuberculosis drug treatment and 30 TB patients as a control group. DNA was isolated from blood sampels, then amplified using the polymerase chain reaction followed by DNA sequencing.
Results: Among 60 subjects, 57 NAT2 genotype data were obtained. Eight NAT2 alleles were found from the overall sample which are NAT2 4, NAT2 5A, NAT2 6A, NAT2 6C, NAT2 6F, NAT2 7B, NAT2 12, and NAT2 13. NAT2 4 allele is the most common allel in both groups. Fast acetylator alleles were 74.1 in MDR TB group, compared to 71.4 in the control group. When converted to predicted phenotypes, proportion of fast acetylators in MDR TB arm was higher than the comparator arm 89.65 vs 85.71 while the slow acetylator were fewer in MDR TB arm compared to the comparator 10.35 vs 14.29. However, the differences were small and didn rsquo t meet statistical significance criteria p 0.706.
Conclusions: This study showed no association between polymorphism of NAT2 gene and the occurrence of MDR TB. Larger study with more subjects is required to confirm these findings.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2017
T55640
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mimi Oktami
"Perencanaan sumber daya manusia merupakan fungsi utama yang harus dilakukan dalam organisasi, guna menjamin tersedianya tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai posisi, jabatan dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat. Salah satu metode dalam perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan di instansi adalah dengan metode Workload Indicators of Staffing Needs (WISN).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dokter umum dengan menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) melalui observasi menggunakan tehnik work sampling di Poli Umum Puskesmas Kecamatan Pademangan Jakarta Utara Tahun 2018.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018. Sampel penelitian ini adalah tiga orang dokter umum di Poli Umum Puskesmas Kecamatan Pademangan Jakarta Utara.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa waktu kerja tersedia bagi dokter umum di Poli Umum Puskesmas Kecamatan Pademangan adalah 76.620 menit/tahun di Poli Umum. Dengan standar beban kerja terbesar dokter umum di Poli Umum per tahun sebesar 29583,01 pelayanan medik dengan waktu penyelesaian kegiatan pelayanan medik adalah 2,59 menit per satu kali layanan. Standar tugas penunjangnya adalah 1,82. Hasil perhitungan WISN didapatkan kelebihan tenaga satu orang dokter. Diperlukan peningkatan kualitas layanan dengan mengevaluasi standar mutu layanan.

Human resource planning is the main function that must be carried out in the organization, to ensure the availability of the right workforce to regulate various positions, positions and the right job at the right time. One of methods in planning the needs of health workers in institutions is the Workload Indicators of Staffing Needs (WISN) method.
This study discusses the needs of general practitioners by using the Workload Indicators of Staffing Needs (WISN) through observation using work sampling technique at the General Poly of the Public Health Center of Pademangan District, North Jakarta in 2018.
This study uses a qualitative type of research with descriptive design. This research was conducted in December 2018. The sample of this study were three general practitioners at the General Poly District Health Center of Pademangan District, North Jakarta.
The results of this study indicate that the working time for general practitioners at the General Police of Pademangan District Public Health Center is 76,620 minutes / year at General Poly. With the workload standard of the practitioner at General Police per year was 29583.01 medical services with medical service approval time was 2.59 minutes per one time service. The supporting task standard was 1.82. The results of the WISN calculations obtained were by the strength of one doctor. Improved service quality is needed by evaluating service quality standards.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aifa Destriani
"Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko penularan berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit yang berbasis lingkungan. Program Bedah Rumah dilaksanakan oleh Yayasan Budha Tzu Chi dikawasan Kelurahan Pademangan Barat bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan penghuninya. Penelitian ini menggunakan disain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program Bedah Rumah berhasil memperbaiki kondisi fisik rumah yaitu dinding, lantai, langit-langit, ventilasi, jendela kamar tidur, lubang asap dapur, dan sarana sanitasi yaitu sarana air bersih dan jamban, selain itu berhasil merubah perilaku hidupbersih dalam hal perilaku mencuci tangan. Hasil penelitian ini berhasil membuktikan hubungan antara variabel kondisi fisik rumah dengan penyakit ISPA dan variable sanitasi rumah dengan penyakit diare. Perbaikan kondisi rumah ternyata berhasil menurunkan angka prevalensi penyakit ISPA dari 0,41 menjadi 0,12 kasus per 1000 penduduk dan prevalensi diare dari 0,12 menjadi 0,04 kasus per 1000 penduduk. Perbaikan kondisi fisik rumah saja tidak cukup, perlu ditunjang oleh penataan dan perbaikan lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan kualitas pemukiman yang sehat.sekitarnya untuk meningkatkan kualitas pemukiman yang sehat.

Housing is one of human’s basic needs. The construction of the house and the environment which do not comply with health standards can bring risks of various contagious illnesses, especially environment-based ilnesses. The Bedah Rumah programme conducted by Tzu Chi Buddhist Foundation in Pademangan Barat district aims to improve the people’s quality of life and health. The findings of this study show that the Bedah Rumah programme has been able to improve the physical environment of the participants such as wall, floor, sailing, bed room window, ventilation and chimney condition and also sanitation condition such as water sanitation and toilet condition, in the otherside this programme can also increase hand washing behaviour of people who are living in that house. Moreover, this programme has improved the people’s health condition as can be seen from the decrease of Acute Respiratory Infection (ARI) prevalence ranging from 0,41-0,12 cases per 1000 people and diarrhea prevalence ranging from 0,12-0,04 cases per 1000 people respectively. The findings show that there is a correlation between the houses’ physical conditions and of acute respiratory infection cases and correlation between sanitation condition and of diarrhea cases. The improvement of the housing’s physical condition would not be sufficient without being supported by the betterment of the environment and city planning to continuously improve the housing condition.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2013
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Afifah Huwaida Khairunisa
"ABSTRAK
Tidak meratanya kesempatan kerja menyebabkan lahan-lahan marjinal di Jakarta menjadi tempat bermukim para migran yang datang untuk mencari kerja. Permukiman kumuh kaum urban di tanah-tanah marjinal banyak dijumpai terutama di sekitar pusat perekonomian. Karakteristik permukiman kumuh berbeda-beda sesuai dengan lokasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran dan tipologi permukiman kumuh di salah satu Kecamatan paling padat di Jakarta, yakni Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Identifikasi karakteristik permukiman kumuh dilakukan dengan menggunakan citra satelit here 2016. Hasil pengolahan data dan validasi lapangan selanjutnya dianalisis dengna menggunakan metode overlay peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman kumuh tersebar terutama di sepanjang sungai dan rel kereta, yakni di tanah-tanah negara. Semakin jauh dari sungai dan rel kereta, kualitas permukiman semakin baik. Fasilitas dan utilitas permukiman semakin lengkap. Penelitian ini menunjukkan bahwa tanah marjinal yang dimiliki oleh negara mudah dikuasai dan dikembangkan sebagai lokasi bermukim walaupun dengan utilitas yang sangat terbatas.

ABSTRACT
In migration to Jakarta is very high. This phenomenon hapened because informal job opportunity in Jakarta is more extensive then in other areas of Indonesia. Migrants with limited capital and skills do not have opportunity to reside in formal housing. They only can afford housing in slum areas. Urban slum settlements in marginal lands are found mainly around the economic center. The characteristics of slums vary according to their location. The purpose of this research is to identify the distribution and typology of slums in one of the most densely populated districts in Jakarta, namely Pademangan Subdistrict, North Jakarta. Identification of the characteristics of slums is done using satellite images here 2016. The results of data processing and field validation are then analyzed by using map overlay method. The results show that slums are scattered mainly along rivers and railways, which are in state lands. The further away from the rivers and railways, the quality of the settlements is better, settlement facilities and utilities are more complete. This study shows that marginal lands owned by the state are easily utilized and developed as a residential area even with very limited utility."
2017
S67336
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Juwita
"Penelitian ini bertujuan menggambarkan Kualitas Pelayanan Pendidikan Pada SMPN di Wilayah Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Dengan Menggunakan Metode Servqual. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan satu teori utama, yakni teori 5 dimensi kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Parasuraman (1990). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada responden dan wawancara mendalam terhadap informan. Informan yang digunakan adalah wakil kepala sekolah, dan populasi yang digunakan adalah 869 siswa, dengan sampel sebanyak 173 siswa SMPN. Teknik penarikan sampel menggunakan Systematic Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 2 SMPN memiliki kualitas pelayanan pendidikan yang sangat baik, dan 1 SMPN kurang baik.

The purpose of this research is to describe Education Service Quality in Junior High Schools at Pademangan subdistrict, North Jakarta, with using SERVQUAL method. The method of this research is a quantitative approach by using five dimensions of service quality theory proposed by Parasuraman (1990). This research used questionnaires to respondents and depth interviews with informants. The vice principal is a informants, and the population used 869 of students, and used 173 Junior High School's student for sample. This research using Systematic Random Sampling to sampling techniques. Based on the results of this research, 2 schools have a very good of education service quality, and 1 school have a not good of education service quality."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2014
S53746
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Wahidah
"Dalam rangka menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya, diperlukan pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan artinya produk/jasa didesain sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan maka organisasi perlu mengidentifikasi kebutuhan pelanggannya, dengan demikian dapat meningkatkan mutu pelayanan. Ini merupakan tanda bahwa organisasi telah menerapkan sistem manajemen mutu. Dalam menentukan kebutuhan pelanggan terhadap mutu pelayanan dapat digunakan dimensi mutu berdasarkan teori Parasuraman yaitu responsiveness, reliability, assurance, emphaty, dan tangibles.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan (pasien) terhadap mutu pelayanan unit rawat jalan Puskesmas Kecamatan Pademangan tahun 2008, dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif desain cross sectional dan metode kualitatif dengan wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke rawat jalan Puskesmas Kecamatan Pademangan tahun 2008, dengan sampel sebanyak 100 responden yang diambil secara acak untuk mengisi kuesioner dan 20 informan dari 100 responden untuk diwawancarai secara mendalam mengenai kebutuhannya terhadap mutu pelayanan. Analisa data kuantitatif dengan deskriptif univariat sedangkan kualitatif dengan hasil wawancara yang merupakan data primer dan hasil penelusuran studi literatur yang merupakan data sekunder.
Hasil penelitian didapatkan dari 5 dimensi mutu yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi adalah dimensi reliability dengan nilai rata-rata sebesar 3,925 yang terdiri dari kebutuhan akan petugas kesehatan bersikap ramah saat menerima pasien, memberikan informasi yang jelas kepada pasien, memberikan pelayanan yang tepat, pemeriksaan sesuai dengan yang dikeluhkan pasien. Sedangkan tingkat kepentingan terendah adalah dimensi tangibles dengan nilai rata-rata sebesar 3,39 yang terdiri dari kecukupan tempat duduk di ruang tunggu, kebersihan di ruang tunggu, periksa dan toilet, kenyamanan di ruang tunggu dan periksa, ketersediaan AC, TV, kipas angin, tempat parkir, peralatan medis yang layak pakai dan lengkap serta penampilan petugas yang rapi.
Dari hasil penelitian ini menyarankan agar Puskesmas Kecamatan Pademangan memenuhi kebutuhan pasiennya dengan memperbaiki sistem di loket agar tidak terjadi antrian panjang, menerapkan 3S (senyum, sapa, dan salam) dalam melayani pasien, dan public relation dengan memberikan dan menjelaskan informasi yang dibutuhkan pasien, serta pemeliharaan peralatan medis dan fasilitas yang tersedia."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Sari Tri Utamy Pamungkas
"Skripsi ini membahas tentang Pengembangan Sistem Informasi Penyakit Diare di Puskesmas Kecamatan Koja. Penelitian ini menunjukkan angka kesakitan diare di wilayah Kecamatan Koja masih tinggi. Upaya untuk mereduksinya memerlukan pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang tepat waktu dan akurat.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan sistem dan merancang sistem berdasarkan data laporan kasus diare dan penanganan penderita diare. Selain itu, rancangan sistem ini menghasilkan sistem basis data penyakit diare dan informasi berupa laporan bulanan kasus diare dan informasi pasien diare.
This thesis discusses the developing of Diarrhea Diseases Information Systems in Koja District Primary Health Care. This Research shows incidences of diarrhea in the sub district of Koja is still high. The efforts reducing it need decisions making which is based on exact and accurate information.
This Research uses approaching system method and designs a system based on diarrhea cases report and diarrhea patients? handling. Beside those, the system planning results diarrhea data based system and information as monthly diarrhea cases report and diarrhea patients? information.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Prihatini
"Diabetes melitus merupakan faktor risiko independen aktivasi infeksi TB laten. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik perilaku berobat pasien DM dengan kemungkinan terjadinya tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner, pemeriksaan sputum dan rontgen. Didapatkan 104 (35,7%) pasien dengan TB dari 291 pasien DM. Waktu yang dibutuhkan pasien untuk mencari pengobatan ketika sakit, cara pasien mengatasi gejala, transportasi untuk menjangkau fasilitas layanan kesehatan, punya asuransi atau jaminan kesehatan dan memiliki tabungan kesehatan keluarga berhubungan dengan kejadian TB (p<0,05).

Diabetes mellitus is an independent risk factor of activation of latent TB infection. The purpose of this research is to know relation between characteristics of treatment behavior of DM patient with prevalence of TB.The design of this research is cross-sectional study. Data is collected by questionnaire, sputum test and radiology test.104 (35.7%) from 291 patients with DM are diagnosed as TB.Time needed by patients to seek for treatment,how people take care of their symptoms, how patients go to primary health center, are they having an insurance or government assurance and having family savings for health is related with prevalence of TB (p<0,05)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>