Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fitriyanti
"This study aimed to describe find out the influence of using problems solving method towards student's rational thinking ability in economic learning. This study use quasi experiment method with nonequivalent group pretest-posttest design. The study population is class XI students of social study departement, even semester, 2008/2009 academic year. Sample is determined randomly. Experiment class in this study is class XI IPS 2 students and control class is class XI IPS 4 students. Research instrument that is used is rational thinking ability test, questionaire and observation guidance. Hypothesis analysis with test use SPSS version 16.
The study result shows that there is no significant difference of students' rational thinking skill with expriment class with control class on initial measurement (pre-test), there is significant difference of students' rational thinking skill between experiment class with control class on final measurement (post-test), there is significant difference between pre-test and post-test result on experiment class with problems solving methods treatment , there is no significant difference on students' rational thinking ability between class that get problems solving method treatment with class which not get problems solving method treatment."
[Place of publication not identified]: Jurnal Pendidikan, 2010
JUPENDI
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fitriyanti
Jakarta: Yayasan YJP,, 2001
920.725 98 FIT r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fitriyanti
"Jaminan Persalinan (Jampersal) merupakan prioritas pembangunan kesehatan tahun 2011 untuk menurunkan AKI dan AKB di Indonesia dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesehatan dan Milenium Development Goals /MDGs. Pemanfaatan pelayanan Jampersal pada seorang ibu dapat dilihat dari cakupan antenatal, cakupan persalinan, cakupan pelayanan KB dan cakupan pelayanan bayi baru lahir.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan Jampersal berdasarkan karakteristik ibu di Puskesmas Pauh Kambar Kecamatan Nan Sabaris tahun 2012. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang ibu yang telah mamanfaatkan program jaminan persalinan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kambar Kabupaten Padang Pariaman. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling).
Hasil penelitian menunjukkan 67% responden memanfaatkan paket pelayanan jampersal sebanyak 4 pelayanan. Analisis Bivariat yang berhubungan dengan pemanfaatan program Jaminan Persalinan adalah pengetahuan dengan P. value = 0,03 (p
Dari hasil penelitian ini disarankan agar petugas kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dengan mengikut sertakan elemen terkait seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Labor assurance (Jampersal) is one of priorities in health building in 2011 in order to reduce AKI and AKB in Indonesia and accelarate the goal attaintment of health building and Melenium Development Goals (MDGs). Utilization of Jampersal service on mother can be seen from anternatal, labor, family planning service, and the new born service coverages. The objective of this research is to find out the utilization Jampersal based on mother characteristic at Pauh Kambar Health Center, Nan Sabaris Sub-district, Padang Pariaman District, 2012.
The type of this research is quantitative, used cross sectional design. The sample in this research is 100 mothers who have been used the utilization of Labor Assurance Program at Pauh Kambar Health Center. Sample sampling size was done by simple random sampling.
Result of this researh shown that 67% respondents utilized the package of Jampersal service, as many as 4 services. Bivariate analysis that related to utilization of Jampersal program is knowledge, with P value = 0,03 (p
Based on this research, it is suggested that the health workers should increase their quality of services and giving conseling to community by taking apart of related elements such as Community Leader, and Religion Leader."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmi Fitriyanti
"Tesis ini membahas politik luar negeri Amerika Serikat yang mengkaji use of force AS terhadap Afghanistan dalam upaya self-defense akibat serangan teroris 1 I September 2001, Analisisnya dilakukan berdasarkan Piagani PBB dan Resolusi Dewan Keamanan No. 1368 dan 1373 (2001) yang dikaitkan dengan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.
Unit analisa yang digunakan dalam tesis ini adalah negara (state) yang merupakan bagian dari perspektif Realis. Penulis tertarik pada persoalan serangan udara AS terhadap Afghanistan yang dilakukannya secara sepihak tanpa persetujuan dan perintah dari PBB sehingga AS dapat dikatakan melanggar Piagam PBB serta menyimpang dari Resolusi Dewan Keamanan No. 1368 dan 1373 (2001).
Kerangka berpikir dalam tesis ini berupa kerangka konseptual. Berdasarkan persoalan penelitian, maka konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep politik luar negeri, use of .force, self-defense, terorisme, serta pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. Dengan demikian, tesis ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa AS berupaya memperluas ruang lingkup perang terhadap terorisme yang tidak hanya ditujukan terhadap Afghanistan saja. Tujuan AS yang sebenarnya adalah mengubah bentuk pemerintahan suatu negara yang dianggapnya dapat membahayakan eksistensi AS sebagai kekuatan tunggal dalam sistem internasional serta yang dapat menghalangi kepentingan nasionalnya. Hal ini dilakukan AS melalui politik Inn negerinya yang semakin agresif, cenderung unilateral, dan bersifat impulsit
Use of.force AS terhadap Afghanistan hanyalah merupakan salah satu bagian dari strategi AS dalam rangka menegakkan demokrasi, pasar bebas, perdagangan bebas, dan sebagainya guna menginfiltrasi urusan dalam negeri anggota PBB yang dilakukan dengan memanfaatkan momentum 11 September.
Oleh karena itu, tujuan politik luar negeri AS melalui operasi militernya terhadap Afghanistan harus dapat dibedakan dengan jelas. Serangan yang dilakukan AS itu benarbenar bertujuan memerangi terorisme internasional ataukah untuk menggulingkan pemerintahan Taliban demi kepentingan nasional AS yang sebenarnya sama sekali tidak berkaitan dengan Tragedi 11 September 2001 .
Dalam hal ini, politik luar negeri AS cenderung memanfaatkan islilah self defense guna membenarkan use of ,force yang dilakukannya demi mengejar kepentingan nasionalnya terhadap suatu negara meskipun negara yang diserangnya tidak mengancam AS.
Kesimpulan ini berkaitan dengan fakta yang ada dalam kasus use of force AS terhadap Afghanistan. Walaupun dalam kenyataannya 14 dari 19 pelaku serangan 11 September yang tertangkap adalah warga negara Arab Saudi, AS justru menyerang Afghanistan. Padahal, teroris adalah nonstate actor sedangkan Afghanistan merupakan state actor.
Berdasarkan Piagam PBB, upaya self-defense hanya ditujukan terhadap aktor negara, yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara lainnya. Sehingga, upaya self-defense AS sebagai respon atas serangan 11 September yang menimpanya seharusnya ditujukan terhadap Arab Saudi karena mayoritas pelaku yang berhasil ditangkap merupakan warga berkebangsaan Arab Saudi. Selain itu, dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1368 dan 1373 (2001) sama sekali tidak menyebutkan tentang Afghanistan, Taliban, maupun Al-Qaidah.
Tak ada satupun ketentuan dalam hukum internasional yang membenarkan serangan udara AS terhadap Afghanistan sehingga landasan hukum atas use of force AS terhadap Afghanistan sangat "kabur". Memang, meskipun penggunaan kekerasan oleh suatu negara terhadap negara lainnya sudah dilarang secara resntil oleh hukum internasional dan Piagam PBB, namun ada dua pengecualian scbagaimana yang terdapat dalam Pasul 51 dan 53 Piagam PBB.
Dalam haI ini, AS telah menyalahgunakan konsep right of self-defense untuk kepentingannya sehingga dapat disimpulkan bahwa politik luar negeri AS pasca 11 September 2001 yang berkaitan dengan serangan udaranya terhadap Afghanistan telah melanggar Pasal 2 ayat 1, ayat 3, ayat 4, dan ayat 7) Piagam PBB serta menyimpang dari Resolusi Dewan Keamanan No. 1368 dan 1373 (2001). Padahal, satu-satunya cara dalam upaya memelihara perdamaian dan keamanan internasional adalah melalui jalur hukum internasional, bukan dengan menggunakan kekerasan sebagai upaya balas dendam."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12374
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elita Mulya Fitriyanti
"Keselamatan pasien adalah pencegahan bahaya bagi pasien. Salah satu strategi untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien adalah dengan menerapkan Walkrounds yang diperkenalkan sebagai program kepemimpinan Rumah Sakit dalam menjaga hubungan baik dengan praktisi perawatan garis depan, mengidentifikasi bahaya dan mengumpulkan informasi yang berguna dalam membuat keputusan tentang keselamatan pasien yang melibatkan tim multidisiplin rumah eksekutif. sakit (Frankel et al, 2008 dan Saadati et al 2016). Banyak negara telah menerapkan PSLWA sebagai program untuk menanamkan budaya keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara. Dengan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RS Hermina Daan Mogot. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei dan pendekatan cross-sectional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara intensitas perawat mengikuti pelaksanaan walkrounds dengan budaya keselamatan pasien perawat di Instalasi Rawat Inap. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara komitmen pemimpin dan keterlibatan perawat dalam pelaksanaan walkrounds dengan budaya keselamatan pasien perawat di Instalasi Rawat Inap. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan bahwa penerapan walkrounds dilakukan sesuai dengan teori yang ada dan untuk menyebarluaskan tujuan implementasi walkrounds untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien yang lebih baik.

Patient safety is the prevention of danger for patients. One strategy to improve patient safety culture is to implement Walkrounds which are introduced as Hospital leadership programs in maintaining good relations with frontline care practitioners, identifying hazards and gathering information that is useful in making decisions about patient safety involving multidisciplinary home executive teams. sick (Frankel et al, 2008 and Saadati et al 2016). Many countries have implemented PSLWA as a program to instill a culture of patient safety. This study aims to determine the relationship between. With the culture of patient safety at the Inpatient Installation of Hermina Daan Mogot Hospital. This research is a quantitative study with a survey method and cross-sectional approach.
The results showed that there was a relationship between the intensity of nurses following the implementation of walkrounds with the safety culture of nurse patients in Inpatient Installation. However, there is no significant relationship between the commitment of the leader and the involvement of nurses in the implementation of walkrounds with the nurse patient safety culture in the Inpatient Installation. Therefore, the researchers recommend that the application of walkrounds be carried out in accordance with existing theories and to disseminate the purpose of applying walkrounds to improve better patient safety culture.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suci Fitriyanti
"Malnutrition has been responsible, directly or indirectly, for 60% of the 10.9 million deaths annually among children under five. Over two-thirds of these deaths, which are often associated with inappropriate feeding practices, occur during the first year of life (WHO, 2003). In UNICEF conceptual framework, two immediate causes of malnutrition are inadequate dietary intakes and diseases, and the underlying causes that lead to those two are inadequate access to food in the household, insufficient health services and an unhealthy environment, and inadequate care for children and women (UNICEF, 1998). Inadequate dietary intake is influenced by inappropriate feeding practice. Children who are not breastfed have repeated infections and grow less well than children who at least receive some breast milk (Daelmans and Saadeh, 2003). From six months onward, a child must have complementary food at six-month point, since breast milk alone no longer meets all nutritional needs. Delaying the switch over much beyond six months of age can cause a child's growth to falter. Thus, for optimal growth and development, a child needs to be fed frequently with energy-rich, nutrient-dense foods (UNICEF, 1998). However, the complementary foods do not easily fulfill the nutrient requirement a child needs. Problem nutrients are those for which there is the greatest discrepancy between their content in complementary foods and the estimated amount required by the child (WHO, 1998). Three strategies for obtaining needed amounts of problem nutrients are: optimization of nutrient intake from locally available food, micronutrient supplementation, and fortification of processed complementary foods (Dewey and Brown, 2003). The 541" World Health Assembly in 2001 not only recommended exclusive breastfeeding for six months as a global public health recommendation, but also recommended the widest possible use of indigenous nutrient-rich foodstuffs to improve complementary foods and feeding practice (Daelmans and Saadeh, 2003). In response to that recommendation, this study was aimed to develop a feasible dietary guideline for complementary feeding of infants aged 6-11 months that will used local food available. There have been some researches about developing dietary guideline in other countries for certain age group. This study was planned to develop a dietary guideline in one area of Indonesia where many of its children in the age group of 6-11 month were under nourished."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T16227
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salli Fitriyanti
"Tujuan
Mengetahui korelasi antara kadar vitamin E plasma dengan kadar MDA dan CRP plasma pada penderita DM tipe 2
Tempat
Poliklinik Metabolik dan Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Fakultas Kedokteran Universitas Indanesia/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Metodologi
Penelitian potong lintang pads 52 orang pasien DM tipe 2. Data yang diambil meliputi data demogra5, lama menderita DM tipe 2, komplikasi DM yang ada, asupan energi, lemak, dan vitamin E dengan metode food frequency questionnaire (FFQ) semikuantitatif, data laboratorium kadar vitamin E, MDA, dan CRP plasma. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson.
Hasil
Subyek terdiri dari 14 orang laki-laki dan 38 orang perempuan, dengan rerata usia 49,75 ± 5,99 tahun. Rerata lama menderita DM tipe 2 adalah 64,12 ± 60,96 bulan, 53,8% berpendidikan sedang dan tinggi, 50% berada di bawah garis kemisldnan, 79,1% telah mengalami komplikasi DM tipe 2. Rerata IMT 25,89 ± 4,89 kglm2 dan 65,4% termasuk kriteria BB lebih, rerata asupan energi 1125 ± 315,13 kkal, 61,5% mengkonsumsi lemak yang berlebih, 98,1% mempunyai asupan vitamin E yang kurang. Nilai rerata kadar vitamin E plasma 25,86 ± 5,56 p.mol/L dan 98,1% subyek mempunyai kadar vitamin E normal. Rerata kadar MDA plasma 0,38 ± 0,12 unol1L dan 94,2% subyek memiliki kadar MDA normal. Rerata kadar CRP plasma 3,88 ± 3,13 mgfL dan 46,2% subyek mempunyai kadar CRP yang tinggi. Terdapat korelasi positif lemah dan tidak bermakna (p >0,05) antara asupan lemak dengan kadar vitamin E plasma, dan antara asupan vitamin E dengan kadar vitamin E dan MDA plasma, serta korelasi negatif lemah dengan CRP plasma. Terdapat korelasi positif lemah dan tidak bermakna antara kadar HbArc dengan kadar vitamin E, MDA, dan CRP plasma. Didapatkan korelasi positif lemah dan tidak bermakna (p >0,05) antara kadar vitamin E plasma dengan kadar MDA plasma, demikian pule dengan kadar CRP plasma
Kesimpulan
Antara kadar vitamin E dengan kadar MDA plasma terdapat korelasi positif derajat lemah yang tidak bermakna (p >0,05), demikian pula antara kadar vitamin E plasma dengan kadar CRP plasma."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T17677
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niniel Fitriyanti
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan perusahaan dalam mengeluarkan asuransi heavy equipment, kemudian membandingkan pelaksanaan teknik underwriting dan penyelesaian klaim pada 3 perusahaan asuransi yang dipilih secara random. Diharapkan °dari situ diperoleh teknik underwriting dan penyelesaian klaim yang tepat. Untuk itu, dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan pada ketiga perusahaan tadi. Kemudian dilakukan analisa perkembangan surplus underwriting dan loss ratio selama 1986-1990 untuk melihat prestasi underwritingnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing perusahaan memiliki keunggulan dan kelemahan dalam melaksanakan underwriting dan penyelesaian klaimnya. Perbedaan pelaksanaan timbul karena masing-masing perusahaan memiliki pertimbangan dan kebijaksanaan sendiri dalam menyeleksi risiko dan penetapan tarifnya. Sedangkan dari analisa surplus underwriting dan loss ratio, terlihat bahwa prestasi underwriting PT AIT adalah yang terbaik, disusul oleh PT MAIL dan PT ACA. Juga terlihat bahwa ketiga perusahaan cenderung merasa ada keharusan dalam menerima pertanggungan meskipun bisnis ini tidak menguntungkan mereka. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada teknik underwriting dan penyelesaian klaim yang paling tepat, karena masing-masing perusahaan mempunyai tersendiri yang berbeda. Selain itu, tidak kebijaksanaan ada penetapan premi yang paling optimal, karena penetapan tarif yang tidak standar. Saran yang dapat diberikan untuk penutupan asuransi heavy equipment secara umum adalah membuat paKet yang menarik bagi para kontraktor, di samping itu mutlak ditetapkan deductible untuk setiap penutupan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1991
S18449
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Fitriyanti
"Seiring dengan waktu serta laju pembangunan Indonesia yang pesat, semakin banyak perusahaan-perusahaan multinasional bermunculan dan bergerak di berbagai sektor. Mau tidak mau persaingan ketat tidak lagi dapat dihindari. Dengan semakin ketatnya persaingan perusahaan-perusahaan tersebut semakin menyadari pentingnya mengukur kekuatan lawan. Agar memperoleh posisi yang lebih balk dari saingannya, satu perusahaan harus mampu mempertahankan dan mempertinggi kualitas produknya. Tidak hanya itu, perusahaan harus mampu menonjolkan dan menciptakan keunikan yang tidak dapat pada produk lainnya dengan inovasi-inovasi baru, maksudnya agar khalayak mudah mengingat keunggulan produk. Oleh sebab itu, PT Nestle Indonesia memunculkan varian baru yang inovatif dari merek Dancow yang sudah ternama yaitu Dancow Fruity, susu dengan rasa buah-buahan. Dancow Fruity memiliki dua rasa yaitu jeruk dan stroberi. Alasan peneliti memilih topik ini adalah karena Dancow Fruity ini merupakan suatu produk baru dan perlu disosialisasikan kepada konsumen dan masyarakat luas. Upaya memperkenalkan produk baru dapat berupa peluncuran produk baru melalui spesial events. Selain itu, selama ini Nestle lebih dikenal sebagai penghasil produk susu saja sedangkan varian produk lainnya sangat beragam. Sehingga akan sangat menarik untuk ditelusuri bagaimana keterlibatan PR dalam peluncuran Dancow Fruity ini dan strategi PR apa saja yang dijalankan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis strategi PR PT Nestle Indonesia pada peluncuran Dancow Fruity dan mengetahui serta menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi pelaksanaan programnya. Penelitian ini menggunakan kerangka konsep ilmu komunikasi khususnya mengenai public relations, marketing public relations dan spesial events. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dua cara, yaitu in depth interview berdasarkan panduan wawancara dan studi dokumentasi. Pada penelitian ini peneliti mengecek atau memeriksa keabsahan data. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah dengan cara membandingkan hasil wawancara dengan data sekunder. Dalam kaitannya dengan keautentikan data, peneliti mengutip langsung kata-kata yang dikatakan oleh informan dalam in depth interview. Setelah itu penulis menginterpretasikan hasil in depth interview tersebut dan melakukan wawancara lagi untuk memastikan apakah yang diinterpretasikan oleh penulis sesuai dengan apa yang dimaksud oleh informan, sehingga proses interpretasi menjadi lebih baik dan objektif. Dari hasil analisis berdasarkan wawancara mendalam terungkap mengenai strategi PR yang dijalankan yakni sponsorship pameran Lukisan "Swiss Cow in Bali", kegiatan publikasi, menggunakan konsultan PR sebagai eksekutor peluncuran Dancow Fruity yaitu Prisma PR, dan berkoordinasi dengan pihak yang terkait. Selain itu, diketahui pula bahwa peluncuran produk sesungguhnya dilaksanakan oleh Dept. Marketing dan PR belum terlibat sepenuhnya bahkan PR belum diberikan porsi lebih. Meskipun begitu PR terlibat dari awal perencanaan dan memberikan masukan-masukan serta berkoordinasi dengan departemen yang terkait. Walaupun strategi PR dalam peluncuran Dancow Fruity ini sepenuhnya dimaksimalkan oleh pihak PT Nestle Indonesia tetapi keterlibatan PR sudah cukup berperan. Hanya saja PR dapat lebih memberikan kontribusi lebih banyak dan dapat lebih mengaplikasikan marketing public relations secara lebih luas."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S4277
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Tri Fitriyanti
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang perancangan sistem informasi laporan gizi
khususnya pada balita untuk mendapatkan informasi mengenai isi dari laporan
bulanan gizi yang dapat mendukung dalam pengambilan keputusan yang
berkaitan dengan perencanan, pemantauan dan penilaian program gizi. Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan desain pendekatan sistem
untuk menyelesaikan masalah yang ada. Metode yang dipakai untuk
menyelesaikan masalah tersebut adalah pendekatan siklus hidup pengembangan
sistem yang memiliki tahapan perencanan, analisis, perancangan, hingga
penerapan sistem. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam,
observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
rancangan sistem yang dapat menghasilkan informasi laporan gizi yang berupa
data penimbangan balita, cakupan ASI Eksklusif, cakupan pemberian Vitamin A,
dan status gizi buruk menggunakan diagram alir data mengenai perancangan
sistemnya, dan membuat aplikasi dari sistem informasi tersebut menggunakan Ms.
Access 2007.

ABSTRACT
This thesis discusses the design of information systems, especially in infants
nutrition reports to obtain information about the nutritional content of monthly
reports that can be supported in making decisions related to planning, monitoring
and evaluation of nutrition programs. This study is a qualitative research design
using a systems approach to solve existing problems. The method used to solve
such problems is the system development life cycle approach that has stages of
planning, analysis, design, to implementation of the system. Data was collected
through in-depth interviews, observation and document review. The results of this
study aims to obtain design information systems that can generate reports of
nutrition in the form of data weighing a toddler, the scope of exclusive
breastfeeding, provision of Vitamin A coverage, and poor nutritional status using
data flow diagrams of the system design, and makes the application of the
information system using Ms. Access 2007.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>