Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Adinda Putri
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran parentification terhadap hardiness pada mahasiswa bidikmisi di Indonesia. Parentification dikur dengan Parentification Inventory (Hooper, 2009) dan hardiness diukur dengan Dispositional Resilience Scale-15 (Bartone, 2007). Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 482 mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, terdiri dari 351 perempuan dan 131 laki-laki dengan rentang usia 18-24 tahun (M = 20,02, SD = 1,376). Data yang diperoleh dari seluruh partisipan dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, parentification berperan secara signifikan dan positif terhadap hardiness (𝛽 = 0,211, p < 0,01). Untuk tipe parentification, emotional parentification berperan lebih besar terhadap hardiness (𝛽 = 0,393, p < 0,01), dibandingkan dengan instrumental parentification (𝛽 = -0,161, p < 0,05).

ABSTRACT
This study aims to examine the role of parentification toward hardiness among college students of bidikmisi scholarship in Indonesia. Parentification was measured using Parentification Inventory (Hooper, 2009) and hardiness was measured using Dispositional Resilience Scale-15 (Bartone, 2007). Participants involved in this study were 482 students from State Universities in Indonesia, consisted of 351 women and 131 men with an age range of 18-24 years (M = 20,02, SD = 1,376). Data obtained from all participants were analyzed using regression analysis. The results indicated that in general, parentification has a significant and positive role towards hardiness (𝛽 = 0,211, p < 0,01). For the type of parentification, emotional parentification has a greater role towards hardiness (𝛽 = 0.393, p <0.01), compared to instrumental parentification (𝛽 = -0,161, p < 0,05)."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Xandratysta Adinda Putri
"Interior sebuah bangunan dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik dan fungsional, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan emosional. Sehingga, pengalaman manusia akan ruang interior menjadi lebih kaya. Skripsi ini akan membahas mengenai pengalaman manusia terhadap ruang yang dijadikan sebagai sudut pandang utama dalam hadirnya sensasi serta persepsi mengenai interioritas sebuah bangunan. Melalui pendekatan fenomenologi Merleau-Ponty, studi kasus dalam skripsi ini akan mengupas pengalaman manusia saat mengalami kualitas ruang dalam bangunan. Termasuk bagaimana kualitas ruang tersebut dapat menghadirkan sensasi serta membentuk persepsi dalam diri manusia mengenai interioritas bangunan tersebut. Melalui skripsi ini juga, kita akan mengetahui bahwa ternyata interioritas asli sebuah bangunan dapat menjadi potensi utama untuk dieksplorasi dalam proses alterasi. Dengan tujuan untuk mengembalikan keeksistensian bangunan tersebut terhadap konteks yang mengelilinginya.

Interior of a building is designed to fulfill human’s needs, including physical, functional, psychological and emotional needs, so that it will enhance human's experience of space. This thesis will discuss about human’s experience as the main point of view in constructing the sensation and perception of space. Through Merleau-Ponty's phenomenological approach, a case study in this thesis will explore about human's experience within the building, how would the quality of space could bring sensation and build up perception within human’s mind, and later identifies the interiority of the building. And through this thesis, we will also find out that the original interiority of a building can be the most potential source of exploration in altering the building, and restoring its existence to its surroundings."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S46808
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmatika Adinda Putri
"Majalah bertema politik yang ditujukan bagi pembaca dewasa memang sudah tidak asing lagi di masyarakat Jerman, khususnya. Namun, Der Spiegel, sebuah majalah bertema politik sosial dan budaya, membuat sebuah gebrakan baru dengan menerbitkan majalah anak, Dein Spiegel, dengan memasukkan rubrik politik di dalamnya. Kepaduan kalimat yang disebut sebagai kohesi tentunya menjadi perhatian utama dalam menciptakan artikel yang mudah dipahami oleh anak sebagai sasaran pembacanya. Maka, peneltian ini bertujuan untuk menjelaskan kohesi leksikal yang terdapat di dalam artikel politik pada majalah-majalah tersebut dan fungsi dari penggunaan kohesi leksikal tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersumber pada kajian pustaka. Hal yang dianalisis dalam penelitian ini adalah perbandingan kohesi leksikal yang sering muncul pada cuplikan artikel politik di kedua majalah dan menjelaskan fungsinya dalam teks.
Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan kohesi leksikal lebih sering ditemukan pada cuplikan artikel politik majalah Dein Spiegel. Kohesi yang muncul berfungsi memperjelas tema yang diusung teks tersebut. Hal tersebut juga memudahkan pembaca dalam memahami suatu teks.

A Politically-themed magazine aimed at adult readers are already familiar in German society, in particular. However, Der Spiegel, a magazine themed social, culture and politic, made a new breakthrough by publishing a children's magazine, Dein Spiegel, which contains a political section within. Cohesion of the text would be a major concern in creating the articles that are easily understood by children as a target reader. Thus, this research aims to determine the lexical cohesion that exists in the politics articles in the magazines and the function of those lexical cohesions in the text.
The research method is qualitative method which is from literary view. This research analyses lexical cohesion that often appear in a part of politics articles in both magazines and explains its function in the text.
Based on this research, the use of lexical cohesion is more often found in a part of Dein Spiegel?s politics article. This cohesion is being used in order to emerging the theme of the text. It also facilitates the reader to understanding the text easily.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia;;, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Chairani Adinda Putri
"ABSTRAK
Pada penelitian ini dilakukan studi pembentukan DNA adduct 8-hidroksi-2'-deoksiguanosin (8-OhdG) sebagai biomarker kerusakan DNA akibat oksidatif stress, dengan mereaksikan basa DNA 2?-deoksiguanosin 5?-monofosfat dengan senyawa-senyawa yang dapat berkontribusi menghasilkan radikal yaitu Benzo[a]Piren, hidrogen peroksida (H2O2) dan Fe(II). Reaksi pembentukan 8-OHdG dilakukan pada suhu 37°C dan 60°C, pH 7,4 dan pH 8,4, dengan waktu inkubasi 5 jam. Hasil adduct dianalisis menggunakan HPLC fase terbalik dengan detektor UV pada panjang gelombang 254 nm. Eluen yang digunakan adalah campuran Buffer fosfat pH 6,7 10 mM dan Metanol dengan perbandingan 85:15. Waktu retensi dGMP standar yang diperoleh yaitu 7,3 menit dan 8-OHdG pada 9,0 menit. Hasil analisis yang diperoleh menunjukan bahwa 8-OHdG terbentuk akibat reaksi deoksiguanosin monofosfat dengan hidroksi radikal yang dihasilkan oleh benzo[a]piren. Penambahan Fe(II) meningkatkan hasil 8-OHdG yang terbentuk, sedangkan penambahan H2O2 meningkatkan konsentrasi 8-OHdG yang terbentuk jika pada reaksi terdapat Fe(II). Adanya reaksi fenton pada reaksi dengan b[a]p menyebabkan hasil 8-OHdG yang terbentuk lebih tinggi dibandingkan tanpa reaksi fenton. Pada suhu dan pH yang lebih tingi didapatkan hasil 8-OHdG dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

ABSTRACT
This research was carried out to study the formation of DNA adduct 8-OHdG as biomarkers of DNA damage due to oxidative stress, by reacting the nucleotide 2?deoxyguanosine-5'-monophosphate with compounds that can contribute to generate radicals such as benzo[a]pyrene, hydrogen peroxide, and Iron(II). Formation of 8-OHdG was performed at 37 ° C and 60 ° C, pH 7,4 and pH 8,4 for 5 hour incubation time. The adduc tobtained from these reactions were analyzed using reversed phase HPLC with UV detector at a wavelength of 254 nm. Eluent was used in this study was a mixture of phosphate buffer pH 6,7 10 mM and methanol at ratio 85:15 The retention time of dGMP and 8-OHdG obtanied at 7,3 minute and at 9,0 minute respectively. The HPLCanalysis showed that 8-OHdG was successfully formed by reaction of deoxyguanosine monophosphate with hydroxy radical generated by benzo[a]pyrene. The addition of Fe=(II) increase the yield of 8-OHdG were formed, while the addition of H2O2 increased the concentration of 8-OHdG is formed if the reactions are contain Fe(II). Fenton reaction upon reaction with B [a] P causes the result of 8-OHdG formed higher than without the Fenton reaction. At higher temperatures and pH obtained 8-OHdG at higher concentrations.
"
2016
S69962
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Octika Adinda Putri
"ABSTRAK
Meningkatnya kebutuhan akan energi yang berbanding terbalik dengan menurunnya pasokan energi, khususnya cadangan minyak, membuat pemerintah mengeluarkan program diversifikasi energi. Dalam program diversifikasi energi tersebut salah satu program yang dicanangkan adalah transisi energi dari Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas atau yang biasa disebut dengan konversi BBM ke BBG. Akan tetapi dalam pelaksanaannya program konversi masih belum mencapai target yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan dari konversi BBM ke BBG adalah adanya edukasi dan sosialisasi. Metode edukasi yang efektif dan interaktif salah satunya adalah melalui permainan berbasis digital digital serious simulation game . Banyak studi yang menggunakan permainan sebagai suatu media pembelajaran. Akan tetapi belum ada studi yang menggunakan permainan sebagai media edukasi mengenai topik transisi energi khususnya BBM ke BBG. Sehingga diperlukan studi untuk mengeksplorasi konsep permainan mengenai transisi energi. Dari penelitian ini, dibuat sebuah digital serious simulation game bernama Transergy. Berdasarkan analisa dari hasil verifikasi dan validasi, dapat disimpulkan bahwa Transergy dapat digunakan sebagai alat bantu belajar mengenai transisi energi.

ABSTRACT
Due to the increasing need of energy that contrast with the decreasing amount of energy reserve, especially oil reserves, lead the government to release an energy diversification program. Through the program, energy transition program which is a program of converting fuel to natural gas is implemented. However, the implementation of conversion program has not achieved the desired target yet. One of the key that affect fuel to natural gas conversion success is through education and socialization. Education method that proved to be effective and interactive is education through digital serious simulation game. Many studies had implemented digital serious simulation game as learning instrument. However, few studies put attention about creating learning instrument through digital serious game in field of fuel to natural gas conversion. Thus, a study to explore the concept of game about energy transistion, fuel to natural gas conversion, is needed. From this study, a digital serious simulation game, Transergy was made. Through the process of verification and validation. Transergy has a significant affect for learning energy transition through game."
2017
S68185
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tiara Adinda Putri
"Mata merupakan salah satu bagian tubuh yang penting pada hidup manusia. Menggunakan bantuan mata, kita dapat menjalankan berbagai macam aktivitas dengan mudah. Namun, banyak sekali penyakit yang dapat menyerang mata, salah satunya adalah mata kering. Sebuah studi yang ada telah mengkonfirmasi bahwa sebagian besar pasien dengan penyakit mata kering dilaporkan mengalami disfungsi kelenjar meibom. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengevaluasi kinerja kelenjar meibom pada pasien mata kering. Akan tetapi, pada kenyataannya hasil evaluasi kelenjar meibom oleh tenaga profesional masih sangat subjektif. Seorang dokter mata bisa memiliki pendapat mengenai tingkat kerusakan kelenjar meibom yang berbeda dengan dokter lainnya. Sehingga, alat diagnostik yang efektif diperlukan untuk mengevaluasi kelenjar meibom agar terhindar dari hasil penilaian tenaga profesional yang subjektif. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan segmentasi kelenjar meibom dengan bantuan deep learning untuk menghindari penilaian tenaga profesional yang subjektif. Penelitian ini menggunakan arsitektur yang bernama U-Net. Data yang dimiliki berjumlah 139 citra meibography berasal dari pasien penyakit mata kering dari Rumah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Departemen Kirana yang terdiri dari 35 citra meibography kelopak mata atas pada mata kanan, 34 citra meibography kelopak mata atas pada mata kiri, 35 citra meibography kelopak mata bawah pada mata kanan, dan 35 citra meibography kelopak mata bawah pada mata kiri. Kemudian citra meibography melalui tahapan anotasi untuk mendapatkan ground truth dan di resize menjadi ukuran 256 x 256. Selanjutnya data tersebut mengalami augmentasi dengan teknik rotasi dan teknik horizontal flip. Sehingga total data citra meibography menjadi 417 citra. Pada penelitian ini data citra meibography dibagi menjadi 3 bagian yaitu data training, data validation, dan data testing. Pada kasus pertama, jumlah data training adalah 80% dari citra meibography yang dimiliki, data validation sebanyak 10% citra meibography dari data training, dan data testing sebanyak 20% citra meibography yang dimiliki. Pada kasus kedua, pembagian data training dan data testing masih sama akan tetapi pembagian data validation adalah 20% dari data training. Pada kasus terakhir pembagian data training dan data testing masih sama akan tetapi pembagian data validation adalah 30% dari data training. Dengan melakukan 5 kali percobaan untuk masing-masing kasus pembagian data, didapat bahwa kasus pertama menghasilkan rata-rata akurasi 94,50% dan rata-rata Intersection over Union (IoU) 72,70%, kasus kedua menghasilkan nilai rata-rata akurasi 94,49% dan rata-rata Intersection over Union (IoU) yaitu 73,86%, dan kasus terakhir memiliki rata-rata akurasi 94,14% dan Intersection over Union (IoU) 72,15%.

The eye is one of the essential body parts in human life. With the eye's help, we can carry out various activities easily. However, many diseases can attack the sights, including dry eyes. An existing study has confirmed that most patients with dry eye disease reported meibomian gland dysfunction. Therefore, it is crucial to evaluate the performance of the meibomian glands in dry eye patients. However, the results of the evaluation of the meibomian glands by professionals are still very subjective. An ophthalmologist may have an opinion regarding the level of meibomian gland damage that is different from other doctors. Thus, an effective diagnostic tool is needed to evaluate the meibomian glands to avoid subjective professional assessment results. Therefore, in this study, segmentation of the meibomian glands was carried out with the help of deep learning to prevent subjective professional judgments. This research uses an architecture called U-Net. The data is 139 meibographic images derived from dry eye patients from Cipto Mangunkusumo Hospital Kirana Department consisting of 35 meibographic images of the upper eyelid on the right eye, 34 meibographic images of the upper eyelid on the left eye, 35 meibographic images of the lower eyelid in the right eye, and 35 meibography images of the lower eyelid in the left eye. Then the meibography image goes through the annotation stages to get the ground truth and is resized to a size of 256 x 256. Furthermore, the data is augmented using rotation techniques and horizontal flip techniques. So, the total meibography image data becomes 417 images. In this study, meibography image data is divided into three parts: training data, validation data, and testing data. In the first case, the amount of training data is 80% of the meibography image, validation data is 10% of the meibography image from the training data, and testing data is 20% of the meibography image. In the second case, the distribution of training data and testing data is still the same, but the distribution of validation data is 20% of the training data. In the last case, the training data distribution and testing data are still the same, but the distribution of validation data is 30% of the training data. By conducting five trials for each case of data division, it was found that the first case produced an average accuracy of 94.50% and an average Intersection over Union (IoU) of 72.70%, the second case made an average accuracy value of 94.49% and the average Intersection over Union (IoU) is 73.86%, and the third case has an average accuracy of 94.14% and Intersection over Union (IoU) 72.15%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rifky Adinda Putri
"Konfusianisme merupakan ajaran yang masih dianut oleh masyarakat Cina di seluruh dunia, tidak terkecuali oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Dalam Ajaran Konfusianisme terdapat ajaran pokok kebajikan mengenai kebaktian 孝Xiao. Selain itu, terdapat pula dua prinsip pokok yaitu prinsip Wulun 五论 dan Wuxing 五行 . Prinsip Wulun mengatur hubungan dan perilaku antar manusia, sedangkan prinsip Wuxing berperan dalam pembentukan moral manusia. Ketiga ajaran Konfusianisme ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Tugas akhir ini akan membahas mengenai tindakan apa saja yang mencerminkan kebajikan Xiao, serta peranan Wulun dan Wuxing dalam pembentukan moral di kehidupan keluarga etnis Tionghoa di Indonesia. Berdasarkan kuesioner yang diisi para informan, penelitian kualitatif ini akan mengungkapkan bagaimana ajaran Konfusianisme tersebut dijalankan oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Melalui metode deskriptif analitis, penelitian ini juga akan menjelaskan peranan penting prinsip Wulun dan Wuxing dalam pembentukan moral di lingkungan keluarga etnis Tionghoa di Indonesia.

Confucianism is a teaching that is still adhered by Chinese people around the world including Chinese Ethnicity in Indonesia. In confucianism teaching there is teaching core virtue about filial piety (孝 Xiao) . Moreover, there are also two main principles such as the Wulun 五 论 and Wuxing 五行 principles. The Wulun principle arranges relationship and behavior between humans, while the Wuxing principle plays a role in shaping human moral. These three confucianism teaching are related to one another. This study will discuss what behavior reflects Xiao’s virtue, as well as the role of Wulun and Wuxing in shaping morals in the life of Chinese ethnic families in Indonesia. Based on the questionnaire filled out by the informants, this qualitative research will reveal how confucianism is practiced by Chinese ethnic in Indonesia. Through the analytical descriptive method, this study will also discuss the important role of Wulun and Wuxing’s principles in shaping moral in the Chinese ethnic families in Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fediana Adinda Putri
"Penelitian ini membahas tentang majas yang terdapat pada lagu Regulus dan Parting karya ONEWE. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah ketertarikan penulis dalam meneliti penggunaan majas yang terdapat dalam sebuah lagu Korea. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan majas pada lagu Regulus dan Parting karya Onewe. Penelitian ini dirancang untuk menjawab satu rumusan masalah, yakni apa saja jenis-jenis majas pada lagu Regulus dan Parting karya Onewe. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Teori majas digunakan untuk mengidentifikasi majas yang digunakan dalam kedua lagu. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu Regulus dan Parting karya Onewe dan penelitian ini menghasilkan data berupa jenis-jenis majas yang terdapat pada lirik lagu Regulus dan Parting karya Onewe. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat majas retoris, majas kiasan, dan majas menurut struktur kalimat pada lagu Parting dan terdapat majas retoris dan majas kiasan pada lagu Regulus.

This study analyzes figures of speech in the songs Regulus and Parting by Onewe. The background of this study is the interest of the writer in studying the use of figures of speech in Korean songs. This study is meant to explain the figures of speech in the songs Regulus and Parting by Onewe. This study is written to answer one question; what kinds of figures of speech are used in the songs Regulus and Parting by Onewe. Qualitative study with a descriptive analytical approach is used in this study. The theory of figures of speech is used in this study to identify figures of speech in both songs. Sources of data in this study are the lyrics in the songs Regulus and Parting by Onewe and this study produces datas which is the figures of speech in the songs Regulus and Parting by Onewe. Based on the result of the study, there are rethorical and figurative figures of speech, and figures of speech based on sentence structures in Parting, and rethorical and figurative figures of speech in Regulus."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library