Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 49 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ni Made Ari Puspita Sari
"Saat ini setiap organisasi mulai menyadari bahwa organisasi juga bergantung kepada pengetahuan. Jika pengelolaan pengetahuan tidak dilakukan dengan baik maka pengetahuan dapat hilang dan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Dampak dari pengelolaan pengetahuan dapat dirasakan pada people, proses, produk dan performa organisasi (Fernandez, 2010). Pengelolaan pengetahuan dapat dilakukan dengan menerapkan Knowledge Management Solution. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Knowledge Management Solution yang sesuai dengan industri plastik PT ABC yang mengalami masalah dengan pengelolaan pengetahuan dan juga prototipe Knowledge Management System. Penelitian ini akan menghasilkan proses-proses knowledge management apa saja yang dapat diterpakan pada PT ABC. Dari penelitian ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah tidak terkelolanya pengetahuan pada PT ABC. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode identifikasi yang dirancang oleh Fernandez (2010) dan menggunakan metodologi throwaway prototyping sebagai metodologi untuk mengembangkan prototipe KMS.

Nowadays organization starts to realize that knowledge is an important asset for them. If knowledge isn't properly managed then knowledge may be lost or not use efficiently. The effect for not managing knowledge will impact to people, process, product or organization performance (Fernandez, 2010). Knowledge management can be implemented by creating a knowledge management solution. This research is focus on creating a knowledge management solutionthat can be used for plastic industry, PT ABC that has issue with knowledge management. To support the knowledge management solution, a prototype of knowledge management system is also implemented. Knowledge management process that needed by PT ABC will be identified in this research. This research is conducted by using the methodology of designing knowledge management solution from Fernandez and also prototyping methodology to design the knowledge management system.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Theresia Wati
"Penjaminan mutu suatu Fakultas merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh setiap perguruan tinggi karena mutu suatu Fakultas akan menentukan kualitas dari perguruan tinggi tersebut. Badan Penjaminan Mutu Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta disingkat (BPM UPNVJ) dibentuk melalui Surat Keputusan Ketua Badan Penyelenggara UPN "Veteran" Nomor: Skep/106/XII/2005 tanggal 29 Desember 2005 tentang Badan Penjaminan Mutu Universitas Pembangunan Nasional "Veteran". Badan Penjaminan Mutu (BPM) merupakan suatu unsur pengawasan internal Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah rancangan model knowledge management yang sesuai dengan kondisi Badan Penjaminan Mutu dalam mendukung penjaminan mutu Fakultas. Perancangan Model knowledge management dilakukan melalui analisis dan perancangan suatu prototipe dari model yang akan dikembangkan serta dilakukan suatu analisis faktor - faktor kontingensi yang kemudian akan dipetakan kedalam SECI Model Nonaka dan Takeuchi. Perancangan model knowledge management sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melalui proses internalisasi dan eksternalisasi. Prototipe dari model knowledge management system dapat digunakan untuk mengevaluasi model tersebut.

The quality assurance of a faculty is something that must be done by each college, for the quality of the faculty will determine the quality of the university itself. The Quality Assurance Agency for National Development University "Veteran" Jakarta abbreviated (BPM, UPNVJ) was established by Decree of the Chairman of the organizers of UPN "Veteran" Jakarta No. Skep/106/XII/2005 dated December 29, 2005 regarding the Quality Assurance Agency for UPN "Veteran" Jakarta. BPM is an element of internal control of UPN "Veteran" Jakarta.
This research aims to produce a draft of the knowledge management model in accordance with the conditions of the BPM in support of the faculty quality assurance. The Design of the knowledge management model done through the analysis and the design of a prototipe of the model that will be developed and the analysis of the contingency factors will be carried out which will then be mapped into the SECI model Nonaka and Takeuchi. The design of the knowledge management model is in accordance with the duties and the functions through a process of internalization and externalization. The Prototipe of the knowledge management system model can be used to evaluate the model.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Umar Al Hafidz
"ABSTRAK Agile adalah sebuah metode pengembangan software yang fleksibel dalam menangani perubahan kebutuhan software. Begitupula scrum sebagai salah satu framework yang populer dari agile juga fleksibel terhadap perubahan kebutuhan software. Namun kelebihan ini ternyata harus diiringi dengan beberapa kekurangan terutama pada bagian dokumentasi software dikarenakan agile lebih mengandalkan komunikasi langsung. Knowledge management pada scrum juga turut dipengaruhi dengan meningkatnya tantangan dalam pengembangan software seperti letak tim pengembang yang berjauhan tempat, atau adanya pergantian pengembang software, penggunaan metode untuk proyek bersakala besar, adanya kebutuhan software dengan kualitas tinggi. Permasalahan ini perlu diselesaikan untuk menghidari banyaknya knowledge loss. Knowledge merupakan salah satu unsur vital dalam meningkatkan kinerja dari suatu organisasi. Sehingga jika knowledge antara anggota tim tidak tertangani dengan baik akan menghambat kecepatan pengembangan dan kinerja tim. Beberapa pendekatan telah dilakukan untuk menangani permasalahan knowledge tersebut salah satunya dengan menggunakan knowledge management system. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih jauh bagaimana pengaruh knowledge management system pada pengembangan software berbasis scrum dan pengaruhnya terhadap kinerja pengembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-experimental dengan penerapan di dunia nyata pada perusahaan startup. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dengan metode pra-uji dan pasca-uji dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan knowledge management system. Percobaan ini dilakukan dengan dua minggu menggunakan sistem pendukung scrum standar dan dua minggu dengan knowledge management system. Hasil temuan yang diperoleh dari percobaan tersebut yaitu terjadi peningkatan performa kontesktual sebesar 12%, performa tugas sebesar 5%, performa adaptasi sebesar 8%, serta perbaikan sirkulasi knowledge dari tim pengembang. Knowledge Management System terbukti mampu meningkatkan dan menangani sirkulasi knowledge pada scrum dan memberikan dampak pada pengembang dan proses pengembangan software.

ABSTRACT
Agile is a software development method that easily adapts to changing software requirements. Scrum as one of the popular frameworks of agile is also flexible to changing software requirements. But this advantage turns out to be accompanied by several shortcomings, especially in the software documentation section because agile relies more on direct communication. Knowledge management in Scrum was also influenced by the increasing challenges in software development such as the location of the development team that was far apart, or the change of software developers, the use of methods for large-scale projects, the need for high quality software. This problem needs to be resolved to avoid the amount of knowledge loss. Knowledge is one of the vital elements in improving the performance of an organization. So if knowledge between team members is not handled properly it will slow down the development and team performance. Several approaches have been made to deal with the knowledge problems, one of them is by using the knowledge management system. Therefore this research want to find out more about how the knowledge management system influences the development of scrum-based software and its effect on developer performance. This study uses a quasi-experimental approach with the application in the real world with startup companies. The research conducted is research with pre-test and post-test methods by comparing the conditions before and after the implementation of the knowledge management system. This experiment was conducted in two weeks using a standard scrum support system and two weeks with a knowledge management system. The findings obtained from the experiment were 12% increase in contest performance, task performance of 5%, adaptation performance of 8%, and improvement of knowledge circulation from the development team. The Knowledge Management System is proven to be able to improve and handle the knowledge circulation in Scrum and have an impact on developers and the software development process.

 

"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhika Audi Prathama
"Penerapan Knowledge Management di perusahaan nampaknya sudah menjadi suatu kebutuhan mendasar pada era globalisasi ini. Kurangnya pengelolaan pengetahuan di divisi Medical Representative PT. Darya-Varia Laboratoria, Tbk dapat menghambat proses pemerataan kompetensi karyawan. Hal ini terjadi karena terbawanya pengetahuan yang unik seiring dengan karyawan yang pensiun atau pindah ke perusahaan lain, sehingga dibutuhkan suatu solusi untuk menyimpan dan menyebarkan pengetahuan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model yang sesuai untuk sistem manajemen pengetahuan di perusahaan. Penelitian dilakukan pada divisi Medical Representative PT. Darya-Varia Laboratoria, Tbk dimana lokasi setiap pegawai tersebar di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metodologi contingency factor dari Sabherwal & Fernandez karena cocok diterapkan pada perusahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan empat proses manajemen pengetahuan, yaitu externalization, routines, socialization for knowledge discovery, socialization for knowledge sharing.
Berdasarkan proses-proses yang dianalisis, maka didapatkan lima teknologi, yaitu document management, article management, online library, forum discussion, dan chatting. Semua proses dan teknologi tersebut dijadikan dasar untuk pengembangan sistem manajemen pengetahuan.

Application of Knowledge Management in the company seems to have become a basic necessity in this era of globalization. Lack of knowledge management in the division Medical Representative PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk can hinder the process of equalization competence of employees. This happens because the entrainment unique knowledge as employees retire or move to another company, so company need a solution to store and disseminate such knowledge.
This study aims to obtain an appropriate model for the knowledge management system in the company. The study was conducted at the Medical Representative division of PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk where the location of each employee throughout Indonesia. This study uses a methodology contingency factor of Sabherwal and Fernandez as compatible to the company. Based on research conducted found four knowledge management process, namely externalization, routines, socialization for knowledge discovery, socialization for knowledge sharing.
Based processes are analyzed, it obtained five technologies, namely document management, article management, online library, discussion forums, and chat. All the processes and the technology is used as the basis for the development of knowledge management systems.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2016
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Company is more aware that knowledge management is one of the important factors because it gives competitive advantages for them. Knowledge is intellectual asset that is owned by individual or company. Knowledge becomes very useful if it is documented or stored, organized, shared to others and can be understood and applied. Knowledge Management System (KMS) is made to manage knowledge. KMS does identifying process, capturing, organizing and disseminating knowledge. Technology is one of three model of KM that supports the implementation of KM. This time there are various options of technology that support the KM implementation for companies. In this research, there are various options or types of technology that can be used to support the implementation of knowledge management.
"
621 COMMIT 5 (1-2) 2011
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Pita Larasati Fauziah Nur
"Tugas akhir ini membahas suatu pengembangan model untuk suatu knowledge management system dengan domain riset, yaitu pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Model berupa prototipe berbasis web. Pengembangan ini bertujuan dalam sharing data, informasi, dan pengetahuan serta komunikasi yang terjadi pada lembaga tersebut sehingga diharapkan dapat membantu pertukaran informasi yang terkadang terputus. Hal ini dikarenakan belum ada suatu repository khusus yang menampung dan mengelola human capital (sebagai dasar utama pengetahuan yang dimiliki lembaga riset) di BPPT.
Prototipe web ini menggunakan teknologi semantic web dengan penerapan ontologi. Pemilihan teknologi tersebut berdasarkan kajian terhadap pengembangan knowledge management system di beberapa lembaga riset dunia. Lalu, analisis project flow di BPPT serta analisis berdasarkan contingency factor. Kemudian, pengembangan model bernama BPPT Intranet ini dibuat dengan menggunakan open source, yaitu portalCore yang telah digunakan pula dalam salah satu proyek SWAD-E, yaitu SWED serta blog Wordpress sebagai media untuk membantu sharing komunikasi (bersifat independent).
Selain itu, tugas akhir ini menampilkan beberapa screenshot tampilan disain prototipe BPPT Intranet serta rincian uji fungsionalitas pada sistem tersebut. Model knowledge management system pada BPPT Intranet ini adalah knowledge sharing system. Hal ini dibuktikan melalui analisis contingency factor yang disesuaikan pula dengan project flow dan tujuan penelitian.

The focus on this thesis is developing a model for knowledge management system in research domain, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. This model is a web prototype. The purpose of developing this knowledge management system are sharing data, information, knowledge, communication that happen at this organization so that the system can improve information exchange in research area. In BPPT itself, they do not have yet some repository which can accomodate and manage human capital (as main fundamental of knowledge owned by research area).
This web prototype is using semantic web technology with ontology application. The chosen of the technology is based on study from previous works about development of knowledge management system in several research organizations in the world. Then, continue with some analysis for BPPT?s project flow and analysis based on contingency factors. After that, knowledge management system model (known as BPPT Intranet) is developed using an open source named portalCore that has been used in one of SWAD-E projects, called SWED and also Wordpress blog as a media for helping knowledge workers to communicate each other.
Moreover, this thesis displays some screenshot from BPPT Intranet?s prototype design and details about functional test that have been applied on the system. The appropriate knowledge management system model at BPPT Intranet is knowledge sharing system. That is proofed by analysis based on contingency factor and also according to BPPT?s project flow and purpose of the research itself.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Irvanda Kurniadi Virdaus
"Knowledge management system merupakan sistem yang dibuat untuk mengelola knowledge yang ada, baik yang bersifat tacit, maupun ekplisit. Knowledge management system banyak dibutuhkan dalam organisasi karena knowledge yang ada pada organisasi tersebut harus dikelola agar termanfaatkan dengan baik. Untuk membangun sistem ini digunakan metode Software Development Life Cycle dengan model waterfall sebagai metode Software Engineering. Adapun tahapan SDLC antara lain user requirement, design analysis, implementation, dan testing. Dalam penerapannya, knowledge management system ini dibangun menggunakan Mediawiki sebagai framework untuk membangunnya. Dalam skripsi ini dilakukan tiga pengujian, yaitu unit testing, load testing, dan usability testing. Dari pengujian yang dilakukan didapatkan hasil unit testing keberhasilan sebesar 96,47% yang menunjukkan bahwa fitur-fitur yang terdapat pada sistem sudah berjalan dengan baik. Dari load teting didapatkan hasil rata-rata response time untuk akses halaman utama sebesar 4705,1 ms dan rata-rata response time untuk akses halaman artikel sebesar 2173,5 ms, dimana hasil tersebut menunjukkan response time yang wajar. Untuk load testing dengan variasi virtual user menunjukkan kenaikan response time yang linear. Dari usability testing didapatkan hasil untuk pengguna rata-ratanya sebesar 4,73 dan untuk responden acak menghasilkan nilai rata-rata sebesar 4,14 dari skala 1-6. Hal tersebut menunjukkan sistem yang diterapkan sudah sesuai terhadap perusahaan dan cukup efektif dalam penggunaannya.

KMS is built to manage knowledge, either tacit or explicit knowledge. KMS is needed to manage knowledge so that organization can use their knowledge properly.( versi lain: Many organization need KMS because their knowledge need to be managed so that the knowledge can be used properly ). Software Engineering Development Life Cycle with Waterfall model was used in the KMS developing process of this research. The SDLC phase of Waterfall model consists of user requirement gathering, design analysis, implementation, and testing phase. In the implementation phase, Mediawiki was used as the framework to build the KMS. Three kind of testing was used in this research, which were unit testing, load testing, and usability testing. It can be derived from unit testing that the success rate to use the system was 96,47% which means the system features was running well. From load testing, showed that the average response time to access the main page was 4705,1 ms and the average response time to access article page was 2173,5 ms, which means the system had acceptable response time. Load testing with virtual user variation showed that there was linear response time escalation. The result of usability testing was 4,73 for average user and 4,14 for random respondents in 1-6 scale. In conclusion, the testing result showed that the system had been implemented properly according to corporate needs."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S1835
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rivan H. Kartowisastro
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2001
T40454
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dhiemas Rangga Yonathan Sembor
"PT XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri keamanan identitas. Penelitian ini mengangkat tema permasalahan pengelolaan pengetahuan yang kurang efektif di Unit Bisnis MO PT XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Knowledge Management System (KMS) di Unit Bisnis MO PT XYZ serta merancang sistemnya. Analisis kebutuhan knowledge management system menggunakan metodologi Becerra-Fernandez dan analisis Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dalam pengumpulan dan analisis data. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, focus group discussion, dan survei kuesioner. Analisis OCAI pada penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi memiliki budaya pasar. Selain itu, analisis metodologi Becerra-Fernandez menghasilkan prioritas proses manajemen pengetahuan di organisasi penelitian, yaitu sosialisasi baik itu knowledge discovery maupun knowledge sharing, pertukaran, arahan, dan kombinasi. Fitur KMS yang dikembangkan pada penelitian ini adalah grup chat, manajemen dokumen, dan case-based reasoning. Perancangan KMS menggunakan metode prototyping, diagram UML, dan arsitektur sistem Tiwana. Diagram UML yang digunakan meliputi use case diagram, activity diagram, class diagram, sequence diagram, dan behavioral state machine diagram. Rancangan sistem menghasilkan 12 use-case dan 4 aktor. Arsitektur sistem yang dirancang meliputi interface layer, access and authentication layer, collobarative intellignce and filtering, application layer, transport layer, middleware and legacy integration layer, dan repository layer. Prototipe sistem divalidasi dengan menggunakan pendekatan user acceptance test.

.XYZ is a company engaged in the identity security industry. This study raises the theme of less effective knowledge management problems in MO Business Unit. This study aims to analyze the needs of Knowledge Management System (KMS) in MO Business Unit XYZ and design the system. The analysis of the knowledge management system used the Becerra-Fernandez methodology and analysis of the Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). This study used a mixed method in data collection and analysis. The data collection instruments used included interviews, focus group discussions, and questionnaire surveys. The OCAI analysis in this study shows that organizations have a market culture. In addition, the analysis of the Becerra-Fernandez methodology resulted in a priority of knowledge management processes in research organizations, namely socialization for both knowledge discovery and knowledge sharing, exchange, direction, and combination. The KMS features developed in this study are chat group, document management, and case-based reasoning. KMS design used prototyping methods, UML diagrams, and Tiwana system architecture. UML diagrams used include use case diagram, activity diagram, class diagram, sequence diagram, and behavioral state machine diagram. The system design produced 12 use cases and 4 actors. System architecture are designed include interface layer interface, access and authentication layer, collobarative intelligence and filtering, application layer, transport layer, middleware and legacy integration layer, and repository layer. The system prototype is validated using the user acceptance test approach."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Univeristas Indonesia, 2019
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Ainur Rony
"
Perguruan tinggi swasta berkewajiban untuk melaporkan kegiatan belajar mengajar dalam satu semester dalam bentuk laporan EPSBED ke Kopertis. Laporan EPSBED merupakan pekerjaan yang harus dilakukan pada setiap program studi yang terdapat pada PTS. Proses pelaporan EPSBED merupakan pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok dan merupakan kegiatan yang melibatkan antar biro atau bagian. Selain itu, dalam penyusunan EPSBED dibutuhkan suatu knowledge agar bisa menjaga konsistensi kualitas laporan EPSBED. Pergantian personil pada personil yang mengerjakan EPSBED juga harus diantisipasi. Apalagi jika knowledge untuk proses pelaporan EPSBED terdapat pada individu-individu (tacit), sehingga jika personil tersebut pindah maka knowledge pun juga akan pindah. Oleh karena itu diperlukan sarana untuk menampung dan menyebarkan knowledge, serta dapat pula berkolaborasi antar personil.
Penelitian ini membahas tentang pengembangan knowledge management system untuk proses pelaporan EPSBED pada perguruan tinggi studi kasus Universitas Budi Luhur Jakarta. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Fernandez et al. (2001) dan Tiwana (2002). Untuk analisis proses-proses KM menggunakan faktor kontigensi dan untuk menentukan arsitektur KMS menggunakan Tiwana. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan model KMS untuk proses pelaporan EPSBED."
Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2010
T59370
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>