Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Paxia Basori Danesswara
"Fase remaja merupakan suatu peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Banyak perubahan yang terjadi seperti perubahan fisik, psikis, maupun psikososial. Conduct Disorder merupakan gangguan perilaku yang lebih banyak dialami oleh remaja. Berdasarkan kisah dalam Cerkak Ngeyel karya Andrasari Setyaningsih, penelitian ini mengangkat permasalahan: (1) bagaimana keterkaitan karakter Aji dengan isu psikologis Conduct Disorder?; (2) bagaimana pola asuh orang tua terhadap kepribadian Aji?; serta (3) bagaimana hubungan antara kisah Aji dengan falsafah Ngundhuh Wohing Pakarti?. Tujuan penelitian ini yaitu membuktikan adanya Conduct Disorder pada tokoh Aji menggunakan metode deskriptif kualitatif, Teori Psikoanalisis Sigmund Freud, serta falsafah Ngundhuh Wohing Pakarti. Hasil dari penelitian ini adalah tokoh Aji mengalami Conduct Disorder berdasarkan karakter yang ditunjukan dalam Cerkak. Pola asuh permisif yang dilakukan sang Ibu juga memperkuat penyebab Conduct Disorder yang dialami Aji. Falsafah Jawa Ngundhuh Wohing Pakarti yang diterima oleh Aji disebabkan oleh dirinya yang terlalu mengikuti hawa nepsu sehingga menderita sakit. Penelitian ini memberi kebaharuan penelitian dalam bidang psikologi karena menggunakan karya sastra cerkak dalam membahas Conduct Disorder.

The adolescent phase is a transition from childhood to adulthood. Many changes occur such as physical, psychological, and psychosocial changes. Conduct Disorder is a behavioral disorder that is more commonly experienced by adolescents. Based on the story in Cerkak Ngeyel by Andrasari Setyaningsih, this research raises the issues: (1) how does Aji's character relate to the psychological issue of Conduct Disorder?; (2) how does parenting affect Aji's personality?; and (3) how is the relationship between Aji's story and the philosophy of Ngundhuh Wohing Pakarti? The purpose of this research is to prove the existence of Conduct Disorder in Aji's character using descriptive qualitative method, Sigmund Freud's Psychoanalysis Theory, and the philosophy of Ngundhuh Wohing Pakarti. The result of this research is that the character Aji experiences Conduct Disorder based on the characters shown in Cerkak. His mother's permissive parenting also strengthens the cause of Aji's Conduct Disorder. The Javanese philosophy of Ngundhuh Wohing Pakarti received by Aji is caused by him following his desires too much so that he suffers from illness. This research provides a novelty of research in the field of psychology because it uses cerkak literary works in discussing Conduct Disorder."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fauzi Kusnaedi
"Penelitian ini membahas jiwa kewirausahaan yang tergambar dalam tokoh utama dalam cerkak. Pendidikan kewirausahaan pada abad ke-21 sangat penting keberadaannya bagi generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan jiwakewirausahaan tokoh utama dalam cerkak “ternak kalajengking”. Penelitian ini dilakukan karena ketertarikan penulis terhadap jiwakewirausahaanyang dimunculkan pada cerkak yang di muat pada majalah berbahasa Jawa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan dialog antar tokoh di dalamCerkak berbahasa Jawa dengan judul "Ternak Kalajengking" karya KiSudadi pada Majalah Panjebar Semangat Edisi 15 - 13 April 2019. KiSudadi adalah seorang guru SMP di Wonosobo, beliau banyak menulis cerita wayang, tulisan KiSudadi tersebar di berbagai majalah berbahasa Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif. Melalui analisis struktural, dapat direkonstruksi beberapa jiwakewirausahaan yang dirumuskan dalam cerkak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerkak “ternak kalajengking” memuat beberapa jiwa kewirausahaan yang dimunculkan dari jiwa tokoh utama, terdapat beberapa gambaran jiwakewirausahaan tokoh utama Pak Somad yang ditemukan dalam cerkak yakni tanggung jawab terhadap sektor usaha, tidak takut akan risiko, memiliki sikap pembelajar serta keuletan yang tinggi dalam berwirausaha, jeli dalam melihat peluang usaha, serta memiliki semangat yang tinggi. Kemudian, tokoh utama yakni Pak Somad berusaha meraih sebagai laku yang dijalankannya sehingga mencapai keberhasilan usaha dari kegigihan yang diupayakan.

This study discusses the entrepreneurial spirit which is depicted in the main character in the short story. Entrepreneurship education in the 21st century is very important for the millennial generation. This study aims to explain the entrepreneurial spirit of the main character in the "scorpion cattle" story. This research was conducted because of the author's interest in the entrepreneurial spirit that appeared in the cerkak that was published in Javanese-language magazines. The data used in this study is a dialogue between characters in Javanese Cerkak with the title "Scorpion Cattle" by Ki Sudadi in Panjebar Spirit Magazine Edition 15 - 13 April 2019. Ki Sudadi is a junior high school teacher in Wonosobo, he writes a lot of wayang stories. , Ki Sudadi's writings have been published in various Javanese-language magazines. The method used in this research is a qualitative research method. Through structural analysis, several entrepreneurial souls can be reconstructed which are formulated in short stories. The results show that the cerkak "scorpion cattle" contains some entrepreneurial spirit that emerges from the soul of the main character, there are several images of the entrepreneurial spirit of the main character Pak Somad found in the cerkak namely responsibility for the business sector, not afraid of risk, having a learner attitude and tenacity. who is high in entrepreneurship, observant in seeing business opportunities, and has a high spirit. Then, the main character, Mr. Somad, tries to achieve what he does so that he achieves business success from the persistence he strives for. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Alda Maulida
"Pada dasarnya setiap manusia memiliki caranya masing-masing dalam menyikapi kehidupan, seperti halnya pada orang Jawa memiliki sikap hidup untuk mencapai sebuah kebahagiaan lahir dan batin. Sesuai pada tujuh cerkak dalam Antologi Crita Cekak: Paron karya Poerwardhie Atmodihardjo yang di dalamnya terdapat sikap hidup orang Jawa yang berhubungan dengan Tuhan melalui penggambaran perilaku tokoh aku. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengungkapkan sikap hidup orang Jawa yang berhubungan dengan Tuhan dan memaparkan mengenai relevansi sikap hidup orang Jawa yang berhubungan dengan Tuhan pada kehidupan masyarakat di masa kini. Sumber data berupa cerkak dalam Antologi Crita Cekak: Paron karya Poerwardhie Atmodihardjo. Hasil penelitian ini adalah (1) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi sikap terhadap takdir, darma, karma, eling (sadar), pracaya (percaya), sabar, rila (rela), nrima (menerima), wedi (takut), dan isin. (2) relevansi sikap hidup orang Jawa pada masyarakat masa kini. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa pemahaman mengenai sikap hidup orang Jawa yang berhubungan dengan Tuhan bertujuan untuk mencapai sebuah keselarasan dan kedamaian bagi kehidupan tokoh aku, serta relevansi pada kehidupan masyarakat di masa kini yang dapat digunakan sebagai acuan untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjauhi larangannya.

Basically, every human being has their own way of dealing with life, just as the Javanese people have an attitude of life to achieve inner and outer happiness. In accordance with the seven cerkak of Antology Crita Cekak: Paron by Poewardhie Atmodihardjo, in which there is a Javanese people attitude to life related to God through the depiction of behaviors of characters aku. This paper devised the sociological approach the literature and a combination of descriptive and qualitative method. The purpose of this paper is to reveal the attitude of Javanese people life’s related to God and to describe the relevance of Javanese people attitude to life related to God in the life peole of the present. The data in this paper is acquired from Antology Crita Cekak: Paron by Poewardhie Atmodihardjo. The results of this paper are the following: (1) the relationship between humans and God includes attitudes towards fate, darma, karma, eling (aware), pracaya (belief), patient, rila (willing), nrima (accepting), wedi (fear), and isin. (2) the relevance of the Javanese people attitudes to life people of the present. Based on analysis, it can be concluded that the understanding of the daily attitudes of Javanese people related to God for the purpose of a harmony and survival of characters aku, as well as the relevance to people’s lives that can be used as a goal to always get closer to God and his limitations. "
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yopi Ruki Kusuma
"ABSTRACT
Penelitian ini membahas mengenai analisis struktur cerita dari Cerita Cekak Kasetyane Sawa Kembang. Selain itu di dalam artikel ini juga memaparkan mengenai Cinta Segitiga berdasarkan Cerita Cekak Kasetyane Sawa Kembang. Dalam analisis struktur tersebut ditemukan tokoh-tokoh beserta alur di dalam cerita tersebut. Artikel ini membahas tentang Analisis Kisah Cinta Segitiga dalam Cerita Cekak Kasetyaning Sawa Kembang. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah Deskriptif Analisis yang menghasilkan struktur cerita dari Cerita Cekak Kasetyaning Sawa Kembang. Tidak hanya itu hasil dari penelitian ini adalah gambaran dari kisah cinta segitiga yang terjalin antara tokoh Darman, Sawa Kembang, dan Lasmini pada Cerita Cekak Kasetyaning Sawa Kembang. Di dalam Cerita Cekak Kasetyaning Sawa Kembang ini memaparkan tentang sebuah hubungan romantis yang melibatkan tiga orang. Istilah tersebut dapat mengarah pada dua orang yang berbeda terhubung secara romantis dengan orang ketiga, selain itu masing- masing orang memiliki hubungan dengan dua orang lainnya.

ABSTRACT
This study discusses the story structure analysis from the Short Story of Kasetyane Sawa Kembang. Also in this article also describes the Love Triangle based on Cetyak Kasetyane Sawa Kembang Story. In the analysis of these structures found the characters along with the plot in the story. This article discusses about the Love Triangle Story Analysis in Ceremony Cassette Kasetyaning Sawa Kembang. The method used by the researcher is Descriptive Analysis that produces the story structure of the story Cesanak Kasetyaning Sawa Kembang. Not only that the results of this study is a picture of the love triangle story that exists between the characters Darman, Sawa Kembang, and Lasmini on Cekak Kasetyaning Sawa Kembang Stories. In this Cute Story Kasetyaning Sawa Kembang presents about a romantic relationship involving three people. The term can lead to two different people connecting romantically with a third person, in addition each person has a relationship with two others."
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yopi Ruki Kusuma
"ABSTRAK
Cerita adalah bagian dari kehidupan manusia. Sejak zaman dahulu manusia sudah mengenal kegiatan bercerita. Gagasan cerita dapat berasal dari mana saja. Lingkungan alam tempat manusia hidup dapat memberikan gagasan tentang cerita. Masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sesuai zamannya. Cerita dapat berbentuk apa saja mulai dari dongeng, mitos cerita rakyat dan legenda. Legenda biasanya hidup di kalangan rakyat. Di sisi lain teknologi penyampaian cerita sangat sederhana. Zaman sekarang cara menyampaikan cerita yang paling mudah adalah melalui media massa seperti majalah, koran, atau yang lainnya. Media massa yang paling dekat dengan masyarakat adalah media cetak seperti koran atau majalah. Melalui rubrik dalam majalah masyarakat dapat membaca cerita sebagai hiburan. Para pengarang dapat menyampaikan berbagai gagasan cerita sambil menyampaikan pesan. Dengan penyampaian yang ringan tanpa harus berfikir secara filosofis masyarakat dapat menikmati cerita sebagai hiburan. Rubrik seperti cerita pendek dan sejenisnya mendapat perhatian yang banyak dari masyarakat. Di sisi lain, situasi ini juga memberi kesempatan bagi banyak pengarang untuk terus menerus berkarya dan menyebarluaskan gagasannya.

ABSTRACT
Stories are part of human life. Since ancient times people have known storytelling activities. Story ideas can come from anywhere. The natural environment in which humans live can provide ideas about stories. People take advantage of this opportunity according to their times. The story can take the form of anything from fairy tales, folklore myths and legends. Legends usually live among the people. On the other hand, the technology of delivering stories is very simple. Today, the easiest way to tell stories is through mass media such as magazines, newspapers, or others. The mass media that is closest to the community are print media such as newspapers or magazines. Through rubrics in public magazines can read stories as entertainment. The authors can convey various story ideas while conveying messages. With light delivery without having to think philosophically the community can enjoy the story as entertainment. Rubrics such as short stories and the like get a lot of attention from the public. On the other hand, this situation also provides an opportunity for many authors to continuously work and disseminate their ideas."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Nurmillah Kamilah
"ABSTRACT
Penelitian ini mengangkat tema tentang unsur mistik dari kumpulan cerita cekak cerkak alaming lelembut yang terdapat dalam Panjebar Semangat tahun 2011. Cerkak tersebut merupakan salah satu bentuk rubrik dalam majalah Panjebar Semangat. Rubrik cerkak tersebut menceritakan tentang berbagai kejadian mistik yang dialami oleh tokoh di dalam masing-masing cerita. Terdapat 5 cerkak yang dipilih sebagai objek penelitian. Unsur struktural cerita sangat mempengaruhi bagaimana mistik tersebut disampaikan. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah unsur mistik Jawa yang terkandung di dalam lima cerkak Panjebar Semangat tersebut? Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif dengan metode analisis deskriptif. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi penelitian karya sastra Jawa, serta memperoleh gambaran mengenai mistik dalam objek kajian yang digunakan, yaitu lima cerkak dalam kumpulan cerkak Panjebar Semangat Tahun 2011. Ditinjau dari segi mistik, lima cerkak tersebut memberikan banyak cerminan sosial yang kuat, baik langsung maupun tak langsung. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ternyata unsur-unsur mistik di dalam kelima cerkak Panjebar Semangat tahun 2011 terbukti adanya konsep kepercayaan tentang mistik yang masih melekat di dalam masyarakat Jawa.

ABSTRACT
This research is the theme of the mystical element of a series of Javanese short stories of Alaming Lelembut contained in Panjebar Semangat in 2011. The story is one of the rubric form in Panjebar Semangat magazine. The narrative rubric tells about the mystical events experienced by the characters in each story. There are five Javanese short stories selected as research object. The structural elements of the story greatly affect how the mystique is delivered. The problem discussed in this research is how is the element of Javanese mysticism contained in the five concepts of Panjebar Semangat This research uses an objective approach with descriptive analysis method. The benefits of this research are expected to increase the reference of Javanese literary research, and obtain a description of the mystique in the object of study that is used, that is five Javanese short stories in the compilation Javanese short stories Panjebar Semangat in 2011. In terms of mystique, the five Javanese short stories provide many strong social reflection, Either directly or indirectly. The result of this research concludes that it turns out that the mystical elements in the five concepts Panjebar Semangat in 2011 proved the existence of the concept of belief about mystic that is still inherent in the Java community. "
2017
S66905
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ravendra Pratama
"Kritik sosial yang terdapat dalam cerkak Pasa Ing Paran (2020) (PIP) karya Impian Nopitasari adalah kritik terhadap pemerintah Indonesia. Hal ini menjadi salah satu alasan mendasar mengapa PIP menarik diteliti. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan kritik sosial dalam PIP melalui teori sosiologi sastra, serta kaitannya dengan kejadian di dunia nyata yang memicu munculnya kritik tersebut. Dalam penelitian ini diterapkan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik sosial yang terkandung dalam PIP ditujukan kepada pemerintah Indonesia, yaitu kritik terhadap kebijakan pemerintah Indonesia yang dianggap tidak membantu kondisi ekonomi rakyat di masa pandemi Covid-19. Kritik sosial tersebut ditunjukkan oleh tokoh Puguh yang menyesali tindakannya mengikuti anjuran pemerintah Indonesia, yaitu memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tidak pulang kampung, namun pemerintah Indonesia tidak memberikannya bantuan ekonomi walaupun ia telah mengikuti anjuran tersebut. Kritik tersebut merupakan tanggapan dari pengarang PIP terhadap kurangnya efektivitas bantuan ekonomi dari pemerintah Indonesia di masa pandemi Covid-19, serta kritik tersebut berkontribusi pada budaya kritik dalam karya sastra Jawa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kritik sosial dalam PIP ditujukan kepada pemerintah Indonesia, berkontribusi kepada budaya kritik dalam kesusastraan Jawa, dan merupakan tanggapan dari masalah di lingkungan tempat hidup pengarangnya, yaitu pandemi Covid-19 di Indonesia.

Social commentary within Pasa Ing Paran (2020) (shortened as PIP) by Impian Nopitasari is a critic towards Indonesian government. It is one of the reasons why PIP is interesting to be researched. The purpose of this research is to reveal the social commentary within PIP by using literary sociology theory, as well as the relationship with real life events which inspired that criticism in PIP. This research uses the descriptive qualitative method. Result of this research shows that the social commentary within PIP is addressed towards the Indonesian government, which is a criticism toward the policies of the Indonesian government during the Covid-19 pandemic that is considered unhelpful for the economic situation of Indonesian people. The social commentary within PIP is shown through Puguh, who regretted his choice of following the suggestion of the Indonesian government to not return to his village in order to stop the spread of Covid-19, as the Indonesian government doesn’t give him economic help despite him following their suggestion. That criticism is a response from the author of PIP towards the ineffective economic assistance from the Indonesian Government during the Covid-19 pandemic, as well as the criticism within PIP being a contribution towards criticism within Javanese literature. The conclusion of this research is social commentary within PIP is addressed towards the Indonesian government, contributes towards criticism within Javanese literature, and a response from the author regarding problems within her living environment, which is the Covid-19 Pandemic in Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Rizqi Agung Pangestu
"Terdapat berbagai aspek yang memengaruhi dan membentuk perilaku seorang individu, baik secara positif maupun negatif. Aspek-aspek tersebut berupa ruang lingkup individu seperti keluarga dan lingkungan sosial. Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga dan lingkungan sosial dalam pembentukan perilaku tokoh utama menggunakan Teori Behavioristik oleh B. F. Skinner (1938) didasari nilai-nilai budaya dan keluarga Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menambah sudut pandang baru dalam khazanah pola asuh tradisional dan memberi wawasan khusus dalam kategori karya sastra Jawa berbentuk cerita pendek. Data yang dijadikan bahan analisis pada penelitian ini adalah teks dialog serta narasi Cerkak Tekane Kabagyan yang menggambarkan nilai-nilai yang hendak diangkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan psikologi sastra. Teori yang dijadikan landasan adalah Teori Behavioristik oleh B. F. Skinner (1938), pola asuh dalam keluarga Jawa menurut Hildred Geertz (1985), konsep Psikologi Jawa oleh Endraswara (2016), serta etika dalam budaya Jawa menurut Franz Magnis Suseno (1984). Setelah dilakukan analisis, ditemukan signifikansi antara pola asuh keluarga serta lingkungan sosial terhadap pembentukan dan perubahan perilaku seorang individu. Pola asuh keluarga yang seharusnya mengajarkan kaidah bermasyarakat yang berlaku dapat terganggu, ketika pola asuh yang digunakan selalu mengutamakan keinginan anak agar menghindari konflik. Kemudian menurut sudut pandang psikologi Jawa, intensitas dan frekuensi pertemuan seseorang dengan lingkungan sosialnya juga dapat memengaruhi perilaku individu.Terdapat berbagai aspek yang memengaruhi dan membentuk perilaku seorang individu, baik secara positif maupun negatif. Aspek-aspek tersebut berupa ruang lingkup individu seperti keluarga dan lingkungan sosial. Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga dan lingkungan sosial dalam pembentukan perilaku tokoh utama menggunakan Teori Behavioristik oleh B. F. Skinner (1938) didasari nilai-nilai budaya dan keluarga Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menambah sudut pandang baru dalam khazanah pola asuh tradisional dan memberi wawasan khusus dalam kategori karya sastra Jawa berbentuk cerita pendek. Data yang dijadikan bahan analisis pada penelitian ini adalah teks dialog serta narasi Cerkak Tekane Kabagyan yang menggambarkan nilai-nilai yang hendak diangkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan psikologi sastra. Teori yang dijadikan landasan adalah Teori Behavioristik oleh B. F. Skinner (1938), pola asuh dalam keluarga Jawa menurut Hildred Geertz (1985), konsep Psikologi Jawa oleh Endraswara (2016), serta etika dalam budaya Jawa menurut Franz Magnis Suseno (1984). Setelah dilakukan analisis, ditemukan signifikansi antara pola asuh keluarga serta lingkungan sosial terhadap pembentukan dan perubahan perilaku seorang individu. Pola asuh keluarga yang seharusnya mengajarkan kaidah bermasyarakat yang berlaku dapat terganggu, ketika pola asuh yang digunakan selalu mengutamakan keinginan anak agar menghindari konflik. Kemudian menurut sudut pandang psikologi Jawa, intensitas dan frekuensi pertemuan seseorang dengan lingkungan sosialnya juga dapat memengaruhi perilaku individu.Terdapat berbagai aspek yang memengaruhi dan membentuk perilaku seorang individu, baik secara positif maupun negatif. Aspek-aspek tersebut berupa ruang lingkup individu seperti keluarga dan lingkungan sosial. Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga dan lingkungan sosial dalam pembentukan perilaku tokoh utama menggunakan Teori Behavioristik oleh B. F. Skinner (1938) didasari nilai-nilai budaya dan keluarga Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menambah sudut pandang baru dalam khazanah pola asuh tradisional dan memberi wawasan khusus dalam kategori karya sastra Jawa berbentuk cerita pendek. Data yang dijadikan bahan analisis pada penelitian ini adalah teks dialog serta narasi Cerkak Tekane Kabagyan yang menggambarkan nilai-nilai yang hendak diangkat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan psikologi sastra. Teori yang dijadikan landasan adalah Teori Behavioristik oleh B. F. Skinner (1938), pola asuh dalam keluarga Jawa menurut Hildred Geertz (1985), konsep Psikologi Jawa oleh Endraswara (2016), serta etika dalam budaya Jawa menurut Franz Magnis Suseno (1984). Setelah dilakukan analisis, ditemukan signifikansi antara pola asuh keluarga serta lingkungan sosial terhadap pembentukan dan perubahan perilaku seorang individu. Pola asuh keluarga yang seharusnya mengajarkan kaidah bermasyarakat yang berlaku dapat terganggu, ketika pola asuh yang digunakan selalu mengutamakan keinginan anak agar menghindari konflik. Kemudian menurut sudut pandang psikologi Jawa, intensitas dan frekuensi pertemuan seseorang dengan lingkungan sosialnya juga dapat memengaruhi perilaku individu.

There are various aspects that influence and shape the behavior of an individual, both positively and negatively. These aspects are in the form of individual scope such as family and social environment. This study’s research question concerns the role of an individual’s family and social environment regarding the main character's behavior using the Behaviorism Theory by B. F. Skinner (1938) based on Javanese cultural and family values. This study aims to add a new perspective on the treasures of traditional parenting and provide specific insights into the category of Javanese literary works in the form of short stories. The primary data in this study are the dialogue texts and narratives in Cerkak Tekane Kabagyan which describes the values that will be discussed. This research uses the analytical descriptive method alongside literary psychology. The theory used as the basis is the Behavioristic Theory by B. F. Skinner (1938), the parenting style in Javanese families according to Hildred Geertz (1985), the concept of Javanese Psychology by Endraswara (2016), and ethics in Javanese culture according to Franz Magnis Suseno (1984). The study found that there is a significant role between family upbringing and the social environment regarding the formation and behavior change of an individual. A family’s upbringing which is supposed to teach societal rules that are applied can be disrupted, this is due to the prioritization of a child’s desire in order to avoid conflict. In addition, according to Javanese psychology’s point of view, the intensity and frequency of one’s encounters with their social environment can also influence an individual’s behavior."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Suseno
"
ABSTRAK
Dalam khasanah kesusastaan Jawa, cerita pendek merupakan genre sastra yang dapat dikatakan masih baru. Istilah yang lazim digunakan untuk cerita pendek berbahasa Jawa adalah crita cekak atau biasa ditulis dengan cerkak. Kelahirannnya didukung penuh oleh majalah yang menjadi wahana tersiarnya jenis sastra ini dalam masyarakat Indonesia, khususnya di antara penutur Bahasa Jawa.
Jenis sastra yang satu ini diperkirakan telah ada sejak tahun 1930 walaupun belum secara eksplisit disebut cerkak. Cerita-cerita yang diangkat dalam cerkak, kebanyakan membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kisah percintaan muda-mudi. Bahkan diketahui dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ratna Indriani, bahwa 50% cerkak yang dihasilkan pada yahun 1988 di Yogyakarta, memiliki ciri-ciri tersebut.
Pala tahun 1995, terbit sebuah antologi cerkak yang berjudul Kumpulan Crita Cerkak Ratu (KCCR) yang dapat dikatakan berbeda dengan cerkak-cerkak lainnya. KCCR, tidak lagi membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan percintaan muda-mudi. Hal ini membuat KCCR memiliki keunikan tersendiri daripada cerkak lainnya. Selain itu juga, cerkak-cerkak yang terdapat dalam KCCR memiliki banyak sindiran yang berupa kritik moral. Untuk itulah analisis terhadap struktur faktual di dalam skripsi ini, dilakukan untuk mengungkapkan keberadaan kritik moral."
1998
S11430
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ghoniyati Rohmah
"Skripsi ini membahas pencitraan wanita pada lima cerkak dalam antologi cerkak Lelakone Si lan Man karya Suparto Brata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bgaimana pengarang membangun citra wanita dalam lima cerkak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Teori yang digunakan adalah teori pencitraan Rene Wellek dan pembagian aspek-aspek pencitraan wanita secara fisik, psikologis, dan sosial oleh Sugihastuti. Hasil penelitian ini menemukan tipe-tipe ideal wanita dari sudut pandang laki-laki minimal menurut pengarangnya dan penggambaran citra wanita tersebut mencerminkan ekspresi individual Suparto Brata sebagai pengarang sastra Jawa modern.

This research present the image of women in five short stories on the anthology entitled Lelakone Si Lan Man by Suparto Brata. The aim of this research is to explain how the author build the image of women in those five short stories. This research use descriptive-analitical method. The theory which is used is the theory of image by Rene Wellek and the dividing of its aspect are physical aspect, psychology aspect, and social aspect by Sugihastuti. The result of this research find the ideal type of women which is seen from the point of view of men, at least from the author and the description of the image of women reflect the individual expression of Suparto Brata as the man of modern Javanese letter.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S55545
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>