Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Evans Tofano Bobian
"Penyakit Arteri Perifer (PAP) merupakan obstruksi total atau parsial dari arteri perifer yang terutama disebabkan oleh proses aterosklerosis. Disfungsi endotel telah dikenal sebagai penanda dini dari aterosklerosis. Dari penelitian sebelumnya, diketahui polimorfisme Gly972Arg gen IRS-1 berhubungan dengan disfungsi endotel. Hingga saat ini belum ada penelitian yang menghubungkan secara langsung antara polimorfisme IRS-1 dengan penyakit arteri perifer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara polimorfisme Gly972Arg dengan nilai Ankle-Brachial Index (ABI) sebagai penanda penyakit arteri perifer. Studi observasional (potong lintang) ini dilakukan pada 104 subjek populasi Desa Gunung Sari Kecamatan Pamijahan. Dilakukan pemeriksaan lab untuk polimorfisme Gly972Arg gen IRS-1 dengan metode Taqman Assay. Data pemeriksaan ABI diambil dari data retrospektif di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Jawa Barat yang diambil pada tahun 2017. Terdapat 104 subjek yang diikutsertakan dalam penelitian ini, yaitu grup wildtype/CC (6,7%), heterozigot/CT (82,7%), dan homozigot mutan/TT (10,6%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme Gly972Arg gen IRS-1 dengan nilai ABI (p= 0,7). Setelah dilakukan penyesuaian terhadap merokok, hipertensi, diabetes melitus dan indeks massa tubuh, dapat disimpulkan bahwa hasil hubungan tidak bermakna antara polimorfisme Gly972Arg gen IRS-1 dengan ABI tidak dipengaruhi oleh faktor lain.

Peripheral Artery Disease (PAD) is defined as a total or partial obstruction of peripheral arteries, which mainly caused by an atherosclerotic process. Endothelial dysfunction is widely known as an early predictor of atherosclerosis. From previous studies, Gly972Arg polymorphism of IRS-1 gene is associated with endothelial dysfunction. To date, there is still very limited study about the association between Gly972Arg polymorphism of IRS-1 gene with Ankle-Brachial Index (ABI) as a marker of atherosclerosis in peripheral arteries. Therefore, we attempt to perform a study of association between Gly972Arg polymorphism of IRS-1 gene with ABI values. We performed a cross sectional study on 104 subjects from a rural population in Gunung Sari Village, Pamijahan District, West Java, Indonesia. Laboratory examinations for polymorphism detection uses Taqman Assay Method. Demographic, risk factors, and ABI data were obtained from a retrospective data in 2017. There were 104 subjects in this study. The prevalence of genotypes are as follows: Wildtype (6,7%), heterozygous carrier/CT (82,7%), and homozygous mutant/TT (10,6%). We found no significant association between Gly972Arg of IRS-1 gene with ABI values (p=0,7). After the adjustments for smoking, hypertension, diabetes, and body mass index, we concluded that none of those risk factors affected the results of our study."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
T59133
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leli Mulyati
"ABSTRAK
Neuropati sensori dan perubahan perfusi perifer merupakan jenis komplikasi jangka
panjang pasien DM tipe 2. Kedua masalah ini menyebabkan pasien berisiko
mengalami trauma pada kaki. Gejala neuropati dapat berupa perubahan sensasi
proteksi dan nyeri sedangkan perfusi perifer berupa perubahan akle brachial index
(ABI). Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi gejala neuropati sensori dan
perubahan perfusi perifer, salah satu diantaranya adalah masase kaki secara manual
yang sampai saat ini belum ditemukan penelitian terkait. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi pengaruh masase kaki secara manual terhadap sensasi
proteksi, nyeri dan ABI pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian
quasi eksperimen dengan kelompok kontrol dan pengambilan sampelnya dengan
cara consecutive sampling. Hipotesis yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah
ada perbedaan sensasi proteksi, nyeri dan ABI setelah dilakukan masase kaki secara
manual. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden kelompok intervensi dan 30
responden kelompok kontrol. Hasil uji independent t test menunjukan ada
perbedaan yang bermakna pada sensasi proteksi dan nyeri setelah dilakukan masase
kaki secara manual (p= 0.000), tetapi tidak ada perbedaan yang bermakna pada
ABI setelah dilakukan masase kaki secara manual (p= 0.440). Kesimpulan yang
didapat adalah masase kaki secara manual berpengaruh terhadap peningkatan
sensasi proteksi dan penurunan nyeri pasien DM tipe 2. Rekomendasi untuk
perawat spesialis adalah perlunya menerapkan dan mengembangkan masase kaki
sebagai suatu intervensi mandiri perawat khususnya dalam memberikan asuhan
keperawatan pada pasien DM tipe 2.

ABSTRACT
Neuropathy sensory and impaired peripheral perfusion are the long complication on type 2 DM patient. Both problems placed the patient at risk for foot injury. Neuropathy symptoms included loss of protection sensation and pain otherwise peripheral perfusion is change of ankle brachial index (ABI). There are modalities to reduce neuropathy sensory symptoms and impaired peripheral perfusion, one of them is manually foot massage that until this time was not yet being researched. This research aimed to identify influence of manually foot massage on protection sensation, pain and ankle brachial index. The design of this research was a quasi experimental research with control group and the sample was recruited by consecutive sampling. This research try to identify differences between protection sensation, pain and ABI of type 2 diabetes mellitus patient after manual foot massage intervention. That consisted of 30 sample for each group (intervention and control group) in this research. Independent t test indicated that there were significant differences between protection sensation and pain after performing manually foot massage (p= 0.000), however there were no significant differences of ABI after manually foot massage intervention (p= 0,440). The conclusion of this research is manually foot massage had effect on increasing protection sensation and reducing pain level on type 2 DM patient. The recommendation of this study is the importance of implementation and development manually foot massage as an independent nursing intervention for taking care of type 2 DM patient."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Khoyrurrizal
"
ABSTRAK
Penulisan ini bertujuan mengungkapkan gaya bahasa yang terdapat dalam pidato Al-Garra . Pidato tersebut diambil dan kitab Nahj al_ba :gah yang dihimpun Abu al-Hasan Muhammad ar-Radi, yang diterbitkan oleh Penerbit Dar al-kitab al-`arabiy, Suriah tanpa tahun.
Dulum kilub Nahj al-balagah yang memuat 245 pidato, 75 pucuk surat, dan lebih dari 200 mapun `Ali bin Abi Talib, disebutkan bahwa pidato al garra' merupakan salah satu pidato Ali bin Abi Talib yang terindah, Pidato ini banyak menggunakan permainan kata (al muhassinat al lafriyyah) terutama gaya hahasa Al Jinas dan As Saj'u, di samping gaya bahasa lainnya yang termasuk dalam bagian ilmu al badi'. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode struktural. Konsepnya adalah setiap unsur dalam kalimat dapat dianalisa secara struktural karena unsur-unsur itulah yang membangun sebuah karya sastra. Unsur-unsur tersebut dapat dianalisa antara lain dari sudut hubungan antar unsur yang satu dengan unsur yang lain.
"
1998
S13121
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library