Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 199531 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Rofi`i
"Perencanaan pulang dapat memberikan motivasi untuk mencapai kesembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan perencanaan pulang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat dan dokumentasi asuhan keperawatan dengan jumlah masing-masing 147dengan purposive sampling dan proporsionate sampling. Analisis riset menggunakan uji Chi Square (signifikansi 5%) dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara faktor personil perencanaan pulang (p= 0,01; α= 0,05), keterlibatan dan partisipasi (p= 0,021; α= 0,05), komunikasi (p= 0,008; α= 0,05), perjanjian dan konsensus (p= 0,007; α= 0,05) dengan pelaksanaan perencanaan pulang. Faktor yang paling berpengaruh adalah perjanjian dan konsensus (OR= 2,361). Perawat harus mampu untuk menjalin hubungan, komunikasi, membuat kesepakatan dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan lain."
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
610 JKI 15:3 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Santi Surbakti
"Caring merupakan ciri khas perawat yang menentukan kualitas sebuah layanan. Namuntidak semua perawat memiliki perilaku caring yang baik. Salah satu penyebabrendahnya perilaku caring adalah rendahnya efikasi caring perawat yang menyebabkankurangnya keyakinan dan kemampuan diri untuk membina hubungan caring dalammemberikan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpelatihan efikasi caring terhadap perilaku caring perawat. Penelitian ini menggunakandesain kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post testdesign with control group. Partisipan adalah 50 perawat pada kelompok intervensi diRSUD Kota Dumai dan 50 perawat pada kelompok control di RSUD Kecamatanmandau.
Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pelatihan efikasi caring terhadapperilaku caringperawat dengan nilai p = 0,0001, ada perbedaan bermakna pada nilaiperubahan perilaku caring baik di kelompok intervensi p = 0,0001 maupundikelompok kontrol p = 0,021 dengan ? = 0,005 dan pengetahuan memiliki hubunganbermakna dengan perilaku caring perawat. Pelatihan mampu meningkatkan efikasicaring sehingga perilaku caring perawat juga meningkat. Manajer perlu memikirkanupaya untuk mempertahankan perilaku caring yang telah dicapai terutama denganmeningkatkan pengetahuan perawat mengenai efikasi caring.

Caring is a characteristic of nurses that determine the quality of a service. But not allnurses have good caring behaviors. One of the causes of low caring behavior is the lowefficacy of caring that leads to lack of confidence and self ability to foster caringrelationships in providing nursing care. This study aimed to determine the effects ofcaring efficacy training on caring behavior of nurses. This research used quantitativedesign with quasi experimental method with approach of pre post test design withcontrol group. Participants were 50 nurses in the intervention group at RSUD Dumaiand 50 nurses in the control group at RSUD Mandau.
The results showed that there wasan effect of caring efficacy training on caring nurse behavior with p value 0.0001,there was significant difference in the value of caring behavior change in bothintervention group p 0.0001 and control group p 0,021 with 0.005 andknowledge have significant relationship with caring behavior of nurse. Training canimprove caring efficiency and increasescaring nurse behavior. Managers need to thinkabout efforts to maintain caring behavior that has been achieved primarily byincreasing the nurse's knowledge aboutcaring efficacy.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
T51536
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Rohaetin
"Kegiatan edukasi merupakan bagian dari proses pemberian asuhan keperawatan yang harus diperhatikan. Salah satu tujuan pemberian edukasi adalah menurunkan kejadian rawat inap berulang dengan diagnosis yang sama. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran kegiatan edukasi perawat di ruang rawat inap di sebuah rumah sakit di Jakarta. Kegiatan edukasi meliputi 4 komponen yaitu pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 134 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan Alpha Cronbach rsquo;s 0,946. Hasil penelitian menunjukkan nilai tengah gambaran kegiatan edukasi perawat secara umum 4,0 min-maks=1,9-5,0; IK95 3,9-4,2 , dengan nilai komponen perencanaan tertinggi 4,2 min-maks=2,2-5,0; IK95 4,0-4,3 dan nilai komponen pelaksanaan terendah 3,8 min-maks=1,6-5,0; IK95 3,7-4,0 . Pelaksanaan kegiatan edukasi perlu dioptimalkan dengan pemenuhan fasilitas dan media yang dibutuhkan, serta penjadwalan secara terstruktur dan monitoring dari pihak manajemen. Penelitian ini merekomendasikan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan edukasi di rumah sakit.Kata kunci: edukasi, perawat pelaksana, rencana pemulangan.

Education is an integral part of nursing care to the patients. Education plays a vital role in reducing patient rsquo s rehospitalization with the same diagnoses. This study aimed to explore the education activities performed by nurses in inpatient units of a private hospital in Jakarta, Indonesia. The education activities are divided into 4 stages of assessment, planning, implementation, and evaluation. This cross sectional study involved 134 nurses selected by using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires. Prior to data collection, validity and reliability tests were conducted, with the Alpha Cronbach rsquo s score of 0,946. Results of the study demontrated that the overall median score of education was 4,0 min maks 1,9 5,0 CI95 3,9 4,2 . The analysis further showed that the median score was highest during the planning stage 4,2 min maks 2,2 5,0 CI95 4,0 4,3 whereas it was lowest during the implementation stage 3,8 min maks 1,6 5,0 IK95 3,7 4,0 . The educational activities require adequate facilities, appropriate media, planned schedules, and continuous supports and supervision from nursing leaders managers to encourage their staffs to carefully perform the 4 stages of education activities. This study recommended continuous research to explore factors education activities application at hospital.Keyword discharge planning, educational activities, nurses.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
S66053
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Heni Sri Wahyuni
"Status gizi kurang yang dialami pasien selama rawat inap di rumah sakit akan berdampak pada rendahnya penyembuhan pasien dari penyakit yang diderita dan berujung pada hari rawat yang lebih lama, angka kesakitan dan biaya rawat meningkat. Perawat berada di salah satu posisi terbaik untuk memastikan nutrisi yang cukup karena peran caring yang dimiliki oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik perawat dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pasien rawat inap. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey deskriptif dengan rancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 63% memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi. Sikap responden bertentangan dengan praktik mereka. Responden tidak tahu peran utama mereka dalam perawatan gizi. 5,6% menyatakan sangat setuju bahwa menilai status gizi pasien adalah tanggung jawab perawat dibandingkan dengan 75,7% Sangat Setuju bahwa itu adalah tanggung jawab ahli gizi dan 24,3% sangat setuju tanggung jawab dokter. Penelitian ini merekomendasikan adanya peningkatan pengetahuan tentang manajemen nutrisi bagi staf perawat dengan cara mengikuti seminar atau pelatihan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pasien secara berkesinambungan. Perlu diadakannya evaluasi dan monitoring penerapan manajemen nutrisi terhadap perawat yang telah dilatih tentang nutrisi.

Malnutrition status experienced by patients during hospitalization at the hospital will result in low patient recovery from illness and lead to a longer hospitalization days, morbidity and cost of care increases. Nurses are in one of the best position to ensure adequate nutrition because of their holistic caring role. The aim of the study was to determine the level of knowledge, attitudes, and practices of nurses in meeting the nutritional needs of inpatients. The method used in this study was a descriptive survey with a descriptive research design. The results showed that as many as 63% have sufficient knowledge about the level of fulfillment of nutritional needs. They contradicted themselves on their beliefs in relation to their practices. They did not know their primary role in nutrition care. 5.6% strongly agreed that is the nurse’s responsibility to assess the nutritional status of the patient compared to 75.7% who strongly agreed it was the dietitians responsibility and 24.3% who strongly agreed it was the doctors’ responsibility. The study recommends an increase in knowledge of nutrition management for the nursing staff by following the seminar or training related to the fulfillment of the patient's nutritional needs on an ongoing basis. Need holding of evaluation and monitoring of the implementation of nutrient management on nurses who have been trained in nutrition.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S56988
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astuti
"Pada era globalisasi sekarang ini, telah terjadi perubahan pesat pada berbagai bidang kehidupan, hal ini juga berdampak pada bidang kesehatan. Dokumentasi keperawatan merupakan suatu hal yang mutlak harus ada untuk perkembangan keperawatan, khususnya proses profesionalisme keperawatan Serta pencerminan mutu asuhan yang telah diberikan. Pendokumentasian yang baik dimulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang penyakit dalam RSU Tangerang, dilihat clari kelengkapannya. Penelitian deskriptif sederhana ini menggunakan 30 sampel berupa dokumen asuhan keperawatan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggambarkan hasil proses keperawatan dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan eyaluasi.
Hasilnya menunjukkan pada pendokumentasian evaluasi mendapatkan nilai tertinggi 96,7% untuk item evaluasi mengacu pada SOAP/SOAPIER, seclangkan untuk nilai terendah 0% adalah pendokumentasian implementasi untuk item revisi tindakan berdasar evaluasi. Secara keseluruhan hasil yang didapat pada penelitian pendokumentasian asuhan keperawatan ini tidak ada yang lengkap. Saran untuk pelayanan keperawatan instansi terkait perlu peningkatan keterampilan perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dan rekruitmen tenaga untuk peningkatan kinerja juga mutu asuhan keperawatan. Serta dapat dijadikan bahan rujukan untuk penelitian berikutnya."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5521
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Trends of drug abuse will be followed by the need of different nursing care. by nursing program between dual diagnoses patients and regular patients (drug dependence with no psychiatric problemss) in rehabilitation wad nurses can evaluate their role in each setting...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rio Rahmawati
"Perilaku caring adalah inti dari keperawatan dan merupakan fokus sentral yang menyatu dalam praktik keperawatan. Asuhan keperawatan yang bermutu dengan memperlihatkan sikap caring kepada pasien memiliki hubungan dengan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara enam faktor karatif perilaku caring Watson yang dipersepsikan perawat dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Umum Tangerang. Penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional ini menggunakan sampel sejumlah 97 perawat dan 97 pasien. Pengumpulan data dengan kuesioner dan analisis menggunakan univariat dan bivariat (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara enam faktor karatif perilaku caring Watson yang dipersepsikan perawat dengan kepuasan pasien dengan p value 0,034 (α = <0.05). Rumah sakit perlu membudayakan enam faktor karatif perilaku caring dalam setiap asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien.

Caring behaviour is the core of nursing and also as focal point in nursing practice. Good quality of nursing practice which demonstrates caring intention has significant relationship with patient satisfaction. This research has objective to recognize the relationship among six factors of carative in Watson's caring behaviour which are perceived by nurses through patient satisfaction level in the Inpatient Care Unit of Rumah Sakit Umum Tangerang. The research of descriptive correlation with cross sectional design observed objects of 97 nurses and 97 patients. The data were collected through questionnaires with univariate and bivariate (Chi Square) method for data analysis. This research recognized significant relationship between six factors of carative of caring behaviour with nurse's perception through patient satisfaction level with p value of 0,034. The hospital is required to cultivate six factor of caring behaviuor in their each nursing practice deliverables to the patients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
T38264
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tita Rosita
"Prevalensi luka tekan pada pasien semakin meningkat dari tahun ke tahun. Luka tekan merupakan salah satu komplikasi dari pasien yang mengalami tirah baring lama yang sering terjadi pada pasien yang di rawat di rumah sakit maupun di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mobilisasi terhadap terjadinya luka tekan pada pasien tirah baring di Rumah Sakit di Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 29 responden. Hasil menunjukkan ada hubungan mobilisasi (p = 0,001) terhadap timbulnya luka tekan. Saran untuk penelitian selanjutnya agar memperluas instrument penelitian dengan variabel yang lebih bervariasi dengan jumlah sampel yang lebih banyak, dan untuk rumah sakit membuat kebijakan, agar meningkatkan standar mutu pelayanan keperawatan rumah sakit.

The prevalence of pressure ulcer in patients increasing from year to year. Pressure ulcer is one of the complications of patients witness bedrest is often the case in patients treated in the hospital and at home. This study aimed to determine the correlation between the occurrence of pressure ulcer mobilization in patients bedrest in the Jakarta hospital. The research design used in this study is a cross sectional analytic. The number of respondents in this study were 29 respondents. The results showed there were a between correlation mobilization (p = 0.001) and the incidence of pressure ulcer. Suggestions for further research is to expand the research instrument with more varied variable and samples and for hospitals establish of policies, in order to improve the quality standards of nursing care hospital.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S57634
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Rizka Febtrina
"Karya Ilmiah Akhir ini merupakan laporan selama melakukan praktik residensi ners spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Kegiatan utama yang dilakukan selama praktik yaitu asuhan keperawatan pada pasien dengan berbagai gangguan sistem kardiovaskular, praktik keperawatan berdasarkan bukti serta pelaksanaan proyek inovasi keperawatan. Asuhan keperawatan yang dilakukan dengan menerapkan Comfort Theory Katharine Kolcaba. Pengkajian difokuskan pada 4 konteks kenyamanan yaitu fisik, psikospiritual lingkungan dan sosiokultural. Diagnosa keperawatan yang umum terjadi adalah penurunan curah jantung, intoleransi aktifitas, ansietas, nyeri akut, resiko jatuh, ketidakefektifan bersihan jalan nafas, gangguan rasa nyaman, kelebihan volume cairan, kesiapan meningkatkan pengetahuan dan gangguan pertukaran gas. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa standard comfort intervention, coaching dan comfort food for the soul. Pelaksanaan praktik keperawatan berdasarkan bukti (EBNP) dilakukan dengan menerapkan pengaturan posisi istirahat lateral kanan pada pasien gagal jantung.
Hasil penerapan EBNP ini terbukti memberikan efek yang signifikan pada TDS (p value 0.004), TDD (p value 0.002), MAP (p value 0.002), SaO2 (p value 0.032) dan kenyamanan (p value 0.001) pasien gagal jantung. Pelaksanaan inovasi keperawatan berupa pengembangan media edukasi pada pasien yang akan melakukan pemasangan peralatan medis. Hasil penerapan inovasi ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan pasien mengenai pemasangan alat medis (p value 0.0001). Penerapan comfort theory Kolcaba terbukti dapat diterapkan pada pasien gangguan kardiovaskular, serta pengaturan posisi lateral kanan dapat menjaga kestabilan hemodinamik dan meningkatkan kenyamanan pasien gagal jantung. Pemberian edukasi dengan media leaflet pada pasien yang akan melakukan pemasangan alat medis terbukti dapat meningkatkan pengetahuan.

The final scientific paper was a report during residence practice of Medical Surgical Nursing. The main activities performed during practice such as provided nursing care for patients with various disorders of the cardiovascular system, evidence-based nursing practice and implemented nursing innovation. Nursing care were performed by applied Comfort Theory Katharine Kolcaba. Assessment focused on four contexts of comfort: physical, psychospiritual, environmental and socio-cultural. Nursing diagnosis that often occurred were decrease cardiac output, activity intolerance, anxiety, acute pain, risk for falls, ineffective airway clearance, impaired comfort, excess fluid volume, readiness for enhance knowledge and impaired gas exchange. Nursing interventions provided consist of standard comfort intervention, coaching and comfort food for the soul. Implementation of evidence-based nursing practice is implemented by setting right lateral resting position on patients with heart failure.
The results of this study showed there are significant effects on systolic blood pressure (p value 0.004), diastolic blood pressure (p value 0.002), MAP (p value 0.002), SaO2 (p value 0.032) and level of comfort (p value 0.001). Nursing innovation was done by developed of education media for patients who will perform the fixing of medical device. The results of the application of this innovation has been proved increase patient knowledge about the fixing of medical devices (p value 0.0001). The application of comfort theory Kolcaba shown can be applied in patients with cardiovascular disorders. Right lateral resting position effected on stabilized hemodynamic and increased level of comfort heart failure patients. The provision of education with leaflets for patients who will perform the fixing of medical devices shown increase patient knowledge.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>