Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Iqbal
"Penelitian ini bertujuan menganalisis terjadinya perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan bermasalah pada perbankan syariah dan perbankan konvensional. Variabel-variabel yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi faktor makroekonomi dan karakteristik keuangan bank pada masing-masing kelompok perbankan. Variabel makroekonomi yang dianalisis adalah growth GDP riil dan tingkat suku bunga riil, sedangkan variabel karakteristik keuangan bank adalah growth financing rate, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan market share kelompok perbankan. Dengan menggunakan model Autoregressive dan Distributed Lag pada analisis regresi, diharapkan faktor-faktor makroekonomi dan karakteristik keuangan perbankan dapat diketahui pengaruhnya terhadap pembiayaan bermasalah pada periode waktu yang akan datang."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Jufli Irawan
"Ketika sebagian terjadi krisis ekonomi global pada tahun 2008 yang dipicu oleh krisis kredit perumahan di Amerika Serikat, perekonomian Indonesia juga terkena dampaknya. Pasar keuangan dan pasar modal indonesia mengalami market recovery yang cepat sehingga tidak seburuk krisis keuangan pada tahun 1998. Namun demikian, pembiayaan macet di perbankan, khususnya perbankan syariah masih mengalami kenaikan melampaui target NPF Bank Indonesia yaitu 5 persen. Pada bulan September 2009, NPF bank syariah mencapai 5.72 persen, bahkan NPF di beberapa sektor eknomi lebih tinggi dari itu. Maka dari itu, tesis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal (suku bunga SBI dan bonus SWBI/SBIS) dan faktor internal (total pembiayaan dengan prinsip bagi hasil dan total pembiayaan dengan prinsip non bagi hasil) perbankan syariah terhadap NPF perbankan syariah per sektor ekonomi.
Faktor-faktor tersebut diperoleh melalui studi literatur, penelaahan terhadap teori, dan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari periode Maret 2004 sampai dengan September 2009. Data yang digunakan bersumber dari data Bank Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi dengan variabel bebas dummy karena metode ini dapat digunakan untuk melihat pengaruh variabel-variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat serta dapat membelikan informasi perbedaan nilai variabel terikat dari berbagai kategori yang dalam hal ini adalah sektor ekonomi.

During the global economic crisis in 2008 which was triggered by credit crunch in the United States of America, Indonesian economy was also impacted. Indonesian Capital and financial market recovered quickly fast and therefore did not reach worst condition as it was in 1998. However, non performing financing, particularly in syariah banks is increasing above the targeted NPF rate set out by the Central Bank of Indonesia i.e. 5 percent As of September 2009, NPF of syariah banks was 5.72 percent. NPF in some economic sectors even higher than this. Therefore, this paper is intended to analyze the effect of syariah’s banks extemal factors (interest rate, retum of SWBI/SBIS and GDP) and internal factors (size of profit-sharing-based financing and size of non-profit-sharing-based financing) to the NPF in each economic sector.
The above factors are derived from the studies of literature and theories as well as from the previous researches. This research uses the data from March 2004 to September 2009. The data is gathered from Central Bank of Indonesia and Indonesian Statistic Bureau. The method adopted for this research is regression with dummy independent variables because this method is able to inform the variation of value of the dependent variable from various categories which in this research is the economic sectors.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26868
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Trisiladi Supriyanto
"Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh struktur neraca yang tercermin dalam Rasio Rate Sensitive Asset (RSA) dan Rate Sensitive Liability (RSL), Financing to Deposit Rario (FDR), Interest Rate of Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Financing (NPF) terhadap Net Margin di Bank Syariah Mandiri. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Laporan Publikasi Bank Syariah MandirL Sampel yang digunakan adalah Laporan Keuangan Bank Syariah Mandiri dari bulan Mei 2004 sampai dengan Mei 2009. Penelitian ini menggunakan model regresi berganda dengan data time series. Hasil Penelitian ditemukan bahwa indikator Net Margin dipengaruhi secara besama-sama oleh Rasio RSA/RSL, FDR, SBI, CAR dan NPF tetapi secara individu, banyak dipengaruhi secara signifikan oleh Rasio RSA/RSL, SBI dan CAR sedangkan FDR dan NPF tidak berpengaruh signifikan secara statistik."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26928
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muksin Syahwani
"Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Bagi Hasil untuk dana pihak ketiga, Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Total Asset terhadap profitabilitas usaha Bank Umum Syariah di Indonesia dengan indikator Return On Equity (ROE). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Laporan Publikasi Bank Umum Syariah dan sample yang digunakan adalah Laporan Keuangan Bank periode Desember 2005 sampai dengan Maret 2009 untuk 3 bank umum syariah yang telah beroperasi lebih dari dua tahun. Penelitian ini menggunakan model regresi berganda data panel dan teknik Pooled Least Square. Dari hasil Penelitian ditemukan bahwa indikator ROE dipengaruhi secara besama-sama oleh CAR, NPF, FDR, Bagi Hasil dan Total Asset, tetapi secara individu, banya dipengaruhi secara signifikan oleh FDR dan NPF, sedangkan CAR, Bagi Hasil dan Total Asset tidak berpengarah signifikan secara statistik sampai batas tertentu.

The purpose of this research is to learn how influence of share the profits for the customer, Non-Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR) and Total Asset to Profitability of Public Islamic Banks in lndonesia by using Return on Equity (ROE) as indicator The secondary data is being used for this research; it is from Publication Report in Bank Indonesia. While the sample being used Public Islamic Banks Financial Report Period December 2005 up to March 2009, from three public Islamic banks that have been being operation more than two years. This research using multiple linier regressions with pooled least square model. The result from this research indicate that ROE significant influenced together with share the profits for the customer, NPF, FDR, CAR and Total Asset, but for individuals it is only significant influenced by NPF and FDR but not significant influenced by CAR, sbare the profits for the customer and Total Asset till certain level."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T26946
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anita Christie
"Penelitian ini benujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pembiayaan mudharabah di Bank Muamalat Indonesia. Adapun dalam penelitian ini digunakan variabel DPK, Profit, dan NPF sebagai variabel kontrol. Sedangkan variabel SWBI adalah variabel yang ditambahkan sebagai variabel penelitian ini, Metode analisis yang digunakan daiam penelitian ini adalah kegresi linear lerganda, Data pada penelitian ini adalah data time series pada periode waktu antata Mare' 2001 s.d. Februari 2006.
Hasil analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa variabel prom, NFF, dan SWBI secara bersama-sama mampu menjelaskan perilaku pembiayaan mudharabah dengan koefisien determinasi R sebesar 95%, sedangkan sisanya 5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dan tidak terdapat daiam persamaan ini.

The objective of research is to find out the factors that influence The Mudharabah Financing at Bank Muamalat Indonesia. The control variabels in this research are funding of the debitur, profit from the mudharabah financing, and the non performing financing. Furhermore, the Sertifikat Wadi'ah Bank Indonesia (SW131) is added as the research variable. The approach used in this study is multiple linier regression model, The data used are time series, on March 2001 to February 2006.
Applying Ordinary Least Square (OLS) to the data, the result shows that variables of the profit, NPF, and SWBI together are able to give explanation significantly to the mudharah financing with 95% coefficient of detrrnination, and the rest of 5% are explained by others factors that are not mantion in the research.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17906
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hartono
"Non Performing Financing (NPF), merupakan salah satu alat penilaian kesehatan Bank Syariah, oleh karena itu harms dikelola sedemikian rupa agar tidak melampaui batas maksimal ketentuan Bank Indonesia yakni 5%. NPF dalam perbankan syariah juga merupakan refleksi dari bagi basil yang akan diberikan bank syariah. Dalam masa pertumbuhan bank syariah yang masih bare dengan karakteristik produk dan pola FDR (Financing to Deposit Ratio) dalam memaksimalkan bagi basil, Berta keberadaan dual banking system dan dual monetary system di Indonesia, perlu untuk mengetahui f orfaktor yang mempengaruhi fluktuasi NPF yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Suku Bungs Sertifikat Bank Indonesia (SBI) I bulan.
Pada Bank Muamalat Indonesia (BMI) terjadi fluktuasi (naik-turun) NPF, sementara DPK meningkat dan Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) I bulan berfuktuasi. Peningkatan DPK berpengaruh terhadap penurunan NPF BMI, sementara peningkatan Suku Bungs 5B1 berpengaruh terhadap peningkatan NPF BMI.

Non Performing Financing (NPF), is one of tool to assess the soundness of a syaria bank. that must be carefully managed so that it is not exceeded the limit set by Bank Indonesia i.e. 5%. NPF in syaria banking is also a reflection of revenue sharing given by a syaria bank. During the growing phase for this new syaria bank with its unique product characteristics and its Financing to Deposit Ratio (FDR) pattern to maximize revenue sharing, also the enactment of dual banking system and dual monetery system in Indonesia, it is important to understand factors affecting the fluctuation of NPF i.e Dana Pihak Ketiga (DPK) and Sertifikat Bank Indonesia (SBI) rate (I month).
In Bank Muamalat Indonesia (BMI), NPF fluctuates, while DPK increases and SBI rate (1 month) fluctuates. The increase in DPK affects the decrease in NPF of BMI, while the increase in SBI rate gives impact on the increase in NPF of BMI.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2007
T20707
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rr. Tini Anggraeni
"Adapun dasar dilakukannya penelitian ini bersumber dari fakta pada Bank Syariah X yang memiliki nilai NPF tinggi pada periode Januari 2004 ? April 2007 dan berada dalam iklim fluktuasi inflasi dan GDP, tetapi hingga akhir buku 2006/2007 masih memiliki predikat ?Sehat?. Atas dasar itulah penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh atau dampak yang ditimbulkan akibat pembiayaan bermasalah dan faktor eksternal (inflasi dan GDP) terhadap tingkat kesehatan Bank Syariah. Juga untuk melihat besar pengaruh pembiayaan bermasalah yang diwakili oleh nilai NPF dan faktor eksternal terhadap tingkat kesehatan yang difokuskan pada 3 variabel utama yaitu capital, asset dan earning ; faktor capital, asset dan earning apa yang terpengaruh signifikan akibat pembiayaan bermasalah dan faktor eksternal yang terjadi.
Penelitian ini merupakan studi kasus pada Bank Syariah X, dan menggunakan 3 faktor CAMELS, yaitu Capital, Asset dan Earning yang terdiri atas 8 rasio keuangan. Untuk membuktikan dampak yang ditimbulkan pembiayaan bermasalah dan faktor eksternal, penelitian ini menggunakan analisis fish bone yang digunakan untuk menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan, sehingga akan terlihat letak pengaruh NPF dalam perhitungan tingkat kesehatan secara keseluruhan. Sedangkan untuk melihat besar dan arah hubungan juga tingkat signifikansi dari masing-masing variabel capital, asset dan earning, digunakan metode non parametrik koefisien korelasi rank spearman.
Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa NPF hanya merupakan bagian dari asset sehingga perubahan peningkatan NPF hanya mempengaruhi 19% dari perhitungan tingkat kesehatan bank secara keseluruhan. Faktor capital, asset dan earning yang yang memiliki hubungan yang erat dengan tingkat NPF adalah rasio APM yang memiliki korelasi positif sebesar 0,971. Sedangkan yang terpengaruh akibat fluktuasi inflasi adalah BOPO dengan nilai korelasi sebesar 0,480 dan yang terpengaruh akibat peningkatan GDP adalah rasio APM dengan nilai korelasi 0,908. Hal ini juga ditunjang dari tingkat signifikansi yang menunjukkan bahwa rasio CAR, APM, APYD dan Pem_PPAP yang terbukti signifikan memiliki hubungan dengan pembiayaan bermasalah yang terjadi. Sedangkan yang terbukti signifikan memiliki hubungan dengan fluktuasi inflasi adalah rasio APYD dan BOPO. Dan yang terbukti signifikan memiliki hubungan dengan fluktuasi GDP adalah rasio APM, APYD, Pem_PPAP dan ROA.

The reason doing this research is from a fact that at Bank Syariah X having high NPF value in time line between January 2004 - April 2007 and have been through fluctuation of inflation and GDP, but until the end of close book in 2006/2007 still having a 'Healthy' predicate. Basis on that fact this research being perform to prove if is there is any influence or impact generated as result of financing problem and external factors (inflation and GDP) to the Bank Syariah health measurement. Also to see how big is the influence of financing problem that represented by NPF value and external factor that represented by Inflation and GDP to level of health that focused at 3 main variable and factor which is capital, asset and earning and which factor or variable significantly influence by financing problem and the external factor.
This research is a case study at Bank Syariah X, and applies 3 factors of CAMELS, which is Capital, Asset and Earning which consist of 8 financial ratios. To prove the impact generated by financing problem and external factor, this research applies Fish Bone Analysis to elaborate which factors influence the level of health, so that will seen the whole situation of NPF influence in level of health calculation. While to see direction and how big is the relation, also level of significantly from each variable Capital, Asset and Earning, applied non parametric Correlation Coefficient Rank Spearman method.
From analysis, obtained result that NPF only to be part of Asset so that the improvement of NPF only influence 19% from a whole banking health measurement calculation. From capital, asset and earning factor which having tightly relation with level of NPF is APM ratio having positive correlation as big as 0,971. While that affecting by inflation fluctuation effect is BOPO with correlation value as big as 0,480 and affecting by GDP improvement effect is APM ratio with correlation value as big as 0,908. This thing also supported from level of significance indicating that ratio CAR, APM, APYD and Pem_PPAP which significantly proven has relation with financing problem. While significantly proven has relationship with inflation fluctuation is ratio APYD and BOPO. And significantly proven which has relation with GDP fluctuation is ratio APM, APYD, Pem_PPAP and ROA."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T24987
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Danastri Sisherdianti
"Penelitian ini mengetahui ada tidaknya pengaruh shock terhadap fluktuasi faktor-faktor GDP, inflasi, SBI dan Kurs terhadap USD terhadap NPF dan FDR. Pada saat krisis maupun pasca krisis ekonomi. Untuk tujuan tersebut maka dilakukan pengujian menggunakan Vector Autoregressive (VAR) dengan menggunakan data bulanan dan kwartalan dari Januari 1997 hingga Juli 2008 yang diambil dari laporan keuangan BMI dan BI.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari masing-masing penelitian terlihat bahwa secara umum variabel NPF dan FDR merespon setiap shock yang ditimbulkan oleh masing-masing variabel ekonomi makro. Dengan demikian bahwa dari hasil penelitian tidak ada variabel ekonomi makro yang dominan terhadap NPF dan FDR.

This research was done to see, whether several factors such as GDP, inflation, SBI and currency had their influence on USD, NPF and FDR during and after the economic crisis. To find out whether there are any correlations or not, this research used Vector Autoregressive (VAR) method, by using monthly and quarterly data from January 1997 to July 2008. Which taken from BMI and BI financial reports.
The test results showed that in general, macro economic variable had no influence toward NPF and FDR, both during and after the economic crisis. Even though from the test results, there is a GDP variable which had positive correlation both during and after the economic crisis. However, it has no significant impact on NPF and FDR. Perhaps there is another variable which become internal strength from BMI in completing its finance."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2009
T25468
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yunis Rahmawulan
"Terdapat perbedaan mencolok namun denga pola yang sama, antara tingkat NPL bank konvensional dan NPF bank syariah di Indonesia, khususnya pada kurun waktu 2001 sampai dengan awal 2007. Oleh karena itu, untuk membandingkan faktor penyebab NPL dan NPF, maka diambil variabel umum perbankan, antara lain : Pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP), inflasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI)/ Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI), pertumbuhan kredit/ pembiayaan, serta Loan to Deposit Ratio (LDR)/ Financing Deposit Ratio (FDR). Penelitian ini menggunakan analisis Impulse Response Function dan analisis regresi majemuk dengan mempertimbangkan faktor lag, sehingga diperoleh variabe variabel yang signifikan mempengaruhi pergerakan NPL maupun NPF perbankan Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL lebih cepat memberikan respon terhadap shock pertumbuhan GDP dibandingkan NPF, serta faktor-faktor yang mempengaruhi NPL adalah pertumbuhan GDP pada 4 quarter sebelumnya, inflasi, LDR dan perubahan SBI. Sedangkan pada bank syariah, faktor yang mempengaruhi NPF adalah pertumbuhan GDP 4 quarter sebelum dan inflasi pada 3 quarter sebelumnya.

There are some great differences -with the same pattern- between Non Performing Loan (NPL) level of conventional bank and Non Performing Financing (NPF) level of sharia bank in Indonesia, especially during year 2001 until early 2007. For that reason, to compare the factors causing NPL and NPF, ones need to take into account general economic variables such as: growth of GDP, inflation rate, Certificate of Bank Indonesia (SBI)/ Wadiah Certificate of Bank Indonesia (SWBI), credit growth and Loan to Deposit Ratio (LDR)/ Financing Deposit Ratio (FDR). Impulse Response Function and multiple regression analysis are used in this research by considering the lag factor to obtain significant variables affecting the NPL and NPF movements/variations of Indonesia banking industry.
The research showed that NPL responded quickly to shock growth of the GDP compared to that of the NPF. Key factors that affect the NPL are previous four-quarter GDP Growth, inflation rate, LDR and rate changes in the SBI. On the other hand, key factors that affect the NPF in Sharia Banks are the previous four quarter GDP Growth and the previous three quarter inflation rate variations."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T24558
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library