Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ishak
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan kebutuhan informasi mahasiswa PPDS Angkatan 2004 FK-UI dalam memenuhi tugas journal reading. Identifikasi tersebut mengenai subjek yang dipilih, manfaat informasi, jenis koleksi, format informasi, sumber informasi dan layanan perpustakaan yang dibutuhkan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan terhadap 35 mahasiswa yang tersebar pada 24 program studi pendidikan dokter spesialis FK-UI dengan cara menyebarkan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang dipilih dalam memenuhi tugas journal reading umumnya berhubungan dengan program studi responden. Jenis koleksi yang dibutuhkan adalah jurnal ilmiah. Buku, laporan penelitian, tesis/disertasi, dan abstrak juga dibutuhkan mahasiswa sebagai bahan pendukung. Penelitian ini juga dapat menggambarkan bahwa mahasiswa PPDS FK-UI angkatan 2004 cenderung menggunakan jurnal elektronik. Informasi yang diperoleh umumnya dimanfaatkan untuk mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan atau sebagai fungsi aktualisasi informasi (current awareness), khususnya dibidang kedokteran.
Internet merupakan salah satu sumber informasi yang dimanfaatkan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan informasi, khususnya untuk tugas journal reading. Untuk memenuhi kebutuhan informasi, mahasiswa PPDS memanfaatkan perpustakaan program studi dan perpustakaan FK-UI. Selain itu mereka juga memanfaatkan perpustakaan di luar FK UI, diantaranya perpustakaan Bristol Myers dan Eikman.
Layanan perpustakaan FK-UI yang paling diminati adalah layanan fotokopi dokumen dan layanan penelusuran informasi. Umumnya mahasiswa datang langsung ke perpustakaan FK-UI untuk mencari informasi yang dibutuhkannya. Fasilitas seperti e-mail, telepon dan faksimili tidak pernah digunakan sebagai sarana pencarian infomnasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kebutuhan informasi mahasiswa PPDS Angakatan 2004 dalam memenuhi tugas journal reading berbeda antara satu responden dengan responden lainnya, sehingga berpengaruh pada sumber informasi dan jenis koleksi yang dipilih. Fotokopi dokumen dan layanan penelusuran informasi di perpustakaan merupakan layanan penting bagi mahasiswa dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

The objective of this research is to identify and describe the information need of postgraduate medical students, group 2004, Faculty of Medicine, University of Indonesia, in supporting journal reading assignment This research tries to identify selected subject, information use, type of collections, information format, information resources, and the library service needed. This research was conducted to 35 students from 24 specialist education programs in medical by giving questionnaires.
The result of this research denotes that subject selected in supporting journal reading, generally, related to study program of respondents. To fulfill the assignment, respondents need scientific journal. Students also need the type of collection, such as book, research report, thesisldisertation, and abstract as supported reading. This research also describes that most students of the medical program use electronic journal. Generally, the information got from this research is used to know development of medical science, or as current awareness.
Internet is one of information resources used by the students to fulfill their information needs in supporting journal reading. To fulfill the information, medical students use both the library of Department and Faculty.
Beside that, they also use the library outside the Faculty, such as Bristol Myers Squibb Indonesia and Eijkmen Library.
The need interesting library services of the Medical Faculty are photocopying and information searching. In general, the students visit the library to get information that they need. In searching information, the students never use e-mail, telephone and facsimile. The conclusion in this research is that the information need of postgraduate medical students, group 2004 in supporting their journal reading assignment is different among respondents. So, it influences the choice of information resources and type of collection. The library services, such as photocopy and information searching are important for students in getting information that they need.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15350
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ishak
"Kepuasan pasien rawat inap adalah salah satu indikator untuk mengukur kualitas mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Masih rendahnya pemanfaatan rumah sakit oleh masyarakat., menandakan masih rendahnya mutu layanan. Kurang puasnya pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit akan berdampak terhadap citra rumah sakit dan akan mengurangi minat pasien untuk membeli ulang akan jasa pelayanan rumah sakit tesebut. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien, sehingga pasien kurang puas terhadap mutu layanan kesehatan di Rumah Sakit tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat kepuasan pasien rawat inap dan faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian dilakukan di empat ruangan rawat inap Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang, dengan menyebarkan angket terhadap 150 responden dan wawancara mendalam terhadap 24 pasien yang dirawat lebih dari 5 hari, pelaksanaannya. dibantu oleh 3 orang mahasiswa Akademi Perawatan Depkes Palembang. Metodologi penelitian gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian dianalisis dengan bantuan perangkat komputer, menggunakan teknik analisis Chi-Square dan regresi multiple logistik, sedangkan untuk data kualitatif dianalisis dengan content analisis.
Hasil penelitian menunjukkan secara umum 60% pasien puas terhadap mutu Iayanan kesehatan di RSMH Palernbang. Dari hasil analiais multivariat menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSMH Palembang adalah sanana dan kondisi lingkungan, dimana pasien yang merasa sarana di Rumah Sakit cukup mempunyai kemungkinan 10 kali lebih puas dari pada pasien yang merasa ketersediaan sarana di Rumah Sakit kurang. Demikian pula pasien yang merasa kondisi lingkungan Rumah Sakit balk akan merasa puas 3,8 kali dibandingkan dengan pasien yang merasa kondisi lingkungan rumah sakit kurang baik. Sarana yang kurang tersebut meliputi: obat-obatan, air untuk mandi dan cuci, dan?ruangan tunggu khusus untuk keluarga, sedangkan kondisi yang kurang baik adalah kebersihan terutama kamar mandi dan wc.
Dari hasil tersebut disarankan kepada pihak pengelola rumah sakit khususnya Bagian Farmasi perlu peningkatan penyediaan obat yang dibutuhkan pasien, Bagian perlengkapan/teknik, perlu penambahan volume air untuk mandi dan cuci, Bagian perencanaan Anggaran Pembangunan RS, perlu penambahan Sarana ruangan tunggu untuk keluarga pasien dan perlu juga diupayakan pengawasan terhadap petugas secara berkesinambungan.

Satisfactory level of hospitalized patients is the indicator for measuring quality of health services in hospital. Unsatisfactory patients to the quality of services in hospital means the low quality or services and make some impacts to hospital image and decreasing patient?s interest to use that services.
This research aimed to find out patient?s satisfactory level description and its related factors. This research carried out in four hospitalized ward of Muhammad Hoesin hospital by distributing questionnaires to 150 respondents and interviewing 24 patients which hospitalized more than five days, using quantitative and qualitative method with cross sectional approach. Data was computerized analyzed using chi-square and multiple logistic regression, white the qualitatif data was analyzed by content analysist.
The results showed that 60% patient satisfied. From multivariate analysis the most influencing factors are infrastructure and environment condition, where patients which feeling that infrastructure good enough would 10 times more satisfied than the other, and patients which feeling the environment condition is conducive are 3,8 times more satisfied than the other. Unsatisfying infrastructure means the lack of drugs, water for bathing and washing, and waiting room for related and non-conducive environment condition is sanitary problems especially in bathroom or water closet.
Based on these results there are some recommendation to hospital management such as, drugs availability, completing the equipment enough water for bathing and washing, and expanded waiting room for patient?s related, also the supervision to every staff in duty continuously.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2001
T3115
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ishak
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi bisnis Bank Bukopin Syariah dalam mengelola Produk KPR Syariah. Oleh karena masih tergolong barunya jenis pembiayaan ini peniliti juga melakukan kajian literatur terhadap Produk KPR Syariah tersebut. Penelitian ini merupakan studi kasus pada Bank Bukopin Syariah dalam mengelola KPR Syariah yakni periode sejak berdirinya tahun 2001 hingga posisi Desember 2005. Penilitian meliputi juga penilaian terhadap faktor kekuatan, faktor keiemahan pada Bank Bukopin syariah serta peluang dan ancaman yang dihadapi untuk pengembangan KPR Syariah di masa yang akan datang.
Untuk menganalisis faktor-faktor tersebut dan untuk menetapkan strategi yang tepat digunakan analisis SWOT dengan pendekatan Kualita1if Matriks SWOT Kearns dan pendekatan Kuantitatif Kuadran SWOT Pearce dan Robinson.
Hasil penilitian diperoleh pembiayaan KPR Syariah yang dilakukan olch Bank Bukopin Syariah masih kecil jika dibanding dengan potensi dan peluang pasar yang ada, dari hash analisis diatas diperoleh kesimpulan strategi yang diusulkan diterapkan oleh Bank Bukopin Syariah dalam mengelola KPR Syariah adalah Strategi Pertumbuhan Internal dan Aliansi strategis, sehingga Bank Bukopin Syariah dapat lebih memanfaatkan potensi dan faktor kekuatan dan peluang yang dimilikinya sehingga perkembangan produk KPR Syariah akan lebih baik dan dapat memaksimalkan performance usaha.

This research aims to recognize business strategy of Bank Bukopin Syariah in managing KPR Syariah Product. Because it is still a new leasing type, the writer also conducts literature discussion against product of such KPR Syariah. This research represents case study at Bank Bukopin Syariah in managing KPR Syariah, namely from the period of 2001 until December 2005. this research also involves investigation on strength factor and weakness factor at Bank Bukopin Syariah as well as opportunity and threat facing for developing KPR Syariah in the future.
For analyzing said factor and determining proper strategy, it is used SWOT Analysis wit Keam SWOT Matrix qualitative approach and Pearce and Robinson SWOT quadrant quantitative approach.
The result of research gotten related to the leasing of KPR Syariah conducted by Bank Bukopin Syariah is still small, if it is compared to the exiting potency and opportunity. From the result of analysis's above, it is gotten strategy conclusion proposing to be applied by Bank Bukopin Syariah in managing KPR Syariah is Internal Growth Strategy and Strategic Alliance, so that Bank bukopin Syariah can more benefit potency and strength factors as well as opportunities had until development of KPR Syariah product will be better and can maximize performance.
"
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T20572
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ishak
"ABSTRAK
Penulisan mengenai evaluasi pemanfaatan majalah ini dilakukan terhadap seluruh koleksi majalah ilmiah yang dilanggan maupun yang pernah dilanggan, dengan menggunakan metode evaluasi koleksi yang umum dilakukan. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterpakaian koleksi majalah yang dilanggan dan yang pernah dilanggan sehingga dapat memberikan masukan dalam menyusun kebijakan pengadaan majalah dan pengembangan koleksi, disamping itu juga untuk mengetahui jangkauan pelayanan Pusat Informasi Kedokteran.
Majalah ilmiah yang dievaluasi pemanfaatannya berjumlah 95 judul, terdiri dari 49 judul majalah yang dilanggan dan 46 judul majalah yang pernah dilanggan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober 2000 sampai Januari 2001. Data yang dikumpulkan adalah jumlah artikel majalah yang difotokopi pengguna di perpustakaan maupun yang diminta melalui surat, telepon/fax., dan email, jumlah majalah yang dibaca di ruang baca dan pendapat pengguna mengenai judul majalah yang diminati lewat kuesioner.
Hasilnya dari majalah yang dilanggan ditemukan 1(satu) judul majalah yang .tidak pernah dimanfaatkan dan dari peringkat keseluruhan majalah yang dimiliki menunjukkan bahwa terdapat 8(delapan) judul majalah ilmiah yang pernah dilanggan masuk dalam 49 peringkat judul majalah yang paling diminati. Dari jumlah keseluruhan pemanfaatan maupun yang diminati melalui kuesioner, majalah kedokteran umum paling banyak diminati yaitu The New England Journal of Medicine dan The Lancet dan dari majalah subjek khusus adalah American Journal of Respiratory Diseases dan Chest.
Jangkauan pelayanan yang dilakukan Pusat Informasi Kedokteran meliputi 23 kota besar di Indonesia, dan sebagian besar (73.75%) yang memanfaatkan layanan dari Pulau Jawa selebihnya (26.25%) dari luar Pulau Jawa.
Secara keseluruhan dari hasil evaluasi pemanfaatan koleksi majalah yang dilakukan, sebaiknya Pusat Informasi Kedokteran dalam penyusunan kebijakan koleksi mempertimbangkan kembali judul majalah yang tidak diminati pengguna sehingga koleksi yang ada dapat dimanfaatkan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Untuk menghemat anggaran, kerjasama pengembangan koleksi dengan perpustakaan lain perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya duplikasi koleksi. Promosi ke daerah-daerah di luar Pulau Jawa perlu ditingkatkan.

"
2001
S15436
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ishak
"Kepemilikan kapal melalui pola pengadaan commercial shipping investment merupakan alternatif yang dapat digunakan oleh Pertamina Direktorat Perkapalan, Kebandaran dan Komunikasi (Dit. PKK) untuk menggantikan pola yang selama ini digunakan yaitu governmental shipping investment. Dimana didalam pola commercial ini, penilaian terhadap suatu investasi tidak terbatas hanya pada parameter NPV, IRR, payback period dan PI saja sebagaimana pada pola governmental akan tetapi penilaian tersebut juga meliputi hal-hal mengenai pasar, keekonomian dan sensitivitasnya, tingkat kekayaan perusahaan, keputusan dan struktur pendanaan serta keputusan tipe investasi, beli dengan dana sendiri, pinjaman, proporsi antara keduanya atau dengan leasing.
Dari analisis yang dilaksanakan terhadap kondisi Dit. PKK di dalam tesis ini diperoleh hasil yang memperlihatkan bahwa pangsa pasar pengangkutan BBM melalui laut mengalami penurunan yang significant yaitu dari 57,21% pada tahun 89/90 menjadi 22,47% pada tahun 98199, hal ini dikarenakan diantaranya adalah berkurangnya jumlah unit dan DWT kapal milik yaitu dari 56 unit (586.863 DWT) menjadi 42 unit (480.082 DWT), dimana dari 42 unit tersebut terdapat 8 unit (113.500 DWT) yang akan di lay up pada tahun 2000/2001. Sementara dilain pihak, dalam kurun waktu yang sama jumlah pengangkutan BBM melalui laut justru mengalami peningkatan rata-rata sebesar 7,2% per tahun (1.675.242 LT).
Analisis keputusan pendanaan menunjukkan bahwa bentuk investasi yang dapat dilaksanakan oleh Dit. PKK terhadap 8 unit kapal tersebut adalah melalui pembelian langsung dengan proporsi antara dana sendiri dan pinjaman (debt to equity ratio) sebesar 0,66 (66%), dimana rasio ini menghasilkan NPV, ERR dan ROE yang optimal dibanding dengan struktur dan bentuk investasi lainnya."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
T3084
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Sugandi Ishak
"Iklan adalah salah satu alat informasi dan promosi yang digunakan oleh para pengusaha/pengiklan (baik produsen, grosir atau pedagang eceran, dan penyelenggara jasa). Dalam memasarkan dan meningkatkan penjualan barang dan jasa, maka iklan sebagai bagian dari periklanan, yang meliputi proses penyiaran, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan, serta penyampaiannya, sangat efektif digunakan, khususnya iklan televisi. Mengenai pihak-pihak periklanan di media televisi yang terlibat, selain pengusaha pengiklan, perusahaan periklanan, media televisi, adalah juga Lembaga Sensor Film (LSF), dan Direktorat Jendral POM Departemen Kesehatan RI. Karenanya jika terjadi pelanggaran terhadap etika periklanan dan hak-hak konsumen dalam iklan televisi (yang menyangkut kreativitas dan informasi produk), maka pihak konsumen mendapat perlindungan darn, hokum positif, baik oleh KUHPerdata, KUHPidana, maupun oleh beberapa keputusan Menteri di bidang periklanan, dan penyiaran televisi, yang bersifat administratif. Pihak-pihak yang dapat dituntut tanggungjawab hukum mengganti kerugian berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata (liability based on fault) dengan unsur kesalahan dalam kasus-kasus tertentu, terhadap pelanggaran etika periklanan dan hak-hak konsumen dalam iklan televisi yang menyangkut informasi produk (misal obat), adalah pihak pengusaha, dan Direktorat Jendral POM Departemen Kesehatan RI. Sedangkan mengenai hal yang menyangkut kreativitas iklan, selain pengusaha, juga pihak perusahaan periklanan, media televisi dan Lembaga Sensor Film (LSF). Namun hal-hal ini hanya berlaku sepanjang memenuhi unsur dari ketentuan-ketentuan tersebut. Untuk membuktikan kesalahan pengusaha terhadap penerapan prinsip Liability based on fault (Pasal 1365 KUHPerdata), dalam praktek di muka Pengadilan, menyulitkan konsumen (penggugat). Untuk mengatasinya perlu dipikirkan dalam pembuatan Undangundang tentang Perlindungan Hak-hak Konsumen mengenai penarapan prinsip Strict Liability pada productnya, yang ditayangkan pada iklan di media televisi tidak sesuai kenyataan (produknya rusak/cacat), sehingga pengusaha tanpa dibuktikan lebih dahulu kesalahannya, bertanggungjawab langsung membayar ganti rugi kepada konsumen. Hanya bila menyangkut pesan iklan produk obat, karena daya tari.knya dokter membuat resep untuk pasien (konsumen), yang lalu membeli obat pada apoteker atau toko obat yang berasal dari industri pabrik obat, namun setelah digunakan menimbulkan akibat yang berbahaya, prinsip yang tepat diterapkan adalah prinsip presumption of liability (praduga adanya tanggung jawab), karena adanya keseimbangan antara kesalahan yang satu dan yang lainnya. Di sini pihak Tergugat dapat diduga menghindarkan diri dari tanggungjawab, bila membuktikan dia tidak bersalah. Sedangkan jika terjadi pelanggaran produk barang, yang jumlah ganti ruginya telah ditetapkan pembatasannya oleh pengusaha penghasil barang, maka yang lebih tepat diterapkan adalah prinsip Limitation of liability.
Berkenaan dengan penerapan ketiga prinsip ini, yang pada dasarnya menekankan pada tanggungjawab pengusaha, namun dalam hal ini sebenarnya konsumen dapat juga menuntut ganti rugi tersebut kepada pihak perusahaan periklanan, media televisi, LSF dan Direktorat Jendral POM Depkes yang melanggar hak-hak konsumen dan etika periklanan dalam iklan televisi, baik menyangkut aspek informasi produk dan kreativitas, dengan berdasarkan pada ketentuan Pasal 22 Algemene Depalingen, dan sistem hukum acara perdata, dimana hakim dapat memutus tidak saja berdasarkan Undang-Undang, tetapi juga berdasarkan kepatutan dan keadilan."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Inar Ichsana Ishak
"Multilateral treaty in environmental area is one of the international treaty that defined in Convention on the Law of Treaties, Vienna, 1969 as an international agreement concluded between states in written form and governed by international law, whether embodied
in a single instrument or in two or more related instruments and whatever its particular designation.However, international environmental law is tending to be considered as "soft law" rather than "hard law" because its compliance approaches. This article will
discuss about the compliance measure from the international point of view because international compliance is based on the balance of advantages and consequences of a state should it participate in MEAs.
"
2005
JHII-2-2-Jan2005-266
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ichwan Ishak
"UUSPN menyatakan bahwa Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YangMaha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Permasalahan yang muncul adalah apakah tujuan Pcndidikan Nasional sudah dijabarkan, dalam bentuk adanya konsistensi intemasional diantara tujuan, fokus, strategi, mekanisme, dan usaha, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik,
begitupun kesepakatan terhadap falsafah, visi dan paradigmanya yang
mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan nasional dan penyusunan
kurikulumnya. Di samping itu bagaimana bentuk pendidikan yang dapat
mendorong terwujudnya koherensi dan komplementasi pendidikan yang
dilakukan oleh keluarga dan masyarakat terhadap pendidikan sekolah.
Tesis ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap rumusan dan
penjabaran tujuan Sistem Pendidikan Nasional beserta peraturan yang terkait, dengan menggunakan teori Bromley (\989) mengenai proses kebijakan sebagai suatu hierarki (Policy Process as a hierarchy). Sedangkan hasil implementasi tujuannya direfleksikan oleh kondisi umum tentang pendidikan yang dinyatakan oleh Garis-garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004.
Penelitian dilakukan dengan metoda kualitatif melalui teknik observasi, kepustakaan, analisis dokumen, dan wawancara mendalam (depth inrerview), dan dibatasi pembahasannya pada Policy Level, seperti ketetapan MPR dan UU SPN, sedangkanOrganization Level dan Operalion Level dibatasi dengan hanya melihat kondisi sccara umum manajemen Pendidikan Nasional, Kurikulum yang berlaku, kondisi dan proses pendidikan di sekolah, partisipasi keluarga dan partisipasi masyarakat. Pola interaksi yang diteliti secara kualitatif dan indikatif, adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah, pendidikan oleh keluarga, dan pendidikan masyarakat.
Pemikiran Islam tentang pendidikan dan analisis relevansinya dengan Kebijakan Pendidikan Nasioanl, merupakan wacana untuk dapat menjadi masukkan bagi penyempumaan Kebijakan Pendidikan. Terlihat pemikiran Islam tersebut sangat relevan dikaitkan dengan visi, falsafah dan paradigma pendidikan, yang masih belum jelas perumusannya sampai saat ini, dan sangat mempengaruhi implementasi kebijakan pendidikan di tingkat operasional.
Hasil evaluasi menunjukkan perlunya rumusan baru visi dan falsafah, dan paradigma pelaksanaan pendidikan nasional, yang mengakibatkan perlunya revisi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional berdasarkan rumusan visi dan falsafah dan paradigma yang baru."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
T3134
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Selliane Halia Ishak
"Pada dasarnya teknologi yang memungkinkan dan memudahkan manusia saling berhubungan dengan cepat, mudah, terjangkau dan memiliki potensi untuk mendorong pembangunan masyarakat. Ditambah dengan adanya konvergensi teknologi yang menjadikan teknologi untuk memberikan layanan secara elektronik, modern, efisien, sehingga pada gilirannya masyarakat yang mendapat manfaatnya.
Call center sebagai salah satu wujud dari konvergensi telah dimanfaatkan untuk memberikan Iayanan kepada pelanggan perusahaan. Departemen Komunikasi dan Informatika sebagai instansi pemerintah, yang mempunyai tugas antara lain memberikan layanan informasi kepada masyarakat menerapkan call center sebagai salah satu sarana untuk layanan.
Lantas apakah penyelenggaraan call center tersebut telah melalui lima tingkatan adopsi, yaitu awareness, minat, evaluasi, trial dan adopsi di dalam implementasinya. Kemudian apakah telah memenuhi karakteristik inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja layanan informasi instansi tersebut.
Penelitian ini mencari jawabannya dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode desktiptif. Jenis penelitiannyasStudi kasus karena peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki. Sejak diresmikan pada Februari 2005, call center Depkominfo terhenti operasionalnya pada April 2005 karena rusaknya peralatan. Data diperoleh dengan cara melakukan interview terfokus kepada Dirjen, Tenaga Ahli Menteri, Direktur dan agent call center Depkominfo, pakar call center serta praktisi call center. Konsep penelitian mengacu kepada lima tingkatan adopsi yaitu awareness, interest, evaluation, trial dan adoption. Serta lima karakteristik inovasi yaitu realtive advantage compatibility, complexity, trialability, dan observability dari teori Difusi lnovasi.
Hasil penelitian tesis ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan call center di Depkominfo untuk tingkatan adopsi tidak dikenali pada tahap awareness sampai interest dan mulai dikenali pada tahap evaluasi sampai adopsi. Sedangkan untuk kelima karakteristik inovasi, penyelenggaraan call center dimaksud mempunyai kesesuaian dalam masing-masing karakteristik."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T22415
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>