Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 222157 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Renita Anggraini
"Pelatihan merupakan suatu unsur yang penting dalam meningkatkan kompetensi pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Untuk mencapai tujuan pelatihan yang tepat guna, perlu dilakukan suatu evaluasi untuk melihat apakah pelatihan yang diberikan sudah mencapai sasaran, dengan demikian dapat dilakukan penyempurnaan dalam fasilitas belajar mengajar, materi pembelajaran dan hal-hal yang menunjang pelatihan tersebut. Evaluasi program pendidikan dan pelatihan didefinisikan sebagai upaya mendapatkan informasi untuk menilai keberhasilan suatu program pendidikan dan pelatihan yang pada gilirannya digunakan untuk menentukan kebijakan atau tindak lanjut terhadap keberadaan program pendidikan dan pelatihan tersebut.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas diklat, untuk melihat hubungan atau korelasi antara Variabel Reaksi, Belajar, dan Perilaku peserta serta Hasil pelatihan tersebut terhadap Efektivitas pelaksanaan pelatihan pada Diklatpim Tingkat III Departemen Perindustrian dan Perdagangan di Jakarta.
Penelitian ini menggunakan 40 responder yang diambil dari pelatihan Diklatpim Tingkat III tahun 2002. Pendekatan yang dilakukan terhadap penelitian ini bersifat kualitatif, dengan juga melakukan studi pustaka terhadap teari-teori yang relevan, dan menyebarkan kuesioner sebanyak 200 kuesioner. Metode dan tehnik pengumpulan data untuk masing-masing variabel (variabel Reaksi, Belajar, Perilaku, Hasil dan Efektivitas), dilakukan melalui survei dengan menggunakan kuesioner yang hasilnya dianalisa untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan menggunakan tehnik korelasi yang menjawab hubungan antara variabel X dan Y.
Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa sebagian respoden memberikan penilaian baik untuk Reaksi, sangat baik untuk Belajar, dan cukup baik untuk Perilaku serta penilaian baik untuk Hasil yang secara keseluruhan hasil/nilai tersebut berpengaruh terhadap Efektivitas pelatihan dimana penyelenggaraan diklat akan positif bila peserta pelatihan memberikan Reaksi, Belajar, dan Perilaku serta Hasil yang positif terhadap pelatihan. Dari data tabulasi silang diperoleh setiap kenaikan nilai skor untuk variabel Reaksi, Belajar, Perilaku dan Hasil akan diikuti oleh kenaikan nilai skor untuk variabel efektivitas.
Untuk melihat hubungan variabel Reaksi, Belajar, Perilaku dan Hasil terhadap variabel Efektivitas terlihat nilai sangat kuat terdapat pada hubungan antara variabel Reaksi dan variabel Efektivitas yang berarti fasilitas belajar mengajar yang diberikan penyelenggara diklat bila memuaskan peserta pelatihan akan meningkatkan efektivitas pelatihan. Hubungan variabel Belajar, variabel Perilaku dan variabel Hasil terhadap variabel Efektivitas juga sangat signifikan dimana terdapat hubungan yang positif antara Belajar dengan Efektivitas, Perilaku dengan Efektivitas dan Hasil dengan Efektivitas dimana hubungan tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi atau hubungan yang terlihat sangat kuat dan positif. Proses belajar yang responsif, perilaku positif dan peningkatan etos kerja peserta pelatihan menunjukkan adanya peningkatan efektivitas pelatihan.
Dari kesimpulan yang didapat dari penelitian ini penulis mengajukan saran diantaranya ; Meningkatkan situasi yang kondusif dalam suasana belajar mengajar, pemilihan materi yang sesuai dengan bidang tugas yang akan dijalankan peserta, agar dapat bermanfaat dalam menjalankan tugasnya. Muatan kurikulum yang tidak semata menekankan pada sisi pengetahuan tetapi juga sisi ketrampilan, sikap dan perilaku. Walaupun evaluasi terhadap efektivitas diklatpim tingkat III selalu dilakukan namun sebaiknya evaluasi juga perlu dilakukan setelah peserta kembali ke lingkungan kerjanya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12514
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lawrence Erlbaum Associates, Publishers: Mahwah, 2005
658.407 INT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lawrence Erlbaum Associates, Publishers: Mahwah, 2005
658.407 INT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rachmat
"Konsep Three Lines of Defence krusial dalam meningkatkan efektivitas pengawasan internal dan manajemen risiko, dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) sebagai Lini Ketiga. Tesis ini mengevaluasi efektivitas pelatihan auditor di lingkungan Itjen TNI dari aspek pembelajaran (Learning) berdasarkan pendekatan Kirkpatrick dan penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP) yang efektif untuk pengembangan SDM APIP. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Total Sampling, kuesioner disebarkan kepada seluruh personel Itjen TNI, dan dari 144 kuesioner, 136 berhasil dikumpulkan dan dianalisis statistik. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan positif dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan auditor setelah Diklat. Penetapan kebutuhan Diklat membantu memperkuat kapabilitas APIP dalam melaksanakan tugas secara efektif, mendukung pencapaian tujuan strategis organisasi. Selain itu, terdapat pengaruh positif dan signifikan antar variabel Perencanaan dan pengorganisasian, peningkatan kualitas, pekerjaan, dan pembelajaran yang dimoderasi oleh HCDP.

The Three Lines of Defense concept is crucial in improving the effectiveness of internal control and risk management, with the Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) as the Third Line. This thesis evaluates the effectiveness of auditor training within Itjen TNI from the aspect of learning based on the Kirkpatrick approach and the preparation of an effective Human Capital Development Plan (HCDP) for APIP HR development. Using quantitative methods with Total Sampling techniques, questionnaires were distributed to all Itjen TNI personnel, and out of 144 questionnaires, 136 were successfully collected and statistically analyzed. The evaluation results showed positive changes in auditors' attitudes, knowledge, and skills after the training. Determination of training needs helps strengthen APIP's capability to carry out tasks effectively, supporting the achievement of organizational strategic goals. In addition, there is a positive and significant influence between the variables Planning and organizing, quality improvement, work, and learning moderated by HCDP.
"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mardjoeki
"Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah, melalui pendidikan dan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku di dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan.
Tuntutan peningkatan profesionalisme di jajaran aparatur pemerintah itu menjadi sangat penting dan mutlak seiring dengan semakin meluasnya era globalisasi. Oleh karenanya sistem dan program pendidikan dan pelatihan khususnya pendidikan dan pelatihan jabatan Pegawai Negeri Sipil harus benar-benar secara efektif dapat memberikan kontribusi terhadap meningkatnya fungsi dan keprofesionalan birokrasi dalam melayanai masyarakat secara transparan, akuntabel dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan.
Adapun untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, maka harus dilakukan evaluasi sebagai salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan dan pelatihan. Evaluasi efektivitas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan menurut pendekatan model Kirkpatrick terdiri dari empat tingkatan yaitu, efektivitas reaksi, efektivitas pembelajaran yang merupakan evaluasi internal dan efektivitas perilaku serta efektivitas hasil (dampak) yang merupakan evaluasi eksternal.
Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut diatas, maka penelitian ini akan menguji efektivitas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (Diklatpim Tingkat III di Departemen Kehakiman dan HAM tahun 2003) dengan evaluasi internal yaitu evaluasi efektivitas reaksi dan evaluasi efektivitas pembelajaran.
Evaluasi efektivitas reaksi merupakan pengukuran efektivitas pendidikan dan pelatihan berdasarkan persepsi peserta pendidikan dan pelatihan terhadap aspek kurikulum, widyaiswara, penyelenggara dan aspek sarana prasarana. Sedangkan evaluasi efektivitas pembelajaran merupakan efektivitas yang diukur berdasarkan prestasi belajar peserta yang berkaitan derigan penguasan berbagai konsep, fakta yang diajarkan dalam pendidikan dan pelatihan selama periode tertentu.
Untuk memperoleh data berdasarkan persepsi, tehnik pengumpuian data dilakukan dengan membuat kuesioner kepada peserta dengan tehnik purposive sampling yaitu menentukan sampel dari peserta Diklatpim Tingkat III di Jakarta sebanyak 48 responden. Sedangkan untuk memperoleh data tentang prestasi belajar peserta dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test terhadap peserta Diklatpim Tingkat III tahun 2003.
Berdasarkan hasil pengolahan data, dari tanggapan peserta terhadap aspek-aspek pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang diukur, maka pelaksanaan Diklatpim Tingkat III yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Pegawai Departemen Kehakiman dan HAM secara umum berjalan secara efektif.
Meskipun demikian, terhadap reaksi responden yang menyatakan berimbang diperlukan penyempurnaan dan penyesuaian terhadap setiap komponen kebutuhan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Dari peringkat reaksi peserta yang berimbang tersebut, yaitu aspek widyaiswara, sarana dan prasarana, maka hendaklah menjadi prioritas penyempurnaan atau perbaikan.
Sedangkan, dari hasil pengolahan data terhadap hasil pembelajaran, kendatipun terdapat peningkatan pengetahuan dari peserta, namun belum mencerminkan keberhasilan yang memuaskan.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan evaluasi Diklatpim Tingkat III tahun 2003 sudah dilaksanakan, namun hasilnya belum sepenuhnya dijadikan sebagai bahan perbaikan. Sehubungan dengan hal tersebut, hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya dilakukan perbaikan dan penyempurnaan pada komponen-komponen di setiap aspek yang masih belum memadai ketersediaannya serta perlunya studi evaluasi secara lebih terfokus terhadap proses pembelajaran pendidikan dan pelatihan guna memperoleh hasil keluaran peserta pendidikan dan pelatihan yang benar-benar memiliki kemampuan, keterampilan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam pendidikan dan pelatihan yang bersangkutan.

The Evaluation Study For The Effectiveness of The Leadership Grade III Training in Department of Justice and Human RightThe effort of enhancing human resources quality among government apparatus by way of education and training is aimed to improve their knowledge, skill and attitude in executing their assignment in development field and public service.
The demand for enhancing their professionalism is absolutely important side aside by the widening Globalization Era. Therefore, system and programme of education and training especially Leadership Training for Government Employees must be extremely effective in obtaining transparently and accountably birocracy functions and professionalism in which it is also free from corrupt- in serving public matters.
To know how effectiveness of the training is, that evaluation should be done as it is one important level in training process. The evaluation of training execution as Kirkpatrick's Four Level Evaluation Model, these steps can be defined as follows : The Effectiveness of Reaction, The Effectiveness of Learning which is an Internal Evaluation, The Effectiveness of Behavior, and The Effectiveness of Result which is an External Evaluation.
Based on the paradigm, the experiment would examine the effectiveness of The Training and Education (Diklatpim Tingkat Ill) on Department of Justice and Human Right 2003 by a way of Internal Evaluation Measurements, there were the Evaluation of Reaction and the Evaluation of Learning.
The Evaluation in terms of Reaction is the same as measuring the feeling of conferees to Curriculum Aspect, Expert (Widyaiswara) Aspect, Organized Committee Aspect and Facilities Aspect. The Evaluation of Learning is defined as measurement effectivity based on learning appreciation of conferees related to their understandings in concepts and facts studied during the training on the certain period.
To obtain the objective data based on perception, data finding method was done by distributing questionnaires to the trainees in the form of Purposive Sample that was determining samples from the trainees of Leadership Grade Ill Training (Diklatpim Tingkat III) held in Jakarta as many as 48 respondents. Moreover, learning appreciation data from the participants was done by executing pre-test and post-test to them.
Based on the processing data result, from which the trainees responded to the measured aspects of the training as whole, finally the training which was held by The Education and Training Centre of Department of Justice and Human Right was generally running effectiveness.
To those respondents reaction who determined equal, even though, we needed to complete and adapt every component of the training needs. Here, Experts (Widyaiswara) aspect and facilities aspect should become a priority of reconstruction and completing factors. Although, it had not reflected a satisfied goal of the data processing result to the learning result, in fact the knowledge of the conferees as a whole were obviously enhanced.
From the result indicating that the evaluation of the Leadership Grade III Training 2003 had been well done, even though the result had entirely not become reconstruction matters. Relating to the subject, the result of this experiment recommended the need of reconstructions and completing to the insufficient components of every aspect and the need of evaluation study which is more focused to the learning process of the training to produce capable and skillful participants fitted by the aim and the objective of the training.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T13369
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Sapuratwi
"Pendidikan dan pelatihan memiliki peran yang strategis dan sentral dalam membentuk sosok aparatur yang memiliki kompetensi, profesional dan bertanggung jawab serta mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi di sekitar lingkungan organisasi. Sosok aparatur sebagaimana diuraikan di atas hanya akan terwujud apabila pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan dan direncanakan sedemikian rupa sebagai suatu proses yang sistematis dimulai sejak analisis aspek kebutuhan diklat, penyelenggaraan hingga aspek evaluasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menelaah berbagai gejala yang relevan dengan fokus penelitian yaitu menyangkut evaluasi efektivitas pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Komunikasi Niaga Internasional di Departemen Perdagangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yakni mendeskripsikan atau menguraikan hasil jawaban responden yang diperoleh melalui kuesioner apa adanya dengan mengacu pada frekuensi dan presentase jawaban responden, sebanyak 40 orang peserta Pendidikan dan Pelatihan Teknis Komunikasi Niaga Intemasional diambil sebagai populasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kebutuhan pendidikan dan pelatihan oleh sebagian besar peserta dinilai belum memenuhi harapan yang diinginkan oleh peserta. Persepsi peserta menurut kualifikasi yang dimiliki sekarang aspek pengetahuan dan sikap dalam kategori cukup baik, sedangkan aspek keterampilan dan perilaku dalam kategori baik. Sementara itu untuk kualifikasi menurut job spesifikasi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam kategori baik, sedangkan perilaku dalam kategori sangat baik. Efektivitas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia aparatur di lingkungan Departemen Perdagangan untuk Pendidikan dan Pelatihan Teknis Komunikasi Niaga Intemasional menunjukkan efektivitas yang baik. Dari kelima aspek pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, aspek kurikulum, peserta dan penyelenggara dalam kategori cukup baik, sedangkan aspek tenaga pengajar, sarana dan prasarana, dalam kategori baik. Aspek kurikulum dan aspek peserta merupakan aspek yang memperoleh skor terendah dibanding aspek lainnya. Sementara itu efektivitas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dilihat dari hasil pembelajaran peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik. Hal tersebut ditunjukkan dengan perolehan yang meningkat hasil post-test para peserta pendidikan dan pelatihan.
Implikasi dan hasil penelitian di atas, maka disarankan penilaian kebutuhan pendidikan dan pelatihan harus selalu dilakukan dengan mengikutsertakan dan memberdayakan semua unit-unit organisasi yang memerlukan peningkatan kualitas SDM di unitnya masing-masing. Penilaian kebutuhan pendidikan dan pelatihan diharapkan menyangkut pula dengan kompetensi SDM yang dibutuhkan oleh masing-masing unit organisasi sehingga sasaran pendidikan dan pelatihan menjadi lebih efektif. Walaupun pelaksanaan pendidikan dan pelatihan menunjukkan efektivitas yang baik, namun usaha untuk meningkatkan aspek-aspek tersebut tetap perlu menjadi perhatian pihak Departemen Perdagangan. Khusus aspek kurikulum perlu ditingkatkan sesuai dengan perkembangan teknologi pembelajaran dalam proses pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia aparatur di Departemen Perdagangan. Penguasaan pengetahuan peserta Pendidikan dan Pelatihan Teknis Komunikasi Niaga perlu lebih dimaksimalkan, sehingga secara kognitif sumber daya manusia aparatur memahami pengetahuan peserta pendidikan dan pelatihan. Hal ini perlu dilakukan melalui berbagai metode dan teknik pembelajaran yang dapat mempercepat dan mempermudah daya serap pembelajaran materi yang diberikan.

Training and education have strategic, and central role in forming competent, professional and responsible apparatus figures. They should also be able to anticipate the changing that happens around the organization. The apparatus figures explained above will be achieved if the training and education are implemented and planned as well as possible as a systematic process which is started from the aspect analysis of training and education program needs, implementation of training and education program until evaluation aspect.
This research is intended to describe and analyze various symptoms, which are relevant to the research focus that is about the effectiveness evaluation of training and education of international Commerce Communication Technique in the Department of Trade. The research used quantitative descriptive method. It was done by describing and explaining the respondent result, which is gotten through the normal questionnaire by referring to the frequency and percentage of respondent answers. 40 participants of training and education of International Commerce Communication Technique are taken as population.
The research result shows that the judgment of training and education needs by the most participants hasn?t fulfill the participants' hope. The participant's perception according to the owned qualification, knowledge aspect and behavior, are in quite good category. Meantime, skill aspect and behavior are in good category. And for this qualification according to the knowledge aspect specification job, skill and behavior are in good category, and attitude is in very good category. The effectiveness of training and education implementation for human resources in The Department of Trade for Training and education of International Commerce Communication Technique shows good effectiveness. From five aspects of training and education, curriculum aspect, participants and organizers are in quite good category. Meanwhile, Instructors and facilities are in good category. Curriculum and participants aspect are the aspects that get the lowest score compared with the others. Meanwhile, if it based on the result of participant training, the effectiveness of training and education implementation show significant improvement statically. It is show by the improvement score of post-test for training and education participants.
The implication of research result above, it is suggested that the judgment of training and education should always be implemented by joining and using them all organization units that need the quality improvement in each units. The judgment of training and education needs also hopefully relate to human resource competency needed by each organization units so that the training and education target become more effective. Even though the training and education show good effectiveness, but the effort to improve those aspects still should get attention from the Department of trade, especially for curriculum aspect that need improving based on the training technology improvement in training and education process for human resource apparatus in the department of trade. The participant knowledge mastery of training and education of commerce communication technique need to be maximized, so that the human resource apparatus understand the knowledge of training and education participants cognitively. It should be done through various kinds of method and training technique, which will fasten and ease the absorptive power of material training.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T21529
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S8604
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sugihartoyo
"Pusdiklat adalah unsur pelaksana tugas di bidang pendidikan dan pelatihan pegawai mempunyai peranan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia agar menjadi aparatur yang professional, berkepribadian dan berdisiplin. Keberhasilan suatu program pelatihan dipengaruhi oleh berbagai aspek. yaitu : kebutuhan diklat, kurikulum, peserta, penyelenggara, widyaiswara serta sarana dan prasarana. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas program pelatihan yang dilakukan oleh Pusdiklat Departemen Kehakiman dan HAM Republik Indonesia.
Populasi dan sample ini adalah Para peserta diklat yang mengikuti di diklat di Pusdiklat Departemen Kehakiman dan HAM RI yaitu peserta diklat Administrasi Umum dan diklat Pengusutan dan Pengungkapan Kasus pada tahun 2002 yang diharapkan dapat mengungkap pendapat tentang pelaksanaan diklat yang dilakukan oleh Pusdiklat. Responden berjumlah 40 orang peserta diklat Administrasi Umum dan 29 orang peserta diklat Pengusutan dan Pengungkapan Kasus.
Penelitian yang digunakan untuk ini adalah Deskriptif Statistik dengan pengujian data melalui label Distribusi Frekuensi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada diklat dan aspek kebutuhan diklat, aspek kurikulum, aspek peserta diklat, aspek penyelenggaraan dinyatakan efektif dan aspek sarana dan prasarana dinyatakan efektif Sedangkan aspek widyaiswara dinyatakan kurang efektif sehingga perlu peningkatan.
Pada diktat Pengusutan dan Pengungkapan Kasus aspek-aspek yang dinyatakan efektif adalah aspek kebutuhan diktat, kurikulum, peserta diktat, penyelenggaraan diktat dan widyaiswara. Sedangkan aspek yang dinyatakan sangat efektif adalah aspek sarana dan prasarana.
Secara umum pelaksanaan diktat Adum dan Pengusutan dan Pengungkapan Kasus dinyatakan efektif."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12409
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Upriyadi
"Penelitian ini dilatar belakangi adanya perbedaan pendapat tentang efektivitas diklat fungsional pustakawan atau diklat penyetaraan yang merupakan salah satu persyaratan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional pustakawan, dengan alasan bahwa diklat ini hanya diselenggarakan dalam waktu relatif singkat bila dibandingkan melalui pendidikan formal bidang ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi.
Tujuannya untuk mengetahui persepsi peserta diklat fungsional pustakawan terhadap kesesuaian kurikulum, kemampuan pengajar dan metode diklat yang digunakan serta mengetahui keefektifan penyelenggaraannya dengan indikator adanya peningkatan keterampilan, pengetahuan dan perubahan sikap peserta setelah mengikuti diklat, serta untuk mengetahui hubungan antara kurikulum, pengajar dan metode dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap.
Populasi penelitian adalah lulusan diklat fungsional pustakawan dari tahun 1999 - 2003 yang bekerja pada Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Umum yang ada di DKI Jakarta. Populasi tersebut berjumlah 110 orang dan sampel ditetapkan sebanyak 50 responden.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi menggunakan statistik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan kuesioner sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data.
Penelitian ini membahas tiga variabel bebas yakni kurikulum, pengajar dan metode diklat serta satu variabel terikat yaitu tentang efektivitas diklat yang terdiri dari tiga sub variabel yakni peningkatan pengetahuan, peningkatan keterampilan dan perubahan sikap.
Hasil penelitian tentang penyelenggaraan diklat fungsional pustakawan yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Perpustakaan Nasional RI di DKI Jakarta mendapat kategori positif, dan memperoleh nilai rata-rata tinggi, dengan rincian nilai, untuk kesesuaian kurikulum (3,88), kemampuan pengajar (3,8075) dan metode diklat (3,8866). Sedangkan efektivitasnya dengan indikator peningkatan pengetahuan, peningkatan ketrampilan dan perubahan sikap mendapat kategori efektif dan memperoleh nilai rata-rata tinggi, masing-masing indikator mendapat nilai 4,0475 untuk peningkatan pengetahuan, 4,042 untuk peningkatan ketrampilan, dan 3,95 untuk perubahan sikap. Sedangkan hubungan variabel antara variabel X dan Y secara keseluruhan terdapat korelasi dengan arah korelasi positif dan harga korelasi sangat signifikan.
Implikasi dari penelitian ini yaitu dapat menjawab tentang perbedaan pendapat tentang efektivitas penyelenggaraan diklat fungsional pustakawan dan sekaligus sebagai bahan pertimbangan bahwa diklat ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menyiasati kekurangan tenaga perpustakaan yang profesional.
This research is based on the existing arguments on the effectiveness of the Functional Education and Training for Librarian, or accredited Education and Training which is one of the first appointment requirement in the librarian functional position. Based on the arguments that this Education and Training are only performed in a very short period of time , when compared with the period of that it takes through formal education in the study field of Library, documentation and information.
This is targeted at finding out the Librarian functional Education and Training participants perception on the issue of syllabus relevancy, the competence of the lecturer, and the Education and Training method applied, and to evaluate the effectiveness of the program through the indicators of improved skill, science, and a change of attitude of the participant after completing the education and training, as well as to find out the correlation of the syllabus, lecturer, and method with the improvement of scientific, skill, and attitude's change.
The population under research are the graduates of the 1999- 2003 Librarian Functional Education and Training, who are working at National Library of the Republic of Indonesia, Special Library, University Library, School Library and Public Library existing around the Capital city of Jakarta.
The population figure is 110 persons, and the samples are taken from 50 respondents. This research is based on a quantitative approach and the result is in a Statistical Description form . The method used is Survey Method based on the questionnaire as the main instrument for collecting data.
This research is digging into three independent variables including syllabus, lecturer, and the program's method and covering one dependent variable regarding the effectiveness of the Education and Training comprising of three sub-variables , the improvement of science, skill, and attitude's change.
The result of the research on the implementation of the Librarian functional Education and Training which is performed by the Center of Education and Training, the National Library of the Republic Of Indonesia, in the capital city of Jakarta, earns positive category and scores high in the average ,with scores brake-downs as follows : Syllabus relevancy (3.88), Lecture's competence (3.8075), and program's method (3.8866), while it's effectiveness shown in the indicators of the improvement of science, skill, and attitude's change earn effective category and hit the average high figures, each indicator achieve 4.0475 in the improvement of science, 4.042 for the improvement of skill, and 3.95 for the attitude's change. While the correlation of X variable and Y variable as a whole stands at positive correlation course. And the value of the correlation is quite significant.
The implication of this research can find the answer to the arguments regarding the effectiveness of the Librarian Functional Education and Training as well as a consideration point that the program is one of alternatives to meet the lack of professional Librarian.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2004
T11628
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Suhartini
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
S8628
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>