Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 179741 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arief Loekman Hakim
"Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris dampak merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan di Indonesia menggunakan data merger dan akuisisi yang terjadi selama periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan metode data panel untuk melakukan analisis empiris tentang dampak merger dan akuisisi terhadap profitabilitas, nilai pasar, dan Tobin`s Q perusahaan.
Hasil dari regresi menunjukan bahwa pengaruh merger dan akuisisi tidak signifikan terhadap profitabilitas dan nilai pasar. Namun hasil output regresi menunjukan bahwa merger dan akuisisi memiliki pengaruh positive dan signifikan terhadap Tobin`s Q perusahaan pada 1 tahun sesudah terjadinya merger.

This study objective is to empirically examine the impact of merger and acquisition on corporate financial performance in Indonesia using data of merger and acquisition deals occurred during the period 2010-2014. This study using panel data method to carry out the empirical analysis of merger and acquisition impact on profitability, market value, and Tobin`s Q of the firm.
The result suggest that merger deals do not have any significant impact on profitability and market value of the firms. However, the results indicate that merger and acquisitions have positive and statistically significant impact on Tobin`s Q  during the first year after the merger deals.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T53390
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vania Seviani
"This paper tries to examine the differential impact of merger and acquisitions (M&A) transactions on acquiring firms' financial performance across different market conditions. It includes literature review that encompasses M&A deals theory, motive, and prior empirical findings on a firm's performance after an M&A transaction. Using data of 162 completed merger and acquisitions transactions in the period 2012 to 2021 from listed companies in emerging markets (India, Malaysia, and Taiwan) and developed countries (Belgium, Netherlands, Luxembourg (Benelux), Germany, and the United Kingdom). Financial performance is measured using return on asset (ROA), return on equity (ROE), and earnings per share (EPS). The data were analyzed by the following statistical methods: descriptive statistics, normality test, and hypothesis test using Wilcoxon signed-rank test. This study presents evidence that M&A transactions lead to a similar financial performance impact on a firm's in emerging markets and developed countries. There is an overall significant positive effect found for acquirer firms’ ROA and ROE post-M&A deals. Whereas, EPS of acquiring firms deteriorated after M&A transactions.

Makalah ini berusaha untuk mengkaji dampak berbeda dari transaksi merger dan akuisisi (M&A) terhadap kinerja keuangan perusahaan yang mengakuisisi di berbagai kondisi pasar. Makalah ini mencakup tinjauan literatur yang meliputi teori kesepakatan M&A, motif, dan temuan empiris sebelumnya terkait kinerja perusahaan setelah transaksi M&A. Data yang digunakan terdiri dari 162 transaksi merger dan akuisisi yang telah selesai dalam periode 2012 hingga 2021 dari perusahaan yang terdaftar di pasar negara berkembang (India, Malaysia, dan Taiwan) serta negara maju (Belgia, Belanda, Luksemburg (Benelux), Jerman, dan Inggris). Kinerja keuangan diukur menggunakan return on asset (ROA), return on equity (ROE), dan earnings per share (EPS). Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis dengan Wilcoxon signed-rank test. Studi ini menunjukkan bahwa transaksi M&A memberikan dampak kinerja keuangan yang serupa pada perusahaan di pasar negara berkembang dan negara maju. Terdapat efek positif yang signifikan secara keseluruhan terhadap ROA dan ROE perusahaan yang mengakuisisi pasca-transaksi M&A. Namun, EPS dari perusahaan yang mengakuisisi menurun setelah transaksi M&A."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Vania Seviani
"This paper tries to examine the differential impact of merger and acquisitions (M&A) transactions on acquiring firms' financial performance across different market conditions. It includes literature review that encompasses M&A deals theory, motive, and prior empirical findings on a firm's performance after an M&A transaction. Using data of 162 completed merger and acquisitions transactions in the period 2012 to 2021 from listed companies in emerging markets (India, Malaysia, and Taiwan) and developed countries (Belgium, Netherlands, Luxembourg (Benelux), Germany, and the United Kingdom). Financial performance is measured using return on asset (ROA), return on equity (ROE), and earnings per share (EPS). The data were analyzed by the following statistical methods: descriptive statistics, normality test, and hypothesis test using Wilcoxon signed-rank test. This study presents evidence that M&A transactions lead to a similar financial performance impact on a firm's in emerging markets and developed countries. There is an overall significant positive effect found for acquirer firms’ ROA and ROE post-M&A deals. Whereas, EPS of acquiring firms deteriorated after M&A transactions.

Makalah ini berusaha untuk mengkaji dampak berbeda dari transaksi merger dan akuisisi (M&A) terhadap kinerja keuangan perusahaan yang mengakuisisi di berbagai kondisi pasar. Makalah ini mencakup tinjauan literatur yang meliputi teori kesepakatan M&A, motif, dan temuan empiris sebelumnya terkait kinerja perusahaan setelah transaksi M&A. Data yang digunakan terdiri dari 162 transaksi merger dan akuisisi yang telah selesai dalam periode 2012 hingga 2021 dari perusahaan yang terdaftar di pasar negara berkembang (India, Malaysia, dan Taiwan) serta negara maju (Belgia, Belanda, Luksemburg (Benelux), Jerman, dan Inggris). Kinerja keuangan diukur menggunakan return on asset (ROA), return on equity (ROE), dan earnings per share (EPS). Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji hipotesis dengan Wilcoxon signed-rank test. Studi ini menunjukkan bahwa transaksi M&A memberikan dampak kinerja keuangan yang serupa pada perusahaan di pasar negara berkembang dan negara maju. Terdapat efek positif yang signifikan secara keseluruhan terhadap ROA dan ROE perusahaan yang mengakuisisi pasca-transaksi M&A. Namun, EPS dari perusahaan yang mengakuisisi menurun setelah transaksi M&A."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jones Stevanus Maksi Turang
"Kegiatan merger dan akuisisi merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam rangka meraih keunggulan bersaing. Tetapi pada kenyataannya seringkali angka kegagalan setelah proses merger dan akuisisi dijalankan lebih besar daripada angka keberhasilan. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari kegiatan merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan go public non bank yang menjalankannya. Kinerja keuangan yang diukur antara lain adalah working capital, operating profit, earning par share (EPS), return on equity (ROE), dan debt to equity ratio (DER).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan signifikan kinerja keuangan perusahaan pada periode sebelum dan setelah kegiatan merger dan akuisisi dijalankan. Hanya variabel operating projit yang menunjukkan perbedaan signifikan pada tahun ke-lima setelah proses merger dan akuisisi dijalankan.

Merger and acquisition are one of many growth strategies that can be undertake by a firm in order to gain competitive advantages. But in practice, the rate of failure after merger and acquisition take place is exceeding the rate of succes ones. This thesis is trying to analyze the impact of merger and acquisition toward firm financial performance. The financial performance were measured by Working capital, operating profit, earning per share (EPS), return on equity (ROE), and debt to equity ratio (DER).
The result shows that there is no evidence that financial performance on the period before and after merger and acquisition took place are significantly different. But operating profit does show signiticant different performance on the fifth year after the merger and acquisition.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T33276
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Raohon Prima
"Tesis ini menyajikan dampak dari merger dan akuisisi dari perusahaan-perusahaan terbuka yang bergerak dalam sektor non-finansial. Dampak yang dianalisis diukur dengan menggunakan pembahan rasio keuangan antara sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Rasio keuangan yang dianalisis meliputi current ratio, debt-equity ratio, inventory turnover, total asset turnover, profit margin, return on asset, dan return on equity.
Analisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan tiga pendekatan. Pertama setiap perusahaan dilihat perubahan rasio keuangan apakah mengalami peningkatan atau justru penurunan. Dengan hasil tersebut dapat juga dilihat berapa perusahaan yang mengalami peningkatan dan penurunan. Kedua, analisis dilakukan dengan menggunakan rata-rata rasio keuangan seluruh perusahaan. Dengan hasil ini dapat terlihat kecenderungan pembahan dari seluruh perusahaan. Ketiga, analisis dilakukan dengan menggunakan metode wilcoxon signed rank test untuk menguji signifikasi perubahan rasio keuangan akibat merger dan akuisisi.
Dari hasil penelitian
disimpulkan bahwa rasio keuangan yang mengalami perubahan signifikan akibat
merger dan akuisisi adalah profit margin dan return on asset yang mengalami
penurunan setelah merger dan akuisisi.

This thesis is presenting the impact of merger and acquisition from any public companies engaged in non financial sector. The impact which had been analyzed was measured by using the changing of financial ratio before and after merger and acquisition. Financial ratio which had been analyzed consist of current ratio, debt equity ratio, inventory turnover, total asset turnover, profit margin, return on asset, and return to equity.
The analysis conducted in this study using three approaches. First, each company refer to changing financial ratio whether an increase or actually decrease. With these results can be seen the number of companies which actually increased and decreased. Second, the analysis conducted by using the average financial ratio throughout the companies. With these results can be seen a trend of change of all companies. Third, the analysis is done by using wilcoxon signed rank test method to test the significance of financial ratio changes as a result of merger and acquisitions.
From the result of the study the conclusion is that financial ratio which is experiencing significance changes due to merger and acquisition are profit margin and return on asset in which both ratios were decreased after merger and acquisition.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T33234
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sarpi
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak merger dan akuisisi terhadap sinergi keuangan pada perusahaan publik dan BUMN di Indonesia. Untuk mengukur nilai sinergi keuangan tersebut menggunakan nilai profitabilitas, efisiensi, likuiditas, solvabilitas, dan kapasitas pendanaan. Periode waktu pengamatannya satu tahun sebelum dan lima tahun setelah merger dan akuisisi dengan data sampel terdiri dari 84 perusahaan selama tahun 2005-2015 dengan periode laporan keuangan tahun 2004-2020. Metode pengujian menggunakan wilcoxon signed rank test untuk menghitung rata-rata sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dampak sinergi keuangan antara sebelum dan setelah dilakukan merger dan akuisisi dengan adanya penurunan terhadap biaya modal baik cost of debt, cost of equity dan weighted average cost of capital, dan dampak negatif dengan adanya penurunan terhadap profitabilitas berupa ROIC dan efisiensi berupa TAT. Manjemen perusahaan, investor, dan regulator yang akan melakuan transaksi merger dan akuisisi selain berfokus meningkatkan sinergi keuangan dalam bentuk peningkatasan kapasitas pendanaan juga harus menyiapkan perencanaan sinergi yang dapat meningkatkan profitabilitas dan efisiensi serta solvabilitas dan likuiditas. Untuk menyempurnakan penelitian berikutnya, perlu menghitung secara khusus nilai inkrimental sinergi keuangan yang diciptakan setelah transaksi merger dan akuisisi dan penciptaan nilai dari hasil sinergi operasinya.

This study aims to analyze the impact of mergers and acquisitions on financial synergies in public companies and state-owned enterprises in Indonesia. Measuring the value of financial synergies of the effects of mergers and acquisitions uses the value of profitability, efficiency, liquidity, solvency, and funding capacity. The observation period of one year before and five years after mergers and acquisitions with 84 companies as data sample that carried out merger and acquisition transactions during 2005-2015 with the financial statement period of 2004-2020. The test method uses the Wilcoxon signed-rank test to calculate the average before and after mergers and acquisitions. This research shows the impact of financial synergy through decrease in the cost of capital, both cost of debt, cost of equity, and a weighted average cost of capital, and negatif impact that profitability in the form of ROIC and efficiency in the form of TAT tends to decrease after mergers and acquisitions. Therefore, company managers, investors, regulators, who will carry out merger and acquisition transactions can focus on increasing financial synergy in the form of growing funding capacity after mergers and acquisitions and also prepare synergy plans that can increase profitability and efficiency as well as solvency and liquidity. To perfect the following study, that is necessary to calculate precisely the incremental value of the financial synergies created after merger and acquisition transactions and the value creation of the results of the synergy of its operations."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Damar Nugroho
"Penelitian ini bertujuan menguji apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan pada sebelum dan sesudah melakukan merger dan akuisisi (M&A). Pada penelitian ini, kinerja keuangan diukur menggunakan Current Ratio, TATO (Total Asset Turnover), DER (Debt to Equity Ratio), DAR (Debt to Asset Ratio), NPM (Net Profit Margin), ROE (Return on Equity), dan ROA (Return on Asset). Jangka waktu observasi adalah setahun sebelum hingga tiga tahun sesudah M&A. Kami meneliti 123 transaksi M&A yang dilakukan perusahaan publik Indonesia dalam rentang waktu antara tahun 2006-2016 dan membandingkan pengaruhnya pada tiga kelompok sektor industri yaitu kelompok sektor penghasil bahan baku, manufaktur, dan jasa non keuangan. Kami kemudian membagi semua sampel perusahaan pada dua jenis M&A yaitu M&A konglomerat dan nonkonglomerat. Uji statistik yang digunakan adalah Paired Sample t-Test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok sektor penghasil bahan baku, hanya TATO yang menunjukkan perbedaan signifikan saat dibandingkan antara sebelum dan sesudah M&A. Pada dua sektor lainnya, tidak terdapat perbedaan signifikan pada semua rasio keuangan. Pada jenis M&A konglomerat dan nonkonglomerat juga tidak ditemukan ada perbedaan signifikan yang konsisten pada semua rasio yang diteliti. Pada abnormal return, terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah merger pada perusahaan kelompok sektor penghasil bahan baku dan manufaktur tetapi tidak pada kelompok sektor jasa non-keuangan.

This study analyzes whether there are differences in financial performance and abnormal returns before with after mergers and acquisitions (M&A) were carried out. In this study, financial performance is proxied by financial that includes Current Ratio, TATO (Total Asset Turnover), DER (Debt to Equity Ratio), DAR (Debt to Asset Ratio), NPM (Net Profit Margin), ROE (Return on Equity), and ROA (Return on Asset). The financial ratios observation period is one year before and three years in a row after mergers and acquisitions. We study 123 M&A deals initiated by Indonesian public companies from 2006 to 2016 and compare the effects between three industrial group sectors, i.e. primary sectors, industry & manufacturing sectors, and non-financial service sectors. We further divide all
sample enterprises into two different types of M&A, namely conglomerate M&A and non-conglomerate M&A. The statistical test used is the Paired Sample t-Test
and Wilcoxon Signed Rank Test. This study shows that in primary sectors company, only TATO show significant differences in the comparison before and after M&A. In the other two sectors, there are no significant differences in all ratios. The study also shows that there is no consistent significant result in conglomerate and non-conglomerate M&A. This study also demonstrates that there is a significant difference in abnormal return on primary and manufacture group sectors but not on non-financial sectors.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Damar Nugroho
"Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kinerja keuangan perusahaan pada sebelum dan sesudah melakukan merger dan akuisisi (M&A). Pada penelitian ini, kinerja keuangan diukur menggunakan Current Ratio, TATO (Total Asset Turnover), DER (Debt to Equity Ratio), DAR (Debt to Asset Ratio), NPM (Net Profit Margin), ROE (Return on Equity), dan ROA (Return on Asset). Jangka waktu observasi adalah setahun sebelum hingga tiga tahun sesudah M&A. Kami meneliti 123 transaksi M&A perusahaan publik Indonesia dalam rentang waktu tahun 2006-2016 dan membandingkan pengaruhnya pada tiga kelompok sektor industri yaitu kelompok sektor penghasil bahan baku, manufaktur, dan jasa non keuangan. Kami kemudian membagi sampel pada dua jenis M&A yaitu M&A konglomerat dan non-konglomerat. Uji statistik yang digunakan adalah Paired Sample t-Test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok sektor penghasil bahan baku, hanya TATO yang menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah M&A. Pada dua sektor lainnya, tidak terdapat perbedaan signifikan pada semua rasio keuangan. Pada jenis M&A konglomerat dan non-konglomerat juga tidak ada perbedaan signifikan yang konsisten pada semua rasio yang diteliti. Pada abnormal return, terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah merger pada perusahaan kelompok sektor penghasil bahan baku dan manufaktur tetapi tidak pada kelompok sektor jasa non-keuangan.

This study analyzes the differences in financial performance and abnormal returns before with after mergers and acquisitions (M&A). In this study, financial performance is proxied by financial that includes Current Ratio, TATO, DER, DAR, NPM, ROE, and ROA. The financial ratios observation period is one year before and three years in a row after M&A. We study 123 M&A deals initiated by Indonesian public companies from 2006 to 2016 and compare the effects between three industrial group sectors, i.e. primary sectors, industry & manufacturing sectors, and non-financial service sectors. We further divide all sample enterprises into two different types of M&A, namely conglomerate M&A and non-conglomerate M&A. The statistical test used is the Paired Sample t-Test and Wilcoxon Signed Rank Test. This study shows that in primary sectors company, only TATO show significant differences in the comparison before and after M&A. In the other two sectors, there are no significant differences in all ratios. The study also shows that there is no consistent significant result in conglomerate and non-conglomerate M&A. This study also demonstrates that there is a significant difference in abnormal return on primary and industry & manufacturing group sectors but not on non-financial sectors. "
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yasmine Nurhati Patra
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja perusahaan dengan melihat pengaruh pre performance sebagai proksi dari aktivitas akuisisi dan merger serta "pure" cash flow dan operating cash flow sebagai proksi dari kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan metode Ordinary Least Square regression dengan sampel perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2005-2012.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pre performance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan yang diproksikan melalui pure cash flow dan operating cash flow. (2) pre performance dan asset return memiliki pengaruh yang signifikan terhadap post performance. (3) pengestimasian peningkatan kinerja lebih tinggi ketika pure cash flow dipergunakan dibandingkan ketika menggunakan operating cash flow.

This study aims to analyze the determinant factors which have influenced the improvements in company' performance by looking at the effect of pre performance as the proxy of merger and acquisition, also "pure" cash flow and operating cash flow as the proxies of the company's performance. This study uses data panel regression with a sample of non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the year 2005-2012.
The results showed that : (1) pre performance have a significant effect on company's post takever performance which is proxied by pure cash flow and operating cash flow. (2) pre performance and asset return also have a significant effect on the company's operating performance (3) improvement estimates are higher when pure cash flow is used compared to a operating cash flow measure.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S54945
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siagian, Nadine Kezia
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak merger dan akuisisi (M&A) terhadap kinerja keuangan bank pengakuisisi dalam transaksi yang terjadi di Asia, dengan fokus pada profitabilitas, likuiditas, leverage, dan kesejahteraan pemegang saham. Analisis mencakup 30 transaksi M&A yang melibatkan bank pengakuisisi di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, Taiwan, dan Korea Selatan selama periode 2014–2020. Indikator keuangan yang dianalisis meliputi Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), Capital Expenditure to Total Assets (CETA), Investment to Total Assets (ITA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt-to-Equity Ratio (DER), Non-Performing Loans (NPL), Total Loans to Total Deposits (TLOTD), Earnings per Share (EPS), Market Price per Share (MPS), dan Dividends per Share (DPS). Penelitian ini menggunakan dataset pre- dan post-M&A yang disesuaikan serta analisis paired t-test untuk membandingkan kinerja keuangan sebelum dan sesudah M&A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata terdapat perubahan pada indikator kinerja keuangan seperti profitabilitas, likuiditas, leverage, dan kesejahteraan pemegang saham setelah transaksi M&A oleh bank pengakuisisi di Asia. Perubahan tersebut mencakup peningkatan maupun penurunan, yang menunjukkan dampak yang beragam di seluruh sampel. Namun, perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik, yang menunjukkan bahwa meskipun M&A dapat memengaruhi kinerja bank, dampaknya tidak cukup kuat untuk dikonfirmasi pada tingkat signifikansi konvensional. Hal ini menyoroti kompleksitas integrasi pasca-merger dan beragamnya lingkungan pasar di negara-negara Asia.

This study aims to examine the impact of mergers and acquisitions (M&A) on the financial performance of acquiring banks in transactions that occurred in Asia, focusing on profitability, liquidity, leverage, and shareholder wealth. The analysis covers 30 selected M&A transactions involving acquiring banks across Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, the Philippines, Vietnam, India, Taiwan, and South Korea during the period 2014–2020. Financial indicators analyzed include Return on Equity (ROE), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), Capital Expenditure to Total Assets (CETA), Investment to Total Assets (ITA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Debt-to-Equity Ratio (DER), Non-Performing Loans (NPL), Total Loans to Total Deposits (TLOTD), Earnings per Share (EPS), Market Price per Share (MPS), and Dividends per Share (DPS). The research uses a matched pre- and post-M&A dataset and paired t-test analysis to compare financial performance between the periods before and after the M&A. The study finds that, on average, there is a change in financial performance indicators such as profitability, liquidity, leverage, and shareholder wealth following M&A transactions by acquiring banks in Asia. These changes include both positive and negative shifts, indicating a mixed impact across the sample. However, the changes are not statistically significant, suggesting that while M&A may influence bank performance, the effect is not strong enough to be confirmed at conventional significance levels. This highlights the complexities of post-merger integration and the varied market environments across Asian countries."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>