Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Admar Jamal Junior
"Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penyusunan strategi Astra Agro Lestari (AALI). Dalam prosesnya, lingkungan eksternal dan internal perusahaan terlebih dahulu diukur. Lingkungan eksternal perusahaan diukur dengan menggunakan analisis PESTEL, sedangkan kondisi internal perusahaan diukur dengan menggunakan benchmarking dan analisis VRIN. Hasil dari masing-masing analisis digunakan sebagai faktor dalam analisis SWOT, yang digunakan untuk membentuk dan menghasilkan strategi. Berita dan isu terkait industri sawit, serta laporan tahunan dan berkelanjutan untuk periode 2011-2015 dijadikan sebagai sumber data penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa AALI memiliki 15 faktor lingkungan eksternal dan 18 faktor internal yang mempengaruhi kinerja. Analisis menggunakan benchmarking berhasil menemukan 11 performance gap. Sedangkan uji VRIN, berhasil menemukan satu sumber daya AALI mendapatkan predikat sustainable competitive advantage, dan enam lainnya mendapatkan predikat temporary competitive advantage. Melalui faktor internal dan eksternal tersebut, maka langkah-langkah strategis yang dihasilkan dari analisis SWOT antara lain: peningkatan kapasitas pabrik kernel, pembangunan pabrik biodiesel, mengikuti proyek Genom, mendapatkan sertifikasi RSPO dan ISCC, dan membentuk sistem pencegahan kebakaran yang mumpuni.

This research is conducted to apply the strategic tools to establish strategic planning for Astra Agro Lestari (AALI). In the process of building the hypothesis, external and internal environment need to be measured first. External environment is measure by using PESTLE analysis, while internal environment using benchmarking and VRIN analysis. The results from both of those tools are then used in SWOT analysis. SWOT analysis is important to create strategy. News and issues regarding to palm oil industry along with annual report and sustainability report from 2011-2015, is the source of data for this research. The result from this research shows that AALI has 15 external environment factors and 18 internal factors that can affect performances. Benchmarking analysis succeed in finding 11 performance gaps. While VRIN analysis show us that AALI has one resource that categorized as sustainable competitive advantage, and the other six was categorized as temporary a competitive advantage. Through those internal and external factors, strategic planning that is generate from SWOT analysis are: enhancing the kernel factory capacity, establishing biodiesel factory, attending Genome Project, acquiring RSPO and ISCC certification, and forming qualified fire prevention system."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
T. Hani Handoko
Yogyakarta: BPFE, 1990
658.3 HAN m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Rannatya Farahdilla Quriyah
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga 2016-2019 sesuai dengan indikator perencanaan strategis. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah post-positivist. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi literatur dengan menggunakan dokumen seperti Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga 2016-2019 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional RPJMN 2015-2019 sebagai data sekunder. Hasil penelitian ini adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga mengalami beberapa masalah terutama dalam perencanaan strategis sehingga hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah SAKIP yang diperoleh masih kurang baik. Beberapamasalah dalamrencana strategis yaitu sasaran yang tidak berorientasi hasil dan indikator kinerja yang tidak terukur. Permasalahan lain dalam perumusan rencana strategis yaitu tidak adanya regulasi yang mengatur mengenai kemitraan, kurangnya pemahaman dalam merumuskan rencana strategis, dan tidak adanya indikator yang jelas mengenai sektor kepemudaan.

This study aims to observe the Strategic Plan of the Ministry of Youth and Sports 2016-2019 in accordance with strategic planning indicators. The method used in this research is post positivist. The data were collected through in depth interviews and literature studies using documents such as the Strategic Plan of the Ministry of Youth and Sports 2016-2019 and the Medium Term Development Plan RPJMN 2015 ndash 2019 as secondary data. The results of this study found that Ministry of Youth and Sports experienced some problems, especially in the strategic planning phase where the evaluation results of Performance Accountability System of Government Institutions SAKIP obtained is still not good. Some of the problems in the strategic plan are goals that are not result oriented and performance indicators that are not measurable. Other problems in the formulation of the strategic plan are the lack of governing partnerships regulation, lack of understanding in formulating strategic plans, and the absence of clear indicators of youth sector. "
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Perempuan telah lama berada dalam posisi yang selalu dirugikan. Bahkan hanya akibat tindak kejahatan yang kerap terjadi pada perempuan, tetapi juga karena diskriminasi sosial yang lama mengakar kuat.bahkan, perempuan seringkali tidak dianggap sebagai manusia, tetapi dianggap sebagai barang dan jasa yang bisa diperjualbelikan. Padahal doktrin ddemokrasi adalah persamaan hak, keadilan, kesejahteraan, tanpa pandang bulu. Undang-undang yang menaungi kepentingan serta memberi perlindungan kepada perempuan sebenarnya telah lama lahir. Tetapi kultur di masyarakat tetap saja berlaku tidak adil dan selalu menempatkan perempuan berada dalam kasta yang paling bawah. Di sinilah diperlukan sebuah langkah serius dalam bentuk kulturisasi nilai-nilai demokrasi dalam rangka menciptakan kultur ramah perempuan. Hal ini penting dilakukan karena sikap ramah perempuan tidak bisa hanya dipasrahkan kepada ketentuan undang-undang dan pemerintah, tetapi juga harus diperjuangkan melalui proses budaya."
330 ASCSM 30 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"Indonesia is the largest country having palm oil plantation which is accounted having 10.450.000 ha spreads across 23 provinces. Producing such amount crude palm oil will also yield solid residues. These solid residues are potential to annually yield 700 million mega joules energy. As these residues are high moisture and low energy density. Torrefaction followed by pelletizing is suitable technology to remove moisture content and increase energy density. "
330 ASCSM 30 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"In the Unitary State Republic of Indonesia?s system of law that is hierarchical, Pancasila is the basic philosophy of Unitary State Republic of Indonesia as the source of law and regulation formulation and placed as fundamental norm, the source of positive law. After the amendment of the 1945 constitution, it appears distinct autonomy phenomenon based on Article 18B the 1945 Constitution. Political situation in the formulation of Law Number 21 of 2001 regarding Distinct autonomy for Papua Province was pragmatic where the understanding of distinct autonomy was not based on deliberation among options of value or norm that in line with the notation ideology, but it was only a tool to solve immediate state problem. "
330 ASCSM 30 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Berbagai faktor memengaruhi efektivitas pelaksanaan otonomi regional.
Salah satunya adalah kualitas perencanaan pembangunan daerah. Perencanaan yang ideal semestinya mampu mengartikulasikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. Selain itu, adanya keterlibatan publik dalam perencanaan, antara lain melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan), struktur birokrasi, dan partai politik. Tulisan ini menganalisis perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Sumedang sebagai bagian dari kebijakan publik. Kelemahan internal maupun eksternal dalam aspek perencanaan yang didapati sesungguhnya dapat diatasi dengan menyusun kerangka hukum dan instrumen perundang-undangan Iainnya sebagai panduan mekanisme dan proses partisipasi publik guna menjamin pelaksanaan good governance."
MIMBAR 28:2 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Rezim orde baru menurut para pengamat politik Indonesia memiliki karakteristik sistem pemerintahan ‘patrimonial cum military regime’, di mana patrimonalisme muncul dalam hubungan antara patron-klien dalam urusan negara. Dalam kaitan ini, negara orde baru yang paternalistic itu telah memfungsikan dirinay sebagai actor untuk para criminal. Selain itu korupsi rutin dilakukan untuk mendapatkan akses, proteksi dan loyalitas serta lisensi, para pemimpin negara juga telah memberi izin untuk mengeksploitasi sumder daya alam dengan cara yang serakah yang dikelola oleh kapitalistik…."
IKI 5:25 (2008)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Opan Supandi
Pengukuran Tingkat Kemapanan Penyelarasan Strategi Teknologi Informasi Dengan Strategi Organisasi Pada Instansi Pemerintah (Studi Kasus : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Abstrak Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) Pada Saat Ini Telah Berkembang Dengan Pesat. Hal Ini Disebabkan Adanya Pergeseran Peran TI Dari Fungsi Pendukung (Tool) Menjadi Pemungkin (Enabler). TI Yang Dahulu Hanya Dianggap Sebagai Alat Untuk Mempermudah Di Dalam Melaksanakan Operasional Bisnis Organisasi, Kini Telah Menjadi Faktor Penentu Di Dalam Mencapai Sasaran Strategi Organisasi. Adanya Pergeseran Ini Membuat Organisasi Berusaha Untuk Membuat Strategi Teknologi Informasi, Bukan Hanya Untuk Menjaga Eksistensi Bisnis, Melainkan Juga Untuk Menciptakan Peluang Dalam Persaingan. Persoalan Yang Kemudian Muncul Adalah Apakah Strategi Teknologi Informasi Yang Dimiliki Selaras Dengan Strategi Bisnis Organisasi? Di Dalam Penelitian Ini Mencoba Melihat Keselarasan Tersebut, Studi Kasus Yang Digunakan Adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebagai Salah Satu Instansi Pemerintah, LIPI Sangat Berkepentingan Untuk Memanfaatkan TI Dalam Rangka Melakukan Penelitian Dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (Iptek), Perumusan Kebijakan Iptek Dan Penyebarluasan Hasil-Hasil Penelitian. Sayangnya, Pemanfaatan TI Yang Selama Ini Dilakukan Belum Optimal, Padahal Anggaran Untuk Pengembangan TI Setiap Tahunnya Terus Bertambah. Oleh Karena Itu Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pada Tingkat Berapa Kemapanan Keselarasan Strategi TI Dengan Strategi Organisasi. Dengan Mengetahui Tingkat Kemapanan Ini, Akan Mempermudah LIPI Di Dalam Melakukan Langkah-Langkah Yang Diperlukan Untuk Perbaikan Dan Peningkatan Keharmonisan Hubungan Antara TI Dan Manajemen LIPI. Metode Yang Digunakan Untuk Pengukuran Tingkat Kemapanan Keselarasan Strategi Ini Menggunakan Model Luftman. Pada Model Luftman Ini Tingkat Kemapanan Keselarasan Didasarkan Atas 6 Kriteria, Yaitu : Komunikasi (Communication), Pengukuran Nilai (Competency Measurement), Tata Kelola TI (IT Governance), Kemitraan (Partnership), Lingkup Dan Arsitektur (Scope And Architecture) Dan Ketrampilan (Skill). Dari Analisa Data Dapat Disimpulkan Bahwa Tingkat Kemapanan Penyelarasan Strategi TI Dengan Strategi Organisasi Pada LIPI Berada Pada Tingkat 2. Hal Ini Menunjukkan Bahwa LIPI Telah Memiliki Kemauan Dan Kesadaran Dalam Membangun Komitmen Bersama Serta Mulai Menjalankan Komitmen Tersebut Untuk Mencapai Keselarasan Pada Keadaan Yang Lebih Baik. Kata Kunci Strategi Teknologi Informasi Strategi Organisasi Keselarasan Strategi Level Kemapanan Penyelarasan Strategi Subject Content (LCSH) Information technology—Management Strategic planning—Indonesia—Data processing Public administration—Indonesia—Information technology management Business planning
"Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) Pada Saat Ini Telah Berkembang Dengan Pesat. Hal Ini Disebabkan Adanya Pergeseran Peran TI Dari Fungsi Pendukung (Tool) Menjadi Pemungkin (Enabler). TI Yang Dahulu Hanya Dianggap Sebagai Alat Untuk Mempermudah Di Dalam Melaksanakan Operasional Bisnis Organisasi, Kini Telah Menjadi Faktor Penentu Di Dalam Mencapai Sasaran Strategi Organisasi. Adanya Pergeseran Ini Membuat Organisasi Berusaha Untuk Membuat Strategi Teknologi Informasi, Bukan Hanya Untuk Menjaga Eksistensi Bisnis, Melainkan Juga Untuk Menciptakan Peluang Dalam Persaingan. Persoalan Yang Kemudian Muncul Adalah Apakah Strategi Teknologi Informasi Yang Dimiliki Selaras Dengan Strategi Bisnis Organisasi? Di Dalam Penelitian Ini Mencoba Melihat Keselarasan Tersebut, Studi Kasus Yang Digunakan Adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sebagai Salah Satu Instansi Pemerintah, LIPI Sangat Berkepentingan Untuk Memanfaatkan TI Dalam Rangka Melakukan Penelitian Dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (Iptek), Perumusan Kebijakan Iptek Dan Penyebarluasan Hasil-Hasil Penelitian. Sayangnya, Pemanfaatan TI Yang Selama Ini Dilakukan Belum Optimal, Padahal Anggaran Untuk Pengembangan TI Setiap Tahunnya Terus Bertambah. Oleh Karena Itu Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pada Tingkat Berapa Kemapanan Keselarasan Strategi TI Dengan Strategi Organisasi. Dengan Mengetahui Tingkat Kemapanan Ini, Akan Mempermudah LIPI Di Dalam Melakukan Langkah-Langkah Yang Diperlukan Untuk Perbaikan Dan Peningkatan Keharmonisan Hubungan Antara TI Dan Manajemen LIPI.
Metode Yang Digunakan Untuk Pengukuran Tingkat Kemapanan Keselarasan Strategi Ini Menggunakan Model Luftman. Pada Model Luftman Ini Tingkat Kemapanan Keselarasan Didasarkan Atas 6 Kriteria, Yaitu : Komunikasi (Communication), Pengukuran Nilai (Competency Measurement), Tata Kelola TI (IT Governance), Kemitraan (Partnership), Lingkup Dan Arsitektur (Scope And Architecture) Dan Ketrampilan (Skill). Dari Analisa Data Dapat Disimpulkan Bahwa Tingkat Kemapanan Penyelarasan Strategi TI Dengan Strategi Organisasi Pada LIPI Berada Pada Tingkat 2. Hal Ini Menunjukkan Bahwa LIPI Telah Memiliki Kemauan Dan Kesadaran Dalam Membangun Komitmen Bersama Serta Mulai Menjalankan Komitmen Tersebut Untuk Mencapai Keselarasan Pada Keadaan Yang Lebih Baik."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2010
T59361
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>