Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Firenze: Studio Marmo, 1998
691STUN001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Adhika Wahyu Adji Saputri
"ABSTRAK
Makalah ini menjelaskan beberapa perbandingan antara granit dan solid-surface mulai dari ekstraksi, produksi, distribusi, instalasi, dan pembuangan. Konsumsi berlebihan sumber daya alam akan menyebabkan dampak negatif pada alam, oleh karena itu munculnya bahan rekayasa (seperti solid-surface) diharapkan dapat mengurangi dampak negatif tersebut. Granit alami dan solid-surface memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada setiap aspek, masing-masing material memiliki dampak positif atau negatif pada lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Makalah ini menekankan perbedaan antara kedua bahan tersebut, kami berasumsi bahwa permukaan padat memiliki banyak keunggulan daripada granit alami.

ABSTRACT
This paper explain some comparison of granite and solid-surfaces starting from extraction, production, distribution, installation, and disposal. The excessive consumption of natural resources will cause a negative impact on nature, therefore the emergence of engineered material (such as solid-surface) is expected to reduce this consumption. Natural granite and solid surface have their own advantages and disadvantages. On each aspect, they have a positive or negative impact on the environment, economy, and society. This paper emphasize the different between those two materials, we assumed that the solid-surface has a lot of advantages than natural granite.

"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Disa Kurnia Dewi
"Aktivitas pertambangan timah sudah dilakukan sejak tahun 1976 oleh PT Timah Tbk sehingga semakin sedikit sumber timah yang diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik mineralisasi timah primer di Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu XRD, XRF, Petrografi, dan Mineragrafi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, daerah penelitian terdiri atas dua satuan geomorfologi yang meliputi Satuan Perbukitan Vulkanik dan Satuan Tailing Antropogenik. Berdasarkan hasil interpretasi persebaran litologi di daerah penelitian, maka daerah penelitian memiliki dua satuan batuan, antara lain Satuan Granit Klabat Berbutir Halus dan Satuan Granit Klabat Berbutir Sedang-Kasar. Lalu, struktur yang berkembang di daerah penelitian adalah Sesar Mendatar Mengiri Turun dan sheeted vein/veinlet. Kemudian, alterasi yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari empat fasies, yaitu Alterasi Kuarsa + Turmalin (104.2 ppm), Alterasi Kuarsa + Halosit + Klorit + Pirofilit (56.5 ppm), Alterasi Kuarsa + Illite (52.4 pm), dan Alterasi Kuarsa + Kaolinit + Klorit + Dickite (19.5 ppm). Endapan bijih yang ditemukan di daerah penelitian, yaitu kasiterit, hematit, dan pirit. Tipe endapan timah di daerah penelitian adalah greisen dan berada pada kontak antara batuan silikat dan batuan granit. Mineralisasi timah primer di daerah penelitian berkaitan dengan sesar, urat-urat, dan alterasi.

Tin mining activities have been carried out since 1976 by PT Timah Tbk so that fewer sources of tin are known. This study aims to determine the characteristics of primary tin mineralization in Parit Tiga, West Bangka Regency, Bangka Belitung Islands. The methods which I used in this study are XRD, XRF, Petrography, and Mineragraphy. Based on the results of the analysis that had been done, the study area consists of two geomorphological units which include the Volcanic Hills Unit and the Anthropogenic Tailings Unit. Based on the interpretation of lithology distribution in the study area, there are two rock units, which are the Fine-Grained Granite Klabat Unit and the Medium-Coarse Grained Granite Klabat Unit. Then, the structure developed in the study area is a Left Normal Slip Fault and sheeted vein/veinlet. Then, alterations developed in the study area consist of four facies, which are Quartz + Tourmaline Alteration (104.2 ppm), Quartz + Halloysite + Chlorite + Pyrophillic Alteration (56.5 ppm), Quartz + Illite Alteration (52.4 pm), and Quartz + Kaolinite + Chlorite + Dickite Alteration (19.5 ppm). The type of primary tin mineralization in the study area is the filling of sheeted veins in tourmaline and quartz minerals. Ore deposits that were found in the study area consisted of cassiterite, hematite, and pyrite. The type of deposit in the study area was greisen and located in contact between silicate rocks and granite rocks. Primary tin mineralization in the study area was related to fracture, veins, and alteration."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Latief Baky
"PT. Karimun Granite sebagai perusahaan penghasil produk batu granit, pemasok terbesar dari Indonesia ke Singapura, dari segi penjualannya terlihat menurun dari tahun ke tahun sejak pertengahan tahun 90 - an, khususnya untuk produk intinya disebabkan karena banyaknya bermunculan perusahaan-perusahaan sejenis yang masuk kedalam pasar yang sama, yaitu pasar di Singapura. Pangsa pasar di Singapura sudah mulai jenuh disebabkan pembangunan yang mulai mengalami stagnasi, hal ini mengakibatkan market share PT. Karimun Granite dan harga menjadi menurun dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu. Oleh karena itu perusahaan mencoba membuat terobosan-terobosan baru dengan membuat inovasi-inovasi baru untuk pengembangan produk internasionalnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara (1) Pengaruh antara isu-isu manajerial terhadap keputusan pengembangan produk internasional pada PT. Karimun Granite; (2) Pengaruh antara elemen produk industri terhadap keputusan pengembangan produk internasional pada PT. Karimun Granite; (3) Pengaruh antara isu-isu manajerial dan elemen produk industri terhadap keputusan pengembangan produk internasional pada PT. Karimun Granite.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling berjumlah 60 orang. Instrumen yang digunakan adalah instrumen isu-isu manajerial, elemen produk industri dan keputusan produk internasional yang dikembangkan dari teori yang digunakan. Instrumen dari tiga variabel berbentuk kuesioner dan hasil uji coba instrumen dilakukan teknik korelasi product moment dan uji reliabilitas dengan rumus Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan teknik korelasi sederhana, korelasi parsial dan korelasi berganda, serta teknik regresi yang terdiri dari regresi linier dan berganda.
Hasil penelitian menyimpulkan: (1) terdapat hubungan positif antara isuisu manajerial (x1) dengan keputusan produk intemasional (Y) dengan koefisien korelasi (ry1) = 0,553 dan koefisien determinasi ry12 = 0,306 dan persamaan regresi Y = 20.574 + 0.599X1; (2) terdapat hubungan positif antara elemen produk industri (x2) dengan keputusan produk intemasional dengan koefisien korelasi (ry2) = 0,726 dan koefisien determinasi ry2² = O,526 dan persamaan regresi Y = 13.556 + 0.676X2; (3) terdapat hubungan positif antara isu-isu manajerial (x1} dan elemen produk industri (x2) dengan keputusan produk internasional (Y) dengan koefisien korelasi (R) = 0,730 dan persamaan regresi berganda Y = 12.112 + 0.116X, + 0.608X2.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa antara isu-isu manajerial dan elemen produk industri baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama memberikan sumbangan yang berarti terhadap keputusan produk internasional. Strategi perusahaan yang perlu dilakukan adalah product development dan market development dengan product customized mengingat tingkat persaingan tinggi sementara jumlah peningkatan pasar Iebih kecil. Aktifitas mengembangkan produk batu granit perlu modifikasi prototype produk yang mungkin harus dibuat untuk suatu pasar tertentu. Elemen Produk lndustri merupakan pilihan paling tepat dan rasional dalam rangka keputusan produk internasional, khususnya mengenai bentuk, desain dan pelayanan kepada konsumen. Perusahaan bisa keluar dari kesulitan penurunan penjualan dan meneruskan operasional kalau manajemen menyiapkan keputusan produk dengan melihat perubahan pesaing dan konsumen. Dalam mengembangkan produk, sebaiknya perusahaan perlu melakukan penelitian pendahuluan mengenai kebiasaan, daya beli, keinginan, selera dan tingkah laku konsumen lainnya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2004
T14235
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mochamad Ikral Pamungkas
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi geologi, karakteristik granit, dan distribusi unsur tanah jarang (UTJ) di wilayah Tapaktuan dan Samadua, Aceh Selatan, yang memiliki potensi sumber daya mineral strategis. Wilayah ini berada dalam sistem tektonik busur vulkanik Woyla dengan sejarah geologi kompleks mencakup deformasi akibat kompresi arah ENE-WSW hingga N-S, intrusi granit Samadua terkait magmatisme subduksi, dan dinamika tektonik akibat Sesar Transform Sumatra. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, analisis petrologi, petrografi, dan geokimia menggunakan XRF dan ICP-MS untuk mengidentifikasi mineral pembawa UTJ dan distribusinya secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Granit Samadua adalah granit tipe-I dengan karakteristik abu-abu kemerahan, tekstur porfiritik-faneritik, dan komposisi kuarsa, k-feldspar, plagioklas, dan biotit. Analisis petrografi menunjukkan transisi dari monzogranite di utara ke syenogranite di selatan, disertai pengayaan unsur alkali di selatan yang mencerminkan diferensiasi magmatik. Mineral pembawa UTJ utama adalah titanit, apatit, zirkon, dan monasit, dengan dominasi unsur tanah jarang ringan (LREE) seperti Cerium (Ce), Lanthanum (La), dan Neodymium (Nd). Korelasi spasial menunjukkan konsentrasi UTJ lebih tinggi di wilayah utara dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,43 untuk LREE dan R² = 0,42 untuk HREE, mencerminkan hubungan erat antara distribusi UTJ dan proses magmatisme. Temuan ini mempertegas potensi wilayah Tapaktuan dan Samadua sebagai zona mineralisasi UTJ yang signifikan dengan implikasi untuk eksplorasi sumber daya mineral strategis.

This study aims to examine the geological conditions, granite characteristics, and distribution of rare earth elements (REE) in the Tapaktuan and Samadua regions, South Aceh, which have significant potential as strategic mineral resources. The area is located within the Woyla volcanic arc tectonic system, with a complex geological history that includes ENE-WSW until N-S compression deformation orientation, Samadua granite intrusion associated with subduction magmatism, and tectonic dynamics driven by the Sumatran Transform Fault. The research was conducted through field observations, petrological, petrographic, and geochemical analyses using XRF and ICP-MS to identify REE-bearing minerals and their spatial distribution. Results show that Samadua Granite is classified as I-type granite with grayish-pink color, porphyritic-phaneritic texture, and composed of quartz, k-feldspar, plagioclase, and biotite. Petrographic analysis reveals a transition from monzogranite in the north to syenogranite in the south, accompanied by alkali enrichment in the south, indicating significant magmatic differentiation. The main REE-bearing minerals include titanite, apatite, zircon, and monazite, with a dominance of light rare earth elements (LREE) such as Cerium (Ce), Lanthanum (La), and Neodymium (Nd). Spatial correlation shows higher REE concentrations in the northern region, with determination coefficients of R² = 0.43 for LREE and R² = 0.42 for HREE, reflecting a strong relationship between REE distribution and magmatic processes. These findings highlight the potential of Tapaktuan and Samadua as significant zones for REE mineralization with implications for strategic mineral resource exploration. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aldi Rivaldi
"Komplek Granitoid Sibolga (KGS) di Blok Sumatra Barat merupakan objek studi yang penting untuk memahami proses magmatisme paska kolisi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi batuan, menginterpretasikan petrogenesis, proses evolusi magma, serta hubungannya dengan sebaran mineralisasi LTJ pada granitoid KGS. Analisis dilakukan melalui pendekatan petrologi, petrografi, geokimia unsur mayor, dan unsur jejak. Hasil analisis menunjukkan bahwa granitoid KGS secara dominan terdiri dari syenogranit dan monzogranit yang bersifat peraluminous, ferroan, dan termasuk dalam seri kalk-alkalin tinggi-K. Berdasarkan analisis petrologi, terlihat batuan di utara didominasi oleh syenogranit yang memiliki ukuran butir lebih besar dibanding ukuran butir di selatan yang didominasi oleh batuan monzogranit. Mikrotekstur di utara berupa zonasi plagioklas, di area transisi berupa perthite, sedangkan mikrotekstur di selatan berupa graphic intergrowth. Berdasarkan analisis diskriminasi geokimia, granitoid ini terklasifikasikan sebagai granit Tipe-A (subtipe A2) yang terbentuk dalam lingkungan tektonik post-collisional. Evolusi magma secara dominan dikontrol oleh proses diferensiasi melalui fraksinasi kristal yang intensif. Hal ini dibuktikan oleh deplesi kuat pada unsur Ba, Sr, P, Ti, anomali negatif Eu yang signifikan yang mengindikasikan fraksinasi plagioklas serta tingginya unsur Rb. Selain itu, terjadi proses magma mingling di area utara yang membuat persentase SiO2 pada granit tipe-A ini berkurang dan FeO bertambah. Al2O3 yang cukup tinggi pada granit tipe-A ini, dihasilkan dari peleburan batuan kerak sebelumnya yang cukup kaya akan Al2O3. Pengayaan seluruh LTJ terjadi di selatan, yang merupakan area kristalisasi akhir magma, sementara terdapat pengayaan LTJR di utara akibat proses sekunder (alterasi).

The Sibolga Granitoid Complex (SCG) in the West Sumatra Block is an important object of study to understand the post-collisional magmatism process in that region. This research aims to characterize the rocks, interpret the petrogenesis, the magma evolution process, as well as its relationship with the distribution of REE mineralization in the SCG granitoid. Analysis was conducted through petrology, petrography, major element geochemistry, and trace element approaches. The analysis results show that the SCG granitoid is dominantly composed of syenogranite and monzogranite which are peraluminous, ferroan, and are included in the high-K calc-alkaline series. Based on petrological analysis, it is seen that the rocks in the north are dominated by syenogranite which has a larger grain size compared to the grain size in the south which is dominated by monzogranite rocks. Microtextures in the north are in the form of plagioclase zoning, in the transition area in the form of perthite, while microtextures in the south are in the form of graphic intergrowth. Based on geochemical discrimination analysis, this granitoid is classified as A-type granite (A2-subtype) which was formed in a post-collisional tectonic environment. Magma evolution is dominantly controlled by the process of differentiation through intensive crystal fractionation. This is proven by the strong depletion in Ba, Sr, P, Ti elements, a significant negative Eu anomaly which indicates plagioclase fractionation, as well as the high Rb element. Besides that, a magma mingling process occurred in the northern area which made the SiO₂ percentage in this A-type granite decrease and FeO increase. The fairly high Al₂O₃ in this A-type granite is produced from the melting of previous crustal rocks which were fairly rich in Al₂O₃. REE enrichment occurs in the south, which is the final crystallization area of the magma, while LREE enrichment is found in the north due to secondary processes (alteration)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kaisha Nasywa As-syagaf Tumangger
"Salah satu sumber paling ekonomis dari unsur tanah jarang (UTJ) adalah batuan beku felsik. Di Kabupaten Lampung Tengah, terdapat bukit intrusi batuan granitik yang berpotensi menghasilkan sumber daya geologi. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik mineral, oksida utama dan unsur jejak, dan petrogenesa batuan granitik pada Satuan Granit Padean. Analisis dilakukan dengan menggunakan data petrografi dan geokimia batuan beku untuk menentukan petrogenesa dari batuan. Hasil penelitian menunjukkan batuan granitik di daerah penelitian terdiri atas Granodiorite, Quartz-Syenite, Syenogranite, dan Monzogranite, yang memiliki variasi feldspar berbeda. Mineral lain yang terdapat pada batuan utamanya adalah biotit dan amfibol. Mineral aksesoris meliputi apatit dan monazit, dengan garnet ditemukan pada salah satu Monzogranite. Secara geokimia, Granodiorite dan Quartz-Syenite memiliki SiO₂ lebih rendah dibanding Syenogranite dan Monzogranite. Teramati tren negatif antara SiO₂ dengan Na₂O, MgO, Fe₂O₃, P₂O₅, Al₂O₃, dan CaO; serta tren positif dengan K₂O. Semua sampel termasuk seri kalk-alkalin dan umumnya metaluminous, kecuali GNS 01B yang peraluminous. Terdapat pengayaan LREE dan rasio LILE/HFSE tinggi, kecuali pada GNS 01B. Secara petrogenesa, batuan granitik di daerah penelitian terbagi menjadi batuan granitik tipe I dan tipe S, dengan indikasi keberadaan tipe transisi di antara keduanya. Batuan terbentuk pada Episode D tektonik Kapur (120–75 juta tahun lalu), yaitu batuan granitik tipe I terbentuk lebih dulu pada peristiwa subduksi. Selanjutnya, proses kolisi menghasilkan penebalan kerak dan memicu anateksis, menghasilkan magma granitik tipe S. Pencampuran magma tipe S pada sisa magma hasil subduksi menghasilkan batuan granit transisi antara tipe I dan S.

Felsic igneous rocks are among the most economically viable sources of rare earth elements (REE). In Central Lampung Regency, a granitic intrusion known as the Padean Granite Unit has potential as a geological resource. This study aims to examine the mineralogical characteristics, major and trace element geochemistry, and petrogenesis of the granitic rocks. Analysis was conducted using petrographic and geochemical data from igneous rock samples to determine their origin. The results show that the granitic rocks in the study area consist of Granodiorite, Quartz-Syenite, Syenogranite, and Monzogranite, distinguished primarily by feldspar composition. Mafic minerals commonly found include biotite and amphibole, while accessory minerals include apatite and monazite; garnet was observed in one Monzogranite sample. Geochemically, Granodiorite and Quartz-Syenite exhibit lower SiO₂ content compared to Syenogranite and Monzogranite. Negative correlations were observed between SiO₂ and Na₂O, MgO, Fe₂O₃, P₂O₅, Al₂O₃, and CaO, while a positive correlation was found with K₂O. All samples fall within the calc-alkaline series and are mostly metaluminous, except for sample GNS 01B, which is peraluminous. Most samples show enrichment in LREE and high LILE/HFSE ratios, except for GNS 01B. Petrogenetically, the granitic rocks are classified into type I and type S, with indications of transitional types between them. These rocks formed during the Cretaceous tectonic Episode D (120–75 Ma). Type I granite formed earlier during subduction events, followed by continental collision that caused crustal thickening and anatexis, resulting in type S magma. Mixing of type S magma with residual subduction-derived magma produced transitional granitic rocks between type I and type S."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Kurniasari
"Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama penyakit akut di seluruh dunia. Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat dengan kasus ISPA yang tinggi. Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor merupakan lokasi 25 industri pemotongan keramik dan granit. Proses produksi di industri pemotongan keramik dan granit menghasilkan partikulat debu yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan pekerja.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan faktor lingkungan dengan kejadian ISPA pada pekerja di industri pemotongan keramik dan granit Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 103 pekerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA pada pekerja adalah PM10 dalam ruang kerja (2,90; 1,08-7,77). Faktor yang paling dominan hubungannya dengan kejadian ISPA pada pekerja adalah PM10 dalam ruang kerja (2,90; 1,08-7,77). Himbauan penggunaan APD perlu diterapkan pada pekerja industri pemotongan keramik dan granit.

Acute Respiratory Infection (ARI) is a major cause of acute illness in the worldwide. Bogor district is one of region in West Java with high ARI case. There is 25 ceramic and granite cutting industry location located in Wanaherang Village that can affect worker’s health.
This study aims to analyze the relationship between environmental factors and the incidence of respiratory infection in ceramic and granite cutting industry workers at Wanaherang village, Gunung Putri, Bogor. This study uses cross sectional study design with sample of 103 workers.
Result shows that environmental factors which significantly associated with ARI among workers is indoor PM10 concentration (2,90; 1,08-7,77). The most dominant factor associated with the occurrence of ARI among workers is indoor PM10 concentration (2,90; 1,08-7,77). PPE usage should be applied by ceramic and granite cutter workers.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
S54988
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library