Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rozy Munir
Depok: Universitas Indonesia. Pusat Penelitian Pranata Pembangunan, 1986
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Erwin Nurdin
"ABSTRAK
Penelitian beberapa aspek biologi ikan sepat Jawa Trichogaster trichopterus (Pallas) dilakukan dari tanggal 17 September 1984--5 Oktober 1984 di bagian hilir sungai Sunter Kelurahan Rawa Badak, Jakarta Utara. Di samping penelitian beberapa aspek biologi, dilakukan juga pengukuran beberapa sifat fisik dan kimia air.
Ikan Sepat Jawa yang dikumpulkan sebanyak 517 ekor dengan ukuran panjang total berkisar antara 77,1--121,1 mm, dan beratnya berkisar antara 6,4--29,2 gr. Perbandingan antara ikan Sepat Jawa jantan dan betina seimbang, terdiri dari 49,9 % ikan jantan dan 50,1 % ikan betina. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) ikan betina yang diperoleh adalah golongan I, II, III, IV, V, VI dengan Indeks Kematangan Gonad (IKG) betina berkisar antara 1,9894--7,7605. Hasil pencacahan telur ikan Sepat Jawa berkisar antara 3.325--14.767 butir per ovarium, dengan jumlah rata-rata 6.614.
Pola pertumbuhan ikan Sepat Jawa bersifat allometric. Faktor kondisinya berkisar antara 1,2130--1,7126 untuk yang jantan, sedangkan betina berkisar antara 1,4891--f1,8178. Ikan sepat jawa dapat digolongkan sebagai omnivora, dan makanannya didominasi oleh fitoplankton."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1985
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Radite Teguh Handalani
"Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa kelayakan pembangunan dan pengoperasian instalasi pengolahan air bersih dengan sistem dan teknologi reverse osmosis di Teluk Jakarta. Pembangunan instalasi pengolahan air bersih tersebut dimaksudkan sebagai wujud nyata upaya pemerintah untuk mengatasi masalah defisit air bersih dan memenuhi kebutuhan air bersih penduduk di wilayah Jakarta Utara. Sistem reverse osmosis yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah instalasi pengolahan air laut sebagai bahan baku dan diproses menjadi air bersih dengan kualitas air minum desalinasi.
Pendekatan studi dilakukan dengan melakukan proyeksi jumlah penduduk dan kebutuhan air bersih hingga masa 30 tahun ke depan periode 2016 2047. Untuk analisis keinginan membayar dan kemampuan membayar dilakukan dengan pendekatan survei menggunakan metode Contingent Valuation. Analisis kelayakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pasar aspek teknis aspek kelembagaan aspek lingkungan aspek keuangan dan aspek ekonomi. Perhitungan analisis kelayakan menggunakan metode analisis biaya manfaat dengan berdasarkan nilai Net Present Value NPV Internal Rate of Return IRR Benefit Cost Ratio dan Pay Back Period.
Penelitian ini menggunakan beberapa asumsi diantaranya adalah kegiatan operasi selama 30 tahun dengan Opportunity Cost of Capital sebesar 12 dan kapasitas mesin pengolah minimum 100 000 meter kubik per hari. Upaya perhitungan perkiraan pendapatan biaya dan pemenuhan kebutuhan air bersih konsumsi dilakukan berdasarkan hasil survei dengan menggunakan Contingent Valuation Method. Selain analisis kelayakan penelitian ini juga melakukan analisis alternatif kebijakan dan strategi investasi serta analisis dampak (eksternalitas).

This study aims to analyze the feasibility of the construction and operation of water treatment plant with reverse osmosis systems and technology in Jakarta. Bay Construction of water treatment plant is intended as the government 39 s efforts to address the problem of clean water deficit and meet water needs population in North Jakarta. Reverse osmosis system developed in this study is a sea water treatment plants as raw materials and processed into water with the quality of drinking water desalination.
Approach to the study done by the projected population and the need for clean water until the next 30 years period 2016 2047 For the analysis of the willingness to pay and ability to pay is done by using the survey with Contingent Valuation Method. CVM Feasibility analysis performed by considering the market aspects technical aspects institutional aspects environmental aspects financial aspects and economic aspects. The calculation of the feasibility analysis using cost benefit analysis on the basis of the value of the Net Present Value NPV Internal Rate of Return IRR Benefit Cost Ratio and Payback Period.
This study uses a number of assumptions which are operations for 30 years with interest rate as the Opportunity Cost of Capital of 12 and a minimum processing engine capacity of 100 000 cubic meters per day. Efforts approximate calculation of revenues expenses and clean water supply consumption based on the results of a survey carried out by using the Contingent Valuation Method. In addition to the analysis of the feasibility of this research is also conducted an analysis of the alternatives policies and investment strategies as well as the analysis of the effects (externalities).
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T42669
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutapea, Bindu
"Tesis ini berjudul Pengaruh Rumah Susun Sederhana terhadap Peningkatan Kehidupan Sosial dan Ekonomi Penghuninya, Studi kasus Rumah Susun Sederhana Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara, Propinsi DKI Jakarta.
Rumusan masalah yang diajukan adalah sebagai berikut : (a) manfaat yang dirasakan oleh penghuni rumah susun sesudah tinggal di lingkungan rumah susun, terutama dalam kaitannya dengan kehidupan sosial dan ekonomi penghuninya ; (b) penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial di lokasi rumah susun sederhana sebagai sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan hidup penghuni.
Dengan metode penelitian kualitatif, analisis yang diperoleh sebagai berikut : (a) kehidupan sosial dan ekonomi sebagian besar penghuni rumah susun sederhana belum mengalami perubahan yang berarti setelah tinggal di rumah susun. Kalaupun ada perubahan yang dirasakan hanya dalam bentuk pemenuhan tempat tinggal yang layak (kondisi fisik bangunan), bahkan sebagian penghuni terjadi penurunan seperti karena kepemilikkan rumah di rumah susun sewa, sedangkan sebelumnya hak milik ; (b) sarana dan prasarana bersama (seperti saluran limbah, saluran air bersih, drainase, taman, dan lainnya yang tersedia tidak terpelihara dengan baik, karena penghuni belum dapat beradaptasi dengan lingkungan permukiman baru, selain itu disebabkan status kepemilikan (sewa) menyebabkan rendahnya kepedulian penghuni terhadap lingkungan perumahan dan permukiman ; (c) fasilitas umum (seperti Kantor RW, Pos Siskamling, Ruang Serbaguna) dan fasilitas sosial (seperti sarana pendidikan minimal TK dan TPA, sarana kesehatan minimal Poliklinik tidak tersedia, sedangkan sarana tersebut di lingkungan sebelumnya justru tersedia melalui swadaya masyarakat.; (d) rendah frekuensi pembinaan dari Pemerintah Daerah terhadap upaya peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi para penghuni rumah susun.
Di masa akan datang, ada beberapa hal yang menjadi perhatian bagi para pembuat keputusan yang berhubungan dengan pembangunan rumah susun sederhana di perkotaan khususnya di Propinsi DKI Jakarta, adalah (a) agar keberadaan rumah susun dapat menciptakan suatu perubahan pola hidup penghuni, dimana penghuni dapat menyesuaian diri dengan lingkungan baru, dan lingkungan fisik rumah susun juga diharapkan dapat mendukung terpeliharanya pranata-pranata sosial yang sebelumnya berlaku di Iingkungan perkampungan bukan rumah susun; (b) Iingkungan rumah susun harus mendorong terciptanya perubahan sosial diantara para penghuni melalui penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai dan tertata dengan baik, sehingga pola kehidupan sosial penghuni yang sebelumnya rendah menjadi lebih baik; (c) terbatasnya ruang hunian mengurangi peran dan fungsi rumah sebagai ruang sosial dan ruang formal karena minimnya luasan ruang per unit rumah. Oleh sebab itu standar kebutuhan ruang perlu ditinjau kembali dalam pembangunan rumah susun di masa mendatang ; (d) peningkatan pembinaan kepada penghuni oleh Pemda DKI Jakarta untuk upaya peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi penghuni rumah susun sederhana."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T2821
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Handoyo
"Tesis ini tentang penyidikan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Polres Metro Jakarta Utara, dengan fokus pada cara bertindak yang dilakukan oleh penyidik Unit Ruang Pelayanan Khusus dalam melakukan penyidikan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, penelitian dilakukan dengan pengamatan terlibat dan wawancara dengan pedoman. Tesis menunjukkan bahwa (1) Jumlah laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga terjadi kenaikan karena pengaruh lahirnya Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, (2) Jumlah penyidik untuk menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga di Polres Metro Jakarta Utara masih belum memadai, (3) Proses penyidikan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Polres Metro Jakarta Utara belum sesuai prosedur sebagaimana ketentuan Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, (4) Ada kekhasan pada sistem penyidikan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berbeda dengan sistem penyidikan tindak pidana secara umum. Saran yang dapat diberikan adalah (1) Perlunya distrukturkan dan dikembangkan unit RPK di Polres Metro Jakarta Utara, (2) Perlunya pendidikan dan pelatihan tentang kekhususan kekerasan dalam rumah tangga dan HAM perempuan dalam kurikulum pada lembaga pendidikan dari jenjang pimpinan hingga petugas pelaksana, (3) Perlunya dibuat prosedur khusus dalam penyidikan kasus kekerasan dalam rumah. (4) Perlunya peningkatan kerjasama antara Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, rumah sakit, pemda, dinas kesejahteraan sosial dan komponen masyarakat lainnya melalui pembentukan pusat pelayanan terpadu untuk menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T15032
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Langgeng Widodo
"Tesis ini adalah mengenai manajemen pengamanan dan program community development (CD) di PT Astra International Tbk, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Fokus penulisan adalah mendeskripsikan dan memahami penyelenggaraan pengamanan dikaitkan dengan program community development. Permasalahan tersebut dipilih karena penyelenggaraan pengamanan yang dilaksanakan oleh Astra dapat berjalan secara efektif dan efisien, karena melaksanakan manajemen pengamanan dan program community development.
Metode yang digunakan dalam penelitian tesis ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan, pengamatan terlibat, dan wawancara berpedoman, untuk melihat, menggambarkan, dan memahami proses penyelenggaraan pengamanan dan program CD yang dilakukan perusahaan. Analisis data mencakup interpretasi temuan penelitian dan menjelaskan konteks serta makna hasil penelitian tersebut.
Keamanan (sekuriti) adalah upaya untuk melindungi aset supaya terhindar dari kerugian. Perusahaan melaksanakan pengamanan secara terbatas di lingkungannya.
Perlindungan aset dan kegiatan proses produksi, dilaksanakan supaya tidak terjadi kerugian secara fisik dan non fisik. Pengamanan industri berdasarkan obyek yang diamankan terdiri dari : 1) pengamanan fisik; 2) pengamanan informasi; dan 3) pengamanan personel penyelenggaraan pengamanan industri menerapkan prinsip manajemen pengamanan modern, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, dan dukungan komuniti di lingkungannya. Untuk mendapatkan dukungan komuniti secara optimal diperlukan program community development. Community development merupakan suatu upaya sistematis untuk memberdayakan komuniti, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh komuniti itu sendiri. Pelaksanaannya mengacu pada pembangunan dari bawah, yang elemen pokoknya adalah partisipasi masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupan, dengan menitik beratkan pada inisiatif mereka sendiri. Dengan dilaksanakannya program community development secara benar dan terarah, perusahaan tidak akan mengalami kerugian yang sifatnya masal dan spontanitas, karena setiap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terdeteksi sedini mungkin, oleh partisipasi dari komuniti di sekitar perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengamanan dimulai dengan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan/pemotivasian, pelaksanaan, serta penilaian dan evaluasi. Selain itu juga dilaksanakan koordinasi antara sesama Personnel in Charge (PIC) sekuriti, kepolisian, TNI, karyawan, dan komuniti disekitar perusahaan. Kegiatan pelaksanaan pengamanan perusahaan meliputi penjagaan, pengaturan, patroli, pengawalan, dan pemberdayaan komuniti.
Penyelenggaraan pengamanan dilakukan oleh divisi Corporate Security Center (CSC) melalui tindakan manajerial pengamanan dan tindakan Sekuriti yang berperan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, serta program CD yang dilaksanakan oleh perusahaan dapat mendukung penyelenggaraan pengamanan. Seluruh karyawan dengan inti anggota Sekuriti yang terorganisir, bertanggung jawab terhadap masalah keamanan. Situasi tempat kerja dan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman diwujudkan dengan adanya pola hubungan yang baik antara anggota sekuriti, karyawan, manajemen, aparat keamanan, aparat pemerintah dan komuniti sekitarnya. Program CD bagi perusahaan merupakan tanggung jawab sosial, strategi pencapaian citra positif, dan community relations perusahaan. Citra positif merupakan dambaan dan kebutuhan perusahaan dalam rangka mendukung terciptanya situasi aman, nyaman, dan tertib.
Pihak manajemen perusahaan sebaiknya melakukan peningkatan pelaksanaan program community development. Program yang dilaksanakan benar-benar yang bermanfaat bagi komuniti di lingkungannya. Evaluasi tentang sejauh mana pengaruhnya terhadap efektifitas penyelenggaraan pengamanan, selalu dilaksanakan secara berkala dalam kurun waktu tertentu.

This thesis deals with security management and community development at PT Astra International Co. in Tanjung Priok, North Jakarta. In describes the impacts of community development on the effectiveness of the security management at the PT. Astra International Co.
The writer uses research methodology of qualitative approach. Primary data were collected through observation and involved observation on the daily activities in implementing community development program by the representatives of the company and people from the community. In addition, interviews were conducted to several key informations from both the company and community. Data analysis include, cover research finding interpretation and explain context and also mean result of research.
Industrial security is a mean to protect the company's assets from being lost or damaged. The company provides limited security forces in its surroundings to protect the whole assets and production processes. Industrial security consists of : (1) physical security; (2) information security; and (3) personnel security. In addition, the company has been involved in community development which is aimed at to getting support form the surrounding communities to protect the security of the Company. Community development includes the development of economic facilities and social infrastructures which are able to improve the livelihood of the people in the community. The community development programs are partly financed by the PT Astra International Co. with full participation of the community in both planning and implementation processes. Through these community developments programs, the people in the community feel as a part of the Company, and therefore, have moral responsibility to also protect the security of the PT. Astra International Co.
Security management at the PT. Astra International Company is handled by Corporate Security Center division, which coordinates the security supports from the personnel in charge (PIC) security, police, arm forces, employees, and people in the community. The security management performs, among others, guarding, arrangement, patrolling, escorting, and community mobilization. The security at the Company and its surroundings has been, quite safe from time to time in the main parts because the management maintains good relationship and cooperation among security personnel, employees, government institutions, police, and people in the community.
Based on the experience and practices of the PT. Astra International Company on the community development, it is recommended that each Company should establish a community development program in order to involve the people in the surrounding areas to take part in protecting the Company from both internal and external threats. PT. Astra International Co. is also recommended to review at programs, in order to be able to offer the most effective programs in improving the livelihood of the people in the community.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T15110
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elkhobar M. Nazeh
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Simamora, Roymond H.
"Peran manajer keperawatan daiam mcngeloia tenaga keperawatan maupun sumber lainnya merupakan faktor penting dalam mewujudkan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan profesionai. Sebagai manajer harus memadukan antara kepemimpinan dan manajemen sehingga dapat mencapai tujuan. Kepala ruangan sebagai manajer bawah mengelola pelayanan keperawatan di ruang rawat inap, bertanggung jawab atas kualitas asuhan keperawatan yang berada dalam lingkup tanggung jawabnya. Kepala ruangan sebagai pemimpin di ruang rawat inap memegang peranan penting dalam menggerakkan. memotivasi dan mengarahkan staf untuk meningkatkan kinerjanya.
Hasil penelitian Reni (2001), ditemukan adanya keluhan pasien agar perawat sering kontrol (7.14%), tingkatkan pelayanan (21.43 %), agar pasien dimandikan (14.29 %). Rohana (2004) mengatakan bahwa 54,7 % kepala ruangan jarang melakukan pendelegasian, menurut Prawiroscntono (1999) terdapat hubungan yang erat antara kinerja perorangan dengan kinerja organisasi. RSUD Koja adalah rumah sakit rujukan di daerah Jakarta Utara, jumlah tenaga yang ada 90 % adalah DIII keperawatan. SOP dan SAK sudah ada, visi, misi keperawatan ada. Jenjang karir untuk perawat belum ada, serta masih ditemukan pemberian asuhan yang tidak sesuai dengan SOP ruangan. Berdasarkan temuan tersebut maka dilakukan penelitian tentang hubungan penerapan fungsi pengorganisasian yang dilakukan oleh kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Koja Jakarta Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan fungsi pengorganisasian dengan kinerja perawat pelaksana. Metode penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cuss sectional. Tempat penelitian adalah 7 ruang rawat Inap RSUD Koja Jakarta Utara, dengan responden perawat pelaksana sebanyak 103 orang. Penelitian ini dilakukan pada minggu IV Mei sampai dengan minggu I Juni 2005. Instrumen penelitian terdiri dari tiga bagian yaitu kuesioner A mencakup karakteristik perawat pelaksana, kuesioner 13 mencakup penerapan fungsi pengorganisasian. dan kuesioner C mencakup kinerja perawat pelaksana.
Berdasarkan hasil analisis univariat diperoleh bahwa 62,1% perawat pelaksana berumur ≤ 27 tahun, wanita (90.3 %), dan 48,5 % belum menikah, pendidikan yang paling banyak adalah DIII keperawatan yaitu 98.1 % dan 62.1 % perawat pelaksana tidak pernah mengikuti pelatihan. Lama kerja yang paling banyak adalah 5 6 tahun (55.3 %). Berdasarkan analisis diperoleh bahwa perawat pelaksana mempersepsikan kemampuan kepala ruangan untuk melakukan pembagian tubas 58.3 % menyatakan baik. Kemampuan untuk melakukan koordinasi dan penjadwalan 65 5 menyatakan baik. Kemampuan memberikan arahan dan komando 64. 1 % menyatakan kurang. kemampuan membagi tanggung jawab dan tugas melaksanakan asuhan keperawatan 50,5 % menyatakan baik dan kinerja perawat pelaksana 54.4 % menyatakan baik. Dari seluruh variabel konfounder jenis kelamin (p-value 0,050) dan umur (p-value 0.26) terbukti mempengaruhi kinerja perawat pelaksana.
Hasil analisis multi varial ditemukan bahwa membagi tugas (p-value 0.017) dan membagi tanggung jawab dan tugas dalam pemberian asuhan keperawatan P-value 0.006) merupakan komponen yang berhubungan dengan kinerja perawat pelaksana setelah dikontrol umur dan jenis kelamin perawat pelaksana tersebut. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada pimpinan rumah sakit agar senantiasa meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manejerial SDM keperawatan terutama tentang membagi tugas dan memberi tanggung jawab dalam pemberian asuhan keperawatan melalui pendidikan keperawatan berkelanjutan baik formal maupun informal serta hasil penelitian ini penerapan fungsi manajemen khususnya komponen penerapan fungsi pengorganisasian merupakan masukan dalam menentukan kriteria kepala ruangan sehingga perawat pelaksana yang akan dipromosikan menjadi kepala ruangan dapat dilakukan seleksi mengacu kepada komponen fungsi manajemen tersebut. Untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana diruangan perlu jenjang karir yang jelas dan bagi perawat. Baru peranan mentor dapat ditingkatkan, kepala ruangan hendaknya berperan aktif dalam memotivasi. memberikan bimbingan dan pengarahan untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana serta mampu sebagai contoh. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik penelitian ini perlu dilanjutkan dengan metode kuasi eksperimen yaitu melakukan intervensi tentang penerapan fungsi pengorganisasian kepada sekelompok kepala ruangan dan perawat pelaksana dan sebagian responden tidak diintervensi kemudian hasilnya dibandingkan.

The roles of nursing manager in managing workers or other sources are important factors to make a professional and quality nursing service. The manager should combine leadership and management to reach his aim. Chicks of the ward as sub managers direct nursing services in hospitalizes rooms and get responsible fir the quality of nursing. They as leaders hold important roles in mobilizing, monitoring and directing staff to improve their works.
According to Reni's report (2001), some patients complained because of attention, they demanded more attention(7.14 %). The service should be improved (21,43 %) and the patients should be bathed (14.29 %). Rohana (2004) said that 54.7 % of chiefs of the ward were are delegating their patient. According to Prawirosentono (1999) there was tight relationship between individual work and team work. RSUD Koja is a sub hospital in North Jakarta which has 98 % of its nurse?s graduate from nursing diploma. Not only SOP and SAK but vision and nursing mission have already been prepared at this hospital. The career strata for nurses have been made but it is still found that the giving of care supervision has not fixed with SOP's ward rules. Based on the facts above, the writer conducts a study between the applied relationship of organization function which is done by chiefs of the ward and the works of duty nurses in hospitalize rooms at RSUD Koja, North Jakarta.
The aim of study is to find out the applied relationship of organizing function with the works of duty nurses. The method of study is correlation descriptive with cross sectional as its approach, 7 hospitalize wards at RSUD Koja have been used as the setting of study with 103 duty nurses. The study's instruments consist of 3 parts they are first Questioner A includes duty nurses' characteristic. Second. Questioner B includes the organizing function applied. Third, Questioner C applied the works of duty nurses. Based on the result of univariat analysis found 'that 62.1 5 of duty nurses are less than 27,49 % years old women (90.3 %) and 48.5 % of nurses have not got married. In other side. 98.1 % of nurses got diploma degree and 62,1 % have not any training. The writer also found that the longest time work is 6.45 years (55,3 %). Based on the result analysis, the writer found that the duty nurses have some perception to the ability of chiefs of the ward in dividing jobs. 53,3 % of correspondents stated good. The ability in coordinating and scheduling, 65,5 % stated good. The ability in giving direction and ordering, 64.1 % slated good. The ability in dividing responsibility and implementing nursing 's jobs, 50,5 % stated good and the works of duty nurses. 54.5 % states good. From all sex confounder variables have tight relationship with the works of duly nurses (p-value 0.050).
The result of multi variants found that is dividing jobs (p-value 0,017), responsibility and jobs under nursing care (p-value 0.006) are the most reasonable components with the works. Based on the result of study, it is advised to the director of hospital to improve the ability of leadership and human resources nursing managerial especially to divide and give responsibility to nursing under taking care. It can be done by continuing nursing education formally or informally. This result is an applied management function especially applied components of organizing function which are the inputs for recognizing some criteria. Some criteria are needed for chiefs of the word so that duty of nurses who will be promoted can be tested trough careful selection based on the components of management function. In improving the works of duty nurses, both the career strata and guidance and directing to improve nurses work. In addition, they have to be good examples for nurses. In getting a better result, this study should be continued with quasi experiment as method. Quasi experiment method is doing sonic intervention to the applied of organizing function to some chiefs of the ward, duty nurses and respondents who are not intervened then result of both sides compared.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2005
T18672
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>