Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 437 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lalu Muhamad Iqbal
"Keterlibatan Indonesia di Timor Timur secara de facto berlangsung sejak tahun 1974 hingga tahun 1999. Namun demikian, periode tersebut bukanlah periode dengan pola kebijakan dan pengambilan kebijakan luar negeri yang konsisten serta teratur. Sekurangnya terdapat lima periode panting dalam kebijakan luar negeri Indonesia terhadap masalah Timor Timur yang memperlihatkan iregularitas serta inkonsistensi dalam pola pengambilan kebijakan serta kebijakan yang dihasilkannya. Periode tersebut adalah periode tahun 1974-1983, 1983-1989, 1989-1991, 1991-1997 serta 1997- 1999. lregularitas yang terjadi pada tiap periode tersebutlah yang menjadi concern dari penelitian ini.
Penelitian ini berusaha untuk mencari jawaban mengenai faktor apakah yang secara dominan mempengaruhi iregularitas tersebut. Diajukannya military industrial complex sebagai unit eksplanasi untuk menjawab pertanyaan tersebut, terutama didasari pertimbangan bahwa belum ada peneliti Iainnya yang melihat persoalan Timor Timur dari sudut tersebut, disamping karena military industrial complex menjanjikan sebuah jawaban yang lebih komprehensif, yang banyak melibatkan story behind the story, bagi persoalan tersebut.
Eksplanasi di dalam penelitian ini diiakukan dengan mengajukan tiga pertanyaan dasar yaitu "siapa(kah)" yang termasuk dalam unsur military
industrial complex, "apa(kah)" kepentingan dari unsur-unsurnya tersebut, dan dengan cara "bagaimana(kah)" unsur-unsur tersebut mempengaruhi proses pembuatan kebijakan luar negeri indonesia dalam masalah Timor Timur?
Sumber yang digunakan dalam peneiitian ini adalah sumber-sumber primer, yaitu wawancara langsung dengan tokoh-tokoh dari berbagai kelompok yang terlibat dalam masalah Timor Timur serta menyaksikan langsung berbagai konstalasi politik yang terjadi di Timor Timur terutama selama periode Juli sampai dengan September 1999, sebeium hingga setelah pelaksanaan jajak pendapat. Sementara itu sumber-sumber sekunder diperoleh dari berbagai buku, majalah, jurnal, dan koran. Untuk menjaga aktualita data, penulis juga banyak menggunakan data-data dari berbagai situs intemet terutama yang berkaitan arm transfer baik kualitas maupun kuantitasnya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T3112
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Wulandari Mardyastuti
"ABSTRAK
Kondisi fisik dan mental para pekeija dipengaruhi oleh kehidupan dalam organisasi tempat orang tersebut bekerja, karena sepertiga dari waktu mereka dalam sehari dihabiskan di tempat kerja Kehidupan dalam organisasi diciptakan oleh pihak manajemen dengan membentuk iklim organisasi yang diharap dapat membantu mewujudkan tujuan perusahaan. Sementara itu, melalui organisasi, para anggota berusaha memenuhi tujuan pribadinya. Apabila organisasi dapat memuaskan tujuan pribadi anggotanya, maka akan tercipta kepuasan kerja karyawan. Untuk menyempitkan permasalahan dan memfokuskan penelitian, dilakukan studi kasus pada PT Bahana TCW Investment Management. Tulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT Bahana TCW Investment Management. Dari kajian yang dilakukan diharapkan dapat diketahui gambaran umum mengenai iklim organisasi dan kepuasan kerja di perusahaan tersebut, serta pengaruhnya. Untuk mencapai tujuan penelitian, ditempuh pendekatan kuantitatif dengan berupaya melakukan pengamatan dimana indikator-indikator variabel adalah jawaban-jawaban pekeija terhadap pertanyaan yang diberikan melalui angket. Untuk mengukur kepuasan kerja digunakan angket yang sudah sangat terkenal, yaitu Minnesota Job Salisfaction Ouestionnaire (MSQ), sedangkan untuk mengukur iklim organisasi digunakan angket Organizational Climate Description Ouestionnaire (OCDQ). Berdasarkan analisa data dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi dinilai baik oleh para karyawan, dan karyawan merasakan kepuasan kerja; hal ini juga terbukti dari terdapatnya pengaruh yang kuat dari iklim organisasi terhadap kepuasan kerja pada PT Bahana TCW Investment Management. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik sebuah kesimpulan umum, bahwa semakin baik iklim organisasi dinilai oleh anggotanya, maka akan semakin tinggi pula kepuasan kerja yang dirasakan oleh anggotanya."
2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Mearlysha Aninda Rahmatyana
"Fenomena gelombang Hallyu atau budaya pop Korea Selatan telah muncul secara global sejak akhir 1990-an. Saat itu, penggemar hanya terbiasa untuk mengkonsumsi produk yang diberikan oleh produsen. Seiring berkembangnya zaman, kini para penggemar K-pop tidak hanya mengkonsumsi produk-produk yang disediakan oleh produsennya saja. Sebaliknya, penggemar dapat secara aktif berinteraksi, berpartisipasi, dan menjadi produser dalam fandom K-pop dengan adanya Participatory Culture. Namun, konten audio-visual yang dibuat oleh penggemar di media sosial seringkali mengandung konten imajinasi yang dapat menyebabkan perilaku fanatic dan delusional terhadap idola K-pop. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk memahami konsep teori Online Disinhibition Suler (2004), yang menjelaskan bagaimana konten audio-visual memungkinkan terjadinya perilaku delusi dan fanatik penggemar K-pop Indonesia di dunia maya, melalui dissociative anonymity, invisibility, solipsistic introjection, dan minimization of status and authority. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, observasi di media sosial, dan pengumpulan data sekunder yang akan digunakan untuk menganalisis perilaku fanatic dan delusi penggemar K-pop di Indonesia dengan menggunakan teori Online Disinhibition, melalui konten visual imajinasi dan fiktif yang mereka buat di sosial media.

The phenomenon of the Hallyu wave or South Korean pop culture has emerged globally since the late 1990s. Back then, fans used to consume the product given by the producer. As time evolves, nowadays, K-pop fans do not only consume the products provided by the producer. Instead, fans can actively interact, participate and become the producer within the K-pop fandom with the existence of participatory culture. However, the visual content created by fans on social media often contains imaginary content that might cause fanatic and delusional behavior towards the K-pop idols. Therefore, this paper aims to understand the concept of Suler’s online disinhibition (2004) theory, explaining how visual content enables fanatic and delusional behavior of Indonesian K-pop fans in cyberspace through dissociative anonymity, invisibility, solipsistic introjection, and minimization of status and authority. This study uses qualitative methods, observation on social media, and secondary data collection that will be used to analyze the fanatic and delusional behavior of K-pop fans in Indonesia using the online disinhibition theory through the imaginary and fictive visual content they created in social media. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Jurika Juvensia
"ABSTRAK
Penelitian ini merupakan sebuah studi terhadap perilaku konsumen. Latar belakang masalah penelitian ini adalah adanya gejala bahwa telepon seluler (ponsel) menjadi sebuah alat yang digunakan oleh banyak orang dari berbagai lapisan. Kecepatan perkembangan teknologi ponsel diikuti dengan munculnya produkproduk ponsel yang memiliki fitur-fitur baru dan canggih. Seorang konsumen dapat melakukan banyak hal hanya dengan satu alat saja, yaitu ponsel. Perkembangan kemampuan ponsel disikapi oleh konsumen di Indonesia dengan membeli dan menggunakan ponsel. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertama, faktor-faktor apakah yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian telepon seluler yang memiliki fitur multifungsi. Pertanyaan kedua adalah bagaimanakah karakteristik konsumen yang membeli dan menggunakan telepon seluler yang memiliki fitur multifungsi. Pertanyaan penelitian yang ketiga adalah bagaimanakah konsumen memanfaatkan fitur-fitur yang ada dalam sebuah telepon seluler. Tujuan dari penelitian adalah menemukan jawaban atas ketiga pertanyaan penelitian tersebut. Kerangka pemikiran yang dijadikan acuan adalah kerangka pemikiran perilaku konsumen. Tiga aspek penting dalam psikologi perilaku konsumen adalah motivasi, pembelajaran, dan sikap. Difusi dan inovasi juga dijelaskan karena ponsel adalah salah satu contoh dari difusi dan inovasi. Teknologi telepon seluler dan fitur-fitur yang ada dalam sebuah ponsel dipaparkan secara lengkap dalam kerangka pemikiran. Istilah-istilah dalam bidang teknologi ponsel dijelaskan pengertiannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk membantu membangun pemahaman yang lebih baik tentang mengapa individu bertindak seperti yang mereka lakukan. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian eksplanatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Penulis juga melakukan survei untuk melengkapi wawancara kualitatif. Media yang dipilih untuk melakukan survei adalah internet. Unit analisa dalam penelitian ini adalah pengguna telepon seluler di Indonesia pada tahun 2003. Survei dilakukan terhadap para anggota mailirig list. Penulis memilih mailing list Indocell dan Palm-Indo. Survei dan wawancara mendalam dilakukan menggunakan electronic mail. Hasil penelitian yang didapat dari hasil wawancara mendalam dan survei menjawab permasalahan penelitian. Sikap konsumen sebelum, ketika, dan sesudah membeli ponsel dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam dan luar diri konsumen. Gaya hidup adalah salah satu faktor dari dalam diri konsumen yang turut mempengaruhi perilaku pembelian. Faktor lainnya dalam diri konsumen adalah motivasi, pembelajaran, dan sikap. Konsumen melewati tahap-tahap tertentu dalam proses pembelian ponsel. Tahap dimulai dengan pengenalan masalah atau kebutuhan akan ponsel. Konsumen telah menganggap ponsel sebagai sebuah kebutuhan yang penting. Tahap pencarian informasi dilakukan melalui sarana internet, koran, majalah, atau informasi dari orang lain. Setelah melalui tahapan evaluasi keputusan, konsumen membuat keputusan pembelian. Pembelian ponsel diikuti dengan penggunaan yang dapat diketahui dari penggunaan fitur-fitur yang ada dalam ponsel."
2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gabrielle Clara Irawati Soedarmawan
"Kebun Binatang Ragunan Jakarta sebagai kebun binatang pertama dan terbesar di Indonesia senantiasa berupaya menjaga penampilan dirinya. Menjaga penampilan di sini dimaksudkan dalam arti yang sangat luas. Termasuk pula infrastruktur organisasi meski masih banyak terbentur pada hal-hal ofisial. Tentu saja demikian mengingat organisasi tersebut berada di bawah wewenang Pemerintah DKI Jakarta sebagai Badan Pengelola (BP). Pada kapasitasnya, Kebun Binatang Ragunan seharusnya memiliki daya tarik yang relatif besar untuk berbagai kalangan maupun lapisan khalayak Indonesia. Atau dari sudut yang lain dapat dikatakan bahwa pangsa pasar potensial (hot prospect) Kebun Binatang Ragunan adalah sangat besar. Namun pada kenyataan angka-angka statistik yang berhasil dikumpulkan oleh Kebun Binatang Ragunan, terlihat bahwa potensi tersebut dan kenyataannya belum seimbang. Usaha-usaha untuk memperkecil ketimpangan angka statistik tersebut boleh dikatakan cukup aktif dan gencar. Sisi inilah yang ingin diangkat dalam penelitian ini. Dengan menggunakan teori persepsi yang dikemukakan David A. Raker dan John G. Myers, penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana persepsi pengunjung dalam menanggapi usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak Kebun Binatang Ragunan, khususnya Bagian Bina Program dan Promosi. Metodologi yang dipilih untuk merealisasikan hal ini adalah survey sampel yang dilakukan dengan menggunakan accidental sampling pada 100 orang responden yang ditemui peneliti di lokasi (Kebun Binatang Ragunan). Ditambah dengan wawancara dengan beberapa nara sumber dari Badan Pengelola Kebun Binatang Ragunan, semua data kuantitatif dari lapangan dirangkum menjadi sate dengan data kualitatif. Dalam penelitian deskriptif ini, diharapkan diperoleh gambaran tentang usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak Kebun Binatang Ragunan dalam meningkatkan jumlah pengunjungnya sekaligus persepsi pengunjung terhadap usaha-usaha tersebut. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pada tingkat Perhatian dan Penafsiran pengunjung terhadap Kebun Binatang Ragunan relatif tinggi, sementara pada tahapan Pengetahuan lebih rendah dibanding dua tahapan yang pertama."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1994
S4166
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dotty Rahmatiasih
"Dalam beberapa tahun ini, sejak awal tahun 2001 hingga tahun 2003 di berbagai media massa tersiar berita mengenai masalah terhambatnya proses belajar mengajar di beberapa wilayah di Indonesia. Keterhambatan itu sebagian besar terjadi karena adanya kerusakan infrastruktur dan tidak tersedianya sarana yang memadai pada sekolah-sekolah di wilayah tersebut. Berkaitan dengan hal itu, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mengambil suatu langkah melalui pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat agar ikut berperan aktif membantu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, terutama di wilayahnya masing-masing. Dalam rangka mensosialisasikan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, Dirjen Dikdasmen melaksanakan "Program Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan." Program tersebut merupakan program pemasaran sosial yang dilakukan melalui iklan layanan masyarakat yang ditayangkan di stasiun televisi nasional pada bulan Oktober 2002 sampai dengan Januari 2003. Tujuan dan pelaksanaan "Program Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan". adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat agar ikut berperan aktif bergabung dengan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. Setelah dilakukan wawancara dan survey penelitian, hasil analisis data penelitian dengan menggunakan regresi linear berganda menunjukkan bahwa iklan layanan masyarakat Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah berpengaruh pada kognitif dan afektif khalayak (dalam hal ini responden penelitian), namun tidak berpengaruh pada konatif khalayak. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S4198
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ginting, Amelia
"Semakin ketatnya persaingan antar perusahaan jasa telekomunikasi belakangan ini secara langsung meningkatkan peran promosi bagi setiap perusahaan. Peran promosi yang efektif akan dapat menciptakan komunikasi antara perusahaan dan konsumennya. Strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh PT Telkom adalah komunikasi terpadu yang diterapkan ke dalam acara New Telkomania, yang diharapkan akan meningkatkan citra PT Telkom yang lebih balk di masyarakat. Dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif (penyebaran kuesioner, wawancara, observasi langsung dan didukung oleh data sekunder), penulis menganalisa seberapa besar hubungan efektifitas acara New Telkomania terhadap citra (image) PT Telkom melalui pendekatan Komunikasi Pemasaran. Dengan menggunakan sampel non probabilitas , peneliti hanya bisa menyimpulkan hasil uji hipotesa hanya ke dalam seratus (100) responden yang ditelitinya saja. Hal ini dikarenakan oleh keterbatasan peneliti dalam berbagai hal. Hasil uji tersebut hanya memberikan gambaran kecenderungan akan hubungan kefeektifan acara dengan peningkatan citra PT Telkom. Secara deskriptif penulis memaparkan pada dasarnya acara New Telkomania ini dapat menyampaikan informasi produk atau layanan Telkom dan dipercaya akan objektifitas dan kejujuran narasumber yang ada dalam acara ini, tetapi acara ini cenderung kurang menarik di mata responden. Dengan strategi komunikasinya, MPR dapat memberikan nilai lebih pada pesan-pesan yang disampaikan untuk mempromosikan kredibilitas produk/layanan. Berkaitan dengan acara New Telkomania, informasi tentang produk/layanan Telkom diterima jelas oleh para responden dan tingkat kepercayaan mereka terhadap produk/Iayanan cenderung tinggi. Mereka juga percaya bahwa PT Telkom cukup ahli dalam memproduksi produk dan Iayanannya yang berkualitas dengan daya saing yang tinggi. Dengan kepercayaan responden terhadap kredibilitas produk/layanan diharapkan dapat meningkatkan citra perusahaannya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S4315
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aji Sarsanto
"Dalam industri penerbangan, citra memegang peranan penting untuk keberhasilan usaha. Semakin bagus citra suatu perusahaan penerbangan, semakin besar kesempatannya untuk mendapatkan penumpang berkualitas tinggi. Kualitas penumpang ini pada gilirannya memungkinkan perusahaan penerbangan memperoleh pendapatan yang meningkat. Karena semakin tinggi citra perusahaan, semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan simpati publik. Simpati publik diperoleh melalui persepsi. Untuk mencapai taraf citra seperti itu, kualitas Iayanan harus ditingkatkan untuk mencapai sasaran. Sekalipun demikian, peningkatan kualitas layanan tidak otomatis menigkatkan citra. Apalagi bila citra negatif sudah terlanjur tertanam dalam benak masyarakat. Tujuan utama penelitian ini adalah Melihat dan mengetahui serta menganalisis persepsi pengguna jasa penerbangan apakah yang muncul akibat menurunnya kualitas pelayanan jasa penerbangan Garuda. Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubunganhubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Pengertian citra sangat abstrak dan tidak dapat diukur secara matematis, tetapi wujudnya bias dirasakan dari hash penilaian baik atau buruk, seperti penerimaan dan tanggapan baik positif atau negatif yang khususnya datang dari publik (khalayak sasaran) dan masyarakat luas pada umumnya. Citra juga dapat diartikan sebagai "kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan" yang akan melekat pada suatu perusahaan.Hasil dari dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap citra adalah baik.

In air transport industry, image hold important role for success of effort. Progressively nicely image an airline, ever greater opportunity to get high passenger with quality. This passenger quality in turn enable airline obtain earnings which mounting. Because company image excelsior, ever greater also opportunity to get public sympathy. Public sympathy obtained through perception. To reach image level like that, quality of service have to be improved to reach target. Even if that way, make-up of service quality not automatically improving image. More than anything else if negative image have planted in society brain. Especial target this research is to get the picture of public perception external to image PT. Garuda Indonesia. Perception is experience concerning object, obtained relation or event concluded information and interpret message. Understanding of abstraction itself image and imponderable mathematically, but the form can felt from ugly or good assessment result, like negative or positive good comments and acceptance which specially come from public (public target) and wide society at generally. Image also can be interpreted as "impression which arising from understanding will a fact" to stick at one particular company. Result from this research indicate that perception to image is good.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S4318
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pasaribu, Deborah Imelda
"Universitas Indonesia (UI) sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki kekuatan moral dalam mendidik manusia Indonesia (mahasiswanya), dituntut untuk selalu siap dalam menghadapi perubahan zaman. Salah satunya perubahan status UI menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN), yang memberi konsekuensi perubahan mendasar di segala bidang. Dalam menginformasikan perubahan yang mendasar ini, perlu adanya suatu badan Kehumasan yang dapat mengkomunikasikan segala bentuk informasi, baik itu dalam bentuk pertukaran fakta, pandangan dan gagasan antara UI dengan masyarakatnya. Adapun tujuan dan pembentukan Humas dianggap penting karena praktisi Humas dapat menciptakan sistem komunikasi dan informasi yang terpola dan terpadu dalam publik internal dan atau eksternal UI, membentuk dan memelihara citra UI sebagai universitas yang positif di mata publik. Fungsi dan peran Humas UI dalam hal ini diharapkan mampu memberi kontribusi strategi komunikasi yang efektif untuk membantu Pimpinan Universitas dalam pencapaian tujuan universitas. Agar humas universitas itu sendiri dapat berjalan dengan baik dalam menyamakan persepsi publik, perlu dikaji terlebih dahulu bagaimana tanggapan publik atas keberadaan humas. Berangkat dari tanggapan yang diberikan publik internal universitas maka dapat dideskripsikan bagaimana pengetahuan tentang humas, pendapat dan harapan atas keberadaan divisi humas dalam universitas dan bagaimana hubungan antar variabel tersebut diatas. Yang ingin dicapai pada penelitian yang mengg-unakan pendekatan eksplanatif kuantitatif ini adalah untuk mengetahui serta dapat menggambarkan sejauh apa tingkat pengetahuan publik internal tentang humas secara umum dan bagaimana tingkat pendapat dan harapan mereka terhadap fungsi dan peran Humas UI, serta korelasi diantaranya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh individu yang termasuk dalam publik internal UI, dengan sampel yang diambil adalah publik internal pada Rektorat, FISIP dan Fakultas Teknik, jumlah responden yaitu 60 orang. Dengan 5 dimensi pada operasionalisasi konsep, indikator-indikator pertanyaan pada kuesioner yang disebar pengukurannya menggunakan skala Likert-Interval, dimana tingkat pengetahuan menggunakan kategori jawaban Sangat Tidak Tahu hingga Sangat Tahu, tingkat pendapat menggunakan kategori jawaban Buruk hingga Sangat Baik, dan tingkat harapan menggunakan kategori jawaban Tidak Setuju hingga Sangat Setuju. Variabel independennya masing-masing Profil Responden dan Tingkat Pengetahuan tentang humas secara umum, variabel dependennya masing-masing Tingkat Pendapat dan Tingkat Harapan terhadap Fungsi dan Peran Humas UI. Pengolahan data analisa univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan teknik analisis Descriptive-Frequency, Pearson's Correlations dan Compare Means — ANOVA. Hasil dan pengolahan data tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif dengan arah kekuatan hubungan Cukup Kuat antara pengetahuan publik internal tentang humas secara umum dengan harapan mereka terhadap fungsi dan peran Humas UT. Berdasarkan fungsi dan peranannya di UI, diketahui bahwa sebagian besar publik internal UI berpendapat Humas UI pada kategori penilaian "BIASA" dengan kata lain, pendapat publik internal terhadap Humas UI berada path level sedang (tidak rendah, juga tidak tinggi). Publik internal memberi penilaian yang paling dianggap baik terhadap fungsi dan peran Humas UI sejauh ini adalah kegiatan publikasi seperti pameran pendidikan, sponsorship yang telah dilakukan, dimana rata-rata menjawab dengan kategori BAIK. Sementara, pendapat berupa penilaian yang paling rendah terhadap kegiatan humas di UI oleh publik internal adalah kegiatan yang berhubungan dengan penanganan krisis komunikasi internal, kegiatan membangun identitas UI status BHMN dilingkungan internal yang dianggap belum merata dan belum adanya kegiatan yang berhubungan dengan dialog kepada publik internal UI. Hasil analisa difference juga menunjukkan adanya perbedaan pada kelompok jenis kelamin dan latar belakang pendidikan atas harapan mereka terhadap fungsi dan peran Humas UI. Dari hasil interpretasi data berdasarkan analisis SPSS juga terlihat bahwa harapan yang memiki tingkat kesetujuan yang paling tinggi adalah harapan publik internal (Rektorat, FISIP dan Fakultas Teknik) agar Humas UI mempunyai fungsi dan berperan lebih besar dalam menjalankan kegiatan komunikasi, yaitu sebagi media informasi dan komunikasi, membentuk citra positif universitas, dan membangun identitas UT berstatus BHMN baik dilingkungan dalam maupun luar universitas."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S4322
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astari Kemala
"Komunikasi merupakan bagian mendasar dalam kehidupan, tak terkecuali bagi sebuah perusahaan. Perkembangan teknologi komunikasi yang demikian pesatnya mengantarkan masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan modern dengan memanfaatkan alat komunikasi canggih berupa telepon selular. Dampak dari ponsel ini adalah tumbuhnya perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bisnis selular dan mengklaim dirinya sebagai provider atau perusahaan penyelenggara jasa untuk pengguna ponsel. Setiap perusahaan memiliki komitmen untuk memberikan produk dan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya. Manajemen perusahaan khususnya PR memegang peranan penting dalam menjalin hubungan baik antara perusahaan dengan publik. Bentuk pelaksanaan kegiatan yang dijalankan oleh PR dalam berhubungan dengan khalayak sasarannya yaitu pelanggan adalah dengan menjalankan strategi komunikasi pemasaran, dimana tujuan akhirnya adalah untuk memperoleh citra positif perusahaan. Penilaian pelanggan merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh perusahaan. Studi mengenai proses pembelian sebagai awal untuk dapat mengetahui penilaian pelanggan terhadap citra perusahaan merupakan pedoman bagi perusahaan agar dapat menciptakan suatu proses pembelian dan program komunikasi yang efektif dan menarik bagi pelanggan. Dalam realitas, selain dirasakan kondisi yang menguntungkan bagi pelanggan, terkadang juga dijumpai keadaan yang tidak sesuai dengan harapan, mulai dari proses pembelian hingga kepada tahap dimana pelanggan telah menggunakan produk dan merasakan kualitas dan pelayanan dari perusahaan. Kondisi tersebut akan melahirkan penilaian terhadap keseluruhan kinerja perusahaan yang mengarah pada pembentukan citra perusahaan. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai penilaian pelanggan terhadap citra perusahaan, dengan terlebih mengetahui tentang proses pembelian pelanggan, dilanjutkan dengan upaya untuk mendapatkan informasi mengenai masalah atau kendala yang ditemui pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dimana para respondennya adalah pelanggan kartuHALO. Dad hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelian yang dilalui oleh pelanggan kartuHALO berjalan dengan cukup baik dimana pelanggan menjalani tahapan yang cukup mudah dalam proses pembelian serta merasakan kondisi yang cukup puas dalam memenuhi kebutuhan dan harapannya. Penilaian pelanggan juga menunjukkan hasil positif, dimana pelanggan memberikan penilaian cukup balk terhadap citra perusahaan yaitu PT Telkomsel. Dad penelitian ini diperoleh informasi adanya beberapa kendala atau masalah yang dirasakan oleh sejumlah kecil pelanggan berkaitan dengan produk dan pelayanan, yang harus segera ditindaklanjuti dan diatasi oleh perusahaan. Hasil penelitian ini tentunya merupakan masukan berharga bagi perusahaan untuk terus melakukan perubahan-perubahan ke arah kebaikan demi kepuasan pelanggan serta untuk kemajuan perusahaan sendiri di masa mendatang."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
S4325
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>