Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 746 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Desi Hindrawardani
"Tesis ini membahas bagaimana proses konstruksi identitas yang dilalui oleh orang Indonesia-Hadrami dalam kerangka teori hibriditas. Studi hibriditas menjadi signifikan selain karena selama ini kerangka tersebut belum banyak digunakan dalam menganalisis kontruksi identitas Indonesia-Hadrami, juga karena dengan kerangka ini dapat dipetakan proses, aktor dan wilayah dialog liminal dalam pembentukan identitas. Analisis yang mendalam dalam wilayah liminal berguna untuk memahami konstruksi identitas kelompok tertentu serta kelompok besarnya (Indonesia) yang bersinggungan dalam tepian identitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Pada akhirnya studi ini menemukan bahwa pertama, hibriditas dapat digunakan dalam objek studi yang melibatkan lebih dari dua aktor; ruang interaksi di antara aktor sebagai third space dapat berupa ruang irisan dari berbagai aktor, tidak hanya ruang liminal di antara dua aktor semata. Kedua, dalam hal studi hibriditas membahas topik dialog yang luas maka konsep hibriditas dapat dipilah dalam tiap lapis topik dengan aktor yang sama. Ketiga, identitas merupakan hibrid (atau campuran) dari suatu elemen posisi stabil yang tidak akan berubah seiring proses konstruksi dan elemen posisi fleksibel yang sebenarnya merupakan penyikapan atau positioning) atas kondisi dinamis pada suatu masa.

This thesis discusses identity construction process of the Hadrami-Indonesians people based on hybridity theory framework. Hybridity studies become significant, not only because this framework is rarely used in analyzing identity construction process of Hadrami-Indonesians, but also because this framework could define process, actor and liminal dialogue area in identity construction. Thorough analysis in liminal area is useful in understanding identity construction of a certain group with its larger group (Indonesia) that intersects in identity border. This research used qualitative approach with descriptive research type. Data collecting is done through observations, in depth interviews and bibliographical studies. At the end, this studies discover that first of all, hybridity can be use in a object of study involving more than two actors; interaction space between the actor as a third space could be in a shape of incisions from various actors, not just liminal space between two actors. Secondly, in a case where hybridity studies discusses broad dialogue topic then hybridity concept could be classified in each layers of topics with the same actors. Third, identity is a hybrid (or mixture) of a stable position element which will not change alongside construction process with flexible position element in dealing with (or position itself) dynamic condition in a certain time.;This thesis discusses identity construction process of the Hadrami-Indonesians people based on hybridity theory framework. Hybridity studies become significant, not only because this framework is rarely used in analyzing identity construction process of Hadrami-Indonesians, but also because this framework could define process, actor and liminal dialogue area in identity construction. Thorough analysis in liminal area is useful in understanding identity construction of a certain group with its larger group (Indonesia) that intersects in identity border. This research used qualitative approach with descriptive research type. Data collecting is done through observations, in depth interviews and bibliographical studies. At the end, this studies discover that first of all, hybridity can be use in a object of study involving more than two actors; interaction space between the actor as a third space could be in a shape of incisions from various actors, not just liminal space between two actors. Secondly, in a case where hybridity studies discusses broad dialogue topic then hybridity concept could be classified in each layers of topics with the same actors. Third, identity is a hybrid (or mixture) of a stable position element which will not change alongside construction process with flexible position element in dealing with (or position itself) dynamic condition in a certain time."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
T26237
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Vera V. Syamsi
"Ketika The Beatles mulai dikenal Iuas dan menjadi idola banyak kaum muda di Inggris, kaum mapan di sana mengecamnya dan melarang pemutaran lagu dari kelompok tersebut. Larangan itu terjadi karena kaum mapan merasa adanya ancaman atas otoritas dan wibawa mereka, sementara -sebaliknya- bagi kaum marjinal (dalam hal ini kaum muda dan kelas pekerja) The Beatles merupakan tempat menaruh harapan untuk mendapat kebebasan dan kesempatan yang pada akhirnya adalah perhaikan taraf hidup. Tetapi ternyata sikap `permusuhan' clari kaum mapan itu tidak berlangsung lama dan bahkan pada akhirnya The Beatles di kooptasi dan dipergunakan oleh mereka (dalam hal ini pemerintah) sebagai identitas budaya bangsa tersebut. Selain itu, kelompok musik rock 'n roll itu menimbulkan banyak perubahan dan mengilhami banyak hal Baru tidak saja di Inggris tetapi juga di banyak negara lain di dunia. Karena itu menjadi sangat menarik untuk dianalisa dan diteliti lebih lanjut ideologi apa saja yang berkontestasi dibalik perubahan yang terjadi. Untuk itu penelitian ini dilakukan melalui perspektif kajian budaya dengan pusat perhatian pada momen representasi dan produksi budaya / budaya produksi serta konsumsi. Sedangkan perangkat yang dipergunakan adalah Semiotik yang termuat dalam konsep Mitos yang dikemukakan oleh Roland Barthes.

At the time of its emergence, The Beatles was received with two different reactions; a very enthusiastic and warm welcome by the youth and a very strong objection by parents, teachers and government. The Beatles brought to the surface many things that people didn't realize before and caused many changes. To the youth, it symbolizes freedom, an outlet of expression, a time to be the center of the attention; to the working class people The Beatles was a hope for the eradication of the invisible restriction wrapping them (known as class division) and a medium to go to the higher plane in the society; and to the Establishment The Beatles was an alarm of threat to the power and authority they possessed. With so many interests and ideologies took part behind the sky rocketing popularity of the band, it is very interesting to observe further the phenomenon which later involved many people in the United Kingdom and also the world. More interestingly, the attitudes first showed by the elite group of people called the Establishment has eventually changed. Not only did they accept the group but also now they co-opt the group as nation's cultural identity. Clearly there has been a big change in the society, and this thesis would like to investigate the contesting ideologies behind the change and the circumstance in Britain's present society through cultural studies approach with the focus on moments of Representation and Production / Consumption using Semiotics theory in the concept of Mythology set forward by Roland Barthes."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2003
T10891
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
S7626
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This article explores Ousmane Sembene's short story La Noire de… (Black Girl) and its film
version by using the binary structure of the film, corresponds to the crude binary system that
underlies any system of oppression and exploitation, a system that divides the world into two
opposing categories: the oppressed and the oppressors.
By focusing exclusively on Diouana's situation, we can trace a similar binary relationship in
reverse. This film leads to the study of society that linked between female domestic labor and
the general political structure."
[, Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia], 2014
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Partini, atuhor
Sleman: Tiara Wacana, 2013
305.3 PAR b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rahmayanti Akmar
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
S5424
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sen, Amartya, 1933-
New York: Norton, 2006
303.601.1 SEN i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sumampouw, Nono S.A.
Bulaksumur, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2015
305.598 42 NON m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yusriadi
"Abstrak
Persaingan dan konflik, serta kerukunan dan persaudaraan antara Dayak dan Melayu mewarnai ruang publik di Kalimantan Barat. Kedua kelompok utama (mayoritas) di Kalimantan Barat menjalani hubungan pasang dan surut. Keadaan inilah yang selalu menarik diamati, khususnya dalam konteks identitas. Penulis ingin melihat bagaimana identitas berkelindan di balik isu bipolaritas Dayak-Melayu. Tulisan ini merupakan hasil pemikiran yang diperkuat dengan data pendukung. Data tersebut diperoleh dari berbagai sumber dokumentasi dan terbitan, yang di antaranya menunjukkan bahwa di balik perbedaan identitas antara Dayak dan Melayu dapat ditemukan pula persamaan pada beberapa unsur. Kedua identitas itu tumbuh di ruang yang sama dan sebagian darinya berasal dari sumber atau asal-usul yang sama. Proses selanjutnya memperlihatkan penerimaan dan penggunaan identitas budaya menjadi bahan untuk pengonstruksian bangunan identitas kelompok. Pada mulanya, identitas Dayak digunakan secara terpaksa, sedangkan identitas Melayu diterima dengan terbuka. Seiring perjalanan waktu, kedua identitas itu dipakai oleh dan untuk dua kelompok yang berbeda. Masing-masing memperkuat identitas dengan perubahan-perubahan tertentu pada unsur-unsur budaya yang sudah ada. Identitas budaya Dayak dan Melayu tetap cair tetapi gerakan perubahan itu cenderung ke arah yang berlawanan dan memperlebar jarak di antara keduanya. Itu pulalah yang menyebabkan rivalitas berkelanjutan, sehingga persoalan yang kecil dapat menjadi besar."
Kalimantan Barat: Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalimantan Barat, 2018
900 HAN 1:2 (2018) (1)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>