Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16457 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Edelleit Rose Widyatmoko
"Walaupun sering dianggap sebagai luapan perasaan saja, interpretasi ungkapan tawa tidak sesederhana kelihatannya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan motif penuturan tawa wkwk berdasarkan ortografinya melalui penjabaran karakteristik penggunaan bentuk tawa wkwk dalam percakapan tulis digital berdasarkan konteksnya. Pemetaan ujaran tawa dilakukan pada grup chat yang beranggotakan penutur bahasa Indonesia. Makalah ini menggunakan metode analisis percakapan (Schegloff, 2007) dengan ancangan teori stance taking (DuBois, 2007) dan teori pengelompokkan tawa oleh Glenn (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran tawa wkwk digunakan sesuai dengan konteks percakapan yang sedang berlangsung. Berkaitan dengan hal ini, ditemukan adanya kesamaan motif penggunaan tawa wkwk dengan bentuk tawa lainnya, bahkan tawa tatap muka. Selain itu, tawa “wkwk” menunjukkan hubungan kedekatan antar penutur yang memiliki hubungan akrab. Dengan demikian, kebaruan penelitian tawa wkwk tidak terletak pada mengapa tawa itu dituturkan, tapi kepada siapa tawa tersebut dituturkan.

Although laughter is commonly thought to be an expression of emotion, its interpretation is not as simple as it appears. The goal of this study is to discover the motivations for the orthography of wkwk by describing the characteristics of the use of the form of laughter in digital written conversations based on context. The information was gathered from a group chat of young adult Indonesian speakers. This paper employs a conversational analysis method (Schegloff, 2007), with stance taking theory approach (DuBois, 2007) and Glenn's laughter theory (2013). The findings revealed how laughter was cued in response to the ongoing conversation. There were similarities in the use of laughter with other types of laughter, such as face-to-face laughter. Furthermore, "wkwk" denotes a close relationship between speakers who are considered close. Thus, the novelty aspect of this study doesn't lie at why laughter is spoken, but who does the laughter."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
R. Moch. Wachyu R.A.
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang kelayakan whatsapp sebagai media penyuluhan pesan kesehatan pada remaja berdasarkan studi kasus yang ada di SMP Negeri 5 Depok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan Focus Group Discussion FGD. Hal yang diteliti antara lain pesan kesehatan, media sosial whatsapp , kredibilitas sumber, format penyampaian, intensitas penyampaian informasi keseahtan, dan intensitas penggunaan whatsapp. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai kelayakan whatsapp sebagai media penyuluhan pesan kesehatan pada remaja. Hasil penelitian ini menilai bahwa whatsapp layak sebagai media penyampaian penyuluhan pesan kesehatan pada remaja dilihat dari pesan kesehatan yang disampaikan, media sosial whatsapp yang digunakan, kredibilitas sumber yang didapatkan oleh remaja sebagai penyampai pesan kesehatan melalui whatsapp, format penyampaian yang sederhana, singkat, jelas, menggunakan gambar dan video di dalam whatsapp, intensitas penyampaian informasi kesehatan dengan tema-tema sederhana yang dapat diaplikasikan langsung dan intensitas penggunaan whatsapp yang dainggap mudah dan sering dilakukan oleh remaja.

ABSTRACT
This thesis discuss about the feasibility of whatsapp as a media of health message counseling on teenagers based on case study at 5th state junior high school. This research is cualitative research which uses Focus Group Discussion FGD. There are many object of research such as health message, social media whatsapp, source credibility, format delivery, intensity of format health message, and intensity used of whatsapp. The purpose of this study is to assess the feasibility of whatsapp as a media of health message counseling on teenagers. The results of this study assessed that whatsapp deserves to be a media for delivering health messages to teenagers viewed by delivering health message, the used of social media whatsapp, sources credibility obtained by teenagers as a sender of health through whatsapp, format delivery are simple, clear, use image and video in whatsapp, intensity of delivering health information with frequency delivery of simple themes that can be applied directly and the intensity of whatsapp which consideres easly and mostly used by teenagers. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Isfarial Reihan Raisuli
"ABSTRAK
Berkembangnya teknologi dan komunikasi saat ini telah memudahkan kehidupan manusia dalam berkomunikasi satu dan lainnya. Tentunya perkembangan teknologi yang tengah terjadi juga membuka kesempatan baru bagi para pemasar untuk dapat menjangkau target market potensialnya, dengan cara yang lebih modern dan dapat berinteraksi secara langsung ke dalam percakapan yang terjadi antara sebuah brand dan konsumen. Hal ini dapat dicapai dengan mengimplementasikan strategi pemasaran digital didukung dengan bantuan media sosial sebagai tools utama dalam menjalankan sebuah strategi digital. Kelebihan yang dimiliki oleh pemasaran digital inilah yang dijadikan peluang oleh Miles Film untuk memasarkan film Ada Apa Dengan Cinta 2. Optimalisasi akun media sosial sebagai kanal utama dalam menyebarkan awareness secara digital dan buzz marketing yang dilakukan oleh pihak Miles Films dengan bantuan para buzzer untuk menciptakan word-of-mouth pada target market telah terbukti menghasilkan berbagai user generated content yang secara tidak langsung turut mempromosikan film AADC 2. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya menjadikan AADC 2 sebagai salah satu film Indonesia tersukses pada tahun 2016 dengan perolehan 3,6 juta penonton.

ABSTRACT
The current development of technology and communication has facilitated human life in communicating with one another. The current technological development is also opening such new opportunities for marketers to be able to reach their potential target markets, with a more modern way and the way that they will be able to directly communicate in a conversation between a brand and a consumer. This can be achieved by implementing the digital marketing strategies and also supported by the social media as the primary tool in implementing a digital strategy. The advantages of digital marketing are used as an opportunity for Miles Film in promoting the movie of Ada Apa Dengan Cinta 2. The optimization of social media accounts as its main channel in spreading the digital awareness and buzz marketing which conducted by Miles Films with the help of buzzer to create word of mouth on the target market, has been shown to successfully produce a variety of user generated content that indirectly contributes to promoting the movie of AADC 2. These factors are ultimately turned AADC 2 as one of Indonesia 39 s most successful films in 2016 with the result of 3.6 million viewers"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Valeri Putri Hadiningrat
"Penelitian ini membahas tentang keberadaan Komunikasi Antarpribadi yang terdapat di film Ada Apa dengan Cinta (2002). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan berbagai proses dalam hubungan antarpribadi yang terjadi antara Rangga dan Cinta yang bisa dikaitkan dengan Social Penetration theory untuk selanjutnya melihat bagaimana Komunikasi Antarpribadi yang terjalin berdasarkan teori tersebut. Penelitian ini kemudian juga menggaris bawahi usaha film Ada Apa dengan Cinta dalam memperkaya representasi di media, terlihat dari keberadaan karakter-karakter dengan personality yang berbeda serta hubungan antarpribadi yang terjalin di antara para tokohnya. Sebagai riset kualitatif, teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah content-based anaysis. Instrumen penelitian ini adalah film. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan Social Penetration theory yang terimplementasi dalam film Ada Apa dengan Cinta yaitu pada jalinan hubungan antara Rangga dan Cinta. Riset ini menyimpulkan bahwa representasi dari hubungan antarpribadi yang terjalin antara Rangga dan Cinta memang sesuai dengan proses yang terdapat pada teori Social Penetration.

This research discusses the existence of interpersonal relationship in the film Ada Apa dengan Cinta (2002). The aim of this study is to analyze and describe various interpersonal relationship processes that occur between Rangga and Cinta which can be associated with the Social Penetration theory to further see how the existing interpersonal relationship relates with the Social Penetration theory. This research also underlines the efforts of the Ada Apa dengan Cinta film in enhancing representation in the media, as can be seen from the existence of characters with different personalities and the interpersonal relationships that exist between the characters. As a qualitative research, this study uses content-based analysis technique. The instrument used in this research is film.The result of this research indicates the relationship of Social Penetration theory which is implemented in the Ada Apa dengan Cinta film on the relationship between Rangga and Cinta. This research conlcudes that the representation of interpersonal relationship that exists between Rangga and Cinta is indeed in accordance with the process contained in the Social Penetration theory.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
"agama memang seperti pedang bermata dua, disatu sisi agama bisa menjadi sumber untuk membangun perdamaian dan merajut persaudaraan, akan tetapi di pihak lain agama juga bisa menginspirasi pemeluknya untuk melakukan kejahatan, kekerasan bahkan terorisme. di indonesia hal yang kerap kali terjadi adalah salah baca dalam menilai konsep pluralisme. baik dari golongan islam maupun kristen. "
361 MAJEMUK 42:1 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Aisha Ardelia Putri
"Lanskap ritel terus mengalami perubahan seiring dengan berkembangnya inovasi digital dan pergeseran perilaku konsumen, yang mendorong kemunculan TikTok Shop sebagai salah satu platform e-commerce terkemuka di kalangan generasi muda Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian konsumen selama flash sale produk kecantikan di TikTok Shop. Fokus utama penelitian adalah untuk mengkaji bagaimana persepsi nilai yang terdiri dari nilai harga, fungsional, emosional, dan sosial, mempengaruhi niat beli dan pembelian aktual. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana tekanan waktu dan keterlibatan produk membentuk hubungan tersebut. Data dikumpulkan melalui eksperimen daring yang melibatkan 126 partisipan yang telah membeli produk kecantikan di TikTok Shop dalam tiga bulan terakhir, berusia 18 hingga 34 tahun, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen 2x2 serta analisis regresi moderasi dengan bantuan SPSS untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai emosional menjadi prediktor yang kuat terhadap niat beli ketika konsumen memiliki keterlibatan tinggi terhadap produk dan tidak berada dalam tekanan waktu. Sebaliknya, nilai harga, fungsional, dan sosial tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap niat beli. Tekanan waktu terbukti mengurangi pengaruh nilai emosional, sehingga memperlemah keputusan yang didorong oleh emosi. Meskipun efek moderasi ini tidak signifikan di tiap kelompok, hasilnya signifikan pada model keseluruhan. Ketika konsumen berada dalam tekanan waktu dan memiliki keterlibatan rendah terhadap produk, nilai harga dan emosional justru berpengaruh signifikan terhadap niat beli, yang bertentangan dengan hipotesis awal yang memprediksi pengaruh lebih kuat pada keterlibatan tinggi. Terakhir, niat beli terbukti secara signifikan memengaruhi pembelian aktual, terutama pada konsumen yang mengalami tekanan waktu tinggi dan keterlibatan produk yang tinggi.

The retail landscape is constantly evolving, with digital innovation and shifting consumer behavior accelerating the rise of TikTok Shop as one of the leading e-commerce platforms for young Indonesians. This study investigates the factors that influence consumers’ purchase behavior during beauty flash sales on TikTok Shop. It focuses on how perceived value, consisting of price, functional, emotional, and social value, affects purchase intention and actual purchase. The study also explores how time pressure and product involvement shape these relationships. Data were collected through an online experiment involving 126 participants aged 18 to 34, living in the Greater Jakarta area (Jabodetabek), who had purchased beauty products on TikTok Shop within the past three months. A 2x2 experimental design and moderated regression analysis using SPSS were employed to test the hypotheses. The results show that emotional value became a strong predictor of purchase intention when consumers were highly involved and not under time pressure. In contrast, price, functional, and social value did not significantly influence purchase intention in any condition. Time pressure was found to reduce the influence of emotional value, weakening emotionally driven decisions. While this moderating effect was not significant within individual groups, it was significant in the overall model. When consumers were under time pressure and had low involvement with the product, both price and emotional value significantly influenced purchase intention, contradicting the original hypotheses that expected stronger effects under high involvement. Finally, purchase intention significantly predicted actual purchase, particularly among consumers experiencing both high time pressure and high product involvement."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syafril Teha Noer
Jakarta : KP Books, 2012
320.859 838 SYA r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ki Moesa Machfoeld
Jogjakarta: Indrasari, 1960
306.4 MOE m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Pustaka Antara, 1996
362.828 6 APA
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Park, Naree
Seoul: Hollym, 2007
KOR 495.7 PAR c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>