Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8485 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Otte Santika
"Adequate nutrition during the first 2 year of life is important to ensure optimal physical and mental development of infants and young children. Therefore sustainable adequate nutrient intake is critical in childhood.
In 2002, WHO urges all countries to promote improved CF practices to ensure optimal health, growth and development of young children. Research is needed in priority areas including examining the use of LP for developing context-specific complementary feeding guidelines.
Food-based dietary guidelines (FBDG), which promote culturally acceptable and affordable changes to local complementary feeding practices, will enhance chances for sustainable improvements in childhood nutritional status. As basis for documenting and understanding the dietary data for developing FBDG, several approaches can be used. Survey approach is usually used for developing FBDG; however this approach requires plenty of resources. In developing countries where resource is scare, rapid assessment procedure (RAP) method can be used as alternative. This method is rapid, and low in cost. Both approaches can be used in developing FBDG based on LP.
The objective of this study was to compare FBDG of complementary feeding for children age 9-11 months old based on Rapid Assessment Procedure (RAP) result and survey approach."
2006
T17679
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Oriyansih Andrikas
"Pendidikan pada dasarnya terkait erat dengan pembangunan sumber data manusia. Hal ini dikarenakan dengan adanya pendidikan maka sebuah bangsa akan menjadi cerdas dan maju yang mencinikan tingginya kualitas sumber daya manusia Berbicara masalah pendidikan berarti berbicara pula mengenai anak-anak sebagai calon penerus bangsa dimana anak-anak merupakan objek pendidikan yang paling utama. Pada tahun 2005, anak-anak terdapat lebih dari 20 juta jiwa atau 20% dari total penduduk Indonesia. Hal tersebut merupakan kekuatan yang sangat potensial dikarenakan anak adalah modal pembangunan yang akan memelihara dan mengembangkan hasil pembangunan fisik, mental, dan sosial Indonesia. Sebagai calon penerus bangsa, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan secara tekstual tapi juga hal-hal yang menunjang dalam proses pendidikan seperti kesehatan dan gizi yang baik. Namun demikian, sampai saat ini masalah gizi dan kesehatan menjadi sebuah masalah yang belum terselesaikan dengan baik. Masih banyak anak-anak yang menderita kekurangan gizi. Padahal gizi dan kesehatan sangat diperlukan terutama dalam tumbuh kembang seorang anak. Dengan melihat kenyataan tersebut, pemerintah sejak tahun 1996/1997 merencanakan sebuah program yang diben nama PMT-AS atau program Pemberian Makanan Tambahan Untuk Anak Sekolah. Program PMT-AS pada dasarnya ditujukan terutama untuk siswa sekolah dasar yang berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah Tujuan dari program tersebut adalah untuk meningkatkan gizi dan kesehatan yang pada akhirnya dapat mendorong pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Pada awalnya program ini hanya ditujukan untuk desa-desa yang tergolong tertinggal. Namun sejak tahun 2000, program PMT-AS mulai menjangkau wilayah miskin perkotaan diantaranya di propinsi DKI Jakarta. Dari keseluruhan sekolah yang diberikan bantuan, SDN Gandaria Utara 06 Petang menjadi satu-satunya sekolah petang di Kecamatan Kebayoran Baru yang telah mendapatkan bantuan mulai dari tahun 2000. Namun demikian, pelaksanaan program PMT-AS di SDN Gandaria Utara 06 Petang dari tahun ke tahun terus mengalami penyusutan. Padahal bila melihat hasil status gizi siswa yang diberikan bantuan, tidak terlihat peningkatan berarti dari sebelum ataupun sesudah diberikan bantuan. Karena itu, penelitian ini lebih menekankan pada proses pelaksanaan dan hambatan terutama pada tiga siswa penerima bantuan PMT-AS di SDN Gandaria Utara 06 Petang Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif ternyata menemukan bahwa makanan tambahan yang diberikan selama ini belum memberikan pengaruh dalam tiga informan tersebut. Hal ini dikarenakan makanan tambahan yang diberikan jarang sekali disantap oleh mereka. Banyak alasan yang menyebabkan mereka jarang menyantap makanan tambahan tersebut dari mulai jenuh dengan makanan yang diberikan, pribadi yang memang susah makan, faktor keluarga, dampai pada faktor teman bermain. Penelitian ini menggunakan teori Bronfenbrenner mengenai sistem ekologi sosial dimana individu menjadi inti dari sistm tersebut. Berbagai sistem melingkari individu mulai dari mikrosistem yaitu keluarga, sekolah, dan teman bermain. Mesosistem yaitu hubungan antara sekolah dan keluarga, eksosistem yaitu peraturan pemerintah mengenai PMT-AS samapi dengan makrosistem yaitu budaya masyarakat sekitar. Dalam hal ini peraturan pemerintah mengenai PMT-AS yang berada pada tataran eksosistem kurang memperhatikan mikrosistem dan mesosistem yang pada dasarnya berperan besar dalam membentuk kepribadian anak dan mempengaruhi keberjalanan program tersebut. Pemerintah hanya melihat sekolah sebagai satu-satunya faktor untuk menunjang keberjalanan program PMT-AS. Karena itu, dengan hasil penelitian yang ada maka diperlukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi pertama adalah dengan menyiapkan petugas khusus diluar struktur sckolah untuk fokus dalam menangani program PMT-AS sehingga pihak sekolah tidak merasa terganggu dengan program tersebut. Selain itu, jenis makanan tambahan yang ada sebaiknya diganti dengan pemberian susu dan vitamin. Hal ini dikarenakan selama ini, makanan tambahan yang diberikan hanya berupa makanan kudapan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap peningkatan status gizi. Selain itu, makanan tambahan yang diberikan pun jarang disantap dengan alasan jenuh dan lain sebagainya. Dengan adanya penggantian jenis makanan tambahan tersebut diharapkan status gizi dapat meningkat lebih baik dan hanya menjangkau mereka yang mengalami kekurangan gizi.

Education is basically closely related to the development of human data sources. This is because with education, a nation will become intelligent and advanced, which reflects the high quality of human resources. Talking about education matters also means talking about children as potential future successors of the nation where children are the most important object of education. In 2005, there were more than 20 million children or 20% of Indonesia's total population. This is a very potential force because children are development capital that will maintain and develop the results of Indonesia's physical, mental and social development. As future candidates for the nation, children not only need textual education but also things that support the educational process such as good health and nutrition. However, until now the issue of nutrition and health is a problem that has not been resolved properly. There are still many children who suffer from malnutrition. Even though nutrition and health are very necessary, especially in the growth and development of a child. By looking at this reality, the government since 1996/1997 planned a program called PMT-AS or the Supplementary Food Provision for School Children program. The PMT-AS program is basically aimed primarily at elementary school students who are at the lower middle economic level. The aim of the program is to improve nutrition and health which in turn can encourage the implementation of 9 years of compulsory basic education. Initially this program was only aimed at villages that were classified as underdeveloped. However, since 2000, the PMT-AS program has begun to reach poor urban areas, including the DKI Jakarta province. Of all the schools that received assistance, SDN Gandaria Utara 06 Petang is the only evening school in Kebayoran Baru District that has received assistance starting in 2000. However, the implementation of the PMT-AS program at SDN Gandaria Utara 06 Petang continues to decline from year to year. In fact, if you look at the results of the nutritional status of students who were given assistance, there is no significant improvement from before or after being given assistance. Therefore, this research places greater emphasis on the implementation process and obstacles, especially for the three students who received PMT-AS assistance at SDN Gandaria Utara 06 Petang. Research that used a qualitative approach and descriptive research type apparently found that the additional food provided so far had not had an impact on the three informants. This is because the additional food given is rarely eaten by them. There are many reasons why they rarely eat additional food, ranging from being bored with the food they are given, individuals who have difficulty eating, family factors, to playmate factors. This research uses Bronfenbrenner's theory regarding social ecological systems where individuals are the core of the system. Various systems surround individuals starting from microsystems, namely family, school and playmates. Mesosystem, namely the relationship between school and family, exosystem, namely government regulations regarding PMT-AS, to macrosystem, namely the culture of the surrounding community. In this case, government regulations regarding PMT-AS which are at the ecosystem level pay little attention to the microsystem and mesosystem which basically play a big role in shaping the child's personality and influencing the success of the program. The government only sees schools as the only factor to support the success of the PMT-AS program. Therefore, with the existing research results, a solution is needed to overcome this problem. The first solution is to prepare special officers outside the school structure to focus on handling the PMT-AS program so that the school does not feel disturbed by the program. Apart from that, the existing types of additional food should be replaced with milk and vitamins. This is because so far, the additional food given has only been in the form of snacks which have little effect on improving nutritional status. Apart from that, the additional food given is rarely eaten for reasons of boredom and so on. With the replacement of additional types of food, it is hoped that nutritional status can improve better and only reach those who are malnourished"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2006
S10565
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anneke Greta
"One way to improve the success of exclusive breastfeeding promotion is to understand the factors that directly of indirectly influence a mother's decision to initiate complementary feeding, as well as their interaction. The present study employed the use of a newly developed qualitative dietary survey-Food Choice Map method-to investigate those factors for 40 mothers with infants aged 4 - 6 months old residing in Pondok Labu sub-district of South Jakarta, Indonesia, regarding the `military' and 'civilian' communities. K -Means Cluster Analysis was used to create relatively homogenous groups based on demography and socioeconomy characteristics using variables such as mother's age, child's age and sex, study groups, ownership of house, phone, and motorcycle. Nearly all infants (97%) received complementary feeding before the age of 4 months old with "to calm child" as the most common reason why mothers initiated the feeding. Most infants were given banana as their first food as the "social circle suggested" or because it is "commonly used food." Another large percentage received instant baby food due to "its practicality." The findings suggest factors such as socioeconomy and demography-as described by the cluster characteristics-whom mothers were dependent on, feeding experience, and self-confidence influenced mother's decision in initiating complementary feeding. Furthermore, they interact with one another that their existence of affecting mothers' behavior is the result of not only one factor. It is recommended to establish breastfeeding support groups for the mothers, as well as to greaten encouragement from the social circle and medical professionals to motivate mothers and increase their self-confidence to breastfeed the infants."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1997
T1525
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Ulfah
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas kebiasaan konsumsi serat makanan mahasiswa penghuni
asrama Universitas Indonesia tahun 2011 dan hubungannya dengan karakteristik
individu yang meliputi jenis kelamin, pengetahuan mengenai serat makanan,
preferensi/kesukaan terhadap makanan, kebiasaan makan sayur dan buah, dan
pengaruh teman sebayanya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan
metode penelitian deskriptif dan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan kuesioner dan formulir Food Frequency Questionnaire
(FFQ) yang dibagikan kepada 145 mahasiswa penghuni asrama Universitas
Indonesia pada bulan April 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
hubungan antara pengetahuan mengenai serat makanan dan preferensi/kesukaan
terhadap makanan dengan kebiasaan konsumsi serat makanan pada mahasiswa
penghuni asrama Universitas Indonesia. Hasil penelitian menyarankan bahwa
perlu diadakannya media KIE mengenai pentingnya konsumsi serat makanan serta
disediakannya makanan sumber serat yang lebih bervariasi di kantin asrama

ABSTRACT
This thesis discusses the habits of consumption of dietary fiber in boarder student,
University of Indonesia 2011 and its relationship with the individual
characteristics including gender, knowledge of dietary fiber, preference for food,
eating vegetables and fruit, and the influence of peers. This study is a quantitative
study with descriptive research methods and cross-sectional design study. The
data was collected using questionnaires and form the Food Frequency
Questionnaire (FFQ) which was distributed to 145 student boarders, University of
Indonesia in April 2011. The results showed that there was a relationship between
knowledge about dietary fiber and preference for food with the habits of
consumption of dietary fiber in boarder student at the University of Indonesia’s
dormitory. The results suggest that the necessary holding of CIE media about the
importance of dietary fiber consumption and the availability of food sources of
fiber are more varied in the dorm cafeteria"
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Ulfah
"Skripsi ini membahas kebiasaan konsumsi serat makanan mahasiswa penghuni asrama Universitas Indonesia tahun 2011 dan hubungannya dengan karakteristik individu yang meliputi jenis kelamin, pengetahuan mengenai serat makanan, preferensi/kesukaan terhadap makanan, kebiasaan makan sayur dan buah, dan pengaruh teman sebayanya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif dan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang dibagikan kepada 145 mahasiswa penghuni asrama Universitas Indonesia pada bulan April 2011.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan mengenai serat makanan dan preferensi/kesukaan terhadap makanan dengan kebiasaan konsumsi serat makanan pada mahasiswa penghuni asrama Universitas Indonesia. Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu diadakannya media KIE mengenai pentingnya konsumsi serat makanan serta disediakannya makanan sumber serat yang lebih bervariasi di kantin asrama.
This thesis discusses the habits of consumption of dietary fiber in boarder student, University of Indonesia 2011 and its relationship with the individual characteristics including gender, knowledge of dietary fiber, preference for food, eating vegetables and fruit, and the influence of peers. This study is a quantitative study with descriptive research methods and cross-sectional design study. The data was collected using questionnaires and form the Food Frequency Questionnaire (FFQ) which was distributed to 145 student boarders, University of Indonesia in April 2011.
The results showed that there was a relationship between knowledge about dietary fiber and preference for food with the habits of consumption of dietary fiber in boarder student at the University of Indonesia?s dormitory. The results suggest that the necessary holding of CIE media about the importance of dietary fiber consumption and the availability of food sources of fiber are more varied in the dorm cafeteria.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Adriel Ghifary
"Penyakit sistem sirkulasi berkontribusi kepada hampir tiga perempat kasus kematian yang berhubungan dengan pekerjaan. Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem sirkulasi yang memiliki prevalensi yang tinggi pada kelompok pekerja di Indonesia. Pola makan natrium, kalium, dan lemak memengaruhi perubahan nilai tekanan darah yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat hubungan pola makan (konsumsi natrium, kalium, dan lemak) terhadap tekanan darah pada pengemudi ojek online di Jakarta Pusat. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik sampling accidental sampling. Penelitian ini melibatkan 107 pengemudi ojek online di Jakarta Pusat sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur pola makan natrium, kalium, dan lemak pengemudi ojek online. Pengumpulan data tekanan darah dilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah di tempat. Hasil penelitian menunjukkan pengemudi ojek online di Jakarta Pusat memiliki nilai tengah tekanan darah sistolik 118 mmHg dan tekanan darah diastolik 81 mmHg. Selanjutnya, untuk pola makan menunjukkan nilai tengah skor konsumsi natrium 16,00, konsumsi kalium 14,00, dan konsumsi lemak 18,00. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan nilai p (signifikansi) konsumsi natrium dan tekanan darah sistolik p = 0,321 dan diastolik p = 0,703, konsumsi kalium dan tekanan darah sistolik p = 0,206 dan diastolik p = 0,234, serta konsumsi lemak dan tekanan sistolik p = 0,379 dan diastolik p = 0,617. Kesimpulan yang didapat adalah tidak terdapat hubungan antara pola makan (konsumsi natrium, kalium, dan lemak) terhadap tekanan darah. Hasil penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan tekanan darah pada pekerja sebagai pengemudi ojek online.

Circulatory system diseases contribute to almost three-quarters of the total work-related mortality. Hypertension, one of circulatory system diseases, has a high prevalence in the group of workers in indonesia. Sodium, Potassium and Fat dietary habit have an impact on the change of blood pressure that can cause the incidence of hypertension. This study aims to look at the relation between dietary habit (sodium, potassium, and fat consumption) and blood pressure on online taxi bike drivers in Central Jakarta. The method of this study using a cross sectional design with accidental sampling technique. This study involved 107 online taxi bike drivers in Central Jakarta as samples. Instrument for this study using Food Frequency Questionnaire (FFQ) to measure online taxi bike drivers sodium, potassium, and fat dietary habit. Blood pressure data collection using blood pressure on-site measurement. This study showed the median score of online taxi bike drivers in Central Jakarta sistole blood pressure value is 118 mmHg and diastole blood pressure value is 81 mmHg. Furthermore, for dietary habit the study showed the median score of online taxi bike drivers sodium dietary is 16,00, potassium dietary is 14,00 and fat dietary is 18,00. The result from Spearman correlation test revealed the p value (significance) of sodium dietary with sistole blood pressure p = 0,321 and then with diastole blood pressure p = 0,703, potassium dietary with sistole blood pressure p = 0,206 and then with diastole blood pressure p = 0,234, and next fat dietary with sistole blood pressure p = 0,379 and then with diastole blood pressure p = 0,617. In conclusion, the study revealed that there is no relation between dietary habit (sodium, potassium, and fat consumption) and blood pressure. The result of this study recommend to improve healthcare service for blood pressure on workers as online taxi bike drivers."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Llewellyn-Jones, Derek
London: Faber and Faber , 1983
649.33 LLE b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Intan Rahayuningsih
"Imunisasi merupakan salah satu prosedur yang menimbulkan nyeri karena sebagian besar diberikan melalui penyuntikan. Salah satu manajemen nyeri untuk menurunkan nyeri imunisasi adalah dengan pemberian ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauhmana efek pemberian ASI terhadap tingkat nyeri dan lama tangisan bayi saat penyuntikan imunisasi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental, dengan pendekatan static group comparison yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri dan lama tangisan pada responden yang diberikan dan tidak diberikan ASI dengan menggunakan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang diimunisasi di wilayah kerja Puskesmas Beji dan Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Jumlah sampel 88 orang, 44 orang kelompok intervensi dan 44 orang kelompok kontrol. Analisis perbedaan tingkat nyeri dan lama tangisan bayi saat penyuntikan imunisasi menggunakan Independent sample t-Test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat nyeri bayi yang diukur dengan skala FLACC (p=0,0001) dan skala RIPS (p=0,001) saat penyuntikan imunisasi pada bayi yang diberi ASI lebih rendah dibandingkan pada bayi yang tidak diberi ASI. Lama tangisan bayi saat penyuntikan imunisasi pada bayi yang diberi ASI lebih singkat dibandingkan pada bayi yang tidak diberi ASI (p = 0,0001). Karakteristik bayi tidak mempengaruhi tingkat nyeri bayi yang diberi ASI saat penyuntikan imunisasi. Pemberian ASI sebagai pemenuhan kebutuhan dan hak anak, juga memiliki manfaat sebagai analgesik yang dapat menurunkan tingkat nyeri bayi yang disusui sebelum dan selama prosedur berlangsung. Selama menyusui, kebersamaan ibu dengan bayi memberikan rasa aman dan nyaman sehingga hal ini dapat dijadikan manajemen nyeri non-farmakologi dan penerapan atraumatic care guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pasien. Perawat anak sebagai salah satu praktisi yang dapat melakukan manajemen nyeri yang tepat bagi anak memerlukan kerja sama dengan tim kesehatan lainnya, serta pemerintah yang ada di daerah setempat.

Immunization is one of procedure which making pain because most of them is given by injecting. One of pain management to decrease an immunization pain is breast feeding. The purpose of this study is to identify how effect of breast feeding toward level of pain and long time of baby's crying when injecting immunization. This study used a quasi experimental design by the method of static group comparison which aimed to find the difference between level of pain and long time of baby's crying among respondents who were given ASI or not by using control gro up. The populations of this study are all of babies who are given immunization in work areas of Primary Health Care at Beji and Pancoran Mas Depok in the province of West Java. The numbers of samples are 88 peoples where 44 samples are intervention group and 44 of them are control group. The analysis of different between level of pain and long time of baby's crying when injecting immunization using Independent sample t-Test.
This study purpose indicated that pain level of baby which was measured by scale of FLACC (p=0,0001) and scale of RIPS (p=0,001) when injecting immunization for baby who was given ASI lower than baby who was not given ASI. Long time of baby's crying when injecting immunization for baby who was given ASI shorter than baby who was not given ASI (p=0,0001). The characteristic of baby does not effect on level of pain for baby who is given ASI when injectin immunization. Breast feeding as way of fulfilling on the needs and baby's rights, it also has a benefit as analgesic which can decrease level of pain for baby who is given ASI before and during procedure is done. During breast feeding, togetherness between mother and baby gave feelings of peaceful and pleasant so this matter can become pain management of non pharmacology and applying a traumatic care to improve services and patient's pleasant. Nurse of children as one of practitioner who can implement the right pain management for baby needs a cooperation with another team of health services and government which is at the local area.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Intan Rahayuningsih
"Imunisasi merupakan salah satu prosedur yang menimbulkan nyeri karena sebagian besar diberikan melalui penyuntikan. Salah satu manajemen nyeri untuk menurunkan nyeri imunisasi adalah dengan pemberian ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauhmana efek pemberian ASI terhadap tingkat nyeri dan lama tangisan bayi saat penyuntikan imunisasi. Penelitian ini menggunakan desain guasi eksperimental, dengan pendekatan static group comparison yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri dan lama tangisan pada responden yang diberikan dan tidak diberikan ASI dengan menggunakan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang diimunisasi di wilayah kerja Puskesmas Beji dan Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Provinsi Jawa Barat Jumlah sampel 88 orang, 44 orang kelompok intervensi dan 44 orang kelompok kontrol. Analisis perbedaan tingkat nyeri dan lama tangisan bayi saat penyuntikan imunisasi menggunakan Independent sample t-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat nyeri bayi yang diukur dengan skala FLACC (p=0,0001) dan skala RIPS (p=0,001) saat penyuntikan imunisasi pada bayi yang diberi ASI lebih rendah dibandingkan pada bayi yang tidak diberi ASI. Lama tangisan bayi saat penyuntikan imunisasi pada bayi yang diberi ASI lebih singkat dibandingkan pada bayi yang tidak diberi ASI (p = 0,0001). Karakteristik bayi tidak mempengaruhi tingkat nyeri bayi yang diberi ASI saat penyuntikan imunisasi. Pemberian ASI sebagai pemenuhan kebutuhan dan hak anak, juga memiliki manfaat sebagai analgesik yang dapat menurunkan tingkat nyeri bayi yang disusui sebelum dan selama prosedur berlangsung. Selama menyusui, kebersamaan ibu dengan bayi memberikan rasa aman dan nyaman sehingga hal ini dapat dijadikan manajemen nyeri non-farmakologi dan penerapan atraumatic care guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pasien. Perawat anak sebagai salah satu praktisi yang dapat melakukan manajemen nyeri yang tepat bagi anak memerlukan kerja sama dengan tim kesehatan lainnya, serta pemerintah yang ada di daerah setempat.

Immunization is one of procedure which making pain because most of them is given by injecting. One of pain management to decrease an immunization pain is breast feeding. The purpose of this study is to identify how effect of breast feeding toward level of pain and long time of baby’s crying when injecting immunization. This study used a quasi experimental design by the method of static group comparison which aimed to find the difference between level of pain and long time of baby’s crying among respondents who were given ASI or not by using control group. The populations of this study are all of babies who are given immunization in work areas of Primary Health Care at Beji and Pancoran Mas Depok in the province of West Java. The numbers of samples are 88 peoples where 44 samples are intervention group and 44 of them are control group. The analysis of different between level of pain and long time of baby’s crying when injecting immunization using Independent sample t-Test. This study purpose indicated that pain level of baby which was measured by scale of FLACC (p=0,0001) and scale of RIPS (p=0,001) when injecting immunization for baby who was given ASI lower than baby who was not given ASI. Long time of baby’s crying when injecting immunization for baby who was given ASI shorter than baby who was not given ASI (p=0,0001). The characteristic of baby does not effect on level of pain for baby who is given ASI when injecting immunization. Breast feeding as way of fulfilling on the needs and baby’s rights, it also has a benefit as analgesic which can decrease level of pain for baby who is given ASI before and during procedure is done. During breast feeding, togethemess between mother and baby gave feelings of peaceful and pleasant so this matter can become pain management of non phannacology and applying a traumatic care to improve Services and patient’s pleasant. Nurse of children as one of practitioner who can implement the right pain management for baby needs a cooperation with another team of health Services and govemment which is at the local area."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26580
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ambar Listiya Ningrum
"Perilaku sulit makan pada anak dapat mengurangi asupan nutrisi anak usia prasekolah. Salah satu faktor penyebab perilaku sulit makan pada anak adalah pola asuh orang tua yang salah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah di RW 03, Kelurahan Pajang, Tangerang dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 92 ibu yang mempunyai anak usia prasekolah. Teknik sampling yang dilakukan adalah cluster sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 46% anak usia prasekolah mengalami perilaku sulit makan dan 75% ibu menerapkan pola asuh demokratis. Namun tidak ada hubungan antara pola asuh ibu dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah (p vaIue=0.423; α= 0.05).

Picky-eating behavior at children could decrease nutrition intake at preschool-age children. Incorrect parenting is one of the factor that could influence that behavior. The goal of this descriptive-correlative study was to investigate the effect of mother-parenting on picky-eating behavior at preschool-age. This study used cross-sectional design and examined 92 mothers who had children at preschool-age. Sampling method for this study was cluster sampling. There are 46% of preschool-age children experienced picky-eating behavior and 79% mothers applied democracy-parenting. These result suggest that no relation between mother-parenting and picky-eating behavior at preschool children (p value=0.1423, α= 0.05)."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5869
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>