Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mulyawati
"Skripsi ini mengenai pelaksanaan layanan anak di Perpustakaan Umurn Kotamadya Jakarta Timur (PUJT), dengan data utama berasal dari pendapat anak-anak pemakai layanan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat anak-anak terhadap kegiatan layanan anak di PUJT, yang terdiri dari layanan peminjaman buku, bimbingan menibaca, layanan rujukan, mendongeng dan pertunjukan boneka serta layanan mainan, juga untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh perpustakaan dalam melaksanakan kegiatan layanan tersebut.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan terhadap anak-anak pemakai layanan, Kepala Perpustakaan dan staf di bagian layanan anak, sedangkan observasi dilakukan terhadap kegiatan layanan anak di PUJT.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan layanan anak d PUTT sudah dilaksanakan dengan cukup baik, misalnya dalam hal jumlah jenis layanan yang diadakan untuk anak-anak, koleksi anak, ruangan dan perabot. Layanan peminjaman buku dan layanan mendongeng dan pertunjukan boneka sudah dilaksanakan dengan baik, sedangkan dalam hal layanan bimbingan membaca sebagian besar responden ternyata tidak pernah bertanya kepada pustakawan, di sisi lain pustakawan juga bersikap pasif dan tidak pernah membantu responden tanpa ditanya atau dimintai tolong terlebih dahulu. Layanan rujukan dan mainan dari segi koleksi dan ruangan sudah cukup baik, tetapi ternyata masih kurang dimanfaatkan oleh anak-anak.
Hambatan-hambatan yang dihadapi perpustakaan dalam melaksanakan kegiatan layanan anak adalah: minat baca anak yang masih kurang, kurangnya dana untuk promosi, lokasi perpustakaan yang kurang strategis, kurangnya pengetahuan staf di bagian layanan anak mengenai layanan perpustakaan untuk anak, kurangnya bacaan anak tentang Indonesia, karangan pengarang Indonesia maupun majalah anak di pasaran serta kurangnya pemanfaatan layanan rujukan oleh anak-anak."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1997
S15402
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wafa Marwan
"Pada zaman sekarang ini, kebutuhan informasi setiap manusia semakin meningkat. Perpustakaan sebagai salah satu lembaga yang mengelola berbagai macam sumber informasi hares mampu memenuhi kebutuhan informasi para pemakai atau pengguna perpustakaan. Untuk itu, perpustakaan harus dapat mengelola secara baik dan profesional semua sumber informasi yang tersedia agar dapat mewujudkan sistem perpustakaan yang unggul dan bermuara pads kepuasan pemakainya. Peran suatu perpustakaan dalam masyarakat sangat besar. Perpustakaan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat, memerangi keterbelakangan dan kebodohan serta meningkatkan kemampuan intelektual masyarakat. Untuk dapat mewujudkan hal itu, perpustakaan harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya pengecualian. Salah satu jenis perpustakaan yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat luas adalah perpustakaan umum. Menurut Sulistyo-Basuki (1994, 35) yang dimaksud dengan perpustakaan umum adalah: perpustakaan yang dibiayai dari dana umum baik sebagian maupun seluruhnya. Perpustakaan umum diperuntukkan dan terbuka bagi semua masyarakat tanpa membeda-bedakan usia, jenis kelamin, kepercayaan, agama, ras, pekerjaan, keturunan serta rnemberikan layanan untuk masyarakat secara cuma-cuma. Keberadaan sebuah perpustakaan umum di tengah-tengah masyarakat sangat diperlukan, terutama pada masyarakat modern. Perpustakaan umum mengemban tugas yang sangat penting yaitu mencerdaskan bangsa atau warga suatu negara agar mereka dapat berperan serta dalam proses demokrasi. Hal ini sesuai dengan pernyataan UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) yang menganggap perpustakaan sebagai tiang utama demokrasi. Dalam Manifesto Perpustakaan Umum / Public Library Manifesto (1998), UNESCO juga menjelaskan pentingnya perpustakaan umum bagi seluruh masyarakat terutama bagi mereka yang telah meninggalkan bangku sekolah, sebab perpustakaan umum merupakan tempat untuk memperolch informasi mengenai berbagai masalah, tempat rekreasi dan tempat belajar berkesinambungan. Di Indonesia perpustakaan umum bertugas mengumpulkan, menyimpan, memelihara, mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka untuk kepentingan pendidikan, penerangan, penelitian, pelestarian serta pengembangan kebudayaan dan rekreasi bagi seluruh golongan masyarakat. Agar perpustakaan umum dapat dimanfaatkan secara maksimal olch masyarakat, koleksi yang dimiliki perpustakaan harus benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan pemakai perpustakaan. Pustakawan harus dapat mernilih dan menyediakan buku-buku dan bahan pustaka yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan informasi pemakai. Pengunjung perpustakaan akan semakin meningkat apabila mereka telah dapat merasakan adanya manfaat yang diperoleh dari suatu perpustakaan"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2005
S15451
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mochammad Razaan Daniswara Mulyadi
"Pelayanan publik merupakan cerminan dari hubungan antara negara dan warganya, di mana negara memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Di tengah transformasi digital, pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan aplikasi ALPUKAT Betawi sebagai platform layanan administrasi kependudukan yang terintegrasi secara daring. Namun, pelayanan publik digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti banyaknya keluhan masyarakat yang belum terselesaikan (Ombudsman RI, 2023) dan skor Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang masih rendah, yaitu 2,34 dari skala 5 (PANRB, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan aplikasi ALPUKAT Betawi di Jakarta Timur berdasarkan persepsi Generasi Z sebagai kelompok pengguna dominan, dengan menggunakan model E-GovQual yang mencakup empat dimensi: Efficiency, Trust, Reliability, dan Citizen Support. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain cross-sectional, serta teknik pengumpulan data mix methods melalui survei terhadap 103 responden dan wawancara mendalam sebagai data kualitatif pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan aplikasi ALPUKAT Betawi secara umum berada pada kategori sedang, dengan kelemahan yang menonjol pada dimensi reliability dan citizen support, namun menunjukkan kecenderungan positif menuju baik. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun aplikasi telah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan administrasi digital, masih dibutuhkan peningkatan dalam hal performa teknis, keandalan layanan, serta sistem dukungan pengguna. Temuan ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah dan pengembang sistem untuk terus mengembangkan layanan yang berorientasi pada pengalaman pengguna (user-centered service design) guna mendorong pelayanan publik digital yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat digital, khususnya Generasi Z.

Public service represents the relationship between the state and its citizens, wherein the government has the obligation to provide services that are effective, efficient, and adaptive to technological advancements. Amid digital transformation, the Provincial Government of DKI Jakarta launched the ALPUKAT Betawi application as an integrated digital platform for civil administration services. However, public digital services in Indonesia still face various challenges, such as the high number of unresolved public complaints (Ombudsman RI, 2023) and a relatively low Electronic-Based Government System (SPBE) score of 2.34 out of 5 (Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform, 2022). This study aims to analyze the service quality of the ALPUKAT Betawi application in East Jakarta from the perspective of Generation Z as the dominant user group, using the E-GovQual model which consists of four dimensions: Efficiency, Trust, Reliability, and Citizen Support. The study applies a quantitative approach with a descriptive research type and a cross-sectional design, employing mixed methods for data collection through surveys of 103 respondents and in-depth interviews as qualitative support. The findings indicate that the overall service quality of the ALPUKAT Betawi application falls into the moderate category, with notable weaknesses in the dimensions of reliability and citizen support, though showing a positive trend toward improvement. This suggests that while the application has been able to meet most digital administrative needs, further improvements are required in terms of technical performance, service reliability, and user support systems. These findings offer critical insights for local government and system developers to continue enhancing services that prioritize user experience (user-centered service design) in order to promote a more inclusive, adaptive, and responsive digital public service for the modern society, particularly Generation Z."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library