Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 189995 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Brigitta Sita Oentari
"Web seminar (webinar) menyediakan ruang interaksi di internet bagi sekelompok individual yang berada di tempat terpisah untuk mendiskusikan suatu hal. Dalam pelaksanaannya, diperlukan rancangan peran dan kontribusi dari masing-masing pihak yang terlibat agar tujuan webinar tersebut dapat tercapai. Bertolak dari teori Clark (1994, 1996) yang menyatakan bahwa seluruh personel percakapan memiliki andil bagi percakapan melalui kapasitasnya masing-masing, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan kontribusi personel yang tergabung dalam webinar. Sumber data berupa webinar dengan bahasan penanganan Covid-19 di Jawa Barat yang disiarkan melalui aplikasi Zoom Meeting dan situs YouTube secara bersamaan. Data penelitian berupa wacana percakapan dari webinar tersebut. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Analisis Percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personel dalam webinar terbagi atas peran penutur, mitra tutur, dan partisipan sampingan yang tergabung melalui aplikasi Zoom Meeting, serta peran pengamat dan penguping yang tergabung melalui situs YouTube. Personel tersebut saling bergantian peran dari satu tindakan ke tindakan lainnya untuk bekerja sama membangun kesamaan landasan. Personel yang tergabung dalam aplikasi Zoom Meeting saling berkolaborasi untuk memberikan kontribusi berikutnya yang relevan (relevant next contribution), perhatian yang berlanjut (continued attention), serta pengakuan (acknowledgment), baik menggunakan tuturan atau gestur. Pemberian kontribusi yang relevan berarti personel mampu memproduksi urutan tuturan yang sesuai. Pemberian perhatian yang berlanjut berarti personel bekerja sama dengan menerima segala kontribusi yang saat itu diproduksi oleh penutur tanpa berusaha mengambil giliran. Pengakuan berarti personel menerima kesamaan landasan yang terakumulasi melalui gestur. Personel yang tergabung dalam situs YouTube, di sisi lain, mampu memberikan kontribusi berikutnya yang relevan melalui teks pada live chat. Dengan kapasitas berbeda, seluruh personel berperan dan berkontribusi penting bagi ketercapaian tujuan percakapan dalam webinar.

Web seminars (webinars) allow a group of people in different locations to engage on the internet and discuss anything. It is vital to design the roles and contributions of each person involved in its implementation so that the webinar’s objectives are achieved. This study aims to identify the roles and contributions of personnel in a webinar using Clark’s theory (1994, 1996), which claims that all conversational personnel contribute to the conversation through their respective capacities. The data source is a webinar on the handling of Covid-19 in West Java, which is simultaneously streamed on Zoom Meeting and YouTube. The research data is the conversational discourse from the webinar. This qualitative research employs the conversation analysis approach. The results of the study show that the personnel in the webinar are divided into the roles of speakers, addressees, and side participants in Zoom Meeting, as well as the roles of bystanders and eavesdroppers on YouTube. These personnel alternate roles from one action to another to work together to build common ground in conversation. Personnel in the Zoom meeting collaborate with each other to provide relevant next contributions, continued attention, and acknowledgments using speech or gestures. Providing a relevant next contribution means personnel can produce appropriate utterance sequences. By giving continuous attention, personnel are collaborating to accept all contributions currently being produced by the speaker without attempting to take turns. Acknowledging means personnel receive the accumulated common ground using gestures. Personnel on YouTube, on the other hand, make the relevant next contributions via text in live chat. With varying capacities, all personnel play a significant role and contribute to the webinar’s conversational goals."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Cynthia Tri Wardhani
"Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2), telah menyebar luas terutama ibu hamil dan bayi baru lahir. Bayi baru lahir dapat terpapar SARS-CoV-2 dari ibu yang melahirkan dengan terkonfirmasi positif dan ibu terkonfirmasi positif dapat berisiko melahirkan bayi premature. Kondisi tersebut dapat berisiko terjadinya NEC pada bayi baru lahir. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah menggambarkan komplikasi yang terjadi pada bayi baru lahir dari ibu terkonfirmasi positif COVID-19. Ilustrasi kasus: Seorang perempuan usia 36 tahun terkonfirmasi positif COVID-19, status kehamilan G2P1A0 hamil 32 minggu melahirkan bayi perempuan dengan berat 1975 gram. Bayi dirawat di neonatal intensive care unit (NICU) dengan diagnosis COVID 19 terkonfirmasi derajat sedang, necrotizing enterocolitis (NEC) grade II. Kesimpulan: bayi baru lahir premature positif COVID-19 dapat berisiko terjadinya NEC. Hal ini dikarenakan SARS-CoV-2 secara langsung menginfeksi saluran gastrointestinal yang dapat menyebabkan reaksi inflamasi. Selain itu, imaturitas saluran cerna dapat berisiko terjadinya cedera usus. Kondisi tersebut dapat mengarah pada masalah keperawatan disfungsi motilitas gastrointestinal. Menajemen muntah, nutrisi, pemantauan tanda-tanda vital, pemberian posisi, pengendalian infeksi, dan tindakan kolaborasi seperti pemberian TPN pada bayi dengan NEC merupakan hal penting untuk memenuhi nutrisi pada bayi dengan NEC. Case study ini, dapat dijadikan sebagai data dasar untuk penelitian selanjutnya dalam meneliti bayi premature terkonfirmasi positif COVID-19 dengan NEC dengan metode penelitian yang berbeda.

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2), which has spread widely, especially to pregnant women and newborns. Newborns can be exposed to SARS-CoV-2 from mothers who give birth with a confirmed positive and mothers who are confirmed positive can be at risk of giving birth to premature babies. These conditions can increase the risk of NEC in newborns. The purpose of writing this case study is to describe complications that occur in newborns from mothers who are confirmed positive for COVID-19. Case illustration: A 36-year-old woman who was confirmed positive for COVID-19, pregnancy status G2P1A0 32 weeks pregnant gave birth to a baby girl weighing 1975 grams. The baby was admitted to the neonatal intensive care unit (NICU) with a confirmed diagnosis of moderate-grade COVID-19, necrotizing enterocolitis (NEC) grade II. Conclusion: COVID-19 positive premature newborns can be at risk for NEC. This is because SARS-CoV-2 directly infects the gastrointestinal tract which can cause an inflammatory reaction. In addition, the immaturity of the gastrointestinal tract can increase the risk of intestinal injury. These conditions can lead to gastrointestinal motility dysfunction nursing problems. Management of vomiting, nutrition, monitoring of vital signs, positioning, infection control, and collaborative measures such as administration of TPN in infants with NEC are important to meet nutrition in infants with NEC. This case study can be used as basic data for further research in examining premature infants confirmed positive for COVID-19 with NEC with different research methods."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nursyamsi Abdul Hamid
"Penyebaran wabah Covid-19 yang sangat masif mengharuskan pemerintah memberikan kebijakan untuk melakukan pembatasan aktivitas masyarakat demi menekan penyebaran Covid-19. Namun terdapat efek samping yang ditimbulkanyaiu, sejumlah industr, khususnya sektor informal, menjadi terhambat sehingga menurunkan kemampuan finansial masyarakat. Dengan begitu banyak masyarakat kelas menengah ke bawah yang membutuhkan bantuan logistik maupun finansial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain bantuan sosial dari pemerintah, masyarakat, khususnya yang lebih mampu dapat berkontribusi dalam pemberian donasi untuk membantu masyarakat menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan dasarnya di tengah pandemi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perilaku donasi masyarakat pada masa pandemi Covid-19 beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan faktor demografis dan sosial-ekonomi dalam memengaruhi keputusan untuk meningkatkan donasi, serta pendekatan theory of planned behavior dalam memengaruhi niat berdonasi pada masa pandemi Covid-19. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuisioner dengan 444 responden yang pernah berdonasi pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat menjadi lebih dermawan pada masa pandemi dengan meningkatkan jumlah maupun proporsi donasi mereka yang dipengaruhi secara positif oleh jumlah pendapatan dan status pernikahan, sedangkan jumlah tanggungan memengaruhi secara negatif. Dalam pendekatan theory of planned behavior, ditemukan bahwa sikap, persepsi kontrol perilaku, norma moral, dan perliaku masa lalu memengaruhi niat berdonasi pada masa pandemi.

The massive spread of the Covid-19 outbreak required the government to provide policies for restricting community activity to suppress Covid-19 deployments. However, there are side effects that some industries, especially the informal sector, are hindered, thereby lowering the financial ability of the community. With so many lower middle class people who need logistics and financial assistance to meet their daily needs. In addition to the social assistance of Governments, communities, especially those who are better able to contribute to the donation to help the middle-down community in fulfilling their basic needs in the middle of the pandemic. This study was conducted to see the behavior of public donations during the Covid-19 pandemic and the factors that affect it. The study used quantitative research methods with a demographic and socio-economic factors approach in influencing the decision to raise donations, as well as a theory of planned behavior approach in influencing the intent to donate during the Covid-19 pandemic. The data used was the primary data obtained through the dissemination of the questionnaire with 444 respondents who had donated during the Covid-19 pandemic. The study found that society became more philanthropic in the period of pandemic by increasing the amount and proportion of their donations positively influenced by the amount of income and marital status, while the number of dependents negatively affected. In the theory of planned behavior approach, it was discovered that attitudes, perceptions of behavioral control, moral norms, and past growth have influenced the intention of donating during a pandemic.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deli Marteka
"Varian virus dan Variasi genetik menjadi salah satu masalah dalam menentukan Farmakoterapi COVID-19. Mekanisme variasi orang-ke-orang dan antar-populasi dalam keamanan dan kemanjuran obat merupakan dasar untuk pengembangan obat yang rasional. Penelitian ini menggambarkan karakteristik dan profil Farmakoterapi pada pasien COVID-19 dan menganalisis hubungan profil Farmakoterapi dengan variasi gen ACE dan ACE2. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pengambilan data profil Farmakoterapi dilakukan secara retrospektif dan Pemeriksaan Polimorfisme dilakukan pada 50 orang penyintas COVID-19 di RSUD Lahat yang terjangkit COVID-19 periode September 2020 hingga Agustus 2021. Hubungan profil Farmakoterapi dalam bentuk Penggunaan Antivirus dan Antibiotik serta durasinya terhadap Polimorfisme SNP gen ACE pada rs1799752 dan rs4331 dan gen ACE2 pada rs2014792 dengan menggunakan metode regresi logistik. Subjek penelitian terdiri dari 28 pasien rawat jalan dan 22 orang pasien rawat inap. Ada perbedaan karakteristik usia, tingkat stress dan status vaksinasi pada kelompok rawat inap dan rawat jalan. Sebanyak 98% pasien mendapatkan Antibiotik dan 84% pasien mendapatkan terapi Antivirus selama dalam terapi COVID-19. Antivirus yang digunakan selama terapi adalah Oseltamivir, Favipiravir dan Remdesivir dan Antibiotik yang digunakan adalah Azitromycin, Levofloxacin, Ceftriaxone dan Meropenem. Sebanyak 29 orang memiliki genotipe II, 14 orang memilik genotipe ID dan 7 orang mempunyai genotipe DD pada pada SNP rs1799752 gen ACE. Pada SNP rs4331 gen ACE 30 orang memiliki genotipe GG, 12 orang memiliki genotipe AG dan 8 orang memiliki genotipe AA. Dan pada SNP rs2014792 gen ACE2 18 orang memilik genotipe CC dan 32 orang memiliki genotipe CC. Secara statistik tidak hubungan signifikan antara polimorfisme gen ACE pada SNP rs1799752 dan rs4331 dan gen ACE2 pada rs2014792 dengan resiko rawat inap dan penggunaan Antivirus dan Antibiotik serta durasinya pada pasien COVID-19.

One of the challenges in selecting COVID-19 Pharmacotherapy is the presence of viral variants and genetic variation. Mechanisms of person-to-person and interpopulation variation in drug safety and efficacy are the basis for rational drug development. This research describes the characteristics and profile of pharmacotherapy in COVID-19 patients and analyzes the relationship between pharmacotherapy profile and ACE and ACE2 gene variations. The study was crosssectional, involved the retrospective collection of pharmacotherapy profile data and the polymorphism testing on 50 COVID-19 survivors at Lahat Hospital who contracted the virus between September 2020 and August 2021. Use of logistic regression approach to examine the association between Pharmacotherapy profiles in the form of Antiviral and Antibiotic Use, as well as their duration, and SNP polymorphisms at rs1799752 and rs4331 of the ACE gene and rs2014792 of the ACE2 gene. There were 28 non-hospitalized and 22 hospitalized patients who participated in the study. Age, stress level, and vaccination status were all different between non-hospitalized and hospitalized groups. While undergoing COVID-19 therapy, up to 98% of patients received antibiotics, and 84% of patients received antiviral therapy. Oseltamivir, Favipiravir, and Remdesivir are the antivirals utilized throughout therapy. Azithromycin, Levofloxacin, Ceftriaxone, and Meropenem are the antibiotics. On SNP rs1799752 ACE gene, 29 participants had genotype II, 14 had genotype ID, and 7 had genotype DD. Thirty people had the GG genotype, twelve had the AG genotype, and eight had the AA genotype for the SNP rs4331 ACE gene. Additionally, 32 and 18 individuals with the CC genotype in the SNP rs2014792 ACE2 gene. The likelihood of hospitalization, the usage of antivirals and antibiotics, and the length of time those treatments were used in COVID-19 patients were not significantly associated with the ACE gene polymorphism at SNP rs1799752 and rs4331 or the ACE2 gene at rs2014792."
Lengkap +
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Prita Kusumaningtyas
"Menu restoran merupakan salah satu wujud dari lanskap linguistik. Varian bahasa dan karakteristiknya secara signifikan berkontribusi terhadap pemahaman mendalam mengenai lanskap linguistik bahasa Jepang yang termanifestasikan melalui beragam nama-nama menu yang ada. Namun, penelitian linguistik sebelumnya cenderung menitikberatkan pada objek di tempat makan atau bahasa Inggris dalam lanskap linguistik Jepang, dengan kurangnya eksplorasi yang mengenai menu berbahan dasar mi di restoran Jepang (menrui). Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan menjelaskan lanskap linguistik nama menu restoran berbahan dasar mi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Nama menu dianalisis variasi bahasanya untuk dicari tahu karakteristiknya. hasil penelitian ialah nama nama menu berbentuk kata dan frasa nominal. Juga ditemukan nama menu dengan menggunakan nama mi yang digunakan (ramen, soba, udon dan soumen), bahan – bahan yang digunakan (chicken, gyuu, kamo, goma, tenzaru, tempura, kitsune, tororo, shoyu), warna bahan yang digunakan (aka, shiro, kuro), asal daerah bahan yang digunakan (nanban), cara memasak (yaki) cara penyajiannya (zaru, kake), dan suhu makanan saat disajikan (hiyashi).

Restaurant menu is manifestation of the linguistic landscape. The language variations and characteristics significantly contribute to a profound understanding of the linguistic landscape of the Japanese language, as manifested through various menu names. However, previous linguistic research has tended to focus on objects in dining place or the use of English in the Japanese linguistic landscape, with limited exploration regarding menu items based on noodles (menrui) in Japanese restaurants. Based on this premise, this study aims to explain the linguistic landscape of restaurant menu names based on noodle dishes. The research methodology is descriptive analysis using a qualitative approach. The names of the menus are analyzed for their language variations to determine their characteristics. The research findings reveal that the menu names primarily take the form of nouns and noun phrases. Moreover, menu names are discovered using the name of the noodle type (ramen, soba, udon, and somen), the ingredients used (chicken, gyuu, kamo, goma, tenzaru, tempura, kitsune, tororo, shoyu) the color of the ingredients (aka, shiro, kuro), the regional origin of the ingredients (nanban), the cooking method (yaki), the serving style (zaru, kake), and the serving temperature (hiyashi)."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nico Dian Ferdinand
"Bahasa yang terdapat pada rambu-rambu jalanan umum, papan iklan, nama jalan, nama tempat, papan nama komersial dan rambu-rambu publik di gedung-gedung pemerintah membentuk lanskap linguistik di suatu wilayah, daerah atau perkotaan. Sebagai salah satu jenis lanskap linguistik, papan nama toko berkontribusi dalam pembentukan identitas dan konsep dari toko. Akan tetapi, penelitian lanskap linguistik terdahulu kerap berfokus kepada penggunaan multibahasa dan tidak membahas secara lebih dalam mengenai aspek multimodalitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menjelaskan multimodalitas papan nama restoran lokal di Kyoto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Moda verbal dianalisis menggunakan teori onomastika dan moda nonverbal dengan teori gramatika visual. Hasil penelitian menemukan beberapa pola multimodalitas yaitu (i) Moda verbal metaforis dan moda nonverbal asosiatif; (ii) Moda verbal adjektival dan moda nonverbal asosiatif; (iii) Moda verbal nomina persona dan moda nonverbal asosiatif, (iv) Moda verbal dialek dan moda nonverbal asosiatif dan (v) Moda verbal ateji dan moda nonverbal asosiatif. Selain dari itu, hasil analisis juga menemukan keterkaitan yang kuat antara makna verbal dan nonverbal berpengaruh besar terhadap keberhasilan penyampaian konsep dan pembentukan identitas dari suatu restoran.

The language found in public street signs, billboards, street names, place names, commercial signage and public signs in government buildings form the linguistic landscape of a region, area or city. As a type of linguistic landscape, shop signboard contributes to the formation of the identity and concept of the shop. However, previous linguistic landscape research often focuses on the use of multilingualism and does not go deeper into the analysis of multimodality. Therefore, this study aims to explain the multimodality found in the signboard of local restaurants in Kyoto. The research method used is descriptive analysis method with a qualitative approach. Verbal mode is analyzed using onomastics theory and non-verbal mode using visual grammatical theory. The results found several multimodality patterns, namely (i) metaphorical verbal mode and associative nonverbal mode; (ii) adjectival verbal mode and associative nonverbal mode; (iii) persona noun verbal mode and associative nonverbal mode, (iv) dialect verbal mode and associative nonverbal mode and (v) Verbal mode of ateji and associative nonverbal mode. Apart from that, the results of the analysis also found that how strong the relationship between verbal and nonverbal meanings have a great influence on the success of conveying the concept and forming the identity of a restaurant."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rahayuwati
"Program wajib vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Namun, program vaksinasi Covid-19 tersebut mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat, sebagian menyambut dan menerima dengan suka cita, namun sebagian lain menaruh keraguan dan berakhir pada keputusan untuk menolak vaksinasi Covid-19. Perbedaan keputusan tersebut ternyata terjadi tidak hanya pada masyarakat umum, tetapi juga pada tenaga kesehatan. Banyak faktor terlibat di dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat keterlibatan affect dan biopower sebagai faktor yang secara signifikan mendorong tenaga kesehatan dalam memutuskan keputusannya terhadap vaksinasi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Asih. Studi pustaka, observasi partisipan, dan wawancara mendalam dilakukan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini.

The Covid-19 vaccination program is one of the efforts made by the Government of Indonesia to break the chain of spread of the Covid-19 virus. However, the Covid-19 vaccination program received various responses from the public, some welcomed and accepted it, but others put their doubts and ended up with the decision to refuse the Covid-19 vaccination. These differences in these decisions occur not only in the general public, but also in the health workers. Many factors are involved in the decision-making process. This study found that affect and biopower were involved as factors that significantly encourage the health workers in their decision-making process regarding Covid-19 vaccination. This research is an ethnographic research conducted at Puskesmas Asih Kecamatan Asih. Literature study, participant observation, and in-depth interviews were conducted as data collection techniques in this study."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zefanya Richard A.
"Masalah yang seringkali dihadapai oleh mahasiswa mengenai seminar-skripsi adalah menentukan topik serta dosen pembimbing untuk seminar-skripsi. Keterbatasan pembimbing akademis dalam hal tenaga, tempat dan waktu juga menjadi kendala bagi mahasiswa dalam melakukan proses konsultasi.
Perkembangan teknologi intelegensia buatan yang semakin canggih telah banyak membantu manusia dalam melakukan tugas-tugasnya. Expert system, salah satu aplikasi dari intelegensia buatan, memiliki kemampuan untuk belajar, memahami, serta mengambil keputusan berdasarkan knowledge based yang dimilikinya.
Berdasarkan hal tersebut, dilakukan perancangan expert system yang diharapkan mampu menganalisa permasalahan mahasiswa serta memberikan jalan keluar yang terbaik berdasarkan aturan-aturan (rules) yang dtetapkan pada sistem tersebut.
Berdasarkan hasil implementasi, sistem konsultasi online dapat mengetahui minat serta kemampuan mahasiswa dalam bidang akademis dan mampu memberikan solusi berupa saran-saran yang layak dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam menentukan pilihan topik serta dosen pembimbing untuk seminar-skripsi.
Selain mampu memberikan solusi yang layak untuk dipertimbangkan, kinerja sistem konsultasi online dapat dikatakan cukup baik dimana sistem memiliki response time sebesar 0.096 second untuk memberikan hasil dari proses konsultasi.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S39302
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pratiwi
"Konsumsi pangan yang beragam dan seimbang penting untuk menjalani hidup yang sehat dan aktif, termasuk di masa pandemi. Jika tidak, pola makan yang tidak seimbang menyebabkan malnutrisi, seperti kelebihan berat badan dan obesitas yang menjadi perhatian pada orang dewasa di Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Untuk memfasilitasi perubahan perilaku yang lebih sehat, motivasi dan niat seseorang perlu dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi pemilihan makanan, tahap perubahan, dan keberagaman konsumsi pangan (diukur melalui Pola Pangan Harapan/PPH) pada orang dewasa di Jabodetabek selama pandemi COVID-19. Sebuah studi cross-sectional dilakukan pada 229 orang dewasa (berusia 18 – 59 tahun). Analisis deskriptif, korelasi, analisis varians dan pemodelan persamaan struktural dilakukan. Status sosial ekonomi subjek tergolong tinggi. Nilai median PPH adalah 81,59 (dari 100); disumbangkan oleh kelompok buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai yang tertinggi, diikuti oleh kelompok pangan hewani. Sebagian besar subjek berada pada tahap prekontemplasi. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tahap perubahan dengan keberagaman konsumsi pangan, tetapi ada hubungan yang signifikan dengan skor buah dan sayuran. Agama adalah motivasi pemilihan makanan dengan skor median tertinggi, diikuti oleh harga dan kenyamanan. Kesehatan, kandungan alami dan pengendalian berat badan merupakan motivasi yang berhubungan signifikan dengan tahap perubahan dan berkorelasi dengan skor PPH. Selain itu, motivasi kenyamanan juga berkaitan dengan tahap perubahan, dan motivasi kepedulian etis berkorelasi dengan skor PPH. Motivasi pengendalian berat badan juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan pada tahap perubahan, tetapi tidak pada keberagaman konsumsi pangan.

The consumption of diverse and balance diet is important to live a healthy and active life, including during a pandemic. Otherwise, imbalance diet leads to malnutrition, such as overweight and obesity that concerned among adults in Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). To facilitate a healthier behavior change, one’s motivation and intention need to be considered. This study aimed to understand the relationship between food choice motives, stage of change, and dietary diversity (assessed by Pola Pangan Harapan (PPH)/ desirable dietary pattern) among adults in Jabodetabek during COVID-19 pandemic. A cross-sectional study was conducted with 229 adults (aged 18 – 59 years old). Descriptive analysis, correlation, analysis of variance and structural equation modeling were conducted. Socio-economic status of subjects was high. The PPH median score was 81.59 (out of 100); contributed by fruit-and-vegetable group as the highest, followed by animal-based-food group. Majority of the subjects were in precontemplation stage. There was no significant association between stage of change with dietary diversity, but there was a significant association with fruit-and-vegetable score. Religion was the food choice motive with highest median score, followed by price and convenience. Health, natural content and weight control was the motives that significantly associated with stage of change and correlated with PPH score. Besides that, convenience motive was also associated with stage of change, and ethical concern motive was correlated with PPH score. Weight control motive also had significant direct effect on stage of change, but not on dietary diversity."
Lengkap +
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pradipta Adrian Narendra
"Berbagi pengetahuan memainkan peran penting dalam merangsang munculnya ide-ide dalam organisasi, menjadikannya komponen penting untuk mendorong inovasi. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap pertukaran pengetahuan dalam inovasi/pengembangan produk melalui penyajian kerangka konseptual yang komprehensif dan hipotesis praktis. Studi ini menyelidiki dan mengevaluasi enam kasus perusahaan yang mencakup berbagai Perusahaan Multinasional (MNC) untuk memastikan pengaruh COVID-19 terhadap penyebaran pengetahuan di perusahaan multinasional tersebut. Metodologi pengumpulan data untuk penelitian ini melibatkan penggunaan wawancara semi terstruktur dengan partisipan terpilih. Analisis lintas kasus digunakan untuk menguji frekuensi faktor-faktor yang teridentifikasi di antara enam orang yang diwawancarai. Temuan studi ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pertukaran pengetahuan sebelum dan sesudah terjadinya Pandemi COVD-19. Selain itu, penelitian ini menawarkan rekomendasi praktis yang mencakup berbagai dampak krisis global terhadap berbagi pengetahuan dalam inovasi dan pengembangan produk, yang dapat berguna bagi para manajer.
Knowledge sharing plays a pivotal role in stimulating the generation of ideas within organisations, making it an essential component for promoting innovation. The paper aims to examine the impacts of COVID-19 pandemic on knowledge sharing in innovation/product development through the presentation of a comprehensive conceptual framework and practical hypotheses. The study investigates and evaluates six company cases encompassing diverse Multinational Corporations (MNCs) to ascertain the influence of COVID-19 on knowledge dissemination within these multinational enterprises. The data collection methodology for this study involves using semi-structured interviews with the chosen participants. The cross-case analysis was employed to examine the frequency of identified factors among the six interviewees. The study's findings suggest that there were disparities in the exchange of knowledge before and after the onset of the COVD-19 Pandemic. Additionally, this study offers practical recommendations that cover the various effects of the global crisis on knowledge-sharing in innovation and product development, which can be useful for managers."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>