Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 76061 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nani Nurhaeni
"Kegagalan koping pada anak bisa mempengaruhi proses tumbuh kembang anak terutama dari aspek psikologis. Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kemampuan koping anak perlu diperhatikan balk dari aspek anak itu sendiri ataupun dari lingkungan. Hal ini untuk menditkung anak secara konstruktif dalam menghadapi stress yang muncul. Jenis stressor yang muncul sangat mempengaruhi koping anak. Ketakutan, perpisahan, kehilangan dan kematian merupakan stressor yang biasa muncul pada anak. Respon yang diperlihatkan anak sangat bervariasi tergantung dari tingkatan usia (tumbuh kembang), persepsi dan reaksi anak serta dukungan dari orang tua. Seorang perawat sangat penting untuk menguasai pengelahuan tentang koping anak guna menyelesaikan masalah anak baik di lingkungan rumah, lingkungan rumah sakit ataupun di masyarakat, sehingga bisa melakukan koping secara konstruktif."
1998
JJKI-II-5-Okt1998-172
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nani Nurhaeni
"Konsep tumbuh kembang anak terkait dengan suatu bentuk perilaku anak dalam menyelesaikan tugas perkembangannya, salah satunya adalah adaptasi anak terhadap situasi lingkungan di sekitar anak. Koping merupakan bagian dari proses adaptasi untuk mencapai keseimbangan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Koping muncul karena adanya stressor tertentu dimana anak akhirnya menggunakan mekanisme koping yang berbeda sesuai dengan usia anak. Stressor seperti ketakutan, perpisakan, kehilangan dan kematian dapat menimbulkan respon tingkah laku anak yang berbeda, bisa berupa perilaku agresif, fantasi. phobi sekolah dan anak bisa menggunakan berbagai mekamsnie pertahanan yang akan mempunyai dampak positif maupun negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya.

Concepts of children's growth & development are related to a pattern of children s behavior in completing their developmental tasks. One of them is adaptation to their environment Coping is a part of adaptation process to achieve the equilibrium of children's growth & development Copings formed as a result of the preesence of specific stressor which leads a child to use different coping mechanism bused on their level of age Stresors include anxiety, detachment, loss and death may produce different behavioral responses, such as agressiveness, fantasy, phobia to school Children may rise a variety of defense mechanism that results in positive and negative impacts to their further growth & development."
1999
JJKI-II-6-Mei1999-213
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Reaksi orang tua terhadap suatu penyakit akan bervariasi, begitu juga terhadap anggota
keluarga yang sakit Tuberkulosis. Keadaan ini dapat mendorong keluargaforang tua untuk
menggunakan strategi koping tertentu untuk mengatasi masalah. Penelitian ini berjudul
Gambaran koping orang tua pada keluarga dengan penderita Tuberkulosis di wilayah kelja
Puskesmas Kemiri Muka Depok. Penelitian ini menggunakan desain diskriptif sederhana
yang bertujuan mendapatkan gambaran koping keluargaforang tua pada keluarga dengan
penderita Tuberkulosis. Penelitian dilakukan terhadap 22 keluarga yang rnempunyai
anggota menderita TB paru di wilayah Puskesmas Kemiri Muka Depok Analisa dilakukan
untuk mendapatkan frekuensi dari koping keluarga/orang tua dalam menghadapi masalah
keberadaan anggota keluarga dengan TB paru. Hasil penelitian menggambarkan respon
keluarga/orang tua adalah cemas. Hal ini mendorong setrategi koping keluarga/orang tua
untuk menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2004
TA5396
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Warsiti
"Mempunyai anak merupakan suatu bagian dari siklus kehidupan perempuan yang secara natural terjadi. Infertilitas adalah keadaan yang menyimpang dari apa yang seharusnya terjadi dan dianggap sebagai suatu ancaman terhadap kehidupan perempuan. Suatu studi kualitatif fenomenologi telah dilakukan untuk menggali berbagai pengalaman berupa stres dan koping, termasuk kebutuhan yang diinginkan dan makna pengalaman hidup perempuan dengan infertilitas. Partisipan dipilih dengan kriteria tertentu berdasarkan teori, atau berdasarkan konstruk operasional penelitian sebelumnya (theorybased/operational construct sampling). Delapan partisipan yaitu perempuan dengan masalah infertilitas yang tinggal di daerah Yogyakarta telah berpartisipasi pada penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam sebanyak dua kali yang dilengkapi dengan catatan lapangan. Wawancara direkam kemudian dibuat transkip wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengalaman hidup dengan infertilitas adalah tidak menyenangkan, ketegangan terjadi baik bersumber dari diri sendiri yang berupa harapan mempunyai anak yang belum tercapai maupun faktor eksternal karena tuntutan dari mertua, orang tua dan juga orang lain. Cara atau upaya yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah bervariasi, baik upaya yang berfokus masalah maupun berfokus emosi. Untuk mengatasi masalahnya, mereka membutuhkan dukungan sosial dari suami, keluarga, teman maupun dari tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa pemberi pelayanan kesehatan perlu lebih memahami keadaan psikologis dan kebutuhan akan dukungan sosial pada perempuan dengan infertilitas dan perlunya dibentuk support group di tatanan pelayanan kesehatan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi perempuan dengan masalah infertilitas.

To have a child is part of the live cycle of the women that happen naturally. Infertility could be seen as deviation that could happen in some woman where threat their live because of this condition. The goal of this qualitative study using phenomenology approach is to explore the live experience on stress and coping mechanism, included wanted requirement and meaning life experience on women with infertility. The participant is chosen with criteria on theory based or operational construct sampling. Eight participants joined with this study and data were collected by deep interview twice to each participant. The interview is recorded and transcribes and analyzed. The result of this study shows that the live experience of the infertility woman were inconvenience and tense feeling not only caused by internal expectation to have a child but also external expectation from the parents, parents in law, and the people surrounding them. Various way and effort that they have done in order to solve their problem focused on their personal and emotion focused coping. To solve their problem they need support from their husband, family, friends or the health workers. The result of this study provides implication that the health workers are expected to be more empathy to the psychological condition and the need of support to the infertility woman and the demand of support group on the health care setting to help and solve the problem which is faced by the infertility woman."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
T18374
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Leukemia adalah penyakit keganasan yang menyerang sumsum tulang dan limfatik.
Keluarga dengan anak penderita leukemia menghadapi periode kritis, termasuk
ketidakpastian tentang prognosa dan mengatur perawatan di rumah. Penelitian ini
untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi mekanisme koping pada
keluarga dengan anak penderita leukemia. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif sederhana dengan populasi anak penderita leukemia di Rumah Sakit Anak
dan Bersalin Harapan Kita dengan jumlah sampel sebanyak delapan orang. Data
dikumpulkan dengan menggunakan suatu kuesioner. Analisa data menggunakan
distribusi frekuensi dengan hasil bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi
mekanisme koping keluarga adalah kultur, keefektifan kognator dan pertimbangan
lingkungan."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5117
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan dewasa. Pada masa transisi ini, banyak stressor yang mempengaruhi sehingga lebih mudah stres dibandingkan dengan masa perkembangan yang lain. Menghadapi ujian nasional merupakan suatu hal yang dapat menyebabkan terjadinya stres yang menimbulkan rasa cemas yang berbeda-beda tingkatannya. Dalam menghadapi hal tersebut remaja membutuhkan koping. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kecemasan dan mekanisme koping yang digunakan siswa kelas 3 SMA daIam menghadapi ujian nasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2008 di SMA. Negeri 13 Jakarta. Desain penelitian deskriptif korelatif untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan koping menghadapi ujian nasional pada siswa kelas 3 SMA. Teknik pengambilan sampel metode simple random sampling sejumlah 69 responden. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu tingkat kecemasan pada 67 responden (97,1%) dalam menghadapi ujian nasional adalah rendah hingga sedang. Koping yang dilakukan 39 responden (56,52%) dalarn menghadapi ujian nasional adalah konstruktif. Ada hubungan yang lemah antara tingkat kecemasan dengan koping dalam menghadapi ujian nasional, yaitu 0,023. Arahnya negatif yaitu semakin rendah tingkat kecemasan semakin baik koping yang digunakan. Namun, hubungan yang terjadi tidak signifikan karena p=1,000 dengan alpha 0,05. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR=1,310, artinya tingkat kecemasan yang rendah mempunyai peluang 1,31 kali meoniliki koping konstruktif. Peneliti merekomendasikan agar pihak sekolah dan orangtua siswa memperhatikan kecemasan dan koping yang terjadi pada siswa."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5695
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian tentang mekanisme koping orangtua yang mempunyai anak dengan penyakit jantung bawaan dilaksanakan pada bulan Agustus — September 2002 di Ruang Anak Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif sederhana dengan tujuan mengidentifikasi jenis mekanisme koping yang digunakan oleh orangtua yang mempunyai anak dengan penyakit jantung bawaan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuisioner oleh setiap responden yang berisi tentang data demografi meliputi usia, pekerjaan, pendidikan dan agama serta pernyataan tentang mekanisme koping baik adaptif maupun maladaptif sebanyak 20 pernyataan. Kemudian data dianalisa dengan metode statistik tendensi sentral yaitu mean, median, modus. Analisa data penelitian ini hanya menggunakan mean dan modus. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar orang tua mempunyai mekanisme koping yang adaptif (96,67% - 100%) yaitu berupa berbicara dengan orang lain untuk mengatasi masalahnya, menggali informasi dari berbagai media dan para ahli, mencari dukungan sosial dan spiritual serta keinginan orang tua untuk mengobati penyakit anak sampai tuntas dan memberikan kasih sayang seperti pada anak normal."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
TA5017
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>