Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mutiara Sari
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008
S33060
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Mutiara Sari
"Penelitian ini meneliti mengenai motivasi akusisi asing (strategi masuk pasar), motivasi akuisisi domestik (kontrol perusahaan) atas perusahaan target di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga meneliti pengaruh akuisisi asing dan domestik terhadap kinerja dan struktur kepemilikan perusahaan target. Metode yang digunakan yaitu wilcoxon signed rank test, multinomial logistic regression, dan uji beda.
Hasil yang diperoleh tidak mendukung strategi masuk pasar sebagai motivasi akuisisi asing dan kontrol perusahaan sebagai motivasi akuisisi domestik. Kinerja keuangan (return on asset) yang dihasilkan perusahaan target akuisisi asing meningkat signifikan tiga tahun setelah akuisisi, dan kinerja keuangan perusahaan target akuisisi domestik tidak mengalami peningkatan signifikan. Tidak ditemukan perubahan struktur kepemilikan yang signifikan pada perusahaan target akusisi domestik, sebaliknya ditemukan perubahan struktur kepemilikan yang signifikan pada perusahaan target akuisisi asing yang menunjukkan perusahaan pengakuisisi asing mengakuisisi untuk mengontrol perusahaan target di Indonesia.

This research examines the motivation of foreign acquisitions (market entry strategies), motivation of domestic acquisitions (corporate control) over the targeted companies in Indonesia. In addition, this research also examine the effect of domestic and foreign acquisition on targeted company?s performance and ownership structure. The method used are the wilcoxon signed rank test, multinomial logistic regression, and the different test.
The results does not support the market entry strategies as foreign acquisition motivations and corporate control as domestic acquisition motivations. Financial performance (return on assets) of foreign acquisitions of targeted companies increased significantly three years after acquisition, and financial performance of domestic acquisitions of targeted companies did not experience significant improvement. There were no significant changes in ownership structure on corporate acquisitions of domestic targets. On the contrary there were significant changes in ownership structure on foreign acquisitions of targeted companies which indicate that foreign acquirer acquires companies to control the targeted companies in Indonesia.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Mutiara Sari
"Masyarakat menua merupakan sebuah realitas sosial yang harus dihadapi Jepang sejak tahun 1970-an dan disebabkan oleh angka kelahiran yang menurun disertai dengan tingginya pertumbuhan kaum lanjut usia di Jepang. Pemerintah Jepang berusaha menjamin kesejahteraan sosial kaum lanjut usia dengan menyediakan kebijakan sosial. Artikel ini menjelaskan berbagai kebijakan sosial yang dijalankan oleh Jepang serta kendala selama kebijakan-kebijakan tersebut dijalankan. Kebijakan sosial Jepang yang berkaitan dengan masyarakat menua tidak hanya berfokus pada memberikan fasilitas untuk kesejahteraan para kaum lanjut usia, tetapi juga berusaha menaikkan angka kelahiran. Kendala dalam menjalankan setiap kebijakan tersebut sebagian besar muncul karena ketersediaan fasilitas dan kualitas pelayanan yang kurang menunjang.

Since the 1970's, Japan has been dealing with the reality of an aging society caused by low fertility rate and rapid elderly growth. Currently, the government is looking for a way to guarantee elderly welfare by providing social policies. This article will explain those social policies run by The Government of Japan and the obstacles they faced during its implementation. Not solely focused on welfare of senior citizens, these social policies that are related to the country's aging society were also made in order to finding a method to increase birth rate. The obstacles that the government has faced while implementing said policiesare mostly caused by the lack of resource and substandard service quality.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Mutiara Sari
"Badan Usaha Milik Desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa mendapatkan amanat baru dari Undang-Undang tentang Cipta Kerja mengenai bentuk hukum dari badan usahanya. BUMDes diharuskan untuk menjadi badan usaha yang berbadan hukum sesuai dengan amanat Pasal 117 Undang-Undang tentang Cipta Kerja. Pengaturan status BUMDes melalui Undang-Undang tentang Cipta Kerja dianggap menjadi sebuah solusi atas ambiguitas status dan bentuk hukum BUMDes selama ini, namun nyatanya masih terdapat beberapa pertanyaan lain yang membutuhkan jawaban seperti kedudukan BUMDes dalam struktur pemerintahan desa dan pembentukan BUMDes yang sesuai dengan karakter desa dan potensinya. Penelitian ini disandarkan pada metode penelitian yuridis normatif dengan tipologi preskriptif analitis. Melalui pengaturan tentang BUMDes, didapati bahwa kedudukan organ BUMDes sudah terpisah dari pemerintahan desa, namun masih terdapat beberapa permasalahan seperti kurang mampunya desa dalam menemukan potensinya untuk dijadikan jenis usaha dari BUMDes yang dimilikinya.

Village-Owned Enterprises as the driving force for the economy of rural communities have received a new mandate from the stipulation of a Government Regulation in lieu of the Law on Job Creation regarding the legal form of business entities. Village-Owned Enterprises are required to become legal entities in accordance with the mandate of Article 117 of the Law on Job Creation. Regulating the status of Village-Owned Enterprises through Law on Job Creation is considered to be a solution to the ambiguity of their status and legal form. Whereas, there are still several other questions that require answers such as the position of Village-Owned Enterprises in the village government structure and the formation of Village-Owned Enterprises. Belongs to the Village in accordance with the character of the village and its potential. This research is based on normative juridical research method with analytical prescriptive typology. Through the regulation regarding Village-Owned Enterprises, it was found that the position of Village-Owned Enterprises organs was already separated from the village government, but there were still some problems such as the inability of the village to find its potential to become a type of business from the Village-Owned Enterprises."
Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syifa Mutiara Sari
"Kebijakan Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan yang berlaku di Provinsi DKI Jakarta, melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.142 Tahun 2019 telah berlaku sejak 01 Juli Tahun 2020 memiliki tujuan untuk mengurangi sampah plastik di DKI Jakarta, ditujukan kepada dua subjek yaitu Pasar Rakyat dan Retail Modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan di Kota Administratif Jakarta Timur. Teori implementasi kebijakan oleh Charles O. Jones (1996) merupakan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan post-positivist dengan melakukan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan telah berjalan dengan baik. Pengelola retail modern baik itu hipermarket, supermarket dan minimarket telah mengimplementasikan kebijakan dengan baik. Namun, pelaku usaha dan pedagang di pasar tradisional masih belum mematuhi peraturan sebagaimana yang diatur dalam kebijakan. Keseluruhan indikator telah terpenuhi, namun terdapat indikator yang belum terpenuhi terkait dengan anggaran dan penegakan peraturan. Tidak adanya anggaran untuk sosialisasi kebijakan dikarenakan anggaran diprioritaskan untuk sosialisasi Covid- 19 dan tidak adanya sanksi yang tegas bagi pedagang dan pelaku usaha yang masih menyediakan kantong plastik sekali pakai. Selain itu terdapat hambatan dalam implementasi yang berasal dari internal dan eksternal.

The Policy on the Obligation to Use Environmentally Friendly Shopping Bags that applies in Special Capital Region of Jakarta, issued by Special Capital Region of Jakarta Governor Regulation Number 142 of 2019 has been effective since 1st July 2020 has the aim of reducing plastic waste in DKI Jakarta, which aimed for two subjects, traditional markets and modern retail. This research focused on analyzing implementation of the policy on the obligation to use eco-friendly shopping bags in the East Jakarta Administrative City. The theory of policy implementation by Charles O. Jones (1996) is the theory used for this research. The approach in this research used a post-positivist by conducting in-depth interviews with several informant. The results of this study indicate that the implementation of the obligation to use of eco-friendly shopping bags has been going well. Modern retail managers, such as hypermarkets, supermarkets and minimarkets, have implemented the policies well. However, market traders in traditional markets still do not comply with the regulations as stipulated in the policy. All indicators have been fulfilled, but there are indicators that have not been met related to the budget and enforcement of regulations. There is no budget for policy socialization because the budget is prioritized for Covid-19 socialization and there are no strict penalty for market traders and business actors who still provide single-use plastic bags. In addition, there are obstacles in implementation that come from internal and external factors."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chintya Mutiara Sari
"Latar Belakang: Sampai saat ini belum ada konsensus sepakat mengenai durasi pemberian antibiotik untuk kasus fraktur terbuka grade I-II. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah risiko infeksi akan lebih besar jika antibiotik profilaksis diberikan intravena dihentikan 24 jam pasca operasi dibandingkan dengan diteruskan sampai 72 jam pasca operasi.
Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji klinis terkontrol tersamar tunggal. Penelitian akan dilakukan multi center pada RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Siaga Medika Banyumas dan RSUD Kabupaten Tangerang. Penelitian dilakukan mulai Bulan Juli 2022 sampai dengan Maret 2023. Populasi target dari penelitian ini adalah pasien dewasa yang menjalani operasi reposisi terbuka dan fiksasi interna untuk kasus fraktur terbuka tulang panjang.
Hasil : Dalam penelitian ini didapatkan bahwa sebagian subjek yang mengalami fraktur terbuka tulang panjang berjenis kelamin laki-laki, yakni 16 orang (51,6%) di kelompok pemberian antibiotik selama 24 jam, dan 15 orang (48.4%) di kelompok pemberian antibiotik selama 72 jam. Pada penelitian in didapatkan lokasi fraktur sebagian besar terjadi pada ekstremitas bawah yakni sebanyak 17 orang (51.5%) di kelompok pemberian antibiotik selama 24 jam, dan 16 (48.5%) di kelompok pemberian antibiotik selama 72 jam. Pada penelitian ini didapatkan tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara lama pemberian antibiotik 24 jam dan 72 jam dengan terjadinya infeksi pada fraktur terbuka (p>0.05).
Kesimpulan: Angka infeksi pasca operasi reposisi terbuka dan fiksasi interna fraktur terbuka tulang panjang derajat 1 dan 2 kurang dari 5 persen. Penghentian antibiotik profilaksis 24 jam pasca operasi reposisi terbuka dan fiksasi interna fraktur terbuka tulang panjang derajat 1 dan 2 memiliki angka infeksi yang sama dibandingkan dengan dilanjutkan sampai 72 jam pasca operasi.

Introduction: There is no agreed consensus regarding the duration of antibiotic administration for grade I-II open fracture cases. The aim of this study was to determine whether the risk of infection would be greater if prophylactic antibiotics given intravenously were discontinued 24 hours postoperatively compared to continuing until 72 hours postoperatively.
Method: The design used in this study was a single-blind controlled clinical trial. The research will be carried out in a multi-center at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Siaga Medika Hospital in Banyumas and Tangerang District Hospital. The study was conducted from July 2022 to March 2023. The target population for this study were adult patients who underwent open repositioning surgery and internal fixation for cases of open long bone fractures.
Result: In this study, it was found that some of the subjects who had open fractures of the long bones were male, namely 16 people (51.6%) in the group given antibiotics for 24 hours, and 15 people (48.4%) in the group given antibiotics for 72 hours . In this study, it was found that most of the fracture locations occurred in the lower extremities, namely 17 people (51.5%) in the group given antibiotics for 24 hours, and 16 (48.5%) in the group given antibiotics for 72 hours. In this study, there was no significant relationship between the duration of 24 and 72 hours of antibiotic administration and the occurrence of infection in open fractures (p>0.05).
Conclusion: Prophylactic antibiotics for up to 24 hours postoperative open repositioning and internal fixation in open fractures of long bones degrees 1 and 2 had no significantly different infection rates when compared to prophylactic antibiotics continued for up to 72 hours postoperatively.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Devi Mutiara Sari
"Kondisi Danau Rawapening sebagian besar telah tertutup oleh tanaman gulma eceng gondok. Permukaan perairan danau yang tertutup eceng gondok sekitar 75% dari jumlah luas permukaan air. Keberadaan eceng gondok dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku benda kerajinan serta mebel. Pemanfaatan ini membentuk hubungan saling terkait dan mempengaruhi sehingga membentuk suatu ikatan rantai yang bernilai. Rantai nilai eceng gondok dapat menjabarkan keseluruhan proses yang terjadi dan memberikan gambaran terbentuknya harga disetiap simpul. Penelitian ini bertujuan melihat jalur distribusi eceng gondok yang terbentuk mulai dari Danau Rawapening hingga sampai ke konsumen akhir dan mellihat harga yang terbentuk di setiap simpulnya. Proses pengambilan data dilakukan secara purposif sampling dengan teknik snowballing. Teknik snowballing digunakan karena tidak diketahuinya jumlah populasi dari masyarakat pengambil enceng gondok sebagai informan kunci. Analisis yang digunakan adalah analisis keruangan dengan memperhatikan jalur distribusi yang tercipta dari rantai nilai yang ada. Membandingkan jalur distribusi serta harga yang terbentuk di tiap simpul pada masing-masing jalur distribusi. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat tiga jalur utama rantai nilai eceng gondok yaitu jalur distribusi menuju Yogyakarta, menuju Sukoharjo dan jalur yang berada di dalam Kabupaten Semarang. Semakin besar perbedaan harga antar simpul maka pertambahan nilai semakin besar. Semakin besar pertambahan nilai antar simpul maka perlakuan terhadap eceng gondok semakin banyak dan sulit.

Most of Rawapening Lake is covered by water hyacinth weeds. The water surface of the lake is covered with water hyacinth, around 75% of the total water surface area. The existence of water hyacinth is used by the community as raw material for craft objects and furniture. This utilization forms interrelated relationships and influences to form a valuable chain bond. The water hyacinth value chain can describe the entire process that occurs and provide an overview of price formation at each node. This research aims to look at the water hyacinth distribution route that is formed from Lake Rawapening to the end consumer and look at the prices that are formed at each node. The data collection process was carried out using purposive sampling using the snowballing technique. The snowballing technique was used because the population size of the water hyacinth harvesting community as key informants was unknown. The analysis used is spatial analysis by paying attention to distribution channels created by the existing value chain. Comparing distribution channels and the prices formed at each node in each distribution channel. The research results concluded that there are three main routes in the water hyacinth value chain, namely the distribution route to Yogyakarta, to Sukoharjo and the route within Semarang Regency. The greater the price difference between nodes, the greater the value added. The greater the increase in value between nodes, the more numerous and difficult the treatment of water hyacinth will be."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Ardila Mutiara Sari
"ABSTRAK
Obesitas sentral berhubungan dengan penyakit kardiovaskular (CVD) dan infark mikardium. Keduanya berhubungan erat dengan kematian. Prevalensi obesitas sentral terus meningkat tidak hanya di perkotaan tetapi juga di pedesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi obesitas sentral dan beberapa faktor yang terkait di kelompok perempuan dewasa Desa Ketug, Kecamatan Butuh, Jawa Tengah tahun 2015.
Penelitian ini melibatkan 120 perempuan dewasa berusia 20-59 tahun sebagai sampel penelitian. Data sosiodemografi dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lingkar pinggang diukur langsung oleh peneliti menggunakan pita ukur.
Berdasarkan cut off ≥80cm, prevalensi obesitas sentral di kelompok perempuan dewasa Desa Ketug sebesar 47.5%. Berdasarkan analisis bivariat, secara signifikan obesitas sentral berhubungan dengan beberapa faktor berikut: umur asupan energi, asupan lemak, asupan karbohidrat, riwayat obesitas sentral orangtua dan jumlah anak yang dilahirkan. Berdasarkan analisis multivariat, asupan lemak merupakan faktor dominan (OR:9.492) terhadap kejadian obesitas sentral di Desa Ketug.
Prevalensi obesitas sentral di Desa Ketug cukup tinggi. Untuk itu, perilaku gizi seimbang harus ditingkatkan karena secara signifikan kelebihan zat gizi makro berhubungan dengan kejadian obesitas sentral. Selain itu, masyarakat harus mendukung program KB (Keluarga Berencana) untuk mengontrol jumlah kelahiran, karena jumlah anak yang dilahirkan berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas sentral sentral di kelompok perempuan Desa Ketug.

ABSTRACT
Central obesity is associated with cardiovascular disease (CVD) and myocardial infark. There are strong indications both CVD and myocardial infark associated with increased mortality. This study set out to evaluate the prevalence of central obesity and some related factors among adult women in Ketug Village, Purworejo, Central Java in 2015.
The sample included 120 adult women, aged 20-59 years, residing the rural area of Ketug Villlage. Simple random sampling was performed to size the sample. Sociodemographic data were collected using the multidimensional questionnaire and waist circumference (WC) was measured by the researcher.
According to WC criteria (≥80cm), the prevalence of central obesity was 47.5%. Bivariate analysis revealed that central obesity was significantly associated with these factors: age, energy intake, fat intake, cabohydrate intake, central obesity history, and parity. Based on logistic regresion analysis, the factor that was most closely associated with central obesity was fat intake (OR:9.492).
This study found that prevalence of central obesity in Ketug Village was still high. These findings suggest that contraception and balance nutrition may have important role against the higher odds of central obesity associated with over macronutrients and higher parity in rural society. Further studies are necessary to reveal the mechanisms behind this association
"
2015
S59704
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vega Fitria Mutiara Sari
"ABSTRAK
Sistem polder merupakan solusi terhadap banjir di daerah perkotaan dimana elevasi muka tanah lebih rendah dari pada elevasi muka air di badan air penerima. Efektifitas dari elemen berupa tanggul penahan limpasan air; sungai/ kanal; waduk; saluran internal; dan pompa sangat mempengaruhi kinerja suatu sistem polder dalam mengendalikan elevasi muka air di dalam sistem. Permasalahan banjir yang selalu terjadi di Jakarta setiap tahun sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian menjadi latar belakang dilakukan kajian dalam penulisan ini. Wilayah utara Jakarta dibagi menjadi 43 sistem polder salah satunya adalah Polder Muara Angke. Studi ini secara khusus membahas mengenai evaluasi sistem polder Muara Angke yang terletak di pesisir Jakarta. Untuk menuntaskan masalah banjir di Polder Muara Angke perlu dievaluasi kinerja sistem polder sebagai satu kesatuan dari elemen-elemen pengendali banjir. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji sistem Polder Muara Angke eksisting; menganalisis banjir rencana; mengevaluasi kinerja sistem dalam mengendalikan banjir rencana akibat hujan lokak; serta membuat dan memetakan usulan perbaikan sistem. Luas catchment area Polder Muara Angke adalah 1,46 km2 . Data hujan harian dari stasiun hujan Kemayoran digunakan untuk menghitung hujan rencana dan debit banjir rencana. Pemodelan banjir rencana menggunakan Model Win TR 55. Evaluasi sistem polder dilakukan dengan membandingkan kapasitas saluran, kapasitas pompa, dan kapasitas kolam detensi dengan debit banjir rencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas saluran drianase untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun masing-masing sebesar 100%, 98.47%, 90.04%, 83.18%, dan 70.54%. Sedangkan efektivitas pompa dan kolam detensi  untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, dan 50 tahun masing-masing adalah sebesar 84.13%, 56.14%, 46.14%, 37.84%, dan 33.43%. Oleh karena itu, banjir akibat hujan lokal di wilayah Muara Angke disebabkan oleh rendahnya efektivitas pompa dan kolam detensi. Analisis hidroekonomi menunjukkan bahwa usulan yang paling optimum untuk perbaikan/ peningkatan efektivitas pompa yaitu dengan menambah kapasitas pompa yang ada di Polder Muara Angke total sebesar 15.55 m3/det yang dapat mengakomodir debit banjir rencana periode ulang 10 tahun.

ABSTRACT
Polder system is a solution for flooding in urban areas where the ground level is lower than the water level of the receiving water body. The effectiveness of the elements such as dike, river channel, pond, drainage canal, and pump station greatly affect the performance of a polder system in controlling water level inside the system.  The flood problems that always occur in Jakarta caused damages and losses are the background to conduct an evaluation presented in this paper. Jakarta is the capital city of Indonesia, where the northern part of Jakarta is divided into 43 polder systems and one of them is Muara Angke Polder. This study specifically addresses the Muara Angke Polder system performance. Solving the problem of flood in Muara Angke area should be based on the performance of the existing polder system as one of the flood control elements. This study emphasizes on evaluating the existing Muara Angke Polder system in controlling the flooding. Muara Angke polder catchment area is around 1.46 km2. Daily rainfall data from Kemayoran Station is used to estimate the design flood. Using WinTR-55 model, the performance of polder system is evaluated by comparing the capacity of existing drainage canal, pump and pond to the design flood. The result shows that drainage canal effectiveness for each  return periode of  2, 5, 10, 25, and 50 year is 100%, 98.47%, 90.04%, 83.18%, dan 70.54%. While pump and pond effectiveness for each  return period of  2, 5, 10, 25, and 50 year is 84.13%, 56.14%, 46.14%, 37.84%, dan 33.43%. Therefore, flooding from rainfall runoff in Muara Angke is caused by low pump and pond effectiveness. Hydroeconomy analysis shows that the most optimum proposed improvement in the effectiveness of the polder system is by adding a total pump capacity of 15.55 m3 /s which can accommodate the design flood for 10 year return period.
"
2019
T52732
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aida Faiz Mutiara Sari
"Kecamatan Duren Sawit merupakan kecamatan yang memiliki kasus positif virus COVID-19 terbanyak dan terhitung sampai saat ini. Hal ini menjadikan penduduk yang tinggal di dalamnya perlu memperhatikan pergerakannya ketika beraktivitas di luar tempat tinggalnya, termasuk dalam kegiatan berbelanja kebutuhan pangan. Dalam memilih lokasi belanja kebutuhan pangannya, penduduk memiliki pilihan tersendiri termasuk yang berkaitan dengan pencegahan penularan virus COVID-19 yang masih mewabah. Penetapan pilihan tersebut merupakan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen dalam menghadapi pandemi COVID-19 sebagai hambatan dalam pemilihan lokasi belanja kebutuhan pangan berdasarkan karakteristik konsumennya, dan menganalisis perilaku keruangan yang terbentuk ketika berbelanja di lokasi belanja pilihannya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan observasi lapangan dan wawancara mendalam melalui teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa preferensi konsumen berdasarkan karakteristik dan motivasinya, cenderung untuk memilih pasar tradisional sebagai lokasi belanja kebutuhan pangan sayur dan buah karena seringnya konsumen berbelanja di lokasi belanja pilihannya tersebut. Serta perilaku keruangan yang terbentuk dalam menghadapi ancaman terpaparnya virus COVID-19 yang mewabah dalam kegiatan berbelanja di lokasi belanja pilihannya tersebut antara lain adalah dengan berbelanja di bagian luar pasar, berbelanja dengan durasi waktu yang lebih cepat dari biasanya, dan berbelanja di waktu-waktu tertentu yang mereka anggap tidak ramai oleh pengunjung.

Duren Sawit District is a district that has the most positive cases of the COVID-19 virus and has been counted to date. This makes the residents who live there need to pay attention to their movements when doing activities outside their house, including shopping for food needs. In choosing locations for their food needs, residents have their own choices, including those related to preventing the spread of the COVID-19 virus. Determining the choice is a decision-making process. This study aims to determine consumer preferences in dealing with the COVID-19 pandemic as a barrier in choosing location for food needs based on consumer characteristics, and to analyze the spatial behavior that is formed when shopping at their preferred shopping locations. This study used qualitative methods with field observations and in-depth interviews through purposive sampling techniques. The results of this study explain that consumer preferences based on their characteristics and motivation tend to choose traditional markets as the location for shopping for their vegetable and fruit food needs because consumers often shop at their preferred shopping locations. As well as spatial behavior that is formed in facing the threat of exposure to the COVID-19 virus in shopping activities at the shopping location that chosen before, there are including shopping outside the market, shopping with a shorter time than usual, and shopping at certain times that they consider not crowded with visitors."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library