Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Amelia Safitri
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara setiap gaya resolusi konflik dengan penyesuaian pernikahan pada dewasa muda. Gaya resolusi konflik adalah sekelompok perilaku yang digunakan seseorang dalam menghadapi konflik. Menurut Kurdek (1994) terdapat empat gaya resolusi konflik, yaitu pemecahan masalah secara positif, keterlibatan dalam konflik, menghindar, dan mengalah. Spanier (1976) mendefinisikan penyesuaian pernikahan sebagai suatu proses yang berlangsung terus menerus, dengan suatu dimensi yang bersifat kualitatif, yang berkisar dari penyesuaian yang baik hingga penyesuaian yang buruk, dan dapat dievaluasi pada suatu waktu tertentu.
Dalam penelitian ini, gaya resolusi konflik diukur menggunakan adaptasi dari Conflict Resolution Style Inventory (CRSI) yang disusun oleh Kurdek, sedangkan penyesuaian pernikahan diukur menggunakan adaptasi dari Dyadic Adjustment Scale (DAS) yang disusun oleh Spanier. Kedua alat ukur ini diadministrasikan kepada 76 orang dewasa muda yang berstatus menikah, dengan usia pernikahan maksimal 10 tahun. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 28 pria dan 48 wanita.
Dari penelitian ini, ditemukan bahwa gaya resolusi konflik pemecahan masalah secara positif memiliki hubungan positif yang signifikan dengan penyesuaian pernikahan. Gaya resolusi konflik keterlibatan dalam konflik dan menghindar memiliki hubungan negatif yang signifikan. Kemudian tidak terlihat adanya hubungan yang signifikan antara gaya resolusi konflik mengalah dengan penyesuaian pernikahan.

The objective of this research is to find the correlation between each conflict resolution style with marital adjustment in young adult. Conflict resolution style refers to clusters of behaviour that people use in managing conflicts. According to Kurdek (1994) there are four conflict resolution styles; positive problem solving, conflict engagement, withdrawal, and compliance. Spanier (1976) defined marital adjustment as an ever-changing process with a qualitative dimension which can be evaluated at any point in time on a dimension from well adjusted to maladjusted.
In this research, conflict resolution style was measured by adaptation of Conflict Resolution Style Inventory (CRSI) created by Kurdek, and marital adjustment was measured by adaptation of Dyadic Adjustment Scale (DAS) created by Spanier. These two inventories was administered to 76 young adult that were married, and their maximum marriages age were 10 years. The participants consisted of 28 men and 48 women.
This research found that there was a positive correlation between positive problem solving and marital adjustment. Conflict engagement and withdrawal were negatively correlate to marital adjustment. Then, there was not any significant correlation between compliance and marital adjustment."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2008
306.81 SAF h
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Amelia Safitri
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S5134
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kania Amelia Safitri
"Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fluidisasi sekam padi dan variasi ER pada bubbling fluidized bed gasifier tanpa menggunakan unggun pasir. Memperkecil diameter sekam padi menjadi solusi pada studi ini untuk meningkatkan kualitas dari proses fluidisasi, karena meningkatkan nilai dari bulk density dan menurunkan nilai voidage yang merupakan parameter utama dalam peningkatan kualitas dari fluidisasi solid particels. Berdasarkan eksperimen diketahui kecepatan minimum fluidisasi sebesar (umf) 0.82 m/s. Variasi ER (0.20-0.35) memberikan pengaruh terhadap komposisi syngas, LHV, CGE, CCE, serta distribusi temperatur. ER 0.30 menunjukan komposisi hasil syngas terbaik dengan komposisi (H2, CO, CH4, CO2, dan N2) secara berurutan sebesar 7.415 %, 15.674%, 3.071%, 17.839%, dan 56.031%. Begitupun dengan nilai CGE, CCE dan LHV pada ER 0.30 memberikan performa terbaik yaitu sebesar 31.340%, 37.120% dan 3.881 MJ/Nm3.

This study was conducted to determine the effect of rice husk fluidization and variation of ER on bubbling fluidized bed gasifier where sand particles is absented. Reducing the diameter of rice husks is the solution in this study to improve the quality of the fluidization, because of it the value of bulk density increases and the value of voidage decrease which both of them are the main parameter to improving the quality of fluidization in solid particles. Based on the experiment, known that the minimum fluidization velocity (umf) perform at velocity 0.82 m/s. Variations of ER (0.20-0.35) influence the composition of syngas, LHV, CGE, CCE, and temperature distribution. ER 0.30 showed the best syngas composition with composition of (H2, CO, CH4, CO2, and N2) respectively are 7.415%, 15.674%, 3.071%, 17.839%, and 56.031%. Likewise, the CGE, CCE and LHV values at ER 0.30 gave the best performance 31.340%, 37.120% and 3,881 MJ/Nm3 respectively.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library