Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 102 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bernadette S. Wahyu H.
"ABSTRAK
Atribut-atribut produk dapat dijadikan sebagai atribut produk dari suatu merk tertentu, jika atribut atribut tersebut merupakan keistimewaan yang ditawarkan oleh merk tersebut. Atribut atau ciri yang melekat pada produk merupakan hal yang akan disampaikan dan di tawarkan kepada konsumen oleh produsen produk tersebut melalui kegiatan positioningnya. Tidak semua atribut yang melekat pada produk ditawarkan oleh produsen melalui kegiatan komunikasi periklanannya. Melainkan atribut-atribut yang dianggap produsen merupakan kelebihan yang dimiliki merk produknya dibandingkan dengan merek lain dari jenis produk yang sama. Hal ini berkaitan dengan usaha yang dilakukan produsen dalam menempatkan merknya oleh kedalam benak konsumen pada suatu posisi tertentu. Ternyata dari sekian banyak atribut-atribut yang ditawarkan oleh suatu merk hanya beberapa atribut yang dapat diterima konsumen, sehingga konsumen memilih saja merk tersebut. Atribut-atribut yang dipilih adalah atribut-atribut yang dianggap penting oleh Atribut-atribut yang dianggap penting oleh konsumen inilah yang dikatakan sebagai atribut-atribut yang dominan. konsumen. Melalui perhitungan statistik Analisis Faktor, atribut-atribut tersebut disederhanakan menjadi beberapa dimensi. Setiap dimensi terdiri dari variasi kelompok atribut yang berbeda sesuai dengan latar belakang-faktor demografi dan psikografi konsumen. Dengan demikian dapat. di ketahui persepsi konsumen tentang atribut-atribut yang. dominan dari merk tersebut yaitu merek Diners Club. Kartu Kredit di Indonesia merupakan produk yang lebih dikenal di kota-kota besar. Terdapat berbagai merk kartu kredit yang terbit di Indonesia. Pada dasarnya tidak terdapat banyak perbedaan antara merek kartu kredit yang satu dengan yang lainnya disebabkan-fungsi kredit adalah sama yaitu pengganti alat pembayaran dasar kartu secara tunai. Penulis tertarik untuk meneliti atribut-atribut yang dominan dalam kartu kredit Diners Club karena merk Diners Club merupakan kartu kredit yana tidak murni. Dalam arti, kartu Diners Club merupakan satu-satunya Charge Carrf yaitu pembayaran harus dilakukan secara sekaligus jika dilakukan penagihan. Tidak seperti merk kartu kredit lain yang memperbolehkan pembayaran secara berangsur dengan dikenakan bunga. Tetapi keistimewaan merek Diners Club yang hanya mengeluarkan satu jenis kartu yaitu kartu platinum juga mempengaruhi persepsi konsumen dalam menentukan atribut sang dominan dalam kartu kredit Oleh sebab itu atribut kredit tak terbatas dan prestis merupakan atribut-atribut yang selalu muncul dalam setiap dimensi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kecenderungan gaya hidup konsumen adalah gaya hidup orientasi diri yaitu gaya hidup yang mementingkan kepentingan pribadinya. Sedangkan Keperibadian konsumen cenderung kearah kepribadian aktif."
1990
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iwa Misbah
"Daya tank visual menekankan pada efektivitas kepuasan dan kesukaan anak terhadap atribut kemasan seperti warna, bentuk, informasi, ilustrasi, dan label. Peran strategis yang dimainkan kemasan tidak hanya mampu merebut hati konsumen sebagai obyek pasar, tetapi berdampak pada kepentingan produsen dalam memaknai kemasan sebagai unsur utama meraih ekuitas merek Studi karya akhir im menggunakan desain riset deskriptif dan pendekatan yang dilakukan melalui metode kuantitatif. Untuk mendapatkan data penelitian, penulis menggunakan metode kuesioner. Partisipan terdiri dari 119 anak Madrasah Pembangunan UIN Syarief Hidayatullah, jalan Ibnu Taimiya 4 Ciputat - Jakarta dan Sekolah Islam Ruhama, jalan Tarumanegara, Pondok Cabe - Tangerang. Penelitian mi melibatkan responden dan siswa SD kelas dua sampai kelas enam sekolah dasar (SD). Untuk menjamin kepercayaan data pada penelitian mi maka digunakan pendekatan model kepuasan Kano yang terdiri dan: attractive qualiy, one-dimensional, must-be, indferent, reverse, dan questionable. Model mi diuji menggunakan uji t dua sampel berpasangan. Sedangkan untuk mengukur demografi menggunakan analisis Chi-square. Temuan penting dari penelitian mi adalah anak-anak cenderung mempunyai kesukaan yang tinggi terhadap pengaruh atribut visual kemasan. Misalnya warna dianggap sebagai must be, artinya anak merasa kecewajika kemasan minuman tidak menampilkan warna yang sesuai dengan warna aiaminya. Namun, anak tidak akan meningkat kepuasannya bila warna kemasan sesuai dengan rasa yang dikandungnya. Dengan demikian, alangkah baiknya tetap memberikan aksentuasi warna yang sesuai rasa serta membuat kemasan yang colourfull untuk meningkatkan kesenangan (delighting) anak. Menyangkut bentuk dan ilustrasi, temyata karakter kartun, mainan, buah, binatang, dan antropomorfik telah meningkatkan kesenangan
anak karena dianggap memenuhi kepuasan emosionalnya. Dampak emosional mi bisa berupa
rasa senang, gembira dan bersemangat. Indikator daya tank emosional sangat erat terkait
dengan citra visual dari kemasan. Misalnya, tampilan bentuk kartun atau ilustrasi gambar
anak yang sedang tersenyum membuat anak memaknai ilustrasi tersebut sebagai kemasan
yang lucu dan ceria. Adapun faktor-faktor yang hams menjadi pertimbangan untuk
menciptakan visual kemasan yang menarik diantaranya; menampilkan warna sesuai dengan
karakteristik produk, menciptakan bentuk yang menjadi idola anak, menghadirkan nuansa
ilustratif berupa gambar, foto, lukisan, atau kombinasi dari elemen tersebut untuk
mendapatkan nilai visual yang estetik path kemasan anak.
Temuan menarik lainnya, temyata analisis mengenai daya tank visual kemasan tidak
bisa secana sederhana diniiai hanya dengan kategori must be atau attactive saja. Tetapi perlu
menciptakan nilai-nilai unik lainnya yang sesuai dengan tuntutan jaman. Perkembangan pasar
dan teknologi menuntut para pemasar dan produsen minuman untuk selalu mencermati
perubahan (change) sikap, perilaku dan tren anak dalam memenuhi kepuasannya. Oleh karena
itu, dalam menentukan atribut kemasanpun hams senantiasa mengikuti perkembangan yang
teijadi dari waktu ke waktu. Tidak mengherankan bahwa anak yang mempunyai kepuasan
dengan terpenuhinya atribut must be pada saatnya nanti akan berubah menjadi attractive atau
malah one dimensional. Alur sildus hidup mi merupakan hal yang sangat menarik dalam
mengikuti perubahan kesukaan anak terhadap kemasan baik fungsional maupun visual.
Mengingat pada titik puncak ekstrim tertentu dari kepuasan anak ditengarai akan mengalami
penurunan yang signifikan. Penting untuk diperhatikan bahwa perubahan siklus hidup mi
sangat mempengarulii pergerakan kesukaan anak secara tidak terduga, yang akan
menyebabkan strategi untuk pengembangan produk mengalami kesalahan bahkan kegagalan
yang sangat fatal. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam perjalanan sikius hidup produk,"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T23058
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fitria Yunov
"Telah dilakukan analisis metode atribut seismik struktur untuk menentukan sesar geser yang didukung menggunakan data seismik. Daerah penelitian ini berada didaerah Cekungan Jawa Timur dengan Formasi Tuban berumur Miosen.
Objek penelitian dikategorikan batuan karbonat jenis reef dan yang menarik untuk dianalisis pada reservoar karbonat yaitu berupa zona sesar geser dikarenakan sulitnya untuk menginterpretasi struktur sesar geser pada reservoir karbonat.
Metode yang digunakan adalah atribut seismik, yaitu atribut spektral dekomposisi Continuous Wavelet Transform (CWT), Atribut Similarity, Atribut Curvature, dan Atribut Variance.
Hasil analisa keempat atribut menunjukkan atribut variance tidak terlihat jelas pada peta atribut sedangkan pada atribut spektral dekomposisi CWT, Curvature, dan Similarity terlihat jelas pada peta atribut. Sesar geser memiliki arah barat daya menuju timur laut.

Has conducted seismic attribute analysis method to determine the shear fault structure are supported using seismic data. This research area is the area of East Java Basin with Tuban Formation Miocene.
The object of research is categorized carbonate reef types and interesting to be analyzed in the form of the carbonate reservoir shear fault zone due to the difficulty in interpreting the shear fault structure in carbonate reservoirs.
The method used is seismic attribute, that attribute spectral decomposition of Continuous Wavelet Transform ( CWT ), Attribute Similarity, Curvature attributes and attribute Variance.
Results of analysis of variance four attributes indicate attributes are not visible on the map attribute whereas the spectral decomposition attributes CWT, Curvature and Similarity clearly visible on the map attributes. Shear fault has the southwest toward the northeast.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2016
T45804
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ahmad Ilhami
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2009
T39895
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
S9264
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Konsumsi minyak dan gas bumi sebagai sumber energi utama semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Hal ini berpotensi berkurangnya ketersediaan energi bagi kebutuhan masyarakat dunia. Maka dari itu, diperlukan suatu sumber energi alternatif seperti batubara dan gas methane. Telah dilakukan pengolahan data seismik untuk memetakan lapisan batubara yang mengandung gas methane pada suatu zona cekungan Sumatera Tengah, daerah Riau. Data seismik tersebut dikontrol oleh data sumur, yang terdiri dari log gamma ray, log densitas, log resistivitas dan log sonik. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada formasi Korinci/Binio terdapat batubara pada kedalaman 1560 feet. Hal ini ditentukan dari proses korelasi/well tie antara data seismik dan data sumur sehingga diperoleh nilai gamma ray sebesar 52-55 API, densitas sebesar 1.5-1.55 g/cc, resistivitas sebesar 0.68-0.76 ohmmeter, kecepatan gelombang sonik sebesar 5988.3-6330.2 feet/second, impedansi akustik sebesar 8000-9600 ((ft/s)*(g/cc)) dan frekuensi tuning sebesar 30 Hz. Hasil pengolahan data lainnya menunjukkan bahwa batubara juga terdapat pada formasi Telisa pada kedalaman 1526 feet. Dengan proses yang sama diperoleh nilai gamma ray sebesar 28 API, densitas sebesar 1.28-1.49 g/cc, resistivitas sebesar 1.33-1.44 ohmmeter, impedansi akustik sebesar 8000-10200 ((ft/s)*(g/cc)) dan frekuensi tuning sebesar 19 Hz.

Consumption of oil and gas as a primer sources has been increased in years. It will potentially decrease the supply of world energy needed. Because of that, we need alternative sourceses like coal and methane gas to substitute the primer sources. The seismic data processing has been done for mapping the coal-bed which consist of methane gas in a basin zone of Central Sumatera, Riau. The seismic data was controlled by well-logs data such as gamma ray log, density log, resistivity log, and sonic log. The result of data processing indicates that the Korinci/Binio Formation has coal-bed at depth 1560 feet. The information of depth is based on the correlation between well-logs and seismic data (well-tie), then obtained the gamma ray was 52-55 API, the density was 1.5-1.55 g/cc, the resistivity was 0.68-0.76 ohmmeter, the velocity of sonic wave was 5988.3-6330.2 feet/second and the acoustic impedance was 8000-9600 ((ft/s)*(g/cc)) and the frequency of tuning was 30 Hz. The other of data processing result shows that the Telisa Formation has coal-bed at depth 1526 feet. Using the same well-tie process, the information of depth was obtained from the gamma ray was 28 API, the density was 1.28-1.49 g/cc, the resistivity was 1.33-1.44 ohmmeter, the acoustic impedance was 8000-10200 ((ft/s)*(g/cc)) and the frequency of tuning was 19 Hz."
Universitas Indonesia, 2013
S53473
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amalia Apsari
"ABSTRAK
Apartemen berkembang menjadi pilihan hunian terutama bagi kalangan menengah ke atas, kecenderungan ini terjadi disebabkan oleh besarnya pertumbuhan masyarakat kelas atas dengan penghasilan tinggi yang memiliki keinginan terhadap hunian yang dapat memenuhi gaya dan kebutuhan hidupnya. Apartemen memiliki atribut-atribut yang berperan dalam mendukung fungsi apartemen sebagai hunian serta merupakan faktor yang dipertimbangkan dalam keputusan penghuni untuk menyewa apartemen.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan penghuni apartemen terhadap atribut pembentuk kualitas hunian seperti unit yang merupakan area privat, koridor yang merupakan area semi privat dan fasilitas merupakan area publik. Survei dilakukan pada apartemen di Kemang Village dengan kuisioner dengan sampel berupa penghuni apartemen sebanyak 60 penghuni. Kemudian dilakukan analisis deskriptif yang terdiri atas uji reliabilitas dan validitas, uji frekuensi dan uji regresi. Perbandingan antara dua apartemen menunjukkan atribut view memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan penghuni, diikuti dengan atribut ruang seperti layout dan luas pada apartemen.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penghuni merasakan kesediaan membayar lebih tinggi dari segi view berdasarkan willingness to pay.

ABSTRACT
Apartment grows into residential choice especially for the upper middle class group. This tendency is caused by the the upper middle class with high incomes want for dwelling can meet their needs and lifestyle. Apartment attributes has a role in supporting the function of residential apartments as well as a factor considered in occupants decision to rent apartment.
This study was conducted to determine the level of satisfaction of the residents on apartment attributes that respresent the quality of dwelling units that constitute the private area, a corridor which is a semi-private area and the public area facilities. Survey carried out in an apartment in Kemang Village with a questionnaire with a sample of residents of the apartment as much as 60 occupants. Then conducted a descriptive analysis consisting of reliability and validity test, frequencytest and regression test. Comparison between two apartment shows the attributes in the form of view have a significant influence on occupant satisfaction, followed by dwelling unit space and layout configuration in the apartment.
The results also showed that the occupants feel a higher willingness to pay in terms of view based on willingness to pay.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T44877
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rauzatam Mardiah
"ABSTRACT
Penelitian ini mengkaji bisnis di Indonesia yang bergerak di bidang fashion wanita khususnya tas. Salah satunya adalah produk tas Elizabeth. Elizabeth merupakan salah satu brand lokal Indonesia yang menguasai salah satu pasar tas wanita, yang populer dikalangan wanita dewasa maupun remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari variabel atribut produk (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y) pada mahasiswi Administrasi Bisnis angkatan 2013 Telkom University. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang merupakan keseluruhan populasi dijadikan sebagai responden. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswi Administrasi Bisnis angkatan 2013 Telkom University yang pernah membeli tas Elizabeth sebanyak 70 orang. Teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner kepada 70 responden yang merupakan keseluruhan dari populasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara variabel atribut produk (X) dengan keputusan pembelian (Y) pada konsumen khususnya mahasiswi Administrasi Bisnis angkatan 2013 Telkom University. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel Atribut Produk (X) terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y) adalah sebesar 65,6% sedangkan sisanya sebesar 34,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini."
Medan: Politeknik Negeri Medan, 2017
338 PLMD 20:1 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Fikriyah Khuriyati
"Tesis ini membicarakan mengenai operasi kekuasaan melalui symbol-symbol oleh kelompok yang dianggap berada pada posisi pemegang kekuasaan yaitu para politisi parlemen, anggota DPR RI. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat eksploratif, melalui wawancara mendalam dengan open ended question, observasi partisipatif dan pengumpulan data sekunder lainnya.
Hasil penelitian menyatakan bahwa anggota DPR secara aktif memproduksi srrnbol-simbol estetika mereka sebagai anggota DPR yang terhormat itu melalui atribut-atribut simbolik penanda status anggota DPR didukung design setting fisik yang berimplikasi pada tindakan kultural yang memperbesar pembedaan sosial antara dua kategorisasi besar, ariggota DPR dan bukan anggota DPR. Pembedaan dipertontonkan secara terbuka. Pembedaan juga disampaikan melalui tutur kata dan dominasi wacana dari penutur yang memiliki otoritas berdasar statusnya sebagai anggota DPR. Dominasi tersebut sedemikian halus sehingga mendapat penerimaan, bahkan diinternalisasi dan direproduksi oleh mereka yang disubordinasi. Dominasi ini bekerja melalui modus kekerasan simbolik yang halus dan nyaris talc kasat mata, bertujuan untuk memantapkan posisi dan standar estetika anggota DPR, sekaligus menyatakan pembedaannya dengan masyarakat pada umumnya.
Simbol secara aktif diproduksi untuk mewakilkan kenyataan penguasaan modal-modal. Di sini pembahasan simbol didekati melalui pendekatan isu kekuasaan. Melalui pendekatan kekuasaan, sistem simbol tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengetahuan dan komunikasi, melainkan lebih jauh dari itu simbol juga berperan sangat panting sebagai instrumen dominasi guna menyatakan suatu kekuasaan.
Simbol (termasuk juga Bahasa) bukanlah suatu alat pemahaman subjek terhadap gagasan maupun realitas saja. Melainkan suatu instrumen yang digunakan para subjek untuk menyatakan relasi kekuasaannya dengan subjek lainnya di dalam lingkungan struktur. Sebagai instrumen is merupakan alat bantu untuk menunjukkan pembedaan sosial dan sekaligus membangun ketidaksetaraan posisi antar subjek.
Simbol-simbol dengan demikian mengalami pembobotan menjadi suatu modal yang diperlukan dalam membangun daya tawar dalam menentukan posisi setiap subjek di dalam ranah. Simbol-simbol itu terklasifikasi secara sederhana dalam modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, serta modal simbolik. Setiap modal mengalami pertumbuhan, konversi, dan akumulasi.
Kemampuan setiap subjek melakukan pertumbuhan, konversi, dan akumulasi modal-modal tersebut, menentukan posisi setiap subjek tersebut di dalam suatu medan pertarungan daya-daya simbolik. Medan daya-daya tersebut adalah medan daya yang tidak pernah tetap dan diam, melainkan terus-menerus bergerak dinamik. Setiap subjek berusaha untuk struggle dalam mempertahankan dirinya serta memantapkan posisinya dalam medan daya yang terns bergerak tersebut.
Ini seperti metode menjelaskan bagaimana pola suatu struktur terbentuk dan bekerja membangun ketidaksetaraan dengan cara-cara yang sangat kultural. Kontestasi, konflik, dan ketidaksetaraan adalah karakter dad struktur yang terbentuk. Bukan suatu kemapanan, melainkan suatu struktur yang senantiasa longgar dan terns bergerak.

This thesis is about power operation through symbols of groups recognized holding power, i.e., parliament members. This is explorative research undergoing deeper interviews with open ended question, participative observation and other secondary data.
The result of the research states that members of parliament actively reproduce their own esthetic symbols as parliament members through symbolic attributes marking status as parliament member. This design carries cultural measures enhancing social distinction between two main categories: member or not member. This social distinction is openly exhibited. This social distinction is also submitted through language and domination of discourse. Domination is softly working that accepted, internalized and reproduced by subordinates. Domination is working through modes of soft symbolic violence and is almost not visible. The purpose of domination is to strengthen position and esthetic standard as parliament member, all together states their distinct from ordinary people.
Symbols actively reproduce to represent domination of capitals. Here, discussion of symbols is approached by issues of power point of view. Trough power approach, the system of symbols does not have function as knowledge and communication instruments, but symbols also have roles as instruments of domination stating a power.
Symbols (including language) is not only a means of understanding of ideas and realities. Symbols is also a means manipulated by subjects to declare the relation of power to other subjects.
Therefore, symbols is to be capital needed to build bargaining position that ensure position of the subjects, Symbols is simply clarified in economic, social, and cultural, as well as symbolic capitals. Each is growing, conversing and accumulating.
The subject's capability to grow, converse and accumulates those capitals decides position of the subject in the battle field of the force of symbols. The field is not static, instead of move and dynamic. Subjects attempt to struggle to maintain and to strengthen their own position in the moving field.
This is a method of explanation of how the pattern of a structure built and how to build distinction with the cultural modes. Constellation, conflicts, distinctions are character of the structure. They are not established, instead of Ioosing and keep moving."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
T24291
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Metode pengobatan herbal saat ini diyakini sebagai metode pola hidup sehat. Meningkatnya kecenderungan ini karena masyarakat berkeyakinan obat alami lebih aman dibandingkan dengan obat sinetik. Hal ini yang menjadi latar belakang dilakukan penelitian mengenai sikap konsumen mengenai produk obat herbal merek tolak angin sido muncul di kota Bandung. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode multi atribut fishbein..."
JSIO 13:1 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>