Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yose Rizal
Depok: Universitas Indonesia, 2010
S33096
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yose Rizal
"Berbagai paket deregulasi di sektor keuangan yang digelarkan pemerintah secara langsung telah mengubah peta persaingan bisnis perbankan di Indonesia pada umumnya dan khususnya Bank BNI. Hal ini terutama ditunjukkan oleh penurunan porsi giro, tabungan, deposito dan kredit yang dihimpun/diberikan, baik di kelompok bank pemerintah umumnya dan khususnya pada Bank BNI, terhadap rata-rata lain. Untuk itu diperlukan manuver-manuver baru pada bank dalan marketing mix, salah satunya adalah dalam bentuk pricing strategy yang sesuai dengan kondisi inmte rn perusahaan dan kondisi ekstern yang dihadapi . Tujuan penulis dalam skripsi ini adalah untuk nengetahui strategi harga yang digunakan Bank BNI dewasa ini, terutama dalam penetapan Base Lending Rate untuk produk kreditnya serta mengevaluasi seberapa jauh pricing strategy tersebut sesuai dengan kondisi bank BNI sendiri (kekuatan dan kelemahannya ) maupun dengan pola persaingannyang dihadapinya ( dalam bentuk aneaman dan kesempatan yang tersedia) . Metode penelitian yang diguoakan adalah dalam bentuk common size analysis dari berbagai rasio keuangan yang relevan dan msnilai pengaruhnya atas lima faktor yang mempengaruhi strategi penetapan harga kredit bank, yaitu tujuan perusahaan ; faktor peraaingan atau posisi pasar faktor biaya; faktor permintaan (target market); resiko; dan required profit margin (spread) . faktor Sebagai pembaoding, data industri yang penulis gunakan meliputi data rata-rata dari 6 bank pemerintah , 31 bank swsata oasional, dan 11 bank asing/ campuran. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Bank BNI menggunakan FULL COST PRICING dalan pricing strategynya dengan formula sebagai berikut Base lending rate = {(COP + PC + Risk + Spread}) * (l+T) dimana, COP = Cost of fund PC = Processing cost . T = Efective taxe rate . Penerapan pricing method tersebut secara teoritis akan menghasilkan harga yang relatif tinggi dari yang dihasilkan oish cost based pricing method lainnYB . Beberapa faktor yang dapat membenarkan penggunaan pricing method tersebut di Bank BNI adalah ; -Memiliki market share yang relatif lebih besar dari ratarata bank lain baik dalam asset, liabilities, maupun modal. -Efisiensi biaya bunga dan processing cost yang relatif lebih tinggi dari rata-rata bank lain. Tingginya efisiensi biaya dana di bank ini terutama disebabkan oleh kecilnya porsi dana masyarakat - meliputi giro, tabungan , dan deposito dari total interest bearing fund yang dihimpun bank ini di bandingkan rata-rata bank lain. Sedangkan rendahnya processing cost di Bank BNI disebabkan economies of scale yang dicapai melalui besarnya share bank ini baik di sisi asset, liabilities maupun modalnya d ibandingkan rata-rata bank lain. -Menentukan required spread yang relatif lebih rendah dari rata-rata bank lain. -Dan sebagai "pintu terakhir" dalam usaha untuk mengurangi fleksibilitas harga dari para nasabahnya, Bank BNI selalu berusaha untuk memberikan non -benefit price dalam berbagai bentuk. Dalm hal ini Bank BNI cenderung memfokuskan pada wholesale customer. -Dalam pengukuran resiko ysng dibebankan dalsm base lending ratenya, Bank BNI mengukurnya dalam bentuk estimasi industry risk yang dibedakan dalam 6 sektor ekonomi, yaitu pertanian, manufaktur, lainnya."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1992
S18404
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yose Rizal
"Keburukan proteksi kiranya merupakan suatu topik hangat yang menjadi bahasan penting dalam subyek ekonomi intemasional. Dalam berbagai buku teks ekonomi intemasional, telah dibahas bagaimana kerugian yang ditanggung oleh perekonomian akibat diberlakukannya proteksi. Walaupun begitu pada prakteknya, proteksi masih diterapkan pada berbagai bidang dan tingkat industri dalam suatu perekonomian. Proteksi masih dianggap sebagai suatu "vitamin" yang bermanfaat bagi perkembangan suatu industri. Untuk itulah diperlukan suatu pengukuran yang dapat mengestimasi sampai jauh mana kerugian yang disebabkan oleh adanya proteksi. Sehingga dengan begitu kebijaksanaan tersebut dapat dievaluasi manfaat dan kerugiannya. Tulisan ini mencoba mengetengahkan suatu cara pengukuran kerugian atau biaya akibat proteksi. Kemudian metode tersebut digunakan untuk mengukur biaya akibat proteksi yang diterapkan pada industri kendaraan bermotor di Indonesia. Industri kendaraan bermotor Indonesia merupakan salah satu industri yang mempunyai tingkat proteksi sangat tinggi. Dengan tingkat proteksi efektif yang mencapai 600%, maka kendaraan bermotor di Indonesiapun mempunyai harga yang tertinggi. Berbagai distorsi pasarpun timbul dan menyebabkan industri ini menjadi tidak efisien. Proteksi juga mendorong industri ini mempunyai bentuk pasar yang bersifat oligopolistik dengan tingkat konsentrasi yang tinggi, serta peranan produsen yang sangat besar dalam menentukan tingkat harga dan produksi. Sehingga para produsenpun cenderung untuk tidak berproduksi pada tingkat produksi yang optimal. Pengukuran biaya proteksi pada industri kendaraan bermotor ini menggunakan metodologi yang dibangun oleh Gary Hufbauer dan Kimberly Ann Elliott. Dasar dari model ini adalah analisa keseimbangan parsial dari kebijaksanaan proteksi. Analisa dasar ini dikembangkan sehingga dapat dipergunakan sebagai model matematis untuk menghintung biaya proteksi (computable model). Model ini mempunyai beberapa asumsi. Yang patut diperhatikan adalah asumsi mengenai pasar yang berbentuk persaingan sempurna, small country assumption, komoditi impor yang bukan substitusi sempuma dari komoditi domestik, serta analisa yang bersifat statik. Untuk dipergunakan dalam menghitung biaya proteksi di industri kendaraan bermotor Indonesia, model ini dikembangkan agar lebih sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk itu salah satu asumsinya dilepaskan, yaitu asumsi mengenai pasar yang berbentuk persaingan sempuma. Sehingga model tadi dikembangkan untuk memperlihatkan pengaruh dari pasar yang bersifat oligopolistik, karena lebih mencerminkan kondisi industri tersebut. Ternyata proteksi yang tinggi pada industri kendaraan bermotor membawa kerugian yang cukup besar bagi perekonomian. Yang paling banyak menanggung kerugiannya adalah konsumen kendaraan bellnotor itu sendiri yang hams membayar sangat mahal untuk mendapatkan sebuah kendaraan bermotor. Sementara produsenpun berproduksi pada tingkat yang sangat tidak efisien. Sehingga secara keseluruhan terdapat kemgian yang cukup besar bagi perekonomian, mencapai 8,43%-9,25% dari nilai total produksi kendaraan bermotor pada tahun 1995. Sehingga dapat dikatakan bahwa proteksi yang selama ini diterapkan di industri ini membawa biaya yang besar bagi perekonomian, sehingga selayaknya proteksi ini dihapuskan agar industri kendaraan beunotor Indonesia dapat berkembang dan memberikan manfaat."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1996
S19155
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yose Rizal
"Tujuan penelitian ini adalah:
  1. Mengenalkan pembuatan konstruksi kapal laminasi
  2. Meneliti kelebihan dari kapal ikan Tuna Long Line 60 GT dengan konstruksi kayu laminasi produk dalam negeri
Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi pustaka dan peninjauan lapangan sebagai bahan perbandingan."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1996
S36587
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library