Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 117397 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Facal, Gabriel
"On pencak silat, the traditional martial arts from Banten Province, Indonesia"
Jakara: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016
796.81 FAC k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Andi Kosala
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1983
S2138
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eddie M. Nalapraya
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 2009
796.8 EDD b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Febriola
"Masyarakat urban dalam melakukan segala aktivitasnya tanpa sadar dipengaruhi oleh adanya berbagai konstruksi sosial yang dibentuk untuk menggambarkan kehidupan mereka yang “ideal”. Akibatnya, pikiran mereka selalu bercabang, khawatir dan cemas apabila mereka tidak dapat memenuhi kehidupan dengan standar “ideal” yang telah dikonstruksikan tersebut. Menjadi anggota Muay Thai kemudian merupakan salah satu cara untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka akan kehidupan yang “ideal” tersebut sebab motivasi awal mereka mengikuti kegiatan adalah untuk mendapatkan bentuk tubuh yang indah, ingin mengikuti tren, ingin terlihat keren, atau pun ingin menunjukan nilai prestise (gengsi) dari mengikuti kegiatan ini. Muay Thai sendiri sebagai seni bela diri merupakan kegiatan yang kental dipengaruhi oleh nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Buddhisme. Mindfulness (berpikir dengan sadar secara penuh) merupakan sebuah wacana yang berakar dari ajaran Buddhisme yang kemudian ditanamkan kepada para anggota Muay Thai tersebut. Dengan menjadi anggota Muay Thai, mereka dilatih untuk menjalankan segala aktivitas dengan pikiran yang penuh kesadaran, tidak melayang ke masa lalu maupun masa depan, melupakan segala hal yang memberikan distraksi atau gangguan dalam pikiran mereka. Masyarakat yang menjadi anggota Muay Thai pun kemudian mendapatkan efek ketenangan setelah dapat menerapkan kemampuan mindfulness dalam kehidupannya sehari-hari dan tidak lagi merasakan tekanan akibat berbagai konstruksi sosial mengenai kehidupan “ideal”. Hal ini menyebabkan Muay Thai dapat dikatakan sebagai kegiatan yang dapat memberikan efek healing bagi para pelakunya, terlepas dari apa pun kepercayaan yang diyakininya. Untuk mendapatkan dan mendalami informasi, dalam penelitian ini saya menggunakan teknik observasi partisipatori dan wawancara mendalam untuk mendapatkan data. Saya kemudian ikut bergabung menjadi anggota Muay Thai dalam waktu enam bulan untuk keperluan data tersebut.

People in urban society such as Jakarta are affected by social constructions toward which the image of their "ideal life” is directed. As a result, they tend to be consumed with the thinking of the past or the future, worrieness and feeling of anxiety, when they could not meet that standard of “ideal life”. Joining the martial art Muay Thai becomes then a way of fulfilling their needs to meet that "ideal life”, since their initial motivation of joining this activity is for getting a beautiful body shape, for following the trend, for being able to look cool, or for showing-off the prestige of this activity. However, Muay Thai itself as martial arts is strongly influenced by the values and teachings of Buddhism. Mindfulness is a discourse that is rooted in the teachings of the Buddhism which are then implanted to the members of the Muay Thai. By becoming a member of Muay Thai, they are trained to perform all activities with mindfulness, not to drift into the past or the future, and to forget everything that might cause a distraction in their minds. Those who become Muay Thai members, contrary to their init"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Runny Rudiyanti
"Dalam kebudayaan Cina, bidang seni umumnya dipengaruhi atau mengandung konsep-konsep filsafat tertentu. Taiji Quan (太极拳) merupakan suatu bentuk seni bela diri (Martial Arts) yang didasarkan pada beberapa konsep filsafat seperti Yin (阴) dan Yang (阳), Qi (气), dan Taoisme. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan keterkaitan unsur-unsur filsafat Yin dan Yang, Qi, dan Taoisme dengan Taiji Quan dan menjelaskan unsur mana yang lebih mewakili karakter utama Taiji Quan. Pembahasan dilakukan dengan menelusuri asal mula lahirnya Taiji Quan dan menganalisis keterkaitan antara nilai-nilai utama Yin dan Yang, Qi, dan Taoisme dengan karakter dasar Taiji Quan. Berdasarkan analisis atas data-data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa pengaruh nilai-nilai yang terkandung dalam konsep Yin dan Yang sangat dominan. Hal itu tercermin dari target akhir praktik Taiji Quan yaitu dengan tercapainya keharmonisan dalam diri yang bersangkutan maupun antara yang bersangkutan dengan alam.

In Chinese culture, the aspect of art is generally influenced or consists of certain philosophical concepts. Taiji Quan (太极拳) is one of the forms of Martial Arts which is based on several philosophical concepts such as Yin (阴) and Yang (阳), Qi (气), and Taoism. The purpose of this article writing is to elaborate the correlation of three philosophical concepts; Yin and Yang, Qi, and Taoism with Taiji Quan and describe which one of them has more dominance. The discussion will be done by going through the birth origin of Taiji Quan and analyzing the mutuality between the main values of Yin and Yang, Qi, Taoism, and the basic characteristics of Taiji Quan. Based on the analysis of the collected datas, it can be concluded that the influence of values consisting in Yin and Yang is very dominant. This is reflected by the final target of Taiji Quan practice which is to reach self harmony with connection or in between connection with the nature.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Aldila Fadila
"Seni bela diri merupakan salah satu ciri khas dari negara Cina. Seni bela diri di Cina memiliki ragam yang sangat bervariasi. Di dalam film Cina Ip Man diungkapkan salah satu seni bela diri Cina bernama Wing Chun. Film Cina Ip Man diadaptasi dari kisah nyata kehidupan seorang master Wing Chun bernama Ip Man.
Wing Chun dalam film Cina Ip Man merupakan salah satu unsur yang paling penting selain tokoh Ip Man-nya sendiri. Metode pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan metode simak. Adapun teknik yang digunakan ialah teknik catat. Dalam analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarkan objek sebagaimana adanya.
Pembahasan dalam penulisan karya ilmiah ini mencakup perkembangan seni bela diri Cina Wing Chun setelah beredarnya film Ip Man. Film Ip Man mengalami kesuksesan yang sangat hebat. Hal ini telah membawa Wing Chun kepada puncak kepopulerannya, sehingga banyak sekolah Wing Chun yang telah di buka di Cina dan menarik banyak masyarakat untuk mempelajari seni bela diri ini. Dengan demikian, film Cina Ip Man, selain mengangkat nama Ip Man, juga telah membantu melestarikan budaya seni bela diri Cina.

Martial arts is one of the characteristic of China. Martial arts in China has a varies range. In the Chinese movie Ip Man, expressed one of Chinese martial arts called Wing Chun. Chinese movie Ip Man is adapted from the true story of the life of Wing Chun master named Ip Man.
Wing Chun in Chinese movie Ip Man is one of the most important elements besides the character Ip Man itself. Methods of data collection in this study is using reviewing records and observation methods. In the analysis of the data using descriptive method that describes the object as it is.
One of the discussions in this scientific papers include the development of Chinese martial arts Wing Chun after the release of the movie Ip Man. The Ip Man movie was a success. This has brought Wing Chun to the peak of its popularity. Since then, so many Wing Chun schools have opened in China and This movie also attracts many people to learn Wing Chun. Besides increasing the popularity of Ip Man, Ip Man movie has also helped to preserve the culture of Chinese martial arts.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Liastuti U.
"Sejak awal terbentuknya Jieitai, (Pasukan Bela Diri Jepang), di dalam diri bangsa Jepang sendiri telah timbul pertentangan. Masyarakat Jepang menolak kehadiran Jieitai, sedangkan di pihak pemerintah memberi dukungan yang positif. Hal ini semakin menarik karena berhubungan dengan UUD Jepang 1947 khususnya pasal 9, yang menyatakan bahwa bangsa Jepang sesungguhnya adalah negara yang cinta perdamaian. Karena adanya pertentangan itulah maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui lebih jelas bagaimana sebenarnya pandangan dan pendapat masyarakat Jepang tentang Jieitai, dan apakah Jieitai itu diperlukan atau tidak oleh bangsa Jepang. Akhir dari penelitian yang penulis lakukan dari bulan Mei 1992 sampai Desember 1992, ternyata menyimpul_kan bahwa masyarakat Jepang ternyata masih memerlukan Jieitai untuk melindungi kedaulatan Jepang dari segala macam ancaman yang ada. Selain itu masyarakat Jepang pun mengakui keberadaan Jieitai sebagai badan pertahanan nasional negara, dan mereka ikut aktif membantu segala kegiatan yang dilakukan oleh Jieitai."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S13570
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Djumadi
"Kenangan suatu bangsa yang mengandalkan kekuatan rakyat dan wilayahnya dalam menghadapi lawan yang unggul persenjataan teknologinya membuka tabir pemikiran bahwa segenap aspek kekuatan dapat dibina untuk membentuk keuletan dan ketangguhan, yang pada gilirannya merupakan kekuatan yang efektif guna mengatasi atau mementahkan efektivitas kekuatan lawan. Di sini juga dapat ditekankan, bahwa bukan kekuatan yang berlebiban yang mampu membawa kemenangan, namun bagaimana strategi menggunakan kekuatan secara tepat yang tepat yang menjadi problem pemecahannya.
Demikianlah, pengerahan kekuatan rakyat dalam upaya bela negara, sebagai wujud tekad, sikap dan tindakan warganegara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta keyakinan akan ideologi negara dan kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman, yang implementasinya berupa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleb setiap warga negara sebagai penunaian hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara, keberhasilannya sangat ditentukan pertama, oleh kemampuan membangun keuletan dan ketangguhan, sehingga pada akhirnya memperoleh kemampuan dan peluang untuk mengatasi segenap hakikat ancaman, serta kedua, oleh kearifan pemilihan strategi yang tepat, yang memberi peluang memetik kemenangan.
Tesis ini merupakan usaha menerapkan konsepsi Ketahanan Nasional untuk membangun wawasan, pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dalam penataan pemecahan problema di bidang pertahanan keamanan negara, dan yang menjurus ke hipotesis bahwa : ?ketangguhan dan keuletan ditentukan oleh pemilihan strategi yang tepat, didukung oleh kemampuan dan kemauan yang kuat, dan kemampuan suasi yang tinggi terhadap lingkungan, masing-masing pada aspek massa kritik demografi, geografi, ekanosi, dan militer?.
Ketangguhan yang mengandalkan kekuatan mesin perang, telah ditandingi oleh keuletan yang mengandalkan kekuatan rakyat [aspek demografi] dan wilayahnya [aspek geografi], yang mereka bina sehingga tidak mudah untuk ditaklukkan; dan mengandalkan kekuatan ekonomi [aspek ekonomi] untuk menaklukkan kekuatan lawan. Maka di samping pertahanan militer, berkembanglah bentuk-bentuk pertahanan teritorial, pertahanan sipil, pertahanan sosial, pertahanan ekonomi, pertahanan psikologi, dan lain-lain yang bercirikan upaya untuk menandingi dan mementahkan pertahanan militer dan pertahanan lain yang dikembangkan lawan.
Problema di bidang pertahanan keamanan negara pada dasarnya berkisar pada antar hubungan dua dasar rangkaian kesatoan sosial : makroskopis-mikroskopis dan subyektif-obyektif. Di tingkatan makro nampak bahwa upaya bela negara senantiasa dalam proses perubahan, yang dimotori dan didorong oleh pertentangan kepentingan. Kondisi ini, di samping mendorong upaya untuk meredakan dan mengakomodasi kepentingan, juga mendorong pembangunan kemampuan dan memperluas pertentangan. Di tingkatan mikro nampak bahwa tindakan manusia dalam upaya bela negara ini merupakan tindakan yang penuh arti, yaitu dari situasi internal yang memunculkan kesadaran diri sebagai subyek dan dari situasi eksternal dalam posisi sebagai obyek. Tindakan manusia dalam bela negara selama dikaitkan dengan tujuannya, tidak dilakukan secara langsung, tetapi didasarkan oleh makna hakikinya. "
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chitra Mukti
"Jurnal ini membahas salah satu seni bela diri yang berasal dari Cina yaitu seni bela diri Bagua Zhang. Seni bela diri Bagua Zhang diprakarsai oleh Dong Haichuan muncul pada zaman dinasti Qing 1644-1911 . Walaupun Bagua Zhang termasuk seni bela diri yang baru berkembang tetapi seni bela diri ini dianggap ideal untuk memelihara kesehatan serta melindungi diri. Fokus penelitian jurnal ini terletak pada penamaan seni bela diri Bagua Zhang karena seni bela diri ini memiliki penamaan yang sama dengan salah satu konsep filsafat Cina yaitu Bagua. Melalui studi pustaka, jurnal ini akan menjabarkan keterkaitan antara filsafat Bagua dengan seni bela diri Bagua Zhang serta memaparkan bagaimana filsafat Bagua mempengaruhi setiap gerakan Bagua Zhang.

This journal discusses one of the martial arts originating from China which is called Bagua Zhang. Bagua Zhang, which was initiated by Dong Haichuan, emerged during Qing Dynasty 1644-1911 . Although Bagua Zhang was a newly developed martial arts, it was considered ideal for maintaining health and protecting oneself. The focus of this journal is the naming of Bagua Zhang, because this martial arts has the same name as one of Chinese philosophical concept, Bagua. Through literature study, this journal will describe the linkage between Bagua rsquo;s philosophy and the Bagua Zhang, and also describes how Bagua rsquo;s philosophy influences every movement in Bagua Zhang.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Dwima
"Seni bela diri adalah salah satu aset berharga bagi Cina sejak ribuan tahun yang lalu. Seni bela diri Cina secara umum disebut wushu dan salah satu alirannya adalah Xingyi Quan ? ? . Xingyi Quan adalah seni bela diri tradisional Cina yang didasari oleh nilai filosofis konsep Wu Xing ? ?. Konsep Wu Xing yang diusung dalam seni bela diri Xingyi Quan adalah salah satu konsep penting dalam filsafat Cina. Konsep ini menjadi dasar untuk mendeskripsikan berbagai interaksi dan fenomena alam yang terjadi di alam semesta. Selain itu, konsep ini juga menjadi dasar dari eksistensi semua hal yang ada di dunia baik benda maupun ilmu pengetahuan. Jurnal ini akan membahas bagaimana konsep Wu Xing memengaruhi Xingyi Quan.

Martial arts is one of the most valuable assets for China since thousands years ago. Chinese martial arts are generally called wushu and one of its branch is Xingyi Quan. Xingyi Quan is a Chinese traditional martial arts which is based on the philosophical value of Wu Xing concept. Wu Xing 39;s concept in Xingyi Quan is one of the important concepts in Chinese philosophy. This concept is used as a basic concept to describe various interaction and nature phenomenon which is existed in the universe. In addition, this concept also becomes the basic principle of the existence of all things mdash;both objects and science mdash;that exist in the world. This journal will discusses about the influence of Wu Xing concept on Xingyi Quan.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>