Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 142522 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Emma Mardliyah Hidayat
"Infeksi parasit masih merupakan masalah di dunia, terutama di daerah endemis. Adanya pandemi menyebabkan kemungkinan terjadinya misdiagnosed ataupun late diagnosed dari infeksi parasit karena gejala klinis yang mirip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan diagnosis dan tatalaksana infeksi parasit pada pasien dengan koinfeksi COVID-19. Metode yang dilakukan adalah dengan tinjauan pustaka sistematis pada berbagai laporan kasus yang dipublikasikan. Penelusuran artikel dilakukan sesuai dengan alur pada diagram Prisma secara online melalui PubMed, Google Scholar, Hindawi, Cochrane library, Science direct, DOAJ, Public Library of Science (PLoS). Kata kunci yang digunakan yaitu parasite infection, COVID-19, parasite coinfection covid, intestinal parasite, helminthiasis, protozoa infection, ascariasis, trichuriasis, hookworm, strongyloidiasis, filariasis, schistosomiasis, amebiasis, giardiasis, malaria, typanosomiasis, leishmaniasis. dengan menggunakan quoatation mark “ “ dan Boolean operator “OR” “AND”. Hasil penelusuran didapatkan 700 artikel kemudian dilakukan penapisan dan telaah sehingga didapatkan 14 artikel yang sesuai untuk dianalisis. Dari 14 artikel tersebut didapatkan 17 kasus infeksi parasit, yaitu 2 kasus strongyloidiasis, 1 kasus filariasis, 11 kasus malaria, 2 kasus chagas disease, dan 1 kasus visceral leismahniasis. Penegakan diagnosis infeksi parasit pada pasien koinfeksi COVID-19 58,8% terlambat dilakukan. Tatalaksana infeksi parasit sudah sesuai dengan diagnosis, tetapi perlu diperhatikan adanya interaksi obat. Pemeriksaan diagnostik untuk infeksi parasit pada koinfeksi COVID-19 hendaknya dilakukan secara dini agar penyakit dapat teratasi dengan baik.

A parasitic infection has always been a global issue, especially in an endemic area. The occurrence of pandemic increases the possibility of either misdiagnosed or late-diagnosed of parasitic infection due to the similarity of clinical manifestation. This study was aimed at determining the diagnosis and management of parasitic infection in COVID-19 co- infection patients. The method used in this study was a systematic literature review of various published case reports. Article searches were executed based on the flow on the Prism diagram online through PubMed, Google Scholar, Hindawi, Cochrane library, Science direct, DOAJ, Public Library of Science (PLoS). The keywords used were parasite infection, COVID-19, parasite co-infection covid, intestinal parasite, helminthiasis, protozoa infection, ascariasis, trichuriasis, hookworm, strongyloidiasis, filariasis, schistosomiasis, amebiasis, giardiasis, malaria, trypanosomiasis, leishmaniasis, applying the quotation mark “ ” and the Boolean operator “OR” “AND”. The search results gathered 700 articles which were filtered and analyzed that narrowed to 14 journals suitable for the analysis. Out of these 14 journals, 17 cases of parasitic infection were found, namely 2 cases of strongyloidiasis, 1 case of filariasis, 11 cases of malaria, 2 cases of Chagas disease, and 1 case of visceral leishmaniasis. About 58.8% of patients coinfected with COVID-19 were diagnosed late. The management of parasitic infection has been done in accordance with the diagnosis, but drug interaction must be considered. Early diagnostic examination for patients coinfected with COVID-19 is highly suggested to ensure that the disease is treated well."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fariz Rahmansyah
"Berdasarkan catatan WHO per Mei 2021, setidaknya ada 115.000 tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat infeksi virus corona. Tenaga Kesehatan sebagai garda terdepan, merupakan faktor terpenting dalam upaya penanganan COVID-19. Berbagai penelitian menunjukan, diperlukannya sistem reward khusus untuk tenaga kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas etos kerja yang diberikan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang peran organisasi dan kepimpinan dalam memberikan bentuk reward kepada tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan basis data Google Scholar, Remote Lib UI dan PubMed. Hasil pencarian didapat 10 literatur berasal dari China, AS, Eropa, Afrika, England, Italy, Indonesia yang telah melakukan penelitian terkait reward yang dapat diberikan untuk tenaga kesehatan selama masa pandemi COVID-19. Hasil telaah literatur menunjukan peran organisasi dan pemimpin dalam menganalisis bentuk reward yang diberikan yaitu mengenai kesehatan mental, finansial dan reward lainnya yang mendukung kebutuhan tenaga kesehatan. Penulis melakukan analisis kebijakan reward ini agar dapat digunakan oleh organisasi atau fasilitas kesehatan di Indonesia dalam memberikan gambaran reward yang tepat untuk diberikan sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan selama masa pandemi COVID-19, namun perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui tingkat efektivitas reward, agar lebih representatif.

Based on WHO records as of May 2021, at least 115,000 health workers have died due to corona virus infection. Health workers, as the frontline, are the most important factor in efforts to deal with COVID-19. Various studies show the need for a special reward system for health workers as a form of appreciation for the work ethic given. This paper aims to provide knowledge about the role of organizations and leadership in providing a form of reward to health workers. This study uses a literature review method with Google Scholar, Remote Lib UI and PubMed databases. The search results obtained 10 literatures from China, the US, Europe, Africa, England, Italy, Indonesia which have conducted research related to rewards that can be given to health workers during the COVID-19 pandemic. The results of the literature review show the role of organizations and leaders in analyzing the form of rewards given, namely mental health, financial and other rewards that support the needs of health workers. The author analyzes this reward policy so that it can be used by organizations or health facilities in Indonesia in providing the right description of rewards to be given according to the needs of health workers during the COVID-19 pandemic, but further research needs to be done to determine the effectiveness of rewards, to make them more representative."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakhri Rahman, supervisor
"Pendahuluan dan tujuan: Penyakit virus corona (COVID-19) telah mempengaruhi praktik sehari-hari dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak COVID-19 terhadap praktik urologi di Indonesia.
Metode: Penelitian ini merupakan studi potong-lintang menggunakan kuisioner berbasis web (Survey Monkey) yang didistribusikan dan dikumpulkan dalam waktu tiga minggu. Seluruh dokter urologi yang berpraktik di Indonesia dikirimkan sebuah tautan kuisioner elektronik melalui E-mail, aplikasi Whatsapp Messenger, dan/atau layanan pesan singkat, dan kepala residen dalam setiap pusat urologi mendistribusikan kuisioner elektronik kepada residen urologi.
Hasil: Rerata respon adalah 369/485 (76%) pada dokter urologi dan 220/220 (100%) pada residen urologi. Sejumlah kurang dari 10 persen respon [ada setiap bagian didapatkan tidak lengkap. Terdapat 35/369 (9.5%) dokter urologi dan 59/220 (26.8%) residen urologi yang pernah dinyatakan pasien suspek COVID-19, dan tujuh diantaranya dinyatakan positif terkonfirmasi COVID-19. Mayoritas dokter urologi (66%) lebih menyukai melanjutkan konsultasi tatap muka dengan jumlah pasien yang terbatas, dan lebih dari 60% dokter urologi lebih menyukai menunda mayoritas (66%) atau seluruh operasi elektif. Sebagian besar dokter urologi juga memiliki untuk menunda operasi elektif pada pasien dengan gejala terkait COVID-19 da pasien yang membutuhkan perawatan pasca-operasi ICU. Dokter dan residen urologi melaporkan tingginya rerata menggunakan apat pelindung diri, selain gaun medis dan masker N95, yang mana persediaannya terbatas. Beberapa dokter ahli bedah onkologi urologi dipertimbangkan menjadi prioritas utama untuk dokter urologi Indonesia selama masa epidemic COVID-19.
Kesimpulan: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan pelayanan urologi baik pada klinik rawat jalan dan pelayanan pembedahan dengan prosedur uro-onkologi sebagai prioritas untuk dilakukan.

Introduction and objectives: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) has affected daily practices in health care services. This study aimed to investigate the impact of COVID-19 on urology practice in Indonesia.
Methods: This was a cross-sectional study using web-based questionnaire (Survey Monkey), which was distributed and collected within a period of three weeks. All practicing urologists in Indonesia were sent an e-questionnaire link via E-mail, WhatsApp Messenger application, and/or short message service, and the chief of residents in each urology centre distributed the e-questionnaire to urology residents.
Results: The response rate was 369/485 (76%) among urologists and 220/220 (100%) among urology residents. Less than 10 percent of the responses in each section were incomplete. There are 35/369 (9.5%) of urologists and 59/220 (26.8%) of urology residents had been suspected as COVID-19 patients, of whom seven of them were confirmed to be COVID-19 positive. The majority of urologists (66%) preferred to continue face-to-face consultations with a limited number of patients, and more than 60% of urologists preferred to postpone the majority (66%) or all elective surgery. Most urologists also chose to postpone elective surgery in patient with COVID-19-related symptoms and patient who required post-operative ICU-care. Urologist and urology residents reported high rates of using personal protective equipment, except for medical gowns and N95 masks, which were in short supply. Several uro-oncology surgeries were considered to be the top priority for Indonesian urologist during COVID-19 epidemic period.
Conclusion: The COVID-19 pandemic has caused a decline in urology service in both outpatient clinic and surgery services with uro-oncological procedure as a priority to conduct.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Pelawi, Elsha Giovanni Ekania
"Pandemi COVID-19 yang melanda dunia mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai kebijakan sebagai upaya untuk memperlambat laju penyebaran virus. Di Indonesia, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak April 2020 dilakukan dengan menerapkan pembatasan jarak sosial dan pembatasan waktu operasional pada tempat publik. Kendati memiliki tujuan yang baik, kebijakan ini berdampak buruk bagi pelaku usaha, dilihat dari menurunnya pendapatan di berbagai sektor yang berdampak negatif pula bagi perekonomian nasional. Salah satu sektor usaha yang terdampak ialah industri perbankan, yang mempunyai peranan penting dalam membantu pertumbuhan ekonomi sektor usaha lainnya, terutama dalam memberikan kelonggaran kredit bagi pelaku usaha yang gagal membayar pinjamannya tepat waktu akibat pandemi. Meningkatnya jumlah nasabah yang mengalami gagal bayar juga mengakibatkan penurunan pada pendapatan dan performa rasio perbankan lainnya. Hal ini mendorong pihak pemerintah untuk melakukan intervensi dalam bentuk dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penelitian ini berupaya untuk mempelajari fenomena tersebut pada salah satu bank pemerintah yaitu Bank X dengan fokus utama kredit pada segmen korporasi menggunakan metode sistem dinamis. Dua indikator utama yang dijadikan bahan penilaian dampak ialah rasio Non-Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR). Keluaran dari penelitian ini berupa evaluasi terhadap dampak pandemi COVID-19 untuk mengetahui seberapa efektif dampak intervensi yang dilakukan pemerintah dalam bentuk dana PEN terhadap indikator kredit korporasi.

The COVID-19 pandemic hits the world and prompted governments to carry out various policies in an effort to slow down the spread of the virus. In Indonesia, the implementation of Large-Scale Social Restrictions since April 2020 has been carried out by implementing social distancing restrictions and operating time restrictions in public places. Despite having good intentions, this policy has a negative impact on business actors, seen from the decline in income for various sectors, which also has a negative impact on the national economy. One of the affected business sectors is the banking industry, which has an important role in helping the economic growth of other business sectors, especially in providing credit concessions for business actors who fail to pay their loans on time due to the pandemic. The increasing number of customers experiencing default also resulted in a decrease in income and the performance of other banking ratios. This prompted the government to intervene in the form of granting Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) fund. This study attempts to study this phenomenon at one of the state-owned banks, namely Bank X, with the main focus of credit on the corporate segment using dynamic system method. The two main indicators used as material for the impact assessment are Non-Performing Loan (NPL) ratio and Capital Adequacy Ratio (CAR). The output of this research is an evaluation of the impact of the COVID-19 pandemic to find out how effective the government's intervention in the form of PEN funds is on corporate credit indicators."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elvira Sufida
"Upaya kelembagaan hubungan industrial Kota Depok untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis pada masa pandemi COVID-19 merupakan langkah yang dilakukan oleh aktor-aktor hubungan industrial di Kota Depok untuk menangani permasalahan hubungan industrial. Terdapat 3 permasalahan hubungan industrial yang sering terjadi di tengah pandemi COVID-19. Permasalahan yang menjadi fokus kelembagaan hubungan industrial yaitu, pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya), upah minimum, dan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Proses menangani 3 permasalahan hubungan industrial dengan melakukan dialog kepada seluruh anggota untuk membuat rekomendasi yang tepat untuk diteruskan kepada Walikota dan menjadi acuan bagi seluruh pekerja dan pengusaha di Kota Depok. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis upaya kelembagaan hubungan industrial Kota Depok dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis pada masa pandemi COVID-19. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam sebagai data primer dan studi pustaka sebagai sekunder, serta teknik analisis data kualitatif induktif. Hasil penelitian ini yaitu upaya kelembagaan hubungan industrial Kota Depok secara umum sudah dapat dilaksanakan dengan baik. Upaya dalam menangani kendala pembayaran THR yaitu melakukan pengawasan pada perusahaan yang bermasalah membayar THR, dan membuka posko pengaduan THR. Upaya dalam pemberian upah minum yaitu, memberikan kepastian hukum kepada perusahaan, memberikan apresiasi berupa relaksasi cost pembayaran pajak air tanah, dan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Selain itu, upaya dalam menangani PHK dengan memberikan pelatihan dan uji kompetensi kepada pekerja. Namun upaya yang dilaksanakan perlu dioptimalkan oleh kelembagaan hubungan industrial di Kota Depok yaitu belum mengaplikasikan bidang teknologi untuk menyelesaikan permasalahan hubungan industrial di tengah pandemi COVID-19. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu membuat website pengaduan THR secara online, memberikan pelatihan pada bidang teknologi, memberikan sanksi pidana dan denda membayar sejumlah uang bagi perushaan yang tidak taat aturan pemerintah, dan mengadakan rapat lebih intens untuk membahas permasalahan hubungan industrial.

The industrial relations institutional efforts of Depok City to create harmonious industrial relations during the COVID-19 pandemic are steps taken by industrial relations actors in Depok City to deal with industrial relations problems. There are 3 industrial relations problems that often occur in the midst of the COVID-19 pandemic. The problems that become the focus of industrial relations institutions are the payment of THR (Tunjangan Hari Raya), minimum wages, and layoffs (Termination of Employment). The process of dealing with 3 industrial relations issues by holding a dialogue with all members to make appropriate recommendations which will be forwarded to the Mayor and become a reference for all workers and employers in Depok City. The purpose of this study is to analyze the efforts of Depok City's industrial relations institutions in creating harmonious industrial relations during the COVID-19 pandemic. This research approach is qualitative with in-depth interview data collection techniques as primary data and literature study as secondary, as well as inductive qualitative data analysis techniques. The result of this research is that the industrial relations institutional efforts of Depok City in general have been able to be implemented well. Efforts to deal with THR payment constraints are to supervise companies that have problems paying THR, and open a THR complaint post. Efforts in providing drinking wages include providing legal certainty to companies, giving appreciation in the form of relaxing the cost of paying groundwater taxes, and providing Wage Subsidy Assistance (BSU). In addition, efforts to deal with layoffs are carried out by providing training and competency tests to workers. However, the efforts carried out need to be optimized by the industrial relations institution in Depok City, which has not yet applied the technology field to solve industrial relations problems in the midst of the COVID-19 pandemic. Recommendations that can be given are making an online THR complaint website, providing training in the field of technology, providing criminal sanctions and fines paying a sum of money for companies that do not comply with government regulations, and holding more intense meetings to discuss industrial relations issues."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azka Abdi Amrurobbi
"Penelitian ini membahas tantangan pemilihan inklusif bagi pemilih difabel pada Pemilihan Serentak tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19, studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam kepada organisasi penyandang difabel dan Penyelenggara Pemilihan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Temuan dari penelitian ini yaitu: 1) potensi tidak terdaftarnya pemilih difabel dalam daftar pemilih terjadi apabila KPU tidak inovatif dalam mendata pemilih difabel, maka perlu adanya komunikasi yang intens antara Penyelenggara Pemilihan dan kelompok difabel; 2) tantangan pelaksanaan Pemilihan Serentak tahun 2020 terhadap pemilih difabel adalah belum maksimalnya pendidikan pemilih yang berpotensi pada rendahnya partisipasi dan pemahaman difabel terhadap informasi Pemilihan; 3) tantangan pemenuhan akses bagi pemilih difabel untuk menjangkau TPS yang memenuhi persyaratan protokol kesehatan. Pemilih difabel berpotensi besar terpapar COVID-19 sehingga memerlukan perhatian khusus dari penyelenggara khususnya Badan Ad hoc untuk memperhatikan TPS yang memadai bagi pemilih difabel."
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum , 2021
320 JTKP 2:2 (2021)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Faisal Fadhlurrahmansyah
"Pertumbuhan tingkat partisipasi pada pasar produk keuangan di Indonesia saat ini semakin pesat dan dapat membantu perkembangan ekonomi negara. Pandemi COVID-19 yang telah melanda seluruh dunia telah mempengaruhi pasar saham, bahkan dapat diklasifikasikan sebagai kehancuran pasar saham. Walaupun demikian, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan adanya peningkatan partisipasi investor individu terutama pada generasi muda. Maka dari itu, penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi niat investasi generasi Z di pasar saham Indonesia selama pandemi COVID-19 di Pulau Jawa, Indonesia. Peneliti menggunakan Theory Planned Behavior (TPB) dalam mengembangkan hipotesis, yang terdiri dari variabel sikap, norma subjektif, dan keyakinan pengetahuan keuangan sebagai pengganti variabel control perilaku. Penelitian ini menambahkan dua faktor tambahan yang diambil dari penelitian-penelitian sebelumnya yaitu ciri-ciri kepribadian investor dan pengetahuan keuangan sebagai pengembangan dari teori TPB. Metode Partial Least Aquare – Structural Equation Model (PLS-SEM) digunakan untuk menganalisis model dan hubungan antara variabel pada penelitian ini dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0 dan IBM SPSS 25. Sample pada penelitian ini terdiri dari 323 individu yang berusia antara 17-24 tahun (generasi Z), berdomisili di Pulau Jawa, dan belum pernah berinvestasi di pasar saham untuk menghindarkan bias. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seluruh variabel dalam teori TPB yaitu variabel sikap, norma subjektif, dan keyakinan mengeloala keuangan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap niat investasi. Hal ini juga berlaku pada dua tambahan variable yaitu ciri-ciri kepribadian investor dan yang juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat investasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa variabel sikap memiliki hubungan partial mediation antara hubungan pengetahuan keuangan dan niat investasi. Kemudian, variabel keyakinan mengelola keuangan juga berperan sebagai partial mediation dan tidak memoderasi hubungan antara variabel ciri-ciri kepribadian investor dan niat investasi. Sebagai kesimpulan, penelitian menunjukan bahwa niat investasi individu pada generasi Z di pulau Jawa dapat dijelaskan dengan variabel-variabel yang ada dalam penelitian.

The growth of participation rate in the financial market in Indonesia is now increasing rapidly and support the country's economic development. The pandemic COVID-19 that hit the world has affected the stock market and classified as a stock market crash. Nevertheless, the Financial Service Authority of Indonesia (OJK) stated that there is a significant increase in the participation of individual investors, especially in the younger generation. Therefore, this research focuses on factors that influence the investment intentions of generation Z in the Indonesian stock market during the COVID-19 pandemic in Java Island, Indonesia. Researchers used Theory Planned Behavior (TPB) in developing hypotheses, consisting of attitude, subjective norms, and financial self-efficacy variable as substitutes of perceived behavioral control. This research also added two additional factors taken from previous studies which is prospective investor's personality traits and financial knowledge as an extending of TPB theory, The Partial Least Square – Structural Equation Model (PLS-SEM) method was used to analyze the model and the relationship between variables using SmartPLS 3.0 software to conduct the main test and IBM SPSS 25 as software to test the validity and reliability of pre- tests. The sample in this research consisted of 323 individuals aged between 17-24 years (generation Z), domiciled in Java Island, and had never invested in the stock market in purpose of avoiding bias. The results of this study show that all variables in TPB theory namely attitude, subjective norms, and financial self-efficacy have a significant and positively influence investment intention. This research also applies two additional variables, personality traits and financial knowledge that also have a positive and significant influence on investment intention. This research also found that attitude become a partial mediation variable between the relationship of financial knowledge and investment intention. Moreover, financial self-efficacy also serves as partial mediation but no moderates the relationship between personality traits and investment intention. This research indicates that the intention of individual investment in generation Z in Java Island can be explained by the variables contained in the research."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fachrun Naja Maulidia
"Pandemi COVID-19 menyebabkan munculnya konsekuensi negatif bagi Subjective well-being (SWB) remaja, yang merupakan kelompok paling rentan karena karakteristik perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi respons terhadap stres (primary control engagement coping, secondary control engagement coping, disengagement coping, involuntary engagement dan involuntary disengagement), traits kepribadian (extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, openness to experience) dan persepsi terhadap dukungan sosial (keluarga, teman, figur yang signifikan) pada SWB remaja selama masa pandemi COVID-19. Partisipan adalah 313 orang remaja Indonesia (13-18 tahun) yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Satisfaction with Life Scale, Scale of Positive and Negative Experience, Child Self Report Responses to Stress Questionnaire-COVID-19 dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Data dianalisis dengan regresi hierarki berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons terhadap stres, traits kepribadian, dan persepsi terhadap dukungan sosial berkontribusi terhadap SWB (LS, PA dan NA) remaja. Secara khusus, involuntary disengagement response, extraversion, neuroticism dan persepsi terhadap dukungan sosial dari keluarga secara signifikan berkontribusi pada SWB remaja. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi para praktisi untuk menyusun intervensi bagi remaja agar dapat mengembangkan respon terhadap stres yang adaptif dan untuk orang tua agar memberikan dukungan kepada remaja sehingga dapat mengoptimalkan SWB remaja Indonesia pada masa pandemi COVID-19 dan seterusnya.

COVID-19 pandemic causes negative consequence for adolescents’ subjective well- being (SWB) as they are the most vulnerable group due to their developmental characteristic. This research investigated contribution response to stress (primary control engagement coping, secondary control engagement coping, disengagement coping, involuntary engagement dan involuntary disengagement), personality traits (extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, openness to experience), and perceived social support (family, friends, significant figure) of adolescent SWB during COVID-19 pandemic period. The participants were 313 Indonesian adolescents (13-18 years old), selected using convenience sampling method. The measurements were Satisfaction with Life Scale, Scale of Positive and Negative Experience, Child Self Report Responses to Stress Questionnaire-COVID-19 dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Data were analyzed using hierarchical multiple regression. Results showed that response to stress, personality traits, and perceived social support together contributed to adolescents’ SWB (LS, PA & NA) significantly. Specifically, involuntary disengagement response, extraversion, neuroticism and perceived social support from family significantly contributed to adolescents’ SWB. The practical implication for professionals are to develop psychological intervention for adolescents to be able to develop adaptive response to stress and for parents to give support to adolescents in order optimize their SWB in Indonesian context during the COVID-19 pandemic and onward."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tanty Riyani
"Pandemi COVID-19 telah memberi dampak pada ekonomi mulai dari terhambatnya aktivitas produksi, pengurangan tenaga kerja, hingga turunnya produk domestik bruto negara. Penelitian ini secara khusus membahas dampak pada ketahanan ekonomi keluarga pekerja harian angkutan roda dua berbasis aplikasi di DKI Jakarta khususnya pemuda. Indikator yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode kombinasi. Penelitian ini dimulai dengan melakukan survey menggunakan kuesioner pada 160 pekerja angkutan roda dua berbasis aplikasi di DKI Jakarta. Data yang didapat kemudian diolah untuk mendapatkan indeks ketahanan ekonomi keluarga pada tiga masa yaitu sebelum pandemi atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), selama PSBB, dan masa PSBB transisi secara umum dan berdasarkan wilayah perkotaan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan penerapan PSBB indeks ketahanan ekonomi keluarga menurun sebesar 10,61% sehingga indeks berada pada kategori sangat rendah dan mulai meningkat di masa PSBB transisi sebesar 3,27%. Adapun wilayah yang paling terdampak di DKI Jakarta adalah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Pemuda memiliki potensi untuk memperbaiki ketahanan ekonomi keluarga yang menurun dengan memanfaatkan momen ekspansi dan recovery pada masa krisis ekonomi.

The COVID-19 pandemic has had an impact on the economy. This research discusses the impact on the economic resilience of the application-based motorcycle transport workers family in DKI Jakarta, especially youth. The indicators used to analyze data were obtained from the Central Statistics Agency, DKI Jakarta Provincial Minimum Wage, the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection.
The approach used to analyze the data is combination method. This research was started by conducting a survey using questionnaire to 160 application-based motorcycle transport workers in DKI Jakarta. The data obtained were then processed to obtain family economic resilience index in three periods, namely before the pandemic or Large-Scale Social Restrictions (LSSR), during the LSSR, and the transitional LSSR period in general and based on urban areas.
The results indicate that with the application of the LSSR, the index of family economic resilience decreased by 10.61% in the very low category and began to increase during the transitional LSSR period by 3.27%. The areas most affected are Central Jakarta and East Jakarta. Youth has the potential to improve the economic resilience of the family which has declined by taking advantage of the moments of expansion and recovery during the economic crisis.
"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>