Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 115269 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Inasya Nur Qamarani
"ABSTRAK
Stereotipe adalah asumsi palsu yang nyatanya menjadi masalah di dalam masyarakat. Dari banyak jenis stereotipe, artikel ini secara khusus membahas stereotipe etnik, yaitu pada etnik Latin, yang terdapat dalam film The Back-up Plan (2010) dengan menganalisis karakter serta beberapa elemen teknis film tersebut. Meskipun karakteristik dari Zoe dibuat untuk menghilangkan stereotip Latina, pada saat bersamaan, upaya tersebut menciptakan masalah baru yang sama rumitnya dimana ia mencoba untuk mengikuti budaya kaum dominan melalui penampilan dan kehidupan sosialnya.

ABSTRACT
Stereotype is a false assumption that turns out to be a problematic issue in the society. From many types of stereotype, this article specifically discusses ethnic stereotype, Latina, that found in the movie The Back-up Plan (2010) using character analysis and some of the movie s technical elements. Even though the character of Zoe is constructed to disembody the stereotypes of Latina, at the same time such attempt provides another complex problem as she appropriates the dominant culture through her appearance and social life."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Septiana Sari
"Arketipe adalah sebuah cetakan, gambaran, atau model ideal dari suatu fenomena dan karakter, seperti peran-peran yang mudah dikenali di dalam seni pertunjukan yakni ibu tiri yang kejam, pahlawan yang berani, dan lain-lain. Masyarakat percaya bahwa sosok ideal pahlawan mencerminkan sifat-sifat superior dalam perangkat oposisi biner. Penelitian ini membahas tentang bagaimana tokoh Ghost Rider dalam film Ghost Rider (2007) mendekonstruksi arketipe dan ideologi dualisme tersebut dengan menggunakan teori arketipe Jung dan teori strukturalisme Greimas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Ghost Rider mendekonstruksi sekaligus mengadaptasi arketipe pahlawan.Selain itu, dualisme dari kebaikan-kejahatan dan cahaya-kegelapan juga berhasil digulingkan oleh tokoh Ghost Rider tersebut.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi penelitian selanjutnya yang membahas mengenai elemen-elemen narasi.

Archetype is an ideal print, image, or model of phenomena or characters such as easily-recognized characters in an art performance's cruel step-mother, a brave hero, etc. People believe that an ideal hero mirrors superior criterion in binary opositions. This research focuses on how Ghost Rider in a movie titled Ghost Rider (2007) deconstructs the archetypal hero image as well as the dualism by using theory of Jung's archetype and theory of Greimas' structuralism. The result of the research indicates that Ghost Rider deconstructs as well as adapts the image of an archetypal hero. Besides, the dualism of good-evil and light-darkness are also deconstructed by Ghost Rider. This result is expected to be a reference for further researches on narrative elements."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
S499
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Herdita Ayu Lestari
"Stereotip menjadi isu yang akhir-akhir ini kerap diangkat dalam sebuah film. Dalam masyarakat yang semakin multikultural, stereotip seringkali menjadi salah satu penghambat berjalannya sebuah integrasi sosial. Di dalam artikel ini akan dipaparkan mengenai bagaimana berjalannya sebuah proses integrasi yang sempat terhambat oleh karena adanya stereotip antara warga Prancis bagian utara dan bagian selatan. Stereotip dan integrasi sosial akan dipaparkan melalui analisis aspek naratif yang mencakup penokohan, alur, dan latar, serta aspek sinematografis yang mencakup aspek visual dan sonor. Melalui analisis kedua aspek tersebut terlihat bahwa proses integrasi sempat terhambat karena adanya stereotip-stereotip negatif. Namun pada akhirnya proses integrasi dapat berjalan dengan baik karena adanya sikap saling bertoleransi dan kemauan untuk menerima kebudayaan baru dari kedua belah pihak yang saling berintegrasi untuk membongkar stereotip negatif yang selama ini mereka pahami.

Recently, the stereotype issue becomes oftenly raised in a film. In a multicultural society, the issue of stereotype itself is identified as one of the inhibiting factors of a social integration. In this article will be presented on how the integration process that was inhibited by the existence of the stereotype between southern french and northen french people. Stereotype and social integration will be explained through the analysis of narrative aspects, including characterization, plot, and setting, as well as aspects of the cinematographic that includes visual effects and resonant. Through the analysis of these two aspects will be seen that the integration process was hampered because of the negatives stereotypes, but in the end the process of integration can run well because of the mutual tolerance and the willingness to accept the new culture of both parties that integrate with each other to deconstruct the negative stereotypes that have been believed by both sides."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Cornelia Petrabella Raditya
"Film-film Hollywood telah seringkali menggambarkan etnis non-Putih dengan stereotip rasial yang cenderung menyesatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan di balik penggambaran bangsa Yunani dan Persia dalam film aksi Hollywood 300: Rise of an Empire. Walaupun film garapan sutradara Noam Murro ini sukses masuk ke daftar film berpendapatan terbesar sepanjang 2014, belum ada yang mengkaji film tersebut dari sudut pandang Orientalisme pada saat karya tulis ilmiah ini disusun. Penulis menggunakan metode analisis karakter dan semiotik audiovisual pada enam adegan yang menampilkan interaksi antara karakter-karakter Yunani dan Persia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh Persia direpresentasikan dengan karakteristik negatif baik dari segi fisik maupun non-fisik. Semua karakter Persia dalam film ini digambarkan berpenampilan seperti penduduk Timur Tengah, bersifat lemah, bodoh, kejam, dan tamak. Ini sangatlah bertentangan dengan pencitraan bangsa Yunani yang semua ditampilkan berkulit putih, berpostur ideal, bersifat berani, loyal,cerdas dan menjunjung nilai-nilai kebebasan. Konten film 300: Rise of an Empire cenderung melebih-lebihkan dan melencengkan perbedaan antara bangsa Yunani (Barat) dan Persia (Timur). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa film ini mencerminkan paham Orientalisme.

Hollywood movies have often portrayed non-White ethnicities with misleading racial stereotypes.The goal of this study is to find the underlying message behind the portrayal of Greeks and Persians in the Hollywood action movie 300: Rise of an Empire. Directed by a top Hollywood director Noam Murro, the movie has gained huge profit worldwide and been listed as one of the most successful movies throughout 2014. There has been no Orientalist study on this movie yet when this paper was written.This study examines six selected scenes, where interactions between the Greeks and the Persians take place, using character and audiovisual semiotic analyses.
The result shows that the Persians in the movie are represented as weak, backwards, cruel, and greedy Arabs.The White Greeks, on the other side of the spectrum, are attractive, brave, loyal, intelligent and freedom-loving. 300: Rise of an Empire exaggerates and distorts the differences between the Greeks (West) and the Persians (East), placing the two nations at the furthest ends of the opposite spectrum. Therefore, it can be concluded that the movie reflects Orientalist notions.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"Lirik lagu memang tidak banyak dijadikan bahasan untuk dengan kajian linguistik Salah satu aspek yang dapatdibahas adalah stereotip gender Makalah ini membahas mengenai stereotip gender yang ditemukan dalam dualirik lagu berbahasa Belanda bertemakan cinta dilihat dari makna denotatif dan konotatif Lagu pertama adalahlagu dari Gers Pardoel dengan judul Ik neem je mee dan lagu kedua berjudul Mijn vriendin yang dinyanyikanoleh Monique Smit Stereotip gender bahasa laki laki yang lebih tegas dan lugas dan bahasa perempuan yanglebih berbelit belit dan sopan dapat ditemukan di dalam kedua lirik lagu tersebut Hasil penelitian menunjukanbahwa stereotip gender dapat terlihat dalam lirik lagu yang dinyanyikan oleh laki laki dan perempuan adalahbenar
Songs lyrics are rarely discussed for the study of linguistics One of the aspects that can be discussed is thegender stereotypes This paper discusses the gender stereotypes which are found in the two Dutch song lyricswith theme of love as seen from denotative and connotative meanings The first song is a song from GersPardoel titled Ik neem je mee and the second song titled Mijn Vriendin sung by Monique Smit Genderstereotypes that male rsquo s language is more firm and straightforward and as well as women 39 s language is moreconvoluted and polite which can be found in the lyrics of the song The results showed that gender stereotypescan be seen in the lyrics of the song sung by both men and women is true"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Daniel Purwoko Budi Susetyo
"Penelitian ini terutama mempersoalkan tentang relasi antar etnis Cina dan etnis Jawa yang ditandai oleh prasangka, keterbatasan interaksi dan kerusuhan anti Cina Kebanyakan ahli berpendapat, salah satu akar permasalahan utama terletak pada perlakuan diskriminatif dari penguasa terhadap masyarakat etnis Cina Dengan adanya upaya pemerintah di era reformasi untuk menghapus diskriminasi, tentunya akan membawa perubahan bagi relasi yang berlangsung antar kedua etnis tersebut, termasuk di kalangan mahasiswa sebagai generasi muda. Namun perubahan tersebut tengah berlangsung dan belum sepenuhnya dapat dipahami.
Stereotip yang berkembang dalam relasi antaretnis Cina dan Jawa, ditengarai sebagai salah satu landasan penting yang menentukan hubungan antaretnis dan mampu menggambarkan tentang kualitas relasi antaretnis. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengungkapkan pola relasi antar etnis Cina dan etnis Jawa di kalangan mahasiswa berdasarkan bekerjanya stereotip. Teori utama yang digunakan untuk menganalisis adalah teori identitas sosial.
Penelitian ini bersifat eksploratif dan merupakan penelitian awal untuk menegakkan hipotesis bagi pengembangan penelitian selanjutnya. Secara metodologis menekankan sisi kontekstual dari data yang dikumpulkan.
Subyek penelitian sebanyak 300 mahasiswa yang terdiri dari 226 mahasiswa etnis Jawa dan 74 mahasiswa etnis Cina di Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola relasi antar etnis Cina dan etnis Jawa di kalangan mahasiswa dapat terungkap berdasarkan bekerjanya stereotip dengan menggunakan teori identitas sosial sebagai dasar analisis. Hal yang terungkap diantaranya tentang stereotip etnis Cina dan etnis Jawa yang khas, faktor-faktor yang mendasari stereotip dan pola relasi antara kedua etnis yang dipengaruhi oleh kesempatan kontak, persepsi masing-masing etnis terhadap kemampuan etnis lain menjalin relasi sosial yang berkualitas. Penelitian ini juga memberikan gambaran tentang pola relasi antara etnis Cina sebagai minoritas dan etnis Jawa sebagai mayoritas serta bagaimana identitas sosial positif diupayakan oleh masing-masing etnis."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2002
T11486
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cintami Widya Wulansari
"Tesis ini membahas aspek pemasaran dari business plan untuk produksi film "Ennui" yang sedang dilakukan Buttonijo Pictures. Tesis ini dibuat untuk mengetahui bagaimana anaiisis bisnis, perencanaan strategi pemasaran dan program kerja pemasaran film "Ennui". Metode yang digunakan dalam penelitian adalah melode kualitatif. Analisis bisnis terdiri dari analisis Iingkungan eksternal baik secant makro dan industri, analisis SWOT, analisis strategi bisnis, serta analisis pelanggan dan produk. Perencanaan strategi pemasaran dan program kerja dilakukan dengan menggunakan marketing mix. Hasil penelitian adalah menyarankan Buttonijo Pictures untuk mcnyelesaikan produksi film "Ennui".

This thesis discusses the movie marketing aspect of Buttonijo Pictures?business plan for a movie production "Ennui". The main purpose is to study the: business analysis marketing strategy plan and marketing action plan for movie production "'Ennui". This thesis used quantitative method. The business analysis is consists of external environmental analysis both macro and industry environent, SWOT analysis, business strategy analysis, customer and product analysis. Marketing Mix is used to determine the marketing strategy and action plan. The study result suggesting Buttonijo Pictures to realize movie project "Ennui" schedule."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T31648
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Yulia
"Tesis ini membahas pemaknaan khalayak perempuan terhadap film Ketika Tidak Bicara Cinta. Film Ketika Tidak Bicara Cinta merupakan film yang mengangkat tema mengenai percintaan penyandang disabilitas yang dibumbui oleh beberapa adegan seksual. Penelitian ini melihat bagaimana khalayak memaknai kisah cinta dan adegan seksual para penyandang disabilitas dalam film Ketika Tidak Bicara Cinta. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivis dengan memakai teori resepsi encoding-decoding Stuart Hall untuk melihat pemaknaan dari khalayak aktif. Penelitian ini bersifat deskriptif, hal ini dikarenakan data yang dikumpulkan oleh peneliti berupa hasil wawancara dengan para informan. Teknik pengumpulan menggunakan wawancara mendalam dengan informan.
Hasil penelitian ini terlebih dahulu melihat pemaknaan cinta, adegan seksual, dan disabilitas yang telah terkonstruksi pada khalayak perempuan "normal". Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaknaan terhadap cinta dan adegan seksual para penyandang disabilitas dalam film Ketika Tidak Bicara Cinta. Konsep encodingdecoding film tersebut menghasilkan bahwa posisi ketiga informan dalam memaknai film Ketika Tidak Bicara Cinta cenderung dipengaruh oleh budaya yang dianut, latar belakang keluarga dan pendidikan, serta pola pergaulan

This thesis discusses about women audiences reception toward What They Don’t Talk about When Talk about Love Movie. The story of this film is about disabilities love and sexual stories. This thesis sees how the audience's reception about disabilities love and sex stories in the film. This research uses constructivist approach along with the encoding-decoding reception theory by Stuart Hall. This research is descriptive because the data that has been gathered is the description from all informants. The data gathered technique is through in-depth interview.
The result of this research is to see audience reception for love, sexual film scene, and disability that has been construct in a "normal" society especially women. Then, it will proceed with women audience reception toward disabilities love and sexual scene from What They Don't Talk about When They Talk about Love film. Encoding-Decoding concept brings a result that the audience receptions depend on their culture, family and education background, also their peer group.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
T36111
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anastasia Woro Ayu Pangastuti
"RINGKASAN EKSEKUTIF
Bagian 1 Analisis Situasi
Kegiatan menunggu menjadi sebuah rutinitas yang sering dilakukan oleh para mahasiswa, termasuk para mahasiswa yang menuntut ilmu di Universitas Indonesia. Tak jarang saat para mahasiswa menunggu, mereka memiliki beragam pengalaman. Di samping itu, perkembangan film dokumenter saat ini sedang pesat dan sudah diminati oleh kalangan muda, dengan mendatangi festival film atau menonton video melalui gadget mereka. Maka dari itu, penulis terdorong untuk membuat film dokumenter dengan tema rutinitas mahasiswa yang selama ini tidak dianggap penting, yaitu menunggu.
Bagian 2 Manfaat dan Tujuan Pengembangan Prototipe
Manfaat utama pengembangan prototipe ini adalah memberikan wawasan pengetahuan serta himbauan mengenai kegiatan menunggu. Sedangkan tujuan utama pengembangan prototipe ini adalah sebagai bentuk teguran dan kritikan kepada beberapa pihak pengelola jasa fasilitas umum seperti perusahaan transportasi, pemerintah, dan kepolisian, agar dapat meningkatkan kualitas dan keamanan kepada fasilitas-fasilitas umum yang biasa digunakan masyarakat untuk menunggu.
Bagian 3 Prototipe yang Dikembangkan
Prototipe ini berbentuk film dan bergenre dokumenter, dengan judul "Waiting or Wasting Story", yang menceritakan tentang kisah unek-unek empat orang mahasiswa dari beragam fakultas, jurusan, dan angkatan di Universitas Indonesia, mengenai pengalaman dan tanggapannya seputar menunggu, dengan diimbangi oleh tanggapan dari narasumber ahli.
Bagian 4 Evaluasi
Evaluasi Film Dokumenter "Waiting or Wasting Story" akan dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu menggunakan fitur dalam YouTube bernama YouTube Analytics serta mengadakan screening.
Bagian 5 Anggaran
Anggaran yang digunakan dalam pembuatan prototipe ini adalah sebesar Rp. 3.977.000,00. Untuk rencana anggaran penerbitan media perlu dikeluarkan biaya sebesar Rp. 16.720.000,00. Sedangkan untuk evaluasi film dokumenter ini perlu dikeluarkan biaya sebesar Rp. 10.857.000,00.

EXECUTIVE SUMMARY
Chapter 1 Situation Analysis
Waiting becomes a routine activity that is often performed by students, especially for students in University of Indonesia. Quite often when students wait, they have a variety of experience. In addition, the development of documentary movie currently is being rapidly and already interested by young people, to go to film festivals or watch videos through their gadgets. Therefore, authors are encouraged to make a documentary movie with the theme of the routine for students who are not considered to be important, namely "waiting".
Chapter 2 The Benefit and Goal for Movie
The main benefit of this prototype development is to provide knowledge and appeal about waiting. While the main goal of this prototype is as a form of rebuke and criticism to some of the managers of public facilities services such as transportation companies, government, and the police, in order to improve the quality and safety of the public facilities which are used by people to wait.
Chapter 3 Developed Prototype
This prototype is documentary movie, with the title "Waiting or Wasting Story", which tells the story of four students from various faculties, departments, and classes in University of Indonesia, about the experience and response about waiting, with balanced by feedback from expert sources.
Chapter 4 Evaluation
The evaluation of Documentary Movie "Waiting or Wasting Story" will be performed using two methods, which using YouTube Analytics and make the screening.
Chapter 5 Budget
The budget is used in the manufacture of this prototype is Rp. 3.977.000,00. For media publishing budget plans need to be issued a fee of Rp. 16.720.000,00. As for the evaluation of this documentary needs to issue a fee of Rp. 10.857.000,00.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Berbagai majalah perempuan seringkali menyuguhkan konstruksi tradisional gambaran perempuan melalui sampul depan dari majalah. Memiliki karakter yang feminin, selalu diasosiasikan dengan pekerjaan domestik, dan menjadi objek adalah stereotipe perepmpuan yang seringkali digambarkan pada sampul majalah. Jessica Young (2011), yang melakukan penelitian mengenai representasi gender pada sampul majalah, menegaskan bahwa gambaran perempuan dan laki-laki masih terkonstruksi secara tradisional. Akan tetapi, pada Women's Adventure, stereotipe feminin pada perempuan telah terdekonstruksi. Penemuan-penemuan menunjukkan bahwa para perempuan pada sampul depan majalah tersebut diberikan sisi karakter maskulin serta tidak dijadikan sebagai objek semata. Penampilan fisik, kekuatan fisik, kegiatan di tempat terbuka, olahraga, dan alam adalah komponen-komponen pada berbagai sampul majalah yang digunakan untuk menunjukkan sisi maskulin para perempuan. Akan tetapi, majalah tersebut seringkali menggunakan warna-warna yang termasuk dalam warna-warna yang melambangkan sifat feminin. Dengan menggunakan semiotik analisis untuk mengidentifikasi elemen-elemen pada sampul majalah, penelitian ini meyakini bahwa Women's Adventure mencoba untuk menentang sekaligus menguatkan kembali konstruksi tradisional perempuan. Dalam kata lain, majalah tersebut mengkomunikasikan maskulinitas perempuan dengan memanfaatkan elemen-elemen pada sampul majalah. Penelitian ini berkontribusi dalam penelitian lebih lanjut mengenai ideologi gender yang ditampilkan pada sampul-sampul pada majalah.
Many women’s magazines represent traditional construction of women image through the front covers of the magazines. Women in the covers are being stereotyped as having feminine characteristics, being associated with domestic works, and being objectified. Conducting research about gender representation in magazine covers, Jessica Young (2011) argues that women and men are still traditionally constructed. However, in Women’s Adventure, the feminine stereotypes of women are being deconstructed. The findings show that the women in the front covers are attributed with masculine characteristics and not being objectified. Physical appearance, physical strength, outdoor activities, sports, and nature are components in the covers used to display the masculine side of women. However, the magazine often uses colors which are considered as feminine colors. By using semiotic analysis to examine the elements of the magazine covers, this research argues that Women’s Adventure both challenges and reaffirms the traditional construction of women. In other words, the magazine communicates female masculinity by utilizing the elements of the covers. This research will contribute in further study regarding gender ideology presented in magazine covers."
[Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia], 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>