Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 94123 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Daniel Setiawan
"

Tesis ini membahas tentang laporan proses business coaching atas pemecahan masalah terhadap gap aspek sumber daya manusia pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) PT Wijara Nagatsupazki. Terdapat 2 (dua) kesenjangan yang dipecahkan, yakni ketiadaan proses job analysis dan pemetaan kompetensi untuk alokasi sumber daya manusia, yang dinilai menjadi faktor penyebab menurunnya output PT Wijara Nagatsupazki. Ketiadaan job analysis mengakibatkan PT Wijara Nagatsupazki tidak dapat memformulasikan dokumen job description dan job specification, yang diperlukan bagi karyawan untuk memahami peran dan tanggung jawab yang dimiliki dengan seksama. Selain itu, ketiadaan job analysis mengakibatkan program pengembangan kemampuan karyawan yang diberikan tidak tepat sasaran. Ditambah lagi, ketiadaan pemetaan kompetensi mengakibatkan ketidaksesuaian alokasi penempatan karyawan pada pekerjaan yang tepat. Sebagai perusahaan penyedia layanan tool making yang berorientasi pada kualitas, aspek sumber daya manusia memegang peranan penting dalam menghasilkan produk berkualitas bagi konsumen PT Wijara Nagatsupazki. Setelah melalui proses business coaching, UMKM PT Wijara Nagatsupazki memiliki job analysis dan competency mapping sebagai instrumen untuk memastikan the right person at the right place, agar sumber daya manusia UMKM PT Wijara Nagatsupazki dapat menjadi comparative advantage resources yang memberikan competitive advantage bagi UMKM PT Wijara Nagatsupazki.

 


This thesis discusses the report of business coaching process for solving problems in human resources management, in a Small and Medium Enterprises (SMEs) named PT Wijara Nagatsupazki. There are 2 (two) gaps solved, which are the absence of job analysis process, and the lack of competency mapping for allocating human resources, These gaps are considered to be the root cause of PT Wijara Nagatsupazki's declining output. In the absence of job analysis, PT Wijara Nagatsupazki's could not formulate a job description and job specification documents for employees to fully understand their roles and responsibilities. This absence also resulted in the mismatch between employee development program and the human resources. In addition, the lack of competency mapping resulted in a mismatch of job allocations to the right people. As a tool making service provider company that is oriented to quality, human resources play an important role in producing high-quality products for clients. After going through the business coaching process, PT Wijara Nagatsupazki now has a job description, job specification, and competency mapping, as instruments to ensure the right person at the right place. This process is done so that PT Wijara Nagatsupazki’s human resources can be a comparative resource that provides a competitive advantage for PT Wijara Nagatsupazki .

"
2018
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adinda Putri Lestari
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job satisfaction dan job insecurity, serta peran self-esteem sebagai moderator di dalam hubungan tersebut. Tipe penelitian korelasional kuantitatif merupakan tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel penelitian, antara lain Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) dari Weiss dkk. (1967) untuk mengukur job satisfaction, Job Insecurity Questionnaire (JIQ) milik De Witte 2000 untuk mengukur job insecurity, serta Rosenbergs Self-esteem Scale (RSES) milik Rosenberg 1965 yang diadaptasi oleh Pierce & Gardner (204) untuk mengukur self-esteem. Partisipan penelitian ini merupakan karyawan yang sedang bekerja full-time selama minimal satu tahun. Perolehan partisipan tersebut menggunakan metode convenience sampling. Dari 103 partisipan, didapatkan hasil yang signifikan pada hubungan antara job satisfaction dan job insecurity r= -.287, n= 03, p< .01), serta efek moderasi self-esteem pada hubungan tersebut bInt = -0.022, t = -2.65, p < 0.05 sig, CI =-0.03-0.005. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi job satisfaction karyawan, semakin rendah job insecurity yang mereka miliki dan self-esteem dapat memoderasi hubungan di antara kedua variabel tersebut."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gusti Ardiansyah
"Pemegang jabatan seringkali mendapati jobdecs yang ada tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya. Selain membingungkan, informasi yang tidak relevan lagi pada jobdesc menyebabkan pemegang jabatan mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian terhadap pekerjaan. Belum adanya alat bantu yang memadai dalam melakukan desain ulang pekerjaan membuat proses evaluasi jobdesc dilakukan secara sepihak oleh pemegang jabatan. Penelitian ini menghasilkan alat bantu yang disebut Job Mapping, bekerja dengan memetakan seluruh pekerjaan dalam matriks yang dibentuk oleh pemegang jabatan pada sisi baris dan fungsi pengelolaan pada sisi kolom. Dari penelitian yang dilakukan di PT. SM, telah dilakukan pemetaan terhadap 261 tugas (pekerjaan) dalam matriks JM berukuran 18 x 26 dengan hasil penurunan kondisi kerja yang overload dari 9 menjadi 1, dan penurunan total waktu kerja semua fungsi pengelolaan dari 800,51 jam per-minggu menjadi 627,49 jam per-minggu.

Employes often found their job descriptions is not relevant with many activities that they have to do. Besides confused, an unrelevant information in this job description caused employees can?t make adaptation with their work. There is no appropriated tools for job redesign so they make job description evaluation doing by them self. This research produced a tool that call Job Mapping, it work by mapping all of the jobs or tasks on a matriks in which developing from jobs handler in the row side and organize functions in the column side. Applied at PT.SM, mapping have done for 261 tasks or jobs in JM matriks 18 x 26, and have decreased overload conditions from 9 to 1, and all organize functions total work time from 800,51 hours per week to 627,49 hours per week., job mapping."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T26193
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nilam Ayuningtyas
"Akibat besarnya kerugian yang ditimbulkan turnover, dua area penelitian telah berkembang, yaitu (1) area yang meneliti alasan-alasan mengapa individu meninggalkan pekerjaannya (employee turnover) dan (2) area yang meneliti alasan-alasan mengapa individu bertahan dalam pekerjaannya (employee retention). Penelitian ini meneliti tiga variabel yang termasuk dalam pendekatan retensi karyawan, yaitu job embeddedness, job satisfaction, dan organizational trust. Penelitian ini menguji job embeddedness terhadap organizational trust dengan juga menguji efek dari job satisfaction terhadap organizational trust. Dihipotesiskan bahwa baik job embeddedness maupun job satisfaction akan mempengaruhi organizational trust secara positif dan signifikan, di mana efek job embeddedness terhadap organizational trust akan lebih besar daripada efek job satisfaction. Hasil pengujian persamaan model struktural dengan pendekatan regresi berganda yang dilakukan terhadap data yang diperoleh dari 203 partisipan menunjukkan bahwa job embeddedness mempengaruhi organizational trust secara positif dan signifikan (koefisien regresi = 0.82) sedangkan pengaruh job satisfaction terhadap organizational trust adalah negatif dan tidak signifikan (koefisien regresi = -0.07). Dengan demikian, job embeddedness mampu mempengaruhi organizational trust lebih baik dari job satisfaction.

Due to significant losses caused by turnover, two research areas have emerged (1) area studying the reasons why an individual leaves his/her job (employee turnover) and (2) area studying the reasons why an individual retains his/her job (employee retention). This research studies three variables included in retention research approach, which are job embeddedness, job satisfaction, and organizational trust. The influence of job embeddedness and job satisfaction to organizational trust is the focus of this research. It is hypothesized that both job embeddedness and job satisfaction will positively and significantly influence organizational trust. Results from structual equation modeling with multiple regression approach to data gathered from 203 participants shows that job embeddedness is positively and significantly influence organizational trust (regression coefficient = 0.82) while job satisfaction shows a negative and non significant result (regression coefficient = - 0.07). Thus, job embeddedness appears to be a better predictor for organizational trust than job satisfaction."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
S44752
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Margie Pulosari
"Pengembangan pekerja yang berbasis kompetensi merupakan prinsip yang digunakan di dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Pekerja yang memiliki kompetensi tinggi merupakan sumber daya yang unggul dan dapat diharapkan mampu berkontribusi tinggi kepada Perusahaan melalui kinerja yang produktif. Pekerja merupakan suatu investasi yang sering diabaikan oleh perusahaan. Keberadaan mereka seringkali dianggap sebagai biaya oleh perusahaan. Padahal jika diteliti lebih lanjut, mereka sebenarnya merupakan aset terbesar didalam perusahaan. Karena kompetensi pekerja memberikan pemasukan serta keuntungan terhadap perusahaan, penelitian ini berfokus pada investasi yang diperoleh pekerja berdasarkan kinerja dan kompetensinya, dengan cara perhitungan nilai tingkat pengembalian investasi seseorang atau Human Capital Return On Investment (HC ROI).
Faktor yang dimasukan dalam perhitungan nilai ROI adalah keuntungan dari penjualan, serta biaya dan investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk pekerja. Pemetaan kompetensi pekerja terhadap kompetensi jabatan akan dilakukan berdasarkan perbedaan kompetensi antara nilai ROI jabatan dan nilai ROI pekerja. Berdasarkan perbedaan kompetensi nilai ROI jabatan dan ROI pekerja, diperoleh bahwa 46 pekerja atau sebesar 53% pada kategori result overrated, 28 pekerja atau sebesar 32% pada kategori result less fit, dan 13 pekerja atau sebesar 15% pada kategori result unfit.

The development of competency-based workers is the principle that used in the management of Human Resources (HR) in order to create added value for the company. Workers who have high competency are excellent resources and can be expected to contribute to the Company through a highly productive performance. Workers are investment that is often ignored by the company. Their presence are often considered as a cost by the company. And if further investigated, they really are the greatest asset in the company. Since the competence of workers providing revenue and profits of the company, this research focuses on workers' investments earned based on performance and competency, by calculating the value of one's investment returns or Human Capital Return on Investment (ROI HC).
Factors that included in the calculation of the ROI are the profit from the sales, as well as costs and investment firms that given to the workers as their benefit. Mapping of job competence to the competence of workers will be based on competence difference between the job's ROI and the worker's ROI. Based on differences in competence by the job's ROI and the worker's ROI, found that 46 workers or 53% fall into the overrated category result, 28 workers or 32% fall into the less fit category result, and for 13 workers or 15% fall into the unfit category result.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
S51692
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Emilia Soraya
"Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga kcrjadi Indonesia dilakukan melalui pclatihan kcrja. Pelatihan kerja yang diamanatkan oleh UU no. 13 tahun 2003 adalah pelatihan berbasis lcompetensi. BZPLKLN Cevest Bekasi adalah salah satu UPTP dcpnakertrans yang melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi melalui program-program pelatihan. Salah sam program pelatihan dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi para pencami kerja atau tenaga kerja adalah Program pelatihan berbasis kompetensi.
Dalam penelitian ini akan diukur kesenjangan antara Harapan dengan persepsi peserta pelatihan terhadap pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi yang diterimanya . Metode yang digunakan adalah Metode Servqual yang difokuskan pada aspck-aspek pelayanan mcnurut teori Servqual yaitu: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan ernphathy. Data yang dikumpulkan terdiri clari data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh dengan menyebarkan quesioner kepada para responden yaitu pesena pelatihan program pencari kerja sedangkan data sekunder didapatkan melalui tclaah pustaka dan dokurnentasi.
Berdasarkan hasil analisis data dengan mempergunakan analysis gap atau service quality dapat diidcntiiiksikan hal - hal sebagai berikut:
1. Semua dimensi memiliki nilai gap negative hal ini menunjukkan bahwa secara umum BZPLKLN masih belum mampu memberikan pelayanan yang memuaslcan harapan peserta pelatihan .Dimensi mutu Iayanan yang paling tinggi kesenjangannya adalah tangibel dan Responsiveness -092, kcmudian diikuti bcrturut-tumt olch dimensi, dimensi Reliability -0.90, dimensi assurance - 0,78, dan dimensi emphathy -0,68.
2. Berclasarkan pcrhitungan dengan menggunakan diagram kartesius terdapat 6 atribut pelayanan yang perlu rnendapat prioritas utama untuk diperbaiki yaitu: Sertifikat diterima saat pclatihan bcrakhir, kctanggapan panitia penyelenggara, kuantitas dan kualitas peralatan, kesesuaian mated pelatihan dengan perkembangan ilmu pengetahua, dan tercapainya target pelatihan.

The govemment‘s efforts to improve the quality of Indonesia labours implemented through training. Training mandated by the Law No. 13 of 2003 is competency-based training. BZPLKLN Cevest Jakarta is one of the UPTP dcpnakenrans implement competency-based training through the training programs. One of the training program to improve the quality and competence of the job seekers or employees is a competency-based training program.
In this research will be measured with the expectancy gap between the perception of the trainees with the implementation of competency-based training is received. Method used is Servqual Method which focused on aspects of the theory namely “Servqual": tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and emphathy. Collecting datas consists of primary data and secondary data. Primary data obtained with the spread ofthe respondents questioners trainee program that is job seekers, while the secondary data obtained through library research and documentation.
Based on the data analysis through service quality gaps can identified some conclusions as follow:
1. All dimensions have a negative value of this gap indicates that the general BZPLKLN still not able to provide services that satisfy the expectations of training. Dimensions of quality service that most high gap is tangible and Responsiveness -092, followed by consecutive dimensions, dimensions Reliability -0.90, dimensions Assurance - 0.78, and the dimensions Emphathy ~0.68.
2. Based on calculations using the Cartesius diagram there are 6 attributes services that need to receive priority for maintenance, such as: Certificates received at the training ended, the responsiveness committee promoter, the quantity and quality of equipment, suitability of training materials with the development of science.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T33981
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Byarbreda Mahaputra
"Job insecurity seringkali diasumsikan dapat menurunkan tingkat kepuasan kerja. Tetapi, penelitian menunjukan bahwa hubungan kedua variabel tersebut lebih rumit dibandingkan dengan asumsi. Beberapa studi sebelumnya gagal untuk menjelaskan hasil yang beragam mengenai kekuatan hubungan antara job insecurity dan kepuasan kerja. Hal ini menunjukan bahwa hubungan kedua variabel tersebut mungkin dimoderasi oleh variabel lain. Dua variabel yang mungkin dapat menjelaskan hubungan job insecurity dan kepuasan kerja adalah employability -yang didefinisikan sebagai persepsi terhadap kemampuan karyawan untuk mencari pekerjaan baru atau tetap bekerja di pekerjaannya saat ini, dan perbedaan status kepegawaian karyawan -tetap dan kontrak. Penelitian ini memiliki hipotesis, employability dapat memoderasi hubungan job insecurity dan kepuasan kerja pada karyawan tetap dan kontrak. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional terhadap 172 karyawan -yang terdiri dari karyawan tetap dan kontrak, perusahaan jasa logistik di Indonesia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa employability dapat memoderasi hubungan antara job insecurity dan kepuasan kerja pada karyawan tetap, tetapi tidak pada karyawan kontrak. Dampak Hasil penelitian ini terhadap pemahaman hubungan job insecurity dan kepuasan kerja, didiskusikan lebih lanjut.

People often assume that job insecurity will always lead to lower job satisfaction. However, research shoes that the relationship between these two variables is more complicated than that assumption. Previous studies fail to provide conclusive results, which indicate that the relationships between job insecurity and job satisfaction may be moderated by other variables. Two variables that are potential in explaining this relationship is employability, defined as employees perception of their abilities to find a new job, and work status differences (i.e., permanent and contract employees). Therefore, this study hypothesizes that employability will moderate the relationship between job insecurity and job satisfaction for permanent but not contract not contract employees. Adapting scales from previous research, this study conducted a crosssectional survey of 172 employees, comprised of permanent and contract employees, of a logistic services company. Results reveal that employability moderates the relationship between job insecurity and job satisfaction among permanent and contract employees. The implication of these results for the advancement of organizational behavior theory, especially for understanding the impact of job insecurity on job satisfaction, is discussed."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hirson Kurnia
"Skripsi ini membahas mengenai bagaimana pengaruh Group Creativity dan Corporate Ethical Values terhadap Job Satisfaction dan Turnover Intention di PT Multi Utama Consultindo untuk cabang Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari 74 responden. Setiap variable diukur dengan menggunakan kuesioner dan hasilnya diolah dengan piranti lunak Structural Equation Modeling (SEM).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan antara Group Creativity dan Corporate Ethical Values, keduanya tidak saling mempengaruhi. Kemudian terkait dengan Job Satisfaction, Group Creativity dan Corporate Ethical Values di PT Multi Utama Consultindo ternyata mempengaruhi secara positif Job Satisfaction. Kemudian, terkait dengan Turnover Intention, di PT Multi Utama Consultindo cabang Jakarta, Group Creativity dan Corporate Ethical Values tidak memiliki pengaruh apapun terhadap Turnover Intention.Untuk penelitian lebih lanjut, perlu ditambahkan variabel lain yang dapat mempengaruhi Corporate Ethical Value dan Group Creativity. Selain itu, Group Creativity tidak sesuai untuk diterapkan di perusahaan dalam bidang jasa konsultan pajak.

This study is to discuss the impact of Group Creativity and Corporate Ethical Values to Job Satisfaction and Turnover Intention at PT Multi Utama Consultindo, Jakarta Branch. This is a quantitative research using descriptive design. The data used is obtained from 74 respondents. Each variable is measured using questionnaire where the result is analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) software.
The result shows that between Group Creativity and Corporate Ethical Values, both variables do not affect each other. Regarding Job Satisfaction, variables of Group Creativity and Corporate Ethical Values affect positively Job Satisfaction. While for Turnover Intention, it is not affected by Group Creativity and Corporate Ethical Values. For future research on the same topic, it is suggested to add another variable affecting Group Creativity and Corporate Ethical Values. Also, for Group Creativity, it is not suitable to be implemented in the tax consulting company.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yurizal Firdaus
"Penelitian ini terdiri dari 2 studi, yaitu studi korelasional (studi 1) dan studi intervensi (studi 2). Pada studi pertama, peneliti menguji hubungan antara variabel dukungan organisasi dalam hal pengembangan dan kepuasan kerja terkait promosi, pada 71 karyawan di Departemen Rooms-Front Office. Alat ukur yang digunakan berupa skala dukungan organisasi dalam hal pengembangan yang diadaptasi dari Kraimer (2011) dan kepuasan kerja terkait promosi yang diadaptasi dari Luthans (2011). Hasil studi 1, menunjukkan adanya korelasi yang positif dengan r (71)=0.78,p.01. Pada studi 2, peneliti menyusun program intervensi sebagai usaha untuk meningkatkan dukungan organisasi dalam hal pengembangan dan kepuasan kerja terkait promosi, berupa pelatihan tentang sosialisasi model kompetensi fungsional. Pelatihan diikuti oleh 8 peserta, dengan alat ukur berupa skala dukungan organisasi dalam hal pengembangan yang diadaptasi dari Kraimer (2011) dan skala kepuasan kerja terkait promosi yang diadaptasi dari Luthans (2011). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank pada tingkat perilaku yang diperoleh dari 3 karyawan staf dalam menilai perubahan perilaku atasan, menunjukkan bahwa tidak terdapat peningkatan mean yang signifikan pada skor dukungan organisasi dalam hal pengembangan (Z=-1.604, p.05) dan kepuasan kerja terkait promosi (Z=-1.604, p.05. Hasil lebih lanjut akan diulas pada bagian diskusi.

ABSTRACT
There were 2 studies conducted, which were correlation study (1st study) and an intervention study (2nd study). First, was a correlation study to examine the correlation of job satisfaction on promotion and organizational support for development variables, conducted to 71 employees in Rooms-Front Office Department. There was positive correlation found, with r(71)=0.78,p.01, measured through questionnaire, using job satisfaction on promotion measurement scale adapted from Luthans (2011) and organizational support for development scale, adapted from Kraimer (2011). Second, an intervention study developed to increase the score of job satisfaction on promotion and organizational support for development variables, by conducting training program to socialize functional competency model. Followed by 8 participants, it was measured through questionnaire, using job satisfaction on promotion measurement scale adapted from Luthans (2011) and organizational support for development scale, adapted from Kraimer (2011). Statistical analysis using Wilcoxon Signed Rank to evaluate behavioral change, monitored through 3 staff on their direct superior, indicated no significant difference for mean score of organizational support for development (Z=-1.604, p.05) and job satisfaction on promotion (Z=-1604, p.05)
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
T55157
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ajeng Radini Tonia
"Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh dari variabel job stress, organizational commitment, dan job satisfaction terhadap variabel turnover intention yang terjadi pada karyawan departemen policy holder services di PT Asuransi Jiwa X, melihat fenomena tingginya tingkat turnover karyawan yang terjadi pada departemen policy holder services di PT Asuransi Jiwa X. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda dengan menggunakan data kuesioner sebanyak 100 orang dari kesuluruhan jumlah populasi sebanyak 210 orang. Olah data dilakukan menggunakan software SPSS 18.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel job stress, organizational commitment, dan job satisfaction memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel turnover intention pada studi kasus karyawan departemen policy holder sevices di PT Asuransi Jiwa X. Saran dari penelitian ini adalah agar perusahaan lebih memperhatikan jam kerja, upah, dan beban kerja karyawan untuk menekan turnover karyawan.

This study is discuss about the effects of job stress, organizational commitment, and job satisfaction on turnover intention in Policy Holder Services Department PT Asuransi Jiwa X. This research is using multiple regression methods and using questionaire with 100 sample, total population are 210 person. This research using SPSS Version 18.0 for processing the data. The result of this research is job stress, organizational commitment, and job satisfaction have significant influence to turnover intention in policy holder services department PT Asuransi Jiwa X. The advice of this study are the company should give more attention to employee working hours, pay, and work pressure to reduce the employee turnover."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S45541
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>