Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 190180 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sandra Dewi
"Lingkungan stratejik perusahaan di era disruptive ini, menunjukkan ketidak pastian. Organisasi dituntut untuk metransformasi aktivitasnya bila ingin tetap bertahan pada peta persaingan. Dengan menggunakan perspektif kewirausahaan stratejik, dan metodologi mixed method, penelitian ini mengkaji peran orientasi kewirausahaan dalam mencapai kinerja terbaik perusahaan melalui mediasi inovasi model bisnis dan aset relasional stratejik sebagai intangible asset yang inimitable. Penelitian ini dilakukan pada 105 rumah sakit swasta di Indonesia pada konteks masa transisi reformasi kebijakan, yang mencetuskan disruptive innovation, serta efek digital disruption. .
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa orientasi kewirausahaan pada organisasi rumah sakit berpengaruh signifikan positif terhadap pencapaian kinerja organisasi, baik secara langsung maupun mediasi inovasi model bisnis. Kekuatan kolaborasi manajemen rumah sakit dengan profesi dokter terbukti merupakan aset relasional yang bersifat kritis bagi tercapainya kinerja terbaik rumah sakit, yang sangat mempengaruhi inovasi model bisnis rumah sakit. Hasil penelitian ini memperkuat bukti penerimaan konsep kewirausahaan dalam industri perumah sakitan, karena sering dianggap bertentangan dengan sifat produk jasa kesehatan sebagai public service.

The strategic environment of the firms in this disruptive era indicate the uncertainty, so that all firms are required to make a transformation of the business in order to maintain its position on the competition map. By using a strategic entrepreneurship perspective and mixed method, this study examines the role of entrepreneurial orientation in achieving the best performance of the firm through the mediation of business model innovation and strategic relational assets as intangible assets that are inimitable. This study was conducted at 105 private hospitals in Indonesia, in the context of the transition period of policy reform, which sparked disruptive innovation, as well as digital disruption effects.
The results of this study concluded that entrepreneurial orientation in hospital organizations has a significant positive effect on the achievement of organizational performance, both directly and through the mediation of the business model innovations. The strength of the collaboration of hospital - physician relation is proven to be a critical relational asset for achieving the best performance of hospitals, which greatly influences the innovation of hospital business models. This study reinforce the evidence of acceptance of the concept of entrepreneurship in the hospital industry, which is considered contrary to the nature of health care service as a public service.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
D2565
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Joni Phangestu
"Strategic Entrepreneurship adalah kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan keunggulan kompetitif saat ini dan mengeksplorasi peluang baru untuk keunggulan kompetitif di masa depan secara simultan. Riset ini meneliti pengaruh perilaku dan kognitif entreprenuerial para manajer pengembang real estat dalam mengelola sumber daya strategisnya dan memanfaatkannya melalui inovasi eksplorasi dan eksploitatif untuk menciptakan kinerja perusahaan yang superior. Penelitian ini menggunakan metode regresi ganda dengan sampel penelitian adalah perusahaan real estat di kota-kota besar di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku dan kognitif entreprenuerial mempengaruhi pengelolaan sumber daya, serta interaksi inovasi eksplorasi dan eksploitatif menghasilkan nilai bagi pelanggan, pemilik dan menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.

Strategic Entrepreneurship is firm rsquo s capability to exploit current competitive advantage and explore new opportunity for future competitive advantage simultaneously. This study examines the effects of entreprenuerial cognitive and behavior of the managers of real estate developer in managing its strategic resources and leverage it through the exploratory and exploitative innovation to create a superior firm rsquo s performance. These study use multiple regression method with sample study are real estate firms in major cities in Indonesia. The results show that entrepreneurial cognitive and behavior affect resource management, and interaction of exploratory and exploitative innovation generate value to customers, owners and create competitive advantage to the firm."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
D2421
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riyan Fajri
"Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki potensi yang besar untuk perekonomian Indonesia. Bank Indonesia menyatakan bahwa pada tahun 2019, jumlah dana remitansi yang masuk dari PMI sekitar US$11,345 miliar. Selain itu, Pekerja Migran Indonesia juga memiliki peran dinamis dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk menganalisis lebih dalam terkait dengan penggunaan dana remitansi yang dihasilkan oleh Purna PMI. Peneliti juga melakukan eksplorasi terkait dengan faktor-faktor pembentuk intensi kewirausahaan dari Purna PMI ketika mereka melakukan usaha. Lebih lanjut, penelitian ini juga mencoba untuk menggali bagaimana intensi kewirausahaan dan penggunaan dana remitansi dapat mendorong tumbuhnya perilaku wirausaha Purna PMI. Setelah melakukan wawancara dan FGD kepada Purna PMI, ada beberapa faktor pembentuk intensi kewirausahaan yang ditemukan pada Purna PMI seperti Attitudes, Subjective Norms, Perceived Behavioral Control dan faktor Pendidikan. Selain itu, dana remitansi yang dihasilkan oleh pekerja migran Indonesia cenderung digunakan untuk membeli aset, tabungan, membantu keluarga, biaya pendidikan dan wirausaha. Temuan lebih lanjut disimpulkan bahwa intensi kewirausahaan dan pemanfaatan dana remitansi berkontribusi dalam mendukung kegiatan wirausaha Purna PMI. Dalam merumuskan temuan-temuan ini, sebuah studi kasus dilakukan pada 44 Purna PMI di 3 provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Indonesian Return Migrant has significant economic potential for the country. Bank Indonesia said in 2019, the amount of remittance from the Indonesian Return Migrant reach around US$11,345 billion. Besides, the Indonesian Return Migrant has a dynamic role in supporting a new entrepreneur. In this study, the researchers try to have an in-depth analysis of remittance benefits from the Indonesian Return Migrant. The researchers do exploration about how the entrepreneurial intention of the Indonesian Return Migrant formed when they build a business. Next, this study wants to find how the entrepreneurial intention and the remittance beneficial can support the entrepreneurship behavior of Indonesian Return Migrants. After having an interview and focus group discussion (FGD) to the Indonesian Return Migrant, there are some entrepreneurial intention factors found. They are Attitudes, Subjective Norms, Perceived Behavioral Control, and Educational factors. Then, remittance beneficial earned by the Indonesian Return Migrant used for asset, saving, helping families, education expense and making business. Another finding shows that entrepreneurship intention and remittance beneficial have a contribution in supporting entrepreneurship behavior of the Indonesian Return Migrant. In conducting the results, a case study was held to 44 Indonesian Return Migrants from 3 provinces in Java; East Java, Central Java, and West Java."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Handayani
"Penerapan aliansi strategis telah meningkat tajam dalam dekade terakhir karena dianggap sangat efektif dalam membantu perusahaan mempertahankan keunggulan kompetitifnya di lingkungan yang dinamis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada kompetensi inti, yang menghasilkan keuntungan besar bagi mereka serta menyerahkan melakukan tugas lainnya pada mitra aliansi mereka. Aliansi juga dapat meningkatkan fleksibilitas stratejik perusahaan, karena perusahaan hanya perlu mengalokasikan lebih sedikit resources untuk sebuah proyek sehingga dapat mengalokasikan lebih banyak resources ke berbagai kegiatan aliansi lainnya. Selain itu, aliansi stratejik juga dapat memberikan sumber keunggulan kompetitif bagi perusahaan, seperti akses terhadap teknologi komplementer baru, akses ke pasar yang baru dan pengurangan risiko.Sektor konstruksi merupakan bisnis dengan risiko tinggi karena terkait dengan investasi besar dan standar keselamatan yang tinggi.
Daya saing membuat perusahaan konstruksi berusaha memenangkan persaingan dengan mendistribusikan risiko. Kami berpendapat bahwa Alliance Learning Process dan Entrepreneurial Orientation dapat meningkatkan kinerja aliansi pada perusahaan konstruksi di Jakarta.Analisis unit penelitian ini adalah aliansi yang pernah dibentuk oleh perusahaan konstruksi di Jakarta selama 5 tahun terakhir. Semua data akan dianalisis melalui pengukuran kuantitatif dengan menggunakan Structural Equation Model SEM . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alliance learning process dan entrepreneurial orientation memiliki pengaruh positif untuk meningkatkan kinerja aliansi perusahaan konstruksi di Jakakrta. Namun efek moderasi dari cooperation dan conflict tidak cukup kuat meningkatkan pengaruh entrepreneurial orientation terhadap alliance performance.

Application of strategic alliances has increased sharply over the last decade because they are very effective in helping company to maintain its competitive advantage in dynamic environment. It allows companies to focus on core competencies, which result in major advantages and rely on alliance partners to do the other tasks. Alliances can also increase company 39 s strategic flexibility, because company only needs to allocate fewer resources to a project and allocating more resources to the different activities. In addition, strategic alliances can provide sources of competitive advantage for the company, such as access to new complementary technologies, access to new markets and risk reduction.Construction sector is a high risk business because it is associated with big investment and high standards of safety.
The competitiveness makes construction company seeks to win the competition by distributing risk. We argue that alliance learning process and entrepreneurial orientation can improve alliances performance in Construction Company in Jakarta.Unit analysis of this study is the alliance that ever formed by construction companies in Jakarta during the last 5 years. All the data will be analyzed through quantitative measure using Structural Equation Model SEM. The result of this study indicates that alliance learning process and entrepreneurship orientation have a positive influence to improve alliance performance of construction companies in Jakarta. But the moderation effect of cooperation and conflict are not strong enough to increase the effect of entrepreneurial orientation on alliance performance.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T49540
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daniella Tasya Effendy
"Pandemi COVID-19 telah banyak mempengaruhi aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek ekonomi. Negara Indonesia, mengalami banyak penurunan ekonomi dan berakibat pada penurunan ekonomi rumah tangga khususnya bagi mahasiswa. Dalam hal tersebut, seorang wirausahawan memiliki peran yang besar dalam pembangunan ekonomi melalui penciptaan inovasi, lapangan kerja, dan kesejahteraan. Untuk menciptakan wirausahawan, perlu adanya minat berwirausaha yang tumbuh sejak dini. Salah satunya adalah mahasiswa. Mahasiswa dianggap sudah memasuki tahap awal dewasa, yang artinya masa tersebut adalah masa peralihan dari remaja ke dewasa dalam pemilihan karier. Pada masa tersebut, muncul banyak minat pada diri mahasiswa, salah satunya adalah minat berwirausaha. Minat berwirausaha dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Faktor yang diduga menjelaskan minat berwirausaha mahasiswa adalah jenis kelamin, lingkungan keluarga, keluarga wirausahawan, sikap mental berwirausaha, keinginan memperoleh pendapatan, pendidikan kewirausahaan, dan penggunaan media sosial. Metode yang digunakan adalah mann-whitney dan analisis regresi linier berganda, untuk melihat variabel-variabel yang menjelaskan minat berwirausaha mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data primer sebanyak 620 mahasiswa FMIPA Universitas Indonesia dengan 240 mahasiswa laki-laki dan 380 mahasiswa perempuan dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin mempengaruhi minat berwirausaha mahasiswa, kemudian mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan FMIPA Universitas Indonesia memiliki faktor signifikan yang sama yaitu sikap mental berwirausaha, persepsi berwirausaha, keinginan memperoleh pendapatan, pendidikan kewirausahaan, dan penggunaan media sosial. Perbedaan antara minat berwirausaha pada mahasiswa laki-laki akan cenderung memiliki persepsi berwirausaha lebih tinggi dibandingkan mahasiswa perempuan

The COVID-19 pandemic has affected many aspects of life, one of which is economic. Indonesia experienced many economic downturns and resulted in a decline in the household economy especially for college students. In this regard, an entrepreneur has a large role in economic development through the creation of innovation, employment, and welfare. In order to create entrepreneurs, early entrepreneurial interest is needed. One of them is a student. Students are considered to have entered the early stages of adulthood, which means that the period is the transition from adolescence to adulthood in career choice. During this time, there was a great deal of interest in students, one of which was entrepreneurial interest. Entrepreneurial interest is influenced by many factors. The study aims to look at factors that significantly affect entrepreneurial interest in male and female students. Factors that allegedly explain students' entrepreneurial interests include gender, family environment, entrepreneurial family, entrepreneurial mental attitude, income, entrepreneurial education, and social media use. The methods used are mann-whitney and multiple linier regression analysis, to look at variables that explain students' entrepreneurial interests. The study used 620 primary data from the University of Indonesia's FMIPA students with 240 male and 380 female students and sampling using purposive sampling. The results show that gender influences student entrepreneurship, male and female students of FMIPA University of Indonesia have similar significant factors: entrepreneurial mental attitude, entrepreneurial perception, income, entrepreneurial education, and social media useThe difference between entrepreneurial interest in male students will tend to have a higher perception of entrepreneurship than female students."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hari Sriwandi
"Sekolah Cermat merupakan sebuah gerakan pemuda yang melakukan pembinaan kepada anak jalanan. Awal terbentuknya gerakan ini dari keprihatinan terhadap kondisi anak jalanan yang semakin banyak berkeliaran di Kota Bandung. Dalam menjalankan agenda organisasinya, gerakan pemuda ini menerapkan konsep kewirausahaan sosial untuk melakukan pembinaan kepada anak jalanan. Kewirausahaan sosial merupakan konsep kewirausahaan yang juga menekankan pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dalam memecahkan berbagai permasalahan sosial yang terjadi Bornstein, 1998 . Penelitian ini menggunakan pendekatan riset tindakan berbasis soft systems methodology. Hasil kajian menunjukkan adanya tujuh praktik terbaik kewirausahaan sosial di Sekolah Cermat. State of the art dari kajian ini adalah menambahkan sub indikator yaitu menentukan sasaran dan perumusan isu, serta penghapusan indikator Pelestarian Lingkungan. Keberlanjutan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia, khususnya gerakan pemuda dalam pembinaan anak jalanan melalui pembangunan kewirausahaan sosial.

Sekolah Cermat is a youth movement that conducts guidance to street children. Early formation of this movement from the concern for the condition of street children are increasingly wandering in the city of Bandung. In carrying out its organizational agenda, the youth movement is applying the concept of social entrepreneurship to conduct guidance to street children. Social entrepreneurship is an entrepreneurial concept that emphasizes on education and community empowerment in solving various social problems that occur Bornstein, 1998 . This research uses action research approach based on soft systems methodology. The results show that there are seven best practices of social entrepreneurship at Sekolah Cermat. State of the art of this study is to add sub indicators that determine the target and the formulation of issues, as well as the elimination of indicators of Environmental Conservation. The sustainability of the results of this study is expected to be a reference for Local Government District City in Indonesia, especially the youth movement in street children development through the development of social entrepreneurship"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"[Social entrepreneurship and social business' addresses a range of topics in the field, including the history of social entrepreneurship, business models and performance measurement., Social entrepreneurship and social business' addresses a range of topics in the field, including the history of social entrepreneurship, business models and performance measurement.]"
Wiesbaden: [Springer, ], 2012
e20397289
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Selly Saliyah Hartati Utami
"Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diandalkan untuk dapat berkontribusi untuk negara melalui inovasinya, namun beberapa penelitian memiliki pandangan bahwa inovasi di BUMN dianggap lemah. Dalam upaya mendorong inovasi dibutuhkan kapabilitas inovasi, dikarenakan kapabilitas inovasi merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melakukan inovasi. Beberapa penelitian terdahulu melihat adanya peran dari orientasi kewirausahaan, kapasitas absorptif, dan improvisasi terhadap kapabilitas inovasi, namun pada penelitian sebelumnya orientasi kewirausahaan dilihat pada level organisasi dengan dimensi risk taking, proactiveness, dan innovativeness, sementara pada penelitian ini kami mencoba melihat orientasi kewirausahaan pada level individu dengan menambahkan dimensi passion dan perseverance, hal ini dianggap penting karena sumber daya manusia juga merupakan salah satu sumber daya inovasi yang perlu dilihat. Konteks penelitian ini dilakukan pada unit kerja di PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) yang merupakan salah satu BUMN. Penelitian ini diujikan pada 88 ketua unit kerja yang ada di PT KBN, penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuesioner dan untuk mendapatkan hasilnya diolah menggunakan Smart PLS. Hasil penelitian membuktikan bahwa orientasi kewirausahaan individu yang dimediasi oleh kapasitas absorptif dan improvisasi dapat berpengaruh terhadap kapabilitas inovasi. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap perusahaan agar dapat meningkatkan kapabilitas inovasinya dengan memaksimalkan kapasitas absortif dan kemampuan improvisasinya serta memperhatikan orientasi kewirausahaan yang dimiliki individu pada perusahaanya.

State-Owned Enterprises (SOEs) are relied upon to be able to contribute to the country through their innovation, but some studies have the view that innovation in SOEs is considered weak. Innovation capability is needed to encourage innovation capability, because innovation capability is considered as an ability to innovate. Several previous studies examined the role of entrepreneurial orientation, absorptive capacity, and improvisation on innovation capability; however, in previous studies, entrepreneurial orientation was tested at the organizational level with the dimensions of risk taking, proactiveness, and innovativeness, whereas in this study, we attempted to examine entrepreneurial orientation at the individual level by adding passion and perseverance as a dimension, we considered human resources as important issue because it’s also one of the innovation resources that need attention. Thus, the context of this research was carried out in work units at PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN), which is one of SOEs. In this study, we attempt to investigate empirically the effect of individual entrepreneurial orientation on innovation capability in the business units at PT Kawasan Berikat Nusantara, a state-owned enterprise engaged in industrial estate services. This research was tested on 88 the heads of business units, in this research we used a questionnaire method and to find the result we processed the data using Smart PLS. The findings of this research show that an individual entrepreneurial orientation, as mediated by absorptive and improvisational abilities, can influence innovation capability. This research is expected to benefit the company by maximizing its absorptive capacity and improvisation ability, as well as paying attention to the entrepreneurial orientation of the individual in the company.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan BIsnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herdi Qoharrudin
"Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh ambidexterity kontekstual, kapasitas penyerapan pengetahuan, dan orientasi kewirausahaan dalam mendorong inovasi model bisnis yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan. Data penelitian dari 74 rumah sakit yang tersebar di 9 provinsi dan 31 kota di Indonesia menunjukkan pengaruh yang kuat kapasitas penyerapan pengetahuan terhadap inovasi bisnis model serta pengaruh mediasinya pada hubungan kapasitas penyerapan pengetahuan terhadap kinerja perusahaan. Walaupun berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, orientasi kewirausahaan kurang kuat pengaruhnya terhadap inovasi bisnis model. Sementara ambideksterity kontekstual juga tidak mempengaruhi inovasi bisnis model. Implikasi manajerial disampaikan sebagai masukan rumah sakit untuk memperbaiki bisnis modelnya

This research aims to study the influence of contextual ambidexterity, knowledge absorption capacity, and entrepreneurial orientation in encouraging business model innovation which ultimately affects company performance. The research data shows from 74 hospitals spread across 9 provinces and 31 cities in Indonesia a strong influence of knowledge absorption capacity on business model innovation and the influence of its mediation on the relationship of knowledge absorption capacity to company performance. Although it has a positive effect on company performance, entrepreneurial orientation has less strong influence on business model innovation. On the same occasion, contextual ambidexterity also does not affect business model innovation. The findings carry managerial implications that can be applied into hospital management to improve its business model."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>