Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mia Aulia
"ABSTRAK
Meskipun pembahasan mengenai alih kode sudah marak dibahas, hanya sedikit yang membahas isu budaya pada alih kode. Penelitian ini akan membahas mengenai perbedaan budaya Barat dan Indonesia melalui penggunaan alih kode pada majalah Gogirl!. Penelitian ini menggunakan teori Lalita Malik 1994 mengenai alasan-alasan seseorang menggunakan alih kode. Penelitian ini akan melihat kemunculan alih kode didalam lingkup keakraban dan konsep budaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa alih kode muncul ketika tidak adanya ketersediaan kata, tidak adanya padanan kata, ataupun untuk menekankan kata. Alasan-alasan tersebut juga menunjukan perbedaan budaya yang turut berkontribusi terhadap penggunaan alih kode pada majalah Gogirl!. Untuk pendalaman penelitian selanjutnya, pembahasan mengenai hubungan antara keakraban dan masalah sosial dapat dibahas.

ABSTRACT
Despite past researches on code switching, few have touched upon the cultural analysis on code switching. This study examines issues of cultural differences between Western and Indonesian through code switching occurrence in Gogirl magazine. This study was based on Lalita Malik rsquo s 1994 theory on the reasons of code switching, and this study will investigate code switching occurrences within the intimacy and the cultural concepts spectrums. Based on the finding, code switching occurs when there is lack of register competence and facility, and it also serves to emphasize words. Those reasons reflect cultural differences issue that also contribute in the occurrence of code switching in Gogirl magazine. In the future, future studies might want to focus the study on relations between intimacy and social problems, where intimacy might be triggered by social circumstances."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Charisma Adristy
"Skripsi ini membahas gejala bahasa pergaulan pada speech community mahasiswa Stikom Interstudi Wijaya. Nilai-nilai seperti kebebasan berekpresi, media, dan prestise mempengaruhi pemilihan bahasa pergaulan di kalangan mahasiswa. Dengan menggunakan metode etnografi komunikasi, penelitian ini berusaha menemukan kaitan antara proses pembentukan identitas dan penanda prestise dengan penggunaan bahasa pergaulan. Data penelitian dikumpulkan dengan metode kualitatif seperti wawancara serta rekaman speech events dan di analisis dengan teori Ethnography of Speaking.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada nilai budaya tersendiri yang dianut oleh kelompok sosial mahasiswa. Representasi nilai budaya dalam penggunaan bahasa pergaulan terlihat dari penggunaan kata-kata yang sarkatis yang memperlihatkan adanya semacam reduksi makna, sehingga bagi speech community penggunanya kata tersebut tidak mengandung kekasaran dan dilihat sebagai upaya meraih prestise sosial dalam percakapan.
This thesis discusses the use of slang in the speech community college students Stikom Interstudi Wijaya. How cultural values such as freedom of expression, sexuality, and prestige affect code-switching among the students. By using the ethnography of communication methods, this research seeks to find linkages between the process of the formation of identity and prestige with the use of slang. Data were collected using qualitative technique such as interviews, and recording speech events to be analyzed by Ethnography of Speaking.
The research concluded that there is particular cultural values which are held by students of social groups. As the Representation of cultural value in using sarcastic slang indicates ?reduction? of meaning, the speech community uses the sarcastic slang to achieve social prestige in which some explicit words has no longer contain violence meaning in the conversations.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Indah Sari
"This study discussed the use of code-switching among the late adolescents in social media facebook. The purpose of the research was to know the types of code-switching used among the late adolescents in social media facebook by applying poplack theory. The other purpose was to reveal the reasons for using such types of code-switching in social media facebook by applying Hoffman theory. The descriptive qualitative research design was used in this study. The data of the research were analyzed using Miles and Huberman method. The results of the research were (1) there were three types of code-switching used by the late adolescents in social media facebook, (2) some reasons in using code-switching were being emphatic to others, the use of interjection to gain attention, the use of repetition for clarification, intention of clarifying the speech content for interlocutor, expressing identity group, softening the request or command, lexical needs, and using satire. Satire was mostly found in this research."
Samarinda: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, 2017
400 CLLS 3:2 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Andrea Nadhifa
"Zaman semakin maju seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Adanya internet dan perangkat canggih lainnya memudahkan komunikasi antarmanusia dan membuat pesentuhan bahasa semakin mudah terjadi. Hal ini memicu maraknya gejala peralihan kode dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut salah satunya terlihat dalam penulisan majalah, baik majalah lokal suatu negara seperti Viva dari Belanda, maupun majalah Perancis seperti Elle yang juga terbit dalam versi terjemahan di negara-negara lainnya seperti Belanda. Kedua majalah tersebut yang merupakan korpus penelitian ini mengandung alih kode. Hasil analisis menunjukkan bahwa majalah Elle versi Belanda yang merupakan majalah yang diterjemahkan dari majalah Perancis ini mengandung banyak peralihan kode dibandingkan dengan majalah lokal Belanda yaitu Viva
The technology develops in this era of globalization. The internet and other shopisticated gadgets facilitate communication between people in the world, and they make cultural contact easier to occur. It results in the code switching phenomenon. This phenomenon occurs in magazines as well. Whether it is a local magazine such as Viva from Netherlands, or a French magazine like Elle, which is also published in a translated version in various countries like Netherlands. These two magazines, which are the corpuses of this research, use code switching in their articles. The result shows that the Dutch version of Elle magazine, which is translated from the French version, contains more code switching and code mixing compared to the Netherlands local magazine, Viva."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Kamielah Azizah
"ABSTRAK
Alih kode banyak ditemukan dalam situasi komunikasi suatu masyarakat multilingual. Hal ini juga ditemukan pada interaksi jual beli yang dilakukan oleh pedagang keturunan Tionghoa di Pasar Kapasan Surabaya. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk meneliti dan mengidentifikasi bentuk dan jenis alih kode serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori alih kode oleh Nababan 1991 , Kridalaksana 1982 dan Chaer 2004 , serta teori jenis dan faktor yang mempengaruhi alih kode oleh Hudson 1996 .

ABSTRACT
Code switching can be found on the communication situation in a multilingual society. It is also found on the transaction at Pasar Kapasan Surabaya by the Chinese descent seller. Therefore, the aims of this research are to analyze and identify the type and the kind of code switching as well as the factors which influence them to do so. The theories applied for this research are the concept of code switching by Nababan 1991 , Kridalaksana 1982 and Chaer 2004 , also the kinds of code switching and the functions of using code switching by Hudson 1996 ."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Bella Hapsari
"Alih kode dan campur kode terjadi dalam masyarakat multibahasa. Fenomena ini terlihat di media sosial, salah satunya adalah Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan alih kode dalam video blog pada kanal Youtube Korea Reomit dengan metodologi deskriptif kualitatif. Teori sosiolinguistik digunakan untuk menganalisis bentuk campur kode dan alih kode. Bentuk campur kode berupa penyisipan kata dan frasa, sedangkan bentuk alih kode dibagi menjadi dua, yaitu alih kode internal dan alih kode eksternal. Berdasarkan dua video yang digunakan, ditemukan bentuk campur kode dan alih kode pada tuturan penutur asing dalam menggunakan bahasa Indonesia. Pada kanal Youtube Korea Reomit, ditemukan 78 bentuk campur kode sisipan kata, 11 bentuk campur kode sisipan frasa, 2 bentuk alih kode internal dan 16 bentuk alih kode eksternal. Faktor penyebab terjadinya campur kode dan alih kode, antara lain lawan tutur, perubahan topik pembicaraan, dan tujuan penutur.

Code switching and code mixing occur in a multilingual society. This phenomenon can be seen on social media, one of which is Youtube. This study discusses the forms of code switching and code mixing in videos. This study aims to describe the forms of code switching and code mixing in video blogs on the Reomit Korea Youtube channel using a qualitative descriptive methodology. Sociolinguistic theory is used to analyze the form of code switching and code mixing. The form of code mixing is the insertion of words and phrases, while the form of code switching is divided into two, namely internal code switching and external code switching. Forms of code-switching and code-mixing found in the utterances of foreign speakers using Indonesian on the Korean Reomit Youtube channel, namely 78 forms of word insert code mixing, 11 forms of phrase insert code mixing, 2 forms of internal code switching and 16 forms of external code switching. Factors that cause code-switching and code-mixing occur in the form of interlocutor factors, the speaker's goals and changes in the topic of conversation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2023
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Al Fatih
"ABSTRAK
Alih kode dan campur kode bahasa Inggris dalam lirik lagu telah menjadi tren di kalangan pencipta lagu. Meskipun telah cukup banyak penelitian tentang alih kode dan campur kode dalam komunikasi verbal, namun hanya sedikit yang diketahui tentang bagaimana mereka digunakan dalam bentuk tertulis, khususnya dalam lirik lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti fenomena alih kode dan campur kode bahasa Inggris dalam lagu-lagu Pop Jepang J-Pop . Penelitian ini berfokus untuk menyelidiki sejauh mana kode-kode bahasa Inggris digunakan dalam lirik lagu J-Pop, dan menyelidiki motif di balik penggunaan tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kata, terutama kata benda, adalah kode bahasa Inggris yang paling sering digunakan dalam lagu-lagu J-Pop. Adapun dalam alih kode, kalimat bahasa Inggris yang paling sering digunakan adalah kalimat deklamatif atau kalimat pernyataan. Studi ini juga menemukan bahwa kode bahasa Inggris paling sering digunakan dalam lagu J-Pop sebagai perangkat puitis.

ABSTRACT
English code switching and code mixing in song lyrics have been an increasingly popular trend for songwriters. While there has been quite a number of research on code switching and code mixing in verbal communication, little is known about how they are used in written form, particularly in song lyrics. This study attempts to fill the gap by exploring and describing the recent phenomenon of English code switching and code mixing in J Pop songs. It aims to investigate the extent to which English codes are used in J Pop song lyrics and investigate the motives behind such usage. It was discovered that English words, mainly nouns, were the most frequently used items in J Pop songs. As for code switching, the most frequently used sentences are declamatory sentences. The study also found that English items are most frequently incorporated in J Pop songs as a poetic device."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Fernanda Rizkianita
"Beberapa tahun belakangan ini, grup penyanyi asal Korea yang dikenal dengan BTS atau Bangtan Sonyeondan menjadi sebuah fenomena internasional. Pengaruh mereka sebagai idola generasi ketiga telah menembus pasar global. Album mereka yang berjudul Love Yourself terkenal dengan pesan mengenai “mencintai diri sendiri” dan album ini juga membantu mereka menjadi terkenal secara global. Tiga lagu dari album ini, “I’m Fine”, “Idol”, dan “Mic Drop” terpilih berdasarkan tingkat popularitasnya dan penampilannya di panggung internasional. Pada penelitian sosiolinguistik ini, metode yang digunakan adalah metode campuran, kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan dasar teori Poplack mengenai jenis alih-kode. Total alih-kode dari ketiga lagu adalah 90 alih-kode dengan 19 tag switches, 51 inter-sentential switches, dan 20 intra-sentential switches. Pendekatan kualitatif berfokus pada deskripsi, analisis dan interpretasi atas alasan dibalik alih-kode yang terjadi, baik dalam bahasa Inggris standar atau bahasa Inggris Afrika-Amerika (AAE). Maka dari itu, analisis diskursif digunakan sebagai dasar atas tiga fokus dalam pendekatan kualitatif. Selain itu, menurut teori Widawski mengenai bentuk AAE, bentuk penggabungan, abreviasi, konversi, penggabungan, peminjaman, dan pembuatan bentuk ditemukan dalam tiga lagu tersebut dengan total 47 ungkapan AAE. Teori tata bahasa dari J.L Dillard digunakan untuk membantu analisis penelitian ini. Alih-kode dalam AAE kemudian akan dianalisis menggunakan teori fungsi AAE dari Widawski. Dalam tiga lagu tersebut ditemukan fungsi sosial, psikologi, retorik, dan budaya.Teori fungsi digunakan untuk membantu menginterpretasikan motivasi dibalik ungakapan AAE yang digunakan. Dari 17 ungkapan AAE, motivasi yang paling sering digunakan adalah retorik dan psikologi. Ungkapan AAE berperan sebagai sebuah bahasa untuk menunjukan kekuatan mereka. Dalam lagu-lagu tersebut, ungkapan AAE berperan sebagai cara berekspresi untuk mencintai diri sendiri, perlawanan atas kebencian terhadap mereka, dan stereotip menjadi idola. Namun, penelitian lebih lanjut diharapkan untuk dilaksanakan dengan data yang lebih banyak dan cakupan analisis yang lebih besar.

Over the past few years, a Korean boy-group known as BTS or Bangtan Sonyeondan has become an international phenomenon. Their influence as the third-generation Idol has penetrated the global market. Their album, Love Yourself, is known worldwide for its message of self-love that later helps them to be known globally. Three songs in this album, "I'm Fine", "Idol", and "Mic Drop", are chosen for their popularity and performance in International stages. For this sociolinguistic research, the method is a mixed-method between quantitative and qualitative. The quantitative approach focuses on the 90 switches in the songs based on Poplack's theory of code-switching with 19 tag switches, 51 inter-sentential switches, and 20 intra-sentential switches. The qualitative approach focuses on describing, analyzing, and interpreting the possible reasons behind the switches that occur in both standard-English and African American English (AAE). Hence, discourse analysis is used as the base of the three intended focuses on the qualitative approach. Moreover, according to Widawski's forms of AAE, 47 expressions in AAE are found in these songs with combining, shortening, conversion, blending, borrowing, and creating forms. J.L. Dillard's grammar of AAE is also used to help analyze this research. These AAE switches than analyzed with Widawski's theory of function of AAE, which provides social, psychological, rhetorical, and cultural functions to help interpret the motivation behind the chosen AAE expressions. Out of 17 types of AAE switch, the most frequent motivations are rhetorical and psychological functions. AAE expressions act as a language of power since, throughout the songs, the expressions act as reassurance, mostly about self-love, and resistance toward hates and stereotype of being idols. However, further research is expected to be conducted with more extensive data and scope of analysis."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>