Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 50 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhsinin
"ABSTRAK
Kemoterapi untuk mengobati kanker pada anak-anak menyebabkan berbagai efek samping, efek samping yang sangat dikeluhkan adalah berupa mual muntah. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk menguji hubungan karakteristik anak dan karakteristik obat kemoterapi terhadap kejadian mual dan muntah anak yang menjalani kemoterapi di rumah sakit di Banjarmasin. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 42 anak dengan menggunakan teknik consecutive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna antara karakteristik anak dan karakteristik obat terhadap kejadian mual dan muntah. Dari hasil analisis multivariat didapat 3 variabel yang berhubungan dengan kejadian mual dan muntah (tingkat kecemasan, jenis obat kemoterapi dan dosis obat kemoterapi). Baik kejadian mual ataupun kejadian muntah, jenis obat kemoterapi dan kecemasan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan. Disarankan perawat anak diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada anak sebelum memberikan kemoterapi dengan memberikan relaksasi dan distraksi.

ABSTRACT
Chemotherapy in children with came causing several side effects, include nausea and vomiting.The research was correlation description and cross sectional design. The purpose to indentified with correlation between children?s characteristic and character of medicine used in chemotherapy towards nausea and vomiting in children during chemotherapy at Banjarmasin hospital. The sample in this research was 42 children with consecutive sampling technique.
The result shows that children?s characteristic and character of medicine is related of nausea and vomiting. From the result of analisis multivariate there is that 3 variables related with record of nausea and vomiting (anxiety level, type of medicine and distribution method of chemotherapy?s). Either nausea or vomiting of type of medicine and anxiety level from chemotherapy is a dominant variable related to with nausea and vomiting. Nurse must be helped children to be comfort before chemotherapy with relaxation and distraction.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T28467
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Retma Aswarni
"Kemoterapi pada kanker nasofaring, sepeti sisplatin-5-fluorourasil dan sisplatin-doksetaksel, dapat menimbulkan efek samping mual dan muntah. Untuk mengatasinya, pasien dapat menggunakan antiemetik golongan antagonis reseptor 5-HT3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil penggunaan antiemetik yang menyertai pemberian kemoterapi serta faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan pasien pasca kemoterapi. Penelitian dilakukan terhadap pasien kanker nasofaring di ruang rawat inap RS. Kanker Dharmais pada periode Juni 2005-Mei 2006 dengan menggunakan desain cross sectional dan bersifat retrospektif dan dengan cara observasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian antiemetik ternyata tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia, dan seri kemoterapi dengan kejadian tidak muntah pasca kemoterapi (p>0,05). Tetapi ada hubungan antara jenis kemoterapi dengan kejadian tidak muntah pasca kemoterapi (p<0,05). Ramosetron memiliki kejadian tidak muntah 1,40 kali dibanding ondansetron. Ramosetron memiliki kejadian tidak muntah 1,13 kali dibanding granisetron. Sedangkan granisetron memiliki kejadian tidak muntah 1,24 kali dibanding ondansetron.

Chemotherapy in nasopharyngeal cancer, such as cisplatin-5-fluorourasil and cisplatin-doxetaxel, can induced nausea and vomiting. To prevent both side effects, patients can used 5-HT3 receptor antagonist. The purpose of this research is to know the pattern of received antiemetics that followed by chemotherapy and to know relation between factors influenced in nausea and vomiting with patients condition post chemotherapy. Research had done to nasopharyngeal cancer patients that hospitalized in Dharmais Cancer Hospital during June 2005-May 2006, by used cross sectional design and have the retrospective quality with observational method.
The result shown after received antiemetics, there was no relation between patients gender, age, and chemotherapy cycles with condition of non-vomiting post chemotherapy (p>0,05). But there was relation between chemotherapy kind with condition of non-vomiting post chemotherapy (p<0,05). Ramosetron had possibility of non-vomiting 1,40 times than ondansetron. Ramosetron had possibility of non-vomiting 1,13 times than granisetron. While, ondansetron had possibility of non-vomiting 1,24 times than ondansetron.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2006
S32782
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gita Maria
"Latar belakang: Osteosarkoma merupakan tumor tulang primer ganas tersering yang ditemukan pada anak-anak dan remaja dengan prevalensi mencapai 20% dari seluruh keganasan tulang. Sejak pengenalan kemoterapi neoadjuvan, angka sintasan penderita osteosarkoma meningkat pesat menjadi 50-75%. Respons kemoterapi neoadjuvan selama ini dinilai secara histopatologik melalui operasi, dengan mengevaluasi persentase area nekrosis dibandingkan tumor. Sekuens diffusion weighted imaging (DWI) dan nilai apparent diffusion coefficient (ADC) adalah sekuens magnetic resonance imaging (MRI) untuk menilai restriksi difusi suatu jaringan secara kualitatif dan kuantitatif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mencari korelasi nilai ADC tumor pasca kemoterapi dengan pemeriksaan histopatologik untuk mengevaluasi respons kemoterapi neoadjuvan pada pasien osteosarkoma.
Metode: Pengukuran nilai ADC tumor pada bagian mid, proksimal, dan distal pada MRI pasca kemoterapi neoadjuvan dengan menggunakan freehand range of interest (ROI) pada sekuens DWI dan ADC dengan nilai b 800. Freehand ROI diukur dengan melibatkan jaringan tumor dan nekrotik tanpa jaringan normal. Nilai ADC tersebut dikorelasikan dengan hasil persentase nekrosis dari pemeriksaan histopatologik berdasarkan lokasi sesuai potongan MRI dan laporan hasil operasi yang berupa persentase nekrosis keseluruhan. Analisis dilakukan dengan uji Pearson pada distribusi normal dan uji Spearman pada distribusi tidak normal.
Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 14 subyek penelitian dengan rerata nilai ADC tumor bagian proksimal sebesar 1,66±0,36x10-3 mm2/s, bagian mid 1,68±0,32x10-3 mm2/s, bagian distal 1,66±0,34x10-3 mm2/s, dan rerata ketiganya 1,67±0,32x10-3 mm2/s. Sedangkan persentase nekrosis keseluruhan sebesar 62,8±26,1%. Nilai ADC tumor bagian proksimal berkorelasi signifikan (p>0,05) dengan persentase nekrosis keseluruhan dengan nilai r sebesar 0,60. Luas penampang tumor pada bagian proksimal mempunyai ukuran yang paling kecil dibandingkan pada bagian mid dan distal.
Kesimpulan: Dari penelitian ini disimpulkan bahwa nilai ADC tumor bagian proksimal pada MRI pasca kemoterapi dan ukuran luas penampang tumor yang kecil berkorelasi dengan respons kemoterapi neoadjuvan pada pasien osteosarkoma.

Background: Osteosarcoma is the most prevalent bone malignancy in children and adolescents, approximately 20% of all bone malignancies. Since the introduction of neoadjuvant chemotherapy, prognosis of osteosarcoma have been improved drastically to 50-75%. Neoadjuvant chemotherapy response has been assessed histopathologically after tumor resection, by calculating percentage of necrotic areas compared to tumor areas. Diffusion-weighted imaging (DWI) and apparent diffusion coefficient (ADC) value are magnetic resonance imaging (MRI) sequences to evaluate diffusion restriction in a tissue qualitatively and quantitatively.
Objective: The aim of this study was to seek correlation of post-chemotherapy tumor ADC value and histopathological assessment to evaluate neoadjuvant chemotherapy response in osteosarcoma patients.
Methods: ADC measurement was done in the proximal, middle, and distal part of the tumor by drawing freehand range of interest (ROI) guided by DWI sequence with b value of 800. The freehand ROI was drawn involving the tumor and necrotic area, excluding the normal ones. ADC value was correlated with necrotic percentage in each location according to MRI slices and necrotic percentage of the whole tumor based on the official report. Statistically, the data were analyzed with Pearson’s correlation (in normal distribution data) and Spearman correlation (in abnormal distribution).
Results: There were 14 subjects in this study, with ADC value of 1,66±0,36x10-3 mm2/s (proximal), 1,68±0,32x103 mm2/s (middle), 1,66±0,34x10-3 mm2/s (distal), and mean ADC value of 1,67±0,32x10-3 mm2/s. The necrotic percentage of the whole tumor was 62,8±26,1%. ADC value of proximal part of the tumor correlates significantly (p>0,05) with the necrotic percentage of the whole tumor (r = 0,60). Tumor area in the proximal part was smallest in size than other parts of the tumor.
Conclusion: From this study, it is concluded that ADC value in the proximal part of the tumor in post-chemotherapy MRI and lesser tumor size correlate to neoadjuvant chemotherapy response in osteosarcoma patients.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Fauziah
"Selama ini kasus karsinoma ovarium yang datang ke RSCM ditangani oleh Subbagian Ginekologi Onkologi, dan telah membuat panduan tatalaksana karsinoma ovarium. Karsinoma ovarium stadium lanjut sejak tahun 1994. dilakukan pemberian neoadjuvant kemoterapi yang dilanjutkan dengan pembedahan sitoreduksi. Kurangnya data awal maupun kajian dalam bentuk penelitian mengenai perubahan metode pemberian kemoterapi, dari metode konvensional yaitu pembedahan sitoreduksi (tanpa neoadjuvant kemoterapi) yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian adjuvant kemoterapi, menjadi pemberian neoadjuvant kemoterapi tcrlcbih dahulu kemudian dilanjutkan pembedahan sitoreduksi menimbulkan pertanyaan, bagaimana efek pemberian neoadjin.ant kemoterapi pada karsinoma stadium lanjut di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Pada pasien karsinoma ovanium stadium lanjut yang dilakukan pengobatan kemoterapi selama kurun waktu tertentu di Subbagian Ginekologi Dnkologi, Bagian Obstetri dan Ginekologi RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
1. Bagaimanakah praktek pemberian neoadjuvant kemoterapi pada karsinoma ovarium stadium lanjut?
2. Bagaimanakah efek pemberian neoadjuvant kemoterapi terhadap pencapaian sitoreduksi optimal?
3. Bagaimanakah efek pemberian neoadjuvant kemoterapi terhadap morbiditas pembedahan?
4. Bagaimanakah efek pemberian neoadjuvant kemoterapi terhadap kualitas hidup?"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T18163
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rowland, Malcolm
"Buku yang berjudul "Clinical pharmacokinetics concepts and applications" ini ditulis oleh Malcolm Rowland, dan Thomas N. Tozer. Buku ini membahas tentang konsep-konsep klinis pharmacokinetik."
Baltimore: Williams & Wilkins, 1995
R 615.7 ROW c III
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Johnson, Gordon E.
Philadelphia: W.B Saunders , 1991
615.58 JOH e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
New York: McGraw-Hill, 1991
615.7 GOO
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Guntur Darmawan
"ABSTRACT
Paraneoplastic syndromes are a group of disorders associated with benign or malignant tumors but not related to mass effect or invasion directly. Paraneoplastic syndromes may affect any organic system of the human body, such as endocrine, neurologic, dermatologic, hematologic, rheumatologic. Paraneoplastic rheumatic syndromes are not quite common, about 7-10% of paraneoplastic syndromes, and may mimic rheumatic diseases. We present an interesting case of paraneoplastic arthritis in a woman with non-Hodgkins lymphoma."
Jakarta: University of Indonesia. Faculty of Medicine, 2017
610 UI-IJIM 49: 3 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2002
S28527
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang persepsi orang tua terhadap dampak kemoterapi pada anak usia sekolah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif. Pada penelitian ini dapat diidentifikasi persepsi orang tua terhadap dampak kemoterapi pada anak usia sekolah yang menjalani kemoterapi di RSAB Harapan Kita Jakarta. Sampel yang digunakan adalah orangtua yang memiliki anak usia sekolah yang sedang menjalani kemoterapi di RSAB Harapan Kita Jakarta yang berjumlah 16 orang. Mereka berusia 25-49 tahun, jenis kelamin laki-laki dan perempuan dan berpendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi, serta dua responden tidak bersekolah.
Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar orang tua memiliki persepsi negatif terhadap dampak kemoterapi terhadap anaknya. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian kolerasi sehingga penelitian dapat lebih dikembangkan. Jumlah responden penelitian sebaiknya diperbanyak sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan dan lebih representatif. Peneliti selanjutnya sebaiknya tidak hanya menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, tetapi juga melakukan observasi atau interview yang lebih mendalam.

This study aimed to find out about parents' perceptions of the impact of chemotherapy on children of school age. Design used in this study is a descriptive design. In this research can be identified older peoples perceptions of the impact of chemotherapy on school-age children undergoing chemotherapy at RSAB Harapan Kita Jakarta. The sample used was the parents who have children of school age who are undergoing chemotherapy in RSAB Harapan Kita Jakarta, which numbered 16 people. They were aged 25-49 years, male sex and female and elementary school education through college, and two respondents did not attend school.
The results of this study indicates that most parents have a negative perception towards the impact of chemotherapy on his son. Researchers can then use correlation research design so that research can be further developed. The number of respondents should be augmented so that research results can be generalized and more representative. Further researchers should not only use the questionnaire as a means of collecting data, but also make observations or a more in-depth interviews.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
TA5911
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>