Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tambunan, Siti Marliah
"Beberapa area dari pemecahan masalah matematika berhubungan dengan kemampuan visuospatial. Adanya konseptualisasi spasial yang baik merupakan asset untuk memahami konsep-konsep matematika. Pada kemampuan spasial diperlukan adanya pemahaman perspektif, bentuk-bentuk geometris, menghubungkan konsep visual. Faktorfaktor tersebut juga diperlukan dalam prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan menguji ada tidaknya hubungan antara kemampuan spasial dengan prestasi belajar matematika.Pengumpulan data dilakukan terhadap 220 anak usia sekolah, berusia 7-11 tahun dengan memberikan tes kemampuan spasial yang terdiri dari hubungan spasial topologi, proyektif, euclidis dan tes matematika. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan spasial total, topologi dan euclidis dengan prestasi belajar matematika, tetapi tidak terdapat hubungan antara kemampuan spasial proyektif dengan prestasi belajar matematika.

A number of the mathematical problem solving are related with visuospatial ability. A good spatial conceptualization is an asset to understand the mathematical concept. Perspective understanding, geometrical shapes, and visual concept relation are crucial skills in spatial ability. These factors are also needed in mathematical performance. This research is intended to test the relationship between spatial abilities and mathematical performance. Data are collected from 220 children (7 to 11 years old) by giving them the spatial ability test which consists of spatial topology, projective, euclidis, and mathematical test. Result shows that there is a significant relationship between total spatial ability, topology, euclidis and mathematical performance. In the contrary, it shows that there is no relationship between projective spatial ability and mathematical performance."
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 2006
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Siti Marliah
"Beberapa area dari pemecahan masalah matematika berhubungan dengan kemampuan visuospatial. Adanya konseptualisasi spasial yang baik merupakan asset untuk memahami konsep-konsep matematika. Pada kemampuan spasial diperlukan adanya pemahaman perspektif, bentuk-bentuk geometris, menghubungkan konsep visual. Faktorfaktor tersebut juga diperlukan dalam prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan menguji ada tidaknya hubungan antara kemampuan spasial dengan prestasi belajar matematika.Pengumpulan data dilakukan terhadap 220 anak usia sekolah, berusia 7-11 tahun dengan memberikan tes kemampuan spasial yang terdiri dari hubungan spasial topologi, proyektif, euclidis dan tes matematika. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan spasial total, topologi dan euclidis dengan prestasi belajar matematika, tetapi tidak terdapat hubungan antara kemampuan spasial proyektif dengan prestasi belajar matematika.

A number of the mathematical problem solving are related with visuospatial ability. A good spatial conceptualization is an asset to understand the mathematical concept. Perspective understanding, geometrical shapes, and visual concept relation are crucial skills in spatial ability. These factors are also needed in mathematical performance. This research is intended to test the relationship between spatial abilities and mathematical performance. Data are collected from 220 children (7 to 11 years old) by giving them the spatial ability test which consists of spatial topology, projective, euclidis, and mathematical test. Result shows that there is a significant relationship between total spatial ability, topology, euclidis and mathematical performance. In the contrary, it shows that there is no relationship between projective spatial ability and mathematical performance."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Khairudin
"Fasciolopsis buski merupakan salah satu parasit trematoda terbesar yang dapat menginfeksi manusia. Infestasi
Fasciolopsis buski ke dalam tubuh manusia terjadi karena minum air mentah dan mengkonsumsi tumbuhan air yang
mentah seperti supan-supan, pakat, teratai, dan genjer. Endemisitas Fasciolopsiasis di Indonesia hanya ditemukan di
kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan dengan prevalensi antara 1,2-7,8%.
Sampai saat ini, angka prevalensi kejadian Fasciolopsiasis tidak menunjukkan kecenderungan turun,sebaliknya justru
menunjukkan adanya penyebaran penyakit ke wilayah lainnya. Diduga Fasciolopsis buski ini menyebar melalui sanitasi
lingkungan dan higine perorangan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi dasar
rumah dan kejadian Fasciolopsis pada anak sekolah dasar di Kabupaten Hulu Sungai Utara, selama Januari hingga Juli
tahun 2010. Jenis penelitian adalah observasional analitik, dilaksanakan secara crossectional terhadap anak sekolah dasar
berumur 7-13 tahun sebanyak 110 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, wawancara,
dan observasi. Data dianalisis dengan regresi logistik ganda. Faktor yang berhubungan dengan kejadian Fasciolopsiasis
pada anak sekolah dasar adalah sanitasi dasar rumah, minum air mentah, makan tumbuhan rawa mentah, bermain di
rawa, pengetahuan. Disimpulkan bahwa dari 5 variabel yang diteliti, sanitasi dasar rumah tidak berhubungan dengan
kejadian Fasciolopsiasis.
The Affecting Factors of Fasciolopsiasis in the Elementary Student in Endemic Area. Fasciolopsis buski is a one
of trematodes parasites which can infect human infestation of Fasciolopsis buski into human body due drink un-boiled
water and consume uncooked water plants such as supan-supan, lotus and genjer. Incidence of Fasciolopsiasis in
Indonesia is endemic in Babirik Subdistrict, Hulu Sungai Utara District South Borneo Province and prevalence is 1.2-
7.8%. Until now the prevalence rate Fasciolopsiasis events showed no tendency to fall, it shows the spread of disease to
other areas. In Fasciolopsis buski guess is spread through environmental sanitation and poor personal hygiene. The
research objective was to analyze the relationship between house basic sanitation and Fasciolopsiasis Elementary
Student in Hulu Sungai Utara District, South Borneo. During January to July of 2010. This Type of observational
analytic study was performed in a cross sectional of elementary student aged 7-13 years as many as 110 students. Data
collected through, interviews and observation. The data collection with laboratory examination, observation, and
interview. Data analysis used multiple logistic regression. The result show that the prevalence ratio of Fasciolopsiasis
incidence was 4.0% and there was relationship between incidence Fasciolopsiasis with house basic sanitation
OR=97.745, drink un-boiled water, OR=2.0, consume uncooked water plants OR=39.869, Play on swamp OR=0.015,
Lack of knowledge OR=0.03. It was concluded that the five variables studied house basic sanitation is not related to the
incident. Fasciolopsiasis.It needs to supervise and increase school health program done by Education Office and
Primary Heathcare at subdistrict level."
[Place of publication not identified]: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, 2012
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Nadya Nabila Haswar
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan orang tua dengan aspek-aspek pada kemampuan sosial-emosional anak disabilitas fisik (tunarungu, tunadaksa, tunanetra, tunawicara). Penerimaan orang tua didefinisikan sebagai kontinum penerimaan hingga penolakan yang diberikan orang tua kepada anak mereka. Sedangkan kemampuan sosial-emosional adalah kemampuan yang dapat diajarkan dan dipelajari yang dapat digunakan individu untuk mengelola emosi, berperilaku efektif, bertahan untuk mencapai tujuan yang diinginkannya, menghargai proses belajar, berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain secara efektif. Partisipan dalam penelitian ini adalah orang tua anak disabilitas fisik yang menyekolahkan anaknya pada pendidikan tingkat dasar. Total partisipan yang berhasil dikumpulkan berjumlah 120 orang tua.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan alat ukur Parental Acceptance-Rejection Questionare untuk mengukur penerimaan orang tua dan alat ukur Elementary Students Social and Emotional Skill Survey untuk mengukur kemampuan sosial-emosional anak disabilitas fisik.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif yang signifikan antara penerimaan orang tua dengan aspek social competence anak disabilitas fisik. Selain itu didapatkan pula hasil yang tidak signifikan pada hubungan penerimaan orang tua dengan aspek persistence dan self control pada anak disabilitas fisik.

This study was conducted to determine the relation between parental acceptance and aspects of the social-emotional skill of physically disabled children (deaf, disabled, visually impaired, and speech impaired). Parental acceptance is defined as continuum reception to rejection that parents give to their children. While social-emotional skill are abilities that can be taught and learned that can be used by individuals to manage emotions, behave effectively, survive to achieve their desired goals, appreciate the process of learning, interact and work together with others effectively. Participants in this study were parents of physically disabled children who send their children to elementary level education. The total number of partisipants was collected 120 parents.
This research was conducted with a quantitative method using Parental Acceptance-Rejection Questionare to measure parental acceptance and Elementary Students Social and Emotional Skill Survey to measure the social-emotional skill of physically disabled children.
The results showed a positive relation between the parental acceptance with social competence of sosio-emosional skill in physically disabled children. Besides that, resulft showed that the relation between parents acceptance with aspects of persistence and self control of socio-emotional skill in children with physical disabilities were not significant."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eva Fauziah
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas mengenai hubungan status gizi dan faktor-faktor
lainnya terhadap prestasi belajar siswa SDN Pondok Cina 2, MI Al Muhajirin, dan
SDIT Nurul Fikri Depok tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
proporsi status gizi, karakteristi siswa (umur usia dan jenis kelamin), asupan zat
gizi makro (energi, karbohidrat, lemak, dan protein), kebiasaan sarapan, kebiasaan
jajan, dan kebiasaan menonton TV siswa di SDN Pondok Cina 2, MI Al
Muhajirin, dan SDIT Nurul Fikri Depok tahun 2010. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data dalam penelitian
ini merupakan data sekunder yang diambil dari data Hibah Pengabdian
Masyarakat UI Tahun 2009. Pengambilan data tersebut dilakukan pada bulan
Desember 2009 hingga bulan Januari 2010 pada kelas 3-5 SD di SDN Pondok
Cina 2, MI Al Muhajirin, dan SDIT Nurul Fikri Depok.
Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil
penelitian menunjukkan rata-rata nilai Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan
IPS siswa adalah 83,81 dan prevalensi gizi kurang pada siswa sebesar 13,5%.
Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata nilai siswa yang bermakna
pada variabel umur siswa dan kebiasaan jajan. Peneliti menyarankan agar sekolah
bekerja sama dengan pihak dinas kesehatan dan pendidikan untuk memantau
status gizi anak secara berkala; memberi pengetahuan kepada siswa tentang gizi
seimbang, sarapan, dan makanan jajanan yang sehat; mengawasi penjual yang
menjual makanan di sekitar sekolah; serta untuk orang tua untuk membiasakan
anaknya sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

ABSTRACT
This research discus about the relationship between nutritional status and
another factors with academic achievement SDN Pondok Cina 2, MI Al
Muhajirin, and SDIT Nurul Fikri students of Depok in 2010. The aim of this study
to determine the prevalence undernutrition, characteristic of student (age and sex),
macronutrient intake (energy, carbohydrate, fat, and protein), breakfast habit,
snack habit, watching television habit and their relationship with academic
achievement in SDN Pondok Cina 2, MI Al Muhajirin, and SDIT Nurul Fikri
students of Depok in 2010. This research are analytical descriptive study using
cross sectional study. This data is come from secondary originated from Hibah
Pengabdian Masyarakat UI in 2009. Data collection was conducted in Desember
2009 to January 2010. The sample is 3-5 grade elementary school students which
is 89 respondents.
The analysis method is univariate and bivariate analysis. The result
showed that the prevalence of undernutrition that occurs are 13,5%.Variabels that
have a significant relationship with academic achievement in this study are age,
proteins intake and snacking habit. The researcher suggest that Official of Health
and Official of Edication work to monitor nutritional status elementary students in
periodic; educate students about balance nutrition, breakfast, and healthy
snacking; educate persoh who selling food to students around schools; and for the
parents, for make the breakfast habits to be routine every day."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library