Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 146165 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bambang Djati Santoso
"Perencanaan merupakan salah satu fungsi dalam upaya operasional dimana dilakukan kegiatan dengan mengacu kebutuhan akan barang ATK dan cetakan selama kurun waktu satu tahun sehingga terjamin kelancaran pelayanan kepada masyarkat yang membutuhkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran proses perencanaan barang ATK dan cetakan di puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi, yaitu dengan Cara perencanaan pada tiap unit-unit puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi dalam proses perencanaan disesuaikan dengan kebutuhan yang riil dengan melakukan analisis untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari proses perencanaan yang sekarang dilakukan.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode telaah kasus melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan data primer dan data skunder yaitu penelitian di beberapa puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi serta wawancara langsung dengan Top Manajer, Midle Manajer dan Lower Manajer, sedangkan data skunder diperoleh dengan cara survey lapangan serta data-data penunjang lainnya.
Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa proses perencanaan di puskesmas dan Dinkes Kota Bekasi belum berjalan dengan baik, untuk pencapaian proses perencanaan yang optimal harus segera memberdayakan seluruh kemampuan staf pada bidang masing-masing untuk lebih mendalami cara membuat perencanaan yang benar dengan dibuat standar baku dan tertulis serta mempunyai dasar hukum.

Analysis on Stationery and Printing Goods Need of Puskesmas in Bekasi MunicipalityPlanning is one of operational functions in which several activities are carried out referring stationery and printing goods need during one year period that may guarantee public service performed to those who need Puskesmas services.
The research's objective is to describe planning processes of stationery and printing supplying at Puskesmas and Health Unit of Bekasi Municipality, which is carried out through planning made by each Puskesmas unit and Health Unit of Bekasi Municipality based on their real needs. Analysis is directed to understand strengths and weaknesses of each planning being applied.
The research applies case study method through qualitative approach which uses primary and secondary data gathered from studies over several Puskesmases and Health Unit of Bekasi Municipality and interviews with Top Managers, Middle Managers, and Low Managers, while secondary data are gathered from field survey and other supporting data.
From discussion it could be concluded that planning processes at Puskesmases and Health Unit of Bekasi Municipality has not performed well. In order to achieve optimum planning processes, all staffs capacities available at each unit should be empowered in order to make them understand on how to make an acceptable plan, by preparing a standardized manual book which fulfills legal standards.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2001
T7820
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Irina Darmawan
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26473
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Puji Lestari
"Perencanaan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi Puskesmas di Kota Bekasi belum menggunakan metode perhitungan kuantitatif karena belum ada pelatihan mengenai metode perencanaan tersebut. Dinas Kesehatan Kota Bekasi sendiri hanya sebagai penyeleksi pengajuan usulan tenaga dokter dari puskesmas karena harus disesuaikan dengan anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Daerah. Namun demikian, tetap perlu dilakukan perencanaan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi puskesmas di Kota Bekasi yang disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya di lapangan. Oleh karena itu, penulis ingin menghitung kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi puskesmas di Kota Bekasi dengan menggunakan metode perhitungan kuantitatif berdasarkan beban kerja yang mudah dioperasikan, mudah digunakan, secara teknis mudah diterapkan, komprehensif dan realistis. Salah satu metode tersebut adalah metode Workload Indicator Staff Need (WISN) yaitu perhitungan kebutuhan SDM kesehatan berdasarkan beban kerja yang didapat dari Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 81/Menkes/SK/I/2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perencanaan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi puskesmas di Kota Bekasi tahun 2008 yang dilakukan oleh tim perencana dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi serta menganalisis perhitungan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi dengan menggunakan metode WISN pada tiga puskesmas di Kota Bekasi tahun 2008. Tiga puskesmas dipilih yang jumlah kunjungan pasiennya pada tahun 2007 terendah, sedang dan tertinggi. Puskesmas-puskesmas yang dimaksud adalah Puskesmas Pengasinan, Duren Jaya dan Bantar Gebang I. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif karena sangat kaya dan sarat dengan deskripsi serta analisis. Pendekatan deskriptif dilakukan untuk adalah memberikan gambaran perencanaan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi puskesmas di Kota Bekasi yang selama ini dilakukan oleh tim perencana Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Adapun analisis yang dilakukan penulis untuk menghitung kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi dengan metode WISN pada tiga puskesmas di Kota Bekasi tahun 2008 yang dilakukan oleh penulis.
Kerangka konsep pada penelitian ini menggunakan pendekatan sistem yang terdiri dari komponen input, proses dan output. Komponen input terdiri dari tim perencana, anggaran, alat dan bahan, metode serta mesin. Metode dalam input ini ada dua, yakni metode Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan metode WISN. Komponen proses berisi langkah-langkah untuk mengubah input menjadi output, yaitu perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, pengkoordinasian dan evaluasi. Output yang sekaligus merupakan hasil penelitian ini adalah gambaran perencanaan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi puskesmas di Kota Bekasi yang dilakukan oleh Dinas Kota Bekasi serta analisis perhitungan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi dengan menggunakan metode WISN pada tiga puskesmas di Kota Bekasi tahun 2008. Output perencanaan yang dilakukan oleh tim perencana dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi disimpan dalam bentuk Format Ketenagaan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Berdasarkan format tersebut, jumlah dokter umum yang dibutuhkan adalah 95 orang dan dokter gigi sebanyak 61 orang.
Hasil perhitungan jumlah tenaga dokter umum dan dokter gigi pada tiga puskesmas di Kota Bekasi tahun 2008 adalah: 2 orang dokter umum dan 1 orang dokter gigi yang dibutuhkan di Puskesmas Pengasinan, 2 orang dokter umum dan 1 orang dokter gigi yang dibutuhkan di Puskesmas Duren Jaya, 6 orang dokter umum dan 2 orang dokter gigi yang dibutuhkan di Puskesmas Bantar Gebang I. Setelah hasil perhitungan kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter gigi dengan menggunakan metode WISN pada tiga puskesmas di Kota Bekasi tahun 2008 direkomendasikan kepada tim perencana, tim perencana berpendapat metode WISN bisa digunakan sebagai metode perencanaan kebutuhan tenaga dokter dan dokter gigi puskesmas di Kota Bekasi selanjutnya.
Saran yang diajukan penulis adalah sebaiknya dioperasikan on-line system di setiap puskesmas di Kota Bekasi dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi agar database setiap pegawai dan kunjungan dari puskesmas dapat langsung diakses oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi sehingga perencanaan kepegawaian, khususnya dokter umum dan dokter gigi, dapat dilakukan lebih mudah dan cepat. Untuk pengenalan metode atau prosedur kerja baru, sebaiknya diadakan pelatihan bagi tim perencana SDM kesehatan di Kota Bekasi untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan khusus tentang perencanaan SDM di Kota Bekasi. Sebaiknya dilakukan aspek kualitatif terhadap setiap puskesmas di Kota Bekasi untuk melihat apakah jumlah tenaga dokter umum dan dokter gigi yang didistribusikan berdasarkan hasil perencanaan sesuai dengan kebutuhan pada setiap puskesmas tersebut."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Istin Murbiyanti
"ABSTRAK
Salah satu penyebab kematian ibu karena kehamilan dan persalinan erat kaitanya
dengan tenaga penolong persalinan. Cakupan persalinan oleh tenaga Kesehatan di Kota
Bekasi tahun 2009 78,6% dan bukan tenaga kesehatan 3,7% Pada Puskesmas Teluk
pucung dengan cakupan 80,3 % jauh dibawah target yang harus dicapai yaitu 95 %.
Sedangkan persalinan oleh dukun diperoleh 3,8 %.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif
dengan desain cross sectional. Dari penelitian yang dilakukan untuk mencari hubungan
factor karakteristik ibu yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas, factor pendapatan
keluarga, dukungan yang diberikan suami, serta factor bauran pemasaran yaitu produk,
place, price, dan promosi dengan pemilihan tenaga penolong persalinan. Responden
sebanyak 125 ibu bayi sebagai sampel dengan menggunakan cluster pada 63 posyandu
dan setiap posyandu 2 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2011 dengan
metode kuantitatif menggunakan kuesioner.
Hasil penilitian didapatkan hasil hubungan yang bermakna antara pendapatan
keluarga, dukungan suami dan bauran pemasaran produk, price, place, dan promotion
dengan pemilihan tenaga penolong persalinan oleh tenaga kesehatan.

ABSTRACT
One cause of maternal deaths due to pregnancy and child birth is closely related
to labor birth attendant. Scope of delivery by health personnel in the City of Bekasi in
2009 78.6% and not a health personnel 3.7%. At the Teluk Pucung health center with
80.3% coverage far below the targets to be achieved that is 95%. While delivery by
shamans gained 3.8%.
This research was conducted using descriptive research method with cross
sectional design. Research conducted to find the relationship between maternal
characteristics such as age, education, employment, parities factor family income, the
support given her husband, and marketing mix factors that is product, place, price, and
promotion by the selection of birth attendant. Respondents were mothers of 125 infants
in the sample by using the cluster in 63 neighborhood health center and every
neighborhood health center 2 respondents. The experiment was conducted in April 2011
with quantitative methods using questionnaires.
Research results found that the result was a significant correlation between
family income, husband's support and marketing mix product, price, place, and
promotion by election workers by skilled birth attendant health."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sonia Harlin Pratiwi
"Anemia pada ibu hamil adalah keadaan kadar hemoglobin Hb dalam darh pada ibu hamil < 11gr . Proporsi anemia di Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor Tahun 2016 masih tinggi yaitu 50 lebih tinggi dari angka anemia nasional 37,1 . Anemia pada ibu hamil harus di tangani karena berdampak menurunnya kualitas hidup generasi yang dilahirkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kejadian anemia pada ibu hamil dan mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor Tahun 2017.
Metodologi penelitian yang digunakan ialah potong lintang. Populasi berjumlah 407 orang, dengan sampel 110 ibu hamil.
Hasil penelitian menunjukkan angka 55,5 95 CI: 47 -67. Temuan ini menunjukkan bahwa proporsi anemia masih tetap tinggi di wilayah kerja Puskesmas Sindang Barang. Dalam penelitian ini faktor penyebab tidak langsung yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah umur ibu, umur kehamilan, dan jumlah konsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini juga menemukan faktor mendasar yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil yaitu pendidikan dan pendapatan keluarga.
Disarankan agar peran bidan puskesmas melakukan konseling dan promosi pencegahan anemia. Keaktifan kader diperlukan sebagai fasilitator untuk mengawasi kepatuhan minum tablet tambah darah."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2017
S69766
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Febrina Roulita
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas kinerja puskesmas akreditasi yaitu PuskesmasKarang Kitri dan puskesmas yang belum terakreditasi yaitu Puskesmas PerumnasII di kota Bekasi, dengan menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige. KriteriaBaldrige dapat digunakan untuk mengkaji efektifitas mutu yang diterapkan olehkedua puskesmas ini dengan pendekatan tujuh kriteria, yaitu kepemimpinan,perencanaan strategis, fokus pada pelanggan, pengukuran, analisis danmanajemen pengetahuan, fokus pada tim, fokus pada proses dan hasil kinerjapuskesmas.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desaincross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh karyawan puskesmassebanyak 34 responden di Puskesmas Karang Kitri dan 27 responden diPuskesmas Perumnas II. Penelitian Kualitatif dilakukan observasi dan wawancaramendalam, dengan informan sebanyak tiga informan pada Puskesmas KarangKitri dan tiga informan Puskesmas Perumnas II.Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kinerja kedua puskesmas inikategori baik, dan tidak ada perbedaan yang signifikan akan tetapi kinerja yangbaik mengharuskan tercapainya hasil-hasil terbaik bagi pasien, karyawan maupunorganisasi puskesmas itu sendiri, sehingga disarankan untuk menambahkelengkapan alat-alat dan sumber daya manusia baik dalam pelayanan maupunadministrasi. Terlebih pada Puskesmas Perumnas II tidak terlayani pelayananlaboratorium disebabkan karena tidak adanya tenaga analis laboratorium.

ABSTRACT
This study discusses the performance of puskesmas accredited that isPuskesmas Karang Kitri and puskesmas which not yet accredited is PuskesmasPerumnas II, using Malcolm Baldrige approach. The Baldrige criteria can be usedto assess the effectiveness of the quality applied by both public health centers withseven criteria approaches leadership, strategic planning, customer focus,measurement, analysis and knowledge management, workforce focus, operationsfocus and outcomes of puskesmas performance.This study with cross sectional design. The sample was conducted to allpuskesmas employees as many as 34 respondents in Puskesmas Karang Kitri and27 respondents in Puskesmas Perumnas II. Qualitative research was conducted byobservation and in depth interviews, with three informants at Puskesmas KarangKitri and three informants of Puskesmas Perumnas II.The results illustrate that the performance of both puskesmas is goodcategory, and there is no significant difference, but good performance requires theachievement of the best results for patients, employees and organizationspuskesmas itself, so it is advisable to increase the completeness of tools andhuman resources both in service and administration. Especially in PuskesmasPerumnas II not served by laboratory service caused by lack of laboratory analyst."
2017
T47638
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aan Mulyanah
"ABSTRAK
Obat publik dan perbekalan kesehatan merupakan bagian penting dalam pelayanan
kesehatan sehingga ketersediaannya harus terjaga. Untuk menjaga ketersediaan obat
publik dan perbekalan kesehatan, salah satu faktor penentunya adalah perencanaan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perencanaan yang tepat dalam
pengadaan obat publik dan perbekalan kesehatan untuk pelayanan di puskesmas yang
berada di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Penelitian ini bersifat
observasional dengan pendekatan secara kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan
bahwa metode yang digunakan dalam perencanaan obat publik dan perbekalan
kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Bekasi adalah metode konsumsi. Untuk lebih tepat
dalam perencanaan harus didukung oleh penggunaan obat yang rasional dan tertib
administrasi dalam pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan.

Public drug dan medical supplies is an important part of health care so that its
availability should be maintained. To keep the public availability of drugs and medical
supplies, one of the determining factors is the planning. This study aims to determine
how the proper planning for procurement of drugs and medical supplies for public
services in health centers located in the working area of Bekasi City Health Office. This
was an observasional study with a qualitative approach. The final conclusion is the
methods used in the planning of public drug and health supplies in Bekasi City Health
Departement is a method of consumption. To be more precise in planning must be
supported by rational use of drug in management and orderly administration of the
drug."
Universitas Indonesia, 2013
T36767
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Kusumawati Wulandari
"ABSTRAK
Konsep pelayanan kesehatan primer pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
dikembangkan dengan penguatan pelayanan primer, salah satunya dengan
optimalisasi peran pelayanan primer sebagai gatekeeper dengan konsep managed
care. Pada konsep managed care, suksesnya sistem gatekeeper salah satunya
dinilai dari angka kunjungan dan angka rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat
Lanjutan (FKTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan
persepsi pengguna pelayanan terhadap pemanfaatan Puskesmas sebagai
gatekeeper di dua Puskesmas Kota Bekasi. Penelitian menggunakan desain cross
sectional dan pengumpulan data melalui pengisian 208 kuesioner pada pasien
peserta JKN di Dua Puskesmas Kota Bekasi dengan metode pengambilan sampel
secara stratified purposive sampling dimana sampel diambil dari Puskesmas
dengan nilai rujukan tertinggi dan Puskesmas dengan nilai rujukan terendah di
Kota Bekasi dengan jumlah sampel dibagi sama besar. Hasil penelitian
menunjukkan rata-rata skor pemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper adalah
52.25 (SD 4.87, 95% CI 51.58-52.92), namun angka rujukan masih tinggi di atas
15%. Pekerjaan, persepsi terhadap sikap petugas kesehatan, dan lama berobat
berhubungan dengan pemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper. Persepsi
terhadap sikap petugas kesehatan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi
pemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper. Sikap petugas kesehatan
mempengaruhi pemanfaatan kembali layanan di Puskesmas dan mempengaruhi
pemanfaatan Puskesmas sebagai gatekeeper khususnya terkait continuity care.
Penerapan konsep gatekeeper dengan baik dapat meningkatkan pemanfaatan
Puskesmas dan menekan angka rujukan ke FKTL.

ABSTRACT
The concept of primary health care in the era of National Health Insurance (JKN)
is developed by strengthening primary health care which one of them is by
optimizing the role of primary health care as a gatekeeper with the concept of
managed care. In this concept of managed care, the success of the gatekeeper
system one of them is judged by the visits rates and referral rates to the Advanced
Level of Health Facilities (ALHF/Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut). This study
aims to determine the characteristics and perception of service users towards
utilization of public health centers (PHC/Puskesmas) as gatekeeper in two PHC in
City of Bekasi. This study used cross-sectional design and data collection by
filling up 208 questionnaires on patients of JKN participant in two health centers
in Bekasi with stratified purposive sampling methods where samples were taken
from the health center with the highest reference score and health center with the
lowest reference score in Bekasi with equally distributed samples. The results
showed an average score of utilization of Public Health Center (PHC) as a
gatekeeper: 52.25 (SD 4.87, 95% CI 51.58-52.92), but the referral rate is still high
above 15%. Jobs, perceptions of the health workers? attitudes, and treatment
duration are related to the utilization of PHC as a gatekeeper. Perceptions of the
health workers? attitude is the dominant factor affecting the utilization of PHC as
a gatekeeper. The health workers? attitude affects the repeated utilization services
in PHC and affects the utilization of PHC as a gatekeeper, especially for that is
related to care continuity. The proper application of gatekeeper concept can
increase the utilization of PHC and reduce the number of referrals to the
Advanced Level of Health Facilities (ALHF).
"
2016
T46007
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shofura Karimah
"Kejadian diare menjadi salah satu penyebab utama kematian anak Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh perubahan variasi iklim (suhu, kelembaban, dan curah hujan) dengan pola kasus diare di wilayah kerja Puskesmas Jatimakmur. Bekasi merupakan salah satu kota besar di Provinsi Jawa Barat yang memiliki angka kasus diare tertinggi di kotanya dengan mencapai 14.044 kasus (Dinkes Bekasi, 2012). Penelitian ini menggunakan data sekunder kasus diare yang diperoleh dari Laporan Tahunan Puskesmas Jatimakmur tahun 2013 dan 2014. Sedangkan data variasi iklim diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandara Halim Perdana Kusuma.
Penelitian ini membutuhkan desain studi ekologi dan analisis regresi linear untuk mengetahui korelasinya, dan bersifat analitik kualitatif kuantitatif. Ditemukan hasil bahwa suhu, kelembaban, dan curah hujan di kelurahan Jatimakmur memiliki hubungan yang tidak terlalu signifikan (nilai R=0,082, R=0,283, dan R=0,070) dengan kejadian diare. Namun, pengaruhnya sebesar 0,7% setiap meningkatnya suhu 1◦C meningkatkan kasus diare 4,2%, sebesar 8% setiap meningkatnya 1% kelembaban dapat meningkatkan kasus diare 2,3%, dan sebesar 0,5% dapat menjelaskan setiap meningkatnya 1 mm curah hujan dapat meningkatkan kasus diare 0,01% pada periode tahun 2013-2014.

The diarrhea occurrences become one of the major causes of child mortality in Indonesia. The purpose of this research is to determine the impact of Climate or Weather Changes (temperature, humidity, and rainfall) with the pattern of diarrhea occurrences at Puskesmas Jatimakmur. Bekasi is one of the major cities in West Java province, and has the highest number of diarrhea occurrences which reach 14.044 cases (Dinkes Bekasi, 2012). This research applied secondary data obtained from the Annual Report of Puskesmas Jatimakmur in 2013-2014. While another secondary data obtained from BMKG Halim Perdana Kusuma Airport Station.
It requires the ecological design study and linear regression analysis to determine the impact of temperature, humidity, and rainfall patterns into diarrhea occurrences. This research found that the temperature, humidity, and rainfall in Jatimakmur sub-district do not have significant relation (Temperature R value= 0.082, humidity R= 0.283 and rainfall R= 0.070) with diarrhea cases. However, the effect of 0.7%, 8%, and 0.5% can explain which elevating in 1◦C temperature will increase 4.2% diarrhea cases, 1% humidity will increase 2.3% diarrhea cases, and 1 mm of rainfall will increase 0.01% diarrhea cases in the period of 2013-2014.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2016
S65483
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yennidar
"Tesis ini membahas tentang analisis beban kerja bidan di Puskesmas dan perhitungan kebutuhan tenaga bidan tersebut dengan menggunakan metode Workload Indicator Staff Needs (WISN) di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Penelitian ini didasari atas permasalahan tenaga kesehatan yang mengalami krisis baik dari segi kuantitas/ jumlah maupun dari segi pendistribusian/ penempatan/ pendayagunaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk perhitungan beban kerja dan perhitungan kebutuhan tenaga, serta kualitatif untuk analisis, dan desain studinya adalah analitik deskriptif. Pengumpulan data melalui penelusuran dokumen, wawancara, dan observasi.
Hasil penelitian menunjukkan rasio WISN 1 pada bidan Puskesmas Cipageranhal ini berarti bahwa beban kerja dan jumlah dalam keadaan seimbang, sedangkan pada Puskemas Melong Tengah didapatkan rasio WISN 4 yang menunjukkan adanya kelebihan tenaga dibandingkan dengan beban kerja yang ada, begitu juga dengan Puskesmas Cimahi Selatan yang mempunyai rasio WISN 3,6. Bidan melaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan pelayanan utama, selain itu juga mengerjakan kegiatan penunjang penting, serta di Puskesmas Cipageran dan Puskesmas Melong Tengah ada bidan yang mendapatkan tugas tambahan menjadi bendahara/ pengelola Jamkesmas/JKN.Dinas Kesehatan selaku regulator dalam penempatan bidan mempunyai kebijakan intern terkait pendistribusian bidan Puskesmas.

This thesis discusses the analysis of the workload of midwives in Community Health Centers and the calculation of midwives needs, using the method of Workload Indicator Staff Needs (WISN) in the Community Health Centers Cimahi work area. The research based on the problems of health workers in crisis in terms of both quantity/ number and in terms of distribution/ placement/utilization. This study uses a quantitative method for the calculation of the workload and the calculation of human resources requirements, and also qualitative analysis and design study is a descriptive analytic. Collecting data through document search, interviews, and observations.
The results showed WISN ratio 1 health center midwife Cipageranhal this means that the workload and the amount in balance, whereas the ratio obtained Puskemas Middle Melong WISN 4 which shows an excess of power compared with existing workloads, as well as health centers that have a South Cimahi WISN ratio of 3.6. Midwives carry out the main activities or main service activities, while also working on the important support activities, meanwhile in Cipagera community health centers and Melong Tengah community health centers, we can find that midwives who obtain additional duties as treasurer.,/ manager JAMKESNAS / Health JKN. Dinas Kesehatan as regulator in the placement of midwives have internal policies related distribution center midwives.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>