Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 204681 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Adhiguna Wijaya Indrasuci
"Telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai hubungan antara ESG dan kinerja perbankan. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam literatur ketika mempelajari dampak pengungkapan ESG pada sektor perbankan dan jasa keuangan karena literatur yang ada relatif terbatas dibandingkan dengan wilayah lain seperti Eropa dan Amerika Utara. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menggunakan regresi panel data untuk menguji dampak faktor environmental, social, dan governance (ESG) terhadap kinerja bank-bank di Far East Asia dan negara-negara ASEAN. Kami menyelidiki hubungan antara kinerja ESG dan empat ukuran kinerja bank: return on asset (ROA), return on equity (ROE), Tobin's Q, dan Stock Return. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa bank-bank dengan kinerja ESG yang lebih kuat memiliki pengaruh negatif pada kinerja keuangan, operasional dan kinerja pasar. jika dilihat dari ketiga pilarnya, ENV memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pasar. Sedangkan pada GOV menunjukkan pengaruh negatif terhadap kinerja pasar. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pembuat kebijakan, investor, dan praktisi perbankan di wilayah tersebut. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya perusahaan perbankan di Far East Asia untuk memperhatikan dan meningkatkan praktik-praktik ESG mereka guna mengoptimalkan kinerja keuangan, operasional, dan pasar mereka. Dalam keseluruhan, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara faktor ESG dan kinerja perbankan di Far East Asia, dan menekankan pentingnya praktik-praktik ESG yang kuat dalam mencapai kinerja keuangan dan pasar yang berkelanjutan bagi perusahaan perbankan di wilayah tersebut.

There has been extensive research into the link between ESG and banking performance. Yet, there is still a gap in the literature when it comes to studying the impact of ESG disclosures on the banking and financial services sector as the existing literature is relatively limited compared to other regions such as Europe and North America. This study fills the gap by using data panel regression to examine the impact of environmental, social, and governance (ESG) factors on the banks’ performance in Far East Asia and ASEAN countries. We investigate the relationship between ESG performance and three measures of bank performance: return on assets (ROA), return on equity (ROE), Tobin's Q, and Stock Return. The results show that banks with stronger ESG performance have a negative influence on financial, operational and market performance. When viewed from its three pillars, ENV has a positive influence on market performance. While GOV shows a negative influence on market performance. The results of this study provide valuable insights for policy makers, investors, and banking practitioners in the region. The implication of the findings is the need for banking companies in Far East Asia to pay attention to and improve their ESG practices to optimize their financial, operational, and market performance. Overall, this study provides a deeper understanding of the relationship between ESG factors and banking performance in Far East Asia and emphasizes the importance of strong ESG practices in achieving sustainable financial and market performance for banking firms in the region."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Amar Abdul Azis
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penilaian Environmental, Social, dan Governance (ESG) terhadap kinerja keuangan perusahaan publik sektor perbankan di kawasan Asia. Menggunakan data panel tahunan yang mencakup 272 bank di 24 negara Asia selama periode 2014 hingga 2023, penelitian ini menerapkan metode regresi panel dengan model efek tetap (Fixed Effect Model). Hasil estimasi menunjukkan bahwa skor ESG secara keseluruhan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA) sebagai proksi kinerja keuangan bank. Analisis lebih lanjut juga menemukan bahwa masing-masing pilar ESG (Environmental, Social, dan Governance) secara individu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja keuangan perbankan. Temuan ini menegaskan adanya korelasi kuat antara penerapan prinsip keberlanjutan ESG dan kinerja operasional bank-bank di kawasan Asia. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini adalah sebagai dasar pertimbangan bagi manajemen bank dalam merumuskan strategi bisnis berkelanjutan, sebagai acuan bagi regulator dalam merumuskan kebijakan dan regulasi di sektor keuangan, serta sebagai kontribusi literatur akademik terkait pengaruh ESG terhadap kinerja perusahaan, khususnya di industri perbankan Asia.

This study aims to examine the impact of Environmental, Social, and Governance (ESG) assessments on the financial performance of publicly listed banking sector companies in Asia. Utilizing annual panel data comprising 272 banks across 24 Asian countries for the period from 2014 to 2023, this research employs a panel regression method with a fixed effects model. The estimation results indicate that the overall ESG score has a positive and significant influence on Return on Assets (ROA), which serves as a proxy for banks’ financial performance. Further analysis also finds that each individual ESG pillar (Environmental, Social, and Governance) contributes positively to the enhancement of banking financial performance. These findings affirm the strong correlation between the adoption of ESG sustainability principles and the operational performance of banks in Asia. The practical implications of this study provide a foundation for bank management in formulating sustainable business strategies, serve as a reference for regulators in developing policies and regulations in the financial sector, and enrich the academic literature on the impact of ESG assessments on company performance, particularly in the Asian banking industry."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rendy Setiadi Delhaye
"Saat ini dunia dihadapkan dengan masalah lingkungan maupun sosial dimana dampak yang dapat ditimbulkan dari hal tersebut sangat besar.Hal tersebut mendorong kesadaran akan penerapan prakitk berkelanjutan di semua kalangan khususnya dunia bisnis.Salah satu bentuk praktik berkelanjutan yang saat ini umum dilakukan adalah penerapan prinsip ESG di perusahaan.Dengan menerapkan ESG, suatu perusahaan wajib berkomitmen untuk melaksanakan praktik bisnis yang berkelanjutan, memiliki tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik.Bank, sebagai perantara (intermediary) antara pihak surplus dana dengan pihak defisit dana, memiliki peran yang penting dalam sistem keuangan suatu negara.Karena perannya yang penting bank didorong agar mendukung penerapan praktik berkelanjutan di sektor lain melalui pendanaan yang mereka berikan. Saat ini penerapan ESG di perusahaan mendapatkan banyak sinyal positif dari berbagai pihak karena dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.Walaupun begitu masih ada kekhawatiran penerapan ESG dapat menggangu kinerja perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional mereka atau dalam jangka pendek.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara Environmental, Social, Governance (ESG) terhadap kinerja efisiensi bank. Kinerja Efisiensi bank diukur berdasarkan 2 faktor input biaya dan 2 output profit dalam kinerja operasional bank.Sampel penelitian adalah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 - 2023. Model yang digunakan terdapat 2 jenis model dimana model pertama digunakan untuk mengukur efisiensi bank yaitu Data Envelopment Analysis (DEA) dan model kedua adalah model regresi yang digunakan pada variabel dependen dan independen..Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ESG baik itu masing-masing komponennya (Environment Score, Social Score, dan Governance Score) atau secara keseluruhan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap efisiensi bank.Hasil tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi nilai ESG maka perusahaan akan semakin kurang efisien dalam menggunakan sumber dayanya.

Currently the world is faced with environmental and social problems where the impact that can be caused from this is very large.This has encouraged awareness of the application of sustainable practices in all circles, especially the business world.One form of sustainable practice that is currently common is the application of ESG principles in the company. By implementing ESG, a company is obliged to commit to sustainable business practices, social responsibility and good governance.Banks, as intermediaries between surplus funds and deficit funds, have an important role in a country's financial system.Because of their important role, banks are encouraged to support the implementation of sustainable practices in other sectors through the funding they provide. Currently, the application of ESG in companies is getting a lot of positive signals from various parties because it can generate benefits in the long term. However, there are still concerns that the application of ESG can interfere with the performance of companies in carrying out their operational activities or in the short term.The purpose of this study is to analyze the influence between Environmental, Social, Governance (ESG) on bank efficiency performance. Bank efficiency performance is measured based on 2 cost input factors and 2 profit outputs in the bank's operational performance. The research sample is banks listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017 - 2023. There are 2 types of models used where the first model is used to measure the efficiency of the bank, namely Data Envelopment Analysis (DEA) and the second model is a regression model used on the dependent and independent variables.The results of this study indicate that ESG either each of its components (Environment Score, Social Score, and Governance Score) or as a whole has a negative and significant influence on bank efficiency.These results indicate that the higher the value of ESG, the less efficient the company will be in using its resources"
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anna Melinda
"Di tengah permasalahan seperti pemanasan global, gesekan sosial, dan tata kelola, gagasan keberlanjutan telah tumbuh kuat di dalam industri. Indeks ESG (environmental, social, governance) diperkenalkan untuk mengukur kinerja laporan berkelanjutan perusahaan. Penelitian ini menguji hubungan antara kinerja ESG perusahaan dan nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga memeriksa lebih lanjut tentang bagaimana skor kontroversi, menjadi bagian dari keseluruhan indeks, mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan data perusahaan tercatat dari 22 negara di Asia dari tahun 2014 hingga 2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari indikator keuangan, variabel yang berasal dari indeks ESG, rasio Tobin's-Q untuk mengukur nilai perusahaan, dan vektor dari variabel kontrol. Hasil penelitian ini menemukan bahwa skor indeks ESG dan skor kontroversi signifikan secara statistik dalam memperkirakan nilai perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa ESG lingkungan, ESG sosial, ESG tata kelola, dan kinerja skor gabungan dari ESG signifikan secara statistik untuk memperkirakan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan di negara lain. Bertentangan dengan konsepsi umum, skor kontroversi ESG secara mengejutkan menunjukkan hubungan yang positif dengan nilai perusahaan. Penelitian menduga bahwa hubungan positif dapat terjadi karena kepercayaan publik yang dibangun perusahaan. Ketika perusahaan mengeluarkan laporan terkait dengan situasi atau permasalahan mereka saat ini, hal tersebut memberikan sinyal kepada publik bahwa perusahaan bersedia untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja skor ESG yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan nilai perusahaan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan mengungkapkan laporan keberlanjutan pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola sangat penting tidak hanya untuk meningkatkan nilai perusahaan tetapi juga untuk menunjukkan kemampuan berkelanjutan dari perusahaan.

Amidst the issues of global warming, social friction, and governance, the idea of sustainability has grown firmly within industries. The environmental, social, and governance (ESG) index was introduced to measure how sustainable is a company in doing business. This study examines the relationship between ESG index and company value. Moreover, we also examine further on how the controversy score, being a part of the whole index, influence the company market value. We employ a dataset of companies from 22 countries in Asia which representing the Asian market from 2014 through 2018. Our data comprises the financial indicators, the variables derived from the ESG index, Tobin’s-Q ratio to measure company value, and a vector of control variables. Looking deeper to the data, we found that ESG index score and its controversy score are statistically significant in estimating the company value. Our findings indicate that ESG-environmental, ESG-social, ESG-governance, and the ESG-combined score's performance are statistically significant to estimate the company value. Our results are in accordance with the previous research conducted in other countries. Contradicting to the common conception, ESG-controversy score surprisingly shows a positive relationship with the company value. We suspect that the positive relationship occurs due to the trust that the company built. When the company releases the report their current situation or issues, it provides a signal to the public of their willingness to have both transparency and accountability. Our findings show that higher ESG scores performance is correlated with the increase in company value. This study suggests that providing such disclosure on environmental, social, and governance aspects are essential not only to increase company value but also to show the company resilience and sustainability."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simare-Mare, Elisabet Gratia
"Studi meneliti pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap rasio Non-performing Loan (NPL) bank dengan periode penelitian dari tahun 2012-2022 dengan 23 bank di ASEAN-5. Dengan menggunakan variabel Non-performing Loans (NPL) sebagai indikator untuk mengukur tingkat risiko kredit dan kinerja ESG yang diukur menggunakan ESG combined score, Environmental Pillar Score, Social Pillar Score, dan Governance Pillar Score. Penelitian menggunakan jenis regresi data pandel dengan metode estimasi robust fixed-effect model. Hasil menemukan bahwa kinerja ESG signifikan negatif mempengaruhi NPL bank. Hasil juga menunjukan bahwa semakin besar nilai dari kinerja ESG bank maka mampu menurunkan risiko kredit suatu bank.

The study examines the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) performance on the ratio of Non-performing Loans (NPL) of banks with a research period from 2012-2022 with 23 banks in the ASEAN-5. By using the Non-performing Loans (NPL) variable as an indicator to measure the level of credit risk and ESG performance as measured using the ESG combined score, Environmental Pillar Score, Social Pillar Score, and Governance Pillar Score. This study uses Pandel data regression with a robust fixed-effect model estimation method. The results find that ESG performance significantly negatively affects the bank's NPL. The results also show that the greater the value of a bank's ESG performance, the lower the credit risk of a bank."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Inez Seraphine
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari environmental innovation terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan sampel dari 275 perusahaan di negara China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang terdaftar di bursa efek dalam kurun waktu 2012-2019. Penelitian ini menggunakan balanced panel data dan diolah menggunakan regresi panel data fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jangka waktu pendek, tidak terdapat hubungan antara environmental innovation dengan kinerja keuangan perusahaan. Sedangkan pada jangka waktu yang lebih panjang, ditemukan adanya pengaruh signifikan antara environmental innovation dengan kinerja keuangan perusahaan. Meskipun demikian, masih belum terdapat hasil regresi yang menunjukkan arah hubungan yang konsisten antar kedua variabel karena masih ditemukannya koefisien yang negatif dan juga positif.

This study aims to determine the effect of environmental innovation on companies' financial performance. The total sample used in this research is 275 publicly listed companies operating in China, Japan, South Korea, Hong Kong, Singapore, Taiwan, Indonesia, Malaysia, and the Philippines for the period 2012-2019. In constructing the analysis, this study uses balanced panel data and robust fixed effect model. The result suggests no significant relationship between environmental innovation and companies' financial performance in the short term. While in the longer term, this study shows a significant relationship between environmental innovation and companies' financial performance. However, there are still inconsistencies found in the relationship between the two variables due to negative and positive associations in the regression result."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, Madeleine Ruth Rotua
"Munculnya pandemi Covid-19 membuat persaingan bisnis menjadi semakin ketat, yang mengakibatkan kestabilan dan penurunan perdagangan bursa. Stakeholder menjadi lebih berhati-hati serta selektif saat mengambil keputusan. Maka, perusahaan harus mengungkapkan laporan keuangan yang berkualitas kepada stakeholder dalam mengambil keputusan yang akurat. Salah satu informasi perusahaan yang harus diungkapkan adalah informasi non-keuangan, yaitu Environmental, Social, dan Governance. Penerapan ESG mendorong bisnis perusahaan untuk berperilaku etis, di mana hal ini juga membantu stakeholder untuk terhindar kerugian apabila perusahaan berperilaku yang dapat menimbulkan risiko. Studi ini memiliki tujuan untuk menguji kembali secara empiris pengaruh dari penerapan ESG terhadap nilai perusahaan di Indonesia, di mana sampel perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2012-2021. Variabel independen pada penelitian yakni Skor ESG, di mana nilai dari tiap komponen merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan Thomas Reuters. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan dummy variable, di mana acuannya merupakan Indeks ESG SL IDX KEHATI. Variabel independen pada penelitian ini adalah nilai perusahaan, yang diproksikan dengan Tobin’s Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skor dan Indeks memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Adanya penerapan ESG pada perusahaan dapat meminimalisir asimetri informasi serta potensi konflik dengan para stakeholder. Selain itu, ESG Index digunakan untuk mengatasi kekhawatiran stakeholder trehadap isu-isu ESG, di mana hal ini dapat memberi sinyal yang memungkinkan stakeholder untuk lebih akurat untuk menilai perusahaan berdasarkan standar yang telah ditentukan dalam indeks

The emergence of the Covid-19 pandemic has made the business competition even tougher, which has resulted in stability and a decline in stock exchange trading. Stakeholders become more careful and selective when making decisions. Therefore, companies must disclose quality financial reports to stakeholders in making accurate decisions. One of the company information that must be disclosed is non-financial information, namely Environmental, Social, and Governance. The application of ESG encourages the company's business to behave ethically, which also helps stakeholders to avoid losses if the company behaves in a way that may pose a risk. This study aims to empirically re-examine the effect of applying ESG on company value in Indonesia, where a sample of companies are listed on the Indonesia Stock Exchange from 2012-2021. The independent variable in this study is the ESG Score, where the value of each component is the result of an assessment conducted by Thomas Reuters. In addition, this study also uses a dummy variable, where the reference is the ESG SL IDX KEHATI Index. The independent variable in this study is firm value, which is proxied by Tobin's Q. The results show that scores and indexes have a positive influence on firm value. The existence of the application of ESG in companies can minimize information asymmetry and potential conflicts with stakeholders. In addition, the ESG Index is used to address stakeholder concerns about ESG issues, which can provide a signal that allows stakeholders to more accurately assess companies based on the standards specified in the index."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Devina Ratna Aisyah
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penilaian Environmental, Social, dan Governance (ESG) terhadap risiko sistematis (systematic risk) pada perusahaan publik sektor energi di kawasan Asia Pasifik selama periode 2018 hingga 2024. Skor ESG diperoleh dari basis data Refinitiv Eikon, dan risiko sistematis diukur menggunakan nilai beta saham tahunan. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effects Model. Sampel terdiri dari 63 perusahaan energi yang terdaftar di 12 negara Asia Pasifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, skor ESG memiliki hubungan negatif terhadap risiko sistematis, yang mengindikasikan bahwa penerapan ESG yang lebih baik dapat mengurangi sensitivitas perusahaan terhadap fluktuasi pasar. Lebih lanjut, temuan tetap konsisten ketika skor ESG di-lag selama satu tahun, di mana ESG tetap menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap risiko sistematis. Ketika dianalisis secara terpisah, pilar Environmental dan Governance memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap risiko sistematis, sementara pilar Social tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hal ini memperkuat pentingnya penerapan ESG dalam meningkatkan ketahanan perusahaan energi di tengah volatilitas pasar dan tekanan transisi energi.

This study aims to analyze the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) ratings on the systematic risk of publicly listed energy companies in the Asia-Pacific region during the period 2018 to 2024. ESG scores were obtained from the Refinitiv Eikon database, while systematic risk was measured using the annual stock beta. The study employs a panel data regression approach using the Fixed Effects Model (FEM). The sample consists of 63 energy companies listed across 12 Asia-Pacific countries. The findings show that overall ESG scores have a negative relationship with systematic risk, indicating that stronger ESG implementation may reduce a company's sensitivity to market fluctuations. Furthermore, the results remain consistent when ESG scores are lagged by one year, where ESG continues to show a significant negative effect on systematic risk. When analyzed separately, the Environmental and Governance pillars are found to have a significant negative impact on systematic risk, while the Social pillar shows no significant relationship. These findings reinforce the importance of ESG implementation in enhancing the resilience of energy companies amid market volatility and global energy transition pressures."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadia Rahma Putri
"Kesadaran masyarakat dalam social dan environmental sustainability menjadi tantangan untuk penilaian publik sehingga kinerja ESG (Environmental, Social, Governance) menjadi penting bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan yang tidak menerapkan kriteria ESG dalam kegiatan bisnis akan menghadapi konsekuensi dari investor yang mempengaruhi kinerja perusahaan yang terkait dengan risiko keuangan. Penelitian ini menguji pengaruh ESG terhadap total risk dan systematic risk sebagai proksi dari risiko keuangan. Penelitian ini menggunakan analisis data panel. Penelitian ini mendapatkan sampel perusahaan publik yang terdaftar di masing-masing bursa di ASEAN-5 (Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand) dengan kurun waktu 2016 hingga 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari ESG terhadap total risk tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap systematic risk di ASEAN-5. Hasil dari penelitian diharapkan dapat membantu investor dan manajer portofolio mengamati dan mengevalusi kinerja ESG terhadap risiko keuangan di ASEAN-5

Public awareness in social and environmental sustainability became a challenge that turned into public assessments. ESG (Environmental, Social, Governance) performance became essential. Hence, the firm that does not apply ESG criteria in its business activities will face a consequence from investors impacting its performance, associated with financial risk. This study examines ESG effect on the total and systematic risk as a proxy for the financial risk of public companies listed on the stock exchange. This study uses a sample of listed public firms from each stock exchange in ASEAN-5 (Philippines, Indonesia, Malaysia, Singapore, and Thailand) from 2016 to 2020 and applies panel regression analysis. This result suggests that ESG performance influences total and systematic risk in ASEAN-5. The findings will help investors and portfolio managers evaluate how ESG performance influences the firm's financial risk and make better investment decisions in ASEAN-5."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anindita Nur Annisa
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola atau yang kini biasa disebut dengan environmental, social, and governance ESG terhadap risiko perusahaan di Asia Tenggara. Kinerja ESG diukur menggunakan indikator ESG Score, ESG Controversy Score, dan Combined Score yang dibuat oleh Thomson Reuters. Indikator risiko yang digunakan adalah risiko total, risiko sistematis, dan risiko nonsistematis perusahaan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 145 perusahaan di negara-negara ASEAN-5: Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura untuk periode 2011-2017. Setelah mengontrol perbedaan karakteristik penegakan hukum di setiap negara beserta variabel kontrol lainnya, ditemukan bahwa kinerja ESG perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko total dan risiko nonsistematis, sementara tidak ditemukan pengaruh terhadap risiko nonsistematis. Selain itu juga tidak ditemukan pengaruh ESG Controversy Score yang merupakan proksi keterlibatan perusahaan dalam isu-isu ESG kontroversial terhadap risiko perusahaan. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini mendukung hipotesa penelitian yang juga sudah dibuktikan di beberapa penelitian sebelumnya pada region yang lain bahwa peningkatan kinerja ESG dapat menurunkan risiko perusahaan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bukti empiris bahwa di region Asia Tenggara, peningkatan ESG perusahaan juga dapat menurunkan risiko perusahaan. Diharapkan dengan adanya bukti ini, perusahaan dapat lebih terdorong untuk meningkatkan kinerja ESG perusahaannya.

This study aims to examine the effect of environmental, social, and governance ESG performance on firm risk in South East Asia. ESG performance is measured using Thomson Reuter rsquo s ESG Score, which is further classified into ESG Score, ESG Controversy Score, and ESG Combined Score. The risk is measured using total risk, systematic risk, and idiosyncratic risk. Employing 145 firms in ASEAN 5 countries Indonesia, Malaysia, Thailand, Philippines, and Singapore as samples for the period 2011 2017, it is found that ESG performance inversely affects firm risk significantly after controlling for the law enforcement difference in each country and also other controlling variables. ESG performance significantly affects total risk and idiosyncratic risk, but no effect was found for the systematic risk. There is also no effect found for ESG Controversy Score ndash which acts as the proxy for a firm rsquo s involvement in controversial events related to ESG ndash to any proxy of risk. Overall, these findings support the hypothesis that previously had also been proved by previous studies in other regions an increase in firm rsquo s ESG performance could lower firm risk. These findings can be an empirical evidence that in Southeast Asia, the increase in ESG performance could lower firm risk. From this evidence, hopefully this could motivate firms in Southeast Asia to further increasing their ESG performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>