Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dita Ayu Suhari
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai analisis jejak pakai pada alat tulang dari situs Gua
Kidang, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui fungsi alat tulang situs Gua Kidang. Penelitian ini dimulai dari
kegiatan klasifikasi analitik dan klasifikasi taksonomik. Klasifikasi taksonomik
pada alat tulang situs Gua Kidang, menghasilkan tiga tipe alat, yaitu lancipan,
spatula, dan serut. Dari 290 alat tulang, 79 alat memperlihatkan adanya jejak
pakai, dan hanya 15 alat yang diamati dan direkam menggunakan mikroskop
stereo. Hasil pengamatan kemudian dibandingkan dengan penelitian para ahli
mengenai eksperimen dan analisis jejak pakai pada alat tulang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa alat tulang situs Gua Kidang digunakan untuk aktivitas
menusuk dan mengebor, menggali, mengikis dan menggosok, serta meraut.

ABSTRACT
In this thesis the results of use-wear analysis of bone tools assemblage from Gua
Kidang Site, Blora, Central Java, are presented. The aim of this study is to find
out the function of these bone tools. The research is started by classifying the
bone tools through analytic and taxonomic classifications. Result of taxonomic
classification shows that there are three types of bone tools: point, spatulae, and
scraper. From 290 bone tools, 79 of them showed use-wear traces, and 15 of them
are chosen to be examined and recorded with stereomicroscope. Use-wear traces
recorded from the examination are compared with those reported by experts from
their experiments and use-wear analysis on bone tools. Result shows that bone
tools of Gua Kidang site are probably used for piercing, boring, digging, scraping,
smoothing, and whittling."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S56326
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ridwan Arif Pambudi
"Bentang alam Karst Gunung Sewu merupakan bentang alam karst tropis yang telah mengalami karstifikasi lanjut. Tingginya porositas dan permeabilitas sekunder membuat keberadaan air permukaan sulit ditemukan. Namun demikian, di balik krisis air permukaan bentang alam Karst Gunung Sewu menyimpan potensi aliran air bawah tanah dan destinasi wisata minat khusus. Penelitian pola persebaran dan morfometri mulut gua di bentang alam Karst Gunung Sewu merupakan penelitian awal untuk mengungkap kedua potensi tersebut. Pola persebaran mulut gua di analisis menggunakan analisis tetangga terdekat dan analisis kelurusan. Morfometri mulut gua yang terdiri dari jenis, bentuk, dan ukuran mulut gua dibahas secara spasial deskriptif untuk mengetahui keterkaitannya terhadap struktur geologi dan imbuhan karst. Hasilnya, mulut gua vertikal dan horizontal memiliki pola persebaran mengelompok yang dipengaruhi oleh struktur geologi. Dibandingkan dengan pengaruh imbuhan karst, struktur geologi lebih dominan mempengaruhi bentuk dan ukuran pada mulut gua vertikal dan horizontal.

Gunung Sewu Karst Landscape is a tropical karst landscape that has advanced karstification. The high of secondary porosity and permeability make lack of surface water. However, in behind of surface water crisis, Gunung Sewu Karst Landscape has the potential of underground water and special interest tourism destination. This research is a preliminary study to reveal both of potency. The analytical method that used to determine of distribution pattern is nearest neighbour analysis and lineament analysis. Cave entrance morphometry that consists of type, shape, and measure is discussed in spatial descriptive to recognize of the relationship between cave morphometry with geological structure and karst recharge. The results of this research show that vertical and horizontal cave entrance has a clustered distribution pattern that affected by geological structure. Compared with karst recharge influence, geological structure is more dominant in influence the shape and size of the vertical and horizontal cave entrance.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rindy Gita Wahyuni
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai tipologi bentuk alat cangkang
Pelecypoda situs Gua Kidang, Blora, Jawa Tengah. Jumlah alat yang diteliti
dalam penelitian ini adalah 97 buah. Unit analisis yang digunakan dalam
pembentukan tipologi adalah jenis cangkang yang dimanfaatkan, bentuk alat,
bentuk tajaman, dan retus pengerjaan. Penelitian ini menghasilkan delapan tipe,
14 sub-tipe, dan 16 variasi alat. Selain itu, penelitian ini juga memperlihatkan
bahwa alat-alat cangkang Pelecypoda di situs Gua Kidang umumnya merupakan
alat-alat yang menunjukkan sedikit atau tidak adanya modifikasi berupa retus
setelah cangkangnya dipangkas untuk menghasilkan suatu bentuk tertentu
(expedient tools).

ABSTRACT
This thesis discusses about morphological types of Pelecypod shell tools
from Kidang Cave, Blora, Central Java. Total number of tools that are used in
this research are 97 pieces. Attributes which are used as the unit of analysis to
form the typology are shell habitat, shape of tool, shape of sharp edge, and
retouch. This research shows eight types, 14 sub-types, and 16 variations of
Pelecypod shell tools. Furthermore, this research also shows that Pelecypod shell
tools from Kidang Cave are generally expedient tools."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S55459
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nico Alamsyah
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang bentuk dan letak motif kuda pada Gua
Metanduno. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kaitan antara penggambaran
motif kuda dan keletakannya. Motif kuda diduga memiliki suatu konsep tertentu
di dalam penempatannya pada dinding Gua Metanduno. Penelitian ini diawali
dengan menganalisis motif kuda. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa
terdapat tiga bentuk penggambaran, yaitu tipis, sedang dan penuh. Motif-motif
kuda selanjutnya diplot pada dinding gua yang dibagi atas sisi kiri, belakang dan
kanan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya aspek pemilihan tempat
dalam meletakkan bentuk motif kuda di dalam Gua Metanduno.

ABSTRACT
This research focus on variations of horse motif based on its location in
Metanduno Cave. Research aims to see the relation between horse motif based on
its location in Metanduno Cave. Horse motifs thought to have a particular
concept in its placements on the wall of Metanduno Cave. This research begin by
analyzing the horse motif. Based on analysis, there are three form depiction, that
is thin, moderate, and full. The horse motif then plotted on the wall that is divided
on left side, behind and to the right. The result of this research show that there is
electoral aspects of putting a horse motif in the shape of Cave Metanduno."
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S53972
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sigit Eko Prasetyo
"Penelitian berjudul “Strategi Adaptasi Manusia di Hunian Gua Batu, Napal Licin, Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan merupakan penerapan teori adaptasi untuk menunjukkan strategi yang digunakan manusia masa lalu dalam melangsungkan kehidupannya. Teori yang digunakan berasal dari Julian H. Steward yang pertama kali memperkenalkan tentang ekologi budaya di dunia arkeologi. Prosedur utama yang dilakukan pada penelitian ini juga mengacu pada prosedur yang dilakukan oleh Steward, yaitu hubungan antara teknologi suatu kebudayaan dengan lingkungannya, pola perilaku yang berhubungan dengan teknologi dalam kebudayaan, dan sistem budaya yang berhubungan dengan interaksi sosial. Manusia penghuni Gua Batu pada masa lalu telah mengenal lingkungan di sekitar, antara lain yang berhubungan dengan perolehan sumber bahan batuan untuk pembuatan alat keperluan subsistensi, perolehan makanan dan cara berburu serta pemilihan ruang tinggal yang layak huni. Pemilihan ruang tempat tinggal memiliki kriteria tertentu yang mendukung kenyaman dalam hidup dan melakukan aktivitas di dalam gua serta aksesibiltas yang dapat dijangkau, serta kedekatan dengan sumber air. Hunian di Gua Batu tidak berlangsung dalam waktu yang lama jika dilihat dari lapisan budayanya. Lapisan budaya hanya sampai pada kedalaman 50 cm dari permukaan tanah. Teknologi pembuatan alat batu dan sisa fauna menunjukkan bahwa hunian Gua Batu merupakan ciri hunian Preneolitik dengan adanya alat serpih yang dominan serta memiliki kehidupan berburu dan meramu makanan. Hadirnya tembikar dalam jumlah yang sedikit memperlihatkan adanya kemungkinan kontak dengan budaya lain yang mungkin lebih maju (neolitik atau bercocok tanam?).

The research entitled “Human Adaptation Strategies in Batu Cave Dwellings, Napal Licin, North Musirawas Regency, South Sumatra is an application of adaptation theory to show the strategies used by past humans in sustaining their lives. The theory used comes from Julian H. Steward who first introduced cultural ecology in the world of archaeology. The main procedures carried out in this study also refer to the procedures carried out by Steward, namely the relationship between the technology of a culture and its environment, behavior patterns related to technology in culture, and cultural systems related to social interaction. Human inhabitants of Batu Cave in the past have recognized the surrounding environment, including those related to the acquisition of rock material sources for making subsistence tools, obtaining food and hunting methods and selecting habitable living spaces. The selection of living space has certain criteria that support comfort in living and carrying out activities in the cave as well as accessibility that can be reached, as well as proximity to water sources. Occupancy in Batu Cave did not last for a long time when viewed from the cultural layer. The cultural layer only reaches a depth of 50 cm from the ground surface. Stone tool-making technology and faunal remains indicate that the occupancy of Batu Cave is characterized by Preneolithic occupancy with the presence of dominant shale tools and a life of hunting and gathering food. The presence of small amounts of pottery suggests possible contact with other, possibly more advanced cultures (neolithic or cultivation?). "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library