Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tompkins, Teri C.
New Jersey : Prentice-Hall, 2002
658 TOM c II
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Powell, Suzanne K.
Philadelphia: J.B. Lippincott, 1996
362.1 POW n
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Powell, Suzanne K.
Philadelphia: Lippincott , 2000
362.173 068 POW c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Cesta, Toni G.
St. Louis: Mosby , 2002
610.73 CES s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Birdsall, Carole
St. Louis: Mosby , 1997
610.73 BIR c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Imelda Avia
"Kepuasan pasien merupakan indikator dari mutu pelayanan keperawatan. Kepuasan di RS M dan RS P belum mencapai standar indikator kepuasan. Hal ini disebabkan karena rendahnya kemampuan komunikasi perawat MPP yang mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pasien pun belum mengukur kepuasan pasien terhadap manajemen pelayanan pasien.
Tujuan: menganalisis hubungan kemampuan komunikasi perawat manajer pelayanan pasien dengan kepuasan pasien terhadap manajemen pelayanan pasien.
Metode: crossectional dan purposive sampling, pada 110 pasien dan 20 perawat.
Hasil: ada perbedaan karakteristik pada kedua rumah sakit pada variabel diagnosa penyakit, lama rawat, pendidikan perawat, dan lama kerja perawat. Pasien menilai kemampuan komunikasi perawat baik dan puas terhadap pelayanan (skor 70 < 85). Hasil bivariat dengan chi square yaitu ada hubungan signifikan antara kemampuan komunikasi dengan pelayanan (p 0,001 < 0,05). Faktor konfonding tidak signifikan berhubungan dengan kepuasan pasien (p > 0,05). Hasil regresi logistik berganda yaitu komunikasi perawat (OR: 15,45), bahasa sehari-hari perawat (OR: 4,43), dan pendidikan pasien (OR: 2,43).
Kesimpulan: pasien menilai bahwa kemampuan komunikasi perawat baik dan merasa puas terhadap manajemen pelayanan pasien. Faktor yang paling mempengaruhi kepuasan pasien yaitu kemampuan komunikasi perawat.
Saran: bidang pelayanan keperawatan bersama dengan bidang pelayanan medik serta keperawatan meningkatkan kepuasan pasien hingga mencapai standar skor 85. Penelitian serupa pada rumah sakit yang lebih banyak dan penelitian intervensi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sangat diperlukan.

Patient satisfaction is an indicator of the quality of nursing service. Patient satisfaction in hospitals M and P has not reached the standard of satisfaction indicators. This is due to the low communication skill of the case manager. Patient satisfaction has not measured patient satisfaction of case management.
Purpose: to analyze the correlation between communication skill`s case manager with patient satisfaction of case management.
Method: crossectional and purposive sampling, with 110 patient and 20 nurse case manager.
Result: There were differences in the characteristics of the two hospitals on the variables of disease diagnosis, length of stay, nurse education, and length of time for nurses. Patients assess good for nurse`s communication skill and are satisfied with services (score 70 < 85). Chi square results, there is a significant relationship between communication skills and patient satisfaction (p 0,001 < 0,05). Confonding factors were not  significantly related to patient satisfaction (p > 0,05). The results of multiple logistic regression are nurse  communication skill  (OR: 15,45), nurse`s daily language (OR: 4,43), and patient education (OR: 2,43).
Conclssion: patients assess good for nurse`s communication skills and feel satisfied with patient service management. The factor that most influence patient satisfaction are nurse`s communication skill.
Suggestion: The division of hospital services, along with the division of medical services, and the division of nursing increases patient satisfaction to achieve satisfaction standards score 85. More similar research in hospitals and intervention studies to tie nurse`s communication skills are needed.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
T53564
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Myrnawati
"Dalam upaya membantu mempercepat penurunan AKB dan AKAB di Propinsi Jawa Barat, khususnya Dati II Cianjur, telah dilakukan penelitian yang menguji coba penanganan penyakit pada bayi/anak balita secara terpadu, yaitu Manajemen Terpadu Penyakit Anak (MTPA). Pendekatan ini dianjurkan oleh WHO untuk diterapkan di negara-negara berkembang yang mempunyai AKB di atas 40 per 1000 kelahiran hidup. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kualitas Tatalaksana Kasus dan Kepatuhan Follow Up di Puskesmas yang mendapat intervensi dibandingkan di Puskesmas yang tidak mendapat intervensi MTPA, serta untuk mengetahui besarnya risiko kematian Bayi/Anak Balita yang memanfaatkan Pelayanan Puskesmas yang mendapat intervensi MTPA, dibandingkan yang tidak memanfaatkannya. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor lain yang berhubungan dengan ketiga hal di atas. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan yang berguna bagi Departemen Kesehatan, untuk membantu menurunkan angka kematian Bayi/Anak Balita, sehingga tujuan Pembangunan Kesehatan, yaitu tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk, dapat segera diwujudkan.
Karena data awal tentang Kualitas Tatalaksana Kasus dan Kepatuhan Follow Up tidak diketahui, serta tidak dilakukan randomisasi, maka disain yang dipergunakan untuk menilai kedua hal tersebut adalah Pra eksperimen dengan jenis The Static Group Comparison. Kematian merupakan kejadian yang relatif jarang terjadi, sehingga disain yang dipergunakan untuk menilai risiko kematian bayi/anak balita adalah Kasus Kontrol. Metoda yang disebutkan terakhir ini paling tepat digunakan untuk mengukur variabel hasil akhir yang kecil. Sebelum penelitian dimulai, telah dilakukan tiga studi yaitu (1) survei data dasar untuk mengetahui AKB dan AKAB, (2) Rapid Health Service Assessment untuk mengetahui Kualitas Tatalaksana Kasus yang dilakukan oleh Petugas Kesehatan, dan (3) Rapid Ethnography Assesment untuk melihat secara lebih mendalam interaksi sosial masyarakat, yaitu kepercayaan dan kebiasaan masyarakat yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan untuk pengobatan bayi/anak balita.
Untuk melihat hubungan antara seperangkat faktor risiko secara bersama-sama dengan variabel hasil akhir, digunakan analilisis regresi linier ganda, analisis regresi logistik ganda dan analisis regresi logistik politomi. Untuk mendeteksi adanya multikoliniaritas, dibuat matriks korelasi Pearson. Untuk mendapat kategori yang optimal dalam memprediksi hasil akhir dari variabel yang mempunyai skala kontinu, dibuat kurva ROC (Receiver Operating Characteristic). Model akhir diupayakan agar robust (tepat) dan parsimonious (sederhana). Untuk mengetahui apakah model yang telah tersusun itu fit, dilakukan pengujian Pearson Chi Square dan uji untuk melihat besarnya daerah di bawah kurva ROC.
Berdasarkan teori yang telah dirangkum, kerangka konsep yang telah disusun, hasil analisis yang telah dikerjakan, dan juga berdasarkan pembahasan yang telah diutarakan, ditegakkan tiga tesis utama dan sebelas subtesis. Kualitas Tatalaksana, Kasus ternyata dipengaruhi oleh Intervensi MTPA dan Pengetahuan Petugas. Kepatuhan Follow Up tidak dipengaruhi oleh Intervensi MTPA, melainkan oleh Tingkat Keparahan Penyakit, Pengambil Keputusan Berobat dan Kesibukan Ibu. Sedangkan Kematian Bayi/Anak Balita dipengaruhi oleh Pencarian Pengobatan ke Puskesmas yang mendapat intervensi MTPA, Tingkat Keparahan Penyakit dan Perolehan Imunisasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menarik kesimpulan bahwa untuk mempercepat penurunan AKB dan AKAB, Departemen Kesehatan perlu segera menerapkan pendekatan MTPA dalam tatalaksana penyakit bayi/anak balita di seluruh pelayanan kesehatan terdepan di Indonesia. Pendekatan ini tepat dilaksanakan di era krisis moneter seperti saat ini, karena sarana dan obat-obatan yang perlu disediakan sederhana sehingga memungkinkan disediakan di tempat terpencil sekalipun.

Evaluation on the Quality of Case Management, Compliance With Follow Up, and Death Risk in Infants/Young Children, a study in areas with MTPA Intervention and Non Intervention in Cianjur Regency, 1997In effort to accelerate the decrease of AKB and AKAB in west Java Province, particularly in Cianjur Regency, study on the Integrated Management of Childhood Illness i.e. management Terpadu Penyakit Anak (MTPA) was conducted. This approach has been recommended by WHO to be implemented in developing countries with AKB more than 40 per 1000 living birth. The objectives of study were to determine the quality of case, management, and the compliance with follow up in puskesmas with MTPA, intervention compared with those puskesmas without MTPA intervention, and to determine the extent of risk of death in infants / young children who take advantage of the services of Puskesmas with MTPA intervention compared with those who are not. In addition, this study was also intended to determine other factors related to the above three considerations. It is hoped that result of this study may provide a valuable input to the Department of Health in help reducing infants/young children mortality rate, so that one of the objectives of the Department of Health, i.e. to achieve the ability of living healthy for all citizens, may soon be realized.
Since preliminary data on the Quality of Case Management and Compliance With Follow Up Is not available, and randomization could not be performed, the design used to evaluate the above two things was pre experiment with The Static Group Comparison type. Death is relatively rare, so that the design used-to evaluate death risk in infants/young children was case control. The last method is most suitably used to measure small end results. Before performing this study, three studies were already performed: (1) base line survey to determine AKB and AKAB, (2) Rapid Health Service Assessment to determine the quality of Case management performed by health providers, and (3) Rapid Ethnography Assessment to look in detail social interaction between community, i.e. community's beliefs and habits in relation with treatment of infants/young children in health facilities.
Multiple linear regression analysis, multiple logistic regression analysis and polytomy logistic regression analysis were used to discover the relationship between several risk factors and variables of end results. To detect muticolinearity, Pearson correlation matrix was made. Receiver Operating Characteristic (ROC) curve was made to establish optimal category of continuing scales variables. It was attempted to make end models robust (accurate) and parsimonious (simple), to determine the fitness of the models, Pearson Chi Square and the extent of area under ROC curve was used.
Based on summarized theories, organized framework concepts, results of analysis, and the above-mentioned discussion, three main thesis and eleven sub-thesis have been established. The Quality of Case Management is found to be affected by MTPA Interventions and Providers knowledge. Compliance with Follow Up is not affected by MTPA intervention but by the severity of disease, decision to seek treatment, and occupied mother. While infants/young children death is affected by seeking treatment to Puskesmas with MTPA intervention, severity of disease, and application of immunization.
Based on the results of this study, the investigator concluded that in order to accelerate the decrease of AKB and AKAB. The Department of Health should immediately apply MTPA approach in the management of infants / young children diseases in all Puskesmas in Indonesia. This approach is suitably conducted in this era of monetary crisis due to the simplicity of equipments and medications to be prepared, especially in remote area."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1998
D228
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Leida M.R. Th
"Angka Kematian Bayi di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 58 per 1000 kelahiran hidup, dengan pola penyakit penyebab kematian masih berkisar penyakit infeksi yaitu ISPA, tetanus neonatorum dan diare, campak. Pola ini hampir serupa dengan penyebab kematian Balita. Masih tingginya angka kematian bayi dan balita disebabkan oleh karena upaya-upaya yang dilakukan pada tingkat pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas) lebih menekankan pada aspek promotif dan preventif, sebaliknya upaya kuratif dan rehabilitataif kurang mendapat perhatian. Selain itu, penanganan kasus masih bersifat terkotak-kotak pada setiap penyakit. Dengan demikian, kondisi tersebut ikut memberikan sumbangan terhadap meningkatnya resiko kematian. Selain penyebab masalah program, diduga masalah kinerja petugas juga perlu diperhitungkan sebagai salah satu faktor yang ikut mempengaruhi fenomena pelayanan kesehatan saat ini.
Untuk itu, penelitian ini ingin melihat bagaimana tatalaksana kasus yang telah mempunyai standar baku dari Depkes pada tingkat operasional dilapangan. Pertanyaan tentang konsistensi tatalaksana baku kemudian menjadi penting,apakah telah dilaksanakan oleh petugas dan bagaimana peranan sarana pendukung sehingga ikut meningkatkan tatalaksana yang berkualitas.
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, yang bertujuan melihat hubungan dengan besarnya kualifikasi petugas, sarana dan logistik serta pengetahuan teoritis mengenai tindakan medis dan non medis dengan kualitas tatalaksana kasus pada bayi dan balita yang menderita ISPA, Diare, Campak dan KKP. Jenis studi berbentuk cross sectional. Populasi yang diteliti sekaligus merupakan sampel penelitian, yaitu semua bayi dan balita yang datang ke 12 Puskesmas dengan gejala batuk pilek atau panas atau mencret.
Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan program STATA versi 3.1 dan SPSS Versi 6.0 for Windows versi 3.1.1.
Dari hasil penelitian didapatkan cut off point untuk kualitas tatalaksana sebesar 60%, dengan proporsi pada tiap kasus yang sangat rendah yaitu dibawah 20%, hasil analisis bivariat pada kasus gabungan menunjukan bahwa ada hubungan antara jumlah staf yang cukup, tersedianya obat, barang cetakan serta pengetahuan dengan kualitas tatalaksana kasus, sedangkan pada kasus ISPA variabel yang berhubungan adalah lama kerja, staf dan pengetahuan. Untuk kasus diare hanya obat dan barang cetakan yang berhubungan dengan kualitas tatalaksana.
Analisis multivariat, dengan cara logistic regresi didapatkan tiga model yang dianggap sangat berpengaruh terhadap kualitas tatalaksana kasus, sehingga model tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk membuat strategi tatalaksana kasus yang berkualitas di Kabupaten Cianjur.

The Factors Which Influence of the Babies Case Management Quality and Children Under Five Years Old Sick at Public Health Centre of Cianjur, West Java The infant mortality in Indonesia are being high enough at least for about 58/1000 birthness, by the pattern of that case about infectious or Acute Respiratory Infection (ARI), Tetanus neonatorum, Diarrhea and Measles, this pattern almost the same as chlidren under five rears old mortality. The highest infant and child mortality because of health service effort in this case caressingly on preventive and promotive aspects, other wise rehabilitative and curative lack of attention. Beside that to do the case is still, so that the condition like this will give an increasingly of deadness risk. Beside amain case problem it seems that the human resources need to be though over , it's as a factor influence of health services phenomena.
So, this research would to know how a case management has standard from health department on a filed operational. The question about consistency that would be important weather it has already done by the provider and how supporting materials in order to increase of management quality.
The objective of this descriptive analytical study, the main point in order to be known a link or relation with provider qualification, logistic and facility and also theoretic knowledge in handling medically and non-medically, by the quality of case management how got ARI, diarrhea, measles and malnutrition. The design of the study was cross sectional. A population was researched as a research sample, all babies and child under five years old who are coming to 12 public health centers by a symptom of cought, fever and "menceret".
These data?s were collected by interviewing and observation then analyzed by using STATA program of version 3.1, SPSS for version 6.0 windows version 3.1.1.
From the result of research could be got cut of point for management quality 60% with a proportion each case very low 20%. The result of bivariate analysis in combined case, showed that there were a number of relations among staff available of drug, printed materials and also knowledge of case management quality, but in the case of ARI variable association was duration of working, staff and knowledge. For the case diarrhea were drugs and printed materials only wich management quality.
Multivariate analize by logistic regression cold be got three models, which influence of case management quality. So that those models as a consideration to make case management strategy, in order to be had quality in Cianjur regency.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1997
T3978
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library