Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
R. Adha Pamekas
"Kaca lembaran merupakan salah satu komoditas yang dapat dikategorikan sebagai komoditas andalan. Hal ini ditandai dengan kinerja ekspor yang terus meningkat setelah sebelumnya mengalami penurunan yang cukup berarti pada saat krisis melanda Asia, dimana nilai ekspor terus meningkat dengan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan ekspor dunia.
Daya saing kaca lembaran Indonesia di pasar dunia, sejak tahun 1996 - 2000 menunjukkan kecenderungan meningkat dan mampu bersaing dengan produk yang sama dari negara-negara pesaing walaupun sempat mengalami penurunan pada tahun 1997. Hal ini ditandai dengan menurunnya konsumsi di dalam negeri dan nilai atau volume ekspor ke dunia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi kekuatan daya saing kaca lembaran Indonesia di pasar intemasional dan mencari alternatif strategi yang direkomendasikan dalam upaya meningkatkan daya saing.
Dari hasil perhitungan kinerja ekspor dan dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), diketahui bahwa untuk kaca lembaran secara umum, kinerja ekspornya terus meningkat dengan tingkat pertumbuhan melebihi pertumbuhan ekspor dunia serta meningkatnya pangsa pasar komoditas tersebut memiliki kekuatan daya saing yang sedang dan juga menunjukkan bahwa dari tahun 1996 hingga tahun 2000 terjadi peningkatan dan tahap perluasan ekspor menjadi tahap net eksportir. Sementara itu, untuk komoditas-komoditas yang termasuk dalam kaca lembaran ini, diketahui bahwa dua komoditas yaitu HS 700521 dan 700510 memiliki kekuatan daya saing yang tinggi dan mempunyai peluang yang lebih besar dalam penguasaan pangsa pasar, serta komoditas lainnya yaitu 700530 memiliki kekuatan daya saing yang tingkat menengah.
Untuk menentukan alternatif strategi, digunakan teknik proses hirarki analitik (PHA), yaitu suatu permodelan dengan menggunakan skala prioritas berdasarkan penilaian para pakar. Dengan menggunakan metode ini diperoleh faktor-faktor yang berpengaruh dalam upaya peningkatan daya saing kaca lembaran Indonesia, adalah : Kondisi Faktor; Kondisi Permintaan, Industri terkait dan pendukung, Strategi, Struktur dan Persaingan; Kesempatan / peluang serta Pemerintah.
Alternatif strategi dalam upaya peningkatan daya saing kaca lembaran didasarkan pada teori Strategi Generik Michael Porter. Selanjutnya dengan PHA dihitung bobot dari kuesioner yang telah diisi oleh responden dan diperoleh prioritas pertama dari alternatif strategi adalah keunggulan biaya menyeluruh dengan keunggulan pada biaya kumulatif yang dikeluarkan oleh industri dalam melaksanakan aktivitas rantai nilai lebih rendah dibandingkan dengan biaya kumulatif para pesaingnya, misalnya dalam bentuk harga yang rata-rata lebih rendah dibandingkan dengan pesaingnya.
Dengan terpilihnya alternatif strategi tersebut, kemudian dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pihak-pihak yang terkait yang pada akhirnya akan kemampuan daya saing dan penguasaan pangsa pasar akan meningkat sehingga diperoleh peningkatan kinerja ekspor Indonesia guna meningkatkan keselahteraan masyarakat Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2003
T12034
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gina Gantini Savitri
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi produk furniture kayu Indonesia yang mempunyai daya saing di pasar global dan pasar tertentu (Hungaria dan Arab Saudi). Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan RCA dan ESI sebagai metodologi penelitian digabungkan dengan model SWOT untuk memformulasikan strategi di pasar spesifik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Indonesia mempunyai tiga jenis produk furniture kayu yang mempunyai daya saing di pasar global, dua jenis produk furnitur kayu di Hungaria, dan tiga jenis produk fumiture kayu di Arab Saudi. Dalam rangka meningkatkan ekspor furnitur kayu Indonesia di pasar non tradisional, strategi yang harus di adopsi oleh Pemerintah Indonesia adalah strategi kelemahan-peluang.

The objective of this research is to identify kinds of Indonesia’s wooden furniture products that have Comparative Advantage in global and specific market (Hungary and Saudi Arabia). In order to reach this objective, author used Revealed Comparative Advantage (RCA) and Export Specialization Index (ESI) as methodology combined with SWOT model to formulate export strategy in specific market. This research shows that Indonesia have three product of wooden fumiture which have comparative advantage in global market, two product of wooden furniture in Hungary market, and three product of wooden furniture in Saudi Arabia market. In order to improve Indonesia’s wooden fumiture export in “Non-Traditional” market, the strategies that should be adopted by the Government is W-0 (Weakness-Opportunity) strategy."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26432
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Dwi Rahmat Rajab Sirfefa
"Penggunaan Asbuton LGA dan pemanfaatan limbah beton (RCA) semakin berkembang dan menjadi alternatif yang menarik sebagai pengganti agregat dan aspal konvensional dalam pembangunan jalan yang memiliki kapasitas beban lalu lintas yang rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah beton terhadap parameter marshall dan nilai kuat lentur campuran aspal. Benda uji yang dibuat dibagi menjadi dua yaitu benda uji marshall yang akan diuji marshall dan benda uji paving block yang akan diuji bending. Kedua benda uji tersebut menggunakan spesifikasi campuran CPHMA, dimana benda uji paving block akan menggunakan kadar aspal optimum dari pengujian marshall. Tahapan pengujian dimulai dengan pengujian karakteristik dari material yang digunakan yaitu agregat baru, limbah beton, aspal minyak, asbuton LGA serta oli bekas yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan material yang digunakan. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji berdasarkan blending agregat dan job mix formula yang dibuat. Kemudian dilakukan pengujian Marshall Standard terhadap benda uji untuk mencari kadar aspal optimum dari campuran, dan dilanjutkan dengan pengujian lentur untuk mengetahui kuat lentur dari campuran. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu nilai KAO untuk campuran agregat baru tanpa menggunakan RCA adalah 7,5% sedangkan untuk campuran dengan tambahan RCA adalah 8%. Serta nilai kuat lentur yang didapatkan dari pengujian kuat lentur menggunakan campuran agregat baru tanpa RCA yaitu 0.313 Mpa sedangkan untuk campuran dengan RCA adalah 0.295 Mpa.

The use of Asbuton LGA and the utilization of Recycled Concrete Aggregates (RCA) is growing and is an attractive alternative as a substitute for conventional aggregate and asphalt in the construction of roads that have a low traffic load capacity. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of recycled concrete aggregates on Marshall parameters and the value of the flexural strength of the asphalt mixture. The test object made is divided into two, namely the Marshall test object which will be tested by Marshall and the paving block test object which will be tested for bending. The two specimens used the CPHMA mixture specifications, where the paving block specimens will use the optimum bitumen content from the Marshall test. The testing phase begins with testing the characteristics of the material used, namely new aggregate, waste concrete, oil asphalt, LGA asbuton and used oil which aims to determine the feasibility of the material used. Then, the test object is made based on the aggregate blending and job mix formula made. Then the Marshall Standard test was carried out on the specimens to find the optimum asphalt content of the mixture, and continued with flexure testing to determine the flexural strength of the mixture. The test results obtained were that the KAO value for the new aggregate mixture without using RCA was 7.5% while for the mixture with additional RCA it was 8%. As well as the flexural strength value obtained from the flexural strength test using a new aggregate mixture without RCA, which is 0.313 Mpa, while for a mixture with RCA, it is 0.295 Mpa."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Teuku Agus Januar Ilhamzah Silang
"Tesis ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekspor produk furniture Indonesia ke wilayah Timur Tengah dan Afrika. Pentingnya melihat faktor yang mempengaruhi ekspor disebabkan usaha pemerintah Indonesia mencari pasar baru guna memperluas pangsa pasar ekspor.
Metode analisis pada penelitian ini menggunakan data panel dengan 35 negara (16 negara Timur Tengah dan 19 negara Afrika) sebagai cross-section dan periode waktu adalah data tahunan dari tahun 1990-2006. Ruang lingkup penelitian kali ini difokuskan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor produk furniture Indonesia seperti produk HS 9401, 9402 dan 9403. Penulis mencoba untuk menunjukkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hubungan perdagangan Indonesia dengan negara di kedua wilayah Timur Tengah dan Afrika, yaitu Total Ekspor fumiture(EXN) Indonesia, GDP, Jarak (biaya transportasi), RCA, Nilai tukar (RER) dan variabel dummy promosi dagang (pameran).
Adapun hasil regresinya menghasilkan regresi yang signifikan dimana ekspor produk fumiture Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor penarik dan pendorong yaitu GDP perkapita Indonesia dan partner. Untuk hasil estimasi wilayah Timur Tengah sedikit berbeda dimana GDP perkapita negara di wilayah tersebut tidak mempengaruhi kenaikan ekspor produk furniture. Pengaruh perubahan jarak (transportasi biaya), indeks RCA nilai tukar akan berkontribusi positif pada perubahan ekspor. Sedangkan untuk kegiatan pameran dagang tidak memiliki pengaruh terhadap perubahan ekspor."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26463
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library